cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Busana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
PERBEDAAN JENIS LINING KATUN DAN LINEN TERHADAP HASIL JADI GAUN PESTA ANAK ANDIANI, LITA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lining merupakan bahan pelapis berupa kain yang melapisi bahan utama sebagaian maupun seluruhnya. Bahan lining sering juga disebut dengan furing.Rumusan masalah 1) Untuk mengetahui perbedaan hasil jadi jenis lining antara bahan katun dan linen pada gaun pesta anak. 2) Untuk mengetahui hasil jadi terbaik gaun pesta anak menggunakan lining katun dan linen. Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui perbedaan anatar lining katun dan linen pada gaun pesta anak 2) untuk mengetahui hasil jadi gaun pesta anak yang terbaik antara menggunakan lining katun dan linen Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Variabel bebasmenggunakan lining katun dan linen, Variabel terikat yaitu hasil jadi gaun pesta anak dengan aspek kesesuaian lining dan kerapian. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dan analisis data menggunakan uji t dengan program SPSS 20 dengan ? < 0,05. Berdasarkan uji t menunjukkan terdapat perbedaan hasil jadi gaun pesta anak pada lining katun dan linen ditinjau dari aspek taraf signifikan sebesar-6.943 yaitu Kesesuaian lining untuk busana pesta anak dan Kerapian dan peletakan lining dengan bentuk. Hasil jadi gaun pesta anak yang terbaik ditinjau dari aspek Kesesuaian lining untuk busana pesta anak dan Kerapian dan peletakan lining dengan bentuk yaitu hasil jadi gaun pesta anak dengan lining katun
PERILAKU KONSUMEN PADA BUSANA READY TO WEAR BERBAHAN BATIK DI BUTIK MELIA WIJAYA SURABAYA RAMADHYA PUTRI, DINAR; KHARNOLIS, MEIN
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERILAKU KONSUMEN PADA BUSANA READY TO WEAR BERBAHAN BATIK DI BUTIK MELIA WIJAYA SURABAYA Dinar Ramadhya Putri Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. dinarramadhya@gmail.com Mein Kharnolis Dosen Pembimbing Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya meinkharnolis@unesa.ac.id Abstrak Butik Melia Wijaya adalah salah satu butik yang menjual busana ready to wear, produk yang paling diminati adalah busana ready to wear berbahan batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen pada busana ready to wear berbahan batik di Butik Melia Wijaya Surabaya. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Kuesioner diberikan kepada 35 responden yang membeli busana ready to wear berbahan batik di Butik Melia Wijaya Surabaya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen pada busana ready to wear berbahan batik di Butik Melia Wijaya Surabaya yaitu faktor kebudayaan (21%), faktor sosial (15%), faktor pribadi (43%), faktor psikologis (14%), dan atribut produk (42%) Kata Kunci: ready to wear, batik, perilaku konsumen Abstract Melia Wijaya Boutique is one of the boutiques that sells ready to wear clothing, the most popular product is ready to wear clothing made from batik. This study aims to determine the factors that influence consumer behavior in ready to wear clothing made from batik in Melia Wijaya Boutique Surabaya. This type of research includes descriptive research. Methods of collecting data using a questionnaire. The instrument used was a questionnaire sheet. The questionnaire was given to 35 respondents who bought ready to wear clothing made from batik in Melia Wijaya Boutique Surabaya. The data obtained were then analyzed descriptively with percentage calculations. The results showed that factors affecting consumer behavior in ready to wear clothing made from batik in Melia Wijaya Boutique Surabaya were cultural factors (21%), social factors (15%), personal factors (43%), psychological factors (14%), and product attributes (42%) Keywords: ready to wear, batik, consumer behavior.
PENGARUH PERBEDAAN SUHU PENGEPRESAN TERHADAP HASIL JADI DESAIN MOTIF FLORAL PADA OUTER MENGGUNAKAN TEKNIK TRANSFER PRINTING CATUR YUNITA, ELYA; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Busana Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERBEDAAN SUHU PENGEPRESAN TERHADAP HASIL JADI DESAIN MOTIF FLORAL PADA OUTER MENGGUNAKAN TEKNIK TRANSFER PRINTING Elya Catur Yunita Mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya. E-mail : elyayunita@mhs.unesa.ac.id Urip Wahyuningsih Dosen Pembimbing Jurusan PKK, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya E-mail : uripwahyuningsih@unesa.ac.id Abstrak Proses pewarnaan pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan pencelupan dan pencapan. Pencapan dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya adalah transfer printing dengan pewarna dispersi atau sublimasi. Proses ini dimulai dengan membuat desain pada kertas yang kemudian dialihkan pada kain dibawah pengaruh suhu pengepresan.dengan waktu 15 ? 60 detik dan tekanan. Pada umumnya jenis kain yang digunakan berasal dari serat sintetis atau polyester. Jenis polyester yang digunakan adalah kain satin bridal yang digunakan untuk pembuatan outer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur suhu pengepresan terhadap hasil jadi pewarnaan menggunakan teknik transfer printing, dan mengetahui hasil jadi pewarnaan yang terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan variabel bebas temperatur suhu pengepresan 163ºC, 200ºC, dan 240ºC. Variabel terikat hasil jadi pewarnaan meliputi aspek ketajaman warna dan aspek detail desain. Variabel kontrol meliputi zat warna, jenis kain yang digunakan, dan waktu pengepresan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan jumlah observer 30 orang, instrumen penelitian berupa lembar observasi dengan skala skor 1-5 dan analisis data menggunakan perhitungan statistik anava tunggal dengan bantuan program SPSS 23 dengan ? ? 0.05. Hasil analisis data uji Anava dan uji Duncan dalam penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap ketajaman warna yang dihasilkan. Tetapi tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap aspek detail desain. Hasil pewarnaan yang terbaik dari penelitian adalah pewarnaan dengan menggunakan temperatur suhu pengepresan 240ºC. Pada temperatur suhu 240ºC menghasilkan warna yang sangat tajam dan merata. Hal ini dikarenakan semakin tinggi suhu pengepresan yang digunakan akan semakin tajam warna yang dihasilkan. Kata Kunci : transfer printing, temperatur suhu pengepresan, waktu , hasil pewarnaan Abstract Coloring process on textile could do with dyeing and printing. Printing could do with some methods, one of them is transfer printing with dye dispersion or sublimation. This process begins with make design on paper then transferred on fabric below the pressing temperature for about 15 - 60 seconds and pressure. In general, the type of fabric used comes from synthetic fiber or polyester. The type of polyester used is bridal satin fabric which is used for making outer. This research aims to determine the effect of pressing temperature on the results of staining using transfer printing techniques, and find out the best result of coloring. This type of research is an experiment with independent variables pressing temperature of 163ºC, 200ºC, and 240ºC.. Control variables include dyestuff, type of fabric used, and pressing time. The data collection method used was observation with the number of observers 30 people, the research instrument in the form of an observation sheet with a scale score of 1-5 and data analysis using a single statistical anava calculation with the help of SPSS 22 program with ? ? 0.05. The results of analysis of anava test and Duncan test in this study showed a significant effect on the sharpness of the resulting color. But there is no significant effect on the detailed aspects of the design. The best coloring results from this research were stained using a pressing temperature of 240ºC. At a temperature of 240ºC it produces very sharp and even colors. This is because the higher pressing temperature used, the sharper color will be. Keywords : transfer printing, pressing temperature, time, coloring results
ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN BAKU KAIN POLOS DAN BERMOTIF PADA PRODUKSI BAJU KOKO DI KONVEKSI SALMA TULUNGAGUNG KHOIRUNNISA, ARYNA; KHARNOLIS, MEIN
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perencanaan kebutuhan bahan baku adalah salah satu faktor penting di dalam perencanaan produksi. Secara umum perencanaan dalam kebutuhan bahan baku mencakup seluruh kegiatan mulai dari penentuan jumlah dan jenis bahan baku yang dibutuhkan. Konfeksi Salma merupakan perusahaan di bidang industri baju koko dengan jenis bahan kain polos dan bermotif. Sebagai produsen barang konfeksi, Salma sering mengalami masalah dalam memprediksi jumlah kebutuhan bahan baku yang akan di produksi di bulan berikutnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan produksi baju koko di konveksi Salma dan menentukan metode peramalan apa yang tepat untuk memperkirakan jumlah kebutuhan bahan baku kain untuk produksi baju koko di masa mendatang agar produksi berjalan lancar dan efisien dengan mengidentifikasi data permintaan aktual di di tahun 2016-2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisa data dengan teknik analisa data peramalan, yaitu mengidentifikasi pola data time series, membandingkan metode peramalan Single Moving Average dan Weighted Moving Average, dan menghitung akurasi nilai kesalahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan produksi baju koko pada tiga tahun terakhir 2016-2018 mengalami trend naik. Metode peramalan terbaik untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku kain polos dan bermotif untuk produksi baju koko di masa mendatang yang paling efisien adalah menggunakan metode Weighted Moving Average 3 bulanan dengan nilai kesalahan MAE (Mean Absolute Error) dan MSE (Mean Squared Error) terkecil dibandingkan metode lainnya. Kata Kunci: Perencanaan Produksi, Bahan Baku, Peramalan. Abstract Planning for raw material needs is one of the important factors in production designing. In general, planning raw material requirements includes all activities starting from determining the number and the type of raw materials needed. Salma convection is a muslim clothes company with raw and patterned fabric. As a producer of confectionery products, Salma often faces problem in predicting the number of raw materials needed to be produced in the next following month. The purpose of this study is to find out the production planning of muslim clothes at Salma convection and determine the appropriate forecasting method to determine the amount of fabric raw material needed for the production of muslim clothes in the future so that production runs quickly and efficiently with existing data transfer requests 2016-2018. It is a descriptive comparative research with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques with forecasting data analysis, which are comparing time series data patterns, comparing forecasting methods of Single Moving Average and Weighted Moving Average, and calculating the accuracy of error values. The results of this study indicate that the planned production of muslim clothes in the last three years, 2016-2018, improves the upward trend. The best forecasting methods to estimate the need for plain and patterned fabric raw materials for future production of the most efficient muslim clothes are the 3-monthly Moving Average method with MAE (Mean Absolute Error) and MSE (Mean Squared Error) methods. Keywords: Production Planning, Raw Materials, Forecasting.
PENGARUH JENIS KAIN TERHADAP HASIL JADI MARBLING ISNINA AMELIA, FACHRIDA; WAHYUNINGSIH, URIP
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknik marbling semakin berkembang dengan diterapkannya teknik ini pada kain. Jika teknik marbling diaplikasikan pada permukaan kain untuk memproduksi busana dengan kualitas tinggi, maka kain harus sesuai untuk teknik marbling sehingga hasilnya akan bagus. Kemampuan kain dalam menghasilkan marbling yang tajam dipengaruhi jenis kain itu sendiri sesuai dengan asal serat, tenunan, bentuk permukaan, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling dan untuk mengetahui jenis kain yang dapat menghasilkan marbling dengan baik. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan eksperimen.Variabel bebas penelitian ini adalah jenis kain dilihat dari asal seratnya dan variabel terikatnya adalah hasil jadi marbling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengisian angket dengan instrumen lembar checklist (?) yang diisi oleh 30 responden. Aspek penilaian yang diamati yaitu ketajaman warna marbling pada kain dan daya serap kain. Analisis data yang digunakan adalah dengan teknik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling dari aspek ketajaman warna. Pada aspek daya serap kain, tidak ada pengaruh jenis kain terhadap hasil jadi marbling karena kain tersebut memiliki kemampuan memindahkan zat cair yang sama. Kain katun paris menghasilkan marbling yang paling baik karena mampu menyerap warna dengan cepat. Kata kunci: pengaruh, marbling, kain, warna Abstract The marbling technique is increasingly developed by the application of this technique to fabrics. If the marbling technique is applied to the fabric surface to produce high quality clothing, the fabric must be suitable for the marbling technique so the results will be good. The ability of the fabric to produce sharp marbling is influenced by the type of fabric itself in accordance with the origin of the fiber, woven, surface shape, and so forth. This study aims to find the effect of fabric types on the results of finished marbling and to find out the type of fabric that can produce marbling well. This research method is a quantitative study conducted with research. The independent variable of this study is the type of fabric seen from the origin of the fiber and the dependent variable is the marbling results. The data collection method used was a questionnaire with an instrument sheet checklist (?) filled by 30 respondents. The assessment aspects discussed are the sharpness of the color marbling on the fabric and fabric absorption. Analysis of the data used is the Kruskal Wallis technique. The results showed facts about the type of fabric on the finished product in terms of color sharpness. In the aspect of fabric absorption, there is no variation in the type of fabric to the finished product because all these three clothes have the same ability to move liquid substances. Cotton fabric produces the best marbling because it is able to produce color quickly. Keywords: effect, marbling, fabrics, colors
PERBEDAAN HASIL JADI CELANA KULOT ANTARA METODE POLA ZERO WASTE DENGAN METODE POLA PORRIE MENGGUNAKAN BAHAN BERKOTAK AYU MAHARANI, MONICA; HIDAYATI, LUTFIYAH
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitiannya ini (1) mengetahui adanya perbedaan hasil jadi celana kulot dengan metode pola zero waste dan pola Porrie Muliawan dan (2) mengetahui manakah hasil jadi celana kulot terbaik dengan metode pola zero waste dan pola Porrie Muliawan ditinjau dari aspek bentuk celana, ukuran, ketepatan motif, dan kenyamanan pemakai. Jenis penelitian ini adalah komparatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan menggunakan instrumen lembar observasi yang telah divalidasi dengan metode expert judgement. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan bantuan SPSS 23 dengan taraf nyata ? ? 0,05.Hasil analisis data menyatakan bahwa (1) ada perbedaan hasil jadi celana kulot antara metode pola zero waste dengan metode pola porrie ditinjau dari aspek bentuk celana, ukuran, ketepatan motif, dan kenyamanan pemakai dan (2) hasil celana kulot terbaik adalah metode pola porrie. Hasil temuan lain di penelitian ini yaitu metode pola zero waste memiliki kelebihan pada (1) aspek waktu yang lebih cepat , lama waktu pengerjaan dengan metode porrie adalah 218 menit sedangkan zero waste 163 menit. (2) aspek kebutuhan bahan membutuhkan lebih sedikit, , kebutuhan bahan dengan metode porrie adalah 175 cm sedangkan zero waste 110 cm. (3) aspek limbah kain zero waste tidak menghasilkan limbah kain. (4) Aspek tingkat kemampuan membuat pola zero waste mudah dibuat oleh orang awam yang kurang terampil membuat pola kontruksi metode porrie. Kata Kunci : celana kulot, zero waste, PorrieThe purpose of this research are (1) to know the difference in the results of being culottes pants with the zero waste pattern method and Porrie Muliawan pattern and (2) knowing which results are the best culottes pants with the zero waste pattern method and Porrie Muliawan pattern in terms of pants shape, size, and accuracy of motives, and user comfort. This type of research is comparative. The data collection technique in this study is observation and uses an observation sheet instrument that has been validated by the expert judgment method. The data analysis technique used t test with the help of SPSS 23 with a real level ? ? 0.05. The results of the data analysis stated that (1) there were differences in the results of culottes between the zero waste pattern and the porrie pattern method in terms of pants shape, size, accuracy of motives, and comfort of the user and (2) the best culottes results are the porrie pattern method. Other findings in this study are the zero waste pattern method has advantages in (1) a faster time aspect, the length of time to work with the porrie method is 218 minutes while the zero waste is 163 minutes. (2) the aspect of material needs requires less, the material requirements using the Porrie method are 175 cm while the zero waste is 110 cm. (3) aspects of zero waste fabric waste does not produce fabric waste. (4) Aspects of the level of ability to make zero waste patterns easily made by lay people who are less skilled at making construction patterns of the Porrie methodKeywords: culottes pants, zero waste, Porrie
PENGARUH STRENGTH LEVEL SMUDGE TOOL PADA ADOBE PHOTOSHOP TERHADAP DESIGN FINISHING BUSANA PESTA SAUQI, AHMAD; , YULISTIANA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Design Finishing merupakan teknik penyelesaian akhir dari pembuatan design yang bertujuan untuk membuat tampilan akhir dari design menjadi lebih baik dari sebelumnya. Design Finishing dapat dilakukan secara digital menggunakan Smudge tool pada computer dengan bantuan software berbasis bitmap ?Adobe Photoshop?. Smudge tool merupakan retouch tool pada Adobe Photoshop yang dapat digunakan untuk menciptakan efek rambut atau helai-helai bulu seperti efek finger-painting dengan cara mengatur persentase strength level dari Smudge tool. Strength Level berfungsi untuk mengatur intensitas gosokan Smudge tool yang digunakan dan memiliki rentang nilai 0-100%. Metode penelitian ini adalah komparatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh persentase strength level Smudge tool 25%, 50%, dan 75% terhadap design finishing busana pesta gala dan (2) design finishing busana pesta gala berbahan fur terbaik ditinjau dari aspek irama gosokan Smudge tool, gradasi warna fur pada design, dan kesesuaian penerapan fur pada design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek irama gosokan Smudge tool, gradasi warna fur pada design, dan kesesuaian penerapan fur pada design sama-sama mendapatkan nilai probabilitas (Asymp.Sig.) = 0.000 (0.000 < 0.05), dan pada design finishing busana pesta gala berbahan fur dengan persentase strength level Smudge tool 25%, 50%, dan 75% mendapatkan rata-rata nilai mean masing-masing 1,144; 2,167; dan 3,903. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh persentase strength level Smudge tool 25%, 50%, dan 75% terhadap design finishing busana pesta gala berbahan fur ditinjau dari aspek irama gosokan Smudge tool, gradasi warna fur pada design, dan kesesuaian penerapan fur pada design dan design finishing busana pesta gala berbahan fur terbaik adalah dengan Strength level 75%. Kata Kunci : Design Finishing, Smudge Tool, Strength Level, Adobe Photoshop. Abstract Design finishing is the final step of a design making which aims to make the final appearance of the design looks better than before. Design finishing can be done digitally using Smudge tool on computer with the help of bitmap-based software ?Adobe Photoshop?. Smudge tool is a retouch tool in Adobe Photoshop whih can be used to create effect for hair and fur strands much like finger-painting by adjusting the strength level percentage of Smudge tool. The Strength level works for adjusting the smear intensity of Smudge tool and has it?s range value between 0-100%. This research method used is comparative. The purpose of this research is to determine (1) the effect of Smudge tool?s strength level percentage of 25%, 50%, and 75% on the finished fur-made gala evening wear design and (2) which is the best finished fur-made gala evening wear design in accordance with aspects of the Smudge tool?s smears movement, the fur?s color gradation on the design, and the suitability of fur representation on the design. The result of this research shows that on the aspects of the of the Smudge tool?s smears movement, the fur?s color gradation on the design, and the suitability of fur representation on the design are all earned the probability value (Asymp.Sig.) = 0.000 (0.000 < 0.05) in each, and on the finished fur-made gala evening wear design with Smudge tool?s strength level percentage of 25%, 50%, and 75% each of them earns average mean value 1.144; 2.167; and 3.903. Thus, it can be concluded that there is an effect of the Smudge tool?s strength level percentage of 25%, 50%, and 75% on the finished fur-made gala evening wear design in accordance with aspects of the Smudge tool?s smears movement, the fur?s color gradation on the design, and the suitability of fur representation on the design, and the best finished fur-made gala evening wear design goes to the strength level 75%. Keywords: Design Finishing, Smudge tool, Strength Level, Adobe Photoshop.
PENGARUH KETEBALAN KAIN DENIM TERHADAP HASIL JADI TOTE BAG DENGAN TEKNIK LASSER CUT ESA APRIANTI, RYANDA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KETEBALAN KAIN DENIM TERHADAP HASIL JADI TOTE BAG DENGAN TEKNIK LASSER CUT Ryanda Esa Aprianti S1 Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (esaryanda@gmail.com) Irma Russanti Dosen Tata Busana, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (Irmarussanti@unesa.ac.id) Abstrak Motif kain atau sebuah seni untuk membuat suatu bahan kain menjadi lebih indah saat ini semakin meningkat dengan adanya perkembangan teknologi. Lasercut adalah sebuah alat pemotong kayu atau benda keras dengan menggunakan alat potong berupa lasser yang tajam. Kini penggunakan alat potong lassercut tidak hanya digunakan pada kayu atau bahan tebal lainnya, tetapi saat ini lasercut banyak digunakan oleh para desainer untuk membuat hiasan motif diatas kain.Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ketebalan kain denim terhadap hasil jadi Tote Bag dengan teknik Lasser Cut meliputi Kestabilan, Kerapian, dan Tekstur hasil jadi Lasser Cut, serta yang kedua adalah untuk mengetahu hasil jadi Lasser Cut yang paling baik diantara kain denim dengan jenis ketebalan yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas jenis ketebalan kain yaitu tipis (0,41mm), sedang (0,72mm), tebal (1,10mm). Variabel terikat meliputi: (1) Kestabilan Lasser Cut (2) Keraapian Lasser Cut (3) Tekstur Lasser Cut. Pengumpulan data menggunakan analisis varians tunggal dengan bantuan program SPSS. Hasil analisis anava tunggal ditinjau dari keseluruhan aspek menunjukkan nilai mean tertinggi adalah pada bahan denim sedang yaitu nilai mean 3,52 pada aspek kestabilan, nilai mean 3,73 pada aspek kerapian, nilai mean 3,53 pada aspek tekstur. (1) Kestabilan Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih stabil dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). (2) Kerapian Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih rapi dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). (3) Tekstur Lasser Cut, jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) lebih bertekstur halus dibandingkan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). Dengan demikian jenis ketebalan kain sedang (0,72mm) dari aspek Kestabilan, Kerapian, dan Tekstur Lasser Cut menunjukkan hasil yang paling baik dibandikan dengan jenis ketebalan tipis (0,41mm) dan tebal (1,10mm). Kata Kunci : Hiasan, Teknologi, Lasser Cut, Denim. Abstract Decorating cloth, or an art to make fabric material more beautiful, is currently increasing with the development of technology. Laser cut is a wood cutting tool or hard object using a sharp laser cutting tool. Now, the use of laser cut cutting tool is not only used on wood or thick materials, but also used by designers to make motifs of decoration on cloth. The purpose of this study is to determine the effect of the thickness of denim fabric on the results of being a tote bag with a laser cut technique, which includes stability, neatness, and the texture of the results being laser cut. In addition, to find out the laser cut results, which is the best among denim fabrics of different thickness. It is an experimental study. The independent variables of fabric thickness are thin (0.41mm), medium (0.72mm), and thick (1.10mm). The dependent variables include: (1) laser cut stability, (2) laser cut neatness (3) laser cut texture. Data collection uses a single variance analysis with the help of SPSS. The results of anava one way with observation from all of aspect point out mean highest is from fabric denim medium mean 3,52 of stability, mean 5,73 of neatness, mean 5,53 of texture. (1) the stability of the laser cut, the type of fabric thickness (0.72 mm) more stable than the type of fabric thickness (0.41mm) and (1.10mm) (2) neatness of laser cut, type of fabric thickness ( 0.72mm) is neater compared to the type of thickness (0.41mm) and (1.10mm) (3) the laser cut texture, the type of fabric thickness (0.72mm) is finer compared to the thickness of the fabric (0.41mm) and (1.10mm). Thus, the type of fabric thickness is medium, (0.72mm) from the aspects of stability, neatness, and laser cut textures showing the best results compared to the type of thin thickness (0.41mm) and thick (1.10mm) Keywords: decoration, technology, laser cut, denim
PENGARUH JENIS FIKSATOR TERHADAP HASIL JADI PEWARNAAN ALAMI DENGAN AIR REBUSAN KENIKIR PADA BUSANA ANAK MAHARANI WICAKSONO, INTAN; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air rebusan tanaman kenikir dapat dimanfaatkan sebagai zat pewarna alami karena mengandung zat beta karoten yang merupakan golongan karotenoid (pigmen). Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui pengaruh jenis fiksator terhadap hasil jadi pewarnaan dengan air rebusan kenikir ditinjau dari aspek kerataan warna dan ketajaman warna. Penelitian ini merupakan jenis penelitan eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi menggunakan lembar pengamatan dan dianalisis dengan analisis varians satu arah melalui program SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis fiksator terhadap hasil jadi pewarnaan dengan air rebusan kenikir pada aspek kerataan dan ketajaman warna. Berdasarkan hasil uji anava satu arah terhadap aspek kerataan warna diperoleh Fhitung sebesar 9,447 dengan nilai signifikan 0,000 (? ? 0,05) dan Fhitung sebesar 4,730 dengan nilai signifikan 0,011 (? ? 0,05) pada aspek ketajaman warna. Kata kunci: Fiksator, Pewarnaan alami, Kenikir, Busana anak.
PERBEDAAN KETEBALAN KAIN LINEN TERHADAP HASIL JADI MANIPULATING FABRIC DOUBLE CONTROLLED PLEATS PADA ROK LURUS IVANIAR CINARAWATI, YOLANDA; RUSSANTI, IRMA
Jurnal Tata Busana Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Tata Busana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus di dunia industri fashion belum banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat karena proses pembuatannya yang cukup rumit dan membutuhkan waktu. Dalam pembuatan manipulating fabric double controlled pleats bahan yang cocok dan baik digunakan adalah bahan yang terbuat dari serat alami, maka penelitian ini menggunakan kain linen karena salah satu bahan yang terbuat dari serat alami dan memiliki ketebalan yang berbeda yaitu 0,88 mm dan 1,16 mm. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya perbedaan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus dengan menggunakan ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 mm ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika (2) untuk mengetahui hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus terbaik antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan ketebalan kain linen 1,16 mm ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan mengamati hasil jadi produk keseluruhan ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian komparatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan observasi menggunakan instrument lembar observasi yang divalidasi menggunakan metode expert judgement. Pengumpulan data dilakukan pada 30 observer yaitu 5 dosen ahli S1 Pendidikan Tata Busana dan 25 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana. Teknik analisis data menggunakan uji T dengan banuan SPSS 25. Hasil penelitian ini meliputi hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus ditinjau dari aspek kestabilan, kerapian, proporsi dan nilai estetika. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 mm pada aspek kestabilan dan kerapian sedangkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats pada rok lurus antara ketebalan kain linen 0,88 mm dan 1,16 pada aspek proporsi dan nilai estetika (2) hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats yang terbaik menggunakan ketebalan kain linen 1,16 mm. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil jadi manipulating fabric double controlled pleats dengan dua ketebalan kain tersebut terdapat perbedaan yang signifikan dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada keempat aspek tersebut. Kata Kunci : Ketebalan kain linen, manipulating fabric double controlled pleats, rok lurus. Abstract The application of manipulated fabric double controlled pleats on straight skirts in the fashion industry has not been widely used and is known by the public because the manufacturing process is quite complicated and requires time. In making manipulation fabric double controlled pleats, suitable and good materials used are materials made from natural fibers, so this study uses linen because one of the materials is made from natural fibers and has different thicknesses, namely 0.88 mm and 1.16 mm. The purpose of this study was (1) to determine the differences in the results of being manipulated fabric double controlled pleats on a straight skirt using linen thickness of 0.88 mm and 1.16 mm in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value (2) for find out the results of the double controlled pleats fabric manipulation on the best straight skirt between 0.88 mm linen thickness and 1.16 mm linen thickness in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. The research method in this research is quantitative research by observing the overall finished product in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. This type of research is a comparative study. Data collection techniques used were observations using an observation sheet instrument which was validated using the expert judgment method. Data collection was conducted on 30 observers, namely 5 expert lecturers in Clothing Education S1 and 25 undergraduate students in Clothing Management. The data analysis technique used T test with SPSS 25. The results of this study include the results of manipulating fabric double controlled pleats on a straight skirt in terms of stability, neatness, proportion and aesthetic value. Based on the results of data analysis shows that (1) there is a significant difference in the results of manipulating fabric double controlled pleats on a straight skirt between the thickness of the linen fabric 0.88 mm and 1.16 mm in the aspects of stability and neatness while there is no significant difference in the results of manipulating double controlled pleats fabric on a straight skirt between 0.88 mm and 1.16 linen thickness on the aspect and aesthetic value aspects (2) the best finished manipulating fabric double pleats using 1.16 mm linen thickness. Then it can be concluded that the results of being manipulated fabric double controlled pleats with the two thicknesses of the fabric there are significant differences and there are no significant differences in the four aspects. Keywords: linen thickness, manipulating fabric double controlled pleats, straight skirt.