cover
Contact Name
Jurnal Agrotan
Contact Email
jurnalagrotan@umma.ac.id
Phone
+6282293711788
Journal Mail Official
jurnalagrotan@umma.ac.id
Editorial Address
https://ejournals.umma.ac.id/index.php/agrotan/about/editorialTeam
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Agrotan
ISSN : 24429015     EISSN : 24600075     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agrotan diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Isi jurnal mencakup bidang keilmuan Agroteknologi meliputi Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman,Ilmu Benih, Agronomi, Hortikultura, Hama Penyakit Tanaman, Ilmu Tanah, Bioteknologi dan keilmuan pertanian secara luas. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang pertanian mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali setahun, Maret dan September
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) terhadap Pupuk NPK dan Kompos Akmal Anwar; Muhammad Izzdin Idrus; Bibiana Rini Widiati Giono
Jurnal Agrotan Vol. 8 No. 2 (2022): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk NPK, dosis pemberian pupuk kompos dan interaksi antara dosis pupuk NPK dan pupuk kompos yang memberikan pengaruh terbaik pada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2022 beralamat di Desa Cenrana, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dimana faktor pertama dosis pupuk NPK yang terdiri dari 4 taraf dan faktor kedua dosis pupuk kompos yang terdiri dari 4 taraf setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangn terdiri atas 16 tanaman sehingga terdapat 48 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh sangat nyata terhadap pupuk NPK pada dosis 12,5 g, pada tinggi tanaman 70,85 cm, jumlah daun 51,15 helai, diameter batang 2,52 mm, hari munculnya bunga 35,89 hari, jumlah buah 6,16 buah, diameter buah 4,00 mm dan jumlah cabang produktif 11,60 cabang. Pada perlakuan pupuk kompos terdapat pengaruh sangat nyata pada dosis 450 g, pada tinggi tanaman 69,72 cm hari munculnya bunga 33,91 hari, jumlah buah 4,83 buah, dan diameter buah 3,36 mm, pada dosis 300 g memberikan pengaruh sangat nyata pada jumlah daun 46,64 helai, dan diameter batang 2,40 mm dan pada dosis 150 memberikan pengaruh sangat nyata pada jumlah cabang produktif 10,19 cabang. Pada interaksi keduanya memberikan pengaruh sangat nyata pada dosis pupuk NPK 1g dan dosis pupuk kompos 450 pada parameter jumlah daun 180,2 helai pada tanaman tomat.
Kajian Awal Keberadaan Hama Gudang Pada Unit Pengelolaan Gabah Beras (Studi Kasus Gudang Gabah Beras UD.BZK dan UD. Pirwan Di Kabupaten Pinrang) Nur Ilmi; Muh Iqbal Putra; Marwati -; Hikmahwati -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AWarehouse pests are grouped into three major groups, namely insects, rats, and fungi/mold. The three warehouse pest groups are not always found together in a food commodity storage area. Unlike rats and fungi/mold, warehouse pests are almost always present in food commodity storage areas. With a very small body, flying activity, and resistance to dry conditions, warehouse insects can easily control the environment where warehouse pests live (Kato, 2013). This study aims to determine the types of warehouse pests and their populations in two rice grain management units in Pinrang Regency, carried out at UD BZK and UD Pirwan rice grain warehouses in Pinrang Regency, from December 2021 to January 2022. The study used manual trap methods and bait traps. The results showed that in the rice paddy warehouse of UD BZK there were two insect pests identified, namely Sitophilus oryzae (population of 207.5%) and Tribolium castaneum (population of 40.87%). Meanwhile, at UD Pirwan's grain warehouse, 4 types of insect pests were identified, namely Sitophilus oryzae (population of 31.12%), Tribolium castaneum (total population of 53.87%), Alphitobius diaperinus (total population of 1.62%) and Tenebroides mauritanicus (total population of 1.62%) the total population is 0.5%). The conclusion obtained from this study was that the samples identified from the two rice grain warehouses were found to contain several types of warehouse pests with different populations.
Efektivitas Limbah Kulit Bawang Merah Dan Pupuk Organik Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Hikmawati -; Chici Asfirah Rasyid; Abdul Jamal; Nur Ilmi
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bawang merah merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat. Bawang merah termasuk kedalam kelompok rempah tidak bersubtitusi yang berfungsi sebagai bumbu penyedap makanan serta bahan obat tradisional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dari bulan juni 2021 sampai agustus 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pupuk kotoran sapi dan limbah kulit bawang merah terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan kombinasi perlakuan terdiri dari 6 taraf yaitu limbah kulit bawang merah 100 gram pertanaman, limbah kulit bawang merah 150 gram pertanaman, pupuk kandang sapi 100 gram pertanaman, pupuk kandang sapi 150 gram pertanaman, limbah kulit bawang merah 100 gram pertanaman + pupuk kandang sapi 100 gram pertanaman, limbah kulit bawang merah 150 gram pertanaman + pupuk kandang sapi 150 gram pertanaman. Setiap perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 unit penelitian, setiap unit terdapat 7 tanaman sehingga tanaman yang digunakan sebanyak 126 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos kotoran sapi dan pupuk kompos limbah kulit bawang merah memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter kecepatan bertunas pada perlakuan P3 yaitu pupuk kompos sapi 100 gram pertanaman. Kata Kunci: Bawang Merah; Kompos kotoran sapi; Kompos limbah kulit bawang merah. Abstract Red onion is one of the main vegetable commodities in Indonesia and has many benefits. Red onion are included in the group of non-substituted spices which function as food seasonings and traditional medicinal ingredients. This research was conducted in Darma Village, Polewali District, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi from June 2021 to August 2021. This study aims to determine the potential of cow manure and shallot skin waste on shallot growth and production. This study used a randomized block design (RBD) method with a combination of treatments consisting of 6 levels, namely onion skin waste 100 grams per planting, onion skin waste 150 grams per planting, cow manure 100 grams per planting, cow manure 150 grams per planting, leather waste 100 grams of onion per planting + 100 grams of cow manure per planting, 150 grams of onion skin waste + 150 grams of cow manure per planting. Each treatment was repeated 3 times so that there were 18 research units, each unit had 7 plants so that 126 plants were used. The results showed that the application of composted cow manure and composted onion skin waste had a significant effect on the germination rate parameter in the P3 treatment, namely 100 grams of cow compost manure. Keywords: Red Onion; cow dung compost; Onion skin waste compost.
Hama dan Penyakit Tanaman Kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros FAKHRY ALI SYAFI; Haerul Haerul; Andi Herwati
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sudah lama dibudidayakan di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros, namun sering mengalami gangguan organisme penggangu tumbuhan yang belum teridentifikasi dengan pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan survei lapangan pada areal kebun kopi di Desa Bentenge Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. Pengumpulan dilakukan terhadap tanaman kopi yang terserang hama dan penyakit. Bagian tanaman kopi yang diamati adalah daun, cabang, buah, dan akar tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa beberapa hama yang umum menyerang tanaman kopi di Desa Bentenge adalah penggerek buah kopi, kutu daun dan penggerek batang kopi. Sementara itu penyakit yang ditemukan adalah karat daun dan bercak buah kopi.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) pada Pemberian Biourin Sapi Sri Wahy Yuni; Andi Herwati; Haerul .
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang termasuk salah satu tanaman yang mudah untuk dibudidayakan dikarenakan tanaman ini dapat tumbuh baik di lahan dataran rendah maupun dataran tinggi, baik di tanah sawah, tegalan maupun tanah pekarangan. Kebutuhan kacang panjang di Indonesia setiap tahun selalu meningkat seiring dengan pertambahan penduduk sehingga permintaan kacang panjang dipasar semakin meningkat tetapi tidak diikuti oleh produksi tanaman kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biourin sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor BSMBTPH Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten Maros pada bulan Maret sampai Juli 2023 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pemberian biourin sapi yang terdiri dari tiga taraf yaitu kontrol, dosis 200 mL/tanaman, dosis 300 mL/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biourin sapi dengan dosis 300 mL/tanaman memberikan hasil yang berpengaruh baik terhadap parameter panjang sulur tanaman kacang panjang dengan rata-rata tinggi 287,21 cm dan juga memberikan pengaruh terbaik pada parameter jumlah polong yaitu sebanyak 29,47 polong dibanding perlakuan lainnya.
Pertumbuhan Cabai Katokkon (Capsicum sinence Jacq) di Dataran Rendah pada Aplikasi Mulsa Organik dan Mol Bonggol Pisang Karisma Septia Putri; Nining Haerani; Bibiana Rini Widiati Giono
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi cabai katokkon secara ekstensifikasi dapat berupa pengembangan penanaman di luar habitat aslinya yang diarahkan ke dataran yang lebih rendah dan dataran medium Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil produksi cabai katokkon adalah tidak stabilnya iklim mikro, kandungan bahan organik rendah, tingkat kesuburan tanah rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis mulsa organik dosis, dan interaksi antara jenis mulsa dengan dosis mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang pada pertumbuhan tanaman cabai katokkon di dataran rendah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dimana faktor pertama jenis mulsa organik yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua MOL bonggol pisang yang terdiri dari 4 taraf setiap kombinasi terdiri 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 12 tanaman sehingga terdapat 36 tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pemberian mulsa alang-alang dan MOL bonggol pisang 350 mL memberikan hasil lebih baik terhadap parameter tinggi tanaman yakni 29.17 cm, jumlah daun yakni 37.33 helai, diameter batang yakni 5.33 mm, diameter cabang produktif yakni 7.67 mm.
Pertumbuhan dan Hasil Pare (Momordica charantia L.) pada Beberapa Jenis Mulsa Organik dan POC NASA Putri Hidayati Putri Hidayati Putri Hidayati; Haerul Haerul Haerul; Andi Herawati
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pare yang masih tergolong sangat rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. usaha untuk meningkatkan hasil pare dengan cara menjaga kelembapan tanah menggunakan beberapa jenis mulsa organik mulsa organik. Upaya lain yang dilakukan untuk mengatasi kondisi tanah dengan menggunakan POC NASA untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air dan mampu menyediakan hara yang cepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis mulsa organik mulsa organik yang memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman pare, dan interaksi jenis mulsa organik mulsa organik dan POC NASA yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil pare. Penelitian dilaksanakan di Dusun Pakalli Desa Alatengae Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros, pada bulan Mei sampai Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial, dengan 12 kombinasi perlakuan, masing-masing diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 36 unit pengamatan. Sebagai perlakuan pertama mulsa organik (m), terdiri dari 4 jenis yaitu: m0: tanpa kontrol; m1: Jerami padi; m2: Batang pisang; m3: Sekam padi. Perlakuan kedua dosis POC NASA(p), terdiri dari 3 taraf yaitu: p1: 2 cc/L air; p2: 4 cc/L air; p3: 2 cc/Lair. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi beberapa jenis mulsa organik mulsa organik dan POC NASA berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 103 helai, panjang buah 112 cm, berat buah 481 gram, jumlah buah pertanaman 28.00 buah. Perlakuan terbaik mulsa organik dan POC NASA. Perlakuan mulsa organik sekam padi dan aplikasi POC NASA 6cc/L air berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG Livia Karya
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LIVIA KARYA. Respon Pertumbuhan Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang (dibimbing oleh Sofyan dan Haerul). Pertumbuhan bawang daun dapat meningkat sesuai dosis optimal pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi yang diberikan dalam polybag. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui dosis pupuk kandang yang diberikan dalam polybag. Penelitian ini dilaksanakan di Ulu-Batu, Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini di mulai pada bulan Mei sampai Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 kombinasi perlakuan+1 kontrol dan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 15 unit dengan faktor pertama yaitu (pupuk kandang ayam dan pupuk kandang sapi) dan faktor kedua yaitu dosis 100 gram dan dosis 50 gram. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang ayam 100 gram/polybag memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding perlakuan lainnya pada parameter tinggi tanaman 52.93 cm, diameter batang 15.47 mm, dan jumlah daun 7.63 helai. Kata kunci : Bawang Daun, Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Kandang Sapi, Dosis
Pengaruh Berbagai Dosis Pupuk Kompos Dan Kapur Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Varietas Hibrida dan Komposit pada Tanah Tingkat Sanilitas Rendah M Wahyu
Jurnal Agrotan Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui varietas jagung, dosis kapur dan kompos dan interaksi keduanya yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung varietas hibrida dan komposit pada tanah tingkat salinitas rendah. Peneliti ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2021 di Balai Penelitian Tanaman Serealia Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yaitu rumah kasa (screen house) Balai Penelitian Tanaman Serealia. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara Faktorial, terdiri dari 2 faktor. Setiap kombinasi terdiri dari atas 3 ulangan, setiap ulangan terdiri atas 12 tanaman sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada varietas Bisma berpengaruh nyata terhadap diameter batang 5,97 mm, kombinasi dengan dosis 1,5 kg kapur + 2,5 kg kompos berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 87,46 cm, jumlah daun 11,55 helai, tinggi letak tongkol 82,18 cm, bobot brangkas 0,29 kg, diameter tongkol 3,52 mm, dan jumlah baris pada tongkol jagung 13,33. Interaksi varietas Sukragama dan kombinasi dosis kompos dan kapur pada 1 kg kapur + 2 kg kompos berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun 91,26 cm dan varietas Bisma kombinasi dosis kompos dan kapur pada 1,5 kg kapur + 2,5 kg kompos berpengaruh sanga nyata terhadap jumlah baris pada tongkol jagung 14,67.
Invigorasi Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) melalui Perlakuan Matriconditioning dan Agens Hayati: Invigoration of Soybean (Glycine max L. Merril) Seeds through Matriconditioning and Biological Agents Treatment Mariani - -; Adil Padilla -; Andi Herwati -; Nining Haerani -
Jurnal Agrotan Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL AGROTAN
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya kedelai adalah kualitas benih. Pasokan benih yang akan di tanam oleh para petani bersumber dari penangkar lokal dengan fasilitas produksi dan penyimpanan yang sebagian besar belum cukup memadai dapat mempengaruhi kualitas benih yang beredar dikalangan petani. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah kemunduran benih adalah dengan perlakuan invigorasi benih salah satunya dengan metode matriconditioning yang dikombinasikan dengan agens hayati. Perlakuan matriconditioning plus agens hayati dapat menginduksi produksi senyawa fenolik selama perkecambahan biji yang dapat meningkatkan kualitas benih sehingga dapat memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis matriconditioning dan lama perlakuan matriconditioning yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2022 sampai bulan Maret 2022 di laboratorium UPT. BSMBTPH SUL-SEL dan Instalasi Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Universitas Muslim Maros. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode RAL pada penelitian laboratorium dan RAK faktorial pada penelitian lapangan. Penelitian terdiri dari dua faktor. Faktor 1 jenis matriconditioning dan Faktor 2 Lama perlakuan matriconditioning yang terdiri dari 3 taraf yakni 6 jam, 12 jam, 18 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis matriconditioning plus agens hayati memberikan pengaruh nyata pada perlakuan daya berkecambah, panjang radikula, berat kering kecambah normal dan jumlah polong, sedangkan lama perlakuan 12 jam matriconditioning memberikan pengaruh nyata pada daya berkecambah dan interaksi perlakuan jenis matriconditioning dan lama perlakuan matriconditioning memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat 100 biji pada pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai.

Page 10 of 12 | Total Record : 115