cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Kajian Life Cycle Assessment (LCA) pada Proses Produksi Susu Segar di KUD Sido Luhur Ahmad Erlan Afiuddin; Arum Putri Nur Romadhon; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor industri pengolahan susu di Indonesia mengalami peningkatan produksi setiap tahunnya. Koperasi Unit Desa (KUD) Sido Luhur yang terletak di Kabupaten Kediri merupakan koperasi yang bergerak di bidang produksi susu. Kegiatan produksi susu mulai dari peternakan hingga pengangkutan susu ke pabrik pengolahan susu menimbulkan emisi dan limbah yang mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak linkungan dari proses produksi susu segar di KUD Sido Luhur dengan metode Life Cycle Assessment (LCA). Batasan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah gate to gate yang meliputi kegiatan di peternakan, penampungan susu, hingga transportasi susu. Analisis dampak lingkungan dilakukan menggunakan software OpenLCA 1.11.0 dengan metode CML-IA Baseline. Hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai dampak untuk setiap 1 kg produksi susu segar yaitu global warming potential (GWP) yaitu 2,39 kg CO2 eq, eutrofikasi sebesar 1,11 x 10-2 kg PO4 eq, asidifikasi sebesar 1,03 x 10-2 kg SO2 eq, human toxicity sebesar 2,36 x10-2 Kg 1,4-DB eq, dan oksidasi fotokimia sebesar 7,32 x 10-4 Kg C2H4 eq. Titik hotspot berada pada kegiatan peternakan dengan dampak paling besar adalah eutrofikasi.
Pengaruh Penambahan MoL Sayur dan Susu Reject Terhadap Pengomposan Sampah Sisa Makanan, Limbah Ikan, Kotoran Sapidengan Metode Black Soldier Fly Maura Diza Aviantari; Ulvi Pri Astuti; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan yang terjadi setiap tahunnya terhadap volume sampah menimbulkan dampak negatif karenatidak adanya pengolahan yang berakibat terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian inimemanfaatkan sampah organik seperti limbah sisa makanan, limbah ikan, kotoran sapi, susu reject dan MoL sayur. Metode yang digunakan pada pengolahan sampah dilakukan dengan metode larva komposting dengan larva Black Soldier Fly. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi bahan, variasi MoL sayur dan variasi susu reject terhadap karakteristik hasil pupuk organik dari proses komposting BSF. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi 100% sampah sisa makanan, 70% sisa makanan dengan 30% kotoran sapi, 30% sisa makanan dengan 70% limbahikan. Variasi dosis MoL sayur yaitu 0 ml/kg dan 30 ml/kg dan variasi susu reject yaitu 0 ml dan 200 ml. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan pengaruh pada penambahan MoL sayur dan penambahan Susu Reject terhadap parameter fisik, kimia, dan karakteristik larva. Hasil kompos terbaik pada parameter kimia terdapat pada reaktor 12 yaitu variasi sisa makanan 30% : limbah ikan 70%. Hasil pengujian kandungan protein larva terbaik terdapat pada reaktor 12 yaitu variasi sisa makanan 30% : limbah ikan 70% dengan nilai 38,92%.
Pengaruh Variasi Bahan Kompos, Penambahan MoL Limbah Sayur serta Susu Reject Terhadap Suhu Pengomposan Kotoran Kambing Eko Sri Agus Setiawan; Dewi Cahya Rahmawati; Mirna Apriani; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat organik yang tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan timbulnya penyakit bagi masyarakat. Metode yang efektif untuk mengurangi limbah padat organik adalah menggunakan metode pengomposan Black Soldier Fly Larvae. Pengomposan memanfaatkan limbah padat organik yaitu kotoran kambing, ampas tahu dan limbah ikan. MoL limbah sayur dan susu reject digunakan untuk mempercepat dekomposisi limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variasi bahan, penambahan MoL limbah sayur serta susu reject terhadap suhu kompos. Hasil pengukuran suhu dibandingkan dengan SNI 19-7030-2004 mengenai kematangan kompos. Penambahan variasi MoL limbah sayur adalah 0 mL dan 30 mL sedangkan penambahan susu reject sebanyak 0 mL dan 200 mL. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh variasi bahan, penambahan MoL limbah sayur dan susu reject terhadap parameter suhu kompos menggunakan uji MANOVA dengan nilai Sig. <0.05.
Analisis Pengadukan terhadap Temperatur Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Moch. Defrianto Dwika Ramadhan; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadukan pada pembuatan POC berperan untuk proses homogenisasi bahan dan mendukung nutrien tersebar secara merata. Temperatur menandakan aktivitas mikroorganisme yang terjadi pada saat proses fermentasi berlangsung. Temperatur optimum pada proses fermentasi berkisar antara 25-55°C. Semakin tinggi temperatur dalam skala optimal, maka semakin tinggi aktivitas mikroorganisme di dalamnya. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh variasi pengadukan pada reaktor POC terhadap parameter temperatur. Proses pembuatan pupuk menggunakan metode fermentasi anaerobik selama 12 hari dengan menggunakan bioaktivator EM4. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pengambilan sampel pupuk organik cair dari limbah ikan dengan penambahan kotoran kambing dan kotoran sapi dan melakukan pengadukan dengan variasi waktu pengadukan 4 jam/hari dan 2 jam/hari. Temperatur pupuk organik cair diukur secara berkala menggunakan termometer. Analisis pengaruh variasi pengadukan pada reaktor POC terhadap parameter temperatur menggunakan uji statistik Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan variasi pengadukan dengan temperature paling tinggi pada reaktor pembuatan POC terletak pada variasi pengadukan 4 jam/hari yaitu 29,9°C dan berikutnya variasi pengadukan 2 jam/hari yaitu 29,44°C. Uji ANOVA dengan P-Value < 0,05 menunjukkan bahwa pengadukan berpengaruh terhadap temperatur pada POC.
Rancang Bangun Pemantauan PM2.5 Berbasis Low Cost Sensor Menggunakan Klasifikasi Air Quality Index pada Industri Kimia Aryabima Dwian Nugroho; Luqman Cahyono; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan proses produksi di Industri Kimia dapat menghasilkan emisi partikulat, khususnya PM2.5. Kegiatan tersebut seperti proses grinding dan aktivitas transportasi pengangkut barang pada kawasan Industri Kimia. Selain itu, kendala pada proses produksi juga dapat menyebabkan bertambahnya emisi PM2.5, seperti kerusakan bagfilter yang dapat melepaskan partikulat halus tanpa melalui pengolahan. Berdasarkan kondisi tersebut, dapat membahayakan makhluk hidup yang menghirup udara di kawasan terkait. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang desain sistem monitoring PM2.5 berbasis low cost sensor pada Industri Kimia yang dapat mengklasifikasikan data yang dihasilkan oleh sensor dengan ISPU. Selain itu, terdapat sarana informasi kepada pekerja mengenai konsentrasi partikulat serta kualitas udara yang dihirup dan notifikasi peringatan jika kualitas udara terhitung kategori tidak sehat. Metode yang digunakan dalam pembuatan sistem monitoring tersebut yaitu dengan melakukan pemograman menggunakan software Arduino IDE dan diuji tingkat akurasi hasil pengukuran dengan membandingkan hasil pengukuran alat terkalibrasi yaitu HVAS. Hasil pengujian tersebut didapatkan data persentase error PM2.5 sebesar 10%. Dengan demikian, prototype memiliki akurasi pembacaan yang baik dan dapat diimplementasikan pada industri
Analisis Thermal Gravimetry dari Biobriket Tulang Ikan dan Tempurung Kelapa Dhea Ayu Firnanda; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah produksi perikanan yang melimpah membuat semakin banyaknya limbah tulang ikan yang ditimbulkan, sehingga diperlukan pengolahan untuk mengurangi timbulan limbah. Tulang ikan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan bakar. Tujuan dari penelitian ini adalah pemanfaatan tulang ikan menjadi biobriket. Tulang ikan menjadi bahan pembuatan biobriket dengan campuran biomassa lain yang dapat dimanfaatkan yaitu tempurung kelapa menggunakan perekat taipoka. Penelitian ini menggunakan komposisi 50% tulang ikan dan 50% tempurung kelapa. Pembuatan biobriket dilakukan dengan metode pirolisis pada suhu 350?C, arang yang diperoleh dicampur dengan tapioka sebanyak 7% sebagai perekatnya Biobriket yang terbentuk dilakukan pengukuran termal TGA (Thermogravimetric Analysis). Hasil pengukuran TGA berupa pengurangan massa sebesar 1,6229 mg dan meninggalkan residu sebesar 0,7584 mg.
Penentuan Persentase Air Limbah Cair Laundry dalam Proses Aklimatisasi dan Range Finding Test (RFT) oleh Tanaman Azolla pinnata Aulia Aminatul Ula; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya usaha laundry yang dijalankan masyarakat pada umumnya tidak memiliki unit pengolahan air limbah (IPAL). Apabila limbah laundry ini dibuang langsung ke perairan maka akan menimbulkan dampak negatif terhadap perairan itu sendiri, seperti eutrofikasi, kadar oksigen berkurang drastis dan menyebabkan biota air mengalami degradasi serta dapat membahayakan kesehatan manusia. Salah satu alternatif untuk mengolah air yang tercemar adalah dengan mengolahnya dengan fitoremediasi menggunakan tanaman Azolla pinnata. Uji aklimatisasi dan range finding test (RFT) merupakan tahap awal dalam rangkaian pengolahan limbah cair laundry. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase maksimum limbah cair laundry yang dapat ditolerir olehAzolla pinnata. Persentase maksimum untuk tanaman bisa bertahan hidup ditunjukkan dengan tidak terjadinya perubahan fisik (warna daun) tanaman. Penelitian dilakukan selama 3 hari pengamatan pada proses aklimatisasi dan 6 hari pengamatan untuk proses range finding test (RFT). Hasil penelitian didapatkan kadar maksimum yang dapat ditolerir oleh Azolla pinnata adalah 60% air limbah pada proses aklimatisasi, dan 80% air limbah pada proses RFT.
Studi Isoterm dan Kinetika Adsorpsi Cu(II) Menggunakan Kitosan Berlapis Kaolin Moh. Fikri Rizaldi; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cangkang kerang dara (Anadara granosa) merupakan permasalahan yang dihadapi masyarakat pesisir Pantai Kenjeran karena belum dimanfaatkan secara maksimal. Hal tersebut menyebabkan penumpukan cangkang kerang yang menimbulkan bau, pemandangan yang tidak indah, dan lingkungan menjadi tercemar. Cangkang kerang memiliki kandungan kitin sebesar 14-35% yang dapat dimodifikasi menjadi kitosan. Kemampuan adsorpsi kitosan dapat ditingkatkan melalui modifikasi dalam bentuk hibrida kitosan dengan material anorganik lainnya, diantaranya lempung (clay) seperti kaolin. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh waktu kontak terhadap penurunan logam Cu(II) dan menganalisis isoterm adsorpsi serta kinetika adsorpsi. Massa yang digunakan yaitu 0,5 g dan variasi lama waktu kontak yang digunakan yaitu selama 30 menit, 60 menit, dan 120 menit. Efisiensi penurunan Cu(II) tertinggi terjadi diperoleh pada kondisi waktu kontak selama 60 menit yaitu sebesar 48,83%. Mekanisme adsorpsi logam Cu(II) mengikuti isoterm Freundlich dengan koefisien regresi R2 = 0,6692 dan nilai Kf = 1,52. Kinetika adsorpsi logam Cu(II)mengikuti kinetika orde dua dengan koefisien regresi R2 = 0,6884 dan nilai k = 0,0059.
Ketahanan Tanaman H. verticillata dan E. hyemale Terhadap Konsentrasi Air Limbah Tahu dengan Metode Range Finding Test (RFT) Mohammad Irfan Hidayat; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan industri tahu menghasilkan limbah cair. Industri Tahu yang terdapat di Kabupaten Mojokerto memiliki konsentrasi COD dan TSS yang melebihi baku mutu yaitu 4531 mg/L dan 380 mg/L. Permasalahan tersebut mendorong adanya pengolahan lebih lanjut untuk mereduksi kadar COD dan TSS. Metode pengolahan limbah cair yang umum dilakukan dengan memanfaatkan tanaman disebut fitoremediasi. Proses Range Finding Test (RFT) merupakan tahapan yang harus dilakukan untuk mengetahui berapa besar persentase konsentrasi air limbah yang dapat diterima oleh tanaman. Tahapan ini dilakukan sebelum tanaman dimanfaatkan sebagai agen fitoremediator untuk pengolahan limbah cair. Penelitian ini meliputi pengujian Range Finding Test pada tanaman H. verticillata dan E. hyemale yang disiapkan dengan metode propagasi. RFT dilakukan selama 96 jam dengan 5 konsentrasi yang berbeda sesuai dengan USEPA Guidelines Part 850.4500. RFT yang dilakukan pada H. verticillata memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. RFT yang dilakukan pada E. hyemale memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 65%. Tanaman H. verticillata mampu bertahan hidup pada persentase 100% air limbah, sedangkan E. hyemale dapat bertahan hidup pada persentase 65% air limbah.
Studi Isoterm dan Kinetika Adsorpsi Logam Berat Cu Menggunakan Komposit Kitosan Kulit Udang-Karbon Aktif Ampas Kopi Dimas Adi Wijaya; Novi Eka Mayangsari; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam berat Cu merupakan limbah yang berasal dari berbagai industri salah satunya industri tekstil. Cu dapat diolah menggunakan metode adsorpsi. Penelitian ini memanfaatkan komposit karbon aktif ampas kopi dan kitosan kulit udang sebagai adsorben untuk mereduksi logam berat Cu karena. Pengunaan karbon aktif ampas kopi dan kitosan sebagai adsorben karena memiliki kadar karbon dan kandungan kitin yang baik untuk penyerapanlogam berat Cu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isoterm Langmuir dan Freundlich dan model kinetika pada proses adsorpsi zat Cu dengan menggunakan komposit kitosan kulit udang-karbon aktif ampas kopi denganmassa karbon aktif 1 gram, waktu kontak (60, 90, 120 menit), pH 4. Adsorpsi Cu dianalisis menggunakan spektrofotometer Uv-vis. Hasil peneltian menunjukan efisiensi removal terbaik sebesar 81,09% waktu 60 menit. Isoterm adsorpsi komposit mengikuti isoterm Langmuir dengan nilai R2sebesar 0,9494 dan model kinetika adsorpsi komposit mengikuti orde 2 dengan nilai R2 0,9602 dengan persamaan -76,669x + 4887.