cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
PERBANDINGAN PROPORSI BUBUK PIGMEN FOSFOR DAN CAT KUKU BENING TERHADAP HASIL JADI CAT KUKU WARNA GLOW IN THE DARK ZULAIKHAH, SITI; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Cat kuku menjadi penunjang penampilan kuku untuk menunjukkan nilai estetis dalam sebuah karya fotografi sesuai tema yang diinginkan. Tema glow in the dark yang artinya bercahaya dalam gelap menggunakan cat kuku yang dapat berpendar dalam gelap sebagai penunjang penampilan kuku. Cat kuku tersebut memanfaatkan bubuk pigmen fosfor yang dapat berpendar kemudian di campurkan dengan cat kuku bening. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbandingan proporsi bubuk pigmen fosfor dan cat kuku bening terhadap hasil jadi cat kuku warna glow in the dark ditinjau dari sifat fisik yang meliputi warna, tekstur, kekentalan, intensitas cahaya, dan tingkat kesukaan panelis, serta mengetahui hasil jadi cat kuku warna glow in the dark yang terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perbandingan proporsi bubuk pigmen fosfor dan cat kuku bening dengan perbandingan 1:5, 2:5, 3:5, 4:5, dan 5:5. Variabel terikat dari penelitian ini adalah sifat fisik cat kuku warna glow in the dark meliputi warna, tekstur, kekentalan, intensitas cahaya, dan tingkat kesukaan panelis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis varians tunggal (one way anova) dengan bantuan program SPSS 21 dan akan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikan 0,000 (sig=<0,05) maka dapat diartikan bahwa proporsi bubuk pigmen fosfor dan cat kuku bening dapat memberikan pengaruh terhadap hasil jadi cat kuku warna glow in the dark di tinjau dari sifat fisik meliputi warna, tekstur, kekentalan, intensitas cahaya, dan tingkat kesukaan panelis. Dari 5 perbandingan proporsi bubuk pigmen fosfor dan cat kuku bening, hasil jadi cat kuku yang terbaik adalah cat kuku dengan perbandingan 3:5 (3 gram bubuk pigmen fosfor dan 5 ml cat kuku bening) dengan rata-rata tertinggi ditinjau dari warna sebesar 3,57; tekstur sebesar 3,63; kekentalan sebesar 3,50; intensitas cahaya sebesar 3,67; dan tingkat kesukaan panelis sebesar 3,73. Kata Kunci : Cat Kuku Glow in the Dark, Bubuk Pigmen Fosfor, Cat Kuku Bening.Abstract : Nail polish supports the appearance of the nail to show the aesthetic value in a photographic work according to the desired theme. The glow in the dark theme, which means glowing in the dark, uses nail polish that can glow in the dark to support the appearance of the nails. The nail polish utilizes phosphorus pigment powder which can glow and then mixed with clear nail polish. The purpose of this study was to determine the effect of the comparison of the proportions of phosphorus pigment powder and clear nail polish to the result of glow in the dark nail polish in terms of physical properties including color, texture, thickness, light intensity, and the level of preference of the panelists, as well as knowing the best finished glow in the dark nail polish. This type of research is a type of experimental research. The independent variable in this study is the ratio of the proportion of phosphorus pigment powder and clear nail polish with a ratio of 1: 5, 2: 5, 3: 5, 4: 5, and 5: 5. The dependent variable of this study is the physical properties of glow in the dark nail polish including color, texture, thickness, light intensity, and panelist preference level. Data collection method used is observation. The data analysis method used is a single way analysis of variance (one way anova) with the help of the SPSS 21 program and will be followed by the Duncan test. The results of data analysis showed a significant value of 0,000 (P <0.05), it can be interpreted that the proportion of phosphorus pigment powder and clear nail polish can have an effect on the finished results glow in the dark nail polish in terms of physical properties including color, texture, thickness, light intensity, and panelist preference level. Of the 5 proportions of phosphorus pigment powder and clear nail polish, the best nail polish is nail polish with a ratio of 3: 5 ( 3 grams of phosphorus pigment powder and 5 ml of clear nail polish) with the highest average in terms of warm of 3,57; texture of 3,63; thickness of 3,50; light intensity of 3,67; and the panelist preference level of 3,73. Keywords : Glow in the Dark Nail Polish, Phosphorus Pigment Powder, Clear Nail Polish.
PELAYANAN JASA MICRO NEEDLE THERAPY SYSTEM PADA PERAWATAN WAJAH DI ACHIE HOUSE OF BEAUTY SIDOARJO EKI PURBOSETYO, MIFTASYA; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Micro needle therapy system adalah teknik terapi yang sangat sederhana, aman, efektif, dan minimal invasive. Achie House Of Beauty Sidoarjo adalah salon yang menyediakan jasa perawatan kulit wajah yang sudah berkembang dengan teknik micro needle therapy system. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui : 1) SOP (Standart Operational Procedure) pelayanan jasa micro needle therapy system pada perawatan wajah di Achie House Of Beauty Sidoarjo, 2) kinerja karyawan pelayanan jasa micro needle therapy system pada perawatan wajah sudah sesuai dengan SOP (Standart Operational Procedure) di Achie House Of Beauty Sidoarjo. Penelitian ini berjenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara dan studi pustaka. Setelah dilakukan penelitian, peneliti mendapatkan hasil bahwa Pelayanan Jasa Micro Needle Therapy System Pada Perawatan Wajah di Achie House Of Sidoarjo yaitu : 1) SOP (Standart Operational Procedure) Pelayanan Jasa Micro Needle Therapy System dimulai dari Cleansing (Pembersihan), ekstraksi komedo, pengerjaan micro needle therapy system dengan arah rotasi dan speed 0,25mm ? 2 mm (sesuai kebutuhan kulit), aplikasi serum, aplikasi masker bening bisa gel atau peel off optional tetapi tetap harus menggunakan masker bening, penggunaan light therapy untuk memaksimalkan peresapan produk dan bisa memakai sinar hijau untuk soothing effect dan sinar merah untuk penetrasi lebih kedalam, terakhir aplikasi soothing lotion dengan alat cry o therapy yang bertujuan untuk menutupi pori-pori dan mengurangi kemerahan pasca micro needling. 2) Proses pelaksanaan micro needle therapy system yang dilakukan karyawan achie haouse of beauty sidoarjo sudah sesuai SOP (Standart Operational Procedure) yang ditetapkan. 3) Terdapat hasil yang signifikan pada perawatan wajah dengan teknik micro needle therapy system yang telah dilakukan oleh achie house of beauty. Kata Kunci: pelayanan jasa, micro needle therapy system, perawatan wajah. Abstract Micro needle therapy system is a therapy technique that is very simple, safe, effective, and minimally invasive. Achie House Of Beauty Sidoarjo is a salon that provides facial skin care services that have developed with micro needle therapy system techniques. This writing aims to find out: 1) SOP (Standard Operational Procedure) micro needle therapy system services on facial treatments at Achie House Of Beauty Sidoarjo, 2) employee performance of micro needle therapy system services on facial treatments are in accordance with SOP (Standard Operational Procedure) at Achie House Of Beauty Sidoarjo. This research is a descriptive type with a qualitative approach. Data collection techniques in this research are interviews and literature study. After doing research, researchers get the results that Micro Needle Therapy System Services in Facial Treatment at Achie House Of Sidoarjo, namely: 1) SOP (Standard Operational Procedure) Micro Needle Therapy System Service Services starts from Cleansing (cleaning), extraction of blackheads, micro workmanship needle therapy system with rotation direction and speed 0.25mm - 2 mm (according to skin requirements), serum application, clear mask application can gel or peel off optional but still must use clear mask, use light therapy to maximize product absorption and can use light green for the soothing effect and red light for deeper penetration, finally applying the soothing lotion with a cry o therapy tool that aims to cover the pores and reduce the redness after micro needling. 2) The process of implementing the micro needle therapy system by achie haouse of beauty Sidoarjo employees is in accordance with the SOP (Standard Operational Procedure) specified. 3) There is a significant result in facial treatment with micro needle therapy system that has been done by achie house of beauty. Keywords: services, micro needle therapy system, facial treatments.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK LOW-DENSITY POLYTEHYLENE SEBAGAI DAUR ULANG PEMBUATAN BUNGA ARTIFISIAL UNTUK DEKORASI RUANGAN SALON KECANTIKAN OKTARI WIDYANING TYASTUTI, RAGIL; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dekorasi adalah seni menghias suatu ruangan, dekorasi dilakukan pada acara-acara tertentu misalnya adalah acara pernikahan, lamaran, dan perayaan ulang tahun. Kegiatan mendekorasi ruangan dilakukan dengan menambahkan bunga hidup sebagai penghias sekaligus pengharum ruangan. Namun, bunga hidup memiliki beberapa kekurangan seperti kesegaran bunga hidup tidak bertahan lama sehingga dekorasi yang telah dipasang hanya bertahan beberapa jam saja. Penggunaan bunga tiruan bukan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada. Salah satu solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan mendaur ulang plastik kresek kemudian dibentuk menjadi bunga. Plastik kresek dipilih karena mudah didapat dan menjadi salah satu limbah rumah tangga. Tujuan melakukan penelitian ini adalah (1) mengetahui hasil uji coba pembuatan dekorasi daur ulang menggunakan panas setrika tombol I (2) mengetahui hasil uji coba pembuatan dekorasi daur ulang menggunakan panas setrika tombol II (3) mengetahui hasil uji coba pembuatan dekorasi daur ulang menggunakan panas setrika tombol III. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah (1) studi pustaka. Penelitian ini dapat disimpulkan (1) hasil uji coba 1 menghasilkan tekstur kasar, hal tersebut terjadi karena panas setrika tombol I tidak terlalu panas sehingga plastik masih tampak tebal dan tidak merekat dengan baik (2) hasil uji coba 2 menghasilkan tekstur cukup kasar tidak terlalu halus, hal tersebut terjadi karena panas setrika tombol II cukup panas sehingga plastik cukup terlihat tipis dan merekat dengan baik (3) hasil uji coba 3 menghasilkan tekstur yang sangat halus, hal tersebut terjadi karena panas setrika tombol III sangat panas sehingga plastik terlihat sangat tipis. Kata Kunci: limbah plastik, daur ulang, dekorasi. Abstract Room decoration is an art of decorating room. It be done on special occasion like wedding, engagement, and birthday celebration. Decorating room by adding flowers as decoration also can perfumed a whole room at once, but flowers can?t always fresh so the decoration that already applied is only stay for a few of hours. The using of artificial flower is not the right solution to solve this problem. One of the solutions that can be done is plastic recycling to be a flower artificial, because plastic is easy to get and it is one of house waste. This study aims to know (1) the result of the recycle decoration experiment that using an iron with set I, (2) the result of the recycle decoration experiment that using an iron with set II, and (3) the result of the recycle decoration experiment that using an iron with set III. The data collected by using (1) literature review method. This study shows that (1) the result of the experiment 1 is hard texture, it is because the iron with set I is not hot enough so the plastic still looks thick and not stick well. (2) the result of the experiment 2 is hard enough texture and not too smooth, it is because the iron with set II hot enough so the plastic looks thin and stick well. (3) the result of the experiment 3 is smooth texture, it is because the iron with set III is hot so the plastic looks very thin. Keywords: plastic waste, recycle, decoration.
PENGARUH PENGGUNAAN SILVER SHAMPOO TERHADAP HASIL AKHIR PEWARNAAN RAMBUT ARTISTIK MENGGUNAKAN TEKNIK TIPPING RODATUN ALIYAH, KUSNA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh penggunaan sampo silver terhadap hasil pewarnaan rambut artistik menggunakan teknik tipping. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen yang dilakukan pada rambut model. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan sampo silver, variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil akhir pewarnaan rambut artistik menggunakan teknik tipping. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi yang dilakuan oleh 24 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistic analisis variasi klasifikais tunggal (one way anova) dengan menggunakan bantuan SPSS 21. Dari hasil penelitian , rambut dengan undercoat level 10 yang menggunakan sampo silver dengan aspek pewarnaan atau warna rambut sebesar 3,04 , aspek porositas rambut sebesar 3,04, aspek keawetan warna rambut sebesar 3,03 , aspek penetralan pigmen rambut sebesar 3,04, dan aspek tingkat kesukaan sebesar 3,05. Berdasarkan jumlah nilai rata-rata hasil yang didapatkan oleh tingkat kesukaan mendapatkan hasil baik dengan rata-rata 3,05. rambut dengan undercoat level 10 yang tidak menggunakan sampo silver dengan aspek tingkat kesukaan sebesar 2,08 , aspek penetralan pigmen rambut sebesar 2,06 , aspek porositas rambut sebesar 2,05 , dan aspek keawetan warna sebesar 2,03. Berdasarkan jumlah nilai rata-rata hasil yang didapatkan oleh aspek warna rambut mendapatkan hasil baik dengan nilai 3,00. Karena nilai signifikan kurang dari 0,5. Kata kunci: pewarnaan rambut, tipping , sampo silver AbstractThis study discusses the use of silver shampoo on the results of artistic hair coloring using a tip technique. This type of research is an experiment conducted on a hair model. The independent variable in this study is the use of silver shampoo, the dependent variable in this study is the final result of artistic hair coloring using tipping technique. Data collection methods used were observations carried out by 24 people. The data analysis technique used is the statistical test analysis of single classifical variation (one way anova) using SPSS 21. From the results of the study, hair with a level 10 undercoat that uses silver shampoo with the coloring aspect or hair color of 3.04, the porosity aspect of the hair is 3.04, aspects of hair color durability of 3.03, the neutralizing aspect of hair pigment is 3.04, and the favorite level aspect is 3.05. Based on the average number of results obtained by the level of liking get good results with an average of 3.05. hair with a level 10 undercoat that does not use silver shampoo with a favorite level aspect of 2.08, the neutralizing aspect of hair pigment is 2.06, aspect of hair porosity of 2.05, and the color durability aspect of 2.03. Based on the average number of results obtained by the aspect of hair color get good results with a value of 3.00. Because the significant value is less than 0.5. Keywords: hair coloring, tipping, silver shampoo
UPACARA PERKAWINAN WIWAHA DI DESA NGARINGAN KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN BLITAR HARDINI, SASMITANING; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upacara Wiwaha adalah upacara perkawinan keagamaan umat Hindu untuk mendapatkan persaksian dari Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi dan makna upacara perkawinan umat Hindu Wiwaha dan mendeskripsikan peran ?Dukun Manten? dalam pelaksanaan upacara tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan kunci penelitian ini adalah pemangku adat dan masyrakat Ngaringan. Observasi di kantor desa Ngaringan, Pura desa Ngaringan, dan rumah pemangku upacara desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Prosesi Wiwaha dimulai dari Nontonin, upacara penyambutan kedua mempelai, membakar tetimbung sebagai simbol pemberitahuan kepada bhuta kala, berjalan mengelilingi banten pesaksian dan kala sepetan, dan Mapejati atau Persaksian. Makna dari hal tersebut adalah adanya rasa tanggung jawab, rasa ketuhanan, serta rasa syukur tehadap hidup. Simbol dalam upacara perkawinan diharapkan adanya pancaran positif dalam membina rumah tangga serta bertujuan untuk mendapatkan keturunan yang saputra sebagai upaya untuk menebus dosa-dosa leluhur; dan (2) Dukun Manten berperan dalam mencarikan hari baik menurut dino pasaran atau weton kedua pasangan serta hari Naas di kedua keluarga tersebut. Tradisi perhiungan weton sebagai tuntunan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Agama, Wiwaha, Petungan Jawa, Budaya AbstractThe Wiwaha ceremony is a Hindu religious marriage ceremony to get a witness from God Almighty. This study aims to describe the procession and meaning of the Hindu marriage ceremony of the Wiwaha people and describe the role of the "Shaman Manten" in the implementation of the ceremony. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. The key informants of this research are the adat stakeholders and the Ngaringan community. Observation at the Ngaringan village office, the Ngaringan village temple, and the village ceremony holders house. The results showed that: (1) The Wiwaha procession began with Nontonin, a welcoming ceremony for the bride and groom, burning tetimbung as a symbol of notification to the bhuta kala, walking around the banter of the witness and the night, and Mapejati or Witness. The meaning of this is a sense of responsibility, a sense of divinity, and gratitude for life. The symbol in the marriage ceremony is expected to have a positive light in fostering the household and aims to get offspring saputra in an effort to atone for the sins of the ancestors; and (2) the Manten Shaman plays a role in finding good days according to the market dino or weton of the two couples and the fateful day of the two families. The tradition of weton decoration as a guide in daily life. Keywords: Religion, Wiwaha, Petungan Jawa, Culture
PELAKSANAAN PROGRAM DOUBLE TRACK TATA KECANTIKAN PENGANTIN BERHIJAB DI SMA N 1 SOOKO PONOROGO PRAMESTY DIASTIARA, ATYSHA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Double Track merupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan DoubleTrack merupakan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. DikemasEkskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan ekstra kurikuler (Ekskul) dengan ketentuan setiap siswa minimal satu tahun bergabung dengan Ekskul. Menurut Dindik Jatim, Saiful Rahman, sasaran daribeberapa SMA yang letak geografis sekolahnya berada di daerah terpencil, terutama diberikan kepada peserta didik yang tidak melanjutkan kuliah. Konsep ini sumber daya manusia sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. DalamDouble Track dikhususkan kepada peserta didik kelas XI, mereka dapat memilih bidang keahlian yang mereka inginkan. Kata Kunci : Double Track, Keterampilan, Double Track High School is a superior program in East Java Province in the field of education. Double Track is the implementation of regular teaching and learning activities and organizes the provision of skills training side by side in accordance with lo(extracurricular) provided that every student at least one year joins the extracurricular activities. According to Dindik East Java, Saiful Rahman, the target of Double Track will be implemented and focused on several high schools whose geographical location of the school is in remote areas, especially given to students who do not continue their studies. This concephuman resources while reducing the amount of unemployment. In the process, the implementation of Double Track is specifically for students of class XI, they can choose their desired field of expertise. Keywords: Double Track, Skill, Areas of experticePROGRAM DOUBLE TRACK TATA KECANTIKAN PENGANTIN BERHIJAB DI SMAN 1 SOOKO PONOROGOAtysha Pramesty Diastara S1 Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayaatyshapramesti@gmail.comBiyan Yesi Wilujeng,S.Pd.M.Pd.Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaAbstrakmerupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan merupakan pelaksanaan KBM (kegiatan belajar mengajar) reguler dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. DikemasEkskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan kepada siswa SMA diporsikan ekstra kurikuler (Ekskul) dengan ketentuan setiap siswa minimal satu tahun bergabung dengan Ekskul. Menurut Dindik Jatim, Saiful Rahman, sasaran dari Double Track akan diterapkan dan difokuskan di beberapa SMA yang letak geografis sekolahnya berada di daerah terpencil, terutama diberikan kepada peserta didik yang tidak melanjutkan kuliah. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas manusia sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. Dalam prosesnya pelaksanaan dikhususkan kepada peserta didik kelas XI, mereka dapat memilih bidang keahlian yang Keterampilan, Bidang keahlianAbstractDouble Track High School is a superior program in East Java Province in the field of education. Double Track is the implementation of regular teaching and learning activities and organizes the provision of skills training side by side in accordance with local wisdom. Packed as an extracurricular mandatory concept, additional skills provided to high school students are promoted as extra(extracurricular) provided that every student at least one year joins the extracurricular activities. to Dindik East Java, Saiful Rahman, the target of Double Track will be implemented and focused on several high schools whose geographical location of the school is in remote areas, especially given to students who do not continue their studies. This concept is expected to increase the capacity of human resources while reducing the amount of unemployment. In the process, the implementation of Double Track is specifically for students of class XI, they can choose their desired field of expertise. Areas of experticeTATA KECANTIKAN PENGANTIN Dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabayamerupakan Program unggulan Provinsi Jawa Timur di Bidang pendidikan . menyelenggarakan kegiatan pembekalan ketrampilan secara berdampingan sesuai dengan kearifan lokal. Dikemas seperti Ekskul wajib konsepnya, keterampilan tambahan yang diberikan kepada siswa SMA dipo
PENGARUH STRATEGI PROMOSI ONLINE TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN DI GRIYA TATHA SALON & WEDDING KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI ALDA RAHMADHANI, BERLIAN; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Griya Tatha Salon & Wedding merupakan salon yang terletak di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri yang menyediakan jasa sewa baju dan merias pengantin serta berbagai macam perawatan. Strategi pemasaran yang lebih baik dan disesuaikan dengan perkembangan jaman diharapkan dapat meningkatkan popularitas dan penghasilan salon. Promosi yang baik dan menarik merupakan salah satu strategi yang harus dilakukan pengusaha supaya salon yang dikelola dapat terus berkembang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh promosi online terhadap peningkatan penjualan di Salon Griya Tatha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, di mana data primer diperoleh melalui wawancara dengan owner atau pemilik dari Griya Tatha Salon & Wedding, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber pustaka dan hasil penelitian terdahulu. Pencarian data yang dilakukan menggunakan, observasi dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan dari wawancara dan observasi menunjukkan bahwa promosi online melalui berbagai media sosial dapat meningkatkan penghasilan salon. Efektivitas ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat era ini akan media sosial, sehingga promosi melalui media sosial akan lebih mudah tersampaikan dari pada melalui media cetak. Meskipun penghasilan meningkat seiring meningkatnya popularitas salon yang dipromosikan dari media sosial, peningkatan kualitas dan promo harga produk-produk salon. Kata Kunci: promosi online, peningkatan penjualan, salon Abstract Griya Tatha Salon & Wedding is a salon located in Pare sub-district, Kediri Regency which provides rental services and bridal makeup and a variety of treatments. A better marketing strategy and adapted to the times are expected to increase salon popularity and income. A good and attractive promotion is one of the strategies that must be carried out by entrepreneurs so that the salon managed can continue to grow. This study aims to determine the effect of online promotion on increasing sales at the Griya Tatha Salon. This research is a qualitative descriptive study, where primary data is obtained through interviews with the owner or owner of Griya Tatha Salon & Wedding, while secondary data are obtained from literature sources and the results of previous studies. Data search is performed using, observation of documentation and interviews. Research results obtained from interviews and observations show that online promotion through various social media can increase salon income. This effectiveness can be seen from the enthusiasm of the people of this era for social media, so that promotion through social media will be more easily conveyed than through print media. Although the income increased with the increasing popularity of salons that were promoted from social media, an increase in the quality and price promotion of salon products. Keywords: online promotion, sales increase, salon
PROSES PEMBUATAN MASKER BUNGA ROSELLA DAN TEPUNG BERAS SEBAGAI PENCERAHAN KULIT WAJAH YULIANSARI, MUFATTIHAH; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit wajah adalah faktor utama kecantikan bagi sebagian banyak wanita. Kulit wajah memiliki berbagai macam maslah seperti berjerawat, berminyak, kulit kering, kulit kusam, warna kulit yang tidak merata, hingga warna kulit wajah yang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Hal tersebut kadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri. Perawatan untuk mengatasi berbagai maslah pada kulit wajah tersebut juga terbilang sangat beranekaragam saat ini. Termasuk pada penggunaan masker untuk perawtaan bagi kulit wajah. Masker juga memiliki banyak jenis yang telah beredar pada masyarakat. Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker juga sangat beragam saat ini mulai dari bahan alami hingga bahan yang mengandung kimia. Masker dari bahan alami lebih cenderung mudah di dapatkan karena menggunakan bahan ? bahan yang mudah di temui. Tetapi masker alami memiliki kelemahan yang tidak bisa tahan terhadap waktu yang lama. Masker juga mempunyai fungsi yang berbeda ? beda sesuai kandungan bahan yang di gunakan. Contohnya seperti masker bunga rosella dan tepung beras, bunga rosella mengandung vitamin A, vitamin C yang lebih tinggi di bandingkan dengan jeruk, papaya, jambu biji dan apel. Juga mengandung mineral yang sangat bermanfaat bagi kecantikan. Kemudian beras yang terkenal dari dahulu sebagai salah satu andalan masyarakat dalam pembuatan masker yang dipercayai bisa mencerahkan kulit wajah yang bisa menjaga kesehatan kulit, mengecilkan pori ? pori, meregenerasi kulit, mengatasi jerawat dan mengencangkan kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan masker berbahan bunga rosella dan tepung beras terhadap pencerahan bagi kulit wajah. Dan penelitian ini termasuk penelitian literatur riview dimana cara pengumpulan data menggunakan teknik mencari kesamaan data dengan cara mencari kesamaan diantara beberapa literatur dan diambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini meliputi bagaimana proses pembuatan masker dari mulai pengeringan bunga rosella hingga pembuatan beras menjadi tepung beras. Kemudian pencampuran 2 bahan tersebut, serta proses cara menyimpan masker agar lebih awet lama dengan cara mengkristalkannya.Kata Kunci: masker wajah, bunga rosella, tepung beras. Abstract Facial skin is a major factor in beauty for many women. Facial skin has a variety of problems such as acne, oily, dry skin, dull skin, uneven skin tone, to the color of facial skin that is not in accordance with what is desired. This sometimes makes a person become insecure with his own appearance. Treatments to overcome various problems on the facial skin are also fairly diverse today. Including the use of masks for facial skin care. Masks also have many types that have been circulating in the community. The materials used to make masks are also very diverse today ranging from natural ingredients to chemicals that contain chemicals. Masks from natural ingredients are more likely to be easily obtained because they use ingredients that are easily found. But natural masks have weaknesses that cannot withstand long periods of time. Masks also have different functions depending on the ingredients used. For example like a rosella flower mask and rice flour, rosella flowers contain vitamin A, vitamin C which is higher compared to oranges, papayas, guava and apples. Also contains minerals that are very beneficial for beauty. Then the famous rice from the past as one of the mainstays of society in making masks that are believed to brighten facial skin that can maintain skin health, shrink pores, regenerate the skin, overcome acne and tighten the skin. The purpose of this study was to determine the process of making masks made from rosella flowers and rice flour to enlighten the skin. And this research includes research literature review where the data collection method uses the technique of finding similarity of data by finding similarities between several literatures and drawing conclusions. The results of this study include how the process of making masks from drying rosella flowers to making rice into rice flour. Then mixing the 2 ingredients, and the process for storing the mask to make it last longer by crystallizing it. Keywords: face mask, rosella flower, rice flour
PROSES PEMBUATAN MASKER BUNGA ROSELLA DAN TEPUNG BERAS SEBAGAI PENCERAHAN KULIT WAJAH YULIANSARI, MUFATTIHAH; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit wajah adalah faktor utama kecantikan bagi sebagian banyak wanita. Kulit wajah memiliki berbagai macam maslah seperti berjerawat, berminyak, kulit kering, kulit kusam, warna kulit yang tidak merata, hingga warna kulit wajah yang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Hal tersebut kadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri. Perawatan untuk mengatasi berbagai maslah pada kulit wajah tersebut juga terbilang sangat beranekaragam saat ini. Termasuk pada penggunaan masker untuk perawtaan bagi kulit wajah. Masker juga memiliki banyak jenis yang telah beredar pada masyarakat. Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker juga sangat beragam saat ini mulai dari bahan alami hingga bahan yang mengandung kimia. Masker dari bahan alami lebih cenderung mudah di dapatkan karena menggunakan bahan ? bahan yang mudah di temui. Tetapi masker alami memiliki kelemahan yang tidak bisa tahan terhadap waktu yang lama. Masker juga mempunyai fungsi yang berbeda ? beda sesuai kandungan bahan yang di gunakan. Contohnya seperti masker bunga rosella dan tepung beras, bunga rosella mengandung vitamin A, vitamin C yang lebih tinggi di bandingkan dengan jeruk, papaya, jambu biji dan apel. Juga mengandung mineral yang sangat bermanfaat bagi kecantikan. Kemudian beras yang terkenal dari dahulu sebagai salah satu andalan masyarakat dalam pembuatan masker yang dipercayai bisa mencerahkan kulit wajah yang bisa menjaga kesehatan kulit, mengecilkan pori ? pori, meregenerasi kulit, mengatasi jerawat dan mengencangkan kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan masker berbahan bunga rosella dan tepung beras terhadap pencerahan bagi kulit wajah. Dan penelitian ini termasuk penelitian literatur riview dimana cara pengumpulan data menggunakan teknik mencari kesamaan data dengan cara mencari kesamaan diantara beberapa literatur dan diambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini meliputi bagaimana proses pembuatan masker dari mulai pengeringan bunga rosella hingga pembuatan beras menjadi tepung beras. Kemudian pencampuran 2 bahan tersebut, serta proses cara menyimpan masker agar lebih awet lama dengan cara mengkristalkannya.Kata Kunci: masker wajah, bunga rosella, tepung beras. Abstract Facial skin is a major factor in beauty for many women. Facial skin has a variety of problems such as acne, oily, dry skin, dull skin, uneven skin tone, to the color of facial skin that is not in accordance with what is desired. This sometimes makes a person become insecure with his own appearance. Treatments to overcome various problems on the facial skin are also fairly diverse today. Including the use of masks for facial skin care. Masks also have many types that have been circulating in the community. The materials used to make masks are also very diverse today ranging from natural ingredients to chemicals that contain chemicals. Masks from natural ingredients are more likely to be easily obtained because they use ingredients that are easily found. But natural masks have weaknesses that cannot withstand long periods of time. Masks also have different functions depending on the ingredients used. For example like a rosella flower mask and rice flour, rosella flowers contain vitamin A, vitamin C which is higher compared to oranges, papayas, guava and apples. Also contains minerals that are very beneficial for beauty. Then the famous rice from the past as one of the mainstays of society in making masks that are believed to brighten facial skin that can maintain skin health, shrink pores, regenerate the skin, overcome acne and tighten the skin. The purpose of this study was to determine the process of making masks made from rosella flowers and rice flour to enlighten the skin. And this research includes research literature review where the data collection method uses the technique of finding similarity of data by finding similarities between several literatures and drawing conclusions. The results of this study include how the process of making masks from drying rosella flowers to making rice into rice flour. Then mixing the 2 ingredients, and the process for storing the mask to make it last longer by crystallizing it. Keywords: face mask, rosella flower, rice flour
PROSES PEMBUATAN MASKER BUNGA ROSELLA DAN TEPUNG BERAS SEBAGAI PENCERAHAN KULIT WAJAH YULIANSARI, MUFATTIHAH; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kulit wajah adalah faktor utama kecantikan bagi sebagian banyak wanita. Kulit wajah memiliki berbagai macam maslah seperti berjerawat, berminyak, kulit kering, kulit kusam, warna kulit yang tidak merata, hingga warna kulit wajah yang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Hal tersebut kadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dengan penampilannya sendiri. Perawatan untuk mengatasi berbagai maslah pada kulit wajah tersebut juga terbilang sangat beranekaragam saat ini. Termasuk pada penggunaan masker untuk perawtaan bagi kulit wajah. Masker juga memiliki banyak jenis yang telah beredar pada masyarakat. Bahan yang digunakan untuk pembuatan masker juga sangat beragam saat ini mulai dari bahan alami hingga bahan yang mengandung kimia. Masker dari bahan alami lebih cenderung mudah di dapatkan karena menggunakan bahan ? bahan yang mudah di temui. Tetapi masker alami memiliki kelemahan yang tidak bisa tahan terhadap waktu yang lama. Masker juga mempunyai fungsi yang berbeda ? beda sesuai kandungan bahan yang di gunakan. Contohnya seperti masker bunga rosella dan tepung beras, bunga rosella mengandung vitamin A, vitamin C yang lebih tinggi di bandingkan dengan jeruk, papaya, jambu biji dan apel. Juga mengandung mineral yang sangat bermanfaat bagi kecantikan. Kemudian beras yang terkenal dari dahulu sebagai salah satu andalan masyarakat dalam pembuatan masker yang dipercayai bisa mencerahkan kulit wajah yang bisa menjaga kesehatan kulit, mengecilkan pori ? pori, meregenerasi kulit, mengatasi jerawat dan mengencangkan kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proses pembuatan masker berbahan bunga rosella dan tepung beras terhadap pencerahan bagi kulit wajah. Dan penelitian ini termasuk penelitian literatur riview dimana cara pengumpulan data menggunakan teknik mencari kesamaan data dengan cara mencari kesamaan diantara beberapa literatur dan diambil kesimpulannya. Hasil dari penelitian ini meliputi bagaimana proses pembuatan masker dari mulai pengeringan bunga rosella hingga pembuatan beras menjadi tepung beras. Kemudian pencampuran 2 bahan tersebut, serta proses cara menyimpan masker agar lebih awet lama dengan cara mengkristalkannya.Kata Kunci: masker wajah, bunga rosella, tepung beras. Abstract Facial skin is a major factor in beauty for many women. Facial skin has a variety of problems such as acne, oily, dry skin, dull skin, uneven skin tone, to the color of facial skin that is not in accordance with what is desired. This sometimes makes a person become insecure with his own appearance. Treatments to overcome various problems on the facial skin are also fairly diverse today. Including the use of masks for facial skin care. Masks also have many types that have been circulating in the community. The materials used to make masks are also very diverse today ranging from natural ingredients to chemicals that contain chemicals. Masks from natural ingredients are more likely to be easily obtained because they use ingredients that are easily found. But natural masks have weaknesses that cannot withstand long periods of time. Masks also have different functions depending on the ingredients used. For example like a rosella flower mask and rice flour, rosella flowers contain vitamin A, vitamin C which is higher compared to oranges, papayas, guava and apples. Also contains minerals that are very beneficial for beauty. Then the famous rice from the past as one of the mainstays of society in making masks that are believed to brighten facial skin that can maintain skin health, shrink pores, regenerate the skin, overcome acne and tighten the skin. The purpose of this study was to determine the process of making masks made from rosella flowers and rice flour to enlighten the skin. And this research includes research literature review where the data collection method uses the technique of finding similarity of data by finding similarities between several literatures and drawing conclusions. The results of this study include how the process of making masks from drying rosella flowers to making rice into rice flour. Then mixing the 2 ingredients, and the process for storing the mask to make it last longer by crystallizing it. Keywords: face mask, rosella flower, rice flour