cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
UJI EFEKTIVITAS DOSIS PEMBERIAN POC LIMBAH BAWANG MERAH ((Alium cepa L.) DAN LIMBAH LERI PADA PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi merupakan salah satu sayuran daun yang memiliki teknis budidaya sangatmudah untuk dikembangkan serta banyak dibudidayakan, juga tanaman sawi sangat potensi danmemiliki prospek yang baik. Produksi sawi mengalami penurunan pada tahun 2014, sehinggadibutuhkan budidaya yang baik untuk dapat memenuhi kebutuhan sayuran terutama sawi.Produksi sawi tersebut dapat disebabkan oleh kesuburan tanah yang semakin menurun, sehinggadiperlukan budidaya tanaman yang baik. Penggunaan bahan kimia pada lahan untuk budidayatanaman secara terus - menerus akan menurunkan kesuburan tanah baik fisik, kimia dan biologi.Menciptakan dan menggunakan pupuk buatan sendiri dengan memanfaatkan limbah-limbahorganik yang ada dilingkungan sekitar.menjadi alternatif pengganti pupuk kimia yang tidakmenimbukan dampak merugikan untuk produktifitas lahan pertanian. Penelitian ini bertujuanMengetahui Mengetahui pengaruh pemberian jenis pupuk organik cair, dosis pemberian pupukorganik cair dan interaksi antara keduanya yang memberikan pengaruh terbaik terhadap tanamansawi. Penelitian ini di laksanakan di Lingkungan Bonto Cabu, Kecamatan Lau, KabupatenMaros. Berlangung dari Mei sampai Juni 2021. Rancangan penelitian yang digunakan dalampercobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara Faktorial, terdiridari 2 faktor. Setiap kombinasi terdiri atas 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 12 tanamansehingga terdapat 36 unit percobaan atau polybag. Berdasarkan hasil penelitian pemberiankombinasi pupuk organik cair kulit bawang merah dan Leridengan pemberian dosis 250 mlpupuk organik cair terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, pada pertumbuhan jumlah daunkombinasi terbaik adalah kombinasi pupuk organik cair kulit bawang merah dan Leri denganpemberian dosis 200 ml pupuk organik cair. Sedangkan pada produksi, pupuk organik cair kulitbawang merah dan pemberian dosis 250 ml adalah kombinasi terbaik untuk diameter batang danberat tanaman sawi, sedangkan untuk berat akar tanaman kombinasi terbaik adalah pupukorganik cair kulit bawang merah dan pemberian dosis 200 ml pupuk organik cair pada tanamansawi.
UJI EFEKTIVITAS TEKNIK BIOPRIMING DENGAN CENDAWAN TRICHODERMA PADA PERBAIKAN VIABILITAS BENIH DAN PRODUKSI MENTIMUN Jurnal Agrotan
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun termasuk salah satu jenis sayuran buah yang memiliki banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga permintaan terhadap komoditi ini sangat besar. Menurut Badan Pusat Statistik (2017), telah terjadi penurunan hasil produksi mentimun di Indonesia. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi mentimun adalah penggunaan varietas yang unggul dan dengan teknik Biopriming dengan Trichoderma sp. Penelitian ini dilaksanakan di Bonto cabu Kecamatan Lau Kabupaten Maros selama kurang lebih tiga bulan, yaitu Mei sampai dengan Juli 2019. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan faktorial dengan dasar RKLT dengan 3 ulangan menggunakan 2 varietas yaitu Hibrida (v1), Makka(v2) dan 3 perlakuan Biopriming dengan 1 pembanding yaitu tanpa Biopriming (b0), 24 jam perendaman (b1) , 48 jam perendaman (b2), 72 jam perendaman (b3). Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui varietas mentimun yang memberikan respons pertumbuhan dan produksi terbaik pada teknik Biopriming, (2) untuk mengetahui lama perendaman benih pada teknik Biopriming dengan Trichoderma sp. berpengaruh terhadap viabilitas benih mentimun, dan (3) untuk mengetahui interaksi antara teknik Biopriming benih dengan varietas mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) varietasa Hibrida menunjukkan pengaruh lebih baik dibandingkan dengan varietas Makka, (2) Biopriming benih dengan Trichoderma sp. selama 24 jam menunjukkan pengaruh lebih baik pada daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh sedangkan Biopriming Benih benih selama 48 jam memberikan pengaruh lebih baik terhadap jumlah daun, umur berbunga, panjang buah, diameter buah, berat buah, dan jumlah buah, (3) Interaksi antara varietas Hibrida dengan Biopriming selama 48 jam memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi mentimun.
PENGARUH PERLAKUAN MATRICONDITIONING TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KEDELAI (Glycine max L. Merrill) Mariani Mariani; Andi Adriani Wahditiya
Jurnal Agrotan Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi kedelai harus terus diupayakan dengan perbaikan komponen teknologi budidaya. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya kedelai adalah penggunaan benih. Faktor yang dapat menurunkan produksi kedelai adalah kemunduran benih akibat lamanya penyimpanan. pengendalian kemunduran benih dan gangguan penyakit akibat patogen pada benih kedelai dapat dilakukan dengan matriconditioning. Matriconditioning adalah perlakuan hidrasi terkontrol yang dikendalikan oleh media padat lembab dengan potensial matriks rendah dan potensial osmotik yang dapat diabaikan. Tujuan dari perlakuan matriconditioning adalah menyeimbangkan tekanan potensial air benih guna merangsang metabolisme benih agar siap berkecambah tetapi pemunculan radikula terhambat sehingga perubahan fisiologi, biokemis dan keserampakan pertumbuhan benih dapat dicapai sehingga cekaman lingkungan di lapangan dapat dikurangi. Pengintegrasian perlkuan matriconditioning dengan Trichoderma harazianum dapat menginduksi produksi senyawa fenolik selama perkecambahan biji dan senyawa fenolik yang dihasilkan oleh Trichoderma harazianum menyebabkan peningkatan indeks vigor benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan matriconditioning dengan Trichoderma harazianum terhadap perkecambahan kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor pertama Perlakuan matriconditioning, 2 taraf yaitu : Matriconditioning dan Matriconditioning plus Trichoderma harazianum. Faktor kedua lama perlakuan matriconditioning yaitu: 6 jam, 12 jam dan 18 jam. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Unit Pelaksana Teknis Balai Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikuklura Kabupaten Maros Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung pada bulan April – Juni 2021. Hasil penelitian menunjukan perlakuan matriconditioning plus Trichoderma harazianum memberikan pengaruh terbaik pada parameter panjang akar primer, bobot kering kecambah normal dan daya berkecambah.
Pertumbuhan Sawi Pakcoy Sistem Hidroponik Wick pada Beberapa Media Tanam Nurjannah .; Bibiana Rini Widiati Giono; Haerul .
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan salah satu sayuran primadona di Indonesia selain sawi hijau dan selada. Sawi pakcoy dapat dibudidayakan di lahan terbatas berbiaya minimal melalui sistem hidroponik wick dengan media tanam yang mudah didapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa media tanam terhadap pertumbuhan sawi pakcoy. Rancangan penelitian yng digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan media tanam yakni: arang sekam, cacahan pakis, cocopeat, arang sekam+cocopeat dan cacahan pakis+cocopeat, diulang tiga kali sehingga terdapat lima belas unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tanam cocopeat pada budidaya sawi sistem wick memberikan hasil pertumbuhan rata-rata tertinggi dibandingkan dengan media tanam cacahan pakis dan arang sekam meskipun pengaruhnya tidak berbeda nyata.
Identifikasi Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (Elaeis guineensis Jacq.) Eka Wisdawati; Zen Vanami; Kafrawi .
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan tumbuhan penghasil minyak tertinggi dan memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia Salah satu kendala yang dihadapi dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit adalah pertumbuhan gulma. Dalam pengendalian gulma diperlukan untuk menentukan rekomendasi pengendalian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gulma dominan yang ditemukan dalam perkebunan kelapa sawit Belum Menghasilkan. Pengambilan sampel dilakukan secara diagonal di 5 titik dengan kuadran 1x1 m dan menghitung jumlah masing-masing gulma yang diperoleh. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Gulma yang dominan dalam perkebunan sawit Belum Menghasilkan adalah Desmodium triflorum, Paspalum conjugatum dan Elephantopus mollis.
Pengaruh Aplikasi Mol Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Eka Sudartik
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Efektivitas Pemberian mol rebung bambu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) (2) mengetahui dosis yang terbaik dari pemberian mol rebung bambu untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini di laksanakan didesa Mario Kabupaten Bone. Mulai dari bulan Desember sampai Maret 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri 2 tanaman jumlah keseluruhan 24 unit dan 48 tanaman yaitu P0: Kontrol, P1: mol rebung bambu 50 ml/ltr air, P2: mol rebung bambu100 ml/ltr air, P3: mol rebung bambu 150 ml/ltr air, P4: mol rebung bambu 200 ml/ltr air, P5: mol rebung bambu 250 ml/ltr air.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian mol rebung bambu dengan dosis yang berbeda tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Dimana perlakuan P4 dengan mol rebung bambu 200 ml/ltr air memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman yaitu 108, 70 cm, kemudian jumlah daun yaitu P3: 28,38 helai, kemudian bobot buah yaitu P5: 223,38 gram, selanjutnya jumlah buah P5:11,88. Hal ini di tunjukkan bahwa perlakuan terbaik pemberian MOL rebung bambu yaitu P5 dengan dosis 250 ml/ltr air.
Pengaruh Jenis Mulsa Organik dan Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Putih Dian Ekawati Sari; Asdar .
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan (konsumsi) bawang putih dari tahun ke tahun terus meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan permintaan akan produk pertanian yang sehat juga semakin meningkat diera pandemi covid 19. Namun, meningkatnya permintaan tersebut belum mampu diimbangi dengan peningkatan produksi. Hal ini disebabkan oleh luas tanam dan produktivitas hasil yang rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah budidaya tanaman. Penggunaan pupuk kandang dan mulsa organik merupakan solusi dari budidaya tanaman sehat. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor dimana faktor pertama adalah penggunaan pupuk kandang kambing dan faktor kedua penggunaan mulsa organik. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk kandang kambing terbaik terdapat pada perlakuan pupuk kandang kambing halus dan perlakuan mulsa organik terbaik terdapat pada perlakuan terbaik mulsa rumput gajah.
Perkecambahan Biji Kopi Sigarar Ateng Setelah Aplikasi PGPR dari Dua Jenis Akar Bambu Anna Muawwana; Amanda Patappari Firmansyah; Kasifah .
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya tanaman kopi memiliki kendala dengan perkecambahan biji yang membutuhkan waktu yang relatif lama. Plant Growth Promoting Rhizobacteri (PGPR) berperan dalam menghasilkan fitohormon yang bisa digunakan sebagai zat pengatur tumbuh, khususnya dalam mempercepat pembelahan sel-sel titik tumbuh dan perpanjangan akar. PGPR dapat ditemukan pada daerah perakaran tanaman seperti bambu. Tujuan penelitian ini adalah menguji PGPR yang berasal dari dua jenis bambu terhadap perkecambahan biji kopi varietas sigarar utang. Penelitian dilakukan dengan membuat biang PGPR dan mencampurkannya dengan bahan tambahan berupa aquades, dedak halus, gula, terasi dan kapur. Setelah tercampur larutan difermentasikan selama 14hari dan diaplikasikan ke biji kopi dengan konsentrasi 0ml/lt (P0), 10ml/lt (P1), 20ml/lt (P2), dan 30ml/lt (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PGPR membuat perkecambahan biji kopi mendekati optimal dengan nilai 94% dan laju perkecambahan tercepat yakni 6HST (Hari Setelah Tanam).
Pengaruh Air Kelapa Tua dan Cendawan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Tamring -; Bibiana Rini Widiati Giono; Andi Herwati
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mustard greens are a type of vegetable plant that is easy to cultivate, this green leafy vegetable is a plant that is resistant to rain, and can be harvested throughout the year, regardless of the season. Coconut water is a plant product that can be used to increase plant growth. The mechanism of mycorrhiza is symbiosis with plant roots through hyphae that enter the cortex cells to the endodermis of plant roots and form arbuscles filled with phosphorus. The purpose of this study was to determine the effect of doses of aged coconut water, doses of Arbuscular Vesicular Mycorrhizal fungi (AVM), and the interaction of the two which had the best effect on mustard greens. This research was conducted from March to July 2022 at Leko Hamlet, Bonto Maranu Village, Moncongloe District, Maros Regency. The research design used was a randomized block design (RBD) which was arranged in a factorial manner, where the first factor was the dose of old coconut water which consisted of 4 levels and the second factor was mycorrhizal fungi which consisted of 4 levels, each combination consisting of 3 replications, each replication consisting of 16 plants. So there are 48 plants. The results showed that the effect of the dose of old coconut water had a significant effect on the parameters of fresh root weight 7.62 g, fresh root weight per plant 105.26 g, fresh root weight 7.62 g and fresh root length 24.71 cm in mustard green plants. Meanwhile, the effect of Vesicular Arbuscular Mycorrhizal fungi (AVM) on parameters of height 21.37 cm and fresh root weight of 7.18 g in mustard greens.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Beberapa Sistem Jajar Legowo dan Arah Tanam Wahyu Wirawan; Haerul -; Nining Haerani
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low corn production will have an impact on domestic food and feed needs, this productivity can be increased through agricultural intensification, including the use of the jajar legowo cropping system and planting directions. This study used a factorial randomized block design (RBD) method consisting of 2 treatment factors, namely: 1). The spacing of legowo consists of 3 levels of treatment, namely: row legowo 2: 1, row legowo 3: 1 and row legowo 4: 1. 2). Planting direction with 2 treatment levels, namely: East-West planting direction and North-South planting direction. The results showed that the treatment of several jajar legowo cropping systems had no significant effect on the growth and production of maize plants. , and dry shell weight. The planting direction treatment had no significant effect on the growth and production of corn plants, the east-west planting direction gave the best results on cob length, cob weight, wet shell weight, and dry shell weight while the north-south planting direction gave the best results on plant height. number of leaves and stem diameter. and the combination of several jajar legowo cropping systems and planting directions had no significant effect on the growth and production of corn plants.

Page 8 of 12 | Total Record : 115