cover
Contact Name
Yunika Triana
Contact Email
yunika@staff.uinsaid.ac.id
Phone
+6289518181336
Journal Mail Official
yunika@staff.uinsaid.ac.id
Editorial Address
Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History
ISSN : -     EISSN : 31640273     DOI : https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.139
Core Subject :
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History aims to provide a scholarly platform for the publication of research articles related to the fields of adab, language, literature, and history. This journal welcomes interdisciplinary studies that explore these areas from various perspectives within language studies, literary studies, and studies of adab and Islamic culture.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 1 (2026)" : 8 Documents clear
Analisis Pola, Fungsi, Kategori, dan Peran Sintaksis pada Kalimat Tunggal dalam Opini Mahasiswa di Koran Digital Solopos.com: Analysis of Patterns, Functions, Categories, and Syntactic Roles in Single Sentences in Student Opinions in the Solopos.com Digital Newspaper Riska Harist Hammami; Intan Titah Rahmahdani; Desy Asari
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola, fungsi, kategori, dan peran sintaksis pada kalimat tunggal dalam opini karya mahasiswa yang dimuat di koran digital Solopos.com. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa teks opini mahasiswa yang terbit pada Januari hingga April 2025. Data dikumpulkan dengan metode simak melalui teknik sadap dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) serta teknik lanjutan seperti ganti, perluas, dan ubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman struktur sintaksis dalam kalimat-kalimat tersebut. Pola kalimat tunggal yang dominan adalah pola S+P+O. Penggunaan pola tersebut pada kalimat tunggal dalam kolom opini mahasiswa mempermudah pembaca untuk memahami pesan secara jelas dan lugas. Fungsi subjek paling banyak diisi oleh nomina dan frasa nominal, fungsi predikat oleh verba dan frasa verbal, objek oleh frasa nominal, dan keterangan oleh frasa preposisional. Kategori yang paling dominan adalah nomina, frasa nominal, dan verba. Peran sintaksis yang ditemukan mencerminkan makna semantis yang beragam, dengan peran pelaku paling sering muncul pada fungsi subjek dan peran tindakan dominan pada fungsi predikat. Hal ini menegaskan bahwa penggunaan kalimat tunggal dalam opini mahasiswa mendukung penyampaian gagasan secara efektif serta menunjukkan pentingnya pemahaman fungsi, kategori, dan peran sintaksis dalam menganalisis kualitas bahasa tulis jurnalistik. Saran untuk penelitian selanjutnya, penulis menyarankan agar analisis diperluas dengan mengkaji kalimat tunggal, majemuk, dan kompleks secara bersamaan dalam teks opini.
The Moderasi Beragama : Konsep Ajaran Hindu – Buddha Sebagai Dasar yang Membentuk Harmonisasi di Desa Bugisan Abad ke-9.: Religious Moderation: The Concept of Hindu-Buddhist Teachings as a Basis for Forming Harmonization in a 9th Century Bugisan Village. Siti Amaliyaturrodiyah SY SY
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.36

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan dua agama pada masa masa kerajaan Mataram Kuno di Desa Bugisan di Kecamatan Prambanan, Klaten, tepatnya disekitar komplek candi Plaosan. Dalam penilitian ini konsep ajaran Tri Hita Karana, Tat Twam Asi ajaran Hindu dan Kakacupama sutta ajaran Buddha menjadi objek kajian yang melatarbelakangi harmonisasi agama Hindu dan Buddha serta pengaruh perkembangan ajaran tersebut di Desa Bugisan era Mataram Kuno. Fokus kajian ini adalah untuk mengungkap beberapa hal yaitu diantaranya, Konsep Ajaran Hindu – Buddha masa Dinasti Syailendra dan Dinasti Sanjaya, Harmonisasi ajaran Hindu-Buddha, Harmonisasi Hindu-Buddha di Komplek Desa Bugisan Era Mataram Kuno. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran agama Tri Hita Karana, Tat Twam Asi dan Kakacupama sutta yang menekankan hubungan baik antara manusia, Tuhan, alam, kesabaran dan cinta kasih adalah kekuatan utama yang menciptakan hubungan harmonis agama Hindu-Buddha era Mataram Kuno khususnya di Desa Bugisan. Penilitian ini juga menunjukkan adanya peran alkulturasi dalam seni dan budaya untuk memperkuat persatuan antara masyarakat Hindu dan Buddha di era Mataram Kuno.
Investigating the Relationship Between Duolingo Engagement, Learning Motivation, and Reading Proficiency among Fifth Semester Students at UIN Raden Mas Said Surakarta Cinthya Dhea; Sujito
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.71

Abstract

This study is grounded in the Value-Expectancy Theory and Dornyei’s Motivation Theory, which explain that learners’ motivation and engagement with interactive digital tools can influence their reading performance. The study examines the effects of Duolingo usage and learning motivation on students’ English reading skills through a quantitative, multivariate correlational design. Twenty-five university students completed Likert-scale questionnaires and reading tests. The findings revealed a moderate positive correlation between Duolingo engagement and reading performance (r = 0.421, R² = 0.17, p < 0.05), indicating that increased interaction with the Duolingo application contributes to improved reading skills. Similarly, learning motivation showed a moderate positive correlation with reading performance (r = 0.500, R² = 0.25, p < 0.05), suggesting that higher motivation enhances reading comprehension. The multiple regression model (Ŷ = 10.60+ 0.047X₁ + 0.124X₂) produced an R² value of 0.263 and F = 3.940 (p = 0.034 < 0.05), indicating that both variables simultaneously contributed significantly to reading ability. The concurrent implementation of Duolingo-facilitated digital learning and a high level of learner motivation demonstrates a statistically significant positive impact on students’ English reading proficiency.
Dari Determinisme Hingga Kebebasan: Mengkaji Makna Sejarah Dalam Dialektika Filsafat Modern: Belenggu Kausalitas dan Keteraturan Historis: Dominasi Determinisme, Peralihan Menuju Kebebasan: Menguatnya Peran dan Kesadaran Manusia sebagai Subjek, Kebebasan dalam Perspektif Postmodern, Etika, dan Konstruksi Makna, Sintesis dan Proyek Sejarah yang Belum Selesai Aufa Pandawa
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.96

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna sejarah dalam perspektif filsafat dengan menyoroti ketegangan dialektis antara determinisme dan kebebasan kehendak manusia. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa sejarah tidak dapat dipahami semata-mata sebagai rangkaian peristiwa yang ditentukan oleh hukum kausalitas, struktur sosial, atau kekuatan transenden, melainkan juga sebagai hasil dari tindakan reflektif dan pilihan bebas manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis-analitis, melalui penelusuran dan analisis kritis terhadap pemikiran filsafat modern, kontemporer, serta perspektif keislaman mengenai sejarah, kebebasan, dan tanggung jawab moral. Hasil kajian menunjukkan bahwa determinisme, baik dalam bentuk kausal, historis, maupun teknologi, cenderung mereduksi peran manusia sebagai subjek sejarah. Sebaliknya, filsafat modern, eksistensialisme, pemikiran postmodern, filsafat bahasa, dan doktrin Qadar dalam Islam menawarkan kerangka sintesis yang menegaskan kebebasan sebagai syarat fundamental bagi makna, moralitas, dan tanggung jawab historis. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa makna sejarah lahir dari dialektika dinamis antara batas-batas struktural dan kebebasan manusia, sehingga sejarah dipahami sebagai proyek terbuka yang terus direkonstruksi melalui refleksi dan tindakan manusia.
Kiai Abdul Qohhar Bayat Klaten : Napak Tilas Tokoh Mahaguru Spiritual Kasunanan Surakarta Asrifah Nur Khasanah; Arya Bagus Nur Ajiyanto
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.135

Abstract

Artikel ini mengkaji, dari perspektif historis dan reflektif, sosok Kiai Abdul Qohhar sebagai seorang cendekiawan Islam karismatik dari Ngruweng , Bayat, Klaten , yang memegang posisi penting sebagai guru spiritual dalam lingkungan Kasunanan Surakarta. Studi ini bertujuan untuk merekonstruksi peran dakwah dan warisan spiritual Kiai Abdul Qohhar melalui pendekatan historiografi kualitatif dengan menggabungkan sumber tertulis, tradisi lisan, dan observasi lapangan. Sumber utama penelitian ini meliputi Serat Sesingir yang ditulis oleh Paku Buwono IX, data media, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Temuan menunjukkan bahwa Kiai Abdul Qohhar adalah utusan Paku Buwono IV dalam menyebarkan Islam di wilayah Bayat dan kemudian diakui sebagai guru spiritual istana kerajaan. Pendekatan dakwahnya bersifat budaya dan spiritual, tercermin dalam praktik riyadhah , tradisi haul , dan nilai-nilai kearifan lokal yang terus bertahan hingga saat ini. Studi ini juga mengidentifikasi masalah epistemologis dalam dominasi narasi lisan yang belum sepenuhnya didukung oleh sumber primer yang autentik. Jika direnungkan, Kiai Abdul Qohhar mewakili model dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan patut dicontoh lintas generasi.
Integrasi Literasi Digital dan Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Critical Thinking Mahasiswa di Era Artificial Intelligence M. Thoriq Aziz; Syamsul Ma’arif
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.137

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the integration strategies of digital literacy and Islamic educational values, alongside their implications for enhancing students' critical thinking skills amidst the massive utilization of Artificial Intelligence (AI). The research employed a descriptive qualitative method with a case study approach in an Islamic higher education institution. Data collection was carried out through in-depth interviews, participatory observation, and documentation of students' academic activities. The results indicated that the instant utilization of AI technologies risks degrading students' analytical sharpness. However, a curriculum reconstruction that blends digital literacy skills such as information validation and comparative thinking with Islamic epistemological values (the principles of tabayyun and tafakkur) proved effective as both an ethical filter and a stimulant for critical reasoning. The study concludes that the integration of technological and Islamic axiological aspects successfully transforms students' roles from mere consumers of AI platforms into critical and adaptive information evaluators. This integration model is recommended as a tactical blueprint for policymakers in Islamic higher education to effectively respond to digital technology disruptions. Keywords: Artificial Intelligence; Critical Thinking; Digital Literacy; Islamic Education; Undergraduate Students.
Satire and Political Subversion: Critical Discourse Analysis of Javanese Power Ethics in Serat Wicara Keras Dewa Alfaquin Faturangga; Diefa Octavia Poetra; M. Syirojul Huda
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.139

Abstract

This study aims to analyze satire and political subversion in Serat Wicara Keras by R. Ng. Yasadipura II as a critique of Javanese power ethics. The research employs a qualitative method using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis approach to examine the relationship between language, ideology, and power within the text. Data were collected through library research and textual analysis of verses containing socio-political criticism. The findings reveal that Yasadipura II utilizes satire, irony, pejorative metaphors, and moral symbolism as discursive strategies to criticize the moral decadence of the priyayi elite and the crisis of political legitimacy within the royal court. The criticism is conveyed indirectly through a hidden transcript mechanism, enabling symbolic resistance against feudal political culture without direct confrontation. This study also finds that the critical values contained in Serat Wicara Keras remain relevant to contemporary Indonesian politics, particularly regarding oligarchy, dynastic politics, corruption, and the crisis of leadership ethics. Therefore, Serat Wicara Keras is not only a literary and historical text but also a medium of socio-political criticism that reflects the relationship between language, culture, and power in the Javanese tradition.
Krisis Makna Cinta Peradaban Modern: Telaah Humanisme Erich Fromm Dalam Buku The Art Of Loving Muhammad Arif Fur’qon; Arya Bagus Nur Ajiyanto
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v2i1.142

Abstract

Penelitian ini mengkaji krisis makna cinta dalam peradaban modern melalui lensa humanisme Erich Fromm sebagaimana tersaji dalam The Art of Loving. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis konsep cinta dalam kerangka humanisme Fromm, (2) mengkaji kritik Fromm terhadap peradaban modern yang mereduksi cinta, dan (3) menjelaskan relevansi gagasan Fromm bagi kehidupan sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis interpretatif melalui close reading teks primer serta pemetaan literatur pendukung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Fromm memosisikan cinta sebagai sebuah art—keterampilan etis yang harus dilatih serta sebagai aktivitas produktif yang terdiri atas empat unsur: care, responsibility, respect, dan knowledge. Dalam peradaban modern, orientasi having (memiliki) yang didorong oleh kapitalisme dan rasionalitas instrumental telah menggeser orientasi being (menjadi), sehingga cinta kerap direduksi menjadi komoditas, mengalami relasi yang bersifat instrumental, dan menyuburkan alienasi emosional. Implikasi praktisnya terlihat pada rapuhnya solidaritas dan melemahnya fungsi humanistik cinta dalam ruang publik. Kemudian  menemukan titik temu penting antara gagasan Fromm dan nilai-nilai religious, terutama konsep rahmah dalam tradisi Islam sebagai landasan untuk mereaktualisasikan cinta sebagai tenaga moral dalam rekonstruksi etika sosial. Kesimpulannya, pemikiran Erich Fromm tetap relevan dan menawarkan kerangka konseptual yang berguna untuk memahami dan merespons krisis relasi kemanusiaan di era modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 8