cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
Manajemen Strategi Program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra) melalui Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2) Di Desa Wringinpitu, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang NI NYOMAN PUTRI NOVITASARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan masalah utama yang sering menjadi sorotan publik, dimana masyarakat belum bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masalah kemiskinan ini terjadi di Provinsi Jawa Timur dengan jumlah mencapai 4.332,59 ribu jiwa. Dengan adanya masalah kemiskinan tersebut, maka Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengeluarkan program baru dalam mengatasi kemiskinan, program tersebut yaitu program Jalan Lain Menuju Mandiri (Jalin Matra). Program Jalin Matra terdiri dari tiga kegiatan unggulan, antara lain Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), dan Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2). Kabupaten Jombang merupakan salah satu kabupaten yang dijadikan Pilot Project dalam Jalin Matra PK2, yang akan dikelola melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang dan BUMDes. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategi menurut Crown Dirgantoro yang terdiri dari 3 (tiga) indikator yaitu, formulasi strategi, implementasi strategi, dan pengendalian strategi. Secara keseluruhn hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Jombang sudah menerapkan program Jalin Matra PK2 dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masayarakat di Desa Wringinpitu. Kata kunci : Manajemen Strategi, Kemiskinan Abstack Poverty is the main problem that become public attention, where the people still difficult to fulfill the daily necessary. This poverty problem occurred in East Java with a total of 4.332,59 thousand people. With the existence of poverty problem, then the East Java Provincial Government issued a new program in overcoming poverty, that program is given name Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra). Program Jalin Matra concist of three excellence ctivities, among others Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), dan Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2). Jombang Regency is of the district that was used as a Pilot Project in Jalin Matra PK2, which will be managed through Community Empowerment Services and Village Regency Jombang and also BUMDes. The research design is descriptive using a qualitative approach. This study used the strategy management theory, as proposed by Crown Dirgantoro, consisting of 3 (three) stages, namely, strategy formulation, strategy implementation, and strategy control. Overall the results of study indicate that Keywords: Management of strategy, Poverty
MANAJEMEN STRATEGI PENGELOLAAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA PASCA RELOKASI DI BENTENG PANCASILA OLEH DISPERINDAG KOTA MOJOKERTO CLAUDIO DIANA ANGGRENI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Keberadaan PKL mengganggu sejumlah aktivitas dan fungsi pada ruang publik terutama di alun-alun dan di Joko Sambang Kota Mojokerto. Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto melakukan relokasi PKL Alun-alun dan Joko Sambang di Benteng Pancasila. Namun PKL perlu pengelolaan usaha dengan baik dalam mengelola tempat baru yang digunakan untuk berdagang pasca relokasi. Dalam hal ini Disperindag turut serta dalam pengelolaan usaha pedagang kaki lima di Benteng Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila oleh Disperindag Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitannya menggunakan teori manajemen strategi menurut Suyanto (2007) yang meliputi visi misi, analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, penetapan tujuan dan sasaran, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa Disperindag Kota Mojokerto telah melakukan upaya dalam manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila Kota Mojokerto dengan baik. Disperindag menggunakan pendekatan sosialisai, bimbingan, pembinaan, dan penertiban. Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Pedagang Abstract The existence of street vendors disrupts a number of activities and functions in public spaces, especially in the square and in Joko Sambang, Mojokerto City. For this reason, the City Government of Mojokerto relocated the PKL Alun-alun and Joko Sambang at the Pancasila Fortress. But street vendors need good business management in managing new places that are used to trade post-relocation. In this case the Ministry of Industry and Trade participated in the management of the street vendor business at Benteng Pancasila. The purpose of this study was to analyze the management of the management strategy of the street vendor business after relocation in Benteng Pancasila by the Ministry of Industry and Trade of the City of Mojokerto. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of his research uses strategy management theory according to Suyanto (2007) which includes mission vision, external environment analysis, internal environment analysis, setting goals and objectives, strategy formulation, strategy implementation, evaluation and control with Purposive Sampling techniques. The technique of collecting data uses interviews, documentation studies, and observations. The results of the study show that the Disperindag of the City of Mojokerto has made efforts in the management of the business strategy for the management of street vendors after the relocation in the Pancasila Fortress of Mojokerto City properly. Disperindag uses a socialization, guidance, guidance and control approach. Keywords : Management, Strategy, Trader
MANAJEMEN STRATEGI PENGELOLAAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA PASCA RELOKASI DI BENTENG PANCASILA OLEH DISPERINDAG KOTA MOJOKERTO CLAUDIO DIANA ANGGRENI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Keberadaan PKL mengganggu sejumlah aktivitas dan fungsi pada ruang publik terutama di alun-alun dan di Joko Sambang Kota Mojokerto. Untuk itu Pemerintah Kota Mojokerto melakukan relokasi PKL Alun-alun dan Joko Sambang di Benteng Pancasila. Namun PKL perlu pengelolaan usaha dengan baik dalam mengelola tempat baru yang digunakan untuk berdagang pasca relokasi. Dalam hal ini Disperindag turut serta dalam pengelolaan usaha pedagang kaki lima di Benteng Pancasila. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila oleh Disperindag Kota Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitannya menggunakan teori manajemen strategi menurut Suyanto (2007) yang meliputi visi misi, analisis lingkungan eksternal, analisis lingkungan internal, penetapan tujuan dan sasaran, perumusan strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa Disperindag Kota Mojokerto telah melakukan upaya dalam manajemen strategi pengelolaan usaha pedagang kaki lima pasca relokasi di Benteng Pancasila Kota Mojokerto dengan baik. Disperindag menggunakan pendekatan sosialisai, bimbingan, pembinaan, dan penertiban. Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Pedagang Abstract The existence of street vendors disrupts a number of activities and functions in public spaces, especially in the square and in Joko Sambang, Mojokerto City. For this reason, the City Government of Mojokerto relocated the PKL Alun-alun and Joko Sambang at the Pancasila Fortress. But street vendors need good business management in managing new places that are used to trade post-relocation. In this case the Ministry of Industry and Trade participated in the management of the street vendor business at Benteng Pancasila. The purpose of this study was to analyze the management of the management strategy of the street vendor business after relocation in Benteng Pancasila by the Ministry of Industry and Trade of the City of Mojokerto. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of his research uses strategy management theory according to Suyanto (2007) which includes mission vision, external environment analysis, internal environment analysis, setting goals and objectives, strategy formulation, strategy implementation, evaluation and control with Purposive Sampling techniques. The technique of collecting data uses interviews, documentation studies, and observations. The results of the study show that the Disperindag of the City of Mojokerto has made efforts in the management of the business strategy for the management of street vendors after the relocation in the Pancasila Fortress of Mojokerto City properly. Disperindag uses a socialization, guidance, guidance and control approach. Keywords : Management, Strategy, Trader
Efektivitas Program Broadband Learning Center (BLC) di Eks. Wisma Barbara, Kupang Gunung, Kota Surabaya NADILA AGITA VIONITA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi informasi belakangan ini telah banyak diterapkan dalam aktivitas pemerintahan dalam konteks pembangunan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemerintah Daerah di Indonesia yang menjalankan pemerintahan berbasis teknologi informasi salah satunya adalah Pemerintah Kota Surabaya. Berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 61 Tahun 2016 Pasal 11 Tentang Bidang Layanan Pemerintah Berbasis Elektronik (e-Gov), Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya terus mengembangkan inovasi pelayanan publik berbasis elektronik di berbagai bidang. Salah satu inovasi program yang dibuat oleh Pemerintah Kota Surabaya adalah program Broadband Learning Center (BLC). Program BLC merupakan bentuk pemberian pelatihan TIK secara gratis dimana masyarakat akan diajarkan berbagai bentuk aplikasi komputer. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel pertimbangan atau sengaja (purposive sampling) dimana peneliti mengambil sampel dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, instruktur BLC serta beberapa peserta BLC yang sudah ditentukan peneliti dan satu sampel dari masyarakat umum diwakili oleh beberapa warga Kupang Gunung yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil penelitian mengenai program Broadband Learning Center (BLC) di Eks. Wisma Barbara, Kupang Gunung dapat disimpulkan bahwa program BLC di Eks. Wisma Barbara belum efektif. Dari 4 (empat) indikator hanya pada indikator sosialisasi program dan pemantauan program yang telah menunjukkan efektif, sedangkan 2 (dua) indikator yang lain pada ketepatan sasaran program, sosialisasi program, dan tujuan program belum efektif. Perlunya mengadakan sosialisasi kembali sangat diperlukan agar masyarakat Kupang Gunung mengetahui adanya program BLC. Kata Kunci : Efektivitas, Teknologi, Informasi dan Komunikasi
Inovasi Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Samsat Judes (Jujug Desa) oleh Kantor Bersama Samsat Kabupaten Jombang (Studi pada Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam) RAHMAH SINTYA ANGGRAINI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Samsat Judes (Jujug Desa) merupakan inovasi Kantor Bersama Samsat Jombang yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pemungutan pajak dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa. Munculnya Samsat Jujug Desa (Judes) memberikan kemudahkan bagi Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dengan jarak tempuh yang lebih dekat. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori kriteria inovasi pelayanan publik menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 03 Tahun 2018 yang terdiri dari memiliki kebaruan, efektif, bermanfaat, dapat ditransfer/direplikasi, dan keberlanjutan. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi layanan Samsat Jujug Desa (Judes) telah memenuhi kriteria memiliki kebaruan karena Samsat Jujug Desa menjangkau hingga ke pelosok desa dan menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi. Kriteria efektif ditunjukkan dengan meningkatnya hasil pemungutan pajak Kabupaten Jombang dan meningkatnya kepatuhan masayarakat Desa Wonosalam dalam membayar pajak. Kriteria bermanfaat ditunjukkan dengan terjangkaunya tempat pelayanan, prosedur yang lebih mudah, dan waktu pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kriteria dapat direplikasi ditunjukkan dengan adanya beberapa instansi yang dapat menerapkan sistem yang serupa. Serta kriteria keberlanjutan yang ditunjukkan dengan munculnya Samsat Jujug Desa Plus dan Samsat Jujug Desa sendiri juga merupakan kelanjutan dari Samsat Keliling. Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Inovasi
Evaluasi Program Keaksaraan Fungsional di Desa Tlambah Kecamatan Karangpenang Kabupaten Sampang Madura MITA DEVI SUKMAWATI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Program Keaksaraan Fungsional ini sangatlah penting bagi masyarakat penyandang buta aksara. Dengan adanya program ini masyarakat terutama mereka yang tinggal di Desa terpencil akan terbantu dan meningkatkan kesadaran masyarakatterhadap pendidikan. Pada pembelajaran Keaksaraan Fungsional Fungsional ini juga bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat yang merata agar mampu berperan di tengah-tengah masyarakat yang sesuai dengan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. Mayoritas masyarakat Kabupaten Sampang bermata pencaharian sebagai petani, sebagian kecil pedagang. Rata-rata kualitas sumber daya manusia (SDM) rendah dengan angka prestasi buta aksara sangat tinggi. sehingga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 49 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidikan Keaksaraan Fungsional (SK). Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mendeskripsikan Evaluasi Program Keaksaraan Fungsional di Desa Tlambah Kecamatan Karangpenang Kabupaten Sampang Madura. Fokus dari penelitian ini adalah menggunakan Teori Evaluasi William N.Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, ketetapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatakn kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Program keaksaraan Fungsional ini merupakan suatu pembelajaran yang diberikan diluar sekolah untuk masyarakat penyandang buta aksara. Terutama bagi mereka yang tidak bisa menulis, membaca dan menghitung. Hasil dari Evaluasi Program Keaksaraan Fungsional ini masih belum dikatakan efektiv. Karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan surat keterangan melek aksara (SUKMA). Kata Kunci : Evaluasi, Program, Keaksaraan, Fungsional
Implementasi Program Bajuku Libas Dosa (Bangkit Menuju Keluarga Religius, Bahagia Sejahtera dengan Orientasi Surga) di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar OLGA NORMALISTIA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

KDRT masih rentan terjadi, tidak hanya pada kota-kota besar di Jawa Timur, tetapi juga di beberapa kabupaten termasuk Kabupaten Blitar. Dengan adanya Program Bajuku Libas Dosa (Bangkit Menuju Keluarga Religius, Bahagia Sejahtera dengan Orientasi Surga) di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar, laporan mengenai kasus KDRT selama tahun 2015-2017 semakin meningkat. Selain itu terdapat kesenjangan antara jumlah kasus KDRT yang telah dilaporkan dan kasus KDRT yang telah ditangani. Hal ini dikarenakan faktor yang muncul dari pola pikir beberapa masyarakat masih menganggap kasus KDRT merupakan sebuah aib keluarga. Ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan pelaksana dengan kasus yang ditangani juga menjadi permasalahan dalam pelaksanaan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Bajuku Libas Dosa (Bangkit Menuju Keluarga Religius, Bahagia Sejahtera dengan Orientasi Surga) di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar. Pendekatan Penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan fokus penelitian model implementasi kebijakan publik milik Donald P. Warwick. Lokasi penelitian di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan yang dilakukan oleh P2TP2A Kabupaten Blitar telah membuahkan hasil. Pada tahap implementasi terdapat dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Peneliti memberi saran menambah fasilitas mobil Perlindungan Perempuan dan Anak dan perbaikan pada websites P2TP2A Kabupaten Blitar. Kata Kunci : Kekerasan, Perlindungan, Implementasi
IMPLEMENTASI PROGRAM BLOOD JEK DI UTD PMI KABUPATEN LUMAJANG ROVIYANTI RAZALIA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu alternatif penanggulangan distribusi darah di Kabupaten Lumajang, UTD PMI Kabupaten Lumajang menjalankan program Blood Jek. Program Blood Jek adalah sistem layanan yang dirancang untuk menjamin kualitas darah, menjaga keualitas darah, dan memudahkan permintaan darah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sudah cukup baik dalam penyampaian informasi yang dilakukan oleh pelaksana program kepada kelompok sasaran, kejelasan informasi belum cukup baik karena ketidaklengkapan identitas pasien pada form permintaan darah. Sedangkan untuk konsistensi materi sudah cukup konsisten. Sumber daya manusia dalam pelaksanaan program Blood Jek masih kurang dalam segi jumlah petugas Blood Jek. Fasilitas atau sarana dan prasarana dalam pelaksanaan program Blood Jek masih kurang baik. Untuk aspek disposisi, sikap implementator program Blood Jek sudah cukup baik, dan adanya insentif yang diberikan kepada implementator juga sudah baik. Sedangkan dalam pelaksanaan program Blood Jek sudah sesuai dengan SOP. Saran dari peneliti yaitu penambahan petugas Blood Jek, penambahan fasilitas sarana sepeda motor dalam layanan program Blood Jek, perbaikan prasarana gedung agar lebih luas dalam pelaksanaan program Blood Jek di UTD PMI Kabupaten Lumajang. Kata Kunci : Implementasi, Distribusi, Darah. Abstarct One alternative for the control of blood distribution in Lumajang Regency, UTD PMI Lumajang Regency runs the Blood Jek program. The Blood Jek program is a service system designed to guarantee blood quality, maintain data quality, and facilitate blood demand. In its implementation, the community and the Hospital understood enough about the Jek Blood program but the lack of blood delivery officers in the Jek Blood program, the number of facilities and infrastructure lacking in the implementation of the Blood Jek program at UTD PMI Lumajang Regency. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research used is variable communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results showed that the information provided by program implementers was sufficiently good for the target group, information clarity was not good enough because of the incompleteness of the patients identity on the blood request form. As for the consistency of the material is quite consistent. Human resources in implementing the Blood Jek program are still lacking in terms of the number of Blood Jek officers. Facilities or facilities and infrastructure in the implementation of the Blood Jek program are still not good. For the disposition aspect, the attitude of the Blood Jek program implementer was quite good, and the incentives provided to the implementers were also good. While the implementation of the Blood Jek program is in accordance with the SOP. Suggestions from researchers were the shooting of the Jek Blood Officer, adding motorcycle facilities in the Blood Jek program service, improving building infrastructure to make it wider in the implementation of the Blood Jek program at UTD PMI Lumajang Regency. Keywords: Implementation, Distribution, Blood.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI KELURAHAN TAMANAN KECAMATAN TULUNGAGUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG RATIH WIDAYANTI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ( BSPS ) ini berdasarkan Peraturan Menteri Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat No. 14 Tahun 2011 adalah program fasilitasi pemerintah dengan memberikan sejumlah dana untuk pembangunan atau perbaikan rumah tidak layak huni dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Di Keluraha Tamanan Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualiutatif.Subyek penelitian ini terdiri dari Staf Bappeda Kabupaten Tulungagung,Staf Dinas PU BMCK Kabupaten Tulungagung, Staf Kelurahan Tamanan dan kelompok sasaran penerima bantuan BSPS Di Kelurahan Tamanan.Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi,wawancara dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan program BSPS di Kelurahan Tamanan dari enam indikator model evaluasi menurut William N Dunn yaitu: 1) efektivitas, belum dikatakan efektif karena selama pelaksanaan terdapat kendala terkait penyaluran bantuan dan juga karena masih banyaknya masyarakat miskin yang belum menerima bantuan karena keterbatasan kuota. 2) efisiensi, sudah terpenuhi untuk bantuan bahan material dengan sumber dana yang jelas berasal dari APBN tetapi untuk biaya tukang belum memenuhi sehingga hal ini dapat menghambat ketercapaian program dan juga terkait kerjasama antar sumber daya manusia yang turut serta dalam proses pembangunan. 3) kecukupan, belum maksimal karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh kelompok sasaran mengingat bantuan yang didapat dari pemerintah berupa bahan material 4) perataan,untuk besaran bantuan disalurkan merata sesuai degan kebutuhan .Akan tetapi masih terdapat masalah dalam proses bangunan dan juga masih banyaknya masyarakat miskin yang belum menerima bantuan karena syarat yang diberikan pemerintah.5) responsivitas, dengan adanya program bsps ini masyarakat merasa sangat terbantu dan juga dapat meningkatkan rasa solidaritas antar tetangga dan saudara disekitar kelompok sasaran. Serta respon positif yang ditunjukkan oleh penerima bantuan. 6) ketepatan, ketidaktepatan sasaran yang terjadi karena adanya penolakan oleh kelompok sasaran karena keterbatasan dana . Dapat disimpulkan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Tamanan masih terdapat kendala, maka saran peneliti adalah : 1) Meninjau kembali syarat dan ketentuan calon penerima bantuan khususnya terkait status kepemilikan tanah. 2) Persyaratan untuk penerima bantuan yang sekiranya memberatkan atau menyulitkan seharusnya dihilangkan.3)Bantuan yang diberikan hendaknya tidak hanya meliputi bahan bangunan saja melainkan juga meliputi biaya tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan.4)Desain rumah seluruh penerima bantuan disamakan agar tidak terjadi kekurangan dan dapat mencukupi kriteria rumah sehat.5)Diperlukan adanya pengawasan dari pelaksana mulai dari proses sosialisasi program hingga proses pelaksanaan agar tidak terjadi kesalahan atau miskomunikasi antara pihak pelaksana dan pihak penerima bantuan. Kata Kunci : Evaluasi, Program Stimulan Perumahan Abstact The Self-Help Housing Stimulation Program (BSPS) is based on Minister of Public Works and Peoples Housing Regulation no. 14 Year 2011 is a government facilitation program by providing some funds for the construction or repair of uninhabitable homes with funds sourced from the State Revenue Budget. This study aims to describe the evaluation of the Self-Helping Housing Stimulus Program (BSPS) in Tamanan Village Tulungagung District Tulungagung District.The research type used is descriptive with quantitative approach. The subject of this research consisted of staff of Bappeda of Tulungagung Regency, staff of PU BMCK Office of Tulungagung Regency, Tamanan Village Staff and beneficiary group of BSPS in Tamanan Village. Data collecting technique consisted of observation, interview and documentation . Data analysis used in the form of data collection, data reduction and conclusion.The results of the study show that the program of BSPS in Tamanan Urban Village from six indicators of evaluation model according to William N Dunn are: 1) effectiveness, not yet effective because during implementation there are constraints related to the distribution of aid and also because there are still many poor people who have not received assistance due to quota limitations. 2) efficiency, has been fulfilled for material assistance with funding source which obviously comes from APBN but for the expense of artisans have not fulfilled so that this can hinder the achievement of program and also related cooperation between human resources participating in development process. 3) sufficiency, not maximal due to limited funds owned by the target group considering assistance obtained from the government in the form of materials 4) leveling, for the amount of aid distributed evenly in accordance with the needs. But there are still problems in the building process and also the many poor people who have not received assistance due to government requirements.5) responsiveness, with the existence of this bsps program, the community feels very helpful and can also increase the sense of solidarity between neighbors and relatives around the target group. As well as the positive response shown by the beneficiaries. 6) the accuracy, inaccuracy of targets that occur due to the rejection by the target group due to limited funds.It can be concluded that the Self-Helping Housing Stimulation Program (BSPS) program in Tamanan Village is still constrained, so the researchers suggestion is: 1) Reviewing the terms and conditions of potential beneficiaries especially related to land ownership status. 2) Requirements for recipients of assistance in the case of incriminating or complicating should be omitted.3) Assistance should not only cover building materials but also cover labor costs as required.4) The design of the houses of all beneficiaries is equated to avoid shortages and sufficient criteria for a healthy house.5) There is a need for supervision from the implementer from the program socialization process until the implementation process in order to avoid errors or miscommunication between the implementing parties and the beneficiaries. Keywords: Evaluation, Housing Stimulant Program
Implementasi Kepariwisataan Berbasis Kearifan Lokal, Seni, Dan Budaya Dayak (Studi Festival Budaya Tira Tangka Balang Di Kabupaten Murung Raya) DEBBY OLIVIA WULANDARI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakMeningkatnya perkembangan sektor pariwisata tidak terlepas dari potensi budaya yang ada di Indonesia. Budaya merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga dengan baik oleh para penerus bangsa. Kabupaten Murung Raya sebagai daerah yang mempunyai otonomi berwenang mengatur dan mengurus daerahnya, menyelenggarakan adanya Festival Budaya “Tira Tangka Balang”, sebagai ajang pelestarian budaya dan kepariwisataan daerah berbasis kearifan lokal, seni, dan budaya Dayak. Dimana Festival Budaya “Tira Tangka Balang” diselenggarakan setiap tahunnya pada bulan April di ibu kota Kabupaten Murung Raya, yaitu Puruk Cahu, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Murung Raya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana implementasi kepariwisataan berbasis kearifan lokal, seni, dan budaya Dayak (studi Festival Budaya “Tira Tangka Balang”). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah teori Implementasi Merilee S.Grindle. Subjek penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari teori Implementasi Merilee S.Grindle, pada content dan context of policy tidak menemukan adanya masalah yang sifatnya menghambat pada pelaksanaan kegiatan Festival Budaya “Tira Tangka Balang”, meskipun masih ada kekurangan seperti pada akses atau kondisi jalan yang harus ditempuh masyarakat dari tiap Kecamatan di Kabupaten Murung Raya, serta tidak ada penyediaan transportasi dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Murung Raya. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah perlu adanya peningkatkan pada promosi yang maksimal bagi pelaksanaan Festival Budaya “Tira Tangka Balang” di Kabupaten Murung Raya.Kata Kunci: Implementasi, Pariwisata, Kearifan LokalAbstractThe increasing development of the tourism sector is inseparable from the cultural potential that exists in Indonesia. Culture is a national identity that must be respected and guarded well by the nations successors. Murung Raya Regency as an autonomous region has the authority to regulate and manage its area, holding a "Tira Tangka Balang" Cultural Festival, as a regional cultural and tourism preservation site based on local wisdom, art and Dayak culture. Where the "Tira Tangka Balang" Cultural Festival is held annually in April in the capital city of Murung Raya Regency, namely Puruk Cahu, through the Murung Raya Regency Tourism and Youth Office. The purpose of this study was to analyze and describe how the implementation of tourism based on local wisdom, arts and Dayak culture (study of the "Tira Tangka Balang Culture Festival"). This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The focus of this research is the theory of Merilee S. Grindle Implementation. The subject of this study was determined by purposive sampling technique. Data collection techniques in this study through interviews, observation and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that from the theory of Merilee S. Grindle Implementation, the content and context of policy did not find any problems that were hampering the implementation of the "Tira Tangka Balang" Cultural Festival, although there were still shortcomings such as access or road conditions that must be taken by the community from each Subdistrict in Murung Raya Regency, and there is no provision of transportation from the Murung Raya District Tourism and Sports Agency. The suggestions put forward by researchers are the need to increase the maximum promotion for the implementation of the "Tira Tangka Balang" Cultural Festival in Murung Raya Regency.Keywords: Implementation, Tourism, Local Wisdom

Page 86 of 129 | Total Record : 1286