cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
Strategi Peningkatan Layanan Kesehatan melalui Program Jemput Bola Pasien Urung Kunjung (Jebol Pasung) di Puskesmas Geger Kabupaten Madiun DINI PUTRI PRATIWI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Program Jemput Bola Pasien Urung Kunjung (Jebol Pasung) merupakan sebuah inovasi pelayanan kesehatan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang diciptakan oleh Puskesmas Geger. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama ini masih belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi peningkatan layanan kesehatan program Jemput Bola Pasien Urung Kunjung (Jebol Pasung) di Puskesmas Geger Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian ini menggunakan teori Peningkatan dan Pencegahan Penyakit Kesehatan Jiwa menurut Dalami dalam Buku Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa yang terdiri dari Prevensi Primer, Prevensi Sekunder dan Terapi serta Prevensi Tertier dan Rehabilitasi. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Puskesmas Geger telah melakukan pelayanan dengan baik sesuai dengan komponen prevensi primer yaitu melaksanakan upaya peningkatan derajat kesehatan, upaya untuk menurunkan kerentanan terhadap penyakit dan meningkatkan kemampuan stressor psikososial, undang-undang peraturan pemerintah yang digunakan sebagai pedoman penanganan Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ) serta pelayanan yang diberikan oleh berbagi biro, proses pelaksanaan perawatan pada keluarga pasien dan pelaksanaan konsultasi psikiatrik, keterlibatan lintas sektor yang terakhir cara yang dilakukan dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan. Prevensi sekunder dan terapi ditunjukkan dengan pelaksanaan deteksi dini dan memberikan pengobatan. Prevensi tertier dan rehabiltatif ditunjukkan dengan melakukan rehabilitasi kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah stabil sehingga dapat produktif kembali. Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan pelayanan promosi, koordinasi, dan pelatihan kader. Kata kunci: Pelayanan, Strategi, Kesehatan
IMPLEMENTASI PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA DIVISI KAPAL PERANG PT.PAL INDONESIA ISTIQOMAH MUJI NISAA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

AbstrakKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Dalam mendukung pelaksanaan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pemerintah menerbitkan PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang wajib dilaksanakan oleh seluruh perusahaan. Salah satunya adalah PT.PAL Indonesia sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang industri galangan kapal dengan resiko pekerjaan tinggi, membutuhkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam mengimplementasikan kegiatan operasional sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada divisi kapal perang PT.PAL Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan model implementasi dari Edward III terdiri dari komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling.Teknik pendumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa Implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada divisi kapal perang PT.PAL Indonesia sudah dilaksanakan secara maksimal. Hal ini dapat dilihat dapat dari apek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Dari aspek komunikasi membuktikan bahwa Informasi mengenai program K3 sudah disampaikan kepada seluruh karyawan melalui divisi dan departemen yang tergabung didalamnya, dengan cara sosialisasi maupun pelatihan yang dilakukan. Dari aspek sumber daya terdiri dari Sumber daya manusia pada divisi kapal perang cukup memadai dan kompeten karena sesuai dengan bidangnya. Akan tetapi, Sumber daya anggaran yang digunakan sering mengalami hambatan dalam proses pengajuannya yaitu terkendala persetujuan pimpinan sehingga memerlukan waktu yang lama dalam pendistribusian Alat Pelindung Diri, maupun kendala dari pihak suplier. Sumber daya peralatan terdiri dari mesin-mesin produksi, alat pelindung diri, dan alat pemadam kebakaran pada setiap unit kerja. Sumber daya informasi dan wewenang terkait dengan keputusan yang diambil oleh kepala biro K3LH pada saat terjadinya kecelakaan kerja. Aspek disposisi, terdiri dari pengangkatan pegawai yang dilakukan harus sesuai dengan kualifikasi, serta Insentif berupa gaji pokok dan tunjangan bahaya. Aspek struktur birokrasi terdiri dari SOP dan fragmentasi. Sop yang ada antara lain: SOP Alat pelindung diri, Sop Kesiagaan dan tanggap darurat, serta SOP setiap bidang pekerjaaan yang tercantum dalam buku petunjuk umum K3LH.Kata Kunci: Implementasi, Program, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)AbstractOccupational Safety and Health is all activities to guarantee and protect the safety and health of workers through efforts to prevent work accidents and work-related diseases. In supporting the implementation of the Occupational Safety and Health program the government issued PP No. 50 of 2012 concerning occupational safety and health management systems that must be implemented by all companies. One of them is PT. PAL Indonesia as a State-Owned Enterprise (BUMN) company engaged in shipyard industry with high employment risk, requiring Occupational Safety and Health programs in implement daily operational activities. The purpose of this study was to describe the implementation of the Occupational Safety and Health program at the PT. PAL Indonesia warship division. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of research using the implementation model of Edward III consists of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The source data collection technique in this study uses Purposive Sampling techniques. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study describe that the implementation of the Occupational Safety and Health program at the PT. PAL Indonesia warship division has been carried out to the maximum. This can be seen from the communication, resources, disposition and bureaucratic structure. From the communication aspect, it proves that Information about the K3 program has been delivered to all employees through the divisions and departments incorporated in it, by means of socialization and training carried out. From the aspect of resources consisting of human resources in the warship division is quite adequate and competent because it is in accordance with their fields. However, the budget resources used often experience obstacles in the submission process, which is constrained by leadership approval so that it takes a long time to distribute Personal Protective Equipment, as well as constraints from the supplier. Equipment resources consist of production machines, personal protective equipment, and fire extinguishers in each work unit. Information resources and authority related to decisions taken by the head of the K3LH bureau at the time of workplace accidents. The disposition aspect, consisting of the appointment of employees carried out must be in accordance with the qualifications, as well as incentives in the form of basic salaries and hazard benefits. Aspects of bureaucratic structure consist of SOP and fragmentation. The available soups include: SOP Personal protective equipment, Sop Preparedness and emergency response, and SOP for each field of work listed in the K3LH general guidebook.Keywords: Implementation, Program, Occupational Safety and Health
Kualitas Pelayanan Surabaya Bus Oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya HELMI HIKMAH BACHRIA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

ABSTRAK KUALITAS PELAYANAN SURABAYA BUS OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA Sebagai wujud untuk memperbaiki angkutan umum yang ada di Kota Surabaya, Dinas Perhubungan Kota Surabaya sebagai pihak yang berwenang dalam pembinaan teknis operasional di bidang lalu lintas dan angkutan mengeluarkan produk pelayanan berupa Surabaya Bus. Adanya Surabaya Bus ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas layanan pada angkutan umum yang ada, serta dapat mengubah mode masyarakat dari menggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum. Perpindahan mode dari kendaraan pribadi ke angkutan umum bertujuan agar dapat mengurangi kemacetan yang ditimbulkan dari adanya volume kendaraan pada ruas jalan yang semakin hari semakin bertambah padat.Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan Surabaya Bus yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori kualitas pelayanan menurut Brown yang terdiri dari reability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dinas perhubungan Kota Surabaya sebagai pihak yang mengelola langsung Surabaya Bus telah memberikan layanan yang terbaik untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas. Akan tetapi dalam pelaksanaannya masih memiliki kekurangan dalam pelayanan Surabaya Bus, yaitu yang pertama pada dimensi assurance terkait waktu tunggu yang lama, serta yang kedua pada dimensi tangible terkait sarana prasarana seperti halnya masih kurangnya bank sampah serta tempat duduk yang disediakan pada tiap titik kumpul Surabaya Bus. Dengan adanya kekurangan tersebut, peneliti memberi saran untuk pelayanan Surabaya Bus yang lebih baik lagi. Saran tersebut antara lain, menambah jumlah armada Surabaya Bus agar dapat memperbaiki waktu tunggu yang dijanjikan, serta menambah jumlah bank sampah dan tempat duduk yang disediakan pada tiap titik kumpul Surabaya Bus guna memberikan kenyamanan bagi calon penumpang Surabaya Bus. Kata Kunci: Kualitas, Pelayanan Publik, Surabaya Bus. ABSTRACT SURABAYA BUS SERVICE QUALITY BY THE SURABAYA CITY TRANSPORTATION AGENCY As a manifestation of improving public transportation in the city of Surabaya, Surabaya City Transportation Office as the authority in the operational technical guidance in the field of traffic and transportation issued a service product in the form of Surabaya Bus. The existence of Surabaya Bus is expected to be able to improve the quality of services on existing public transport, and can change the community mode from using private vehicles to public transportation. The transfer of modes from private vehicles to public transport aims to reduce congestion arising from the volume of vehicles on the road which is increasingly becoming more crowded. The purpose of this study is to describe the quality of Surabaya Bus services provided by the Surabaya City Transportation Agency. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of research used the theory of service quality according to Brown which consists of reability, responsiveness, assurance, empathy and tangible. Data collection techniques used were interview techniques, observation, and documentation which were analyzed using data analysis techniques according to Miles and Huberman, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicated that the Surabaya City Transportation Office as the party that manages the Surabaya Bus directly has provided the best service to obtain quality services. However, the implementation still has shortcomings in the Surabaya Bus service, namely the first on the assurance dimension related to long waiting times, and the second on the tangible dimension related to infrastructure as well as the lack of garbage banks and seats provided at each Surabaya Bus gathering point. With these shortcomings, the researchers gave suggestions for better Surabaya Bus services. These suggestions include increasing the number of Surabaya Bus fleets in order to improve the promised waiting time, and increasing the number of garbage banks and seats provided at each Surabaya Bus gathering point to provide convenience for prospective Surabaya Bus passengers. Key words: Quality, Public Service, Surabaya Bus.
Evaluasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru di SMAN 22 Surabaya tahun 2018 DEWI WIDAYANTI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

ABSTRAK EVALUASI KEBIJAKAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU DI SMAN 22 SURABAYA TAHUN 2018 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) adalah gerbang awal bagi siswa yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dengan mekanisme seleksi tertentu oleh satuan Pendidikan. Pelaksanaan PPDB di SMAN 22 Surabaya berpedoman pada Petunjuk Teknis Pelaksanaan PPDB pada SMA, SMK, PK-PLK Nomor 420/2789/101.7.1/2018. Pelaksanaan PPDB mulai tahun 2017 lalu telah mengalami perubahan mulai dari peraturan hingga mekanisme yaitu mulai diterapkan pembagian 5 (lima) jalur pendaftaran dan sistem zonasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Evaluasi Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 22 Surabaya Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian Evaluasi kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru di SMAN 22 Surabaya Tahun 2018 secara umum telah cukup berhasil dilaksanakan sesuai dengan pedoman petunjuk teknis PPDB, meskipun masih terdapat beberapa masalah yang terjadi. Dari kriteria efetivitas, PPDB di SMAN 22 Surabaya telah cukup efektif mengingat pelaksanaannya yang telah sesuai jadwal dan pedoman pelaksanaan, pagunya yang telah terpenuhi dengan baik serta peminatnya yang cukup banyak, meskipun jalur mitra warga tidak berhasil terpenuhi. Pada kriteria Efisiensi terjadi inefisiensi terhadap sumber daya manusia yang digunakan karena jumlah panitia PDDB SMAN 22 Surabaya sebanyak 48 orang yang mana jumlah ini dinilai terlalu banyak apabila dibandingkan dengan sekolah lain yang jumlahnya hanya 30 orang. Sedangkan untuk kriteria Kecukupan dinilai tidak terjadi masalah atau hambatan karena pagu sekolah telah sesuai kebutuhan dan dapat terpenuhi. Untuk kriteria pemerataan juga tidak terjadi masalah karena pemenuhan masing-masing jalur PPDB di SMAN 22 Surabaya telah berhasil dilaksanakan dengan sistem seleksi yang transparan dan adil. Untuk kriteria Responsivitas menghasilkan berbagai pendapat dari wali murid dan siswa yang mayoritas mendukung adanya PPDB dengan aturan baru, namun beberapa juga masih menganggap bahwa PPDB dengan aturan baru telah membatasi anak mereka untuk memilih sekolah. Pada kriteria Ketepatan, PPDB pada SMAN 22 Surabaya ini dinilai sudah tepat karena sebagai SMA pinggiran, SMAN 22 Surabaya telah menerima banyak manfaat dari PPDB salah satunya adalah citra sekolah di mata masyarakat dapat berubah menjadi lebih baik, begitu pula dengan Wali murid yang juga merasakan manfaat adanya PPDB ini yaitu menghemat biaya transportasi ke sekolah dan dapat memantau pergaulan anak. Pada pelaksanaan evaluasi kebijakan PPDB di SMAN 22 Surabaya saran yang diberikan yaitu sebaiknya sekolah mengurangi jumlah panitia PPDB agar tidak terjadi inefisiensi sumber daya manusia yang digunakan, sekolah juga perlu meningkatkan lagi kualitas pendidikan sekolah agar wali murid yang mendaftarkan anaknya ke SMAN 22 Surabaya tidak merasa terpaksa karena adanya sistem zona. Serta bagi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur perlu mengadakan sosialisasi kepada wali murid agar wali murid benar-benar paham dengan tujuan dan mekanisme PPDB yang sesungguhnya. Kata Kunci : Evaluasi, Kebijakan, Penerimaan Peserta Didik Baru ABSTRACTEVALUATION OF ADMISSION POLICY FOR NEW STUDENTS IN SENIOR HIGH SCHOOL 22 SURABAYA IN 2018New Student Admission (PPDB) is the starting gate for students who want to continue their education to a higher level with a specific selection mechanism by the Education unit. Implementation of PPDB at Senior High School 22 Surabaya is guided by the Technical Guidelines for the Implementation of PPDB in SMA, SMK, PK-PLK Number 420/2789 / 101.7.1 / 2018. The implementation of PPDB starting in 2017 has undergone a change from regulations to mechanisms, namely the implementation of the distribution of 5 (five) registration lines and zoning systems. The purpose of this study is to describe the Evaluation of New Student Admission Policy (PPDB) at Senior High School 22 Surabaya in 2018. In this research use descriptive research with a qualitative approach. Technical data collection used were interviews and documentation. Technical analysis used is data reduction, data presentation and conclusion.Results of the study The evaluation of New Student Admission Policy at Senior High School 22 Surabaya in 2018 has been successfully implemented in accordance with the PPDB technical guidance guidelines, although there are still a number of problems that occur. From the efficiency criteria, PPDB at Senior High School 22 Surabaya has been quite effective because the implementation is in accordance with the schedule and implementation guidelines, the gate has been fulfilled well and the demand is quite large, although the partnership partners have not been fulfilled. In the Efficiency criteria there were inefficiencies in the human resources used because the number of PPDB Senior High School 22 Surabaya committees was 48 people, of which this number was considered too much when compared to other schools with only 30 people. Where as for the Adequacy criteria it is assessed that there are no problems or obstacles because the school ceiling has been in accordance with the needs and can be fulfilled. For the even distribution criteria, there is no problem because the fulfillment of each PPDB path in Senior High School 22 Surabaya has been successfully implemented with a transparent and fair selection system. For the criteria of responsiveness to produce a variety of opinions from parents and students who the majority support the existence of PPDB with new rules, but some still consider that PPDB with new rules has limited their children to choose schools. In the criteria of Accuracy, PPDB at Senior High School 22 Surabaya is considered appropriate because as a sub-high school, Senior High School 22 Surabaya has received many benefits from PPDB, one of which is the school image in the eyes of the community can change for the better, so the parents also benefit the existence of PPDB is to save transportation costs to schools and can monitor child relationships.In the evaluation of PPDB policy in Senior High School 22 Surabaya, the advice given was that schools should reduce the number of PPDB committees so that human resources inefficiencies were not used, the school also needed to improve the quality of education so that the parents who enrolled their children at Senior High School 22 Surabaya did not forced because of the zone system. And for the Education Office of the East Java Province, it is necssary to conduct socialization to the parents so they are really undersatand the purpose and mechanism of PPDB.Keywords: Evaluation, Policy, New Student Admission
EFEKTIVITAS APLIKASI MY PELINDO DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PT. PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) CABANG TANJUNG PERAK SURABAYA ACHMAD ZAKARIYA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

ABSTRAK EFEKTIVITAS APLIKASI MY PELINDO DALAM MENINGKATKANKINERJA PEGAWAI PT. PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) CABANG TANJUNG PERAK SURABAYA Nama : Achmad ZakariyaNIM : 15040674080Jurusan : Administrasi PublikProgram Studi : S1 Ilmu Administrasi NegaraFakultas : Ilmu Sosial dan HukumUniversitas : Universitas Negeri SurabayaDosen Pembimbing : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP., Aplikasi my pelindo merupakan bentuk fasilitas kerja dari PT. Pelabuhan IndonesiaIII (Persero) untuk para pegawai, yang bertujuan untuk memudahkan para pegawai dalammelakukan aksi dan menerima informasi melalui fitur-fitur yang ada. Dengan adanyaaplikasi my pelindo pegawai menjadi lebih muda dalam melakukan presensi, vote,menerima berita, mengisi kuisioner, SMKI dan sebagainya sehingga mampumemberikan motivasi semangat kerja yang berdampak pada peningkatan kinerjapegawai. Aplikasi my pelindo merupakan wujud realisasi Perdir No. 96/0S.0102/P.III2014tentangKebijakanTataKelolaTeknologiInformasiDiLingkunganPT.PelabuhanIndonesiaIII (Persero) yang dilaksanakan dalam program kerja Divisi TeknologiInformasi yang masuk kedalam Enterprise Empowerment yaitu pengembangan sistemaplikasi korporat sebagai single centralized application untuk mendukung proses bisnispendukung (SDM, Keuangan, Locking, Corporate Mobile Service) di kantor pusat sertacabang. Sehingga dapat memudahkan dan memberikan pelayanan yang terstandardisasiserta meningkatkan kenyamanan bagi pegawai, traceability dan auditability. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengukur efektivitas aplikasi my pelindodalam meningkatkan kinerja pegawai PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) CabangTanjung Perak Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif denganmenggunakan indikator efektifitas menurut Tangkilisan (dalam, Maeyasari 2012 :19)yang terdiri dari 4 indikator yaitu pencapaian target, kemampuan beradaptasi, kepuasankerja dan tanggungjawab. Dalam penelitian ini terdapat 82 responden dari jumlah 448populasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner sebagaiinstrumen penelitian yang kemudian hasil dari penyebaran kuisioner dianalisismenggunakan metode penelitian dengan jenis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkanpenerapan aplikasi my pelindo di PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Cabang TanjungPerak Surabaya dinyatakan sudah berjalan efektif, dengan rincian skor persentaseindikator efektivitas yang pertama yaitu pencapaian target sebesar 84,6% kategori sangatefektif, indikator yang kedua kemampuan berdadaptasi sebesar 82,6% kategori efektif,indikator yang ketiga kepuasan kerja sebesar 78,9% kategori efektif adan indikator yangkeempat yaitu tanggungjawab sebesar 79,3% kategori efektif. Kata Kunci : Efektivitas, Aplikasi My Pelindo, Kinerja xii xiii ABSTRACT EFFECTIVENESS OF MY PELINDO APPLICATION IN IMPROVINGPERFORMANCE OF EMPLOYEES PT. PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) TANJUNG PERAK BRANCH SURABAYA Name : Achmad Zakariya NIM : 15040674080Department : Public AdministrationProgram of Study : S1 Public AdministrationFaculty : Social Sciences and LawUniversity : Surabaya State UniversityAdvisor : Fitrotun Niswah, S.AP., M.AP., My Pelindo application is a form of work facility from PT. Pelabuhan IndonesiaIII (Persero) for employees, which aims to make it easier for employees to take actionand receive information through existing features. With the application of my pelindoemployees become younger in attendance, vote, receive news, fill out questionnaires,ISMS and so on so as to provide motivation to work morale which has an impact onimproving employee performance. My Pelindo application is a manifestation of PerdirNo. 96 / 0S.0102 / P.III-2014 concerning Information Technology Governance Policiesin PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) which is implemented in the InformationTechnology Division work program that is incorporated into the EnterpriseEmpowerment, namely the development of a corporate application system as a singlecentralized application to support supporting business processes (HR, Finance, Locking,Corporate Mobile Service) at headquarters and branches. So that it can facilitate andprovide standardized services and increase comfort for employees, traceability andauditability. The purpose of this research is to measure the effectiveness of my pelindoapplication in improving the performance of employees of PT. Pelabuhan Indonesia III(Persero) Tanjung Perak Branch Surabaya. The type of research used is quantitative byusing indicators of effectiveness according to Tangkilisan (in, Maeyasari 2012: 19)which consists of 4 indicators namely achievement of targets, adaptability, jobsatisfaction and responsibility. In this study there were 82 respondents from 448populations. The method of data collection in this study uses a questionnaire as a researchinstrument which then results from the distribution of questionnaires analyzed usingquantitative research methods. The results of the study show the application of mypelindo application at PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) Tanjung Perak BranchSurabaya was declared to be running effectively, with details of the percentage score ofthe first indicator of effectiveness, namely achieving a target of 84.6% in the category ofvery effective, the second indicator of adaptation ability of 82.6% effective category,indicators that third job satisfaction is 78.9% effective category and the fourth indicatoris the responsibility of 79.3% effective category. Keywords: Effectiveness, My Pelindo Application, Performance
IMPLEMENTASI PROGRAM HOME VISIT DI PUSKESMAS MRICAN KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI RISKHA LAILA FITRIANA; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

ABSTRAK IMPLEMENTASI PROGRAM HOME VISIT DI PUSKESMAS MRICAN KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI Nama : Riskha Laila Fitriana NIM : 15040674001 Program Studi : S-1 Ilmu Administrasi Negara Jurusan : Administrasi Publik Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Indah Prabawati, S.Sos., M.Si. Dalam rangka mengurangi permasalahan kesehatan di Kota Kediri maka, pemerintah Kota Kediri membuat sebuah Program Home Visit yang diimplementasikan melalui puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Kediri. Program Home Visit ini diatur oleh Peraturan Daerah Kota Kediri Nomor 3 Tahun 2012, selain itu program ini juga diatur oleh standar operasional prosedur (SOP). Program Home Visit, yaitu gerakan yang mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat Kota Kediri, dengan mendatangi warganya yang sakit. Tujuan dari adanya Program Home Visit ini untuk membantu masyarakat miskin yang memiliki penyakit kronis dan juga memudahkan lansia dalam mengontrol kesehatanya secara mudah dan gratis. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini terdiri dari ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, disposisi implementor, komunikasi antar implementor dan lingkungan social, politik, ekonomi. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknis analisis data menurut Sugiyono yang terdiri dari, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Implementasi Program Home Visit di Puskesmas Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri sudah berjalan dengan baik, akan tetapi masih terdapat hambatan dalam melaksanakan Program Home Visit yaitu kurangnya kesadaran anggota keluarga untuk berkunjung ke puskesmas setelah adanya kunjungan tim dari puskesmas. Sumber daya manusia dalam melaksanakan program ini masih kurang akan tetapi kekurangan ini dapat dibantu oleh bidan desa, sedangkan untuk sumber daya financial berjalan dengan lancar, dan untuk sumber daya waktu dalam melaksanakan program ini yaitu pada pagi atau sore hari. Karakteristik para pelaksana program ini sudah cukup baik dimana para pelaksana dapat menjalankan tugas dengan baik. Disposisi implementor bahwa program ini mendapat dukungan yang baik dari pelaksana. Komunikasi dalam menjalankan program ini tidak hanya dilakukan oleh para pelaksana saja tetapi juga dengan penerima program. Lingkungan social, politik dan ekonomi dimana semua warga dan juga agen pelaksana sangat mendukung Program Home Visit, selain itu program ini juga sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Kediri karena program ini gratis. Pada pelaksanaan Program Home Visit di Puskesmas Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri peneliti memberikan saran yaitu keluarga pasien harus bisa menyempatkan waktu untuk berkunjung ke puskesmas untuk pengambilan obat, karena obat ini sangat penting sekali untuk anggota keluarga yang sedang sakit. Kata Kunci: Implementasi, Program Home Visit ABSTRACT HOME VISIT PROGRAM IMPLEMENTASI AT MRICAN PUSKESMAS KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI Name : Riskha Laila Fitriana NIM : 15040674001 Study Program : Bachelor of State Administration Science Department : Administrasi Publik Faculties :Social Science and Law Name of Institution : Surabaya State University Advisor : Indah Prabawati, S. Sos., M.Si. In order to reduce health problems in the City of Kediri, the city of Kediri made a Home Visit Program which was implemented through health centers in the City of Kediri. The Home Visit program is governed by the Regional Regulation of the city of Kediri Number 3 of 2012, in addition to that the program is also governed by standard operating procedures (SOP). Home Visit Program, which is a movement that brings health service closer to the people of Kediri city, by visiting citizens who are sick. The purpose of this Home Visit Program is to help the poor who suffer from chronic diseases and also make it easier for the elderly to control their health easly and for free. This type research is descriptive with a qualitative approach. The focus of this study consisted of the size and objective of the policy, resources, characteristics of the implementing agent, dispotition, of the implementor, communication between implementers and the social, political and economic environment. Data collection techniques , observation and documentation were analysis according to Miles and Huberman wich consisted of, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The implementation of the Home Visit Program at the Mrican Health Center in Mojoroto Subdistrict Kota Kediri has been going well, but there are still obstacles in implementing the Home Visit Program, which is the lack of awareness of family members to visit Puskesmas after a team visit from puskesmas. Humen resources in implementing this program are still lacking but these shortcomings can be assited by village midwives, while for financial resources running smoothly, and for time resources in implementing this program, namely in the morning or evening . The characteristics of the implementers of this program are quite good where the implementers can cary out theirs duties properly. The implementers dispotition that this program received good support from the implementers. Communication in carrying out this program is not only carried out by implementers but also with program recipients. The social, political and economic environment in which all citizens and executing agencies strongly support the Home Visit Program, besides this program is also very beneficial for the people of Kediri City because this program is free. At the Home Visit Program at Mrican Health Center, Mojoroto Subdistrict, Kediri City, the researchers advised that the patient’s family should be able to take the time to take patients to visit health center for follow-up examinations and drug collection, given that follow-up examinations and drug collection are important for patient health care sustainability. In addition, the executor must be able to schedule meetings so that all members can attend the meeting. Keywords: Implementation, Program Home Visit
Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Pengelolaan Sampah pada Aksi Mitigasi dalam Program Kampung Iklim (PROKLIM) (Studi pada Desa Mojodeso Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro) HIDAYATUN NIMAH; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah membuat program kampung iklim (PROKLIM) untuk mencegah naiknya gas emisi rumah kaca serta mencegah dampak dari perubahan iklim dengan tindakan adaptasi dan mitigasi secara proaktif yang berkontribusi kepada upaya pembangunan nasional. Program ini melibatkan seluruh masyarakat desa/kelurahan yang menerapkan program maupun masyarakat desa yang terdampak atau tidak terdampak langsung pada bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengelolaan sampah pada aksi mitigasi dalam Program Kampung Iklim di Desa Mojodeso.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah proses pemberdayaan masyarakat yang meliputi pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, pemeliharaan. Subyek dari penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Desa Mojodeso melalui kegiatan pengelolaan sampah dalam Program Kampung Iklim (PROKLIM) berjalan dengan baik. Proses pemungkinan, sudah dilakukan persiapan yang baik, dengan melakukan kegiatan studi banding dan pensosialisasian untuk memilah sampah. Proses penguatan dilakukan dengan memberikan pelatihan pembuatan daur ulang sampah, namun masyarakat masih minim menekuni daur ulang tersebut. Proses perlindungan, dilakukan dengan mengeluarkan SK kepada pihak pengelola sampah. Pada proses penyokongan, bimbingan dan dukungan sudah diberikan, namun belum ada dukungan alat transportasi pengangkut sampah di bank induk sampah. Sedangkan proses pemeliharaan sudah dilakukan dengan baik, dengan diadakan perlombaan lingkungan per RT setiap tahun. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu perlu diberikan sosialisasi terus menerus untuk masyarakat mau mengelola sampah, melakukan pengimplementasian dari pelatihan yang sudah diberikan, mengundang pihak luar untuk memberikan pengetahuan lebih dalam tentang pengelolaan sampah dan membuat terobosan baru guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga pelaksanaan dari aksi mitigasi bisa terlaksana dengan baik. Kata kunci : Proses Pemberdayaan Masyarakat, PROKLIM, Pengelolaan Sampah Abstract The government created a climate village program (PROKLIM) to prevent the increase of greenhouse gas emissions and prevent the effects of climate change with proactive adaptation and mitigation actions that contribute to national development efforts. This program involves all village / kelurahan communities who implement programs and village communities that are affected or not directly affected by disasters. The purpose of this study is to describe the process of community empowerment through waste management activities in mitigation actions in the Climate Village Program in Mojodeso Village. This study uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of this research is the process of community empowerment which includes the possibility, strengthening, protection, advocacy, maintenance. The subjects of this study were determined by purposive sampling technique. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that the empowerment of the Mojodeso Village community through waste management activities in the Climate Village Program (PROKLIM) went well. The possible process, good preparation has been carried out, by conducting comparative study and socialization activities to sort waste. The strengthening process is carried out by providing training in making waste recycling, but the community is still minimal in pursuing recycling. The protection process is carried out by issuing a decree to the waste management party. In the process of refinement, guidance and support have been given, but there is no support for the transportation of garbage transporters in the garbage master bank. While the maintenance process has been done well, with an environmental race held per RT every year. So that researchers provide advice, namely that they need to be given continuous socialization for the community to manage waste, implement the training provided, invite outsiders to provide deeper knowledge about waste management and make new breakthroughs to increase community participation in waste management, so that the implementation of mitigation actions can be carried out well.Keywords: Community Empowerment Process, PROKLIM, Waste Management
Implementasi Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Online Single Submission (OSS) Studi Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk ANIS NUR FADHILAH; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Dalam rangka percepatan dan peningkatan penanaman modal dan berusaha, disusunlah Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Berdasarkan kebijakan tersebut, semua pelayanan perizinan usaha menjadi terintegrasi oleh pusat melalui satu sistem yaitu Online Single Submission (OSS). OSS merupakan sistem layanan perizinan yang bertujuan untuk menyederhanakan perizinan berusaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat, murah serta memberi kepastian. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu perangkat pemerintah daerah di Kabupaten Nganjuk yang menerapkan sistem pelayanan satu pintu sebagai instansi dinas yang khusus bertugas memberikan pelayanan mengenai perizinan yang langsung bersinggungan kepada masyarakat, salah satunya yaitu Pelayanan Perizinan Berusaha melalui OSS. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan secara mendalam dan menganalisis Implementasi Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Online Single Submission (OSS) di DPMPTSP Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari Implementasi Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Online Single Submission (OSS) di DPMPTSP Kabupaten Nganjuk sudah dijalankan, akan tetapi masih terdapat kendala dalam penyampaian informasi yang tidak sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat. Penggunaan sistem perizinan berusaha melalui OSS mengakibatkan masyarakat takut salah input data terkait berkas-berkas yang dibutuhkan sehingga masih banyak masyarakat Nganjuk sebagai calon pelaku usaha perseorangan yang langsung mendatangi DPMPTSP Kabupaten Nganjuk dalam mengurus perizinan berusaha. Sumber daya manusia ditingkat dinas sudah cukup memadai dalam pelaksanaanya. Fasilitas pendukung pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha melalui OSS di DPMPTSP Kabupaten Nganjuk cukup baik yaitu terdiri dari komputer, printer dan jaringan internet, namun selama pelaksanaan pelayanan terkadang jaringan internet mengalami eror atau koneksi buruk. Pada aspek disposisi, pengangkatan birokrasi dilakukan berdasarkan surat tugas Kepala Dinas. Tidak ada insentif yang didapatkan oleh pelaksana Pelayanan Perizinan Berusaha OSS di DPMPTSP Kabupaten Nganjuk. Struktur birokrasi sudah dijalankan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang ada. Melalui pelayanan OSS, manfaat yang diberikan yaitu DPMPTSP dapat dengan mudah mengakses perizinan berusaha langsung dalam satu hari selesai. Kata Kunci: Implementasi, Online Single Submission (OSS) Abstract In the context of accelerating and increasing investment and business, a Government Regulation Number 24 of 2018 concerning Business Licensing Services is Integrated Electronically. Based on this policy, all business licensing services become integrated by the center through one system, Online Single Submission (OSS).OSS is a licensing service system that aims to simplify business licensing and create a model of integrated licensing services that is fast, inexpensive and provides certainty.Nganjuk Regencys One-Stop Integrated Service and Investment Service (DPMPTSP) is one of the regional government apparatus in Nganjuk Regency that implements a one-stop service system as a service agency that is specifically tasked with providing licensing services that directly intersect with the community, one of which is Business Licensing Services through OSS.The purpose of this study is to describe in depth and analyze the Implementation of Electronic Single Submission (OSS) Integrated Business Licensing Services in Nganjuk Regency DPMPTSP. This type of research is descriptive with a qualitative approach.The results of the Integrated Electronic Business Licensing Services Implementation Online Single Submission (OSS) at Nganjuk Regency DPMPTSP have been implemented, but there are still obstacles in the delivery of information that is not fully acceptable to the community.The use of a business licensing system through OSS resulted in the public being afraid of inputting data related to the files needed so that there were still many Nganjuk people as potential individuals who went directly to DPMPTSP Nganjuk Regency in managing business permits.Human resources at the service level are sufficient in their implementation.Supporting facilities for the implementation of licensing services through OSS in Nganjuk Regency DPMPTSP are quite good, which consists of computers, printers and internet networks, but during the implementation of services sometimes the internet network experiences errors or bad connections.In the aspect of disposition, the appointment of bureaucracy is carried out based on the letter of assignment of the Head of Service.There was no incentive obtained by the executor of the OSS Business Licensing Service in Nganjuk Regency DPMPTSP.The bureaucratic structure has been carried out in accordance with the main tasks and functions that exist. Through OSS services, the benefits provided, namely DPMPTSP, can easily access licensing, trying to directly complete one day. Keywords: Implementation, Online Single Submission (OSS)
INOVASI LAYANAN ANGKUTAN CERDAS SEKOLAH (ACS) BERBASIS APLIKASI DI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PONOROGO AGUS BAMBANG TRI ATMOJO; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n4.p%p

Abstract

Abstrak Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo menciptakan inovasi untuk meningkatkan kualitas layananan di bidang transportasi, yaitu inovasi layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) Berbasis Aplikasi. Inovasi ini dilatarbelakangi tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintaspelajar di Kabupaten Ponorogo serta meningkatnya kemajuan teknologi informasi internet. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Inovasi Layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) Berbasis Aplikasi di Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Fokus yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori Cook, Mathew, dan Erwin dalam Fadilla (2016) yaitu Leadership (kepemimpinan), Management/ Organizations (Manajemen/Organisasi), Risk Management (Manajemen Resiko), Human Capital (Kemampuan Sumber Daya Manusia), Technology (Teknologi).Hasil penelitian menunjukkanlayanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) sudah cukup berhasil dan diterima oleh masyarakat, hal tersebut dapat dilihat dari faktor keberhasilan inovasi yaitu faktor Kepemimpinan yang menunjukkan adanya peran dan tanggung jawab seorang pemimpin. Faktor Managemen/Organisasi menunjukkan adanya strategi dalam mengembangkan layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) dengan mensosialisasikan layanan ACS ke pelajar. Faktor Managemen Resiko menunjukkan masih ada sebagian driver ACS yang mengangkut penumpang umum. Faktor Sumber Daya Manusia menunjukkan adanya pelatihan bagi staflayanan Angkutan Cerdas Sekolah. Faktor Teknologi menunjukkan adanya aplikasi yang dapat diunduhdi Playstore sebagai alat pendukung layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS). Saran dari peneliti untuk layanan ACS adalah perlu tindakan yang tegas atau sanksi bagi driver ACS yang mengangkut penumpang umum sehingga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan meningkatkan minat pelajar untuk menggunakan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS). Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Inovasi Abstract The Department of Transportation of the Ponorogo Regency creates innovations to improve service quality in the field of transportation, namely Application-Based Smart School Transport (ACS) innovation. This innovation is motivated by the high number of accidents and student traffic violations in Ponorogo Regency and the increasing progress of internet information technology. The purpose of this study was to describe Application-Based Smart School Transport Services (ACS) at the Ponorogo Regency Transportation Service. The method used in this study is descriptive qualitative. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The focus used in this study uses the theories of Cook, Mathew, and Erwin in Fadilla (2016), namely Leadership, Management / Organizations, Risk Management, Human Capital , Technology. The results showed that the School Smart Transportation (ACS) service was quite successful and accepted by the community, it can be seen from the success factors of innovation, namely the Leadership factor that shows the role and responsibility of a leader. Management / Organizational Factors indicate a strategy in developing Smart School Transport (ACS) services by disseminating ACS services to students. Risk Management Factors indicate that there are still some ACS drivers who carry public passengers. Factors Human Resources show training for School Smart Transportation service staff. Technological factors indicate that there is an application that can be downloaded in Playstore as a support tool for Smart School Transport services (ACS). Suggestions from researchers for ACS services are to need strict action or sanctions for ACS drivers who carry public passengers so that they are expected to improve service and increase student interest in using Smart School Transportation (ACS). Keywords: Service, Public, Innovation
PELAYANAN PRIMA PENDIRIAN REKLAME DI PERIZINAN RUANG MILIK JALAN NASIONAL (RUMIJA) DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL VIII SURABAYA FITRI LESTARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 5 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n5.p%p

Abstract

Dalam memberikan suatu pelayanan kepada masyarakat tentunya harus sesuai dengan prosedur yang ada, dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat atau konsumen dan harus memberikan pelayanan yang baik atau disebut dengan pelayanan prima. Seperti pelayanan perizinan untuk mendirikan reklame yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya, hal ini bertujuan agar reklame yang dipasang tidak membahayakan orang lain, sehingga dalam pemasangan atau pendiriannya harus disertai dengan izin pemerintah yang bersangkutan. Dalam pelayanannya terdapat beberapa permasalahan terkait surat pengantar dari daerah (jalan nasional) yang akan digunakan untuk mendirikan reklame, ketidak tahuan masyarakan atau instansi mengenai ruas jalan nasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis pada penelitian ini adalah konsep A4 menurut Daryanto (2014:117) yaitu Attitude (sikap), Attention (perhatian), Action (tindakan), Anticipation (antisipasi). Teknik pengumpulan data dilakukkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Wawancara dilakukkan pada wakil pengurus pemanfaatan jalan, petugas administrasi pelayanan dan masyarakat atau instansi yang melakukan perizinan pendirian reklame. Penelitian ini menggunakan analisis data menurut Miles dan Hubermen terdiri dari Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data secara umum, Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas administrasi pelayanan Direktorat Jendral Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya sudah baik. Attitude (sikap) yang diberikan petugas kepada masyarakat mengenai sikap sopan dan santun sudah baik, serta petugas memberikan penjelasan ulang dan bersikap adil. Faktor attention (perhatian) yang diberikan petugas kepada masyarakat dapat dikatakan baik, dibuktikan dengan memberikan penjelasan kepada konsumen ketika tidak mengerti mengenai dokumen persyaratan yang dibutuhkan dan menunggu konsumen untuk melengkapi persyaratan yang kurang. Pada faktor action (tindakan) cukup baik, proses dalam perizinan yang diberikan petugas baik, ketepatan sasaran petugas dalam menjelaskan kepada konsumen juga sesuai, akan tetapi mengenai ketepatan waktu kedatangan petugas kurang disiplin, serta segi hemat dan selamat yang diberikan petugas juga sudah diterapkan. Anticipation (antisipasi) ditunjukkan melalui pemberian solusi ketika terjadi masalah. Berdasarkan penelitian sudah terdapat saran terkait pelayanan prima perizinan ruang milik jalan nasioanl untuk mendirikan reklame yaitu, memberikan sanksi kepada petugas yang tidak disiplin mengenai ketepatan waktu kedatangan, adanya kepastian jadwal mengenai keputusan perizinan. Kata kunci: pelayanan Prima, Jalan, RumijaIn providing a service to the community, of course, it must be in accordance with existing procedures, in providing services must be in accordance with what is needed by the community or consumers and must provide good service or service. prime. Such as licensing services to establish billboards provided by the Directorate General of Highways of the Indonesian National Highway VIII Implementation Center, this is intended so that the billboards installed do not endanger other people, so that the installation or establishment must be accompanied by the relevant government permit. In its service there are several problems related to the cover letter from the region (national road) that will be used to establish billboards, community or agency ignorance regarding national road sections. The type of research used is descriptive using qualitative. The theory used to analyze in this study is the A4 concept according to Daryanto (2014: 117), namely AttitudeAttitude (), Attention (attention), Action (action), Anticipation (anticipation). Data collection techniques carried out through observation, interviews and documentation. Interviews were carried out on the road utilization management representatives, service administration officers and the community or agencies that conducted the establishment of billboards. The results of the study prove that the services provided by the administrative service personnel of the Directorate General of Highways of the National Center for Implementation of the National Road VIII Surabaya are good. Attitude given by officers to the public regarding polite and courteous attitudes is good, and officers give re-explanations and are fair. Factors of attention (attention) given by officers to the community can be said to be good, evidenced by providing an explanation to consumers when they do not understand the required documents and waiting for consumers to complete the requirements that are lacking. In thefactor action (action) is quite good, the process in the licensing given by the officer is good, the accuracy of the target officer in explaining to the consumer is also appropriate, but regarding the timeliness of the arrival of officers is lacking in discipline, and the savings and safety provided by the officer have also been applied. Anticipation (anticipation) is shown by giving a solution when a problem occurs. Based on the research, there have been suggestions regarding the excellent service of space licensing owned by national roads to establish billboards, namely, to impose sanctions on officers who are not disciplined regarding the exact time of arrival, the certainty of schedules regarding licensing decisions. Keywords: Service Excellen, Rumija, Reklame

Page 90 of 129 | Total Record : 1286