cover
Contact Name
Herwinsyah
Contact Email
elsalamliterasimadani@gmail.com
Phone
+6285720158596
Journal Mail Official
elsalamliterasimadani@gmail.com
Editorial Address
ELSALIMA - Elsalam Literasi Madani , Denokan, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Salam Institute Islamic Studies (SIIS)
ISSN : -     EISSN : 30638119     DOI : https://doi.org/10.67716/
Core Subject :
Metode Pengajaran dan Pembelajaran Islam: - Pengembangan metode-metode inovatif untuk mengajar dan memahamkan konsep-konsep agama Islam. - Penerapan teknologi dalam konteks pengajaran agama Islam. Kurikulum Pendidikan Islam: - Penelitian dan evaluasi terkait kurikulum pendidikan Islam. - Pengembangan kurikulum yang mencakup aspek-aspek keislaman dan keberagaman. Pendidikan Karakter dan Etika Islam: - Penekanan pada pembentukan karakter dan moralitas siswa berdasarkan ajaran Islam. - Inisiatif pendidikan yang bertujuan mengembangkan etika Islam dalam lingkungan pendidikan. Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Madrasah: - Studi kasus dan analisis terkait pelaksanaan pendidikan agama Islam di sekolah dan madrasah. - Pengembangan model-model pendidikan agama Islam yang efektif. Pendidikan Islam Anak Usia Dini: - Penelitian dan praktik terkait pendidikan Islam untuk anak usia dini. - Pengembangan bahan ajar dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pendidikan Islam Inklusif: - Upaya meningkatkan aksesibilitas dan inklusivitas dalam pendidikan Islam. - Strategi untuk mendukung siswa dengan kebutuhan khusus dalam konteks pendidikan agama Islam. Pendidikan Islam dan Teknologi Pendidikan: - Pemanfaatan teknologi pendidikan dalam konteks pengajaran dan pembelajaran agama Islam. - Pengembangan aplikasi dan platform e-learning untuk mendukung pendidikan Islam. Evaluasi Pendidikan Islam: - Instrumen evaluasi untuk mengukur keberhasilan program pendidikan Islam. - Evaluasi dampak pendidikan Islam terhadap perkembangan siswa. Pendidikan Islam dalam Konteks Global: - Pemahaman dan respons terhadap tantangan pendidikan Islam dalam masyarakat multikultural. - Kajian komparatif tentang sistem pendidikan Islam di berbagai negara. Pendidikan Islam dan Tantangan : - Respons terhadap isu-isu kontemporer dalam pendidikan Islam, seperti radikalisme, toleransi, dan pluralisme. - Strategi pendidikan untuk mengatasi tantangan zaman modern.
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
PERAN MUSYRIF DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SANTRI PONDOK PESANTREN IBNUL QAYYIM PUTRA TEGALYOSO PIYUNGAN BANTUL YOGYAKARTA Rubini; M. Rifa’i
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/za71v638

Abstract

 This  study  aims  to  determine  the  role  of  musyrif  in  shaping  the  disciplinary character of students at Ibnul Qoyyim Putra Tegalyoso Piyungan  Islamic Boarding School Yogyakarta as well as the supporting and inhibiting factors.Data  were  obtained  using  documentation,  interviews,  and  observation  methods, while the subjects of this study were five musyrifs of Ibnul Qoyyim Putra Islamic Boarding  School  in  Yogyakarta.  Data  analysis  using  the  Miles  and  Huberman model begins with data reduction, data presentation, and data analysis in the form of descriptions. Ended with drawing conclusions/verification between theory and practice that occurs in the field.The results showed that the role of musyrif in shaping the disciplinary character of the students of Ibnul Qoyyim Putra Tegalyoso Piyungan Bantul Yogyakarta Islamic Boarding  School  is  as  a  director,  facilitator,  informator,  motivator,  initiator. Supporting factors in the formation of the disciplinary character of students of Ibnul Qoyyim  Putra  Islamic  Boarding  School  are  the  tole  model  of  a  musyrif,  the implementation  of  active  activities,  as  well  as  communication  and  assistance  to students. inhibiting  factors in the formation of the disciplinary character of students of Ibnul Qoyyim Putra Islamic Boarding School are the lack of communication with santri guardians, the lack of awareness of students regarding their purpose in the boarding school, and facilities and infrastructure in the form of fences that have not surrounded the Ibnul Qoyyim Putra Islamic Boarding School.
Studi Etnometodologi Berfokus pada Proses Internalisasi “Panca Jiwa Pondok” di Lingkungan Pesantren Hanifah Noviandari
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/3s82k084

Abstract

This study aims to explore a deep understanding of the internalization of the five principles of pesantren among all stakeholders, especially the students. Another objective is to explore the essence and implementation of Panca Jiwa Pondok from Pesantren which has been initiated by the founders of Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 3 in Ngawi, East Java, and non-alumni of Gontor Islamic boarding schools adopt this. This research uses qualitative methods with an ethnomethodological approach. This method focuses on the resources, procedures, and practices that groups or community members use to generate and recognize perceived social realities. This research was conducted at Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Campus 3, Ngawi. Data was collected through natural interviews in everyday life involving researchers in the pesantren environment. The data analysis process is carried out descriptively since the first data collection, so as not to wait for excessive data accumulation. This research reveals three main characteristics of Panca Jiwa Pondok: strengthening social piety, strengthening intrapersonal aspects, and spirituality. The process of internalizing "Panca Jiwa Pondok" to students goes through stages: introduction, thinking, imitation, and internalization, as well as interpretation. The findings of this study have important implications for educational institutions, both public and Islamic-based, regarding the implementation and strengthening of the five principles of Pesantren in teaching and learning activities. This is expected to help students understand the essence of learning in order to grow into individuals with strong character as learners.
Kajian Teoritis Artificial Intelligence (AI) Dalam Pandangan Islam Dan Etikanya Herwinsyah Herwinsyah
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/yknm3064

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara teoritis apa itu AI/Kecerdasan Buatan, apa itu AI dalam perspektif Islam dan peran Etika dalam AI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif, sumber datanya diperoleh melalui kajian pustaka baik buku maupun jurnal yang membahas tentang kecerdasan buatan/AI atau Artificial Intelligence, selain itu juga mengenai pandangan Islam dalam memandang ilmu pengetahuan dan teknologi dan etika dalam AI. Hasil dari penelitian tersebut adalah konsep Artificial Intelligence (AI) yaitu mengadopsi dan meniru bentuk, karakter dan kebiasaan manusia yang akan diimplementasikan pada komputer. Dengan menggunakan pendekatan alami, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apakah kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan duplikasi ciptaan Tuhan. Alasan penting lainnya. Penelitian lain mengenai AI adalah menciptakan komputer yang cerdas dan mampu memahami sistem kerja otak manusia. Oleh karena itu, AI telah dirancang agar lebih praktis dengan CPU yang lebih cepat, memori massal yang lebih murah, dan perangkat lunak yang canggih. Islam mendukung perkembangan teknologi itu sendiri karena umat Islam harus memiliki sifat-sifat ilmuwan, yaitu kritis, terbuka menerima kebenaran dari mana pun ilmu itu berasal, dan selalu menggunakan akal untuk berpikir kritis, yang semuanya terdapat dalam Al-Qur'an. . Hal inilah yang membawa pada perlunya setiap umat Islam untuk mampu berprestasi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sebagai sarana hidup yang harus diutamakan untuk mencapai kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat (QS. Al- Qashash/28:77; QS.An-Nahl/16:43; QS.AlMujadilah/58:11; Dasar-dasar etika dalam AI, dengan melihat apakah kreasi atau gagasan mereka mengenai teknologi canggih berbasis AI bersifat non-diskriminatif dan tidak melanggar privasi individu mana pun. Di era AI, kita semua akan menjadi konsumen AI yang kompeten dan bahkan produsen olahraga..
Kajian Sosiologis dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Hani Zahrani
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/w8yzg907

Abstract

Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam harus mempertimbangkan faktor sosiologis. Hal ini karena sosiologi, sebagai ilmu yang menyelidiki semua elemen kehidupan sosial, termasuk kehidupan beragama, dapat membantu pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang sesuai dengan kondisi sosio-ekonomi Indonesia. Konsep-konsep sosiologis mengatur pembuatan kurikulum, sehingga kurikulum dapat berkembang sesuai dengan landasan pendidikan yang dibutuhkan dalam konteks budaya dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (Library Research) yang melibatkan pengumpulan data dari dokumen, jurnal, dan buku yang berhubungan dengan asas sosiologis dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh pemahaman yang sistematis dan objektif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu penerapan konsep-konsep sosiologis dalam konstruksi kurikulum PAI sesuai dengan tujuan kurikulum, yaitu sebagai berikut: Pertama, tujuan kurikulum PAI adalah menciptakan manusia yang bertaqwa, produktif (kreatif), dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan lainnya adalah untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa agar dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, oleh karena itu kurikulum PAI harus mencakup bekal, pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai kehidupan. Kedua, sumber-sumber belajar seperti keadilan, kasih sayang, dan toleransi dapat membantu pembentukan kurikulum PAI yang didasarkan pada konsep-konsep sosiologi. Ketiga, pendekatan pembelajaran yang berfokus pada interaksi peserta didik, seperti interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan lingkungan/masyarakat, dapat digunakan dalam konstruksi kurikulum PAI. Keempat, teknik penilaian seperti portofolio, catatan, observasi, wawancara, dan proyek tentang toleransi, hidup bertetangga, gotong royong, dan lain-lain dapat digunakan.
Proses Pengambilan Keputusan dan Solusi dalam Manajemen Pendidikan Islam Ahsanul Ridho
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 1 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/wtys7n28

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji secara teoritis mengenai proses pengambilan keputusan dalam kepemimpinan pendidikan Islam, peran kepemimpinan dalam pengambilan keputusan, Model pengambilan keputusan dan tantangan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah dalam pendidikan Islam. Jenis penelitian ini kepustakaan atau library research, yaitu penelitian yang objek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber datanya. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dengan menelaah literatur dan bahan pustaka yang relevan baik dari buku-buku dan data menggunakan bahan-bahan pustaka mengenai proses keputusan dan solusi dalam manajemen. Teknik keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengn teknik triangulasi dengan sumber, metode dan penyidik, serta teori. Teknik analisis data adalah content analysis atau analisis isi. Hasil penelitian adalah pengambilan keputusan dalam kepemimpinan pendidikan Islam melalui beberapa tahapan, yaitu Identifikasi Masalah atau Tantangan, Kumpulan Informasi, Analisis Informasi, Pilihan Alternatif, Evaluasi dan Pertimbangan Etis Implementasi, Evaluasi dan Koreksi. Peran kepemimpinan dalam menentukan kebijakan dan keputusan pendidikan adalah merumuskan visi dan misi lembaga, menetapkan kebijakan pendidikan, melakukan pengambilan keputusan strategis yang mendukung visi dan misi lembaga pendidikan Islam, serta memberikan arah dan tujuan jangka panjang, menciptakan budaya etika yang kuat dan mempromosikan nilai-nilai Islam dalam lingkungan pendidikan, melakukan pengembangan pada para staff. Teknik dan strategi pemecahan masalah yang relevan dalam pendidikan Islam yaitu: Shura, Istikharah, Penekanan pada Etika, Penilaian Data dan Fakta, Analisis Akar Masalah dan Kreativitas dan Inovasi. Tantangan yang dihadapi oleh Para Pemimpin Pendidikan Islam adalah Keterbatasan Sumber Daya Perubahan Lingkungan Sosial, Pentingnya Kepatuhan terhadap Nilai-nilai Islam, Tantangan Teknologi, Tantangan Manajerial. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah dapat diambil melalui langkah-langkah berikut: Pengelolaan Sumber Daya yang Bijak, Pendekatan Kolaboratif , Pelatihan dan Pengembangan Staf, Kepemimpinan yang Kuat, Adaptasi Teknologi.  
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MASJID RAMAH ANAK DI REAL MASJID Haura Salil Jinan Murtadlo Hirtsa; Nurmahya Meirani Rahayu; Denas Hasman Nugraha
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/rcw09r20

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Implementasi Manajemen Masjid Yang Ramah Anak Di Real Masjid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen masjid yang ramah anak, apa saja program yang dicanangkan oleh Real Masjid guna menerapkan sistem Masjid Ramah Anak, serta apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen masjid ramah anak di Real Masjid sudah diterapkan dengan baik, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Faktor pendukungnya antara lain adanya komitmen pengurus, sarana prasarana yang memadai, dan dukungan masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya pemahaman orang tua tentang pentingnya masjid ramah anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah manajemen masjid ramah anak di Real Masjid sudah berjalan dengan baik, namun masih perlu peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya masjid yang ramah anak. Sehingga untuk mengatasi faktor penghambat ini, Pihak Real Masjid selalu melibatkan masyarakat dalam programnya, serta melakukan pendekatan intens kepada masyarakat sekitar.
Sistem dan Metode Pengasuhan Pesantren dalam Pendidikan Islam Hilalludin
Salam Institute Islamic Studies Vol. 2 No. 02 (2025): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/g5ck4e61

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri melalui pendidikan agama Islam yang mendalam. Sistem pengasuhan di pondok pesantren mencakup tiga pola utama: otoriter, permisif, dan demokratis. Pengasuhan otoriter menekankan disiplin ketat dan otoritas penuh dari pengasuh, sementara pola permisif memberikan kebebasan lebih kepada santri, dan pola demokratis menciptakan keseimbangan antara otoritas dan kebebasan. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang relevan. Konsep pengasuhan pondok pesantren melibatkan pelatihan, pembiasaan, dan penyadaran untuk membentuk kepribadian santri yang religius dan berakhlak mulia. Prinsip-prinsip pengasuhan di pondok pesantren meliputi teladan, kasih sayang, kedisiplinan, pembinaan mental dan spiritual, pengembangan potensi, kemandirian, kebersamaan, ketaatan kepada orang tua dan guru, pengabdian kepada masyarakat, dan cinta tanah air. Model pengasuhan di pondok pesantren bervariasi dari otoriter, demokratis, hingga permisif, masing-masing dengan karakteristik dan dampaknya terhadap perkembangan santri. Faktor pendukung pengasuhan di pondok pesantren meliputi minat dan kepercayaan orang tua, aturan yang ketat, kurikulum berkarakter, dan semangat pengasuh dalam mendidik. Sebaliknya, faktor penghambat termasuk paksaan orang tua dan campur tangan terhadap aturan pesantren. Upaya mengatasi hambatan ini melibatkan pemahaman orang tua, sosialisasi aturan, peningkatan SDM pengasuh, dan kerjasama antar pengasuh. Prinsip pengasuhan Islami menekankan nilai-nilai keagamaan, sedangkan prinsip pengasuhan nasional berfokus pada pengkondisian lingkungan yang aman, nyaman, dan melibatkan anak.
STRATEGI AHMAD DAHLAN DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN MASYARAKAT Hilalludin
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/xe1k6y16

Abstract

Jurnal ini membahas peran dan strategi K.H. Ahmad Dahlan dalam gerakan pembaruan Islam dan membangun kemandirian masyarakat di Indonesia melalui organisasi Muhammadiyah yang didirikannya. Setelah menimba ilmu di Mekkah, Ahmad Dahlan bertekad memurnikan ajaran Islam di Indonesia yang saat itu banyak tercemar praktik mistik. Pendekatan yang digunakan melibatkan pendidikan modern dan penelaahan ulang sistem madzhab dan taqlid. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ahmad Dahlan, melalui Muhammadiyah, memajukan pendidikan dengan mendirikan sekolah-sekolah yang menggabungkan pelajaran agama dan umum. Beliau juga memajukan ekonomi masyarakat melalui pembentukan koperasi dan menanamkan kesadaran kebangsaan yang kuat untuk melawan penjajahan. Ahmad Dahlan menekankan pentingnya moralitas dan kehidupan beragama yang benar sebagai dasar membangun kemandirian bangsa. Kesimpulannya, strategi-strategi yang diterapkan K.H. Ahmad Dahlan telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kemandirian dan kemajuan bangsa Indonesia.
MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Farida Musyrifah
Salam Institute Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/vd9r9513

Abstract

Penelitian ini membahas terkait dengan moderasi beragama dalam perpektif pendidikan Islam. Tulisan ini   bertujuan untuk memahami studi interdisipliner moderasi beragama melalui dalam pendidikan islam. Melalui telaah pemahaman secara tekstual dan kontekstual. Permasalahan yang ada dijawab melalui penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah sebagai sebuah lembaga Pendidikan yang menitikberatkan peran  guru PAI dalam mentransformasikan pengetahuan  untuk peserta didiknya, bergeser kepada  paradigma  pembelajaran  yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi akal dan kreativitas dirinya dalam rangka   membentuk manusia yang memiliki kekuatan  spiritual  keagamaan, berakhlak mulia, berkepribadian   tinggi, memiliki kecerdasan, estetika, sehat jasmani dan rohani.
Perkembangan Keberagamaan Individu Pada Usia Remaja Dalam Perspektif Psikologi Agama Arya Pramudita; Chaza Afida Amna; Aruni Qurrota Ayun; Carissa Anya Agfalisha Hananto; Arep Kurniawan; Farida Musyrifah
Salam Institute Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/thaqrw97

Abstract

 Psychology of religion is a branch of psychology that studies human behavior in relation to their religious beliefs, as well as how it relates to the stages of age development. One of the important phases in an individual's life span is adolescence. Adolescence is a transitional period, where a person moves from childhood to adulthood. This phase is often considered a gray area, as adolescents are not fully included in either the child or adult category. In this phase, adolescents are still not fully able to manage their physical and psychological functions, so it is often referred to as a transitional period. The purpose of this study is to examine the development of the religious soul during adolescence, also known as the murahiqah period. The method we use in this research is a qualitative approach through library research, focusing on literature materials including books, journals, and articles. This approach aims to draw relevant conclusions from various points of view. In analyzing the data, we used content analysis techniques by collecting various sources. The results show that the religious development of adolescents includes aspects of thought and mental growth, the development of moral and social feelings, as well as attitudes and reading interests possessed by adolescents.

Page 1 of 4 | Total Record : 33