cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Formulasi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae Terhadap Leptocorisa acuta: Formulation of Entomopathogenic Fungus Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae against Leptocorisa acuta Dian Ekawati Sari; Rajmi Faridah -; Maman Adiaman -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi padi saat ini menjadi target utama dalam dunia pertanian, salah satu metode yang perlu diperhatikan dalam peningkatan produksi tanaman padi yaitu proses budidaya tanaman. Pengendalian hama merupakan kegiatan yang dilakukan di setiap tahapan dalam budidaya tanaman mulai dari pengolahan tanah sampai pasca panen. Hama utama dalam budidaya tanaman padi yang sangat berpengaruh dalam proses produksi yaitu Leptocorisa acuta. Hama tersebut selalu muncul di setiap musim tanam dan mewajibkan petani untuk melakukan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian yang dilakukan petani saat ini hanya sebatas melakukan penyemprotan senyawa kimia saja tanpa mengetahui dan tidak memperhatikan bahaya yang akan ditimbulkan dari tersebut. Pengendalian ramah lingkungan menggunakan cendawan entomopatogen merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetik ditingkat petani sehingga produk yang dihasilkan bebas residu pestisida dan dapat diterima di pasar internasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek dari formulasi cendawan entomopatogen Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae terhadap hama L. acuta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan efektif terhadap L. acuta, namun diantara perlakuan tersebut yang paling cepat memberikan efek yaitu perlakuan dengan konsentrasi 8% dapat menyebabkan mortalitas 100% pada hari ke 5 setelah aplikasi.
Aplikasi Methyl Eugenol Sebagai Pengendali Lalat Buah (Bactrocera Sp.) pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.): Application of Methyl Eugenol to control fruit flies (Bactrocera Sp.) on red chili plants (Capsicum annum L.) Nining Haerani -; Dwi Alfiandini -; Haerul - -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum.) dalam pengusahaannya idak terlepas dari gangguan hama dari awal pertumbuhan hingga pasca panen. Salah satu jenis hama yang menyebabkan kerusakan dan kerugian yang cukup besar pada budidaya cabai adalah lalat buah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis methyl eugenol dan ketinggian perangkap terhadap pengendalian hama lalat buah pada tanaman cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021 bertempat di grand house UNHAS Makassar, Sulawesi Selatan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis methyl eugenol yaitu: 0,75 mL/perangkap, 1,5 mL/perangkap dan 2 mL/perangkap. Sementara faktor kedua adalah ketinggian perangkap yang terdiri dari: 90 cm, 100 cm, dan 110 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis methyl eugenol 0,75 mL/perangkap memberikan hasil yang lebih baik tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Sementara pada perlakuan ketinggian perangkap menunjukkan bahwa perlakuan ketinggian perangkap 100 cm memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah lalat buah yang terperangkap yaitu 13, 22 ekor tidak berbeda nyata dengan ketinggian 90 cm dan berbeda nyata dengan ketinggian 110 cm.
Respons Tanaman Jagung (Zea mays L.) Pada Aplikasi Mikroorganisme Lokal dari Beberapa Akar Tumbuhan yang Berpotensi Sebagai PGPR: Response of Corn Plants (Zea mays L.) to the Application of Local Microorganisms from Several Plant Roots That Have Potential as PGPR Andi Herwati -; Eva Apriliana Basri; Haerul - -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung pulut atau jagung ketan termasuk jenis jagung khusus yang makin populer dan banyak dibutuhkan konsumen dan industri. Produksi jagung dalam negeri tidak mencukupi Jagung pulut mempunyai citarasa yang enak, lebih gurih, lebih pulen dan lembut. Rasa gurih muncul karena kandungan amilopektin yang terkandung dalam jagung pulut sangat tinggi, mencapai 90%. Struktur pati dari jagung pulut juga termasuk spesifik sehingga cocok pula untuk kebutuhan industri, selain untuk kebutuhan pangan. Tingginya persentase kandungan fraksi tepung pada endosperma biji memberikan kontribusi terhadap kandungan pati yang tinggi pada biji, sehingga cocok untuk industri etanol. Penggunaan Mikroorganisme Lokal dan bahan organik sebagai bio-fertilizer (pupuk hayati) yang mampu mentransformasi sumber nutrient (hara) yang ada di tanah dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis MOL, dosis, dan interaksi antara jenis dengan dosis yang memberikan pengaruh terbaik pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor UPT. BPTPH Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Maros pada bulan Juni sampai Agustus 2022. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dimana faktor pertama jenis MOL yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua dosis yang terdiri dari 4 taraf setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangn terdiri atas 12 tanaman sehingga terdapat 36 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOL ekstrak akar bambu memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. MOL ekstrak akar bambu memberikan pengaruh terbaik terhadap diameter batang 1,26 mm, umur berbunga 40 hst, berat tongkol 3,80 g, panjang akar 72,67 cm, berat basah akar 4,77 g, dan berat kering akar 2,00 g. Dosis 20 mL.L-1 memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman 64,48 cm, jumlah daun 9,25 helai, umur berbunga 40 hst, berat tongkol 3,80 g, diameter tongkol 4,40 cm dan panjang akar 72,67 cm.Terdapat interaksi antara jenis MOL dan dosis yang memberikan pengaruh terhadap panjang akar, berat basah akar dan berat kering akar tanaman jagung.
Pertumbuhan dan Produksi Padi (Oryza Sativa L.) Varietas Inpari 32 Pada Dua Jenis dan Dosis Pupuk Organik Cair (POC): Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Inpari 32 Variety on Two Types and Doses of Liquid Organic Fertilizer (POC) M. Asri -; Haerul - -; Andi Herwati -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan pangan yang menjadi makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, karena itu komoditas ini memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia. Permintaan akan beras semakin meningkat dari waktu ke waktu dengan semakin bertambahnya penduduk sehingga untuk mencukupi kebutuhan pangan, produksi beras harus ditingkatkan. Meningkatnya permintaan akan beras sehingga mendorong perlunya melakukan teknik budidaya yaitu salah satunya adalah pemberian pupuk organik cair (POC) dengan memperhatikan frekuensi pemberiannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis POC yang memberikan hasil yang paling baik pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (UPT. BBTPH-BUN) Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Maros pada bulan April sampai Agustus 2023. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial 2 faktor, dimana faktor pertama jenis POC yang terdiri dari 2 jenis yaitu POC jerami padi dan POC bonggol pisang dan faktor kedua dosis POC yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ml/l, 20 ml/l dan 30 ml/l, setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 6 perlakuan sehingga terdapat 18 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis POC bonggol pisang dengan dosis 20 ml/l memberikan hasil paling baik pada pertumbuhan dan produksi tanaman padi, pada tinggi tanaman sebanyak 105.5 cm, jumlah tanaman per rumpun 20.33 anakan, jumlah tanaman produktif per rumpun 17.67 anakan, panjang malai 24 cm, jumlah gabah per malai 166.33 bulir dan bobot 1000 butir 33 g. sedangkan jenis POC jerami padi dengan dosis 30 mL/l memberikan hasil yang paling baik terhadap parameter berat gabah per malai dengan nilai 5.11 g. Terdapat interaksi antara jenis dan dosis POC yang memberikan pengaruh terhadap jumlah tanaman per rumpun 20.33 anakan dan jumlah tanaman produktif per rumpun 17.67 anakan pada tanaman padi.
Pengaruh Pemangkasan dan Pemberian Kompos Ampas Teh Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.): The Influence of Pruning and Application of Tea Dregs Compost on The Growth and Production of Cucumber Plants (Cucumis sativus L.) Musdalipa - -; Bibiana Rini Widiati Giono; Nining Haerani -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun masih tergolong rendah dan belum memenuhi kebutuhan pasar. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun yaitu dengan teknik budidaya diantaranya dengan dilakukannya teknik pemangkasan yang sesuai/baik dan penggunaan dosis pupuk yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui letak ruas pangkasan yang memberi respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun, dosis kompos ampas teh yang memberi hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun dan interaksi antara letak ruas pangkasan dan dosis kompos ampas teh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Panelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2023 sampai selesai, bertempat di Dusun Mangai, Desa Mangeloreng, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Rancangan penelitian yang digunakan yakni Rancangan Petak Terpisah (RPT), dengan 16 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 48 unit pengamatan. Rancangan percobaan terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu faktor letak ruas pangkasan (kontrol, ruas 6, 12, dan 18) dan faktor dosis kompos ampas teh (kontrol, dosis 6 kg perplot, 12 kg perplot, dan 18 kg perplot). Variabel yang diamati meliputi panjang sulur tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, panjang buah, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara letak ruas pangkasan dan dosis kompos ampas teh pada parameter jumlah bunga jantan 62,67 buah, jumlah bunga betina 31,67 buah, panjang buah 41,00 cm, jumlah buah pertanaman 2,33 buah dan berat buah pertanaman 866,67 g. Perlakuan terbaik letak ruas pangkasan dengan 12 ruas dan kompos ampas teh dengan dosis 12 kg perplot.
Uji Efektivitas Aplikasi MOL Daun Kelor dan Rebung Terhadap Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.): Test of the Effectiveness of MOL Application of Moringa Leaves and Bamboo Shoots on the Growth of Brassica rapa L. Plants Fitriani - -; Nining Haerani -; Bibiana Rini Widiati Giono
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan satu dari banyaknya sayuran yang budidayanya mudah. Sawi pakcoy ini adalah salah satu tanaman yang toleran terhadap hujan, tidak bergantung pada musim dan dapat dipanen sepanjang tahun. Tujian penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman terhadap dosis MOL daun kelor dan rebung dan interaksi keduanya yang memberikan pengaruh terbaik terhadap tanaman pakcoy. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2022 di Kelurahan Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Faktorial dengan rancangan dasar RAK yang terdapat 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 unit dimana setiap perlakuan terdiri atas 2 unit sehingga berjumlah 54 unit tanaman percobaan, dimana faktor pertama MOL daun kelor (k) terdiri atas 3 taraf perlakuan dan faktor kedua MOL rebung (r) yang terdiri atas 3 taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada pemberian dosis MOL rebung pada parameter tinggi tanaman dengan dosis 40 mL/tanaman. Dan terdapat pengaruh interaksi sangat nyata pada interaksi keduanya dengan dosis 200 mL dan 10 mL pada parameter indeks luas daun.
Pengaruh jarak tanam legowo 2:1 dan jumlah bibit per lubang tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.): Tanaman padi Muli ati muliati; Andi Herwati .; Haerul . .
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Produksi padi dapat ditingkatkan melalui perbaikan sistem tanam dan jumlah bibit per lubang tanam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jarak tanam sistem tanam legowo 2:1 dan jumlah bibit per lubang tanam yang memberikan hasil yang paling baik pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di UPT. BBTPH-BUN, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan April sampai Agustus 2023. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor, dimana faktor pertama jarak tanam legowo 2:1 yang terdiri dari 3 jarak yaitu 20 x 10 x 40 cm (j1), 20 x 15 x 40 cm (j2), 20 x 20 x 40 cm (j3) dan faktor kedua jumlah bibit per lubang tanam yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 bibit per lubang tanam (b1), 2 bibit per lubang tanam (b2), 3 bibit per lubang tanam (b3), setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 9 perlakuan sehingga terdapat 27 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan jarak tanam legowo 2:1 dengan jarak 20 x 20 x 40 cm dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi dan memberikan pengaruh yang paling baik terhadap tinggi tanaman sebesar 103 cm, jumlah anakan per rumpun 17.33 anakan, jumlah anakan produktif per rumpun 16.33 anakan, panjang malai 23.5 cm, jumlah gabah per malai 137.33 bulir, berat gabah per malai 4.67 g dan bobot 1.000 butir 27.67 g. Perlakuan jumlah bibit per lubang tanam dengan jumlah 2 bibit dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi dan memberikan pengaruh yang paling baik terhadap tinggi tanaman sebesar 103 cm, jumlah anakan per rumpun 17.33 anakan, jumlah anakan produktif per rumpun 16.33 anakan dibanding perlakuan lainnya. terdapat interaksi antara jarak tanam legowo 2:1 dan jumlah bibit per lubang tanam yang memberikan pengaruh yang paling baik terhadap parameter tinggi tanaman dengan nilai 103 cm, jumlah anakan per rumpun dengan rata-rata 17.33 anakan, jumlah anakan produktif per rumpun 16.33 anakan dan jumlah gabah per malai dengan rata-rata 137.33 bulir.
Hubungan Penggunaan Pestisida dengan Populasi Penggerek Batang Padi Putih Scirpophaga innotata (Walker) Rahmawasiah Rahma Rahmawasiah
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pestisida merupakan teknik pengendalian yang paling banyak digunakan oleh petani dikarenakan dianggap paling ampuh untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan pestisida dengan populasi penggerek batang padi putih (Schirpophaga innotata). Penelitian dilakukan dengan pengamatan populasi penggerek batang padi putih. Pengambilan sampel pada tanaman sejak fase vegetatif (2 minggu setelah tanam) sampai fase generatif (1 minggu sebelum panen). Jenis serangga yang diambil yaitu penggerek batang padi putih (S. innotata) berupa pengumpulan kelompok telur dan larva. Pengumpulan data penggunaan pestisida petani dilakukan melalui wawancara langsung dengan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan pestisida baik dari jenis bahan aktif, jumlah aplikasi dan interval aplikasi pestisida tidak berpengaruh terhadap populasi penggerek batang padi putih.
Efek Berbagai Jenis Ekstrak Calotropis gigantea terhadap Keong Mas (Pomacea cannaliculata) Dian Ekawati deka Sari; Nurul Fauziah
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama utama padi pada fase vegetatif dari golongan moluska yaitu keong mas. Gejala serangan keong mas mengharuskan petani untuk melakukan penyulaman karena bibit padi yang telah terserang tidak dapat melanjutkan pertumbuhannya. Pengendalian keong mas saat ini hanya bergantung pada pestisida sintetik. Pengendalian kimiawi keong mas berpotensi mencemari lingkungan dan membunuh organisme non target. Alternatif pengendalian yang ramah lingkungan yaitu penggunaan ekstrak tumbuhan dengan memanfaatkan kandungan senyawa metabolit sekunder untuk mengendalikan hama keong mas. Calotropis gigantea merupakan tumbuhan liar yang berpotensi untuk mengendalikan keong mas dengan metabolit sekunder yang dikandungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak C. gigantea terhadap keong mas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak C. gigantea dapat menyebabkan mortalitas pada keog mas. Mortalitas tertinggi pada keong mas berukuran kecil maupun berukuran besar terdapat di semua perlakuan pada pengamatan 15 jam setelah aplikasi sebesar 100%.
Pengaruh Jenis Wadah Tanam dan Pemberian ZPT Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Anggrek Dendrobium Snow Boy. Dian Yustisia
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui wadah yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek,untuk mengetahui pemberian ZPT yang baik terhadap petumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek,untuk mengetahui interaksi anatara penggunaan wadah tanam dan pemberian ZPT terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai. Terhitung mulai bulan Maret sampai dengan bulan Mei Tahun 2021. Penelitian ini dilaksakan dengan Rancangan Faktorial 2 faktor dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari empat taraf perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Yang terdiri dari dua faktor yaitu : Faktor pertama adalah wadah tanam yang terdiri dari dua taraf perlakuan yaitu : W1 : Pot Plastik W2 : Pot Tanah Liat Faktor kedua adalah ZPT yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu : Z0 : Kontrol Z1 : ZPT namira 2 ml/Liter Air Z2 : ZPT namira 6 ml/Liter Air Z3 : ZPT namira 10 This study was carried out with a 2-factor Factorial Design with the Group Random Design (RAK) method, which consisted of four levels of treatment, and was repeated 3 times. Which consists of two factors, namely: The first factor is a planting container consisting of two levels of treatment, namely: W1 : Plastic Pot W2 : Clay Pot The second factor is ZPT which consists of 3 treatments, namely: Z0 : Control Z1 : ZPT namira 2 ml / Liter Water Z2 : ZPT namira 6 ml / Liter Water Z3 : ZPT namira 10. Penggunaan wadah berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek Dendrobium snow boy. Pada pertumbuhan pengaruh terbaik terdapat pada wadah pot plastik sedangkan pada perkembangan pengaruh terbaik terdapat pada pot tanah liat (W2) pada jumlah daun, jumlah tunas, jumlah kuntum dan panjang malai masing-masing memberikan pengaruh sangat nyata. Interaksi ZPT dan wadah berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman anggrek Dendrobium snow boy pengaruh terbaik antara interaksi ZPT 2 ml (Z1) dan wadah pot plastik (W1) pada perlakuan jumlah daun dan jumlah tunas memberikan pengaruh sangat nyata. Sedangkan pengaruh terbaik antara interaksi ZPT 2 ml (Z1) dan wadah pot tanah liat (W2) pada perlakuan jumlah bunga (kuntum) dan panjang malai memberikan pengaruh sangat nyata.

Page 11 of 12 | Total Record : 115