cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER PADA BETON DENGAN LIMBAH TEMBAGA (COPPER SLAG) TERHADAP KUAT TEKAN BETON SESUAI UMURNYA DZIKRI, MUHAMMAD; FIRMANSYAH SOFIANTO, MOCHAMAD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah terak tembaga (copper slag) dari PT. Smelting Gresik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti agregat halus dalam campuran beton. Pemanfaatan copper slag pada beton lebih tepat untuk menambah kuat tekan beton tetapi gradasi yang lebih besar daripada pasir serta workability yang sulit dapat menyebabkan beton menjadi porus, sehingga perlu diberi zat aditif berupa penambahan superplasticizer untuk mempermudah pengerjaan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kuat tekan beton dan kemampuan workability dari penelitian beton dengan campuran copper slag dan penambahan superplasticizer. Penelitian ini direncanakan menggunakan copper slag sebagai substitusi agregat halus sebanyak 40% serta variasi penambahan superplasticizer ?sika viscocrete-1003? 0,5% ; 1% ; 1,5% ; dan 2% dari berat pasta semen. Pengujian benda uji menggunakan silinder berdiameter 10 dan tinggi 20 cm serta dilakukan uji kuat tekan pada umur 14, 28, dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan superplasticizer sampai 1,5% (SP1,5%) dari keempat variabel di atas diperoleh hasil yang tertinggi pada karakteristik beton. Pengujian karakteristik beton terhadap kuat tekan menunjukkan peningkatan pada umur 14 hari ke umur 28 hari. Sedangkan pada umur 28 hari ke 56 hari masih mengalami peningkatan namun tidak terlalu signifikan. Pada umur 28 hari nilai berat per volume sebesar 2405,59 kg/m3, nilai kuat tekan beton 26,17 MPa pada umur 28 hari dan prosentase pencapaian kuat tekan pada umur 14 hari sebesar 86,47%. Untuk pengaruh penambahan superplasticizer yang terendah sampai 2% (SP2%) dari keempat variabel. Pada umur 28 hari nilai berat per volume sebesar 2348,84 kg/m3, nilai kuat tekan beton 17,81 MPa pada umur 28 hari dan prosentase pencapaian kuat tekan pada umur 14 hari sebesar 69,66%. Dengan mengetahui karakteristik beton tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan penambahan superplasticizer yang paling optimum didapatkan sampai 1,5% dari berat binder. Kata kunci : superplasticizer, copper slag, berat per volume, kuat tekan
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK TIANG PANCANG MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA INDRIYAWATI, SIKA; AGUS YUDHA PRAWIRA ADISTANA, GDE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Varia Usaha Beton merupakan perusahaan yang memiliki misi bahwa kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama. Namun dalam proses produksinya tidak terlepas dari produk cacat. Oleh karena itu, pengendalian kualitas sangat diperlukan di perusahaan ini. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kualitas tiang pancang PT. Varia Usaha Beton berdasarkan level sigma, mengevaluasi faktor penyebab angka kecacatan selama proses produksi, dan menentukan upaya untuk menekan angka kecacatan produk berdasarkan analisis Six Sigma DMAIC. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan level sigma pengendalian kualitas tiang pancang pada proses produksi di PT. Varia Usaha Beton mencapai nilai 3.74 sigma. Jenis cacat terbesar berupa gupil (47.06%), keropos (31.37%), patah (9.8%), retak (5.88%), dan ukuran (5.88%). Faktor penyebab cacat produk meliputi: faktor tenaga kerja, bahan baku, mesin, metode, dan lingkungan. Upaya perbaikan yang harus dilakukan meliputi: Seleksi dan pelatihan tenaga kerja, serta peningkatan pengawasan kinerja tenaga kerja. Melakukan pengawasan dan pengecekan lebih optimal terhadap mutu bahan baku, tempat penyimpanan, dan prosedur penyimpanan. Inovasi teknologi cetakan dan mesin produksi, serta memperhatikan kebersihannya. Perbaikan SOP/standar operational procedur dan checklist. Serta perbaikan tempat produksi. Kata Kunci: kendali mutu, diagram fishbone, DMAIC. Abstract PT. Varia Usaha Beton is a company has a mission that customer satisfaction is a main priority. But in production can not be separated from defect products. Therefore, quality control is needed in this company. The purpose of this study is to evaluate the quality of minipile at PT. Varia Usaha Beton based on sigma level, evaluates factors causing disability during production, and determines efforts to reduce product defect based on Six Sigma DMAIC analysis. The research method used is descriptive analysis of quantitative and qualitative. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation. The results showed the level of sigma quality control of minipile on the production at PT. Varia Usaha Beton reaches 3.74 sigma. The biggest defects were rupture (fall apart) (47.06%), porous (31.37%), broken (9.8%), cracked (5.88%), and size (5.88%). Factors that cause defective products include: labor factors, raw materials, machinery, methods, and environment. Improvements to be undertaken include: Selection and training of workers, as well as improved supervision of labor performance. Supervise and check more optimally on the quality of raw materials, storage, and storage procedures. Innovation of mold technology and production machine, and pay attention to cleanliness. Improved SOP/standard operational procedures and checklists. As well as improvements to production place. Keywords: quality control, fishbone diagram, DMAIC.
PENGARUH PENAMBAHAN BOTTOM ASH PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DAERAH LAKARSANTRI SURABAYA TERHADAP NILAI DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL PURNAMA, YUDA; RIDWAN, MACHFUD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang mempunyai sifat kembang susut yang besar, sifat kembang susut ini sangat dipengaruhi oleh kandungan air di dalam tanah tersebut. Contohnya adalah tanah di Daerah Lakarsantri Surabaya. Tanah ekspansif pada umumnya akan mengembang dan menyusut apabila terjadi perubahan kadar air dan berakibat pada bangunan diatasnya. Penelitian ini menggunakan stabilisasi tanah secara kimiawi dengan penambahan abu dasar dari PT. Wilmar Nabati Indonesia di Gresik. Abu dasar mempunyai beberapa kandungan kimia positif berupa Al, Si, Ti, Ca, dan Fe yang diantaranya dibutuhkan untuk mengikat partikel pada tanah lempung, dengan tujuan untuk memberi pengaruh pada nilai daya dukung pondasi dangkal. Variasi penambahan abu dasar sebanyak: 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50%, dan 62,5%. Untuk pengujian tanah yang dilakukan meliputi uji konsistensi tanah, uji berat jenis tanah, uji pemadatan dengan standart protor proctor, dan terakhir uji kuat tekan bebas setelah itu dilakukan perhitungan daya dukung pondasi dangkal. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh penambahan abu dasar sebesar 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50%, dan 62,5% pada tanah lempung ekspansif terhadap nilai daya dukung pondasi dangkal adalah 25,864 t/m2, 42,159 t/m2, 45,121 t/m2, 49,575t/m2, 39,366 t/m2, dan 29,666 t/m2. Kata Kunci: Tanah lempung ekspansif, abu dasar, daya dukung pondasi dangkal Abstract Expansive clay soil is soil which has great shrinkage feature, it is strongly influenced by the water content inside the soil. For instances, soil in Lakarsantri area, Surabaya. Expansive soil will generally expand and shrink if there is changing in water content and it has consequence in building on it. This research used chemical soil stabilization with Bottom Ash from PT. Wilmar Nabati Indonesia in Gresik as the addition. Bottom Ash has several positive chemical substances of Al, Si, Ti, Ca, and Fe that are required to bind the particles in clay soil, in order to influence the capacity of shallow foundation. Variations of adding Bottom Ash as much: 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50%, and 62,5%. For the soil testing, it was conducted in several tests include soil consistency test, the specific gravity test, standard proctor compaction test, and free compressive strength test. After that, the calculation of capacity of shallow foundation is done. The research result showed that there was influence with the addition of Bottom Ash as much 0%, 12,5%, 25%, 37,5%, 50%, and 62,5% in the expansive clay soil towards the capacity of shallow foundation value that is 25,864 t/m2, 42,159 t/m2, 45,121 t/m2, 49,575t/m2, 39,366 t/m2, dan 29,666 t/m2 Keyword: Expansive lays, Bottom Ash, capacity of shallow foundation
ANALISIS EFEKTIVITAS JADWAL DAN BIAYA MELALUI PENAMBAHAN TENAGA KERJA PADA PERCEPATAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GRAND SUNGKONO LAGOON SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER POM-QM FOR WINDOWS NUR HIDAYATULOH, MUCH; DANI, HASAN
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan adalah hal yang seringkali terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, namun hal ini dapat diatasi dengan melakukan percepatan/crashing pada pekerjaan yang terlambat, metode yang seringkali digunakan dalam melakukan percepatan adalah dengan metode Time-cost trade off (TCTO). Metode ini dapat diartikan dengan pertukaran waktu dan biaya, dimana pada saat percepatan biaya langsung akan semakin bertambah seiring dengan percepatan yang dilakukan dan biaya tak langsung akan berkurang seiring dengan percepatan waktu yang dilakukan, maka dari itu perlu dicari dimana waktu paling efektif atau dalam hal ini dapat diartikan dengan biaya termurah dari percepatan yang dilakukan. Dalam penelitian ini percepatan dilakukan guna mempercepat pelaksanaan proyek Grand Sungkono Lagoon Surabaya, dan percepatan yang dilakukan adalah penambahan tenaga kerja. Dari analisis penambahan tenaga kerja yang dilakukan didapat biaya total proyek paling efektif adalah sebesar sebesar Rp. 134.246.568.640.- dari biaya total proyek normal sebesar Rp. 134.777.446.958,- atau berkurang Rp. 530.878.318,- yang terjadi pada waktu kerja 1074 hari atau berkurang 83 hari dari durasi normal sebesar 1157 hari dengan melakukan penambahan 3 tenaga kerja pembesian dan tidak ada penambahan pada pekerjaan bekisting. Kata Kunci: penambahan tenaga kerja, percepatan, time-cost trade off.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN BIAYA OPERASIONAL TOWER CRANE PADA PROYEK PUNCAK CENTRAL BUSINESS DISTRICT SURABAYA Ardiansyah Ahmad, Iqafdi; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembagunan gedung bertingkat memerlukan alat berat yang cocok untuk memindahkan serta mengangkat material. Alat berat yang cocok dalam hal ini adalah tower crane. Tower crane merupakan faktor penting di dalam proyek-proyek konstruksi bangunan bertingkat dengan sekala yang besar dan diharapkan pelaksanaan proyek konstruksi tercapai. Penempatan tower crane yang tepat akan menghasilkan produktivitas yang efisien dan meminimalisir biaya operasional tower crane. Produktivitas tower crane didapatkan dari waktu siklus tower crane dan volume material yang diangkut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis produktivitas alat berat tower crane dan biaya operasional yang dikeluarkan dalam penggunaan tower crane. Penelitian ini dilakukan di proyek Puncak Central Business District Surabaya. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tower crane A, B, C selama 20 hari tiap alat dengan disertai pengisian angket penelitian yang diisi oleh pengamat disertai dengan data lapangan tiap harinya. Dari pengumpulan data, baik produktivitas tower crane dan angket pengamatan dilakukan proses pengolahan data dengan bantuan komputer program Microsoft Excel 2016. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa besarnya produktivitas rata-rata tower crane pada proyek pembangunan Puncak Central Business District Surabaya adalah TC A sebesar 10001,12 kg/ jam , TC B sebesar 9941,30 kg/jam , TC C sebesar 9620,49 kg/jam. Biaya operasional proyek Puncak Central Business Distrist didapatkan dari pehitungan berdasarkan data di lapangan dengan biaya operasional tower crane A sebesar Rp. 686,772. 38 perjam, tower crane B sebesar Rp. 682, 164. 38 dan tower crane C sebesar Rp. 682,164.38. Kata Kunci : Pembangunan, Produktivitas, Tower crane, Biaya operasional. Abstract The construction of a skyscraper needs some heavy tools for moving and lifting the materials. One of the proper tools is tower crane. Tower crane is an important factor in a big project construction of skyscraper and it is hoped that the project?s implementation can be achieved. The proper placing of tower crane will make the efficient productivity and minimize the operating costs of the tower crane. The tower crane productivity can be obtained from the tower crane cycle times and the volume of the transported materials. This study aimed to analyze the tower crane productivity and the operating costs of using tower crane. This study is done in the top project of Surabaya Central Business District and it used an observation in tower crane A, B, C for 20 days in every tools accompanied by a questionnaire and the research data filled by the observer in every day. Microsoft Excel 2016 was used in the process of collecting the data of the tower crane productivity and the questionnaire. The results showed that the mean of tower crane productivity in in the top project of Surabaya Central Business District is 10001,12 kg/ jam for TC A, 9941,30 kg/jam for TC B, and 9620,49 kg/jam for TC C. The operating costs of Surabaya Central Business District?s top project was obtained from the calculation based on the field data with the operating costs for about 729.535, 71 rupiahs per hour for Tower crane A, 715.497,71 rupiahs for tower crane B and dan 715.497,71 rupiahs for tower crane C. Keywords: Development, Productivity, Tower Crane, Operational cost.
PENGARUH PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS BETON GEOPOLIMER DENGAN MENGGUNAKAN NAOH 10 M EKO WAHYUDI, BAYU; WARDHONO, ARIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beton Geopolymer adalah beton dimana penggunaan bahan pengikat semen dihilangkan dan digantikan dengan bahan lain seperti fly ash, bottom ash, dan risk hush ash. Tujuan penenlitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh penambahan Superplasticizer terhadap beton geopolymer ; (2) Untuk mengetahui nilai porositas beton geopolymer dengan penambahan superplasticizer ; (3) Untuk mengetahui nilai kuat tekan beton geopolymer dengan penambahan superplasticizer. Teknik pengumpulan data yang dalam penelitian ini adalah eksperimen, yaitu mengumpulkan data dengan cara menguji atau mengukur objek yang diuji selanjutnya mencatat data?data yang diperlukan. Hasil penelitian ini adalah (1) Porositas terbesar dimiliki beton Geopolymer 10M pada penambahan Superplasticizer 2% umur 28 hari yaitu sebesar 18%, dan Porositas terkecil dimiliki beton Geopolymer terdapat pada penambahan Superplasticizer 0.5% untuk umur 28 hari sebesar 13% ; (2) Uji Kuat Tekan terbesar geopolymer 10M terdapat pada penambahan Superplasticizer 0.5% untuk umur 28 hari sebesar 15.78 MPa, dan untuk Kuat Tekan terkecil beton Geopolymer 10M terdapat pada penambahan Superplasticizer 2% untuk umur 28 hari sebesar 5.06 MPa ; (3) Superplasticizer dapat menaikan Kuat tekan juga dapat menaikan angka porositas jika tidak mengetahui seberapa kadar optimum pemakaian Superplasticizer pada beton geopolymer Kata Kunci : Geopolymer, Superplasticizer, NaOH 10M. Abstract Geopolymer concrete is a concrete where the use of cement binder is removed and replaced with other materials such as fly ash, bottom ash, and risk hush ash. The purpose of this research is (1) To know the effect of adding Superplasticizer to geopolymer concrete ; (2) To know the porosity value of geopolymer concrete with the addition of superplasticizer ; (3) To know the value of compressive strength of geopolymer concrete with the addition of superplasticizer. Technique of collecting data in this research is experiment, that is collecting data in a way of testing or measuring objects tested then record the necessary data. The results of this research is (1)The largest porosity is owned by Geopolymer 10M concrete in addition of Superplasticizer 2% age 28 day that is equal to 18%, and the smallest porosity owned Geopolymer concrete is found in the addition of Superplasticizer 0.5% for 28 days old by 13% ; (2) The largest strength test of the 10M geopolymer was found in the addition of a 0.5% Superplasticizer for 28 days at 15.78 MPa, and for the Smallest Strength Press of Geopolymer 10M was found in the addition of a 2% Superplasticizer for 28 days at 5.06 MPa ; (3) Superplasticizer can raise The compressive strength can also increase the porosity rate if it does not know how optimum levels of superplasticizer use in geopolymer concreteKeyword : geopolymer, Superplasticizer, NaoH 10M
ANALISA PENGENDALIAN MUTU PRODUK BOX CULVERT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA BAHRUD, SAIFUDIN; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada umumnya box culvert merupakan beton bertulang pra cetak yang berbentuk segi empat mempunyai spigot dan soket. Fungsi dari spigot dan soket agar box culvert kedap air atau eksfiltrasi dan akan tetap menyatu walaupun terjadi pergeseran tanah, karena itulah mutu sangat diperhatikan. Untuk menghasilkan kualitas produk yang maksimal perlu adanya metode pengendalian mutu, guna meningkatkan kualitas produksi. Perbaikan kualitas terhadap produksi harus dilakukan terus menerus agar meminimalisir kecacatan produk. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengendalikan kualitas serta mengatasi banyak cacat produk yaitu dengan metode six sigma.Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses six sigma untuk proses produksi box culvert di PT. Karya Utama Beton sampai pada tahap improve. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sebuah penelitian yang memberikan pemecahan masalah dengan pengumpulan data dan analisis statistik untuk menentukan sumber?sumber variasi dan cara?cara untuk memecahkan masalah. Ada pun cara yang digunakan adalah dengan memakai cara survey.Tahap- tahap dalam penelitian ini adalah tahap define, tahap measure, tahap analyze dan tahap improve. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengendalian kualitas pada proses produksi box culvert pada tahap Define terdiri dari: retak, gupil, patah, dan keropos. Pada tahap Measure diagram kontrol P-Chart menunjukkan bahwa proporsi kecacatan berada pada batas kendali sedangkan dari perhitungan DPMO senilai 13444, memiliki level sigma sebesar 3,69. Tahap Analyze jika dilihat dari analisis diagram pareto dan diagram fishbone didapatkan bahwa penyebab kecacatan box culvert retak dan patah karena faktor metode, gupil dan keropos karena faktor manusia. Pada tahap Improve usulan yang diberikan adalah melakukan pelatihan untuk tenaga kerja, melakukan pembaruan cetakan dan pemeliharaan mesin secara rutin, melakukan pengawasan yang lebih teliti terhadap kinerja tenaga kerja dan melakukan perbaikan serta melengkapi SOP pada proses produksi.Kata Kunci: Box Culvert, Metode Six Sigma, Pengendalian Mutu.AbstractIn general box culvert culvert is a rectangular pre-cast concrete that has spigot and socket. The function of the spigot and socket for the box culvert are watertight and maintains the shape despite soil friction, which is why the quality is highly regarded. To produce the maximum product quality need a quality control method, in order to improve the quality of production. Improvement of quality to production must be done continuously for minimize product defect. One of method that can be used to control quality and overcome many product defect is by six sigma method.The purpose of this research is to explain process of six sigma for process of box culvert production at PT. Karya Utama Beton until the improve phase. This research uses quantitative descriptive method. A study that provides problem solving with data collection and statistical analysis to determine sources of variation and ways to solve problems. It is uses a survey method.The phases in this research are define phase, measure phase, analyze phase and improve phase. The results showed that the implementation of quality control on the production process box culvert at Define phase consists of cracked, chunk, broken, and porous. At the Measure phase the P-Chart control chart shows that the proportion of disability is at the control limit while the DPMO calculation of 13444 has a sigma level of 3.69. Analyze phase when viewed from analysis of pareto diagram and fishbone diagram it is found that the cause of box culvert defect are cracked and broken due to method factor, chunk and porous due to human factor. At the Improve phase, the proposes are to conduct training for the workforce, do regular updates of mold and machine maintenance, do more rigorous supervision of labor performance and make improvements and complete SOP in the production process. Keywords: Box Culvert, Six Sigma Method, Quality Control.
PERBANDINGAN PENGGUNANAN BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) DAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT PADA CAMPURAN ASPAL WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN FLY ASH SEBAGAI FILLER ANDANA NINGRUM, ANINDYA; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKVolume dan beban kendaraan terus bertambah sehingga diperlukan inovasi dalam pemeliharaan jalan guna mempertahankan atau menambah umur rencana jalan dalam melayani beban lalu-lintas. Overlay yang dilakukan terus-menerus akan membentuk ketebalan jalan yang tinggi, sehingga mengganggu drainase, ketinggian bahu jalan, kerb, dan median. Reclaimed asphalt pavement (RAP) adalah salah satu jenis aspal daur ulang yang didapatkan dari hasil penggarukan bahan perkerasan jalan yang sudah rusak. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan penggunaan buton granular asphalt (BGA) dan reclaimed asphalt pavement (RAP) sebagai bahan substitusi agregat pada campuran aspal wearing course (AC-WC) dengan fly ash sebagai filler. Pengujian yang dilakukan uji analisis deskriptif dengan parameter marshall yang dicari stabilitas, flow, vim, vma dan marshall quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum (KAO) pada campuran AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) sebagai pengganti agregat sebesar 5,25% dan AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) dan asbuton butir tipe BGA sebagai pengganti agregat sebesar 4,25%. Karakteristik marshall lapisan aspal beton AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) mempunyai nilai stabilitas 1208,64 kg , kelelehan/flow 3,3 mm, dan marshall quotient 362,59 kg/mm. Sedangkan pada lapisan aspal beton AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) dan asbuton butir tipe BGA mempunyai nilai stabilitas 1636,3 kg, kelelehan/flow 3,2 mm, dan marshall quotient 516,71 kg/mm. Kata Kunci: kadar aspal optimum, marshall test, aspal daur ulang
PERBANDINGAN PENGGUNANAN BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) DAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT PADA CAMPURAN ASPAL WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN FLY ASH SEBAGAI FILLER ANDANA NINGRUM, ANINDYA; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKVolume dan beban kendaraan terus bertambah sehingga diperlukan inovasi dalam pemeliharaan jalan guna mempertahankan atau menambah umur rencana jalan dalam melayani beban lalu-lintas. Overlay yang dilakukan terus-menerus akan membentuk ketebalan jalan yang tinggi, sehingga mengganggu drainase, ketinggian bahu jalan, kerb, dan median. Reclaimed asphalt pavement (RAP) adalah salah satu jenis aspal daur ulang yang didapatkan dari hasil penggarukan bahan perkerasan jalan yang sudah rusak. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan penggunaan buton granular asphalt (BGA) dan reclaimed asphalt pavement (RAP) sebagai bahan substitusi agregat pada campuran aspal wearing course (AC-WC) dengan fly ash sebagai filler. Pengujian yang dilakukan uji analisis deskriptif dengan parameter marshall yang dicari stabilitas, flow, vim, vma dan marshall quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum (KAO) pada campuran AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) sebagai pengganti agregat sebesar 5,25% dan AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) dan asbuton butir tipe BGA sebagai pengganti agregat sebesar 4,25%. Karakteristik marshall lapisan aspal beton AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) mempunyai nilai stabilitas 1208,64 kg , kelelehan/flow 3,3 mm, dan marshall quotient 362,59 kg/mm. Sedangkan pada lapisan aspal beton AC-WC dengan reclaimed asphalt pavement (RAP) dan asbuton butir tipe BGA mempunyai nilai stabilitas 1636,3 kg, kelelehan/flow 3,2 mm, dan marshall quotient 516,71 kg/mm. Kata Kunci: kadar aspal optimum, marshall test, aspal daur ulang
PENGARUH PENAMBAHAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) DAN LAWELE GRANULAR ASPHALT (LGA) SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT PADA CAMPURAN BETON ASPAL WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN FLY ASH SEBAGAI FILLER RETNO WILIS, AYUDYA; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dimanfaatkan dengan cara diolah kembali dengan diberi bahan tambahan sebagai pengikat untuk dijadikan bahan perkerasan baru. Penggabungan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dengan butir Lawele Granular Asphalt (LGA) dan fly ash sebagai filler diharapkan dapat memberikan manfaat dari aspek nilai biaya, material, metode, serta kualitas konstruksi perkerasan jalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dan Lawele Granular Asphalt (LGA) sebagai bahan subtitusi agregat terhadap karakteristik Marshall dari campuran panas aspal wearing course (AC-WC). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang didapat melalui proses pengujian di laboratorium. Data tersebut dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan yang menjadi tujuan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan substitusi gradasi RAP dan LGA diantara substitusi agregat kasar (10-15mm), agregat sedang (5-10mm) dan agregat halus (0-5mm) yang dapat digunakan pada campuran beraspal panas dengan hasil yang terbaik terletak pada substitusi agregat sedang (5-10mm) sebesar 21% dengan nilai stabilitas 1208,64 kg untuk RAP dan 23% dengan nilai stabilitas 1645 kg untuk RAP+LGA. Pengaruh penambahan RAP+LGA sebagai bahan substitusi agregat terhadap karakteristik Marshall memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penambahan RAP saja. Kata Kunci: AC-WC, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Lawele Granular Asphalt (LGA) Abstract Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) is utilized by reprocessing with additional material as a binder to be used as a new pavement material. The incorporation of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) with Lawele Granular Asphalt (LGA) and fly ash as filler is expected to benefit from the cost, material, method, and quality aspects of pavement construction. The purpose of this research was to investigate the effect of the addition of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) and Lawele Granular Asphalt (LGA) as an aggregate substitution material to Marshall characteristics of a hot mix of asphalt wearing course (AC-WC). The research method used is descriptive quantitative analysis. Data collection techniques obtained through laboratory testing process. The data was analyzed to get the conclusions that were the objectives in this research. The results showed a substitution of RAP and LGA gradations between the substitutes of course aggregates (10-15mm), medium aggregates (5-10mm) and fine aggregates (0-5mm) which can be used on hot asphalt mixtures with the best results being in medium aggregate substitution (5-10mm) by 21% with a stability value of 1208.64 kg for RAP and 23% with a stability value of 1645 kg for RAP + LGA. The effect of adding RAP + LGA as an aggregate substitute material on Marshall characteristics has better results than the addition of RAP. Keywords: Asphalt Concrete-Wearing Course, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Lawele Granular Asphalt (LGA)