cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2021)" : 25 Documents clear
PENERAPAN E-PERFORMANCE DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL KOTA SURABAYA Aimi Lisia Febriani; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p13-24

Abstract

Guna meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil dan mewujudkan Good Corporate Governance di Kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya menciptakan suatu sistem informasi manajemen kinerja berbasis web dan aplikasi yang berguna untuk memonitor kinerja pegawai sekaligus pedoman dalam pemberian besaran uang kinerja PNS, yang dinamakan e-Performance. E-Perfomance diterapkan di Kota Surabaya sejak tahun 2011 melalui Peraturan Walikota Nomor 86 Tahun 2011 tentang petunjuk Teknis Uang Kinerja pada Belanja Langsung yang kini telah diubah ke Peraturan Walikota No. 13 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Uang Kinerja pada Belanja Langsung kepada PNSD di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan e-Performance dalam meningkatkan kinerja PNS di Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang dianalisis menggunakan Teori e-Government yang dikemukakan oleh Harvard JFK School of Government dengan mengkaji tiga elemen, yaitu: Support (political will, infrastruktur, dan sosialisasi), Capacity (SDM dan Sumber Daya Finansial) dan Value. Hasil penelitian ini berdasarkan ketiga elemen tersebut, e-Peformance Surabaya berhasil meningkatkan kinerja Pegawai Negeri Sipil Kota Surabaya. Namun pada elemen Support, ditemukan hambatan seperti keterbatasan sarana prasarana dan sosialisasi internal. Sementara itu pada elemen capacity, masih ditemukan permasalahan terkait kemampuan, pemahaman dan kesadaran pegawai dalam mengoperasikan sistem e-Performance. Untuk elemen value tidak ditemui hambatan di dalamnya. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya pemenuhan sarana prasarana pendukung, perlu diadakannya sosialisasi intern yang berkelanjutan dan himbauan kepada pegawai untuk menginput kegiatannya ke dalam sistem. Kata Kunci: e-Performance, kinerja, pegawai In order to improve the performance of Civil Servants and realize Good Corporate Governance in the City of Surabaya, the Surabaya City Government has created a web-based performance management information system and applications that are useful for monitoring employee performance as well as guidelines in granting the amount of PNS performance money, called e-Performance. E-Performance has been implemented in the City of Surabaya since 2011 through Mayor Regulation Number 86 of 2011 concerning Technical Guidelines for Performance Money in Direct Spending which has now been amended to Mayor Regulation No. 13 of 2019 concerning Technical Guidelines for Giving Performance Money in Direct Expenditures to PNSD within the Surabaya City Government. The purpose of this study was to describe the application of e-Performance in improving the performance of civil servants in the city of Surabaya. This research is a literature research that is analyzed using e-Government theory proposed by Harvard JFK School of Government by examining three elements, namely: Support (political will, infrastructure, and outreach), Capacity (HR and Financial Resources) and Value. The results of this study are based on these three elements, e-Performance Surabaya has succeeded in improving the performance of Surabaya City Civil Servants. However, in the Support element, obstacles were found such as limited infrastructure and internal socialization. Meanwhile, in the capacity element, problems are still found related to the ability, understanding and awareness of employees in operating the e-Performance system. For the value element, there are no obstacles in it. Suggestions in this study are the need to fulfill supporting infrastructure, continuous internal socialization and appeals to employees to input their activities into the system. Key Words: e-Performance, performance, employees
INOVASI LAYANAN SEPASAR PEDAS (SEKOLAH PASAR RAKYAT PEDAGANG CERDAS) DALAM MENINGKATKAN EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL DI DINAS KOPERASI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KOTA MALANG Fitri Dwi Laraswati; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p1-12

Abstract

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang telah menciptakan sebuah inovasi pelayanan untuk pedagang pasar tradisional melalui program Sepasar Pedas. Tujuan inovasi ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan pedagang pasar rakyat di tengah-tengah persaingan pasar bebas serta meningkatkan eksistensi pasar tradisional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian menggunakan kapasitas inovasi yaitu Innovative Culture, Leadership, Expert Knowledge, Stakeholders Engagement, dan Innovative Work Design. Hasil dari penelitian ini menunjukan dari komponen Innovative Culture (budaya inovatif) Diskopindag Kota Malang setiap minggunya selalu memberikan materi baru untuk Sepasar pedas. Komponen Leadership (kepemimpinan) Diskopindag Kota Malang bertanggung jawab sebagai koordinator yang memanjemen seluruh kegiatan yang berkaitan dengan program Sepasar Pedas. Pada Komponen Expert Knowledge (pengetahuan ahli) yaitu pegawai di Diskopindag Kota Malang dibidang perdagangan, yang didalamnya terdiri dari seksi atau sub bidang yang nantiya membantu Sepasar Pedas. Komponen Stakeholders Engagement (keterlibatan stakeholders) Diskopindag Kota Malang melibatkan pihak-pihak eksternal seperti Dinas Kesehatan dan Bank Jatim. Dan pada komponen Innovative Work Design (desain kerja yang inovatif) Diskopindag Kota Malang dengan telah melakukan kerja sama yang baik dan pedgang memiliki kesadaran yang tinggi akan pentingnya inovasi ini. Saran yaitu untuk kedepannya Sepasar Pedas ini dapat diterapkan di semua pasar di Kota Malang, karena dari dua puluh enam pasar masih dua pasar saja yang menerapkan inovasi ini. Kata Kunci : inovasi pelayanan, sepasar pedas, pedagang pasar tradisional The Department of Industry and Trade Cooperatives of Malang City has created an innovative service for traditional market traders through the Sepasar Pedas program. The aim of this innovation is to increase the competence and insight of traditional market traders in the midst of free market competition and to increase the existence of traditional markets. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. Data collection techniques through interview techniques, observation, documentation, and literature study. Data analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research focus uses the innovation capacity, namely Innovative Culture, Leadership, Expert Knowledge, Stakeholders Engagement, and Innovative Work Design. The results of this study indicate that the components of the Innovative Culture (innovative culture) of the Malang City Cooperative and Industry Agency always provide new material for Sepasar spicy. The leadership component of Malang City Diskopindag is responsible for coordinating all activities related to the Sepasar Pedas program. In the Expert Knowledge Component (expert knowledge), namely employees at the Malang City Diskopindag in the field of trade, which consists of sections or sub-fields that later help Sepasar Pedas. Components of Stakeholders Engagement (stakeholder involvement) Malang City Diskopindag involves external parties such as the Health Office and Bank Jatim. And in the Innovative Work Design component (innovative work design) Malang City Cooperative and Industry Agency has done good cooperation and traders have a high awareness of the importance of this innovation. Suggestions are that in the future Sepasar Pedas can be applied in all markets in Malang, because of the twenty-six markets there are only two markets that implement this innovation. Keyword : service innovation, sepasar pedas, traditional market traders
INOVASI LAYANAN DRIVE-THRU PERPUSTAKAAN UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI (STUDI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI JAWA TIMUR) Anton Wahyu Putra; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p25-38

Abstract

Inovasi layanan drive-thru perpustakaan merupakan sebuah layanan yang diciptakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Inovasi layanan drive-thru ini berbentuk tempat / loket untuk melayani kebutuhan pemustaka tanpa harus turun dari kendaraan. Inovasi ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada pemustaka dengan harapan dapat meningkatkan budaya literasi.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi layanan drive-thru di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Fokus penelitian ini adalah Kriteria Inovasi menurut PermenPANRB nomor 3 Tahun 2018 meliputi 5 variabel yang terdiri atas Kebaruan, Efektif , Bermanfaat , Dapat direplikasi, dan Berkelanjutan. Jenis penelitian ini adalah jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pemaparan dan penarikan kesimpulan. Untuk hasil penelitian menunjukkan inovasi layanan drive-thru memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada kriteria kebaruan menunjukkan inovasi drive-thru merupakan suatu penemuan baru serta menawarkan cara baru dalam melayani pemustaka melalui loket. Untuk kriteria efektif tujuan dari diciptakannya drive-thru adalah untuk memudahkan pemustaka sudah memenuhi, tetapi untuk meningkatkan budaya literasi belum tercapai. Untuk kriteria bermanfaat sudah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan bagi dinas yang menerapkannya. Pada dapat direplikasi inovasi ini dapat menjadi contoh/rujukan karena sudah ada beberapa instansi yang menduplikasinya, lalu kriteria terakhir keberlanjutan untuk kedepan inovasi ini akan tetap dipertahankan karena mendapat dukungan dari berbagai stakeholder. Saran yang dapat diberikan adalah lebih menggalakan sosialisasi agar drive-thru ini bisa lebih berkembang dan dimanfaatkan oleh lebih banyak orang. Kata kunci : Inovasi Layanan, Drive Thru Perpustakaan, Budaya Literasi The library's drive-thru service innovation is a service created by the Library and Archives Office of East Java Province. This drive-thru service innovation is in the form of a counter to serve the needs of visitors without having to get off the vehicle. This innovation aims to facilitate service to users in the hope that it can improve literacy culture. The purpose of this study is to describe the drive-thru service innovation in the Department of Library and Archives of East Java Province. The focus of this research is the Innovation Criteria according to the Regulation of the Minister of Administrative Reform and Bureaucratic Reform (PermenPANRB) number 3 of 2018 covering 5 variables consisting of novelty, effectiveness, benefit, transferbility, and sustainability. This type of research is a descriptive type with a qualitative approach. For data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used was data collection, data reduction, data presentation, presentation and conclusion drawing. The research results show that drive-thru service innovation has advantages and disadvantages. The novelty criterion indicates that drive-thru innovation is a new invention and offers a new way of serving visitors through the counter. . For the effective criteria, the purpose of creating a drive-thru is to make it easier for users to fulfill it, but to improve literacy culture has not been achieved. For useful criteria, it can provide benefits for the community and for the agencies that implement them. If this innovation can be replicated, it can be used as an example / reference because there are already several agencies that duplicate it. Then the last criteria for sustainability for the future of this innovation will be maintained because it has the support of various stakeholders. Suggestions that can be given are to promote more socialization so that this drive-thru can be more developed and utilized by more people. Keywords : Service Innovation , Drive Thru Library, Literacy Culture
INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH MENJADI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SAMPAH (PLTSa) OLEH DINAS KEBERSIHAN DAN RUANG TERBUKA HIJAU (DKRTH) SURABAYA (Studi Kasus di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya) Feby Meilina Sucahyo; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p39-52

Abstract

Abstrak Semakin tingginya populasi penduduk maka akan menghasilkan sampah yang tinggi pula, aktifitas-aktifitas manusia setiap harinya akan membuat timbulan sampah semakin banyak. Salah satunya yaitu kota terbesar di Jawa Timur yaitu Kota Surabaya dengan timbulan sampah per harinya mencapai 9.896,78 meter kubik perhari. Maka dari itu perlu adanya pengelolaan sampah yang baik agar timbulan sampah menjadi berkurang sehingga lingkungan akan tetap bersih dan sehat. Upaya dalam pengelolaan sampah yang telah dilakukan sala satunya yaitu dengan adanya bank sampah, namun perlu adanya upaya lainnya agar timbulan sampah dapat semakin berkurang. Dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya membuat inovasi dengan mengubah sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir Benowo. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi pengelolaan sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Tempat Pembuangan Akhir Benowo Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus yang digunakan utuuk menganalisis penelitian ini adalah menggunakan teori Halverson yang terdiri dari 4 indikator yaitu Technology Procurement (Pengadaan Teknologi), Technology Development (Pengembangan Teknologi), Bureaucratic and Organizational Reform (Reformasi Birokrasi dan Organisasi), dan New Policies (Kebijakan baru). Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan melaukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini berdasarkan atribut inovasi Halvorsen yakni 1) Pengadaan teknologi Inovasi pengelolaan sampah menjadi listrik di TPA Benowo ini menggunakan teknologi Landfill Gas Collection dan teknologi Gasifikasi Power Plant, 2) Pengembangan teknologi yang dilakukan agar pengelolaan sampah di TPA Benowo dapat lebih efektif dan berkembang menjadi lebih baik lagi dengan adanya sistem baru yaitu dengan sistem Gasifikasi dan aplikasi SWAT (Solid Waste Aplication Transportation). 3) Stakeholder yang terlibat dalam inovasi pengelolaan sampah di TPA Benowo ini adalah Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, PT.Sumber Organik dan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). 4) Pengelolaan sampah di TPA Benowo sebelumnya hanya dikelola secara konvensional tanpa adanya pemanfaatan lainnya. Dengan adanya keputusan untuk mengelola sampah agar dijadikan pembangkit listrik juga merupakan suatu kebijakan atau langkah pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut. Kata kunci : Inovasi, Pengelolaan Sampah, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Abstract The more the population, the more waste will be produced. Human activities will increase the waste generation every day. One of them is the largest city in East Java, namely the city of Surabaya, with a daily waste generation of 9,896.78 cubic meters per day. Therefore, it is necessary to have good waste management so that waste generation is reduced so that the environment will remain clean and healthy. Waste management efforts that have been carried out in other ways with the existence of a waste bank, however, need other management efforts so that waste generation can be reduced. In this case, the Surabaya City Cleanliness and Green Open Space Agency made an innovation by converting waste into a Waste Power Plant (PLTSa) located at the Benowo Final Disposal Site. The purpose of this study is to describe the innovation of waste management into a solid waste power plant at Benowo landfill, Surabaya. This type of research is descriptive using a qualitative approach. The focus used to analyze this research is to use the Halverson theory which consists of 4 indicators, namely Technology Procurement (Technology Procurement), Technology Development (Technology Development), Bureaucratic and Organizational Reform (Bureaucratic and Organizational Reform), and New Policies (New Policies). The data learning technique in this research is by observing, interviewing and documenting. The results of the research are based on Halvorsen's innovation attributes, namely 1) Procurement of innovation technology for waste management into electricity at Benowo TPA using Landfill Gas Collection technology and Gasification Power Plant technology, 2) Technology development carried out so that waste management at Benowo TPA can be more effective and develop into more good again with the new system, namely the Gasification System and SWAT (Solid Waste Aplication Transportation) applications . 3) Stakeholders involved in the innovation of waste management at TPA Benowo are the Office of Cleanliness and Green Open Space, PT. Organic Source and PT. State Electricity Company (PLN). 4) Waste management at TPA Benowo previously was only managed conventionally without any other use. With the government's decision on waste, so that electricity generation is also a policy or step to overcome this problem. Keywords: Innovation, Waste Management, Waste Power Plant
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM POSYANDU JIWA TERHADAP PASIEN ODGJ (ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA) DI DESA MOJOTAMPING KABUPATEN MOJOKERTO Dwieka Septiani Adiwinoto; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p53-68

Abstract

Pemasungan identik dengan permasalahan yang terkait dengan penyakit gangguan jiwa. Di wilayah Jawa Timur sendiri khususnya pada Kabupaten Mojokerto dengan adanya pandemi saat ini terjadi peningkatan sebesar 31,1% kasus baru, dan apabila kasus gangguan jiwa tersebut tidak segera ditangani maka akan berdampak pada tingkat kesulitan sembuh terhadap pasien gangguan jiwa. Program Posyandu Jiwa, yang dilaksanakan oleh Kabupaten Mojokerto sebagai langkah awal dalam pengurangan kasus gangguan jiwa yang ada. Desa Mojotamping sebagai desa yang memiliki pasien terbanyak di Kabupaten Mojokerto perlu menjamin kualitas pelayanan Posyandu Jiwa supaya dapat menurunkan angka kematian gangguan jiwa akibat bunuh diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengukur kualitas pelayanan Posyandu Jiwa terhadap pasien gangguan jiwa di Desa Mojotamping. Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini menggunakan teori kualitas pelayanan Vincent Gesperzs yaitu ketepatan waktu pelayanan, akurasi, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab dalam keluhan, sedikit banyaknya petugas yang melayani, berkaitan dengan lokasi, dan berhubungan dengan kondisi lingkungan. Melalui hasil penelitian yang telah dilaksanakan kualitas pelayanan program Posyandu Jiwa terhadap Pasien ODGJ di Desa Mojotamping Kabupaten Mojokerto dapat dikatakan cukup bagus, hanya saja sedikit kurang dari segi lokasi, ruang tunggu dan ruang proses perawatan yang terbilang cukup sempit dan kebersihan yang kurang karena kondisi lingkungan yang rata – rata berdebu. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, ODGJ, Posyandu Jiwa Shackling is synonymous with problems related to mental disorders. In the East Java region itself, especially in Mojokerto Regency, with the current pandemic there has been an increase of 31.1% new cases, and if these mental disorders cases are not treated immediately it will have an impact on the level of difficulty recovering for mental patients. The Posyandu Jiwa program, which is implemented by Mojokerto Regency as a first step in reducing existing mental disorders cases. Mojotamping Village as the village with the most patients in Mojokerto Regency needs to ensure the quality of Posyandu Jiwa services so that it can reduce the death rate for mental disorders due to suicide. The purpose of this study was to describe and measure the quality of Posyandu mental services for mental patients in Mojotamping Village. Researchers used descriptive research using a qualitative approach. The focus of this study uses Vincent Gesperzs' service quality theory, namely service timeliness, accuracy, politeness and friendliness, responsibility in complaints, more or less officers serving, location-related, and environmental conditions. Through the results of research that has been carried out, the quality of the Posyandu Jiwa program for ODGJ patients in Mojotamping Village, Mojokerto Regency can be said to be quite good, it's just a little less in terms of location, waiting room and room for the treatment process which are quite narrow and lack of cleanliness due to environmental conditions. average dusty. Keywords : Quality of Service, Mental Disorders, Mental Posyandu
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR MELALUI LAYANAN SAMSAT CORNER DI ITC (INTERNATIONAL TRADE CENTRE) KOTA SURABAYA Gadis Bella Oktaviana; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p69-82

Abstract

Pemerintah mempunyai tugas salah satunya di dalam hal melayani masyarakat. Salah satu layanan untuk masyarakat umum (publik) adalah kegiatan untuk memenuhi keperluan dan kepuasan masyarakat. Tujuan peneliti dalam penelitian ini yaitu untuk menjelaskan secara rinci tentang kualitas administrasi didalam melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor serta untuk mengetahui seberapa jauh kepuasan yang di dapat para wajib pajak pada layanan Samsat Corner di ITC Mega Grosir Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pihak-pihak yang terkait dalam penyelenggaraan layanan Samsat Corner ITC merupakan subjek penelitian ini, sehingga dapat dipercaya dan dianggap bisa mengetahui masalah secara mendalam, antara lain para petugas bagian administrasi, bagian kepolisian, serta masyarakat (wajib pajak) yang telah menggunakan layanan di Samsat Corner ITC Kota Surabaya. Cara mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan terjun ke lapangan (observasi), melakukan wawancara dan terakhir dokumentasi. Analisis interaktif adalah penggunaan teknik analisis data dalam penelitian ini. Teknik triangulasi sumber digunakan untuk memeriksa keabsahan data dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 25 responden masyarakat (wajib pajak) diketahui bahwa kualitas pelayanan administrasi dalam membayarkan pajak kendaraan bermotor melalui layanan Samsat Corner di ITC Kota Surabaya, seluruhnya mempunyai penilaian 100% sangat puas. Pada setiap hari, terdapat kurang lebih ada 70 0rang yang melakukan pembayaran PKB di Samsat Corner ITC Kota Surabaya, selain itu di tahun 2020 ini jumlah wajib pajak mengalami peningkatan sebesar 700 orang. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Samsat Corner, pajak kendaraan bermotor The government has a duty, one of which is in serving the community. One of the services for the general public (public) is an activity to meet community needs and satisfaction. The aim of the researcher in this study is to explain in detail the quality of administration in serving motor vehicle tax payments and to find out how much satisfaction taxpayers get at the Samsat Corner service at ITC Mega Grosir Kota Surabaya. This study used descriptive qualitative method. The parties involved in the implementation of the Samsat Corner ITC service are the subjects of this research, so that they can be trusted and are considered to be able to know the problem in depth, including administrative officers, police officers, and the public (taxpayers) who have used services at Samsat Corner. ITC City of Surabaya. The way to collect data in this research is by going into the field (observation), conducting interviews and finally documentation. Interactive analysis is the use of data analysis techniques in this study. The source triangulation technique was used to check the validity of the data in this study. The conclusion of this study shows that from 25 community respondents (taxpayers) it is known that the quality of administrative services in paying motorized vehicle taxes through the Samsat Corner service at ITC Surabaya City, all of them have a 100% very satisfied assessment Every day, there are approximately 70 people who make PKB payments at the Samsat Corner ITC Surabaya City, besides that in 2020 the number of taxpayers has increased by 700 people. Keywords: Service Quality, Samsat Corner, motor vehicle tax
PELAYANAN PRIMA PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN KERJA DI DINAS TENAGA KERJA KOTA SURABAYA (STUDI PADA PROGRAM PELATIHAN OTOMOTIF) Nada Thalia; Meirinawati Meirinawati
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p97-108

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota metropolis di Indonesia, maka banyak orang berbondong-bondong datang untuk mencari pekerjaan di Surabaya. Namun adanya ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dengan tersedianya lapangan pekerjaan, sehingga banyaknya pengangguran di Surabaya. Pemerintah Kota dan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya berupaya mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Surabaya dengan menyelenggarakan program pelatihan keterampilan kerja. Penulis mengambil bidang otomotif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pelayanan prima program pelatihan keterampilan kerja di Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya (Studi pada Pelatihan Kerja Bidang Otomotif). Fokus penelitian ini terdiri dari 4 indikator meliputi 1) Attitude (sikap), 2) Attention (perhatian), 3) Action (tindakan), dan 4) Anticipation (antisipasi). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan prima dari kedua pelatihan bidang otomotif sudah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat kendala. Hal tersebut diketahui pada konsep sikap di kedua pelatihan bidang otomotif sudah menerapkan sikap 5S dan berjalan sesuai SOP yang telah ditentukan. Konsep perhatian, kedua pelatihan bidang otomotif sangat berbeda penyedia jasa dan tutor pada pelatihan bidang otomotif mobil lebih cuek dan tegas kalau pelatihan otomotif – motor bersikap cepat dan cekatan dalam menyelesaikan masalah. Tindakan kedua pelatihan bidang otomotif juga berbeda mereka memiliki cara tersendiri jika ada salah satu masyarakat yang kurang paham saat proses pembelajaran berlangsung. Konsep antisipasti dari kedua pelatihan bidang otomotif berupa peralatan dan mesin otomotif yang lengkap dan selalu diganti disetiap tahunya. Salah satu saran yang diberikan yaitu pemberian materi yang lebih variatif. Kata Kunci: Pelayanan Prima, Pelatihan Keterampilan Kerja, Pelatihan Otomotif. Surabaya is one of the metropolises in Indonesia, so many people flock to find work in Surabaya. However, there is an imbalance between the number of the workforce and the availability of jobs, so there are many unemployed people in Surabaya. The City Government and the Surabaya City Manpower Office are trying to reduce the number of unemployed people in Surabaya by organizing job skills training programs. The author takes the automotive field. The purpose of this research is to describe the excellent service of job skills training programs at the Surabaya City Manpower Office (Study on Automotive Job Training). The focus of this research consists of 4 indicators including 1) Attitude (attitude), 2) Attention (attention), 3) Action (action), and 4) Anticipation (anticipation). Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results showed that the excellent service from the two automotive training courses had gone well, although there were still obstacles. It is known that the attitude concept in the two automotive field trainings has implemented the 5S attitude and runs according to the predetermined SOPs. The concept of attention, the two training in the automotive field are very different. Service providers and tutors in automotive training are more indifferent and assertive if automotive - motorbike training is fast and deft in solving problems. The second action of automotive training is also different, they have their own way if there is a community that does not understand the learning process. The anticipatory concept of the two training in the automotive field is in the form of complete automotive equipment and machines and is always replaced every year. One of the suggestions given is the provision of more varied material. Keyword : Excellent Service, Vocational Training, Automotive Training
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA JAMBU KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI Novi Ekri Nurwahyuni; Muhammad Farid Ma'ruf
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p109-120

Abstract

Desa Wisata Jambu berdiri sejak tahun 2018 berlokasi di Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yang meraih penghargaan nominasi kategori desa wisata terbaik 2018 dan 2019 pada Penghargaan Anugerah Desa. Pada fase awal pembangunan desa wisata menggunakan modal anggaran yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, serta metode pengumpulan data dilakukan secara langsung turun ke lapangan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Focus penelitian ini adalah meneliti mengenai permasalahan yang diangkat yaitu sumber daya manusia yang kurang responsive terhadap pengelolaan desa wisata. Desa wisata jambu memiliki 17 spot wisata diantaranya yaitu Kebun Bibit Kediri, Wisata Edukasi Wiwit Padi, Permainan Outbond, Wisata Tubing Niagara, Wisata Edukasi Menangkap Lele, Agrowisata Petik Kelengkeng, Agrowisata Petik Alpukat, Agrowisata Buah Lokal, Wisata Edukasi Menanam Padi, Agrowisata Okulasi dan Tabulampat, Wisata Edukasi Angon Kerbau, Edukasi Pengolakah Yogurt, Edukasi Perah Kambing Ettawa, Edukasi Pengolahan Limbah Kayu “Ask Craft”, Wisata Sungai Sejuta Ikan, Edukasi Karawitan, Pasar Papringan. Pemerintah Desa Jambu gencar mengupayakan tumbuhnya pemberdayaan masyarakat dengan mengelola desa wisata. Tujuan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata Jambu yaitu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa serta mewujudkan masyarakat desa yang mampu berdaya saing dan mandiri. Dalam proses pengelolaan desa wisata terdapat kendala atau hambatan yang terjadi yaitu tanggapan masyarakat yang tidak responsive terhadap konsep spot wisata yang sudah disepakati. Selain itu kurangnya akses sarana dan prasarana spot wisata juga menjadikan kondisi desa wisata yang tidak kondusif sehingga akan menurunkan daya tarik wisatawan. Kata kunci : Desa Wisata, Alokasi Dana Desa, Pemberdayaan Masyarakat Jambu Tourism Village was founded in 2018, located in Kayen Kidul District, Kediri Regency, which won the nomination award for the best tourism village category 2018 and 2019 at the Village Award. In the early phase of tourism village development using budget capital from the Village Fund Allocation (ADD) with the aim of increasing the empowerment of village communities. This research is a descriptive study using a qualitative approach, and data collection methods are carried out directly in the field with interviews, observation, and documentation. The focus of this research is to examine the problems raised, namely human resources who are not responsive to the management of tourist villages. Guava tourism village has 18 tourist spots including Kediri Seed Garden, Wiwit Paddy Educational Tour, Outbound Games, Niagara Tubing Tour, Catfish Catching Educational Tour, Longan Picking Agro, Avocado Picking Agro, Local Fruit Agro Tourism, Paddy Planting Educational Tour, Grafting Agro tourism and Tabulampat, Education Tour for Buffalo Angon, Education for Yogurt Processing, Education for Ettawa Goat Milk, Education for Making Rengginang, Education for Wood Waste Processing “Ask Craft”, One Million Fish River Tour, Education for Karawitan, Papringan Market. The Jambu Village Government is aggressively seeking the growth of community empowerment by managing a tourist village. The purpose of community empowerment through the management of the Jambu tourism village is to improve the economy of the village community and create a village community that is able to be competitive and independent. In the process of managing a tourism village, there are obstacles or obstacles that occur, namely the response of the community that is not responsive to the agreed tourist spot concept. In addition, the lack of access to tourist spot facilities and infrastructure also makes the condition of the tourist village not conducive so that it will reduce the attractiveness of tourists. Keywords: Tourism Village, Village Fund Allocation, Community Empowerment
INOVASI PELAYANAN GADIS AYU (GERAKAN INDONESIA SADAR ADMINDUK KE POSYANDU) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LUMAJANG Dewi Rahmawati; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p121-136

Abstract

Inovasi pelayanan Gadis Ayu (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk ke Posyandu) merupakan sebuah inovasi yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lumajang yang bekerja sama dengan kader posyandu dalam memberikan pelayanan pengurusan semua jenis dokumen kependudukan dan pencatatan sipil yang akses layanannya lebih dekat dengan masyarakat. Pelayanan ini diciptakan untuk percepatan pelayanan administrasi kependudukan dan mengatasi permasalahan pelayanan adminduk di desa-desa khususnya guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurusan administrasi kependudukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi pelayanan Gadis Ayu di Dispendukcapil Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori komponen kapasitas inovasi yang dikemukakan oleh Emery et al. (2015) yaitu 1) innovative culture (budaya inovasi), 2) leadership (kepemimpinan), 3) expert knowledge (pengetahuan ahli), 4) stake holder engagement (keterlibatan pemangku kepentingan), 5) innovative work design (Desain Kerja yang Inovatif). Analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Dispendukcapil Kabupaten Lumajang telah memenuhi lima komponen kapasitas inovasi serta pelaksanaannya sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala. Budaya inovatif telah diterapkan pada aktivitas sehari-hari. Kepemimpinan memiliki tanggung jawab yang besar dengan menempatkan dirinya sebagai fasilitator yang mampu mengkoordinir pegawainya dan sebagai motivator yang mampu memotivasi dan menyemangati pegawainya. Pengetahuan ahli menunjukkan bahwa tanggung jawab dalam pelaksanaan sudah cukup baik dan mumpuni. Keterlibatan pemangku kepentingan menunjukkan bahwa semuanya telah mendukung. Desain kerja yang inovatif telah diterapkan dengan baik meskipun di beberapa desa pelayanan tuntas di tempat membutuhkan penambahan waktu karena antusias masyarakat. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan, Pelayanan Gadis Ayu The service innovation for Gadis Ayu (Indonesian Movement Awareness of Population Administration to Posyandu) is an innovation initiated by the Lumajang Regency Population and Civil Registration Service (Dispendukcapil) in collaboration with Posyandu cadres in providing services for managing all types of population documents and civil registration with closer service access. with the community. This service was created to accelerate population administration services and overcome administrative service problems in villages in particular in order to increase public awareness of the importance of managing population administration. The purpose of this study was to describe the service innovation for Gadis Ayu in the District Government Office of Lumajang. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The research focus uses the innovation capacity component theory proposed by Emery et al. (2015) namely 1) innovative culture (innovation culture), 2) leadership (leadership), 3) expert knowledge (expert knowledge), 4) stakeholder engagement (involvement of stakeholders), 5) innovative work design (Innovative Work Design) ). The data analysis conducted was data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the Lumajang District Civil Service Office has fulfilled the five components of innovation capacity and its implementation has been running quite well, although there are still some obstacles. Innovative culture has been applied to daily activities. Leadership has a big responsibility by placing itself as a facilitator who is able to coordinate its employees and as a motivator who is able to motivate and encourage its employees. Expert knowledge shows that the responsibility for implementation is quite good and qualified. Stakeholder involvement shows that all have been supportive. Innovative work designs have been implemented well even though in some villages on-site complete services require additional time due to community enthusiasm. Keywords: Public Service, Service Innovation, Gadis Ayu Service
STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK MELALUI LAYANAN TRAFFIC ACCIDENT CLAIM SYSTEM (TACS) DI POLRES BOJONEGORO Mahfundoh Isnaini; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p83-96

Abstract

Traffic Accident Claim System (TACS) merupakan aplikasi berbasis web besutan Satlantas Polres Bojonegoro untuk memudahkan masyarakat yang menjadi korban kecelakaan untuk mendapatkan penanganan dan perawatan medis, kepastian hukum,serta mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja. TACS ini telah mendapatkan penghargaan dari Polda Jawa Timur, tetapi pada kenyataannya masih banyak ditemukan masyarakat yang belum mengetahui dan memahami adanya aplikasi ini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Strategi Pelayanan Publik Melalui Layanan TACS di Polres Bojonegoro. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan menurut Devry dalam Ibrahim (2008) tentang model pelayanan sukses yang mengandung 7 (tujuh) strategi menuju sukses yaitu Harga diri (self esteem), Memenuhi harapan (exceed expectation), Penambahan dan penemuan kembali (recovery), Pandangan kedepan (vision), Perbaikan Terus-menerus (improving), Perbaikan tanpa henti (kreatif), Penuh perhatian (core, empati), Akhirnya selalu mengadakan pemberdayaan (empowerment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 (tujuh) strategi menuju sukses sudah dilakukan pihak Polres dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui telah dilaksanakannya strategi self esteem melalui dukungan Kapolres Bojonegoro yang ditunjukkan dengan senantiasa memberikan arahan kepada seluruh pegawai. Strategi exceed expectation melalui kesediaan Polres Bojonegoro untuk jemput bola atau memastikan langsung ke lokasi terjadinya kecelakaan. Strategi recovery dilihat dari memperbarui data yang diperlukan, Strategi vision melalui selalu melakukan perbaikan pada sistem dan juga selalu melakukan sosialisasi terkait aplikasi TACS ini. Strategi improving dan kreatif dapat dilihat dari upaya mengupgrade sistem yang ada di TACS ini. Strategi core,empati disediakannya penilaian index kepuasan masyarakat dalam bentuk digital. Strategi empowerment melalui pemberian penghargaan dan sanksi juga pelatihan yang diberikan kepada para pegawai. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Strategi Pelayanan, Traffic Accident Claim System Traffic Accident Claim System (TACS) is a web-based application made by Satlantas Polres Bojonegoro to make it easier for people who are victims of accidents to get medical treatment and care, legal certainty, and ger guarantees from Jasa Raharja. This TACS has received an award from the East Java Regional Police, but in fact there are still many people who do not know and understand this application. The purpose of this study is to describe the Public Service Strategy through TACS Service at the Bojonegoro Police. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The theory uses according to Devry in Ibrahim (2008) about a successful service model rhet contains 7 (seven) strategies to success, namely self-esteem, meeting expectations, addition and recovery, future vision, Continous improvement (improving), improvement without stopping (creative), full of attention ( core, empathy), finally always empowering (empowerment). The results showed that 7 (seven) strategies for success had been carried out by the police well. It can be seen that the self-esteem strategy has been impelemented through the support of the Bojonegoro Police Chief, which is shown by constantly providing direction to all employees. The strategy of exceeding expextations is throught the willingness of the Bojonegoro Police to pick up the ball or make sure to go directly to the location of the accident. The recovery strategy is seen from updating the required data, the vision strategy is through always making improvements to the system and also always doing socialization related to this TACS application. The improving and creative strategy can be seen from the efforts to upgrade the existing system at TACS. The core strategy, empathy, provides a communiy satusfaction index assessment in digital form. Empowerment strategies through the provision of rewards and sansctions as well as training povided to employees. Keywords: Public Service, Service Strategy, Traffic Accident Claim System.

Page 1 of 3 | Total Record : 25