cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PENGENDALIAN BIAYA DAN JADWAL PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN NILAI HASIL (PROYEK REHABILITASI GEDUNG X GRESIK) AGATHA, KHRISNA; DANI, HASAN
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, maka kebutuhan masyarakat terhadap proyek konstruksi semakin meningkat. Pembangunan proyek konstruksi tersebut perlu pengelolaan yang serius untuk mencapai hasil yang maksimal. Proyek konstruksi dapat dikelola dengan baik dan mudah menggunakan Analisis Nilai Hasil (Earned Value Analysis). Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan (forecasting) sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahi kinerja biaya dan waktu per minggu dan mengetahui biaya akhir proyek dan waktu akhir proyek. Metode yag digunakan adalah metode Nilai Hasil (Earned Value Analysis). Dari hasil analisis metode (Earned Value Analysis) nilai hasil minggu terakhir berada diatas rencana. Dari analisis metode nilai hasil minggu terakhir dapat kita lihat nilai SV sebesar Rp185,792,583.94 dan CV sebesar Rp348,089,626.99. Sedangkan nilai SPI sebesar 1.06 dan CPI sebesar 1.12. Hasil penelitian memperkirakan waktu akhir proyek yaitu 89 hari dan biaya akhir proyek sebesar Rp4,254,837,523.80. sehingga keuntungan proyek sebesar Rp368,781,573.68. Kata kunci: nilai hasil, biaya, waku Abstract With the growth of economy in Indonesia, people?s needs of construction project has been more increasing. Building this construction project requires serious management to achieve maximum result. Construction project can be managed well and easily using Earned Value Analysis. This analysis is used with the aim of forecasting how far the undergone project is based on the work plan. This research is aimed to know the time and cost performance per week as well as the final costs and final time of the project. The method used is Earned Value Analysis method. From the method analysis result, the last week?s result value is above the plan. It can be seen that the SV result is as much as 185,792,583.94 rupiahs and the CV is 348,089,626.99 rupiahs. While the SPI value is 1.06 and the CPI is 1.12. the research result estimates the project final time is 89 days and the project final cost is 4,254,837,523.80 rupiahs, thus the project benefit is 368,781,573.68 rupiahs. Keywords: earned value, cost, time
PENGARUH WATER BINDER RATIO (W/B) TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR DRY GEOPOLYMER BERBASIS FLY ASH DENGAN NAOH 8 M RAHMAWATI, EVI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen merupakan bahan yang sangat penting dalam kegiatan konstruksi. Namun semen memiliki dampak yang berbahaya bagi lingkungan apabila diproduksi dalam skala besar dan secara terus-menerus. Karena dalam produksi semen terjadi pelepasan CO2 ke atmosfer. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan bahan alternatif pembentuk lain yang memiliki kandungan sama seperti semen. Geopolimer merupakan salah satu solusi untuk pembangunan konstruksi yang ramah lingkungan dengan alternatif substitusi parsial semen melalui penggunaan bahan hasil produk sampingan industri (by product material) seperti abu terbang, karena abu terbang memiliki kandungan Ca, Si dan Al tinggi seperti semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variasi Water Binder Ratio terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis Fly Ash. Tipe abu terbang yang digunakan yaitu abu terbang kelas C. Komposisi variasi (W/B) sebanyak 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% dan 55% dari berat volume mortar. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk mortar berukuran 5 cm%2 5 cm%2 5 cm dan diuji pada umur 7, 14 dan 28 hari sebanyak 72 sampel yang terdiri dari 8 variasi masing-masing adalah 9 sampel. Dari hasil pengujian, pengaruh prosentase (W/B) sebesar 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% dan 55% memiliki nilai kuat tekan tertinggi pada prosentase (W/B) 40% yaitu sebesar 9,04 MPa pada usia mortar 28 hari. Nilai kuat tekan terendah pada prosentase (W/B) 25% yaitu sebesar 3,40 MPa untuk usia mortar 28 hari. Kata kunci: mortar geopolimer, abu terbang, kuat tekan, water binder ratio (W/B)Cement is a very important material in construction activities. However cement has a negative impact on the environment when produced in large scale and continuously. The production of cement takes the release of CO2 into the atmosphere. It take another alternative material that has the same high Ca, Si and Al content as cement mortar to solve the problem. Geopolymer is one of solution to creating sustainable development with alternative partial substitution of cement through the use of industrial (by products material) such as fly ash, because fly ash has high Ca, Si and Al content such as cement. This research to determine the effect of water binder ratio variation on the compressive strength of mortar geopolymer based on Fly Ash. Type of fly ash that used is fly ash class C. The composition of water binder ratio variation is 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% and 55% by weight of mortar volume. The specimen used were cubic mortar with size 5 cm%2 5 cm%2 5 cm and tested at age 7, 14 and 28 days as many as 72 samples consist of 8 variation which each variation is 9 sample. Result show that, the influence of percentage of water binder ratio (W/B) of 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% and 55% have the highest compressive strength value at percentage of water binder ratio 40% ie 9.04 MPa at age mortar 28 days. The lowest compressive strength value on the percentage of water binder ratio of 25% is 3.40 MPa for 28 day mortar age. Keywords: geopolymer mortar, fly ash, compressive strength, water binder ratio (W/B).
PENGARUH WATER BINDER RATIO (W/B) TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR DRY GEOPOLYMER BERBASIS FLY ASH DENGAN NAOH 8 M RAHMAWATI, EVI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen merupakan bahan yang sangat penting dalam kegiatan konstruksi. Namun semen memiliki dampak yang berbahaya bagi lingkungan apabila diproduksi dalam skala besar dan secara terus-menerus. Karena dalam produksi semen terjadi pelepasan CO2 ke atmosfer. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan bahan alternatif pembentuk lain yang memiliki kandungan sama seperti semen. Geopolimer merupakan salah satu solusi untuk pembangunan konstruksi yang ramah lingkungan dengan alternatif substitusi parsial semen melalui penggunaan bahan hasil produk sampingan industri (by product material) seperti abu terbang, karena abu terbang memiliki kandungan Ca, Si dan Al tinggi seperti semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variasi Water Binder Ratio terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis Fly Ash. Tipe abu terbang yang digunakan yaitu abu terbang kelas C. Komposisi variasi (W/B) sebanyak 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% dan 55% dari berat volume mortar. Benda uji yang digunakan adalah berbentuk mortar berukuran 5 cm%2 5 cm%2 5 cm dan diuji pada umur 7, 14 dan 28 hari sebanyak 72 sampel yang terdiri dari 8 variasi masing-masing adalah 9 sampel. Dari hasil pengujian, pengaruh prosentase (W/B) sebesar 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% dan 55% memiliki nilai kuat tekan tertinggi pada prosentase (W/B) 40% yaitu sebesar 9,04 MPa pada usia mortar 28 hari. Nilai kuat tekan terendah pada prosentase (W/B) 25% yaitu sebesar 3,40 MPa untuk usia mortar 28 hari. Kata kunci: mortar geopolimer, abu terbang, kuat tekan, water binder ratio (W/B)Cement is a very important material in construction activities. However cement has a negative impact on the environment when produced in large scale and continuously. The production of cement takes the release of CO2 into the atmosphere. It take another alternative material that has the same high Ca, Si and Al content as cement mortar to solve the problem. Geopolymer is one of solution to creating sustainable development with alternative partial substitution of cement through the use of industrial (by products material) such as fly ash, because fly ash has high Ca, Si and Al content such as cement. This research to determine the effect of water binder ratio variation on the compressive strength of mortar geopolymer based on Fly Ash. Type of fly ash that used is fly ash class C. The composition of water binder ratio variation is 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% and 55% by weight of mortar volume. The specimen used were cubic mortar with size 5 cm%2 5 cm%2 5 cm and tested at age 7, 14 and 28 days as many as 72 samples consist of 8 variation which each variation is 9 sample. Result show that, the influence of percentage of water binder ratio (W/B) of 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50% and 55% have the highest compressive strength value at percentage of water binder ratio 40% ie 9.04 MPa at age mortar 28 days. The lowest compressive strength value on the percentage of water binder ratio of 25% is 3.40 MPa for 28 day mortar age. Keywords: geopolymer mortar, fly ash, compressive strength, water binder ratio (W/B).
STUDI EVALUASI SISTEM JARINGAN DRAINASE TERHADAP PERMASALAHAN GENANGAN DI KECAMATAN SAMPANG, MADURA SETIAWAN, ARIF; , KUSNAN
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan masalah yang mengancam bagi kota-kota besar karena dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Persoalan banjir seolah sudah menjadi tradisi tahunan yang wajib dirasakan apabila musim penghujan tiba. Penyebab terjadinya bencana banjir salah satunya di karenakan kapasitas penampang sungai berkurang dan peningkatan debit sungai, dimana pada saat-saat cuaca ekstrem hujan yang terjadi sangatlah lebat sehingga air yang jatuh ke permukaan melebihi kapasitas yang ada sehingga saluran-saluran yang ada meluap tidak dapat menampung debit hujan yang datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah genangan pada kawasan tersebut perlu dilakukan evaluasi berupa perhitungan kapasitas dimensi saluran drainase yang menjadi salah satu penyebab meluapnya saluran primer, sekunder yang ada di kecamatan Sampang, Madura. Hasil yang diperoleh dari analisa perhitungan data curah hujan maksimal yang terjadi di DAS Kamuning adalah 126,33 mm. Nilai tersebut didapat dari data 3 pos hujan yakni pos hujan Sampang, pos hujan Torjun, dan pos hujan Camplong. Nilai curah hujan tersebutlah yang menyebabkan banjir besar di Kab. Sampang Madura pada bulan Februari 2016 yang menyebabkan genangan air setinggi 30 - 150 cm dari 13 kelurahan/desa yang terkena dampak dari banjir tersebut. Debit yang direncanakan untuk sistem saluran drainase pada DAS Sungai Kamuning untuk Kala Ulang 2 Tahun adalah 77,728 m³/dt, untuk Kala Ulang 5 Tahun adalah 107,048 m³/dt, untuk Kala Ulang 10 Tahun adalah 126,460 m³/dt, untuk Kala Ulang 50 Tahun adalah 169,183 m³/dt, dan untuk Kala Ulang 100 Tahun adalah 187,245 m³/dt. Dari analisa perhitungan kemudian direncanakan normalisasi saluran dengan merencanakan kapasitas tampung saluran drainase pada banjir terparah pada saluran GS.17 (R) dan GS.2 (R) dengan debit limpasa (Qr) sebesar 0,360 m3?dt dan 1,620 m3?dt, dengan kapasitas eksisting awal (Qs) sebesar 0,238 m3?dt dan 0,220 m3?dt dengan saluran yang sama sehingga harus dilakukan evaluasi perubahan dimensi untuk daya tampungnya sehingga didapat kapasitas (Qs) sebesar 0,409 m3?dt dan 1,824 m3?dt. Kata Kunci : banjir, drainase, debit, kapasitas tampung, normalisasi
ANALISIS OPTIMALISASI TINGGI FOKUS (F) PELENGKUNG PADA PERENCANAAN JEMBATAN LENGKUNG TIPE LANTAI ATAS (ARCH BRIDGE DECK TYPE) ZAINI, MOCH.; , SUPRAPTO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan secara umum adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, kali, jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang dan lain-lain. Batang lengkung merupakan bagian dari struktur yang paling penting sekali karena seluruh beban di sepanjang beban jembatan dipikul olehnya. Tujuan dari skripsi ini untuk mengetahui pengaruh tinggi fokus (f) pelengkung terhadap kekuatan pilar pada perencanaan jembatan lengkung tipe lantai atas (Arch Bridge Deck Type) dan dapat mengetahui tinggi optimal jembatan pelengkung. Penelitian ini membahas desain jembatan pelengkung beton. Kemudian memodelkannya menjadi tiga model jembatan dengan tinggi fokus (f) yang berbeda-beda (10 m ? 12 m) untuk memperoleh hasil yang optimal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian simulasi dengan bantuan program CSI Bridge untuk memperoleh gaya dalam berupa aksial, momen, dan deformasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditinjau dari pilar dengan dimensi yang sama menunjukan bahwa tinggi fokus (f) mempengaruhi nilai aksial dan momen yang terjadi, sampai dengan 12 m. Semakin tinggi fokus (f) kemampuan aksial dan momen yang terjadi semakin efektif. Optimalisasi tinggi fokus (f) pada pilar tercapai pada model jembatan III dengan tinggi fokus (f) 12 m atau 1/5 L. Kata Kunci: jembatan pelengkung beton, tinggi fokus (f)The bridge in general is a construction that serves to connect the two parts of the road that is cut off by the obstacles such as deep valleys, river channels, lakes, irrigation channels, times, railroads, highways that are not in plane and other. The arch is the most important part of the structure because all loads along the bridge load are borne by it. The purpose of this research is to know the influence of high focus (f) curve of pillar strength in the planning of arch bridge upstrairs type (Arch Bridge Deck Type) and can know the optimal height of the bridge of the arch. This study discusses the design of concrete arch bridge. Then model it into three different types of bridge (f) (10 m ? 12 m) in different bridges to achieve optimal results. This research is a type of simulation research with the help of CSI Bridge program to obtain axial style, moment, and deformation. The results showed that viewed from the pillar with the same dimensions showed that the focal height (f) affects axial values and moment that occur, up to 12 m. The heigher the focus (f) the axial ability and the more effective the moment. The optimilization of the focal height (f) on the pillar was achieved on bridge III model with focal height (f) 12 m or 1/5 L. Keywords: concrete curve bridge, focal height (f)
PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUK BAJA RINGAN (GALVALUM) TIPE RENG KANAL U MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) Rusdy, Muhammad; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui cara penerapan metode Statistical Process Control (SPC) yang nantinya ditujukan untuk mengetahui penyebab mampu terka terhadap kecacatan produksi galvalum tipe reng kanal u yang akan dipecahkan permasalahannya menggunakan alat-alat SPC (7 tools). Data yang dibuthkan dalam penelitian ini adalah data sekunder kecacatan selama 8 bulan produksi dimulai pada bulan Agustus 2017 hingga Maret 2018. Alat-alat yang digunakan pada metode SPC ini meliputi histogram, diagram pareto, peta kendali, diagram sebab akibat, diagram tebar, lembar pengecekan dan flowchart. Alat-alat tersebut lebih sering disebut dengan 7 tools. Hasil dari analisis yang dilakukan menggunakan metode SPC memberikan hasil berupa penurunan kecacatan terhadap karakteristik ukuran tidak sesuai sebanyak 284 buah dan koil terlilit sebesar 248 buah. Penurunan tersebut disebabkan dengan mengatur ulang nilai set up time mesin roll forming menjadi 1600 menit per-pekan. Kata Kunci: Statistical Process Control, Galvalum, Reng Kanal U, Kecacatan, Set Up Time Abstract The purpose of this study is to know how to apply the Statistical Process Control (SPC) method which will be aimed to find out the cause of the defect of galvalume disability that can be solved by SPC tools (7 tools). Data used in this research is secondary data of disability during 8 months of production starting from August 2017 until March 2018. The tools used in this SPC method include histogram, pareto diagram, control chart, cause diagram, stocking diagram, check sheet and flowchart. These tools are more commonly referred to as 7 tools. The result of the analysis using SPC method gives the result of the decrease of defect to the unsuitable size characteristics as much as 284 pieces and the twisted coil of 248 pieces. The decline is caused by rearranging the set up time of the roll forming machine to 1600 minutes per week.Keywords: Statistical Process Control, Galvalume, U Type of Galvalume, Defect, Set Up Time
ANALISA PERHITUNGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DIBANDINGKAN DENGAN DAYA DUKUNG HYDRAULIK JACKING SYSTEM DAN PILE DRIVING ANALYZER (PDA) TEST PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PERPUSTAKAAN SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KEDIRI FARUHA, AGIL; RIDWAN, MACHFUD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pondasi merupakan struktur bawah bangunan yang berfungsi sebagai penyalur beban di atasnya ke lapisan tanah pendukung. Daya dukung tiang pancang didapatkan dari hasil penyelidikan tanah yang berupa tes sondir. Tes sondir merupakan teknik penduga lapisan dalam tanah guna menentukan jenis pondasi yang nanti akan digunakan seperti pondasi tiang pancang. Hidraulik Jacking System adalah alat memberikan tekanan pada tiang pancang. Pile Driving Analyzer Test adalah sistem yang digunakan untuk pengujian tiang pancang secara dinamik pasca pemancangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode perhitungan daya dukung pondasi tiang pancang berdasarkan data sondir yang mendekati daya dukung Hydraulik Jacking System dan daya dukung Pile Driving Analyzer Test. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik survei. Teknik survei digunakan untuk memperoleh data yang dihasilkan dari lapangan. Data lapangan diolah menggunakan metode Schmertmann, metode Van Der Ween, metode Philipponant, metode Tumai Fakhroo, dan metode Andina dan hasilnya dibandingkan dengan daya dukung Hydraulik Jacking System dan Pile Driving Analyzer Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Metode Philipphonant memiliki selisih terkecil pertama dengan nilai 21,73% dan Metode Andina memiliki selisih terkecil kedua dengan nilai 23,36% terhadap Hydraulic Jacking System pada kedalaman 4 meter. Sedangakan perhitungan rata-rata seluruh kedalaman dari setiap metode menunjukkan bahwa Metode Andina memiliki selisih terkecil dengan nilai 26,05% terhadap Hydraulic Jacking System. Adapun perhitungan antara lima metode pada kedalaman 4 meter menunjukkan bahwa Metode Andina memiliki selisih terkecil dengan nilai 3,74% terhadap Pile Driving Analyzer Test. Dengan mempertimbangkan hasil perhitungan rata-rata seluruh kedalaman dari setiap metode dengan Hydraulic Jacking System dan Pile Driving Analyzer Test pada kedalaman 4 meter, maka dapat disimpulkan bahwa metode yang paling mendekati data di lapangan adalah Metode Andina. Kata Kunci: Data Sondir, Hidraulik Jacking System, Pile Driving Analyzer Test Abstract The foundation is a structure under the building that serves as a distributor of the load on it to the supporting ground layer. The pile capacity is obtained from the soil investigation results which is a sondir test. Sondir test is a technique of soil layer estimator to determine the type of foundation that will be used such as pile foundation. Hydraulic Jacking System is a equipment to pressure the pile. Pile Driving Analyzer Test is a system used for test the pile dynamically after erection. The purpose of this research is to know the method of bearing capacity of pile foundation calculation based on sondir data which approach Hydraulic Jacking System capacity and Pile Driving Analyzer Test capacity. This research method is quantitative. Data were collected using survey techniques. The survey technique is used to obtain generat data from the field. The data is processed using Schmertmann method, Van Der Ween method, Philipponant method, Tumai Fakhroo method, and Andina method and the results is compared with the Hydraulic Jacking System capacity and Pile Driving Analyzer Test capacity. The results showed that the Philipphonant method has first smallest difference with value 21,73% and Andina method has second smallest difference with value 23,36% to Hydraulic Jacking System At the tip penetration of 4 meters. While the average calculation of the entire depth of each method shows that the Andina Method has the smallest difference with a value of 26,05% against the Hydraulic Jacking System. The calculation between the 5 methods at a depth of 4 meters indicates that the Andina Method has the smallest difference with a value of 3,74% against the Pile Driving Analyzer Test. Considering the average depth calculation of each method with Hydraulic Jacking System and Pile Driving Analyzer Test at a 4 meters depth, it can be concluded that the Andina Method is the closest approach to data in the field. Keywords: Sondir Data, Hydraulik Jacking System, Pile Driving Analyzer Test
PENGARUH PERBANDINGAN WATER BINDER RATIO (W/B) TERHADAP KUAT TEKAN PADA PEMBUATAN DRY GEOPOLYMER MORTAR DENGAN NAOH 12 M FEBRIYANTI FITRIANASARI, IRA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi ini, pembangunan semakin meningkat dan telah menjadi kebutuhan pokok setiap manusia, khususnya dibidang konstruksi. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan iklim pada atmosfer serta menghasilkan efek rumah kaca yaitu Karbon dioksida (CO2). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan solusi yang tepat agar produksi Karbon dioksida (CO2) sebagai dampak negatifnya dapat diminimalisir serta pembangunan didunia konstruksi tetap berjalan sebagaimaa mestinya. Mortar geopolymer dibuat menggunakan bahan dasar Fly ash tipe C tanpa menggunakan semen. Dengan komposisi tertentu, Fly ash tipe C akan menjadi bahan pengikat setelah dicampur dengan bubuk aktivator kering, pasir, dan aquades lalu menjadi dry geopolymer mortar. Bubuk aktivator kering dibuat dengan mencampurkan larutan NaOH 12 M dan kapur hingga membentuk pasta. Lalu, dimasukan dalam oven dengan suhu 1100C selama 24 jam. Setelah itu, dilakukan penumbukan hingga menjadi bubuk aktivator kering. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan dan standar tertinggi Water Binder Ratio (W/B) terhadap kuat tekan pada pembuatan dry geopolymer mortar dengan NaOH 12 M. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Benda uji berbentuk mortar dengan ukuran 5x5x5 cm³ dengan sampel 72 buah mortar yang masing-masing berjumlah 8 benda uji dengan 3 sampel. Untuk perbandingan Water Binder Ratio (W/B)= 0,25 ; 0,30 ; 0,35 ; 0,40 ; 0,45 ; 0,50 dan 0,55. Pengujian kuat tekan mortar dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari dengan menggunakan alat uji kuat tekan yaitu Universal Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, berat volume mortar terbesar yaitu 2.40 gram/cm3 dan nilai kuat tekan tertinggi yaitu 9.45 MPa didapat pada variasi W/B = 0.40 pada usia 28 hari. Dibandingkan dengan mortar dengan variasi W/B < 0.40 dan variasi W/B > 0.40 berat volume dan kuat tekan yang dihasilkan rendah. Kata kunci : Dry Geopolymer Mortar, Fly ash tipe C, Bubuk Aktivator Kering, Water Binder Ratio (W/B), Berat Volume, Kuat Tekan, Pemanasan Global.
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK PERUMAHAN MUTIARA CEPU WAHYU KARTIKO, ARIZAL
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan perumahan yang dikerjakan oleh developer kebanyakan adalah pembangunan perumahan menengah dan mewah karena pembangunan perumahan menengah ke bawah akan menghasilkan keuntungan kecil. Pada kenyataannya, sebagian besar masyarakat membutuhkan tipe rumah sederhana sesuai dengan kemampuan mereka Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) formulasi harga jual masing-masing tipe rumah berdasarkan margin keuntungan, (2) kelayakan finansial proyek tersebut berdasarkan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP), (3) tingkat sensitivitas yang ditinjau dari parameter tingkat pendapatan, biaya investasi, dan tingkat suku bunga pada perumahan Mutiara Cepu. Jenis penelitian ini adalah penelitian analisa deskriptif dengan melakukan analisa terhadap proyeksi cashflow dengan cara studi kelayakan aspek finansial. Langkah awal yang dilakukan adalah mengumpulkan data-data, setelah data-data terkumpul kemudian dilanjutkan perhitungan harga jual tiap tipe rumah berdasarkan harga pokok produksi, melakukan studi kelayakan aspek finansial, dan menguji tingkat sensitivitas kelayakan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah (1) persamaan harga jual rumah terhadap persentase margin keuntungan pada tipe 36 didapatkan Y= 116.971.443X + 81.153.631. Tipe 39 didapatkan Y= 185.310.536X + 131.302.025. Tipe 49 didapatkan Y= 278.502.157X + 182.255.360. Tipe 100 didapatkan Y= 743.013.785X + 437.346.632. Tipe Ruko didapatkan Y= 497.980.597X + 244.127.563. dimana Y adalah harga jual dan X adalah persentase margin keuntungan, (2) hasil analisis kelayakan finansial proyek perumahan Mutiara Cepu yakni PP terjadi pada tahun ke 7 bulan ke 4, NPV Rp 1.531.246.372. IRR 18,17% yang berarti layak untuk dikerjakan, (3) proyek perumahan Mutiara Cepu akan menjadi tidak layak dari aspek finansial jika biaya investasi yang dibutuhkan lebih dari Rp75.885.816.023, tingkat pendapatan yang kurang dari Rp 104.705.807.193, tingkat suku bunga lebih dari 22,27%. Kata Kunci: Margin keuntungan, Harga jual, Aspek finansial, Analisa sensitivitas Abstract Housing developments undertaken by most developers are the contruction of medium and luxury housing because the contruction of middle-low housing will result in small profits. In fact, most societies need a simple type of house according to their abilities. The purpose of this research is to know (1) the formulation of selling price of each type house based on predetermined profit margin, (2) the financial feasibility of the project based on Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP), (3) the sensitivity level in terms of income level parameters, investment cost, and interest rate on Mutiara Cepu housing This type of research includes descriptive analysis research by doing analysis of cashflow projection by way of feasibility study of financial aspest. The firs step is to collect the data, after the data collected and then proceed to calculate the selling price of each type of house based on cost of production, conduct a feasibility study of financial aspect, and test the level of sensitivity of the feasibility. The result of this research is (1) equation of selling price of house to percentage of profit margin on type 36 got Y=116.971.443X + 81.153.631, type 39 obtained Y= 183.310.536X + 131.302.025, type49 obtained Y= 278.502.157X + 182.255.360, type 100 obtained Y= 743.013.785X + 437.346.632, ruko ty9e obtained Y= 497.980.597X +244.127.563, where Y is the selling price and X is the percentage of profit margin, (2) the financial feasibility analysis of the Mutiara Cepu housing project ie PP occurs in the 7th year of the 4th mounth, NPV Rp 1.531.246.372, IRR 18,17% which means feasible to be done, (3) Mutiara Cepu housing project will become unfeasible from the financial aspect if the required investment cost is more than Rp 75.885.816.023, income level less than Rp 104.705.807.193, interest more than 22,27%. Keywords: Profit margins, Selling price, Financial aspect, Sensitiviy analysis.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BATAKO DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESS CONTROL (SPC) PADA PT. VARIA USAHA BETON SURYA KUMALA, INDIRA; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis, pertumbuhan, dan peningkatan posisi bersaing. Untuk itu di era globalisasi yang semakin kompetitif ini, setiap perusahaan yang ingin memenangkan persaingan akan memberikan perhatian penuh terhadap mutu atau kualitas. Tidak terkecuali PT. Varia Usaha Beton yang merupakan salah satu produsen beton masonry atau beton ringan yang memproduksi batako. Dalam produksi batako PT. Varia Usaha Beton masih mengalami masalah ketidaksesuaian spesifikasi produk yang meliputi nilai kuat tekan dan pandangan luar pada batako. SPC merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor, pengendali, penganalisis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan metode-metode statistik Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan mutu apa yang sering terjadi pada produksi batako dan untuk mengetahui pemecahan masalah mutu batako dengan menggunakan Statistical Processing Control (SPC). Pengendalian mutu batako dilakukan pada jenis batako HB P2B, dengan panjang 39 cm, lebar 19 cm, dan tebal 10 cm serta memiliki kuat tekan 18 kg/cm2. Langkah-langkah metodologi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pendahuluan, studi literatur, pengumpulan data sekunder (mengumpulkan 100 data karakteristik mutu batako berdasarkan SNI 03-0349-1989), identifikasi masalah (check sheet, diagram pareto, histogram, dan peta kendali), menemukan penyebab (diagram sebab akibat), mempelajari faktor yang berpengaruh (diagram pareto dan diagram tebar), merencanakan langkah perbaikan (brainstorming dengan pihak QC PT. VUB), menerapan langkah perbaikan, pengambilan data primer (mengumpulkan 100 data kuat tekan batako), menganalisis data/meneliti hasil (check sheet, histogram, dan peta kendali), dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan SPC berhasil diterapkan dengan melakukan penyesuaian antara jumlah air pada produksi batako dengan proporsi campuran yang telah ditetapkan sebelumnya dan membatasi jumlah air antara 24,776 L/m3?25,393 L/m3. Hal tersebut yang mengakibatkan indeks kapabilitas proses sebelum langkah perbaikan memiliki nilai 0,263 menjadi 0,751 yang berarti terjadi peningkatan indeks kapabilitas proses yang cukup signifikan. Kata kunci: Kualitas, SPC, mutu batako Abstract Quality is the key factor that brings business success, growth, and increasing competitive position. For that in this era of increasingly competitive globalization, any company that wants to win the competition will give full attention to quality or quality. No exception PT. Varia Usaha Beton which is one of the producers of masonry concrete or lightweight concrete that produces concrete brick. In the production of concrete brick PT. Varia Usaha Beton is still experiencing the problem of product specification mismatch which include value of compressive strength and outlook on the concrete brick. SPC is a problem solving technique used as monitoring, controlling, analyzing, managing, and improving process using statistical methods. The purpose of this research is to find out what quality problems often occur in concrete brick production and to know the problem solving of concrete brick quality problem by using Statistical Processing Control (SPC). Concrete brick quality control is done on HB P2B, with length 39 cm, width 19 cm, and thickness 10 cm and has compressive strength 18 kg/cm2. Methodological steps taken in this study are preliminary study, literature study, secondary data collection (collecting 100 data characteristic of concrete brick quality based on SNI 03-0349-1989), identification of problem (check sheet, pareto chart, histogram, and control chart) , finding causes (causal diagrams), studying influencing factors (pareto diagrams and stock diagrams), planning brainstorming steps with QC PT VUB), taking corrective measures, taking primary data (collecting 100 compressive strength data of concrete brick) analyze data / examine results (check sheet, histogram, and control chart), and conclusions. The results showed that the application of SPC was successfully applied by adjusting the amount of water to the brick production with the proportion of the predetermined mixture and limiting the amount of water between 24,776 L/m3-25,393 L/m3. This resulted in process capability index before the improvement step has a value of 0,263 to 0,751 which means there is a significant increase in process capability index. Keywords: Quality, SPC, brick quality