cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB DI SMK NEGERI 7 SURABAYA IROFAH, NURMA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah salah satu model pembelajaran berpusat pada siswa (student centered) yang dapat menumbuhkan semangat dan motivasi siswa dalam mengerjakan latihan-latihan soal dengan suasana menyenangkan, sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam proses belajar mengajar karena adanya kerja sama antar siswa. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah tentang kelayakan perangkat, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang kelayakan perangkat, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design). Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 7 Surabaya, jurusan Teknik Gambar Bangunan (TGB) dan waktu penelitian dilakukan pada semester gasal 2015/2016. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas X TGB dengan jumlah 38. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan lembar tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan menganalisa kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar yang dinyatakan dalam prosentase dan menguji hipotesis dengan uji-t pihak kiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan perangkat pembelajaran mendapat rata-rata rating sebesar 88,75%, termasuk dalam kategori sangat layak. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran menggunakan kooperatif tipe make a match mendapat rata-rata total sebesar 83,89% termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa menunjukkan prosentase ketuntasan klasikal sebesar 86,84% dan nilai rata-rata hasil belajar (mean) 82,45 dengan thitung sebesar 9,568, harga ttabel sebesar 1,688 dan derajat kebebasan sebesar 5% (0,05), maka H0 diterima dan Ha ditolak. Kata Kunci: Model Pembelajaran Make a Match, Hasil Belajar, Mekanika Teknik. Cooperative learning model make a match is one of the models centered learning students (student centered) to foster the spirit and motivation of the students in doing the exercises with the condition is fun, so that students become more active in the learning process for their cooperation among students. The problems of this research is about the feasibility of the device, learning implementation, and learning results. The purpose of this study is to obtain a description of the feasibility of the device, learning implementation, and student learning results after the implementation of cooperative learning model make a match. This type of research is pre-experimental design. The research was conducted at SMK Negeri 7 Surabaya, majoring in Architecture Engineering (TGB) and the time of the research done on the odd semester 2015/2016. The samples used were students of class X TGB with the number 38. The research instruments used are learning device validation sheets, observation sheets of learning implementation and post test sheet. Data analysis technique used is descriptive analysis by analyzing the feasibility of learning tools, learning implementation and learning results expressed in percentages and test hypotheses using t-test against the left. The results showed that the feasibility study got an average rating of 88.75%, included in the category of very decent. Learning implementation using cooperative learning model using make a match gets on average a total of 83,89% is included in the excellent category. The results show the percentage of students studying classical completeness amounted to 86,84% and the average value of learning outcomes (mean) 82,45% with thitung 10.18, 1.688 ttabel prices and degrees of freedom at 5% (0.05), then H0 is accepted and Ha is rejected. Keyword: Make a Match Learning, The Result of Learning, Analysis Structure.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) DENGAN MEDIA MAKET PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X GB SMK NEGERI 2 SURABAYA INDRAYATI, FITRI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi pendahuluan yang telah dilakukan di SMKN 2 Surabaya bahwa siswa kurang memahami pelajaran konstruksi bangunan khususnya konstruksi atap. Ini dikarenakan proses belajar mengajar yang masih didominasi oleh guru, siswa kurang aktif dalam pembelajaran, siswa malu bertanya kepada guru, dan kurang memahami materi yang disampaikan karena kurangnya media yang digunakan untuk memvisualisasikan materi yang diajarkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan media maket pada mata pelajaran konstruksi bangunan, untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan media maket pada mata pelajaran konstruksi bangunan, dan untuk mengetahui rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan media maket pada mata pelajaran konstruksi bangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan desain penelitian One-Shot Case Study. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X GB SMK Negeri 2 Surabaya, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X GB 1 yang mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan media maket. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar tes. Kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan para ahli menunjukkan persentase kelayakan > 80%, yaitu 88% > 80% dengan kualitatif sangat valid. Keterlaksanaan pembelajaran berdasarkan para pengamat menunjukkan persentase > 80%, yaitu 92% > 80% dengan kualitatif sangat baik. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan media maket didapat nilai rata-rata kelas sebesar 85. Analisis uji hipotesis menghasilkan nilai t hitung > nilai t tabel, yaitu 4,60 > 1,69; yang berarti bahwa Ho ditolak sedangkan Ha diterima. Dengan demikian, rata-rata hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan media maket lebih besar (>) dari 80.          Kata kunci: Student Facilitator And Explaining (SFAE), maket,  konstruksi bangunan. Abstract Based on preliminary observations that has been done in SMKN 2 Surabaya that students less understand the lessons of building construction, especially the construction of the roof. This is because the teaching and learning process are still dominated by the teachers, students are less active in learning, students are embarrassed to ask the teacher, and less understand the material presented due to the lack of media are used to visualize the material being taught. The purpose of this study was to determine the feasibility of the learning device by using Student Facilitator And Explaining (SFAE) learning model with mock-up media on the subjects lessons of building construction, to determine the enforceability of learning by using Student Facilitator And Explaining (SFAE) learning model with mock-up media on the subject lessons of building construction, and to determine the average study results students after using Student Facilitator And Explaining (SFAE) learning model with mock-up media on the subject lessons of building construction. The kind of research used is Pre-Experimental Design with the research design is One-Shot Case Study. The population in this research is a students class X GB State Vocational High School 2 Surabaya, while the sample in this research is a class X GB 1 received treatment use Student Facilitator And Explaining (SFAE) learning model with mock-up media. The research instrument composed of a learning device validation sheet, observation sheet and test sheet. Feasibility device learning according to experts indicate the percentage of feasibility > 80%, namely 88% > 80% with qualitative very valid. The materializes study shows by observers indicates the percentage of > 80%, namely 92% > 80% with qualitatively very good. The study results students who use Student Facilitator And Explaining (SFAE) learning model with mock-up media obtained the average score class of 85. Analysis  test of hypothesis produce value t count > t table value, namely 4,60 > 1,69; which means that Ho rejected while Ha accepted. Thus, the average study results students after using Student Facilitator And Explaining (SFAE) learning model with mock-up media is greater than 80. Keywords: Student Facilitator And Explaining (SFAE), mock-up, building construction.
PENERAPAN  MEDIA 3D SKETCHUP PADA KOMPETENSI DASAR MENGINTEGRASIKAN PERSYARATAN GAMBAR PROYEKSI PIKTORIAL BERDASARKAN ATURAN GAMBAR PROYEKSI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Sayuti, T.
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sidoarjo dengan tujuan untuk mengetahui, (1) kegiatan guru mengajar selama pembelajaran dengan menggunakan media 3d sketchup, (2) kegiatan belajar siswa selama pembelajaran dengan menggunakan media 3d sketchup, dan (3) peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media 3d sketchup di SMK Negeri 1 Sidoarjo Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan tindakan, Observasi dan Refleksi. Penelitian ini dilakukan pada semester gasal 2015/2016 dengan siswa kelas X TGB SMK Negeri 1 Sidoarjo sebanyak 36 siswa pada mata diklat Gambar Teknik. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis validasi perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, Media, Materi dan Soal tes), analisis keterlaksanaan, analisis respon siswa dan analisis tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kegiatan mengajar guru meningkat dari 3,12% (baik) pada siklus I menjadi 4,23% (baik sekali) pada siklus II dalam skala 1-5. Peningkatan kegiatan mengajar guru ditunjukkan dari penyampaian tujuan pembelajaran dan mempersiapkan siswa sebelum memulai pembelajaran, mempresentasikan dan mendemontrasikan pengetahuan atau keterampilan terkait materi pembelajaran menggunakan media 3d sketchup, membimbing pelatihan saat siswa mengerjakan soal latihan, Pengecekan pemahaman siswa dan memberikan kesempatan pelatihan lanjutan kepada siswa. (2) kegiatan belajar siswa meningkat dari 2,67% (cukup) pada siklus I menjadi 3,96% (baik) pada siklus II dalam skala 1-5. Peningkatan kegiatan belajar siswa ditunjukkan dari kesiapan siswa dalam menerima pelajaran, mendengar penyampaian tujuan pembelajaran dan motivasi oleh guru, mengamati penjelasan guru terkait materi pembelajaran dengan menggunakan media 3d sketchup dan keaktifan siswa dalam bertanya. (3) Ada peningkatan nilai hasil belajar siswa sebesar 5,33 atau 7% dari siklus I ke siklus II. Sehingga, ketuntasan individu siswa pada tes akhir siklus adalah 21 siswa yang tuntas, sedangkan persentase ketuntasan kelas pada tes akhir siklus adalah 77,78%. Kata kunci : penerapan media 3d sketchup, kemampuan guru mengajar, kemampuan belajar siswa dan peningkatan hasil belajar. ABSTRACT This classroom action research conducted at SMK Negeri 1 Sidoarjo in order to determine, (1) the activities of teachers teaching for learning by using 3d sketchup media, (2) learning activities of students during learning by using 3d sketchup media, and (3) improvement of learning outcomes students using 3D sketchUp media in SMK Negeri 1 Sidoarjo This research is a classroom action research (CAR), which was done 2 cycles, each cycle consists of four steps: Planning, Implementation of the action, Observation and Reflection. Research was conducted on the odd semester 2015/2016 with class X TGB SMK Negeri 1 Sidoarjo were 36 students on the training Drafting. Data analysis technique in this research is the analysis of the validation study (syllabus, RPP, Media, Materials and Test item), enforceability analysis, analysis of student responses and analysis of student achievement test. The results of this study indicate that: (1) the teaching activity of teachers increased from 31,2% (good) in the first cycle to 42.3% (excellent) on the second cycle in a 1-5 scale. Increasing teachers 'teaching activities shown on the delivery of learning objectives and prepare students before the start of learning, presenting and demonstrating knowledge or skill related learning materials using SketchUp 3D media, guiding the training when the students do exercises, checking students' understanding and provide advanced training opportunities to students. (2) the learning activities of students increased from 26.7% (enough) in the first cycle to 39.6% (good) in the second cycle in a 1-5 scale. Improved student learning activities indicated on the student's readiness to absorb the lessons, hear the delivery of learning objectives and motivation by teachers, observing the teacher's explanations related learning materials using SketchUp 3D media and student activity in asking. (3) There is an increase in the value of student learning outcomes by 5.33 or 7% from the first cycle to the second cycle. Thus, the individual student mastery at the end of the test cycle is 21 students who completed, while the percentage of completeness class at the end of the cycle test was 77.78%. Keywords: 3d media SketchUp application, the ability of teachers teaching, students' learning ability and improved learning outcome
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PADA KOMPETENSI DASAR MENGKATEGORIKAN MACAM-MACAM PEKERJAAN KONSTRUKSI PENUTUP ATAP BAGI SISWA KELAS X TGB SMK NEGERI 1 SIDOARJO MESA, YUNITA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi di SMK Negeri 1 Sidoarjo, pada materi pembelajaran konstruksi penutup atap siswa kurang berminat karena materi yang banyak  serta  tidak adanya ringkasan materi dan kurangnya media pembelajaran. Salah satu media yang dapat digunakan dan diamati langsung oleh siswa adalah media maket. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah kelayakan pengembangan media maket, hasil belajar dan respon siswa terhadap media maket. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelayakan pengembangan media maket, mengetahui hasil belajar dan mengetahui respon siswa terhadap media maket. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Rancangan metode penelitian dan pengembangan terdiri dari 10 langkah tetapi dalam penelitian ini hanya menggunakan 6 langkah yaitu potensi dan masalah, pengumpulan informasi, desain produk, validasi desain, revisi desain dan uji coba desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB 3 SMK Negeri 1 Sidoarjo. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TGB 3 yang berjumlah 32 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, tes dan angket respon siswa. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah lembar validasi bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran dan pengembangan media maket sebelum digunakan sebagai media pembelajaran di kelas X TGB 3, tes dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan media maket dan pengisian angket ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap  media maket. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisis hasil validasi, menganalisis hasil belajar dan menganalisis respon siswa terhadap media maket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelayakan pengembangan media maket yang terdiri dari aspek materi, ilustrasi, kualitas tampilan media dan daya tarik mendapat skor rata-rata 4,32. Skor rata-rata 4,32 berada pada nilai A interval 4,32>4,20 kategori sangat baik. Hasil belajar siswa kelas X TGB 3 secara individu sudah mencapai KKM 75 namun secara klasikal sebesar 56,25% belum mencapai 75%. Sedangkan hasil skor rata-rata respon siswa terhadap media maket sebesar 4,17 dengan inteval 4,17≥3+0,67 kategori sangat tinggi/sangat positif. Kata kunci: media maket, hasil belajar, respon siswa Observations at SMK Negeri 1 Sidoarjo, on the learning material of construction, roofing students less interested because the material a lot as well as the absence of a summary of the material and the lack of media of instruction. One of the media that can be used and observed directly by the students is a medium scale. Formulation of the problem in this research is the feasibility of the development of a medium scale model, the results of the study and student response scale against the media. The purpose of this research is to know the feasibility of development of medium scale, learned of the results of learning and knowing the student response scale against the media. This type of research is research and development. The design methods of research and development consists of 10 steps, but in this research uses only 6 steps i.e. potential and problems, information collection, product design, design validation, revision of design and test design. The population in this research is the class  X TGB 3 SMK Negeri 1 Sidoarjo. While the sample in this research is the class X TGB 3 of 32 people. Research instrument used is sheet validation, test and question form student response. Data capture technique used is sheet validation aims to find out the feasibility study and development of media device scale before use, as a medium of instruction in class X TGB 3, tests are done to find out the results of learning students after learning to use media scale model and charging the now aims to know the student response scale against the media. Data analysis technique is used to analyze the results of the validation study, analyze the results and analyze the response of the students against the media scale model. The results of this study indicate that the feasibility of the development of a medium scale model consisting of a material aspect, illustration, display quality and appeal of the media got an average score of 4.32. Score average is at A grade 4.32 interval 4.32 > 4.20 categories very well. Learning outcomes students class X TGB 3 individually have reached 75 but the KKM classical amounted to 56.25% have not reached 75%. While the results average score student response against media mockup of 4.17 with interval 4.17 ≥ 3 + 0.67 category very high/very positive. Keywords: media scale model, the results of the study, student response
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK DI SMK 1 MOJOKERTO AFRIANSYAH, YUDHI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMK 1 Mojokerto dengan tujuan ; (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran mekanika teknik di SMK 1 Mojokerto. (2) Untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran dengan diterapkannya model PjBL pada mata pelajaran mekanika teknik di SMK 1 Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran project based learning. Sedangkan penelitian ini dilakukan pada semester genap 2015/2016 di SMK 1 Mojokerto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa meningkat dari siklus 1 yaitu 38% menjadi 83% pada siklus 2 dan psikomotor siswa meningkat dari siklus 1 yaitu 41% menjadi 100% pada siklus 2. Sedangkan keterlaksanaan kegiatan mengajar guru meningkat dari siklus 1 sebesar 2,70 tergolong kategori baik menjadi 3,00 pada siklus 2 tergolong kategori baik. Sehingga model pembelajaran project based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TGB 1 SMK 1 Mojokerto. Kata Kunci : Model Pembelajaran Project Based Learning, Hasil Belajar Siswa This research carried on in SMK 1 Mojokerto in order ; (1) to determine the effect of project based learning model learning towards improving student learning outcomes in the subjects of engineering mechanics at SMK 1 Mojokerto. (2) to determine the enforceability of the learning model with the implementation of the model PjBL on the subjects of engineering mechanics at SMK 1 Mojokerto. This type of research is classroom action research (PTK) with two cycles. The learning model used is a model learning project based learning. Whereas this research is done in the second semester of 2015/2016 at SMK 1 Mojokerto. The results of this study indicate that cognitive achievement of students increased from cycle 1  is 38% to 83% in cycle 2 and psychomotor students increased from cycle 1 is 41% to 100% in cycle 2. While adherence to the teaching activity of teachers increased from cycle 1 of 2,70 belong to both categories to 3,00 in cycle 2 belong to either category. So that the learning model of project based learning can improve learning outcomes of students of class X TGB 1 SMK 1 Mojokerto. Keywords : Learning Model Project Based Learning, Student learning outcomes
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR KONSTRUKSI ATAP KELAS XII TGB DI SMKN KUDU JOMBANG PUSPITA SARI, DEWI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model problem based learning (PBL) merupakan suatu model yang mengharuskan siswa untuk berpikir tingkat tinggi untuk mengolah informasi yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, materi, dan pengaturan diri. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran, keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model problem based learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian One Shot Case Study. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experimental Design. Subyek penelitian adalah kelas XII TGB 2 SMKN Kudu Jombang dengan jumlah 32 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2016-2017. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis kelayakan perangkat pembelajaran, analisis keterlaksanaan pembelajaran dan analisis hasil belajar dengan uji-t untuk menguji hipotesisnya. Berdasarkan hasil validasi silabus mendapatkan presentase 82,50%, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mendapatkan presentase 84,76%, handout mendapatkan presentase 89,52%, lembar soal belajar belajar siswa mendapatkan presentase 82,86%. Artinya, perangkat pembelajaran sudah memenuhi kriteria kelayakan. Hasil pengamatan kegiatan belajar siswa pada pertemuan I mendapatkan presentase 87,32%, sedangkan pada pertemuan II mendapatkan presentase 86,19% yang termasuk dalam kriteria sangat layak. Hasil belajar siswa memperoleh nilai rata-rata kelas 80,03%. Dari hasil perhitungan didapat thitung sebesar 3,377 dan ttabel sebesar 1,697. Hal ini berarti bahwa harga thitung > ttabel sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Maka, hipotesis berbunyi rata-rata hasil belajar Menggambar Konstruksi Atap siswa kelas XII setelah pelaksanaan model problem based learning lebih besar atau sama dengan 78 dapat diterima. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar siswa dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Kelayakan, Hasil   Belajar. Model of problem based learning (PBL) is a model which requires students to think a high degree to processes information that aims to develop skill problem solving , matter , and setting off. The purpose of this research is to know the worthiness of the device of learning, implemented an to learning, and learning outcomes the student with the problem with models based learning. This type of research is the study of One Shot Case Study. The design used in this study is the Pre- Experimental Design. Subject research was a class XII TGB 2 SMKN Kudu Jombang by the number of 32 students. Research was conducted in the first semester of the academic year 2016-2017. Technique data analysis in this research is analysis feasibility device learning, analysis to done an learning and an analysis of learn by uji-t to test hypotheses. Based on the results of validation syllabus get the percentage 82,50%, Learning Implementation Plan (RPP) get the percentage 84,76%, handout get the percentage 89,52%, sheets about student learning received the percentage 82,86%. It means, device learning enough to fulfill feasibility criteria. The result of the observation student learning activities at a meeting I get the percentage 87,32%, while at a meeting II get the percentage 86,19% are on the criteria very reasonable. Learning outcomes students obtain the value of an average class 80,03%. Calculations of the results obtained tcount worth 3,377 and ttabel worth 1,697. This means that the price of tcount > ttable so h0 received and ha rejected. So, hypothesis read the average study results drawing construction the roof a student of class XII after implementation model the problem based learning greater than or equal to 78 acceptable. Based on these results can be concluded that the implementation of model the problem based learning have had a positive impact of the student learning and study results students. Keywords: Model of Problem Based Learning, Feasibility,Learning Outcomes.
MATA KULIAH - MATA KULIAH YANG MEMPENGARUHI WAKTU TEMPUH KELULUSAN MAHASISWA S-1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN ANGKATAN 2010 JURUSAN TEKNIK SIPIL UNESA KHOIRISMA, ARISKHA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas NegeriSurabaya memiliki beberapa program mata kuliah. Beberapa mata kuliah tersebut terdapat mata kuliah yangkelulusannya ditempuh tidak hanya sekali sehingga di semester berikutnya akan mengurangi jatah SKS yang akandiambil untuk program paketan per semester.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui mata kuliah ? mata kuliah yang mempengaruhi waktutempuh kelulusan akademik mahasiswa S-1 Pend. Teknik BangunanAngkatan 2010 Jurusan Teknik Sipil UNESA 2)Untuk mengetahui kendala mahasiswa dalam menyelesaikan mata kuliah.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian inidilaksanakan pada semester gasal 2016/2017 di Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya yangberlokasi di Ketintang selatan, Surabaya. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Pend. Teknik BangunanJurusan Teknik Sipil Unesa angkatan 2010 kelas C sebanyak 40 mahasiswa. Instrumen penelitian terdiri dari lembarkuesioner.Mata kuliah yang mempengaruhi waktu tempuh kelulusan mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Bangunan 2010Kelas C Jurusan Teknik Sipil adalah Skripsi, PKL, Bahasa Inggris II, Kewirausahaan, Menggambar CAD I,Menggambar CAD III, Matematika Terapan I, Merencana Konstruksi Beton, Mekanika Tanah II, Menggambar CAD II,Merencana Konstruksi Baja, Pend. Olahraga dan Jasmani, Menggambar Struktur Bangunan I, Bahasa Indonesia, IlmuUkur Tanah dan Praktikum, Instalasi Bangunan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).Kata kunci : Mata Kuliah, waktu tempuh kelulusan, S1 Pend. Teknik BangunanAbstractStudy Program S-1 Technical Building Education Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, StateUniversity of Surabaya has several program courses. Some of these courses are courses that graduation be taken notonly once so in the next semester will reduce the quota of credits that would be taken to paketan program per semester.The purpose of this research is 1) To know the subjects - subjects that affect students' academic graduation traveltime S-1 Technical Building Education 2010 Department of Civil Engineering UNESA 2) To know the students incompleting obstacle courses.This type of research is descriptive research with quantitative approach. The research was conducted on the oddsemester 2016/2017 at the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, State University of Surabaya,which is located in the southern Ketintang, Surabaya. Subjects in this study were students of S-1 Technical BuildingEducation Department of Civil Engineering class of 2010 class C Unesa many as 40 students. The research instrumentconsisted of a questionnaire.Subjects that affect travel time graduation S1 Technical Education Building 2010 the Department of CivilEngineering is Skripsi, PKL, English II, Enterprise, Drawing CAD I, Drawing CAD III, Applied Mathematics I,Drafting Construction Concrete, Mechanics Soil II, Drawing CAD II, Drafting of Steel Construction, Pend. Sports andPhysical, Drawing Structures I, Indonesian, Science Measure Soil and Practicum, Installation Building and Budget Plan(RAB).Keywords: Subjects, travel time of graduation, S1 Technical Building Education
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PJBL) PADA MATERI RENCANA ANGGARAN BIAYA KAMSUN AZHARI, MOCH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi lapangan di SMKN 1 Kemlagi Mojokertoo bahwa siswa kurang memahami pelajaran Rencana anggaran Biaya Bangunan. Siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan guru dikelas dan mengerjakan soal soal latihan sehingga siswa kurang aktif serta pembelajaran masih menggunakan metode pembelajaran langsung (MPL) oleh karena itu, model pembelajaran yang sesuai dengan siswa sangat diperlukan agar siswa aktif dalam mengikuti pelajaran di kelas. Model pembelajaran yang menuntut peserta didik harus aktif, salah satunya adalah model pembelajaran Project Based learning Model pembelajaran yang menuntut peserta didik harus aktif, salah satunya adalah model pembelajaran Project Based learning.       Tujuan dari penelitian ini adalah Mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based learning (PjBL) pada pelajaran Rencana anggaran biaya Bangunan, Mendeskripsikan respon siswa setelah menggunakan model pembelajaran Project Based learning (PjBL) pada pelajaran Rencana anggaran biaya Bangunan, Mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Project Based learning (PjBL) pada pelajaran Rencana anggaran biaya Bangunan, dan Mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran Project Based learning (PjBL) pada pelajaran Rencana anggaran biaya Bangunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil 2016/2017 di SMKN 1 Kemlagi. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XII TGB A sebagai kelas eksperimen dan kelas XII TGB B sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran Project Based learning (PjBL) pada pelajaran Rencana anggaran biaya dan kelas kontrol mendapat perlakuan menggunakan model pembelajaran langsung (MPL). Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar angket respon siswa, lembar observasi/pengamatan, dan lembar tes hasil belajar. Kelayakan perangkat pembelajaran berdasarkan para ahli menunjukkan presentase kelayakan sebesar 86% dengan kualitatif sangat valid. Respon siswa menunjukan persentase sebesar 89% dengan kualitatif baik sekali. Keterlaksanaan pembelajaran menunjukan persentase sebesar 90% dengan kualitatif sangat baik. Hasil belajar siswa kelas eksperimen menghasilkan rata-rata lebih besar daripada kelas kontrol yaitu kelas eksperimen= 83 dan kelas kontrol= 75. Dan Analisis uji hipotesis menghasilkan thitung > ttabel yaitu 3,04 > 1,99. Dengan demikian maka, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Project Based learning (PjBL) pada pelajaran Rencana anggaran biaya Bangunan dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran langsung. Project Based learning (PjBL) pada pelajaran Rencana anggaran biaya Bangunan dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Kata kunci: Project Based learning (PjBL), Rencana anggaran Biaya Bangunan, Hasil belajar siswa Based on the results of field observations in SMKN 1 Kemlagi Mojokerto that students do not understand the lessons of building cost budgeting plan. The students are much listening what their teacher lesson and finishing an exercices tasks. This makes students are not active. Beside that, lesson model using Direct Lesson Model. This model is not suitable if want students active when they are in the class. With Project Based Learning (PjBL), it is good learning model can makes students more actives in their lessons. The purposes of this riset are describes of aplication lesson tools using Project Based Learning Lessons of Building Cost Budgeting Plan, describes of how students respon after using Project Based Learning Lessons of Building Cost Budgeting Plan, describes of the application of Project Based Learning (PjBL) Lessons of Building Cost Budgeting Plan and describes of result of students learned after using learning of Project Based Learning (PjBL) of lesson of Building Cost Budgeting Plan. Type of riset is Quasi Experimental Design with riset design Nonequivalent Control Group Design. This riset was held on  even semester 2016/2017 at  SMKN 1 Kemlagi Mojokerto. The Sample was class of XII TGB A as Experiment Class and class of XII TGB B as Control Class. Class of experiment using learning model of Project Based learning (PjBL) lesson of building cost budgeting plan and class of control using direct learning model. Riset Instrument use many kind of sheets, which are tool learning validation sheet, student respon quisioner sheet, observation sheet and learned result test sheet. The prosentase of application of learning tools is 86%. This is very kualitative. The prosentase of students respon is 89%. It is very good value. Besides, The prosentase of learning was run with 90%. It’s also very kualitative value. The average of learned result of experiment class was 83 and control class was 75. Value of experiment class more greater than control class. The Analysis of Hipotesis Exam creates t arithmetic With calculating table shows result is 3,04 > 1,99 It’s means there is different of learned result, between experiment class was used learning model Project Based Learning of Lesson of Building Cost Budgeting Plan and control class was used Direct Learning Lesson. So, the resume of the riset shows using Project Based Learning (PjBL) Lesson of Building Cost Budgeting Plan can increases students learned result because this learning model makes students more active when they learn in the classroom. Keywords: Project Based Learning, Building Cost Budgeting Plan, The Result Of Student Learned.
“PENGGUNAAN JOBSHEET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TGB PADA MATA PELAJARAN UKUR TANAH  DI SMKN 1 NGANJUK” NUR AINI M, ZUCHRIYA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Jobsheet Ilmu Ukur Tanah ini bertujuan sebagai sarana penyampaian materi kepada peserta didik atau siswa sehingga dapat membantu meningkatkan kompetensi siswa dalam aspek kognitif terlebih pada keterampilan praktik yang di inginkan.Josbheet ini bersifat interaktif karena melibatkan siwa secara langsung untuk menggali informasi yang lebih dalam mengenai mata diktat ukur tanah terlenih pada materi pengukuran beda tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan penggunaan jobsheet dan hasil belajar siswa setelah penggunaan jobsheet pada siswa kelas X di SMKN 1 Nganjuk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-expermintal dengan bentuk one-shot case study.Penelitian ini dilakukan di SMKN 1 Nganjuk kelas X Teknik Gambar Bangunan dengan jumlah 28 siswa pada semester gasal tahun ajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik angket, dan  teknik tes. Teknik analisis data yang menggunakan teknik analisis validator, dan teknik analisis tes hasil belajar. Hasil penelitian pengaruh penggunaan Jobsheet terdiri dari: 1). Kelayakan jobsheet dengan presentase sebesar 76% dinyatakan baik dan layak untuk digunakan. 2). Kelayakan perangkat pembelajaran dalam proses pembelajaran berupa silabus sebesar 81,5%, RPP 79,5%,  dinyatakan sangat baik dan layak untuk digunakan. 3). Kelayakan soal posttest dengan presentase sebesar 83% dinyatakan sangat baik dan layak untuk digunakan. 4) Hasil Ujii coba prestasi hasil belajar terhadap penggunaan Jobsheet diperoleh nilai rerata sebesar 81,5 untuk uji tes pengetahuan dan 83 untuk uji keterampilan. Nilai tersebut melebihi standar ketuntasan minimum yaitu 75. Kata Kunci : kelayakan Jobsheet The use Measure Soil Science is intended as a means of delivering the material to the students so as to help improve the competence of students in cognitive skills prior to the desired practices. Josbheet is interactive because it involves students directly to get more information on the subject land surveyor prior to the material height difference measurement. The purpose of this study was to determine the feasibility of using jobsheet and student learning outcomes following the use jobsheet in class X in SMK 1 Nganjuk. This research is a study of pre-expermintal the form of one-shot case study. This research was conducted at SMK 1 Nganjuk class X Architecture Engineering with 28 students in an odd semester of 2016/2017 academic year. Data collection techniques in this study were done by using a questionnaire, and the testing techniques. Data analysis using analytical techniques validator, and analysis techniques achievement test. With the effects of the use of Jobsheet consists of: 1) Feasibility jobsheet with a percentage of 76% declared well and fit for use.  2). Feasibility learning tool in the learning process in the form of a syllabus for 81.5%, 79.5% RPP, otherwise very good and deserves to be used. 3) Feasibility matter posttestwith a percentage of 83% is expressed very well and deserves to be used. 4) The results of trials on the use of achievement of learning outcomes Jobsheet obtained a mean value of 81.5 to 83 test tests knowledge and skills to the test. That amount exceeds the minimum standard of thoroughness is 75. Keywords: feasibility Jobsheet
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PEER LESSONS DENGAN MEDIA MODUL PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X GB SMK NEGERI 2 SURABAYA IMANINA, DANY
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian tentang penerapan metode pembelajaran peer lessons dengan media modul adalah mengetahui (a) keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran aktif tipe peer lessons dengan media modul. (b) respon siswa terhadap penerapan metode pembelajaran aktif tipe peer lessons dengan media modul. (c) perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok yang diberi metode pembelajaran aktif tipe peer lessons dan kelompok yang tidak diberi dengan dilengkapi media modul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimental. Pengambilan sampel dilakukan secara menyeluruh, sehingga jumlah populasi sama dengan jumlah sampel yaitu kelas X GB 1 dengan 38 siswa, kelas X GB 2 dengan 36 siswa serta X GB 3 dengan 37 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi, lembar observer, tes tulis dan angket. Pelaksanaan metode peer lessons dengan metode silang, dimana penetapan kelas yang hanya diberi modul berbeda di setiap pertemuan. Teknik analisis data menggunakan analisis penilaian validator, analisis keterlaksanaan pembelajaran, analisis angket respon siswa, dan analisis uji beda menggunakan uji-t (independent sample t-test). Hasil penelitian adalah sebagai berikut (a) keterlaksanaan proses pembelajaran aktif peer lessons menunjukkan kriteria sangat baik dengan rerata prosentase kegiatan mengajar guru sebesar 91,89% dan rerata prosentase kegiatan belajar siswa sebesar 89,57%, (b) respon positif ditunjukkan melalui rerata respon terhadap pembelajaran aktif peer lessons sebesar 77,78% dengan interpretasi kuat, (c) perbedaan hasil belajar siswa ditunjukkan pada pertemuan awal yaitu rerata hasil belajar kelompok yang diberi pembelajaran aktif peer lessons dilengkapi modul lebih tinggi dibandingkan dengan rerata hasil belajar kelompok yang hanya diberi modul. Selisih rerata nilai kedua kelompok signifikan untuk disimpulkan keduanya berbeda secara nyata. Pada pertemuan selanjutnya, tidak menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok sampel. Selisih rerata nilai hasil belajar kedua kelompok sampel kecil dan tidak berarti untuk disimpulkan keduanya berbeda secara nyata. Kata kunci : Metode Peer Lessons, Modul, Keterlaksanaan Pembelajaran, Hasil Belajar, Respon Siswa Purpose about active learning type of peer lessons with media module was to determine (a) implementation learning by using active learning type of peer lessons with media module. (b) response of student to application active learning type of peer lessons with media module. (c) differences in learning outcomes between groups are given active learning type of peer lessons and groups are not given and complete with media module. The kind of research is quasi experimental design. The sampling is done thoroughly, so that the total population is equals the number of samples class X GB 1 with 38 students, class X GB 2 with 36 students and class X GB 3 with 37 students. The instrument collection data used sheets validation, observation sheets, written test and questionnaires. The implementation of peer lessons with cross method, where the determination of class who were given different module at each meeting. Analysis techniques of data using analysis of validator valuation, analysis implementation of learning, analysis responses of student , and learn to use test results analysis of independent sample t-test. This is the results of research (a) implementation active learning type of peer lessons indicate the criteria very well with average percentage teacher teaching of 91,89% and average percentage student studying of 89,57%, (b) positive response shown by the average response to active learning type of peer lessons of 77,78% with very strong interpretation, (c) difference learning outcomes showed the initial meetings is the average learning outcomes of group by active learning type of peer lessons with media module higher when compared with value of group are only given media module. The difference between the average value of the two groups were significant for both concluded significantly difference. At the next meeting, showed no difference in learning outcomes between the two groups of samples. The difference in the average number of learning outcomes both sample groups are small and not mean to be concluded both significantly difference. Keywords : Method of Peer Lessons, module, implementation of learning, learning outcomes, response of students.