cover
Contact Name
Nilna Azizatus Shofiyyah
Contact Email
ashofiyyahnilna@gmail.com
Phone
+6282318554628
Journal Mail Official
ashofiyyahnilna@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Cikawung, RT.30/RW.07, Cintaratu, Kec. Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46385
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31236529     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (JMPI) focuses on research and scholarly studies in Islamic educational management, including educational leadership, strategic management, human resource management, quality assurance, organizational development, curriculum management, educational innovation, and the utilization of digital technology in Islamic educational institutions. The journal publishes empirical research, conceptual studies, and theoretical perspectives relevant to the development and improvement of Islamic educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Manajemen Krisis dalam Mempertahankan Kepercayaan Publik pada Lembaga Pendidikan Islam
JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public trust constitutes a strategic asset for the sustainability of Islamic educational institutions, yet it may deteriorate when institutions fail to respond appropriately to crises. Service-related problems, internal conflicts, limited transparency, and the spread of negative information can develop into legitimacy crises when they are not managed systematically. This study aims to analyze crisis management as a strategy for maintaining public trust in Islamic educational institutions. A qualitative approach was employed using a literature review method. Data were drawn from scholarly journal articles, academic books, previous research findings, and relevant documents, which were analyzed through qualitative content analysis and conceptual synthesis. The findings reveal two main insights. First, sustaining public trust requires institutional crisis-management capacity characterized by preparedness, structured response mechanisms, coordination, and accurate and transparent communication. Second, trust recovery requires corrective actions, accountability, and organizational learning capable of transforming crisis experiences into institutional improvements. These findings indicate that crisis management should not be viewed merely as a communication strategy implemented when problems emerge, but as a governance capacity closely associated with institutional legitimacy, organizational resilience, and sustainability. This study contributes to the development of Islamic educational management by positioning public trust as an outcome of governance quality and crisis management as a strategic mechanism for sustaining institutional legitimacy.
Paradoks Kepemimpinan Direktif dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam: Ketika Orientasi Kemajuan Berhadapan dengan Resistensi terhadap Masukan Bawahan
JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan direktif memiliki peran penting dalam memberikan arah, kepastian, dan percepatan perubahan pada lembaga pendidikan Islam. Namun, orientasi kemajuan dapat menjadi kontraproduktif ketika kewenangan yang kuat tidak disertai keterbukaan terhadap masukan bawahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradoks kepemimpinan direktif dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam, khususnya hubungan antara orientasi perubahan, dominasi pengambilan keputusan, dan munculnya resistensi organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan kepemimpinan direktif, organizational silence, psychological safety, pengambilan keputusan, resistensi organisasi, dan manajemen pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui analisis isi dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, orientasi kemajuan yang tidak diimbangi keterbukaan terhadap masukan dapat memperluas kontrol kepemimpinan sekaligus mempersempit basis informasi dalam pengambilan keputusan. Kedua, dominasi kepemimpinan berpotensi memunculkan keheningan organisasi dan resistensi pasif yang menghambat proses pembelajaran serta adaptasi kelembagaan. Temuan tersebut menegaskan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak ditentukan oleh kuatnya kontrol semata, tetapi oleh kemampuan mengintegrasikan ketegasan, keterbukaan, partisipasi, dan mekanisme koreksi. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengelolaan lembaga pendidikan Islam membutuhkan kepemimpinan yang mampu menggunakan kewenangan secara tegas sekaligus membangun ruang dialog agar pengetahuan dan pengalaman bawahan dapat menjadi sumber peningkatan kualitas keputusan organisasi.
Sentralisasi Kewenangan dan Disfungsi Organisasi dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam: Analisis terhadap Lemahnya Distribusi Peran Manajerial
JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan ketika struktur organisasi yang secara formal telah tersedia tidak diikuti dengan distribusi kewenangan yang proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis sentralisasi kewenangan dan implikasinya terhadap keberfungsian peran manajerial dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan sentralisasi, delegasi kewenangan, struktur organisasi, pembagian kerja, koordinasi, dan manajemen pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui analisis isi dan sintesis konseptual terhadap berbagai perspektif teoritis dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemusatan keputusan yang berlebihan menciptakan ketergantungan organisasi terhadap pimpinan, memperbesar beban koordinasi, dan membatasi otonomi unit kerja. Pada saat yang sama, lemahnya distribusi peran menyebabkan ketidakseimbangan antara tanggung jawab, kewenangan, dan kompetensi sehingga memunculkan inefisiensi, ketidakjelasan akuntabilitas, serta lemahnya kapasitas organisasi untuk bekerja secara mandiri. Temuan tersebut menegaskan bahwa efektivitas lembaga pendidikan Islam memerlukan arsitektur kewenangan yang mampu membedakan ranah strategis dan operasional. Pimpinan tetap berfungsi sebagai pengarah dan pengendali strategis, sedangkan kewenangan operasional perlu didelegasikan secara proporsional berdasarkan kompetensi dan tanggung jawab. Dengan demikian, distribusi kewenangan menjadi instrumen penting dalam membangun organisasi pendidikan Islam yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.
Kesibukan Organisasi dan Ilusi Efektivitas: Analisis terhadap Produktivitas Semu dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam
JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organizational busyness in Islamic educational institutions does not necessarily indicate effective management, particularly when high levels of managerial activity are not accompanied by commensurate outcomes. This study aims to analyze pseudo-productivity in the management of Islamic educational institutions by examining the relationship between organizational activity intensity, decision-making, and execution capacity. The study employs a qualitative approach using a literature review method. Data were obtained from scholarly journal articles, academic books, and previous studies relevant to organizational effectiveness, productivity, decision implementation, organizational learning, strategic management, and Islamic educational management. Data were analyzed through qualitative content analysis and conceptual synthesis to identify patterns linking managerial activities with institutional outcomes. The findings reveal two major issues. First, the high frequency of meetings, programs, coordination activities, and administrative tasks may create a perception of productivity that does not necessarily reflect substantive organizational effectiveness, as success is often assessed in terms of activity completion rather than the changes produced. Second, weak follow-up mechanisms, unclear ownership of decisions, limited monitoring, and the absence of measurable implementation indicators create a gap between decisions and actions. This condition may generate recurring organizational problems and increase the institutional workload without producing proportional improvements. The study emphasizes the need to shift from activity-oriented management toward outcome-oriented management by strengthening execution mechanisms, accountability, monitoring, and continuous improvement. Ultimately, the effectiveness of Islamic educational institutions is determined not by how busy the organization appears to be, but by the extent to which its activities generate meaningful changes that contribute to the achievement of institutional goals.
Kesenjangan antara Ekspektasi Kinerja dan Pemenuhan Hak Pendidik: Analisis Keadilan Organisasional dalam Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam
JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan antara ekspektasi kinerja dan pemenuhan hak pendidik menjadi persoalan manajerial yang dapat memengaruhi kualitas hubungan kerja dan keberlanjutan kinerja dalam lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara tuntutan kinerja, pemenuhan hak pendidik, dan keadilan organisasional dalam pengelolaan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan keadilan organisasional, social exchange theory, perceived organizational support, psychological contract, motivasi kerja, dan manajemen sumber daya manusia dalam pendidikan Islam. Analisis dilakukan melalui analisis isi dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi pola hubungan antara tuntutan organisasi, pemenuhan hak, persepsi keadilan, dan respons pendidik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tuntutan kinerja yang tinggi tanpa diimbangi kepastian pemenuhan hak dan dukungan organisasi berpotensi menciptakan ketidakseimbangan dalam hubungan kerja. Persepsi keadilan menjadi mekanisme penting yang menentukan bagaimana pendidik memaknai perlakuan organisasi dan merespons tuntutan kinerja. Konsistensi pemenuhan hak, transparansi prosedur, kualitas komunikasi, serta proporsionalitas beban kerja berperan dalam membangun kepercayaan dan mempertahankan kontribusi profesional. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pendidik perlu ditempatkan dalam sistem manajemen yang mengintegrasikan tuntutan, dukungan, akuntabilitas, dan keadilan organisasional. Pengelolaan sumber daya manusia yang berlandaskan prinsip keadilan dan amanah menjadi fondasi penting bagi terciptanya hubungan kerja yang kredibel serta kinerja yang berkelanjutan dalam lembaga pendidikan Islam.