cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Hikari
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Jepang - Fakultas Bahasa dan Seni UNESA Bidang Kajian Linguistik Jepang.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
GAYA BERPIDATO PERSUASIF PADA TOKOH UTAMA HARUNA TSUBAME(春菜ツバメ) DALAM DRAMA GAKKOU NO KAIDAN『学校の階段』KARYA TOMOKO YOSHIDA RUHUL ISLAMI, FITRAH
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi dan interaksi yang hanya dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu dalam penyampaiannya, manusia perlu memilah dan mengolah kepada siapa dan dengan tujuan apa komunikasi tersebut dilakukan. Jika komunikasi tersebut dilakukan kepada khalayak ramai, tentu saja berpidato merupakan sarana yang tepat dalam berkomunikasi. Pidato itu sendiri dipilah berdasarkan tujuan tujuannya, dimana jika pidato tersebut bertujuan mempengaruhi khalayak ramai, maka pidato persuasiflah yang semestinya digunakan. Pidato persuasif itu sendiri tidak dapat menarik minat pendengar apabila tidak didukung dengan gaya bahasa dan strategi yang sesuai dengan tujuan pidato tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan tiga rumusan masalah yaitu 1) Mendeskripsikan bentuk penyiasatan struktur gaya berpidato persuasif Haruna Tsubame dalam Drama Gakkou no kaidan 2) Mendeskripsikan tujuan dari gaya berpidato persuasif Haruna Tsubame dalam Drama Gakkou no kaidan 3) Mendeskripsikan strategi dari gaya berpidato persuasif Haruna Tsubame dalam Drama Gakkou no kaidan. Permasalahan pertama dianalisis dengan menggunakan teori Gaya Bahasa milik Seto (2003:200-205). Sedangkan pemasalahan kedua dianalisis menggunakan teori tujuan berpidato milik Keraf (1989:321). Dan permasalahan ketiga menggunakan teori teknik persuasi milik Keraf (2000:124-131). Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis deskriptif kualitatif, sehingga data dijabarkan dalam bentuk deskripsi. Data diperoleh dari sumber data Drama Gakkou no Kaidan episode 1 sampai 5 dengan data yang berupa penggalan pidato persuasif yang mengandung bentuk penyiasatan struktur, tujuan pidato persuasif, dan teknik persuasi pilihan peneliti. Hasil yang telah diperoleh adalah sebagai berikut Pertama, Peneliti menemukan bentuk penyiasatan struktur berupa 7 bentuk Pertanyaan retoris, 7 bentuk Antitesis, 4 bentuk Klimaks Kedua, Tedapat 5 tujuan berpidato didalamnya yakni 2 tujuan Mendorong, 3 tujuan meyakinkan, 2 tujuan berbuat/bertindak, 2 tujuan memberitahukan, 1 tujuan menghibur Ketiga, Strategi persuasi yang digunakan penutur terdapat 7 buah yakni 2 teknik rasionalisasi, 2 teknik identifikasi, 3 teknik sugesti, 2 teknik konformitas, 2 teknik kompensasi, 2 teknik penggantian, dan 2 teknik proyeksi
ANALISIS KONTRASTIF VERBA "KANGAERU" 「考える」DALAM BAHASA JEPANG DENGAN VERBA "BERPIKIR" DALAM BAHASA INDONESIA Kurnia Putri, Elyzabeth
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KONTRASTIF VERBA ?KANGAERU? ????? DALAM BAHASA JEPANG DENGAN VERBA ?BERPIKIR? DALAM BAHASA INDONESIA Nama Mahasiswa : Elyzabeth Kurnia Putri NIM : 13020104005 Prodi/Jur : S1 Pend. Bahasa Jepang/ Bahasa Asing Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Prof. Dr. Djojok Soepardjo, M.Litt Tahun : 2019 Kata kunci : semantik, analisis kontrastif Bahasa Jepang adalah salah satu bahasa asing yang memiliki ragam bentuk bahasa. Sehingga tidak mengherankan apabila banyak pebelajar bahasa Jepang yang merasa kebingungan dalam mempelajari bahasa Jepang itu sendiri. Kesalahan berbahasa pada pebelajar bahasa Jepang, umumnya terjadi karena sulitnya pebelajar bahasa Jepang memaknai suatu kata atau kalimat dalam bahasa Jepang. Menurut Verhaar (2010:385) semantik adalah cabang linguistik yang meneliti arti atau makna. Dari pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa semantik adalah bidang linguistik yang mempelajari tentang makna. Pada penelitian ini menggunakan analisis kontrastif untuk mengetahui persamaan dan perbedaan verba dari bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Pada penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah yaitu untuk mendeskripsikan makna verba kangaeru, untuk mendeskripsikan makna verba berpikir, dan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan makna verba kangaeru dan makna verba berpikir. Rumusan masalah pertama menggunakan teori Sutedi (2008) dan Hirose Masayoshi (2001). Rumusan masalah yang kedua menggunakan teori Sutedi (2003). Rumusan masalah yang ketiga berdasarkan teori analisis kontrastif Suzuki (1989:61). Sumber data verba dalam bahasa Jepang diperoleh dari Yomiuri Shinbun. Sedangkan, sumber data verba dalam bahasa Indonesia diperoleh dari koran Jawa Pos online. Hasil penelitian yang telah dilakukan akan dijelaskan sebagai berikut: 1.Terdapat 10 makna terjemahan dari verba kangaeru. Maka dapat disimpulkan makna verba dalam bahasa Jepang memiliki makna ganda atau makna yang lebih dari satu. 2.Makna verba berpikir dalam bahasa Indonesia adalah bermakna tetap. Makna verba berpikir jika diterjemahkan lebih dalam akan memiliki perbedaan makna. Terjemahan makna verba berpikir yang ada dapat digunakan sebagai makna penjelas. 3.Terdapat perbedaan makna antara verba berbahasa Jepang dengan bahasa Indonesia yang dapat dilihat dari konteks kalimat tersebut. Persamaan dan perbedaan makna verba bahasa Jepang dengan makna verba bahasa Indonesia adalah bergantung pada konteks kalimat yang digunakan.?Apabila dalam bahasa Jepang makna verbanya bisa lebih dari satu, sedangkan makna verba dalam bahasa Indonesia bermakna tetap.
LATAR SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT JEPANG DALAM NOVEL OUT 『アウト』KARYA NATSUO KIRINO 『桐野夏生』 HASAN C.U.T, MOH.
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Out (???) adalah sebuah novel karya Natsuo Kirino yang diterbitkan pada tahun 1997. Novel ini menceritakan tentang kisah empat tokoh utama wanita yang bekerja di pabrik bentou yakni Masako Katori, Yayoi Yamamoto, Kuniko Jonouchi dan Yoshie Azuma. Mereka berempat memiliki masalah dengan keluarganya masing-masing. Novel ini menggambarkan kehidupan masyarakat Jepang yang lekat dengan budayanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan latar sosial budaya masyarakat Jepang yang terdapat dalam novel Out (???) karya Natsuo Kirino. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Out (???) karya Natsuo Kirino, sedangkan data yang digunakan berupa kutipan-kutipan yang mengandung unsur latar sosial budaya dan diambil dari novel tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian terhadap unsur ekstrinsik yakni penelitian terhadapa latar sosial budaya dalam novel. Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan, bahwa latar sosial budaya masyarakat Jepang yang terdapat dalam novel Out (???) karya Natsuo Kirino adalah : (1) Kebiasaan hidup ; (a) pekerja keras : 4 data, (b) disiplin : 2 data (2) adat istiadat ; (a)giri : 3 data (b) ninjou : 4 data (c) ojigi : 2 data, (3) status sosial :3 data
PENGGUNAAN REPETISI(反復法)DALAM BUKU NO LIMIT JIBUN WO KOERU HOUHOU (ノーリミット自分を超える方法) KARANGAN KURIKI NOBUKAZU (栗城史多) KUSUMA DEWI, ERVINA
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan gagasan pikiran dalam bentuk tulisan. Gaya Bahasa sebuah tulisan dapat memiliki ciri khas penulis serta gagasan yang ingin disampaikan penulis. Pada penelitian ini akan diteliti gaya bahasa repetisi dan juga fungsi gaya bahasa repetisi. Gaya Bahasa Repetisi digunakan untuk penekanan atau memberikan efek gaya penulisan dengan mengulang frasa yang sama sedikitnya digunakan sebanyak dua kali. Pada buku karangan Kuriki Nobukazu seorang pendaki gunung yang berjudul No Limit Jibun Wo Koeru Houhou terdapat banyak gaya bahasa repetisi,. Ada dua permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu bagaimana bentuk repetisi dan fungsi gaya bahasa dalam buku No Limit Jibun Wo Koeru Houhou karangan Kuriki Nobukazu. Teori yang digunakan adalah teori repetisi dari Nouchi (2005) dan teori gaya bahasa dari Al-Ma?ruf (2009). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku No Limit Jibun Wo Koeru Houhou karangan Kuriki Nobukazu. Data yang diteliti berupa bentuk repetisi yang terdapat dalam sumber data tersebut. Hasil penelitian yang ditemukan dalam penelitian ini sebagai berikut, pertama terdapat empat bentuk repetisi yaitu, Jougohou, Shukuhanpuku, Zenjihanpuku, Kekkuhanpuku dan ditemukan sebanyak 56 data dengan keempat jenis repetisi di atas. Kedua, fungsi gaya bahasa terbagi dalam empat macam, yaitu: 1) Untuk meninggikan selera, 2) Mempengaruhi atau meyakinkan pembaca atau pendengar, 3) Menciptakan keadaan perasaan hati tertentu, 4) Untuk memperkuat efek terhadap suatu gagasan. Kata Kunci: Gaya Bahasa, Repetisi, Fungsi Gaya Bahasa Abstract Language is a means of expressing ideas in the form of writing. The style of language of a writing can have the characteristics of the author and the ideas that the author wants to convey. In this study the repetition language style and repetitive language style functions will be examined. Language Style Repetition is used to emphasize or effect the writing style by repeating the same phrase at least twice. In the book by Kuriki Nobukazu, a mountain climber called No Limit?Jibun Wo Koeru Houhou, there are many repetitive language styles. There are two problems examined in this research, namely the form of repetition and function of language style in No Limit Jibun Wo Koeru Houhou book written by Kuriki Nobukazu. The theory used is the repetition theory from Nouchi (2005) and the language style theory from Al-Maruf (2009). This study used descriptive qualitative method. The data source used in this study is No Limit Jibun Wo Koeru Houhou book written by Kuriki Nobukazu. The data studied is in the form of repetitions contained in the data source. The results of the research found in this study are as follows, first there are four forms of repetitions, namely, Jougohou, Shukuhanpuku, Zenjihanpuku, Kekkuhanpuku and found 56 data with the four types of repetitions above. Second, the function of the language style is divided into four types, namely: 1) To elevate taste, 2) Influence or convince the reader or listener, 3) Create a certain state of feeling, 4) To strengthen the effect on an idea. Keywords: Language Style, Repetition, Function of Language Style
DEIKSIS RUANG (空間直示) DALAM FILM SHIGATSU WA KIMI NO USO (四月は君が嘘) KARYA NAOSHI ARAKAWA APRILIA DEWI, PUTRI
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Deiksis merupakan kata ganti tunjuk yang penggunaannya senantiasa terkait dengan konteks yang terjadi. Penggunaan deiksis dalam film animasi Shigatsu wa Kimi no Uso (??????) menarik untuk diteliti karena terdapat banyak variasi kata ganti tunjuk yang diucapkan oleh antar tokoh. Salah satu dari jenis deiksis adalah deiksis ruang.Tujuan dari penelitian deiksis ruang ini adalah sebagai berikut: 1. Menjelaskan makna kontekstual deiksis ruang yang terdapat dalam film animasi Shigatsu wa Kimi no Uso karya Naoshi Arakawa. 2.Menjelaskan faktor penyebab penggunaan deiksis ruang yang terdapat dalam film animasiShigatsu wa Kimi no Usokarya Naoshi Arakawa.? Keterkaitan makna kontekstual deiksis ruang pada permasalahan pertama akan dianalisis menggunakan teori milik Koizumi (2001) tentang Deiksis Ruang dan Mansoer Pateda (2010) tentang Makna Suasana Hati. Sedangkan untuk menjelaskan Referensi penggunaan deiksis ruang tersebut akan dijelaskan menggunakan teori milik Lubis (1994). Penelitian ini digolongkan sebagai penelitian kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif sehingga hasil penelitian ini akan berbentuk deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa film animasi dengan judul Shigatsu wa Kimi no Usokarya Naoshi Arakawa. Data yang digunakan berupa tuturan antar tokoh yang mengandung kata deiksis ruang dalam film animasi Shigatsu wa Kimi no Uso. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Makna kontekstual deiksis ruang dalam film animasi Shigatsu wa Kimi no Usoadalah amarah,kesedihan,kesenangan,ketakutan dan keterkejutan. 2. Faktor penyebab penggunaan deiksis ruang dalam film animasi Shigatsu wa Kimi no Usoadalah refrensi Eksofora dan referensi Endofora yang terbagi menjadi dua yaitu referensi Anofora dan referensi Katafora. Abstract Deixis is a reference pronoun whose usage is constantly related to the context that occurs. The use of deixis in the animated film Shigatsu wa Kimi no Uso (??????) was interesting to do research. There were many variations of the pronoun spoken by the characters. One of the types of deixis is space deixis. The purpose of this space deixis study is as follows: 1. Explain the contextual meaning of deixis space contained in the animated film Shigatsu wa Kimi no Uso by Naoshi Arakawa. 2. Explain the causes of the use of deixis space contained in the animated film Shigatsu wa Kimi no Uso karya Naoshi Arakawa. The interrelation of contextual meaning of space deixis on the first problem was analyzed using theories belonging to Koizumi (2001) about Space Deixis and Mansoer Pateda (2010) about the Meaning of Mood. While to explain the reference to space use, the researcher used Lubiss (1994) theory. This research was classified as qualitative research and the method used was descriptive analysis method so that the results of this study formed in descriptive. The data source used consisted of an animated film titled Shigatsu wa Kimi no Uso karya Naoshi Arakawa. The data used consisted of speeches between characters containing the word deixis space in the animated film Shigatsu wa Kimi no Uso. The results of this study are as follows: 1. The meaning of contextual space deixis in the animated film Shigatsu wa Kimi no Uso is anger, sadness, pleasure, fear and shock. 2. Factors that cause the use of space deixis in the animated film Shigatsu wa Kimi no Uso are references to Exophora and references to Endofora which are divided into two, which are references to Anophora and Katafora references.
TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM ANIME SHIGATSU WA KIMI NO USO 「四月は君の嘘」 KARYA NAOSHI ARAKAWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SEARLE Nafisah, Fitria
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini meneliti tentang tindak tutur perlokusi dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso karya Naoshi Arakawa dengan menggunakan pendekatan teori Searle. Latar belakang peneliti memilih anime Shigatsu wa Kimi no Uso dikarenakan terdapat banyaknya tuturan yang memberikan efek terhadap tokoh utama. Dari alasan tersebut, didapatkanlah rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana fungsi tindak tutur perlokusi dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso (??????) karya Naoshi Arakawa. 2. Bagaimana efek tindak tutur dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso (??????) karya Naoshi Arakawa. Fungsi tindak tutur perlokusi pada penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan teori Searle (2006). Sedangkan efek tindak tutur perlokusi menggunakan teori Haryadi (2015). Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif karena data yang diteliti berupa bahasa yang berbentuk tuturan tokoh dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso. Metode penelitian yang digunakan dari teori Bogdan dan Taylor (2014) yang mendefiniskan metodologi kualitatif. Proses penyajian data berupa tabel kemudian peneliti mendeskripsikan tuturan yang mengandung tindak tutur perlokusi yang dituturkan kepada tokoh utama Arima Kousei dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso karya Naoshi Arakawa. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pertama terdapat lima fungsi tindak tutur perlokusi dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso karya Naoshi Arakawa, yaitu deklarasi, representatif, ekspresif, direktif dan komisif. Jumlah data fungsi tindak tutur perlokusi dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso terdapat 87 data. Yang kedua yaitu efek tindak tutur perlokusi yang terbagi menjadi dua, yaitu efek positif dan efek negatif. Kata Kunci: Tindak Tutur, Tindak Tutur Perlokusi, Fungsi Tindak Tutur, Efek Tindak Tutur. Abstract This research examines the acts of perlocution speech in the anime Shigatsu wa Kimi no Uso by Naoshi Arakawa using the Searle theory approach. The background of the researchers choose the Shigatsu wa Kimi no Uso anime because there were many utterances that gave effect to the main character. From these reasons, the formulation of the problem is obtained as follows: 1. What is the function of the perlocution speech act in the anime Shigatsu wa Kimi no Uso (?? ? ? ? ?) anime by Naoshi Arakawa. 2. What is the effect of the speech act of perlocution in the anime Shigatsu wa Kimi no Uso (?? ? ? ? ?) anime by Naoshi Arakawa. The function of perlocution speech acts in this study will be analyzed using Searles theory (2006). While the effect of perlokusi speech acts uses Haryadis theory (2015). This study uses descriptive qualitative analysis method because the data studied is in the form of language in the form of speeches from characters in the Shigatsu wa Kimi no Uso anime. The research method used is from Bogdan and Taylors (2014) theory which defines qualitative methodology. The process of presenting data in the form of a table then the researcher described the speech containing perlocution speech acts which were told to the main character Arima Kousei in the Shigatsu wa Kimi no Uso anime by Naoshi Arakawa. The results found in this study are first there are five functions of perlocution speech acts in the anime Shigatsu wa Kimi no Uso by Naoshi Arakawa, namely declaration, representative, expressive, directive and commissive. The number of data on the function of speech acts of perlocution in the Shigatsu wa Kimi no Uso anime there are 87 data. The second is the effect of perlocution speech acts which are divided into two, namely positive and negative effects. Keywords: Speech Act, Perlocutionary Speech Act, The Function of Speech Act, The Effect of Speech Act.
PIRANTI KOHESI PADA WACANA IKLAN SUNTORY DALAM APLIKASI KOMUNIKASI LINE AYU WARDANI, DYAH
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak disengaja dan tidak terbatas pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni dan teknologi. Iklan adalah salah satu bentuk komunikasi yang secara tidak langsung yang paling sering di temui dalam kehidupan sehari-hari dan secara tidak sadar banyak orang yang terpengaruh persuasi iklan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keutuhan struktur wacana iklan SUNTORY yang terdapat dalam aplikasi komunikasi LINE, model fungsi wacana iklan dalam aplikasi komunikasi LINE, serta bagaimanakah penggunaan piranti kohesi pada wacana iklan SUNTORY dalam aplikasi komunikasi LINE. Analisis ini dilakukan dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Penelitian menggunakan teori Rachmat Kriyantono (2013) dimana data berupa wacana iklan yang terdapat dalam aplikasi komunikasi LINE milik SUNTORY menurut tujuan periklanan dapat dirumuskan pada tiga kategori. Pada rumusan masalah berikutnya digunakan Teori milik Bolen (2006) untuk menganalisis struktur wacana dengan data berupa wacana iklan yang terdapat dalam aplikasi komunikasi LINE milik SUNTORY yang dijabarkan dan dibagi berdasarkan strukturnya apakah lengkap atau tidak. Sedangkan teori Tarigan (1987) digunakan untuk menganalisis apakah wacana iklan dalam aplikasi komunikasi LINE milik SUNTORY ini dikatakan memenuhi syarat kepaduan atau kohesi jika hubungan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Datanya kemudian dikelompokkan dan dimasukan kedalam tabel untuk memudahkan penarikan kesimpulan . Hasil penelitian ini menunjukan bahwa wacana iklan SUNTORY dalam aplikasi komunikasi LINE mengandung model struktur iklan yang lengkap. Kelengkapannya meliputi tiga unsur pembentuk struktur wacana, yaitu (1) butir utama, (2) badan, (3) penutup. Fungsi wacana iklan yang dapat ditemukan pada keseluruhan data wacana iklan SUNTORY dalam aplikasi komunikasi LINE yang menurut tujuan periklanan dapat dirumuskan pada tiga kategori besar, yaitu (1) memberikan informasi (2) tujuan persuasif (3) tujuan mengingatkan dan meneguhkan. Serta penggunaan piranti kohesi yang dapat ditemukan pada wacana iklan SUNTORY yaitu berupa penanda kohesi wacana yang secara implisit ditunjukan dengan adanya keruntutan dan keserasian masalah yang dikembangkan, sedangkan penanda kohesi eksplisit dilakukan dengan menghadirkan kata atau frasa tertentu sebagai penghubung antar kalimat.dalam aplikasi komunikasi LINE. Kata Kunci : Wacana Iklan, SUNTORY, Aplikasi Komunikasi LINE Abstract Communication is a form of human interaction that affect each other whether it was on purpose or not and it is not limited in verbal communication but also in facial expression, paint, art and technology. Commercial is one of communication form in which is, indirectly, the most frequently encountered in everyday life and unconsciously many people are affected by advertisement persuasion. This study aims to study the integrity of the discourse structure of SUNTORY advertising contained in the LINE communication application, the function model of advertising discourse in the LINE communication application, and the use of cohesion tools on the SUNTORY advertising discourse in the LINE communication application. This analysis is carried out with qualitative descriptive data analysis technique. This study is using a theory approach from Rachmat Kriyantono (2013) in which the data is SUNTORY?s advertisement contained in LINE communication application according to the aim of the advertisement can be formulated into three categories. Theory from Bolen (2006) is used to analyse the next problem which is to analyze the discourse structure with the data in the form of advertising the discourse contained in SUNTORYs LINE communication application which is described and divided based on its structure whether it is complete or not. Whereas Tarigan?s theory (1987) is used to analyse whether the sentences contained in SUNTORY?s advertisement in LINE communication application can be called cohesive if connected with other sentences. The data then grouped and put in the table in order to help to draw the conclusion. The result of this study shows that SUNTORY advertising discourse in the LINE communication application contains a complete structure model. The advertisement contains three discourse structure, that is (1) main item, (2) body, (3) closing. The function of advertisement that can be found in SUNTORY?s advertisement in LINE communication application according to advertising goals can be formulated in three broad categories, namely (1) providing information (2) persuasive goals (3) goals of reminding and strengthening. And the use of cohesion tools that can be found in SUNTORY advertising discourse is in the form of a marker of discourse cohesion that is implicitly shown by the problems being cohesive and coherent, while the markers of explicit cohesion are carried out by presenting certain words or phrases as links between sentences in the LINE communication application. Keywords : Advertising Discourse, SUNTORY, LINE communication application.
PENGGUNAAN ONOMATOPE JENIS GIONGO PADA KOMIK DORAEMON VOLUME 3 DAN 4 KARYA FUJIKO F. FUJIO RAMADHANI, RIZQYTA
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kehidupan bermasyarakat pasti tidak lepas dari adanya komunikasi. Untuk melancarkan suatu komunikasi tentu dibutuhkan sebuah alat agar lebih mudah menyampaikan dan memahami makna dari apa yang disampaikan atau diterima. Alat tersebut berupa bahasa. Bahasa itu berwujud lambang dan berupa bunyi. Berhubungan dengan kedua poin itu, ada sejumlah kata yang lambangnya berasal dari bunyi benda yang diwakilkannya. Misalnya dalam bahasa Indonesia, kita menggunakan lambang ?meong? untuk melambangkan konsep hewan berkaki empat yang bernama kucing. Selain itu juga terdapat ?guk guk? untuk melambangkan konsep hewan berkaki empat yang bernama anjing. Tiruan bunyi itulah yang disebut dengan onomatope, yaitu kata yang berasal dari tiruan bunyi. Penelitian ini terdapat tiga rumusan masalah yaitu klasifikasi onomatope jenis giongo, penggunaan onomatope jenis giongo berdasarkan makna kontekstual, dan penggunaan onomatope jenis giongo berdasarkan fungsinya. Sumber data yang diambil berasal dari komik Doraemon volume 3 dan 4 karya Fujiko F. Fujio. Dari penelitian ini, diperoleh (1) klasifikasi dari onomatope giongo terbagi menjadi giongo yang terdiri atas onomatope yang menirukan suara dari benda mati yaitu alam dan benda yang diberi perlakuan. Lalu, giseigo yang terdiri atas onomatope yang menirukan suara dari makhluk hidup yaitu hewan dan manusia; (2) penggunaan makna onomatope sesuai dengan konteksnya (3) fungsi dari onomatope giongo terdapat enam fungsi yaitu warau, neru,naku, iro-irona oto ya yousu, doubutsu ga naku, dan mono ga naru. Kata Kunci : Onomatope, Giongo, Giseigo, Fujiko, DoraemonAbstractLife must not be separated from communication. To communicate, a tool is needed to make it easier to convey and understand. The tool is language. The language is in the form of symbols and sounds. There are a number of words that symbol comes from the sound of objects. For example, in Indonesian the ?meong? symbol is used to symbolize the concept of a four legged animal named cat. The ?guk? symbol is used to symbolize the concept of a four legged animal named dog. That sound replication is onomatopoeia.In this research, there are three things that will be studied, they are giongo onomatopoeia?s classification, the used of giongo onomatopoeia based on the contextual meanings, and the used of giongo onomatopoeia based on the function. The data is from Doraemon comic, volume 3 and 4 that written by Fujiko F. Fujio. From this research, we got (1) Giongo onomatopoeia?s classification is divided by sound replication from inanimate objects which is nature and treated objects. Giseigo is divided by onomatopoeia that replicate animal?s sound and human?s voice; (2) The used of onomatopoeia meanings based on the context (3) The function of giongo onomatopoeia, there are laugh, sleep, cry, sound that replicate something, animal sounds, and object sounds. Keywords : Onomatopoeia, Giongo, Giseigo, Fujiko, Doraemon
ANALISIS KESALAHAN DIKSI PADA KOMIK ONLINE SITUS WEBTOON TRANSLATE BAHASA JEPANG QOSIANA, NANA
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan mengenai kesalahan pemilihan diksi apa saja yang dapat terjadi pada hasil terjemahan komik online situs webtoon translate yang mana komik tersebut suda diterjemah ke dalam bahasa Jepang. Diksi merupakan salah satu ilmu yang ada pada stilistika. Dalam berkomunikasi pemilihan diksi berperan penting, karena apabila berkomunikasi dengan menggunakan pemilihan diksi yang kurang sesuai maka ide, pesan maupun gagasan tidak tersampaikan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan diksi apa saja yang ada pada komik online situs webtoon translate. Kesalahan diksi dilihat berdasarkan jenis kata yang digunakan antara bahasa sumber dengan bahasa sasaran dan juga makna yang terkandung di dalam kata tersebut. Selain itu untuk mengetahui faktor penyimpangan dari prinsip dasar penerjemah yang terjadi pada komik tersebut. Untuk membantu mengetahui hal tersebut maka penelitian ini menggunakan metode analisis dekspritif dengan menggunakan salah satu teknik analisis yang dikemukakan oleh Mahsun yaitu teknik sadap. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kesalahan diksi yang paling banyak terjadi pada dua komik online situs webtoon translate adalah kesalahan diksi jenis verba, dan kedua adalah jenis adjektif dan nomina. Selain itu juga terdapat kesalahan diksi antara bahasa sumber dengan bahasa sasaran dengan menggunakan jenis kata yang berbeda dan dengan adanya kesalahan diksi tersebut menyebabkan pada hasil terjemah mengandung penyimpangan prinsip dasar penerjemah. Kata Kunci : Terjemah, Kesalahan Diksi, Jenis kata,Penyimpangan Abstract This research is based on the curiosity about any errors on diction selection that can occur in the translation of online comic on webtoon translate site, where the comic has been translated into Japanese. Diction is one of the existing studies in stylistics. In communicating, diction selection plays an important role, when communicating using less appropiate diction, messages and ideas will not be conveyed properly. The purpose of this study is to find out any errors in the online comic on webtoon translate site. Diction errors are seen based on the type of word used between the source language with the target language and also the meaning contained in the word. In addition to knowing the factors of deviation from the basic principles of translation that occur in the comic. On helping to find these out, this study uses a descriptive analysis method using one of the analytical techniques proposed by Mahsun, namely tapping technique. Based on the results of the study, it can be concluded that most diction errors in the two online comics on the webtoon translate site are diction errors in the type of verbs, and the second are the types of adjectives and nouns. In addition, there are also diction errors between source languages and target languages using different types of words and with these diction errors, the results of the translation contain irregularities in the basic principles of translation. Keywords: Translation, Diction errors, Word Type,Deviation
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA SAKUBUN BAHASA JEPANG SISWA KELAS XI-10 SMA NEGERI 7 SURABAYA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 AYU MEGAWATI S, PUTRI; PRASETYO, JOKO
GoKen Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah karya tulis pasti tidak luput dari suatu kesalahan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam kesalahan yang terjadi dalam sebuah kepenulisan serta dapat menjadi tolok ukur sejauh mana kesalahan dapat terjadi. Untuk pembelajaran bahasa Jepang sendiri biasanya di mulai dari tingkat SMA, apalagi saat ini sudah banyak dibuka jurusan bahasa di beberapa SMA seperti di salah satu SMA Negeri di Surabaya yaitu SMA Negeri 7 Surabaya yang membuka jurusan bahasa dan masih aktif sampai saat ini. Hal ini juga yang mendasari penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 7 Surabaya. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana kesalahan berbahasa pada sakubun bahasa Jepang siswa kelas XI-10 SMA Negeri 7 Surabaya tahun ajaran 2018/2019? 2. Bagaimana faktor yang menyebabkan siswa kelas XI-10 SMA Negeri 7 Surabaya tahun ajaran 2018/2019 melakukan kesalahan berbahasa pada sakubun bahasa Jepang? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dengan menggunakan tes, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa : 1. Bentuk-Bentuk Kesalahan yang Terjadi Dalam Sakubun a. Kesalahan organisasi isi b. Kesalahan tata bahasa c. Kesalahan gaya pilihan struktur dan kosakata d. Kesalahan ejaan / tanda baca 2. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Kesalahan a. Mistake i. Tidak fokus ii. Kurang teliti b. Error i. Tidak hafal huruf kana ii. Menggunakan google translate iii. Kebingungan dalam penggunaan pola kalimat iv. Kebingungan dalam perubahan bentuk kata sifat v. Belum bisa menggabungkan kata vi. Sulit Menerjemahkan vii. Melihat sakubun responden lain viii. Kurang paham dengan pembelajaran bahasa Jepang Kata kunci : Analisis Kesalahan, Sakubun, Pola Kalimat, Perubahan Bentuk, Partikel

Page 9 of 10 | Total Record : 94