cover
Contact Name
M. Zidny Nafi' Hasbi
Contact Email
mzidnynafihasbi@gmail.com
Phone
+6283838421909
Journal Mail Official
journal.alamwal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : 10.70095
Core Subject :
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) of UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the accounting and finance field that contribute significantly to the development of the economic and sharia banking profession in Indonesia. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is published twice a year; the first edition is published in June and the second edition is published in December. Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah receives academic and academic research results from both internal and external.
Arjuna Subject : -
Articles 257 Documents
BEKERJA DALAM PERSFEKTIF EKONOMI ISLAM ( Suatu Kajian Tematik Hadist Nabawi ) eef saefullah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.237

Abstract

AbstrakSistem Ekonomi Islam tidak sekedar memandang kerja sebagai pendorong utama aktivitas perekonomian, tapi lebih dari itu kerja merupakan perbuatan mulia dalam rangka mewujudkan kemaslahatan individu dan masyarakat. Bekerja dalam sistem ekonomi Islam merupakan suatu keharusan sebagai kewajiban syara` dan dipandang sebagai bentuk ibadah bagi yang melakukannya. Sehingga segala bentuk pengangguran, termasuk meminta-minta dipandang sebagai perbuatan tercela.Bekerja mendapat perhatian khusus baik dalam Al-Qur`an maupun Hadits-Hadist Nabi Muhammad SAW. Kata Kunci : Kerja, Ekonomi, syariah dan hadis
KONSEPSI ETIKA BISNIS DALAM AL-QUR’AN abdul aziz
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.238

Abstract

AbstrakDalam teori etika bisnis Kapitalis, awalanya etika bisnis lahir di Amerika pada tahun 1970-an kemudian meluas ke Eropa tahun 1980an dan menjadi fenomena global di tahun 1990-an jika sebelumnya hanya para teolog dan agamawan yang membicarakan masalah-masalah moral dari bisnis, sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis disekitar bisnis, dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang meliputi dunia bisnis di Amerika Serikat, akan tetapi ironisnya justru negara Amerika yang paling gigih menolak kesepakatan Bali pada pertemuan negara-negara dunia tahun 2007 di Bali. Ketika sebagian besar negara-negara peserta mempermasalahkan etika industri, kata Muhsinhar, negara-negara maju yang menjadi sumber penyebab global warming agar dibatasi, Amerika menolaknya.Wacana tentang  nilai-nilai moral (keagamaan) tertentu ikut berperan dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat tertentu, telah banyak digulirkan dalam masyarakat ekonomi sejak memasauki abad modern, sebut saja Misalnya, Max weber  dalam karyanya yang terkenal, The Religion Ethic and the Spirit Capitalism, meneliti tentang bagaimana nilai-nilai protestan telah menjadi kekuatan pendorong bagi tumbuhnya kapitalisme di dunia Eropa barat dan kemudian Amerika.Kunci etis dan moral bisnis sesungguhnya terletak pada pelaku nya, itu sebabnya misi diutusnya Rasulullah ke dunia adalah untuk memperbaiki akhlak manusia yang telah rusak. Seorang pengusaha muslim berkewajiban untuk memegang teguh etika dan moral bisnis Islami yang mencakup Husnul Khuluq. Pada derajat ini Allah akan melapangkan hatinya, dan akan membukakan pintu rezeki, dimana pintu rezeki akan terbuka dengan akhlak mulia tersebut, akhlak yang baik adalah modal dasar yang akan melahirkan praktik bisnis yang etis dan moralis.Kata Kunci : Etika, Bisnis, Islam.
Mendesain Nilai Syariah Dalam Asuransi Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.239

Abstract

AbstrakSalah satu bentuk lembaga keuangan syariah selain perbankan syariah adalah asuransi syariah atau yang sering dikenal dengan sebutan takaful. Asuransi disebut juga at-ta'min dalam bahasa arab yang bermakna perlindungan, ketenangan, rasa aman, dan bebas dari rasa takut, dan penanggung disebut mu'ammin, sedangkan yang tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. Salah satu alasan dari kemunculan asuransi syariah adalah pandangan syariah Islam terhadap asuransi konvensional yang dinyatakan keharamannya (karena adanya riba, gharar, dan maysir). Disisi lain, asuransi merupakan kebutuhan masyarakat saat ini. Sehingga, keberadaan asuransi syariah adalah suatu jawaban atas kebutuhan umat Islam. Kata kunci: asuransi, at-ta’min, asuransi syariah
ANALISIS EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DITENGAH HEGEMONI PASAR MODERN Dewi Fatmasari
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.240

Abstract

Pada saat ini pasar modern menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat kita. Tidak hanya di kota-kota besar tetapi sudah merambah sampai ke kota-kota kecil di Indonesia. Untuk menjumpai minimarket atau supermarket sudah sangat mudah di sekitar tempat tinggal kita. Tempat-tempat tersebut menyediakan fasilitas tempat belanja yang nyaman dengan harga yang tidak kalah menariknya. Berdirinya berbagai pusat perbelanjaan modern di Kuningan akhir-akhir ini adalah cermin dari perubahan gaya hidup masyarakat yang dulunya hanya berbelanja di pasar tradisional, sekarang mulai beralih berbelanja di pasar modern. Semakin banyaknya pasar modern yang menawarkan produk dan jasa, maka konsumen beranggapan akan memiliki semakin banyak pilihan yang tentu saja harus disesuaikan dengan tingkat daya beli (purchasing power) masing-masing.Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Ada dua pelaku di pasar yaitu pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Keberadaan Pasar Tradisional mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh pasar modern salah satunya adalah di pasar tradisional para penjual dan pembeli biasa melakukan tawar-menawar yang tidak biasa di lakukan di dalam pasar modern.Kata Kunci : Pasar tradisional, Pasar Modern, Konsumen.
Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal Mochammad Endang Djunaeni
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.241

Abstract

Abstraksi Pasar Modal mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Pertumbuhan suatu pasar modal sangat tergantung dari kinerja perusahan efek. Untuk mengkordinasikan modal, dukungan teknis, dan sumberdaya manusia dalam pengembangan pasar modal diperlukan suatu kepemimpinan yang efektif. Perusahaan-perusahaan harus menjalin kerjasama yang erat untuk menciptakan pasar yang mampu menyediakan berbagai jenis produk dan alternatif infvestasi bagi masyarakat. Di pasar modal terdapat berbagai macam infomasi seperti laporan keuangan, kebijakan manajemen, rumor di pasar modal, prospektus, saran dari broker, dan informasi lainnya. Landasan operasional pasar modal di indonesia adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) No : 40/DSN-MUI/X/2003 tentang pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal, menyatakan pengembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari perkembangan pasar modal, sebagaimana kita ketahui prinsip syariah telah dikembangkan di berbagai negara, di Indonesia memerlukan pasar modal yang aktifitasnya sejalan dengan prinsip syariah, hal ini merupakan suatu keniscayaan dimana Indonesia merupakan negara terbesar yang penduduknya memeluk agama Islam.Kata Kunci : Pasar Modal, Prinsip Syaraiah, Investasi
KARTU KREDIT (SUATU TINJAUAN SYARIAT ISLAM) Nining Wahyuningsih
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.242

Abstract

ABSTRAKKartu  kredit sudah tidak asing bagi masyrakat Indonesia, apalagi bagi masyarakat di kota-kota besar. Namun banyak yang belum mengetahui bagaimana hukum penggunaan kartu kredit (konvensional). Kartu kredit adalah kartu yang dikeluarkan oleh pihak bankdan sejenisnya untuk memungkinkan pembawanya membeli barang-barang yang dibutuhkan secara hutang. Kartu kredit dalam pandangan syariah hukumnya adalah haram karena mengandung unsure riba dalam penggunaan kartu kredit.  Oleh karena itu perbankan syariah mengeluarkan produk kartu pembiayaan syariah.  Kartu pembiayaan syariah  berbeda dengan kartu kredit ( konvensianal) karena terbebas dari unsur riba dan pemanfaatannya tidak bersifat konsumtif namun produktif. Keyword: kartu kredit, Kartu Debit, Kartu Pembiayaan Syariah.
KONTRIBUSI PEMBIAYAAN PROFUKTIF TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARI’AH DI INDONESIA wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.243

Abstract

ABSTRAKPembiayaan produktif di Bank Syari’ah diimplementasikan dalam akad pembiayaan mudharabah dan musyarakah. Kedua akad tersebut merupakan akad yang berprinsipkan bagi hasil dan bagi rugi. namun hingga 10 tahun bank syari’ah di Indonesia, kedua akad pembiayaan produktif tersebut memiliki porsi yang sangat minim, yaitu masih kurang dari 10 persen dari keseluruhan pembiyaan yang salurkan oleh bank syari’ah. Penelitian ini menggunakan data pengamatan laporan keuangan bulanan bank syari’ah pada Bank Indonesia selama periode 2010-2012. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, sedangkan pembiyaaan musyarakah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, dan pembiayaan mudharabah dan musyarakah secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas bank syariah.Keywords : Pembiayaan, mudharabah, musyarakah, profitabilitas.
MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DENGAN JUST IN TIME Ridwan Widagdo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i2.245

Abstract

AbstrakJust in time adalah filosofi yang dipusatkan pada pengurangan biaya melalui eliminasi persediaan. JIT dikembangkan perusahaan otomotif Jepang tahun 1950-an. Semua bahan baku dan komponen sebaiknya tiba di lokasi kerja pada saat dibutuhkan-tepat waktu. Produk sebaiknya selesai dan tersedia bagi pelanggan, di saat pelanggan menginginkannya-tepat waktu. Eliminasi persediaan mengurangi tempat penyimpanan dan biaya penyimpanan, sekaligus mengeliminasi perlindungan atas kesalahan produksi dan ketidakseimbangan persediaan. Jadi, dalam sistem JIT menuntut beban kerja yang berkualitas dan seimbang, agar terhindar dari penghentian produksi yang menimbulkan biaya mahal dan kecewa pelanggan.Aspek yang paling terlihat dari JIT adalah usaha mengurangi persediaan barang dalam proses dan bahan baku. Yang sering disebut produksi tanpa persediaan, produksi ramping, atau produksi dengan persediaan sama dengan nol. JIT berusaha mengurangi persediaan, karena dipandang sebagai pemborosan. Persediaan mewakili sumber daya yang tidak digunakan dan dapat menyebabkan pemborosan lain. Tujuan utama penggunaan JIT adalah mengurangi persediaan ke titik nolKata Kunci : Keunggulan, Kompetitif, dan Just In Time
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, NILAI TUKAR/KURS, DAN IHSG TERHADAP HARGA SAHAM SYARIAH PENDEKATAN ERROR CORRECTION MODEL Ayus Ahmad Yusuf
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.247

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to analyze the short and long run relationship between four macro economic variables, inflation, interest rate, exchange rate, and JCI on Sharia Stock Price. The data for assessing this research are acquired from the monthly financial reports published by Bank Indonesia, Central Bureau of Statistics and Indonesia Stock Exchange from January 2006 to December 2013. The Method and statistical analysis in this research used stasionarity test, The Classical Assumptions Test, Cointegration Test, Error Correction Model Test and The Test Of Significance. The data analyzing performed by statistical data processing software Eviews 4.The research shows that partially there are a relationship negative between inflation, interest rate,and exchange rate on sharia stock price in the long term. And JCI positive effect on sharia stock  price. And than partially there are a relationship negative between inflation, interest rate and Exchange rate on sharia stock price in the short term. While JCI positive effect on sharia stock price in the short term. Simultaneous there are a relationship between inflation, interest rate, exchange rate and JCI on Sharia Stock Price in the long trem and short term.  It’s mean macro variables can be used to  perdic movements sharia stock price in the long term and short term.Key Word : Inflation, Interest Rate, Exchange Rate, JCI, Sharia Stock Price, Error Correction Model
BAITUL MAL WAT TAMWIL SEBAGAI APLIKASI PROGRAM FINANCIAL INCLUSION DALAM PENINGKATAN AKSES BAGI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KECIL DAN MENENGAH Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol. 6 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v6i1.248

Abstract

AbstractAcceleration of economic growth acts as a basic requirement of the most strategic for improving the quality of life of the people. Important element in supporting the acceleration of economic growth is to optimize the contribution of the financial sector by opening up access to financial services to the widest possible public and businesses such as UMKM. That is, there should be an effort to encourage the use of the financial sector in the economy as efforts to increase public welfare. Financial Inclusion is total activity which is aimed at negating all forms of barriers both price and non-price on people's access to financial services utilize. BMT is a potential for the organization to reach the bottom layer and a microfinance institution of the most affordable and most convenient means to meet the demand for loanable funds (loan). Keywords : Economics Growth, Financial Inclusion, UMKM, Baitul Maal Wat Tamwil ( BMT ).

Page 4 of 26 | Total Record : 257