cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MENGGUNAKAN MAKET KURSI KAYU PADA KD MENERAPKAN MACAM-MACAM PEKERJAAN KAYU SISWA KELAS X TGB SMK N 5 SURABAYA PRATAMA, OKTAFIAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-87 Periode 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HUBUNGAN NILAI MATEMATIKA TERAPAN II TERHADAP NILAI MEKANIKA REKAYASA III PADA MAHASISWA S1 PTB 2010 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNESA IQBAL ALFIDDIN MALIK, M.
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-87 Periode 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai mata kuliah Matematika Terapan II terhadap nilai mata kuliah Mekanika Rekayasa III pada mahasiswa S1 PTB 2010 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unesa. Penelitian ini tergolong penelitian kuantitatif dengan pendekatan data berbentuk angka. Jenis penelitian yang digunakan bersifat penelitian analitik korelatif menggunakan alat analisis data dengan SPSS (Statistical  Package  for  Social  Sciences) versi 17, Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTB 2010 Jurusan Teknik Sipil FT Unesa, yang telah menempuh mata kuliah matematika terapan II dan mekanika rekayasa III. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Simple Random Sampling. Analisis statistik yang sesuai untuk melaksanakan penelitian ini adalah analisis regresi linier (Linier Regression Analysis) dan uji signifikansi. Hasil analisis menyebutkan bahwa dari hasil Tabel korelasi sederhana menggunakan alat SPSS (r) didapat korelasi antara Matematika Terapan II (X)  dan Mekanika Rekayasa (Y) sebesar 0,064 dengan signifikansi pada taraf kesalahan 5% dan didapat rtabel 0,325 maka (rhitung  = 0,064 > rtabel = 0,325) berarti nilai Matematika Terapan II hubungannya rendah terhadap nilai Mekanika Rekayasa III. Jadi dalam kasus ini dapat disimpulkan bahwa nilai Matematika Terapan II memiliki hubungan yang rendah terhadap nilai Mekanika Rekayasa III pada mahasiswa S1 PTB 2010 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unesa. Kata Kunci : Matematika, Penelitian Kuantitatif, Analisis Korelasi Sederhana Study was to determine the relationship of the value of the course Mathematics II against the value of Engineering Mechanics III subjects at S1 students PTB 2010 Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering Unesa. This research is classified as a quantitative research data approach shaped figure. This type of research is an analytic study of correlative use data analysis tools with SPSS (Statistical Package for Social Sciences) version 17 population in this study were students S1 PTB 2010 Department of Civil Engineering FT Unesa, which has embarked on a course of applied mathematics II and mechanical engineering III. The sampling technique used in this study is a simple random sampling technique. Statistical analysis appropriate to carry out this research is linear regression analysis (Analisis Regresi Linier) and tests of significance. From the results of Table simple correlation analysis using tools SPSS (r) obtained correlation between Applied Mathematics II (X) and Mechanics Engineering (Y) amounted to 0,064 with statistical significance level of 5% error and obtained rtabel 0.325 then (rhitung = 0,064> rtabel = 0.325) means Applied Mathematics II relation value low against the value of Engineering Mechanics III. So in this case can be concluded that the value of Applied Mathematics II have a low relation to the value of Engineering Mechanics III on student S1 PTB 2010 Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering Unesa. Keywords: Mathematics, Quantitative Research, Simple Correlation Analysis
PENERAPAN INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR PERANGKAT LUNAK UNTUK MENILAI HASIL BELAJAR MENGGAMBAR TEKNIK SISWA SMK NEGERI 3 SURABAYA ADITYA SUROSO, RISA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-87 Periode 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas hasil penelitian tentang penerapan instrument penilaian keterampilan menggambar perangkat lunak untuk menilai hasil belajar menggambar teknik siswa SMK 3 Surabaya. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan presentase. Data yang diambil berupa portofolio tugas menggambar dengan perangkat lunak dikumpulkan dan dianalisis dengan Instrumen Penilaian Keterampilan Menggambar Perangkat Lunak kemudian diinterprestasikan. Populasi penelitian 89 siswa. Sampel penelitian diambil 30 siswa. Penelitian ini menggunakan lembar penilaian keterampilan menggambar hanya pada hasil kerja yang berbobot 60%, yaitu skala: konstruksi garis line type 5%, dan line weight 5%, kelengkapan gambar: dimensi 5%, symbol 5%, teks 5%, notasi 5%, konstruksi gambar: bentuk 10%, dan kesesuaian 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) 76,67% nilai tugas menggambar denah rencana siswa masuk kategori sangat tinggi; (2) 53,33% nilai tugas menggambar denah rencana pondasi masuk kategori sangat tinggi; (3) 56,67% nilai menggambar denah rencana atap masuk kategori sangat tinggi; (4) 43,33% nilai menggambar tampak depan masuk kategori tinggi; (5) 66,67% nilai menggambar tampak samping masuk kategori rendah; (6) 36,67% nilai menggambar potongan memanjang masuk kategori rendah (7) 53,33% nilai menggambar potongan melintang masuk kategori sangat tinggi; (8) 60% menggambar denah rencana plafond masuk kategori sangat tinggi; (9) 50% nilai menggambar denah rencana instalasi listrik masuk kategori sangat tinggi (10) 43,33% nilai menggambar denah rencana instalasi air masuk kategori sangat tinggi. Analisis keseluruhan untuk mata pelajaran menggambar teknik menunjukkan 70% siswa mempunyai keterampilan yang tinggi, 26,27% siswa masuk kategori sangat tinggi, dan 3,33% siswa masuk kategori rendah. Kata Kunci: Keterampilan Menggambar Perangkat Lunak, Hasil Belajar This paper was discussed about application of instrument drawing skills assessment software to evaluate learning outcomes engineering drawing of student at Vocational High Scholl the 3rd in Surabaya. The method was descriptive quantitative research. Data were taken by the form of portfolio engineering drawing with AUTOCAD software, then collected and scoring by Instrument of Drawing Skills Assessment, then analyzed by Microsoft Excel; and interpreted. Population were 89 students, and samples were 30 students. The instrument were: the line construction line type 5%, and line weight of 5%, the completeness of the picture: the dimensions of 5%, symbolic of 5%, the text 5%, the notation 5% , construction drawings: form 10% and 10% conformity.This research result showed that (1) 76,67% of the score of plan sketch drawing is categorized as very high score; (2) 53,33% of the score of foundation plan sketch drawing is categorized as very high score; (3) 56,67% of the score of the roof plan sketch drawing is categorized as very high score; (4) 43,33% of the score of front look drawing is categorized as high score; (5) 66,67% of the score of side look drawing is categorized as low score; (6) 36,67 of the score of lengthwise pieces drawing is categorized as low score; (7) 53,33% of the score of cross section drawing is categorized as high score; (8) 60% of the score of ceiling plan sketch drawing is categorized as very high score; (9) 50% of the score of the electricity installation plan sketch drawing is categorized as very high score; (10) 43,33% of the score of water installation plan sketch drawing is categorized as very high score. Subjects overall analysis for technical drawing shows 70% of students have a high skill, 26.27% of students categorized as very high, and 3.33% of students categorized as low. Key Words : Drawing Skills Assessment Tools Software, Learning Results, Technical Drawing.
PENGARUH MEDIA AUGMENTED REALITY (AR) TERHADAP HASIL BELAJAR KONSTRUKSI BANGUNAN PADA SISWA KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO) ADIANSYAH, VIRMAN
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi banyak sekali media pembelajaran yang berkembang sesuai  dengan kemajuan zaman, salah satunya adalah media pembelajaran Augmented Reality (AR). SMK Negeri 1 Sidoarjo telah menggunakan pengajaran berbasis ICT (Information, Communication ,and Technology) atau biasanya disebut TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi) yang artinya sekolah ini sangat mendukung berbagai sarana yang menyangkut tentang IT baik dalam jaringan internet, software, dan hardware yang digunakan. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Augmented Reality (AR). Media Augmented Reality (AR)  adalah sebuah media yang menggabungkan antara dunia maya dan dunia nyata secara real time. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) Mengetahui kelayakan media Augmented Reality (AR) pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan (GKB) (2) mengetahui pengaruh Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar Konstruksi Bangunan pada siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan (TGB) di SMK Negeri 1 Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan merupakan quasi eksperimen. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan 1 sebagai kelas kontrol dan kelas X Teknik Gambar Bangunan 2 sebagai kelas eksperimen. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t (Separeted Varians). Hasil dari penelitian ini adalah: (1) kelayakan media menunjukkan 90.38% diperoleh dari dosen ahli media dan 76.92% diperoleh dari guru mata pelajaran. Skor rata-rata diperoleh sebesar 83.65%. Dari perolehan skor menunjukkan bahwa media AR layak digunakan sebagai media penelitian. (2) Hasil belajar siswa menggunakan media AR menunjukkan memiliki nilai lebih baik dari hasil belajar tanpa media AR, hal tersebut dibuktikan dengan perhitungan uji t. Pada perhitungan uji t didapat nilai t hitung sebesar 0.12 dan t tabel sebesar 1.9944, maka disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya bahwa ada pengaruh media Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar konstruksi bangunan pada siswa kelas X teknik gambar bangunan di SMKN 1 Sidoarjo. Kata Kunci: Augmented Reality, Gambar Konstruksi Bangunan, Media. In this globalization, a lot of media that develop in accordance is the medium of learning Augmented Reality (AR). SMKN 1 Sidoarjo have used the teaching based on ICT (Information, Communication, and Technology) or usually called ICT (Technology, Information and Communication), which means the school is very supportive of the various means by which concerns about IT both in the Internet, software, and hardware. Media used in this research is media Augmented Reality (AR). Augmented Reality (AR) media is a medium that combines a virtual world and a real world in real time. A research purpose to: (1) Determine a feasibility of Augmented Reality (AR) media on the subjects of building construction (2) the effect of Augmented Reality (AR) to the learning outcomes construction in class X Building Drawing Technique (BDT) in SMKN 1 Sidoarjo. The method used quasi-experimental. Subjects in this research were students of class X Building Drawing Technique 1 as the control class and class X Building Drawing Technique 2 as an experimental class. Data analyze in this research using t test (Separeted Variance). The results of this research are: (1) the feasibility media showed 90.38% was obtained from lecturers media expert and 76.92% was obtained from subject teachers, the mean score of 83.65%. The scores obtained shows that the AR media fit for use as a media research. (2) The results of student learning using AR media showed better learning results without AR media, it is evidenced by the t test calculation. In the calculation of the t test obtained t value at 0.12 and t table of 1.9944. Then a corresponding basis for decision making in the t test can be concluded that Ho rejected and Ha is received, which means that there is the influence of media Augmented Reality (AR) to the learning outcomes of Building construction in class X Building Drawing Technique in SMKN 1 Sidoarjo. Keywords: Augmented Reality, Building Drawing Construction, Media.
PENGEMBANGAN PENILAIAN KETERAMPILAN PRAKTIK KAYU PADA MAHASISWA PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SUGIARTO, AGUNG
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 3, No 3/JKPTB/16 (2016): Wisuda ke-87 Periode 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan zaman saat ini banyak terjadi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang cukup pesat, yang membawa banyak perubahan bagi semua aspek kehidupan manusia, yang membawa setiap manusia ke dalam persaingan global yang ketat. Permasalahan yang sering muncul, bangsa ini harus mampu berperan aktif untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Berdasarkan studi pendahuluan dilapangan diperoleh beberapa temuan bahwa masih terdapat beberapa kelemahan pada instrumen penilaian keterampilan praktik kayu. Berdasarkan analisis terdapat instrumen penilaian keterampilan pada praktik kayu terdiri atas tes subyektif dan tes untuk produk. Pada produk kerja mahasiswa berpengaruh pada pemberian nilai terhadap hasil kerja mahasiswa sehingga penilaian menjadi semakin subyektif dan dapat pula dipandang sebagai prosedur pengumpulan sampel perilaku yang akan dikenai nilai kuantitatif. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang diatas, penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana kelayakan penilaian keterampilan praktik kayu pada mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya? Penelitian ini merupakan penelitian penilaian terhadap hasil Soedijanto dalam Supartini (2008) mendefinisikan hasil belajar sebagai tingkat penguasaan yang dicapai dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Dengan  kata lain, belajar merupakan perubahan dalam disposisi atau kapabilitas manusia selama periode waktu tertentu yang disebabkan oleh proses perubahan, belajar adalah proses penerimaan, pengorganisasian dan penginterpretasian mahasiswa terhadap hasil belajar sebagai alat untuk mengadakan perbaikan dalam pengajaran, memperkuat  motivasi  belajar  mahasiswa, memperbesar pemahaman diri mahasiswa, dan menyediakan umpan balik tentang efektifitas pengajaran. Tujuan   penelitian   ini   adalah   untuk memperoleh   penilaian   persepsi terhadap hasil  belajar  pada mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya Penelitian ini menghasilkan suatu penilaian yaitu penilaian kemampuan ini berupa penilaian psikomotorik atau disebut juga penilaian unjuk kerja. Berikut kesimpulan dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa: Kelayakan suatu penilaian psikomotorik diukur dari besarnya validitas, reliabilitas. Diperoleh hasil dari penilaian dari tim ahli validasi tampang sebesar 88,46%, validasi materi sebesar 78,57%, validasi bahasa sebesar 85,19 %, validasi daya tarik sebesar 92,31%, Dari hasil validasi materi instrumen penilaian psikomotorik termasuk kriteria sangat valid sehinga instrumen dari segi materi dapat digunakan. Kata  Kunci: Pengembangan  Istrumen  Penilaian,  Hasil     Kerja  Praktik  Kayu,  Keterampilan Konstruksi Kayu, Dan Metode Penelitian Menggunakan Metode R&D. Abstract Progress times today many developments in technology and science quite rapidly, which brought many changes to all aspects of human life, which bring every man into global competition. Problems often arise, these people should be able to play an active role to resolve any problems  that exist. Based on preliminary field studies obtained some findings that there are still some weaknesses in the practical skills assessment instrument timber. Based on the analysis contained in the skills assessment instrument consisting of a wooden practice subjective test and tests for the product. In the student work products affect the grading of the student work and assessments become more subjective and can also be viewed as a procedure of collecting samples of behavior will be subject to a quantitative value. Based on the description that has been noted in the background above, this study can be formulated as follows: How feasibility assessment wooden practice skills in students Prodi S1 Technical Education Building Department of Civil  Engineering, Faculty of Engineering, State University of Surabaya? This study is an assessment of the results Soedijanto in Supartini (2008) defines learning outcomes as a mastery level achieved in following the teaching and learning program in accordance with the educational goals that have been set. In other words, learning is a change in  the disposition or human capability during a certain period of time due to the process of change, learning is the process of receiving, organizing and interpreting students' learning outcomes as a means to effect improvements in teaching, strengthen the motivation of student learning, increase the self-understanding students, and provide feedback on the effectiveness of teaching. The  purpose of this research is to gain perceptions of learning outcomes in students of the Faculty of Engineering Department of Civil Engineering, State University of Surabaya. This research resulted in an assessment that this capability assessment in the form of assessment of psychomotor or also called performance assessment. Following the conclusion of  the research results. Based on the above results it can be concluded that: Feasibility of a measured psychomotor assessment of the magnitude of the validity, reliability. Obtained results of the assessment of the validation team of experts looks for 88.46%, 78.57% for material validation, validation of language by 85.19%, validating the attractiveness of 92.31%, From the material validation criteria included assessment instruments psychomotor very valid in terms of material so that the instrument can be used.. Kata Kunci: Assessment Instrument Development, Job Training Results Wood, Wood Construction Skills, And Methods Using Method R & D
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN MEDIA FLASH PLAYER ANTARA PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN PEMBELAJARAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI TANGGA DI SMKN 1 KEDIRI JANUARDI, YUDA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pembelajaran dengan menerapkan media flash player menggunakan metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan model pembelajran saintifik pada materi pelajaran menggambar konstruksi tangga. Permasalahan yang ada di SMKN 1 kediri disebabkan siswa yang kurang aktif dalam kelompok belajar dan belum maksimalnya pelaksanaan pembelajaran kelompok di kelas membuat kurang interaktif dalam pembelajaran di kelas. Penggunaan media flash player dan pembelajaran TAI bertujuan agar dalam pembelajaran siswa lebih aktif dalam kelompok belajar dan pengawasan guru lebih intensif pada kelompok belajar . Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen, dengan jenis penelitian posttest only control group. Untuk mengetahui kesamaan kedua kelas sebagai persyaratan harus sama menggunakan analisis nilai hasil belajar pada materi sebelumnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes hasil belajar di setiap akhir pembelajaran pada pertemuan ke I dan ke II kelas XI GB 1 dan XI GB 2 di SMK Negeri 1 Kediri. Untuk menganalisis perbedaan nilai tes hasil belajar pada penelitian ini menggunakan uji t dan dihitung menggunakan program IBM SPSS Statistics 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan rata – rata nilai tes hasil belajar kelas XI GB 1 sebagai eksperimen sebesar 82,3 dan kelas XI GB 2 sebagai kelas kontrol sebesar 78.4 sehingga dapat dikatakan baik karena nilai yang dihasilkan diatas nilai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapka di SMKN 1 Kediri yaitu 75 dan juga nilai yang dihasilkan dalam penelitian diatas rata-rata nilai pada materi sebelumnya kelas XI GB 1 sebesar 73,47 dan kelas XI GB 2 74,70. Terjadi perbedaan nilai yang siginifikan pada hasil belajar siswa antara  model pembelajaran  TAI dan dan  pembelajaran pendekatan  saintifik berdasarkan perhitungan uji t didap atkan nilai Nilai thitung > ttabel (2,904 > 2,002)  dan taraf signifikansi < 0,05 (0,012 < 0,05) maka H1 diterima H0 ditolak. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe TAI berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi Konstruksi tangga. perbedaan hasil belajar disebabkan dalam pembelajaran TAI  guru lebih aktif dalam memberikan bimbingan  terhadap kelompok belajar dan siswa lebih interaktif dalam pembelajaran kelompok dikelas dibanding pembelajaran pendekatan saintifik yang diterapkan kurang maksimal. Kata kunci: Team Assisted Individualization (TAI), Flash Player, Pendekatan Saintifik, Hasil Belajar Siswa This study aims to determine differences in learning result by applying flash media player using teaching methods Team Assisted Individualization (TAI) with a model of scientific pembelajran on the subject matter to draw a construction ladder. The problems existing in SMK 1 kediri due to students who are less active in study groups and not maximal implementation of group learning in the classroom to make less interactive in the classroom. The use of flash media player and learning TAI aims to make student learning more active in study groups and more intensive supervision of teachers in the study groups. The research method used is the method of experimental research, the types of research posttest only control group. To determine the similarity of both classes must be the same as the requirements to use the analysis of the value of learning result in the previous material. Collecting data in this study were obtained through achievement test at the end of each lesson at the meeting to first and Second class XI and XI GB 1 GB 2 in SMK Negeri 1 Kediri. To analyze the differences in the test scores learning result in this study using the t test and calculated using IBM SPSS Statistics 18 program. Research results show that, found the average grade achievement test class XI GB 1 as an experiment is 82.3 and for class XI GB 2 as the control class is 78.4 so it can be said to be good because the resulting value above its minimum completeness criteria specified in SMKN 1 Kediri is 75 and also the value produced in the research above average scores on previous material GB 1 class XI of 73.47 and GB 2 class XI of 74.70. There is a difference significant values on student learning result between TAI and learning model and learning the scientific approach is based on the calculation of the t test obtained value t> t table (2.904> 2.002) and a significance level of <0.05 (0.012 <0.05) then H1 accepted and H0 rejected. Accordingly, cooperative learning model type TAI effect on student learning result in Construction stairs material. differences in learning result in learning TAI teachers more active in providing guidance to study groups and students a more interactive learning rather than learning class group applied scientific approach less than the maximum. Keywords: Team Assisted Individualization (TAI), Flash Player, Saintifik Approach, Student Result
PENGARUH KECERDASAN SPASIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK MENGGAMBAR CAD PADA SISWA KELAS XI TGB SMKN 1 NGANJUK DEFTANANDA NURDYANTO, VADZAR
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan spasial merupakan kemampuan khusus yang berhubungan dengan menggambar, sehingga kemampuan spasial mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan memvisualisasikan gambar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan spasial siswa terhadap hasil belajar psikomotorik mengambar CAD yang meliputi: (a) kemampuan menggambar denah rumah tinggal sederhana, (b) kemampuan menggambar rencana pondasi rumah tinggal sederhana, (c) kemampuan menggambar rencana atap rumah tinggal sederhana, (d) kemampuan menggambar CAD pada  siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Nganjuk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional, yaitu suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variabel. Variabel terikat pada penelitian ini adalah nilai kecerdasan spasial siswa, sedangkan variabel bebas menggunakan nilai psikomotorik siswa dalam materi menggambar rumah tinggal sederhana yang meliputi (a) menggambar denah rumah tinggal sederhana, (b) menggambar rencana pondasi, (c) menggambar rencana atap, dan (d) kemampuan menggambar CAD. Hasil dalam penelitian ini adalah kemampuan spasial siswa dan juga pengaruh kemampuan spasial siswa terhadap kemampuan psikomotorik siswa menggambar rumah tinggal sederhana menggunakan program CAD. Pengambilan kesimpulan pengaruh kemampuan spasial siswa terhadap kemampuan psikomotorik menggambar rumah tinggal sederhana siswa diukur dengan SPSS 22, menggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil dari analisis regresi sederhana, didapatkan hasil koefisien determinasi antara kecerdasan spasial siswa terhadap, (a) kemampuan psikomotorik  siswa menggambar denah rumah tinggal sederhana sebesar 79,0%, (b)  kemampuan psikomotorik  siswa menggambar rencana pondasi rumah tinggal sederhana sebesar 25,9%, (c) kemampuan psikomotorik  siswa menggambar rencana atap rumah tinggal sederhana sebesar 7,30%, (d) kemampuan psikomotorik  siswa menggambar CAD sebesar 63,6%. Artinya kecerdasan spasial siswa memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan pikomotorik menggambar CAD. Kata kunci : Kecerdasan spasial , Psikomotorik, Menggambar CAD. Abstract Spatial abilities are special abilities that relate to drawing, so that spatial abilities affect students' ability to understand and visualize the image. This study aims to determine the effect of spatial ability of students to the learning outcomes of psychomotor drawing CAD which include: (a) the ability to draw house plans to stay put, (b) the ability to draw a plan of the foundation of the house lived a simple, (c) the ability to draw the plans roofs of residential houses is simple, (d) the ability to draw CAD in class XI student of SMK Negeri 1 Nganjuk TGB. This research is quantitative descriptive research. The method used is correlational, is a study to determine the relationship and the level of relationship between two or more variables without any attempt to influence these variables so that there is no manipulation of variables. The dependent variable in this study is the value of spatial intelligence of students, while the independent variable using the value of psychomotor students in the material drawing dwelling house simple covering (a) drawing house plans to stay put, (b) to draw the plans of the foundation, (c) drawing plans roofs, and (d) the ability to draw CAD. The results of this research are spatial ability of students and also influence spatial ability of students to the psychomotor abilities of students to draw a simple dwelling house using a CAD program. Conclusions influence spatial ability of students to the psychomotor abilities of students to draw a simple dwelling house measured by SPSS 22, using simple regression analysis. Based on the results of a simple regression analysis, obtained the coefficient of determination between students' spatial intelligence, (a) the psychomotor abilities of students to draw a simple floor plan to stay at 79.0%, (b) psychomotor abilities of students to draw a simple plan to stay home foundations of 25.9 %, (c) psychomotor abilities of students to draw a simple plan of roofs of residential houses amounted to 7.30%, (d) the ability to draw students psychomotor CAD amounted to 63.6%. This means that the spatial intelligence of students have a positive influence on the ability pikomotorik CAD drawing. Keywords: Spatial intelligence, Psychomotor, CAD Drawing.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TGB DI SMK NEGERI 5 SURABAYA CYTA PARADISA, DIETHA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanika Teknik merupakan salah satu mata pelajaran yang yang wajib dipelajari siswa kelas X Teknik Gambar Bangunan (TGB) di SMK Negeri 5 Surabaya. Pemahaman siswa yang masih rendah ini dilihat dari hasil belajar sebelumnya sebesar 36% atau 10 orang dari 28 siswa masih di bawah ketuntasan klasikal  75%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui a) aktifitas guru mengajar pada saat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran mekanika teknik, b) aktifitas belajar siswa pada saat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada mata pelajaran mekanika teknik, c) peningkatan hasil belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS pada mata pelajaran mekanika teknik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data dikumpulkan dengan menggunakan pengamatan untuk memperoleh data kualitatif tentang aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran bermodel kooperatif TPS dilakukan dalam dua siklus. Tes digunakan untuk memperoleh data kuantitatif tentang hasil belajar siswa dengan model TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, a) aktifitas  guru pada memperoleh rerata nilai 89.8 dengan kategori sangat baik, b) aktifitas belajar siswa dengan rerata nilai 87.5 dengan kategori sangat baik, sehingga penerapan pembelajaran model TPS oleh guru dan siswa sudah terlaksana dengan baik, dan c) terdapat peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran mekanika teknik. Peningkatan hasil belajar di siklus I dari 64.8 meningkat di siklus II mencapai 85. Ketuntasan hasil belajar secara klasikal  pada siklus I dengan presentase  35.71% meningkat menjadi 78.57%. Kata Kunci: Mekanika Teknik, MPK tipe Think Pair Share, Hasil Belajar. Abstract Structural Analysis is one of the subjects that must be studied class X Architecture Engineering (TGB) in SMK Negeri 5 Surabaya . Students' understanding is still low is seen from the results of a previous study by 36% or 10 out of 28 students were still under the classical completeness 75% . The purpose of this study was to determine a) activities of teachers teaching at the time of the application of cooperative learning model Think Pair Share on the subjects of structural analysis, b) students learning activities during the implementation of cooperative learning model TPS on the subjects of structural analysis, c) learning outcome model TPS type of cooperative learning on the subjects of structural analysis. The method used is classroom action research. Data were collected using observations to obtain qualitative data about the activities of teachers and students in cooperative learning newfangled polling was conducted in two cycles. The test is used to obtain quantitative data on student learning outcomes with TPS models. The results showed that, a) activities of teachers in obtaining a mean value of 89.8 with a very good category, b) the student activity with a mean value of 87.5 with excellent category, so the application of the learning model of TPS by teachers and students already performing well, and c) improving student learning outcomes using cooperative learning model TPS on the subjects of structural analysis. Improved learning outcomes in the first cycle of 64.8 increased in the second cycle reaches 85. Classical mastery learning outcomes in the first cycle with a percentage of 35.71% increase to 78.57%. Keywords: Structural Analysis, MPK type of Think Pair Share, Learning outcomes.
PENGGUNAAN MEDIA MINIATUR PORTAL PADA MATERI MENGGAMBAR RENCANA KOLOM DAN BALOK BETON BERTULANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TGB RAJIB ANNAZARI, MOCHAMAD
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dan respon siswa terhadap penggunaan media miniatur portal dengan materi menggambar rencana kolom dan balok beton bertulang. Metode penelitian menggunakan quasi experimental design dengan menggunakan rancangan model post-test only control group design. Subyek penelitian adalah kelas XI TGB 1 dan XI TGB 2, semester genap tahun ajaran 2015/2016 di SMK Negeri 3 Jombang. Teknik pengumpulan data adalah validasi perangkat pembelajaran, validasi media pembelajaran, tes tulis dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis validasi kelayakan perangkat pembelajaran, analisis hasil belajar siswa dan analisis respon siswa. Penggunaan media pembelajaran miniatur portal meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menggambar rencana kolom dan balok beton bertulang. Kelas XI TGB 1 dari nilai rata-rata 77,78 menjadi 79,17 meningkat 1,39% pada materi kolom dan nilai rata-rata 80,42 menjadi 81,39 meningkat 0,97% pada materi balok. Kelas XI TGB 2 dari nilai rata-rata 75,47 menjadi 82,03 meningkat 6,56% pada materi kolom dan dari nilai rata-rata 77,66 menjadi 84,06 meningkat 6,41% pada materi balok. Kata Kunci : Media Pembelajaran, Hasil Belajar, Respon Siswa Research objectives are to determine learning outcome and response student to use of miniature media portal with drawing plan girder reinforced concrete and column subject. The research of method is use quasi experimental design with using plan of mode post-test only control group design. The research of subject are XI TGB 1 and XI TGB 2 class, second semester of academic year 2015/2016 at SMK Negeri 3 Jombang. The technical of research accumulation data is learning equipment  validation, validation of learning media, written test and questionnaires. The technical of research analyze data use validation learning, analysis of student learning result and student response analysis. Application of miniature media portal learning could improve student learning result drawing plan girder reinforced concrete and column subject. Class XI TGB 1 average value from 77.78 to 79.17 increased 1.39% on a column subject and average value from 80.42 to 81.39 increased 0.97%  on the beam subject. Class XI TGB 2 average value from 75.47 to 82.03 increased 6,56% on a column subject and average value from 77,66 to 84,06 increased 6,41% on the beam subject. Keywords : learning media, outcome learning, student respon
PENERAPAN MEDIA PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI BANGUNAN BAJA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 2 PROBOLINGGO BAGUS CAHYO L., DWI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 1, No 1/JKPTB/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya media pembelajaran yang mendukung guru dalam menjelaskan materi pelajaran konstruksi bangunan  di dalam kelas, sehingga siswa merasa sulit untuk memahami materi yang diajarkan oleh guru. Dampaknya rata-rata nilai siswa berada di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yakni nilai 75. Berdasarkan uraian tersebut, hasil belajar pada mata pelajaran konstruksi bangunan siswa SMK Negeri 2 Probolinggo kurang baik. Terkait permasalahan-permasalahan yang telah ditemukan, dipilihlah media replika sebagai media pembelajaran. Media replika adalah tiruan dalam bentuk replika dari benda nyata. Replika dibuat agar siswa mengetahui suatu benda yang biasanya sulit dibayangkan pada saat pembelajaran karena benda aslinya tidak memungkinkan dibawa guru ke dalam kelas. Siswa tidak hanya melihat gambar  yang biasanya di perlihatkan oleh guru saat pembelajaran di dalam kelas, akan tetapi siswa dapat melihat, meraba, serta memegang media tersebut dan dapat membuat siswa lebih kreatif, inovatif, dan produktif dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 3 siklus. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa dan respon siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X  TGB 2 Program Keahlian Bangunan SMK Negeri 2 Probolinggo semester 2 (genap) tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Pada siklus I rata-rata nilai siswa adalah 69,76, yang telah tuntas sebanyak 15 siswa (65% dari total siswa) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 10 siswa (35% dari total siswa). Pada siklus II Nilai rata-rata siswa adalah 76,4, yang telah tuntas sebanyak 19 siswa (79% dari total siswa) dan yang tidak tuntas sebanyak 6 siswa (21% dari total siswa). Pada siklus III nilai rata-rata siswa adalah 79,92. Dengan jumlah siswa yang tuntas 25 siswa (100% dari jumlah siswa). (2) Hasil Respon siswa mendapat jumlah persentase 79% dari persentase maksimum 100%, hasil diperoleh dengan predikat respon baik dari siswa. Kata kunci: Media Replika, Hasil Belajar Siswa. Abstract The background of this study is the lack of media learning support teachers in explaining the subject matter of building construction in the classroom, so students find it difficult to understand the material being taught by the teacher. The impact the average value of students are under the minimum completeness criteria that a value of 75. Based on these descriptions, learning outcomes on the subjects of building construction students of SMK Negeri 2 Probolinggo unfavorable. Related problems that have been discovered replica media as a medium of learning. Media replica is a clone in the form of replicas of real objects. Replica made so that students know an object that is usually hard to imagine at the time of learning for the original object does not allow the teacher brought into the classroom. Students not only see images that usually shown by the teacher during lessons in the classroom, but students can see, feel, and holds the media and can make students more creative, innovative, and productive in the learning process in the classroom. The method used is the Classroom Action Research (CAR) of 3 cycles. Variables examined in this study are student learning outcomes and student response. Subjects in this study were students of class X  drawing techniques building 2 Skills Program SMK Negeri 2 Probolinggo 2nd semester in the academic year 2015/2016, amounting to 25 students. The results of this study indicate that (1) In the first cycle students' average was 69.76, which was completed by 15 students (65% of total students) and students who did not complete as many as 10 students (35% of total students). In the second cycle students' average value was 76.4, which was completed by 19 students (79% of total students) and who did not complete as many as six students (21% of total students). The third cycle students' average score was 79.92. With the number of students who complete 25 students (100% of total students). (2) Results of Student responses received total percentage of 79% of the maximum percentage of 100%, the results obtained with the predicate good response from students. Keywords: Replica Media, Student Learning Result.

Page 10 of 34 | Total Record : 336