cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
EVALUASI PROGRAM CAMPUS SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DI KELURAHAN SAWAHAN KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA ELYSA PUSPITA SARI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan sesuatu yang penting untuk diterapkan dari generasi ke generasi terutama kepada anak-anak. Pendidikan akan mengantarkan anak menjadi berakhlak, berilmu, mandiri, cakap, dan bertaqwa kepada Tuhan. Pada kenyataannya masih banyak anak yang putus sekolah dan rentan putus sekolah. Kota Surabaya memiliki 31 Kecamatan yang masing-masing Kelurahannya masih memiliki keterbelakangan ekonomi dan sosial sehingga kurang mengutamakan arti penting pendidikan. Untuk mengurangi angka putus sekolah dan rentan putus sekolah di Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya menjalankan program Campus Social Responsibility (CSR). Program CSR adalah program yang berisi kegiatan untuk membantu anak-anak di Kota Surabaya yang memiliki keterbelakangan sosial dan ekonomi agar dapat bersekolah kembali melalui mahasiswa sebagai kakak asuh yang memberikan pendampingan dan motivasi agar adik asuh dapat bersekolah kembali. Kelurahan Sawahan sebagai salah satu Kelurahan di Kecamatan Sawahan yang mendapatkan program CSR. Fokus dari penelitian ini adalah model evaluasi kebijakan dalam program CSR yang meliputi evaluasi konteks, evaluasi input, evaluasi proses, dan evaluasi produk. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah staff Dinas Sosial Surabaya, Satgas Kecamatan Sawahan Surabaya, serta masyarakat berupa mahasiswa tujuh sebagai kakak asuh, dan tujuh adik asuh di Kelurahan Sawahan Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi program berdasarkan indikator model evaluasi kebijakan program yakni tujuan program CSR sudah tercapai diwujudkan dengan kembali bersekolahnya adik asuh di Kelurahan Sawahan Surabaya. Dalam pelaksanaannya program CSR mengalami beberapa hambatan yaitu kurangnya komitmen kakak asuh dalam pelaksanan pendampingan, kurangnya peran orangtua dalam mendukung anak untuk kembali bersekolah, serta terbatasnya waktu antara kakak asuh dan adik asuh dalam pelaksanaan pendampingan. Adapun saran yang diajukan adalah perlunya pendekatan yang lebih intensif dan pemberian pengertian secara perlahan tapi pasti kepada orangtua adik asuh sehingga dapat melancarkan proses pendampingan, penekanan pada saat evaluasi rutin bulanan oleh dinas sosial kepada kakak asuh untuk berkomitmen dan bertangung jawab pada pendampingan program, serta diperlukan adanya faktor penunjang semangat bagi kakak asuh selain menggunakan sertifikat penyelesaian program. Kata Kunci: Evaluasi, Program Campus Social Responsibility (CSR)
EVALUASI PROGRAM E-PARKING DI KAWASAN PARKIR BALAI KOTA SURABAYA DELDHA EQY ARTAMALIA; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n3.p%p

Abstract

ABSTRAKEVALUASI PROGRAM E-PARKING DI KAWASAN PARKIR BALAI KOTA SURABAYA Nama : Deldha Eqy ArtamaliaNim : 15040674093Program Studi : S1 – Ilmu Administrasi NegaraJurusan : Administrasi NegaraNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Indah Prabawati, S. Sos., M.Si Kebijakan Penetapan Program E-Parking di Kota Surabaya diterapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perparkiran di Kota Surabayadan diperkuat dengan adanya Standard Operating Procedure (SOP). Standard Operating Procedure (SOP) ini disusun sebagai landasan operasional sistem integrasi Alat Parkir Meter dengan transaksi uang elektronik multi penerbit. Tujuan E-Parking atau alat parkir meter ini yakni menekan kebocoran PAD sektor parkir, menertibkan juru parkir, memudahkan masyarakat saat parkir dan menuju Kota Surabaya menjadi Smart City. Alat parkir meter ini mulai dipasang dan langsung diuji coba terhadap pengguna parkir di sekitar Balai Kota Surabaya yaitu di Jalan Sedap Malam dan Jalan Jimerto pada tanggal 1 Februari tahun 2017 selanjutnya dipasang di sekitar Taman Bungkul Kota Surabaya yaitu di Jalan Taman Bungkul Darmo pada tanggal 29 Desember 2017. Alat parkir meter ini berbentuk persegi panjang berwarna hitam doff dan menggunakan pembayaran uang elektronik atau e-money sebagai alat pembayaran parkir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi program E-Parking di kawasan parkir Balai Kota Surabaya. Fokus dari penelitian ini adalah efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, ketepatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari Kepala UPTD Parkir Surabaya Timur, pegawai Dinas Perhubungan Kota Surabaya, juru parkir Balai Kota Surabaya, tim wallet Dinas Perhubungan Kota Surabaya, pengguna fasilitas E-Parking di Balai Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian berdasarkan efektivitas telah mencapai tujuannya yakni pengguna alat parkir meter merasa percaya kepada juru parkir dan program E-Parking dan dengan adanya alat parkir meter ini dapat menekan angka kebocoran PAD Kota Surabaya sektor parkir. Efisiensi dalam sumber daya manusia sudah sesuai dengan tupoksi yang ada. Pada sumber daya finansial meski hasil pengeluaran lebih besar dari hasil pendapatan, Dinas Perhubungan Kota Surabaya menjelaskan bahwa tidak mencari laba melainkan mencari kepercayaan masyarakat dalam program ini. Sumber daya waktu Program E-Parking ini dapat dilihat dari kegiatan tiga tahap sosialisasi yang diadakan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya kepada masyarakat agar masyarakat paham akan program tersebut. Kecukupan dalam program ini dapat dilihat dari cara Dinas Perhubungan Kota Surabaya memecahkan permasalahan yang ada dengan cara mengadakan evaluasi setiap enam bulan sekali terkait dengan pendapatan, pengaduan, keluhan masyarakat. Perataan ini berkaitan dengan manfaat yang diperoleh masyarakat, yakni meningkatkan keamanan kendaraan, mengurangi antrian kendaraan masuk karena pencatatan sudah melalui komputer, memudahkan masyarakat dalam pembayaran parkir, perataan disini juga berkaitan dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya dalam sektor parkir. Responsivitas pemerintah dalam program E-Parking ini memberikan rasa kepercayaan untuk masyarakat kepada pemerintah dan mengajarkan masyarakat untuk menggunakan pelayanan dari pemerintah yang berbasis elektronik. Ketepatan dalam program E-Parking ini sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu membayar tarif parkir dengan ketentuan pemerintah dan mendapat pelayanan yang baik dalam bidang parkir. Adapun saran yang diajukan adalah sebaiknya dapat menggunakan CCTV untuk mempermudah pemantauan dilapangan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat tahu kegunaan, cara menggunakan alat parkir meter dan agar masyarakat memiliki E-Money. Dinas Perhubungan dapat menambah pemasangan alat parkir meter di lokasi-lokasi pusat keramaian yang ada di Kota Surabaya agar semua permasalahan dibidang parkir dapat teratasi dengan baik. Kata Kunci : Evaluasi, E-Parking ABSTRACTEVALUATION OF E-PARKING PROGRAMS IN BALAI KOTA SURABAYA PARKING AREA Name : Deldha Eqy ArtamaliaNim : 15040674093Study program : S1 - State Administration ScienceDepartment : State Administrationinstitution name : Surabaya State UniversityMentor : Indah Prabawati, S. Sos., M.Sc. The policy of establishing an E-Parking Program in the city of Surabaya applied based on the Regional Regulation of the City of Surabaya Number 3 Year 2018 concerning the Implementation of Parking in the City of Surabaya and strengthened by the existence of a Standard Operating Procedure (SOP). This Standard Operating Procedure (SOP) is structured as an operational basis for the Parking Meter Integration system with multi-issuer electronic money transactions. The purpose of this E-Parking or parking meter is to reduce the leakage of the PAD in the parking sector, bring order to the parking attendants, make it easier for the public to park and head for Surabaya to become a Smart City. This parking meter was installed and tested immediately against parking users around Surabaya City Hall, namely Jalan Sedap Malam and Jalan Jimerto on February 1, 2017, and then installed around the Bungkul Park in Surabaya, on Jalan Taman Bungkul Darmo on December 29 2017. This meter parking lot is black and black rectangular and uses electronic money or e-money as a parking payment instrument. The purpose of this study was to evaluate the E-Parking program in the Surabaya City Hall parking area. The focus of this research is effectiveness, efficiency, adequacy, alignment, responsiveness, accuracy. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The subjects of this study consisted of the Head of the East Surabaya Parking UPTD, the Surabaya City Transportation Service employee, the Surabaya City Hall parking attendant, the Surabaya City Transportation Department wallet team, the user of the E-Parking facility in Surabaya City Hall. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis techniques carried out by data collection, data reduction, data presentation and data verification. The results of the research based on effectiveness have reached the goal of using meter parking users to believe in parking attendants and E-Parking programs and with this meter parking tool can reduce the Surabaya PAD leakage in the parking sector. Efficiency in human resources is in accordance with the existing Tupoksi. In financial resources, although the results of expenditure are greater than income, the Transportation Office of Surabaya City explained that not looking for profit but looking for public trust in this program. The time resources for the E-Parking Program can be seen from the three-stage socialization activities held by the Surabaya City Transportation Agency to the public so that the community understands the program. Adequacy in this program can be seen from the way the Surabaya City Transportation Agency solves existing problems by conducting evaluations every six months related to income, complaints, public complaints. This leveling is related to the benefits obtained by the community, namely increasing vehicle safety, reducing the queue of vehicles entering because the recording has been through computers, facilitating the public in parking payments, leveling here is also related to the increase in Surabayas Original Regional Income in the parking sector. Government responsiveness in the E-Parking program gives a sense of trust to the public to the government and teaches the community to use electronic-based government services. The accuracy in the E-Parking program is in accordance with the needs of the community, namely paying parking fees with government regulations and getting good service in the parking area. The suggestion put forward is that you should be able to use CCTV to facilitate monitoring in the field, to disseminate information to the public so that people know the uses, how to use meter parking equipment and so that people have E-Money. The Department of Transportation can add the installation of meter parking equipment in the locations of crowded centers in the city of Surabaya so that all problems in the parking area can be resolved properly. Keywords: Evaluation, E-Parking
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI LAYANAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASAR (SILADAMAS) DI DINAS KOPERASI, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TUBAN UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN RETRIBUSI PASAR NURUL DHEA NARASMITA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n3.p%p

Abstract

ABSTRAKTeknologi mulai diterapkan di berbagai instansi pemerintahan seluruh Indonesia, salah satunya adalah Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban. Pada prakteknya Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban memadukan sistem informasi dengan sebuah layanan, inovasi layanan tersebut bernama Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS). Adanya SILADAMAS berfungsi untuk lebih memaksimalkan monitoring dan evaluasi pengelolaan pasar terutama memudahkan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pengembangan pasar serta otomatisasi pelayanan manajemen pengelolaan pasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS) di Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban untuk peningkatan pendapatan retribusi pasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS) di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tuban untuk peningkatan pendapatan retribusi pasar terlaksana dengan efektif. Dikatakan efektif karena sejak diterapkannya Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS) pada tahun 2015, dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan manajemen pasar daerah di Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Tuban, yang mana sebelum adanya Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS), pengelolaan data pedagang masih dilakukan secara manual dan juga sistem pembayaran retribusi pasar juga masih belum terkontrol dengan baik. Akan tetapi, setelah adanya Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS) ini dapat memudahkan administrator Siladamas, operator pasar, serta pedagang pasar dalam menghasilkan informasi yang transparan dan akuntabel. Hambatan yang muncul pada penerapan Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS) sebagian besar dikarenakan dari masyarakat pasar sendiri yang kurang memahami perkembangan teknologi informasi. Saran untuk penerapan SILADAMAS kedepannya yaitu adanya inovasi pelayanan pengelolaan berbasis teknologi informasi diharapkan dapat berkelanjutan untuk diterapkan dan direplikasikan untuk pasar-pasar daerah yang lain pada obyek pendapatan yang lain. Sehingga penarikan pembayaran retribusi tidak dilaksanakan secara manual namun memanfaatkan teknologi informasi untuk perolehan PAD yang lebih optimal. Kata Kunci: Efektivitas, Sistem Informasi Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pasar (SILADAMAS), Retribusi Pasar ABSTRACT Technology began to be applied in various government institutions throughout Indonesia, one of them is Department of Cooperatives, Industry and Trade of Tuban District. In practice on Department of Cooperatives, Industry and Trade of Tuban District combines information systems with a service, the service innovation was name Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS). The existance of SILADAMAS function to maximize market management monitoring and evaluation especially to facilitate the planning and policy making of market development and the automation of market management services. The purpose of this study is to describe the effectiveness of the Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS) in the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Tuban District to increase market retribution revenues. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. The data analysis technique in this study uses an interactive model data analysis consisting of data collection, data reduction, data display and conclution drawn through interviews and documentation studies. The result of the study showed that the effectiveness of the Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS) in Department of Cooperatives, Industry and Trade of Tuban District for increasing market lexy income was implemented effectively. It is effective because since the implementation of the Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS) in 2015, it can overcome the problems that occur in regional market management in the Department of Cooperatives, Industry and Trade of Tuban District, which prior to the Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS), merchant data management is still done manually and also the market retribution payment system is still not well controlled. However, after the existance of the Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS) it can facilitate Siladamas administrators, market operators, and market traders in producing transparent and accountable information. The obstacles that arise on implementation of the Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS) are largely due to the market community itself who lacks understanding of the development of the information technology. The suggestion for the implementation of SILADAMAS in the future is the innovation of information technology-based management services are expected to be sustainable to be applied and repricated for other regional markets in other income objects. So that the withdrawal of payment retribution is not carried out manually but utilizes information technology to obtain more optimal local revenue. Keywords: Effectiveness, Service Information Systems and Market Community Empowerment (SILADAMAS), Market Retribution
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG BAMBU (STUDI PADA UNIT UMKM BINAAN ANYAMAN BAMBU DI DESA SEKETI KECAMATAN BALONGBENDO KABUPATEN SIDOARJO) IKA AGUSTIN PRASETYA; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 3 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n3.p%p

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk masyarakat yang tidak berdaya atau belum berdaya dengan tujuan untuk mengembangkan masyarakat di Desa dan untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan masyarakat dengan mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki secara mandiri. Salah satu pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Desa Seketi ialah UMKM Binaan Anyaman Bambu, yang memiliki icon Kampung Bambu dan memiliki Badan Usaha Milik Desa (BumDesa) Seketi Sejahtera yang mengelola hasil produk anyaman bambu untuk dibentuk dalam berbagai macam model dan dikelola oleh masyarakat Desa Seketi. Salah satu kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) anyaman bambu yang melakukan pengembangan di Desa Seketi Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Pengembangan UMKM Binaan Anyaman bambu memiliki hambatan pada teknik pelatihan dan pendampingan yang dilakukan hanya sekali saja, kurangnya pengadaan rapat untuk masyarakat Desa Seketi dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk lebih mengenal akan pentingnya membangun Desa Seketi, agar lebih maju dan berkembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat Kampung Bambu dengan mengambil studi pada Unit UMKM Binaan Anyaman Bambu di Desa Seketi Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Subjek penelitian terdiri dari Tenaga Pendamping dan masyarakat anggota UMKM Binaan Anyaman Bambu. Teknik pendumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Kampung Bambu pada unit UMKM Binaan Anyaman Bambu dapat dilihat dari aspek sasaran, teknik dan tujuan. Dari aspek sasaran yaitu masyarakat anggota UMKM yang aktif dalam memproduksi anyaman bambu berjumlah 15 orang dan tersebar di berbagai desa di sekitar. Dari segi teknik, UMKM binaan anyaman bambu untuk mengembangkan produksinya sulit karena rendahnya kesadaran masyarakat Kampung Bambu dan kecilnya pemberian teknik pelatihan dan pendampingan. Dari aspek tujuan, dapat digunakan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat Desa Seketi sehingga dapat untuk mengembangkan Unit UMKM Binaan Anyaman bambu, namun usaha produksi belum berkembang dengan baik karena belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, akses permodalan dalam pengembangan sangat minim. Kata Kunci: Pemberdayaan, Masyarakat, UMKM
Inovasi Pelayanan Kepolisian melalui Aplikasi Surat Keterangan Orang Terlantar (SKOT) Online di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah Jawa Timur INNE AJENG KHARISMANANDE; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Tingginya tingkat urbanisasi di kota besar di Indonesia menimbulkan berbagai masalah sosial salah satunya adalah orang terlantar. Dengan adanya permasalahan tersebut, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah Jawa Timur meluncurkan aplikasi yang dinamakan Surat Keterangan Orang Terlantar (SKOT) Online yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada orang terlantar di Jawa Timur, yang berfokus pada pembuatan Surat Keterangan Orang terlantar dan pemulangan orang terlantar ke daerah asal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Pelayanan Kepolisian melalui Aplikasi Surat Keterangan Orang Terlantar (SKOT) Online di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah Jawa Timur. Dalam hal ini jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskrptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori inovasi dengan teori penerapan inovasi melalui konsep De Meyer and Garg yang meliputi integrasi proyek dengan visi strategis organisasi, integrasi intertemporal antar fase-fase yang berbeda dalam proyek, integrasi lintas fungsi selama proyek berjalan, dan integrasi dengan lingkungan. Teknik analisis data peneliti menggunakan teknik analisis menurut Miles and Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Peneltian ini menunjukkan bahwa Inovasi SKOT Online di SPKT Kepolisian Daerah Jawa Timur menurut indikator Manajemen dan Inovasi Menciptakan Nilai masih sudah cukup baik namun belum maksimal sebab masih ada beberapa kendala seperti masih digunakannya alamat web milik swasta, data E-KTP yang belum dapat di akses, dan penggunaan internet sebagai sarana akses web tersebut masih dirasa kurang memadai. Sehingga saran yang dapat diberikan yaitu memindahkan semua data ke server milik Polri dan menambahkan data E-KTP kedalam aplikasi tersebut.
MANAJEMEN STRATEGI PENINGKTAN INVESTASI OLEH DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA SURABAYA ANGGA YUDISTHIRA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah Kota Surabaya merasa investasi sangat penting untuk membantu pemenuhan kebutuhan bagi rakyatnya. Oleh karena itu Kota Surabaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) mengupayakan untuk peningkatan investasi sebagai wujud membantu kinerja Pemerintah Kota Surabaya. Dalam hal ini berkaitan dengan pembukaan lapangan pekerjaan serta peningkatan ekonomi di wilayah Kota Surabaya demi terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah mengidentifikasi misi, tujuan, dan strategi organisasi saat ini, analisis eksternal, analisis internal, formulasi strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan manajemen strategi peningkatan investasi yang dilakukan sudah baik. Misi, tujuan dan strategi yang diterapkan sudah sesuai dengan kebutuhan para investor, analisis eksternal yang dilakukan sudah detail. Kemudian analisis internal yang dilakukan cukup membawa dampak yang positif. Lalu formulasi strategi yang ada sudah tepat dengan terealisasinya target investasi yang harus didapatkan. Selanjutnya implementasi strategi yang digunakan cukup efisien untuk menarik investasi yang masuk di Kota Surabaya. Terakhir evaluasi strategi yang diterapkan sudah membawa dampak perubahan yang masif dengan adanya peningkatan investasi ditiap tahun serta akuntabilitas laporan investasi di Kota Surabaya. Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Investasi Abstract The Surabaya City Government feels that investment is very important to help fulfill the needs of its people. Therefore the City of Surabaya through the One Stop Integrated Service and Investment Service (DPM-PTSP) strives to increase investment as a form of helping the performance of the Surabaya City Government. In this case, it relates to the opening of employment opportunities and economic improvement in the city of Surabaya in order to create prosperity and prosperity. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research used was to identify the current mission, objectives, and organizational strategy, external analysis, internal analysis, strategy formulation, strategy implementation and strategy evaluation. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results of the study show that the management of the investment improvement strategy that has been done is good. The mission, objectives and strategies applied are in accordance with the needs of investors, the external analysis carried out is detailed. Then the internal analysis carried out is quite positive. Then the existing strategy formulation is right with the realization of the investment target that must be obtained. Furthermore, the implementation of the strategy used is quite efficient to attract investment in the city of Surabaya. Finally, the evaluation of the strategies implemented has had a massive impact of change with an increase in investment every year and accountability of investment reports in the city of Surabaya. Keyword : Management, Strategy, Investment
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PADAT KARYA TUNAI (STUDI KASUS DESA PLANDAAN KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG) TIARA RAMA DIAN; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Pemerintah mengeluarkan program untuk menekan angka kemiskinan di masyarakat melalui Program Padat Karya Tunai. Program ini melibatkan masyarakat desa utamanya masyarakat miskin, pengangguran dan masyarakat dengan balita gizi buruk. Program ini juga memiliki tujuan untuk memperbaiki infrastruktur yang ada di desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tahapan-tahapan pemberdayaan masyarakat melalui Program Padat Karya Tunai di Desa Plandaan.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah tahapan pemberdayaan masyarakat yang meliputi : tahap persiapan, tahap pengkajian, tahap perencanaan alternatif program, tahap pemformulasian rencana aksi, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Subyek penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Desa Plandaan melalui Program Padat Karya Tunai berjalan dengan baik. Tahap persiapan dengan diadakannya sosialisasi kepada pekerja. Tahap pengkajian, mengkaji usulan untuk penentuan prioritas kegiatan. Tahap perencanaan alternatif program dengan menampung usulan masyarakat, namun usulan masyarakatnya masih minim. Disisi lain, partisipasi swadaya masyarakatnya tinggi. Tahap pemformulasian rencana aksi dengan penentuan upah pekerja, namun upah ini tidak sesuai dengan aturan. Tahap pelaksanaan, pekerja melaksanakan sesuai tugas namun terdapat kendala yaitu skill yang kurang profesional mengakibatkan terjadinya kemoloran. Tahap evaluasi, pengawasan dan evaluasi dilakukan pihak terkait dan dibuktikan melalui laporan pertanggungjawaban. Tahap terminasi, berakhirnya program ini dimana masyarakat dan pemerintah desa memperoleh manfaat dari program ini. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu Pemdes diharapkan menyediakan wadah penampungan aspirasi agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya. Selain itu, Pemdes harus lebih transparan dalam memberikan informasi pengupahan. Pemdes juga diharapkan lebih fokus pada pembangunan potensi yang dimiliki desa. Juga perlu diadakannya pelatihan untuk peningkatan skill pekerja. Terakhir, perlu adanya meningkatkan pengawasan agar pekerja dapat bekerja dengan jauh lebih baik dalam Program Padat Karya Tunai.Kata Kunci : Pemberdayaan, Masyarakat, Padat Karya TunaiThe government issued a program to reduce poverty in the community through Cash for Work Cash. This program involves mainly poor rural communities, the unemployed and people with malnutrition children. The program also aims to improve the existing infrastructure in the village.The purpose of this study was to describe the stages of community empowerment through Cash for Work in the village Plandaan.This research uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of this research is the stage of community empowerment which include: the preparation stage, the stage of assessment, program planning stage alternative, the formulation stage of action plan, the implementation phase, evaluation phase and termination stage. The subject of this research was determined by purposive sampling technique. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis was performed with data collection, data reduction, data presentation and conclusion.The results showed that empowering the village community through Cash for Work Plandaan Cash goes well. The preparation phase with the holding socialization to workers.Phase assessment, reviewing proposals for prioritization of activities. The planning stage of the program to accommodate the proposed alternative society, but the proposal is still minimal society. On the other hand, the participation of non-governmental high society. The formulation stage of action plan with the determination of wages, but wages are not in accordance with the rules. The implementation stage, the workers carry out appropriate tasks but there are obstacles, such as lack of professional skills resulted in delay. Phase evaluation, monitoring and evaluation of related parties and evidenced through accountability reports. Termination stage, so the researchers advise that is expected to provide a container shelter Village Government aspiration for people to express their aspirations. Additionally, Village Government should be more transparent in providing information on wages. Village Government also expected to focus on the development potential of the village. Also the need for training to improve the skills of workers. Lastly, the need for increased surveillance so that workers can work much better in Cash for Work.Keywords: Empowerment, Society, Cash for Work
Inovasi Pelayanan Program Samsat Bluder (Blusukan dan Muter-Muter) Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Madiun HERLINA NOVI PRAMANDANI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Dalam pelaksanaan pemerintahan daerah perlu adanya inovasi daerah yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Dalam menciptakan suatu inovasi daerah tentunya memiliki tahapan proses yang akan dijalankannya, termasuk inovasi pelayanan program Samsat Bluder (Blusukan dan Muter-Muter) yang ada di Kantor Bersama Samsat Kabupaten Madiun. Adanya program Samsat Bluder ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat Kabupaten Madiun dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan secara mendalam dan menganalisis tahapan proses inovasi pelayanan Program Samsat Bluder (Blusukan dan Muter-Muter) Pajak Kendaraan Bermotor di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Bersama Samsat Kabupaten Madiun dalam menciptakan inovasi Samsat Bluder ini hal yang dilakukan pertama kali yaitu melihat peluang dengan cara mendengarkan keluhan masyarakat dan menyempurnakan program sebelumnya yang dirasa kurang efektif dengan membuat inovasi baru. Dalam membuat inovasi tersebut, Kantor Bersama Samsat Kabupaten Madiun berusaha untuk mengeluarkan ide sebanyak-banyaknya dan membebaskan pihak-pihak yang terkait untuk berkreatifitas didalam pembuatan inovasi tersebut. Kemudian ide-ide yang sudah dikeluarkan dilakukan kajian dengan menggunakan gaya berfikir divergen atau mengerucut, salah satu dasar pertimbangan inovasi Samsat Bluder terpilih sebagai ide yang tepat adalah seberapa besar ide tersebut mendatangkan kerugian dan keuntungan. Sedangkan dalam proses implementasi inovasi Samsat Bluder ini sudah sesuai dengan prosedur pelayanannya walaupun masih ada resiko/kendala yang harus dihadapi. Inovasi layanan tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi sebelumnya sehingga mampu mengurangi tunggakan yang akan datang dan lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan bermotor. Kata Kunci : Inovasi, Pelayanan, Samsat Bluder Abstract In the implementation of regional government there needs to be regional innovation that aims to improve the performance of regional government operations. In creating a regional innovation, of course, it has the stages of the process to be carried out, including the innovation of the service program of the Bluder Samsat (Blusukan and Muter-Muter) in the Joint Office of the Madiun District Samsat. The Bluder Samsat program aims to facilitate the people of Madiun District in paying Motor Vehicle Tax (PKB). The purpose of this study is to describe in depth and analyze the stages of the innovation process of the service of the Bluder Samsat Program (Blusukan and Muter-Muter) Motor Vehicle Taxes in the Joint Office One Roof Administration System (Samsat) of Madiun District. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. The data analysis technique in this study uses an interactive model data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions through observation, interviews, and documentation studies. The results of the study showed that the Joint Office of the Madiun District Samsat in creating the innovation of the Bluder Samsat was the first thing that was done was to look at opportunities by listening to peoples complaints and perfecting previous programs that were felt to be less effective by making new innovations. In making these innovations, the Joint Office of the Madiun District Samsat tried to issue as many ideas as possible and free the parties involved for creativity in making these innovations. Then the ideas that have been issued are reviewed by using divergent or conical thinking styles, one of the basic considerations of Samsat Bluders innovation chosen as the right idea is how much the idea brings loss and profit. Whereas in the process of implementing the Bluder Samsat innovation it is in accordance with its service procedures even though there are still risks / obstacles that must be faced. The service innovation is expected to be able to overcome the problems that have occurred before so as to reduce future arrears and further increase Regional Original Income (PAD) through motor vehicle tax. Keywords: Innovation, Service, Bluder Samsat
INOVASI PENGADUAN ONLINE MELALUI APALAN (APLIKASI LAYANAN PENGADUAN PENGGUNA JALAN) DI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG KABUPATEN GRESIK FEBRY ARYANTO WIBOWO; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik menciptakan sebuah inovasi pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, inovasi tersebut adalah APALAN (Aplikasi Layanan Pengaduan Pengguna Jalan). Inovasi ini dilatarbelakangi pentingnya fasilitas jalan sebagai sarana mobilisasi untuk menunjang kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang, keinginan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam menyediakan fasilitas jalan serta masih banyaknya kerusakan jalan yang terjadi di Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan inovasi pengaduan online melalui APALAN (Aplikasi Layanan Pengaduan Pengguna Jalan) di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penggambaran kesimpulan dan verifikasi. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori yang dikemukan oleh Khalil, Lanvin, dan Chaudry (2002) yaitu reformasi proses, kepemimpinan, investasi strategis, kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengaduan online melalui APALAN yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik cukup berhasil, hal tersebut dapat dilihat dari faktor keberhasilan dalam inovasi e-government sudah terpenuhi mulai dari reformasi proses, faktor kepemimpinan, faktor investasi strategis, faktor kolaborasi dan faktor keterlibatan masyarakat menunjukkan masyarakat tidak dilibatkan dalam proses perumusan sampai pembuatan aplikasi APALAN. Masyarakat hanya sebatas sebagai pengguna APALAN. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan Publik, APALAN
Strategi Public Relations Dalam Membangun Citra Perusahaan Melalui Program Corporate Social Responbility Studi Pada Bina Lingkungan PT. Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol NUGRAHA NANDA ARSEPTA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Setiap perusahaan milik Negara wajib memiliki program Corporate Social Responbility Pinjaman Kemitraan dan Bina LingkungaN (PKBL) guna bentuk rasa tanggung sosial perusahaan terhadap masyarakat. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas wajib melakukan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Penelitian dengan judul “Strategi Public Relation dalam membangun citra perusahaan melalui program Corporate Social Responbility Bina Lingkunga PT. Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol”, memiliki rumusan masalah bagaimana strategi humas dalam membangun citra perusahaan melalui program bina lingkungan dengan tujuan untuk mengetahui strategi humas dalam membangun citra perusahaan melalui program Corporate Social Responbility bina lingkungan. Metode penelitian yaitu menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun sumber data yang digunakan adalah dat-data sekunder dan primer, serta data akan dianalisa dengan metode deskriptif analisis. Landasan teori yang digunakan adalah lima indikator strategi public relations yang dikemukakan oleh Rosady Ruslan, antara lain strategi operasional, pendekatan persuasive dan edukatif, pendekatan tanggung jawab sosial humas, pendekatan kerjasama, dan pendekatan koordinatif dan integrative. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa strategi operasional humas cukup baik karena dalam menjadikan sasaran sangat tepat dengan menciptakan empat kriteria opini atau berita yang mengancam turunnya citrra perusahaan. Dengan begitu, humas lebih mudah dalam menindak lanjuti berita-berita manakah yang perlu diselesaikan dengan pemberian bantuan program bina lingkungan. Pihak humas juga sangat erat kerjasama dengan para wartawan media massa. Serta dalam menindaklanjuti program bantuan bina lingkungan tersebut, humas juga saling berkoordinir dengan rekan kerja bidang lainnya. Hal tersebut tentu saja tanggapan masyarakat tentang suatu hal buruknya citra PT. Jasa Marga Cabang Surabaya gempol, dapat terselesaikan dengan baik danri tindakan yang telah dilakukan humas. Kata Kunci: Strategi, Public Relations, Corporate Social ResponbilityAbstractEvery State-owned company must have a Corporate Social Responbility and Partnership Loan (PKBL) program to form a sense of corporate social responsibility towards the community. This matter has been regulated in Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies which must carry out Social and Environmental Responsibility. Research with the title "Public Relations Strategy in building the companys image through the Corporate Social Responsibility Program of Development of PT. Jasa Marga Surabaya Branch Gempol ", has the formulation of the problem of how the public relations strategy in building the companys image through the community development program with the aim of knowing the public relations strategy in building the companys image through the Corporate Social Responbility program of community development. The research method is using qualitative descriptive. The data sources used are secondary data and primary data, and the data will be analyzed by descriptive analysis method. The theoretical foundation used is the five indicators of public relations strategies proposed by Rosady Ruslan, including operational strategies, persuasive and educational approaches, public relations social responsibility approaches, cooperative approaches, and coordinative and integrative approaches. Based on the data analysis performed, it was concluded that the operational strategy of public relations was quite good because in making the target very precise by creating four criteria opinions or news that threatened the decline of the companys image. That way, PR is easier to follow up on which news needs to be resolved by giving assistance to the community development program. The public relations party is also very closely collaborating with mass media journalists. As well as following up on the community development assistance program, public relations also coordinated with other field partners. This is of course the publics response to a bad image of PT. Jasa Marga Surabaya Branch gempol, can be resolved well and the actions taken by public relations. Keywords: Strategy, Public Relations, Corporate Social Responbility

Page 89 of 129 | Total Record : 1286