cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
KEMAMPUAN MENGGAMBAR CAD MELALUI MEDIA MAKET TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 1 BENDO MAGETAN ANWAR TRI ARDIANTO, MUHAMMAD
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru di SMK bahwa, pemahaman siswa tentang gambar rencana konstruksi tangga masih kurang optimal. Media pembelajaan yang menjadi salah satu cara dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai siswa pada pelajaran menggambar rencana konstruksi tangga masih belum memenuhi syarat kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) hasil belajar siswa yang menggunakan dan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran media maket tangga, (b) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan dan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran media maket tangga pada siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Bendo Magetan.Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuasi eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah persilangan kelas, yaitu suatu penelitian yang dilgunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Pada penelitian ini menggunakan sampel kelas XI TGB 1 (28 siswa)  dan XI TGB 2 (26 siswa), digunakan untuk mengetahui (a) hasil belajar siswa yang menggunakan dan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran media maket tangga, (b) Perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan dan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran media maket tangga. Pengambilan kesimpulan hasil belajar siswa dan perbedaan hasil belajar siswa diukur dengan SPSS Statistik 18 menggunakan perhitungan uji-t. Penelitian menunjukan bahwa, (a) hasil belajar siswa yang menggunakan lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan pembelajaran media maket tangga, (b) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan dangan siswa yang tidak menggunakan pembelajaran media maket tangga. Nilai thitung > ttabel (3,669 > 2,0066 dan signifikansi < 0,05 (0,025 < 0,05).  Maka H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulannya ada perbedaan hasil belajar siswa yang menerapkan pembelajaran menggunakan media maket  dengan siswa yang tidak menerapkan pembelajaran menggunakan media maket.Kata Kunci: Pembelajaran, Media Maket Tangga, Hasil belajarAbstractBased on interviews and observations by teachers at SMK that, students' understanding of the construction plan drawings ladder is still less than optimal. Media pembelajaan that be one way to improve learning outcomes of students. Student scores on drawing lessons ladder construction plan is still not qualify competence. This study aims to determine (a) the results of student learning to use and students who did not use instructional media mockups stairs, (b) Differences in learning outcomes of students who use and students who did not use instructional media mockups ladder in class XI TGB SMK Negeri 1 Bendo Magetan.Study is a quasi-experimental research. The method used is a cross-class, a study that dilgunakan to seek specific treatment effect against the other under controlled conditions. In this study, using a sample of class XI TGB 1 (28 students) and XI TGB 2 (26 students), is used to determine (a) the results of student learning to use and students who did not use instructional media mockups stairs, (b) Differences in student learning outcomes the use and learning of students who did not use the stairs mock media. Conclusions of student learning outcomes and differences in student learning outcomes measured by SPSS Statistics 18 using t-test calculation.Research shows that, (a) the results of student learning to use a higher than students who did not use mock media learning ladder, (b) There is a difference in student learning outcomes using the invitation of students who did not use mock media learning ladder. Tcount> t table (3.669> 2.0066 and significance <0.05 (0.025 <0.05). Then H0 rejected and H1 accepted. In conclusion there are differences in learning outcomes of students who apply learning using mock media with students who do not apply the learning to use maket media.Keywords: Learning , Media Maket Stairs, learning outcomes
KETERLAKSANAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS X TGB DI SMKN 3 SURABAYA VIU RENA, NOVANDA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru di SMK bahwa, pemahaman siswa tentang macam-macam sambungan dan hubungan kayu masih kurang optimal. Model pembelajaan yang menjadi salah satu cara dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Nilai siswa pada pelajaran konstruksi bangunan masih belum memenuhi syarat kompetensi.. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, (b) ketuntasan belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kelas X TGB di SMKN 3 Surabaya. Model pembelajaran talking stick diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan sehingga perilaku belajar dan ketuntasan belajar siswa menjadi lebih baik. Perangkat pembelajaran dalam penelitian ini telah divalidasi oleh para ahli/validator. Subyek penelitian adalah kelas X TGB 2 dan TGB 3 SMK Negeri 3 Surabaya dengan masing-masing kelas berjumlah 36 siswa, digunakan untuk mengetahui (a) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, (b) ketuntasan belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015-2016. Data dikumpulkan melalui validasi, pengamatan dan tes. Pengumpulan data validasi dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2015 ? 24 Februari 2016, sedangkan untuk pengumpulan data melalui pengamatan dan tes dilaksanakan pada tanggal 25 Februari ? 5 Maret 2016. Validasi digunakan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, yaitu  silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), bahan ajar dan lembar penilaian belajar siswa. Pengamatan digunakan untuk mengetahui perilaku siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tes digunakan untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa, yang diberikan pada akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi, silabus layak digunakan (79,3%), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran layak digunakan (RPP) (80.00%), bahan ajar handout layak digunakan (74,10%), soal test layak digunakan (74,30%). Artinya, perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) pengamatan kegiatan mengajar guru pada pertemuan I mendapatkan skor rata-rata sebesar 61 termasuk dalam kriteria baik, sedangkan pada pertemuan II mendapatkan skor rata-rata sebesar 63 yang termasuk dalam kriteria sangat baik. Artinya keterlaksanaan pembelajaran pada setiap pertemuannya mengalami peningkatan. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa dari total 36 siswa yang mengikuti proses pembelajaran, perilaku siswa termasuk baik. Kesimpulan ini berdasarkan hasil pengamatan terhadap kegiatan belajar siswa pada pertemuan pertama mendapat skor rata-rata sebesar 44 dan skor rata-rata sebesar 43 pada pertemuan kedua. (b) hasil ketuntasan siswa setelah diterapkan pembelajaran talking stick ketuntansan siswa pada kelas TGB 2 sebesar 77,78% atau 28 siswa dari total siswa 36, sedangkan pada kelas TGB 3 dengan ketuntasan siswa sebesar 83,33% atau 30 siswa dari 36 siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keterlasanaan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick disekolah berlangsung dengan baik. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking stick, Keterlaksanaan, Ketuntasan belajar. Abstract Based on interviews and observations by teachers at SMK that, students' understanding about the various connections and relationships wood is still less than optimal. Learning model that became one of the ways can improve students' mastery learning. Student scores on construction lesson still not qualify competence. This study aims to (a) determine the enforceability of cooperative learning model talking stick, and (b) complete learn student after using cooperative learning model talking stick on TGB X class at SMK 3 Surabaya. The learning model talking stick is expected to make it easier to understand the students' learning materials are provided so that the learning behavior student in the classroom for the better. Assessment instrument in this study using the learning device validation by experts/validator. Subjects were class X TGB 2 and TGB 3 SMK Negeri 3 Surabaya with the number of 36 students. Is used to determine (a) the enforceability of cooperative learning model talking stick, (b) complete learn student after using cooperative learning model talking stick. Research was conducted in the second semester of the academic year 2015-2016. Data were collected through validation, observation and tests. Data validation was conducted on December 10, 2015 - February 24, 2016, while for the collection of data through observation and tests carried out on February 25 to March 5, 2016. Validation is used to determine the feasibility of the learning syllabus, lesson plan (RPP), teaching materials and student learning assessment sheet. Observation is used to determine behavior of students during the learning process takes place. Test used to determine student mastery learning, which is given at the end of the lesson. Based on the validation results, syllabus worthy of use (79.3%), the lesson plan appropriate to use (RPP) (80.00%), handouts decent teaching material used (74.10%), about a decent test used (74.30%). That is, the learning device meets the eligibility criteria. The results showed that (a) the observation of teaching activities of teachers at the first meeting to get an average score of 61 included in both criteria, while at the second meeting to get an average score of 63 included in the criteria very well. That is enforceability learning at every meeting has increased. The observation of learning activities of students from a total of 36 students who take the learning process, including good student behavior. This conclusion is based on the observation of learning activities of students at the first meeting got an average score of 44 and an average score of 43 in the second meeting. (b) the results of applied learning completeness students after talking stick completeness TGB students in grade 2 at 77.78% or 28 students out of a total of 36 students, while in the third TGB class with student mastery of 83.33% or 30 students from 36 students. Based on these results it can be concluded that the enforceability of cooperative learning model school talking stick is progressing well. Keywords : Cooperative Learning Model Talking Stick, the enforceability, mastery learning.
ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN SPASIAL DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI BETON BERTULANG SISWA KELAS XI TGB SMKN 1 KEDIRI IQBAL KAMIL, ACHMAD
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan spasial dan kebiasaan belajar terhadap kemampuan menggambar konstruksi beton bertulang siswa kelas XI TGB SMKN 1 Kediri secara bersama-sama. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui angket kebiasaan belajar, tes kemampuan spasial, tes kemampuan menggambar konstruksi beton bertulang dan lembar penilaian psikomotor. Analisis regresi berganda dihitung menggunakan program SPSS Statistics 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan spasial dan kebiasaan belajar terhadap kemampuan menggambar. Berdasarkan Hasil uji ANOVA didapat Fhitung = 8,682 dengan tingkat signifikansi = 0,001. Berdasarkan nilai taraf signifikansi 0,001 < 0,05 maka HO ditolak, atau koefisien regresi signifikan. Dari hasil uji t didapat thitung kemampuan spasial adalah 2,346 dengan tingkat signifikansi 0,026. Berdasarkan nilai thitung > ttabel (2,346 > 2,045) maka Ho ditolak, atau kemampuan spasial berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menggambar. thitung kebiasaan belajar adalah 2,766 dengan tingkat signifikansi 0,010. Berdasarkan nilai thitung > ttabel (2,766 > 2,045) maka Ho ditolak, dengan demikian kemampuan spasial dan kebiasaan belajar secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menggambar. Kata Kunci :  Kemampuan Spasial, Kebiasaan Belajar, Kemampuan Menggambar. This study aims to determine the effect together of spatial ability and learning habits of reinforced concrete construction drawing ability a grade XI student of TGB SMK 1 Kediri. This type of research is quantitative descriptive with correlational approach. Data collecting in this research were obtained through a questionnaire learning habits, spatial ability tests, reinforced concrete construction drawing ability tests and psychomotor assessment sheet. Multiple regression analysis was calculated using SPSS Statistics 18 program. The results showed that a significant effect between spatial ability and learning habits of reinforced concrete construction drawing ability. Based on test results obtained F arithmetic ANOVA get = 8,682 with a significance level  = 0,001. Based on the level of significance 0,001 < 0,05 and then Ho has rejected, or regression coefficient is significant. From the t test results obtained t arithmetic from spatial ability is 2,346 with a significance level of 0,026. Based t arithmetic > t table (2,346 > 2,045), then Ho has rejected, or the spatial ability effect significantly with drawing ability. T arithmetic of learning habits is 2,766 with a significance level of 0,010. Based t arithmetic > t table (2,766 > 2,045), then Ho has rejected, thus spatial ability and learning habits together significantly effect the drawing ability. Keywords: Spatial Ablility, Learning Habits, Draw Ability.
PENGARUH HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PRODUKTIF TERHADAP NILAI PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) JURUSAN BANGUNAN DI SMK NEGERI 3 SURABAYA AINUL MAALA, DEVIANA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan salah satu penyelenggara pendidikan berbasis kompetensi yang diharapkan mampu memenuhi setiap tuntutan keahlian yang dibutuhkan dunia industri. Upaya merealisasikan pendidikan sistem ganda tersebut salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui praktik kerja indudtri (prakerin). SMK negeri 3 Surabaya merupakan salah satu sekolah formal yang bergerak dalam kemajuan bidang Teknologi dan Industri, yang di dalamnya terdapat beberapa kompetensi keahlian. Kompetensi keahlian di SMK negeri 3 Surabaya salah satunya adalah, kompetensi keahlian Gambar bangunan (GB). Beberapa prinsip yang dipakai sebagai strategi dalam mempersiapkan prakerin adalah fokusnya pada pengembangan mata pelajaran produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian ini bersifat regresi yang bertujuan untuk mencari kuatnya atau besarnya pengaruh antar variabel, dalam bentuk pengaruh antara hasil belajar mata pelajara produktif sebagai variabel independen terhadap nilai praktik kerja industri (prakerin) sebagai variabel dependen di SMK Negeri 3 Surabaya. Waktu dan tempat penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI jurusan bangunan bidang keahlian gambar bangunan tahun ajaran 2015/2016 SMK Negeri 3 Surabaya dengan jumlah sampel 40 siswa dari 99 populasi yang ada. Hasil analisis uji regresi hasil belajar mata pelejaran produktif gambar konstruksi bangunan terhadap nilai prakerin adalah sebesar 0,850 yang dapat dilihat dari persamaan regresi ganda sebagai berikut: Y= 75,798 + 0,850X1 + 3,424X2, di mana Y sebagai variabel nilai prakerin dan X1 sebagai variabel hasil belajar mata pelajaran produktif gambar konstruksi bangunan. Pengaruh hasil belajar mata pelejaran produktif menggambar dengan perangkat lunak terhadap nilai prakerin adalah sebesar 3,424 yang dapat dilihat dari persamaan regresi ganda sebagai berikut: Y= 75,798 + 0,850X1 + 3,424X2, di mana Y sebagai variabel nilai prakerin dan X2 sebagai variabel hasil belajar mata pelajaran produktif menggambar dengan perangkat lunak. Variabel hasil belajar mata pelajaran produktif menggambar dengan perangkat lunak dan hasil belajar mata pelajaran produktif gambar konstruksi bangunan dapat mempengaruhi nilai prakerin sebesar 69,5%. Kata Kunci: Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif, Regresi, Nilai Praktik Kerja Industri.   Vocational high school ( SMK ) is one of the organizers education based competence who are expected to meet every demands skills the world needs industry. Order to realize education system the double one of the ways that you can do is through work practices indudtri ( PRAKERIN ) . State vocational schools 3 surabaya is one of formal schools that move in advances in technology and industry , in which there are several skills .Skills in state vocational schools 3 surabaya one of them is , skills picture building ( GB ) . Some principle used as a strategy in preparing prakerin is its focus on the subjects productive. This research used a quantitative approach . Design research this is a regression aimed at to find strong or magnitude influence between variable , in the form of influence between study results eyes pelajara productive as the independent variable on the work practices industry ( prakerin ) as dependent variable in state vocational schools 3 surabaya . Time and place the study is done at a student xi route building fields of expertise picture building academic year 2015 / 2016 state vocational schools 3 surabaya with the sample of the 40 students from 99 population that is . The results of the analysis regression test study results eyes pelejaran productive picture the construction of buildings on the value of 0,850 prakerin is that can be seen from the regression equation is double as follows: y = 75,798 + 0,850x1 + 3,424x2 , in which he as variable value prakerin and x1 as variable study results subjects productive picture building construction . The influence of learning outcomes productive eyes pelejaran drawing with the software on the perceived value of prakerin is as much as 3,424 that can be seen from the regression equation is double as follows: y = 75,798 + 0,850x1 + 3,424x2 , where y as variable value prakerin and x2 as variable learning outcomes productive subjects drawing with the software . Variable study results subjects productive draw with software and study results subjects productive picture the construction of buildings can affect prakerin value of 69.5 % . Keyword: Learning Results Subjects Productive, Regression, Employment Practices Industries Values.
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN KOGNITIF KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KEMAMPUAN PSIKOMOTORIK KESELAMATAN DAN NILAI HASIL PRAKTIK PADA PRAKTIK KERJA BATU DI SMK BANGUNAN SE-SURABAYA WIDYA PRATIWI, ISTHIKA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara pemahaman kognitif K3 siswa terhadap kemampuan psikomotorik keselamatan dan nilai hasil praktik yang dilakukan siswa pada praktik kerja batu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian ini adalah kelas XI KBB di SMKN 7 dan SMK 45 Surabaya. Metode pengumpulan data dengan tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pilihan ganda sebagai pengukur pemahaman kognitif, lembar pengamatan untuk mengukur kemampuan psikomotorik siswa dalam melaksanakan K3 di sekolah. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah : (1) adanya hubungan antara pemahaman kognitif K3 dengan psikomotorik keselamatan siswa di SMKN 7 dan SMK 45. Ditandai dengan nilai r di SMKN 7 = 0,622. Sedangkan di SMK 45 memiliki nilai r = 0,664 (2) adanya hubungan antara pemahaman kognitif K3 dengan nilai praktik siswa di SMKN 7 dan SMK 45 Surabaya. Ditandai dengan nilai rhitung di SMKN 7 = 0,587 dan nilai r di SMK 45 = 0,468 (3) Hubungan antara pemahaman kognitif K3 terhadap kemampuan psikomotorik dan nilai hasil praktik pada praktik kerja batu di SMKN 7 nilai F hitung = 11,676 lebih besar dari F tabel = 3,44 dan signifikansi kurang dari 5%, maka pembuktian hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, persamaan regresi tersebut linier dan ada pengaruh antara pemahaman kognitif terhadap kemampuan psikomotorik keselamatan dan nilai praktik siswa. Sedangkan, hubungan antara pemahaman kognitif K3 terhadap kemampuan psikomotorik dan nilai hasil praktik pada praktik kerja batu di SMK 45 nilai F hitung = 11,676 lebih besar dari F tabel = 3,44 dan signifikansi kurang dari 5%, maka pembuktian hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, persamaan regresi tersebut linier dan ada pengaruh antara pemahaman kognitif terhadap kemampuan psikomotorik keselamatan dan nilai praktik siswa Kata kunci : kognitif, psikomotorik, praktik, K3, praktik kerja batu This research is aimed to find the relation between student’s cognitive understandings of K3 toward the safety psychomotor understanding and practice result score done by student on stone work practice. This research is a descriptive quantitative research used correlation method. Subject of this study is eleventh grader KBB of SMKN 7 and SMK 45 Surabaya. Data collection methods used in this research is test, observation and documentation. The instrument are multiple choice question to measure cognitive understanding, observation sheet is to measure student’s psychomotor ability in applying K3 in the school. The results of this research are; (1) there is a correlation between student’s cognitive understanding and safety psychomotor in SMKN 7 and SMKN 45. It is proved by value r in SMKN 7 = 0,622 while in SMKN 45 the value r = 0.664. (2) There is correlation between cognitive understanding and practice result in SMKN 7 and SMKN 45 Surabaya. It is proved by value in SMKN 7 = 0,587 and value r in SMK 45 = 0,468. (3) The correlation between K3 cognitive understanding toward psychomotor ability and practice result on stone work practice in SMKN 7 value F calculation = 11,676 bigger than F table = 3,44 and the significance less than 5% thus, hypothesis verification Ho is rejected and Ha is accepted. It means regression equality is linier and there is an influence between cognitive understanding and student’s practice score. Meanwhile, the correlation between cognitive understanding K3 toward psychomotor understanding and practice result score on work stone practice in SMKN 45 value F calculation = 11,676 bigger  than F table = 3,44 and the significance less than 5% thus, the hypothesis verification Ho is rejected and Ha is accepted. That means, the regression equality is linier and having influence between cognitive understanding toward safety psychomotor and student’s score practice. Keyword: cognitive, psychomotor, practice, K3, work stone practice
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI SMK NEGERI 1 MOJOKERTO CAHYANTI, IMA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari wawancara prasurvei yang dilakukan terhadap guru Konstruksi Bangunan X TGB SMK Negeri 1 Mojokerto hasil wawancara menunjukkan hasil belajar siswa pada tahun ajaran 2014/2015 mendapatkan rata-rata 50.18%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Mojokerto, jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB) dan waktu penelitian dilakukan pada semester gasal 2015/2016. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X TGB 1 dengan jumlah 29 siswa sedangkan siswa kelas X TGB 2 yang terdiri dari 30 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar dan lembar validasi perangkat pembelajaran. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara model pembelajaran Two Stay Two Stray dan model pembelajaran konvensional. Siswa menjadi lebih aktif, lebih mudah memahami pelajaran dan dapat bertukar pendapat dengan siswa yang lain. Hasil analisis deskriptif model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa meningkat ketika mengunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray, hal ini ditunjukan dengan nilai rata- rata dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray 78.06, lebih tinggi dari dapa model pembelajaran konvensional 71.76, dan grafik normalitas daerah kanan grafik lebih luas dari daerah kiri grafik. Kata Kunci: Model pembelajaran two stay two stray, deskriptif, hasil belajar. The pre-survey interview with the teacher of tenth grade Buildings Construction TGB class of SMK Negeri 1 Mojokerto shows that the subjection mean of students learning output in 2014/2015 period is about 50.18%. Based on that result, this research is conducted to know the difference of students learning output between Two Stay Two Stray cooperative learning model and conventional learning model. This study uses descriptive method to analyse the topic discussed. It is conducted in SMK Negeri 1 Mojokerto, especially Teknik Gambar Bangunan major, during the odd semester of 2015/2016 period. The samples used are 29 tenth grade students of TGB 1 class and 30 tenth grade students of TGB 2 class. The research instruments used in this study are the learning output test and the validation form of the study device. The data are analysed using descriptive analysis technic. The result shows that students’ learning output is different between using Two Stay Two Stray cooperative learning model and conventional learning model. The result of the descriptive analysis shows that Two Stay Two Stray learning model is more effective than the conventional one. The students learning output is rising when uses Two Stay Two Stray learning model. It can be seen from the subjection mean percentage of the use of Two Stay Two Stray learning model 78.06, which is higher than the use of conventional learning model 71.76, and the normality graphic which the right area of the graphic is wider than the left area. Key words: Two Stay Two Stray learning model, descriptive, learning output.
PENERAPAN MEDIA CD INTERAKTIF DENGAN METODE KUMON BERBASIS MACROMEDIA DIRECTOR PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DI SMK NEGERI 1 NGANJUK KHOIRUL A, MOHAMMAD
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media CD Interaktif dengan Metode Kumon, mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan media CD Interaktif dengan Metode Kumon, dan mengetahui hasil belajar menggunakan media CD Interaktif dengan Metode Kumon pada Mata Pelajaran Mekanika Teknik. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen  dengan kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dilakukan secara bergantian. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar tes hasil belajar pada pertemuan kedua dan keempat kelas X-TGB 1 dan X-TGB 2 di SMK Negeri 1 Nganjuk. Sampel yang digunakan yaitu 32 siswa kelas X-TGB 1 dan 32 siswa kelas X-TGB 2. Hasil analisis data menunjukkan persentase kelayakan media CD Interaktif yaitu sebesar 84,24% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Hasil Respon siswa kelas X-TGB 1 pada materi resultan gaya menunjukkan persentase sebesar 87,92% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Sementara itu, respon siswa kelas X-TGB 2 pada materi reaksi tumpuan menunjukkan persentase sebesar 82,44% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Berdasarkan perhitungan Uji t pada hasil belajar materi resultan gaya didapat  lebih besar dari  ( , dengan signifikansi (α) = 5%, pada hasil belajar materi reaksi tumpuan didapat  lebih besar dari  ( , dengan signifikansi (α) = 5% artinya terdapat perbedaan tes hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mendapatkan perlakuan media CD Interaktif dengan Metode Kumon dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan. Dengan demikian, Media CD Interaktif dengan Metode Kumon dapat memberikan perbedaan hasil belajar yang lebih baik pada materi resultan gaya dan reaksi tumpuan. Kata Kunci : Media CD Interaktif, Metode Kumon, Hasil Belajar, Mekanika Teknik, Respon siswa. This study aims to knows feasibility of Interactive CD Media with Kumon methods. the respons of student using Interactive CD Media with Kumon methods, and determine the result of learning that use Interactive CD Media with Kumon methods on the subject of Engineering Mechanics The type of research is a quasi experiment with experiment class and control class conducted alternately. Collecting data in this study were obtained through the test sheet student learning outcomes from the second meeting and fourth meeting class X-TGB 1 dan X-TGB 2 in SMK Negeri 1 Nganjuk. The Sample is used 32 student of class X-TGB 1 and 32 student of class X-TGB 2. The result of the analysis data shows the percentage feasibility of Interactive CD Media with Kumon methods is 84,24 % in category of perfectly valid. The result of student respons class X-TGB 1 on the force resultante shows  the percentage 87,92% are in the very good category. Meanwhile, the result of student respons class X-TGB 2 on the structure reaction shows  the percentage 82,44% are in the very good category. Based on the calculation t test on the learning outcome of force resultante obtained tcount > ttable ( 3,03 > 1,99) with level of signification (α) 5%. On the learning outcome of structure reaction obtained tcount > ttable ( 3,53 > 1,99) with level of signification (α) 5%. Means that there are differences in learning outcomes significantly between students who receive treatment Interactive CD Media with Kumon method with student who did not receive treatment. Thus, Interactive CD Media with Kumon Method can provide the better difference of the learning outcomes of force resultante and structure reaction. Keywords : Interactive CD Media, Kumon Methods, Learning Outcomes, Engineer Mechanics, Students respons
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN EDU-GAME THE SIMS 4 PADA MATA PELAJARAN INTERIOR & EKSTERIOR BANGUNAN DI SMK NEGERI 3 JOMBANG MUQLISIN,  
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah berupa media pembelajaran Edu-Game The Sims 4. Dalam era ini, penggunaan berbagai macam media pembelajaran mampu memberikan dampak positif bagi kegiatan pembelajaran di sekolah. Terbukti dalam penelitian ini bahwa, penggunaan media pembelajaran Edu-Game The Sims 4 ini mampu memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran teori interior dan  eksterior di SMK Negeri 3 Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui kelayakan media pembelajaran Edu-Game The Sims 4 (2) mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran Edu-Game The Sims 4 (3) mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran Edu-Game The Sims 4 pada mata pelajaran interior dan eksterior bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D (Research and Development). Produk yang dikembangkan adalah berupa media pembelajaran Edu-Game dengan menggunakan game elektronik The Sims 4. Tahapan dalam penelitian R&D adalah (1) Potensi masalah (2) Mengumpulkan data (3) Mendesain produk (4) Validasi desain (5) Revisi desain dan (6) Uji coba produk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode angket dan metode tes. Penelitian ini dilakukan pada sampel sebanyak 33 siswa kelas XII TGB 1 SMK Negeri 3 Jombang. Data yang dihasilkan adalah berupa data  observasi awal, validasi media, perangkat pembelajaran, data respon siswa dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa (1) Hasil rating validasi media pembelajaran Edu-Game The Sims 4 menunjukkan angka rating pada keseluruhan aspek sebesar 83,33% termasuk kategori sangat baik dan sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran, (2) Hasil rating respon siswa sebesar 86,04% menunjukkan bahwa, penggunaan media ini mampu memberi dampak yang sangat positif terhadap pembelajaran teori di kelas serta mampu memotivasi siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran, (3) Rata-rata hasil belajar seluruh siswa adalah sebesar 85,12. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa adalah sudah di atas KKM 75, dengan prosentase ketuntasan klasikal sebesar 97,94%. Kata Kunci: Edu-Game, Respon Siswa, Hasil Belajar Abstract Instructional media that have been developed in this research is a form of instructional media Edu-Game The Sims 4. In this era, the use of various instructional media is able to positively impact learning activities in schools. Proven in this research that, using of instructional media Edu-Games The Sims 4 is able to provide a positive impact on the theory learning process of interior and exterior at SMK Negeri 3 Jombang. This study aims to (1) determine the feasibility of instructional media Edu-Games The Sims 4 (2) determine students' response to media learning Edu-Games The Sims 4 (3) to identify student learning outcomes after using instructional media Edu-Games The Sims 4 on subjects of interior and exterior of the building. The method used in this research is the R & D (Research and Development). The products developed are in the form of instructional media Edu-Games using electronic games The Sims 4. The stages in research R & D is (1) Potential issues (2) to collect data (3) Designing products (4) Validation of design (5) Revised design and ( 6) Test the product. Data collection methods used are observation, questionnaire and test methods. Research was conducted on a sample of 33 students of class XII TGB 1 SMK Negeri 3 Jombang. The data generated is in the form of observational data early, media validation, learning tools, student response data and student learning outcomes. This research resulted in the finding that (1) Results of rating media validation of learning Edu-Games The Sims 4 shows the number rating on all aspects of 83.33% are very good and very feasible for use in the learning process, (2) Results of rating students' responses of 86.04% indicates that, the use of the media is able to give a very positive impact on learning theory in the classroom and be able to motivate students to be active in the learning activities, (3) average learning outcomes of all students is at 85,12. It shows that the average student learning outcomes are already above the KKM 75, with a percentage of 97,94% classical completeness. Keywords: Edu-Game, Students' Responses, Learning Outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI BERBASIS POWERPOINT MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA KOMPETENSI DASAR MENJELASKAN MACAM-MACAM SAMBUNGAN KAYU DI SMK NEGERI 3 JOMBANG WONDO SAPUTRO, SUTARTO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah media pembelajaran untuk kompetensi dasar (KD) menjelaskan macam-macam sambungan yang diterapkan oleh guru di SMKN 3 Jombang berupa gambar 2 dimensi dan miniatur sambungan. Namun penggunaan media tersebut kurang efektif dalam mengatasi masalah kurangnya motivasi siswa dalam memperhatikan dan mempelajari apa yang disampaikan oleh guru dalam proses pembelajaran. Masalah lain yang dialami oleh guru dalam penggunaan media pembelajaran miniatur sambungan yang dimiliki sekolah adalah keterbatasan jumlah media tersebut, sehingga media miniatur hanya dapat digunakan ketika disekolah saja dan tidak dapat dibawa pulang untuk dipelajari kembali oleh siswa. Terkait dengan hasil penelitian di atas dan permasalahan-permasalahan yang telah ditemukan di SMKN 3 Jombang, maka untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dikembangkan media animasi berbasis powerpoint. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimana kelayakan perangkat pembelajaran, (2) bagaimana kelayakan media animasi berbasis powerpoint, (3) bagaimana keterlaksanaan pembelajaran dan (4) bagaiamana hasil belajar siswa setelah menggunakan media. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  (1) kelayakan perangkat pembelajaran, (2) kelayakan media, (3) keterlaksanaan pembelajaran,  dan (4) hasil belajar siswa. Penelitian ini mempunyai manfaat (1)  menghasilkan media yang dapat membantu proses belajar siswa, (2) sebagai  informasi  atau wacana alternatif media pembelajaran yang mudah dibuat bagi guru, (3) dapat menambah koleksi media pembelajaran sekolah, dan (4) Menambah pengetahuan dan kemampuan dalam mengembangkan media dan pelaksanaan pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif bagi peneliti. Pengembangan media ini mengadaptasi metode penelitian research and development (R&D). penelitian ini memiliki 7 tahapan yang dilalui untuk menghasilkan dan menguji media animasi berbasis powerpoint. Variabel-variabel yang ada dalam penelitian ini adalah kelayakan perangkat pembelajaran, kelayakan media, keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah penggunaan media. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X - TKK SMK Negeri 3 Jombang semester 2 (genap) tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 32 peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Prosentase kelayakan dari perangkat pembelajaran sebesar 82,86% dinyatakan sangat valid, (2) Prosentase kelayakan dari media animasi berbasis powerpoint sebesar 82,86%, (3) Pengamatan kegiatan kelas menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran terlaksana dengan baik dengan hasil rating sebesar, (4) Hasil belajar siswa berdasarkan analisis uji-t mendapat nilai thitung = 0,42 sedangkan ttabel = 1,703 dengan demikian thitung > ttabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak, hal ini berarti hasil belajar siswa kelas X TKK SMKN 3 Jombang setelah penggunaan media animasi berbasis powerpoint dengan metode pembelajaran langsung adalah lebih besar atau sama dengan KKM (75) diterima. Kata kunci: Media animasi, hasil belajar siswa, Model pembelajaran langsung (MPL), Powerpoint. Abstract The background of this research is the medium of learning for basic competence (KD) describes the kinds of connections that are applied by teachers at SMK Negeri 3 Jombang in the form of 2-dimensional images and miniature connection. However, the use of the media is less effective in addressing the problem of lack of motivation in the students' attention and learn what is presented by the teacher in the learning process. Another problem experienced by teachers in the use of instructional media miniature connection of the schools is the limited, so that the miniature media can only be used when the school and can not be brought home for student relearn. Related to the above results and the problems that have been found in SMK 3 Jombang. then to solve these problems, media animation based powerpoint is developed. The problems in this study are (1) how the feasibility study, (2) how the feasibility media based animated powerpoint, (3) how completeness learning and (4) how your student learning outcomes after using the media. While the purpose of this study was to determine (1) the feasibility study, (2) the feasibility of the media, (3) completeness learning, and (4) the results of student learning. This study has the advantage of (1) to produce media that can help students' learning process, (2) the information or alternative discourse media that is created for teachers, (3) can add to a collection of instructional media school, and (4) enhance knowledge and ability in developing the media and the implementation of learning more innovative and creative for researchers. This media development adapting research methods research and development (R & D). This research has seven stages through to produce and test a media-based animation powerpoint. The variables in this study is the feasibility study, feasibility media, establishment learning and student learning outcomes after the use of media. Subjects in this study were students of class X - TKK SMK Negeri 3 Jombang 2nd semester (even) in the academic year 2015/2016, amounting to 28 learners. The results of this study indicate that (1) Percentage of the feasibility of the learning device of 82.86% are very valid. (2) Percentage viability of media based animated powerpoint amounted to 82.86% (3) The observation of classroom activities show that the learning activities carried out well with the results of a rating of (4) The results of student learning based on analysis of test-t gets the value t = 0.42, while the t table = 1.703 thus t> t table so that H 0 is accepted and Ha rejected, it means that the results of class X student TKK SMK 3 Jombang after the use of media-based animated powerpoint with a direct method of learning is greater than or equal to KKM (75) is received. Keywords: Student Facilitator and Explaining, student learning results, AutoCad
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IDENTIFIKASI ILMU BANGUNAN SISWA KELAS X TGB SMK NEGERI 3 JOMBANG NUR HAKIMAH, IMA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Negeri 3 Jombang menggunakan Model Pembelajaran Langsung (MPL) dengan metode ceramah untuk menjelaskan materi pembelajaran. Proses pembelajaran pada metode ceramah siswa cenderung hanya mendengarkan dan siswa cenderung pasif pada kegaiatan belajar mengajar. Salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar untuk pencapaian kriteria ketuntasan belajar maka dapat digunakan metode pembelajaran genius learning. Pemakaian metode pembelajaran genius learning dalam penelitian ini karena metode pembelajaran genius learning ini menyajikan langkah – langkah pembelajaran yang ringkas, padat, lengkap dan menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran genius learning pada mata pelajaran identifikasi ilmu bangunan 2) Mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran genius learning pada mata pelajaran identifikasi ilmu bangunan 3) Mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa kelas X TGB SMK Negeri 3 Jombang pada mata pelajaran Identifikasi Ilmu Bangunan yang diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran genius learning dan Model Pembelajaran Langsung (MPL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Non equivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada semester gasal tahun ajaran 2016/2017 di SMKN 3 Jombang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB SMKN 3 Jombang sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TGB 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X TGB 2 sebagai kelas kontrol. Kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan para ahli menunjukkan persentase kelayakan sebesar 87% dengan kualitatif sangat valid. Keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 87% dengan kualitatif sangat baik dan analisis uji hipotesis menghasilkan χ² hitung > χ² tabel yaitu 4,13 > 3,841. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran genius learning dengan media maket dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci : Metode pembelajaran genius learning, rumah plambing simulasi kecepatan air, perencanaan instalasi air bersih SMK Negeri 3 Jombang using Model Learning Direct (MPL) with a lecture method to explain the learning materials. The process of learning in lecture method students tend to just listen and students tend to be passive in kegaiatan learning. One alternative in improving learning outcomes for achieving the study completeness criteria can be used the teaching methods  genius learning. The use of learning methods learning genius learning in this study because of this learning method of  presents a step - step learning brief, concise, complete and interesting. The purpose of this study was to describe the feasibility of the learning device by using the learning method genius learning on the subjects of building science identification, describe materialize learning by using learning methods genius learning on the subjects of building science identification, describe the differences in the results of class X TGB student of SMK Negeri 3 Jombang Identification Building Science subjects are taught using learning and instructional genius Direct Learning Model (MPL). This type of research is a Quasi-Experimental Design with research design is Non-equivalent Control Group Design. This research was conducted in odd semester of academic year 2016/2017 at SMKN 3 Jombang. The population in this study were students of class X TGB SMKN 3 Jombang, samples in this study were class X TGB 1 as an experimental class and class X TGB 2 as the control class. experiment class gets treatment with teaching methods genius learning with  mockups media and control classes are treated using direct learning model (MPL). This type of research is a Quasi-Experimental Design with research design is Non-equivalent Control Group Design. This research was conducted in odd semester of academic year 2016/2017 at SMKN 3 Jombang. The population in this study were students of class X TGB SMKN 3 Jombang, samples in this study were class X TGB 1 as an experimental class and class X TGB 2 as the control class. Feasibility device learning by experts showed the feasibility percentage of 87% with qualitative very valid. Otherwise materialized learning shows the percentage of 87% with qualitatively very good and analysis a hypothesis test of  generating χ² count > χ² table is 4.13 > 3.841. from these results it can be concluded that there are differences in learning outcomes between experimental class using genius learning teaching methods with media  mock-up and control classes using direct learning model. Keywords : Learning method genius learning, home plumbing simulated flow     rate, planning the installation of clean water

Page 11 of 34 | Total Record : 336