Ayu Nindyapuspa
Unknown Affiliation

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Persentase Kandungan Kalsium Oksida (CaO) Pada Katalis Limbah Kulit Udang Elsa Rafelia Hartanti; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit udang mengandung konstituen utama yang terdiri kalsium karbonat (45% - 50%) yang diharapkan dapat mendaur ulang limbah kulit udang menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti pemanfaatan katalis heterogen CaO dalam pembuatan biodiesel. Kebanyakan katalis yang digunakan untuk pembuatan biodiesel adalah katalis homogen namun katalis basa homogen sangat sulit dipisahkan dari campuran reaksi sehingga tidak dapat digunakan kembali dan akhirnya akan ikut terbuang sebagai limbah yang dapat mencemarkan lingkungan. Kelebihan katalis heterogen yaitu stabil pada suhu tinggi, dapat diregenerasi sehingga mengurangi biaya produksi, proses pemisahan lebih mudah, dan dapat mengurangi limbah pencucian sehingga lebih ramah lingkungan. Katalis CaO yang berasal dari kulit udang akan mengurangi biaya operasional, dan dapat mengurangi dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persen kandungan CaO dalam limbah kulit udang menggunakan uji X-Ray Fluorescence (XRF). Kulit udang dibersihkan menggunakan air kemudian dijemur. Kulit udang di oven pada suhu 120°C selama 1 jam kemudian dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 100 mesh. Limbah kulit udang dikalsinasi pada suhu 1000°C selama 3 jam. Hasil uji XRF pada katalis CaO limbah kulit udang memiliki kandungan CaO sebesar 77,87%.
Pengomposan Sampah Daun Angsana menggunakan Cacing Eisenia fetida dengan Penambahan MOL Nasi Basi Athi’ Farida; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya memiliki fasilitas pengolahan sampah daun berupa rumah kompos. Sampah daun yang diolah merupakan hasil perantingan pohon angsana yang berada di taman dan sekitar jalan Pelabuhan Tanjung Perak. Pengolahan sampah daun di rumah kompos Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan metode open windrow. Tahapan pengomposan hanya meliputi pencacahan dua kali, lalu ditumpuk di tempat terbuka beratap tanpa komposter. Hasil dari pengomposan tersebut belum maksimal, dikarenakan kompos yang dihasilkan masih berbentuk daun. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan adanya modifikasi teknologi dalam pengomposan, salah satunya menggunakan metode vermicomposting. Penelitian ini menggunakan jenis cacing tanah Eisenia fetida dengan lama pengomposan 21 hari. Vermicomposting memanfaatkan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari nasi basi untuk mempercepat proses pengomposan. Komposisi sampah terdiri dari 40% daun angsana, 40% kotoran sapi dan 20% serbuk kayu. Reaktor pengomposan menggunakan metode continous flow bin dengan dimensi 45 cm x 30 cm x 35 cm. Pengukuran yang dilakukan yaitu warna, tekstur, bau, kadar air, suhu, pH, C, N, rasio C/N, P2O5, dan K2O. Hasil akhir pengomposan telah memenuhi SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik. Kandungan rasio C/N pada kompos yang dihasilkan oleh cacing Eisenia fetida dengan penambahan MOL nasi basi yaitu 20,04.
Pengolahan Sampah Kapas, Sampah Daun Pisang, dan Kotoran Kelinci menjadi Kompos dengan Metode Aerobik Rizki Alifiya Nurbiyanti; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya jumlah timbulan sampah kapas. Dikatakan demikian, dikarenakan sampah kapas di lingkungan industri tekstil tidak dilakukan pengolahan sebagai tindakan untuk meminimalkan jumlah timbulan sampah kapas. Hal ini dapat menimbulkan polusi dan penyakit jika tidak ditindak lanjuti. Selain itu, permasalahan lain yang juga menjadi perhatian adalah sampah daun pisang. Sampah daun pisang sering kali ditumpuk kemudian dibakar di sekitar lingkungan pemukiman penduduk, maka tindakan ini dapat menimbulkan polusi udara. Salah satu solusi alternatif atas permasalahan tersebut adalah dengan cara memanfaatkan sampah menjadi kompos. Pada penelitian ini, pembuatan kompos memanfaatkan sampah kapas, sampah daun pisang (Musa balbisisana) dan kotoran kelinci. Metode pengomposan yang digunakan secara aerobik dengan jenis reaktor yaitu aerobic composting bin. Adapun variabel penelitian yaitu variasi komposisi sampah kapas sebesar 20,33%; sampah daun pisang sebesar 20,33%; dan kotoran kelinci sebesar 59,35%. Kualitas kompos yang mampu dihasilkan pada penelitian ini meliputi nilai rasio C/N sebesar 11,05; C-Organik sebesar 10,17%; NTotal sebesar 0,92%; Fosfor sebesar 0,08%; dan Kalium sebesar 1,30%.
Pengolahan Sisa Makanan dan Sayur Kubis menggunakan Metode Larva Composting Inawati Rizki; Mirna Apriani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah sayur kubis dan sisa makanan merupakan permasalahan yang timbul seiring meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun. Jika hal ini tidak segera dilakukan pengolahan maka akan berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengolahan sampah yang cepat dapat dilakukan dengan pengomposan menggunakan Black Soldier Fly. Penambahan bioaktivator salah satunya adalah mikroorganisme alami (MoL) alami dari sampah buah yang sudah membusuk yaitu tomat. Penelitian ini menganalisis pengaruh komposisi sampah terhadap karakteristik hasil kompos padat sebagai alternatif pupuk pada Tanaman Kenikir. Pengomposan dengan Larva Black Soldier Fly menggunakan variasikomposisi sampah 75% sisa makanan : 25% sayur kubis dengan penambahan MoL Tomat 10 mL/kg menujukkan beberapa parameter fisik dan kimia sudah memenuhi sesuai persyaratan SNI 19-7030-2004. Hasil dari kompos padat untuk parameter fisik kadar air sebesar 50%, suhu sebesar 29°C, bau seperti tanah, tekstur remah tanah dan warna coklat kehitaman. Parameter kimia kompos padat didapatkan hasil C- Organik sebesar 15,35% ; N-Total sebesar 4,215% ; P2O5 sebesar 0,22%; K2O sebesar 1,005% ; Rasio C/Nsebesar 3,99. Hasil uji coba kompos padat pada Tanaman Kenikir menunjukkan jumlah daun sebanyak 7 helai dan tinggi tanaman sebesar 7,6 cm pada hari ke – 14.
Pengomposan Sampah Daun Angsana menggunakan Cacing Eisenia fetida dengan Penambahan MOL Nasi Basi Athi’ Farida; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya memiliki fasilitas pengolahan sampah daun berupa rumah kompos. Sampah daun yang diolah merupakan hasil perantingan pohon angsana yang berada di taman dan sekitar jalan Pelabuhan Tanjung Perak. Pengolahan sampah daun di rumah kompos Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan metode open windrow. Tahapan pengomposan hanya meliputi pencacahan dua kali, lalu ditumpuk di tempat terbuka beratap tanpa komposter. Hasil dari pengomposan tersebut belum maksimal, dikarenakan kompos yang dihasilkan masih berbentuk daun. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan adanya modifikasi teknologi dalam pengomposan, salah satunya menggunakan metode vermicomposting. Penelitian ini menggunakan jenis cacing tanah Eisenia fetida dengan lama pengomposan 21 hari. Vermicomposting memanfaatkan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari nasi basi untuk mempercepat proses pengomposan. Komposisi sampah terdiri dari 40% daun angsana, 40% kotoran sapi dan 20% serbuk kayu. Reaktor pengomposan menggunakan metode continous flow bin dengan dimensi 45 cm x 30 cm x 35 cm. Pengukuran yang dilakukan yaitu warna, tekstur, bau, kadar air, suhu, pH, C, N, rasio C/N, P2O5, dan K2O. Hasil akhir pengomposan telah memenuhi SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik. Kandungan rasio C/N pada kompos yang dihasilkan oleh cacing Eisenia fetida dengan penambahan MOL nasi basi yaitu 20,04.
Pengaruh Metode Perawatan Siram terhadap Kualitas Paving Block menggunakan Limbah Plastik HDPE – LDPE Bhunga Althavis Urbania; Tanti Utami Dewi; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik merupakan salah satu permasalahan yang dialami di Indonesia karena sifatnya yang sulit diurai. Upaya dalam mengurangi limbah plastik dapat dilakukan dengan memanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.Beberapa penelitian didapatkan pemanfaatan plastik sebagai bahan campuran pada paving block. Paving block merupakan salah satu alternatif dalam mengurangi limbah plastik yang lebih efisien dan memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas paving block menggunakan campuran semen PPC dengan plastik HDPE-LDPE sebagai agregat pengganti sebagian pasir. Perbandingan komposisi semen dan pasir yang digunakan adalah sebesar 1:4. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi plastik dengan metode perawatan siram. Hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan yang terbaik pada komposisi penambahan 25% plastik, yaitu sebesar 18,86 MPa. Nilai ketahanan aus rata-rata yang terbaik pada penambahan komposisi 25% plastik, yaitu sebesar 0,08 mm/menit. Nilai daya serap rata-rata yang terbaik pada komposisi penambahan 50% plastik yaitu sebesar 8,34%. Kualitas mutu paving block plastik HPDE-LDPE dapat dimanfaatkan sebagai Jalan, Pelataran Parkir dan Taman serta Penggunaan lainnya.
Pembuatan Biobriket Menggunakan Campuran Biomassa Bonggol Jagung dan Pelepah Pisang Sofyatika Algama Kusuma; Adhi Setiawan; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi mempengaruhi penggunaan material bahan bakar fosil secara masif. Sumber energi alternatif diperlukan untuk menanggulangi keterbatasan dari sumber energi fosil. Limbah biomassa yang sering tidak mendapatkan perlakuan kembali menjadi salah satu pilihan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas yang dihasilkan dari biobriket dengan variasi komposisi antara bonggol jagung dan pelepah pisang. Bonggol jagung dan pelepah pisang adalah salah satu limbah biomassa yang banyak dibuang tanpa adanya pengolahan. Pembuatan biobriket menggunakan limbah biomassa menggunakan standar mutu briket arang kayu yaitu SNI 01-6235-2000. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis guna mendekomposisi bahan biomassa bonggol jagung dan pelepah pisang menjadi sebuah arang. Metode pirolisis ini menjadi metode yang paling efektif untuk pengarangan. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi kompisisi dengan persentase (10%:90%), (30%:70%), dan (50%:50%) dengan suhu pirolisis 300°C selama 90 menit. Hasil penelitian menunjukkanbahwa biobriket variasi 2 dengan variasi komposisi 30%:70% adalah variasi pilihan sesuai dengan SNI 01-6235-2000.Kualitas biobriket variasi pilihan yaitu terdapat nilai kalor yang dihasilkan sebesar 9874.63 Kal/g, nilai kadar air sebesar 4.69%, nilai volatile matter sebesar 26.32%, dan nilai kadar abu sebesaar 41.23%.
Pengomposan Limbah Jeroan Ikan dan Jerami Padi 50:50 Menggunakan Trichoderma Sp Syafa Zafira; Ayu Nindyapuspa; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan laju timbulan limbah jeroan ikan di pasar dapat menimbulkan penyakit jika dibiarkan saja tanpa adanya pengolahan. Permasalahan lain yang juga menjadi perhatian adalah jerami padi, sering kali ditumpuk kemudian dibakar sehingga menimbulkan polusi pula. Solusi alternatif dari permasalahan tersebut adalah dengan cara memanfaatkan limbah menjadi kompos. Pada penelitian ini, pembuatan kompos memanfaatkan limbah jeroan ikan dan jerami padi dengan menggunakan jamur Trichoderma sp. Trichoderma Sp. adalah salah satu jamur yang berperan mendegradasi bahan organik dan memperkaya nutrisi kompos. Penambahan Trichoderma sp pada saat pengomposan dapat memperbaiki kualitas kompos yang dihasilkan. Selain itu juga Trichoderma sp memilikikemampuan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Komposisi limbah yang digunakan yaitu 50% limbah jeroan ikan dengan 50% jerami padi. Penelitian ini menggunakan Trichoderma sp sebanyak 100gram/kg Bahan Organik. Pengomposan dilakukan secara aerobik pada reaktor berdimensi 55 cm x 40 cm x 34 cm. Hasil pengomposan dianalisis sesuai dengan spesifikasi kompos yang telah ditentukan pada SNI 19-7030-2004. Berdasarkan penelitian, proses pengomposan dilakukan selama 31 hari dengan pengamatan suhu, kadar air, warna, tekstur, bau, C-Organik, N-Total dan rasio C/N telah memenuhi baku mutu kompos.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam menentukan Alternatif Pengelolaan Limbah Masker di Kecamatan Sukolilo Rahmad Junaidi; Ayu Nindyapuspa; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masker sudah membudaya pada masyarakat Indonesia untuk digunakan aktivitas sehari-hari. Pengelolaan limbah masker perlu mendapat perhatian khusus oleh masyarakat Sukolilo, baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat terutama terkait dengan pengelolaan sebelum limbah masker dibuang langsung ke lingkungan. Limbah masker yang menumpuk di Kecamatan Sukolilo dapat menjadi pencemaaran lingkungan karena bahan dari masker yaitu mikroplastik yang sulit terurai. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif pengelolaan limbah masker di Kecamatan Sukolilo, ada tiga alternatif yang dapat dipilih dalam pengelolaan limbah masker antara lain merobek masker sebelum dibuang, membuang limbah masker di tempat sampah/dropbox khusus masker, mencuci limbah masker dengan sabun sebelum dibuang. Metode penelitian yang digunakan untuk menarik kesimpulan tentang pemilihan alternatif pengelolaan limbah masker yaitu menggunakan pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang melibatkan responden ahli dalam bidang lingkungan. Berdasarkan hasil analisis AHP, alternatif pengelolaan merobek limbah masker sebelum dibuang ke tempat sampah mendapat nilai bobot paling tinggi karena pelaksanaan lebih mudah dan efisien untuk dilakukan oleh masyarakat.
Pengaruh Penambahan Trichoderma sp. Terhadap Kualitas Kompos Limbah Daun Mangrove dan Sisa Makanan 40:60 Achmad Fauzi; Ayu Nindyapuspa; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulan sampah daun mangrove yang berpotensi mencemari lingkungan dikawasan pesisir. Sisa makanan pada rumah makan jika tidak dilakukan pengelolaan akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Pengomposan dengan metode Trichomposting dapat menjadi solusi dalam pengelolaan limbah organik tersebut. Trichomposting merupakan pengomposan bahan organik dengan penambahan jamur Trichoderma sp. Penelitian ini memanfaatkan limbah daun mangrove dan sisa makanan dengan menambahkan Trichoderma sp. untuk mempercepat proses dekomposisi bahan kompos. Variasi komposisi yang digunakan yaitu 40% daun mangrove dan 60% sisa makanan serta dengan penambahan Trichoderma sp. Hasil penelitian menunjukkan proses pengomposan dengan penambahan Trichoderma sp. lebih cepat dalam mereduksi bahan organik. Kompos yang matang telah memenuhi kualitas fisik, kimia, dan beberapa unsur makro komposberdasarkan SNI 19-7030-2004. Hasil pengomposan telah memenuhi SNI 19-7030-2004 didapatkan dengan hasil pada Reaktor 1 C-organik 17,55%, Nitrogen Total 1,56%, Rasio C/N 11,28, pada Reaktor 2 C-organik 15%, Nitrogen Total 1,38%, Rasio C/N 10,9.