cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Perempuan 69 Tahun dengan Hematemesis: Laporan Kasus Vandu Dwi Cahyo; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hematemesis yaitu muntah darah segar dan atau disertai hematin yang merupakan gejala klinis perdarahan saluran gastrointestinal. Pendarahan saluran gastrointestinal merupakan keadaan darurat medis di bidang gastroenterologi. Di Indonesia etiologi terbanyak adalah varises esophagus (65%), sedangkan di Eropa dan Amerika adalah perdarahan non variceal karena ulkus peptikum (60%). Laporan kasus seorang perempuan 69 tahun datang ke IGD dengan keluhan muntah darah sebanyak dua kali dengan total darah ± 150cc. muntah darah berwarna merah kehitaman. Beberapa hari terakhir pasien mengeluhkan lemas, pusing, mual, dan nyeri perut dengan skala nyeri vas 5-6. Pasien memiliki riwayat maag ± 20 tahun dan riwayat konsumsi OAINS Lama. Pada tahun 2019 pasien sempat masuk Rumah sakit dengan keluhan yang sama hingga dilarikan ke ICU. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan epigastric dan tidak ada tanda tanda anemis dengan pemeriksaan darah lengkap hb 11,2 g/dL, pada pasien diberikan terapi non farmakologis tirah baring serta diet cair dan lunak serta diberikan terapi farmakologi dengan Pantoprazol inj 1x1, Rebamipide tab 2 x 1, dan Sucralfat syr 3x II C
Bayi Lahir dari Ibu Terinfeksi HIV Allain Tegar Ghazal Muhammad; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV) menginfeksi sel darah putih dan menurunkan kekebalan tubuh. Penularan perinatal dapat terjadi selama kehamilan, selama persalinan, dan pasca persalinan. Risiko penularan HIV dari ibu ke anak berkisar antara 24 dan 25%, tetapi dapat diturunkan menjadi 1% dengan membantu ibu hamil yang HIV-positif melalui layanan seperti konseling, pemeriksaan HIV, pengobatan anti-retroviral, persalinan, dan pemberian susu formula bayi. Tatalaksana yang diberikan bayi lahir dari ibu HIV yaitu ARV profilaksis, profilaksis infeksi oportunistik, imunisasi, dan pemberian nutrisi. Pada laporan kasus ini dilaporkan seorang bayi laki-laki baru lahir dari Ny. M dengan riwayat HIV G2P1A0 dengan usia kehamilan 38 minggu lahir dengan section sesarea. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, bayi didiagnosis dengan neonatus aterm, neonatus SMK, neonatus BBLC, dan neonatus SCTP. Terapi yang diberikan yaitu injeksi amoxicilin 2x150 mg, vitamin K 1x1 mg, Zidovudine 4mg/kgbb per oral.
Seorang Laki-Laki 32 Tahun dengan Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Manik dengan Gejala Psikotik Melliyana Wahyu Sukamta; Maria Rini Indriarti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati, energi, pikiran, dan perilaku yang secara tiba-tiba dari suasana perasaan serta energi dan peningkatan energi dan aktivitas (mania atau hipomania), menjadi depresi yang merupakan periode penurunan mood dan aktivitas di waktu yang lain. Gejala gangguan bipolar manik mencakup menjadi terlalu sensitif, kurang tidur, mengalami lonjakan harga diri, dan saat depresi antara lain hilang ketertarikan, tidur lebih atau kurang dari biasanya, gelisah, merasa tidak berharga dan sulit konsentrasi. Dengan prevalanesi 3%, bipolar merupakan masalah utama yang ditandai dengan tingkat kekambuhan yang tinggi dan sering terjadi bersamaan dengan gangguan mental (seperti: gangguan kecemasan, gangguan makan, penyalahgunaan/ ketergantungan zat) dan gangguan somatik (seperti : sakit kepala, obesitas, dan hipertensi).Gangguan bipolar sulit untuk didiagnosis karena gejalanya sama dengan skizofrenia dan gangguan skizoafektif, dua kondisi mental yang tumpang tindih. Laporan ini membahas kasus gangguan manik-bipolar dengan gejala psikotik yang terjadi pada seorang pria berusia 32 tahun yang dibawa ke RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. Pasien ini diberi farmakoterapi risperidone 2 x 2 mg dan divalproat 1 x 500 mg.
Eklampsia Nurul Fadhilah; Ratna Widyastuti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi Menurut World Health Organization (WHO) Bahwa Diperkirakan Kematian Maternal Mencapai Lebih Dari 500.000 Kasus Per Tahun di Seluruh Dunia, Yang Terjadi Akibat Proses Reproduksi Berkaitan Dengan Kehamilan, Persalinan, Dan Nifas. Angka Kematian Ibu Di Sebagian Besar Kasus Kematian Ibu Pada Usia Subur di Dunia Terjadi Di Negara-Negara Berkembang, termasuk Indonesia. Menempatkan Indonesia Pada Peringkat Ke-10 Di Dunia Dan Peringkat Ke–2 Di ASEAN Sebagai Negara Dengan Angka Kematian Ibu Terbanyak. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Eklampsia Yaitu Sering Ditemukan Antara Lain Nullipara, Usia Kurang Dari 20 Tahun Atau Lebih Dari 35 Tahun, Obesitas Dalam Kehamilan, Penyakit Diabetes Dalam Kehamilan, Kehamilan Ganda, Riwayat Hipertensi Kronis. Komplikasi Yang Terberat Adalah Kematian Ibu Dan Janin, Usaha Utama Ialah Dengan Melahirkan Bayi Yang Hidup Dari Ibu Yang Menderita Eklampsia. Tujuan penulisan ini Bahwa Perlunya Edukasi Kepada Wanita Terkait Pencegahan Faktor Risiko Eklampsia Seperti Melakukan ANC Rutin Untuk Mencegah Hipertensi Dalam Kehamilan Pada Ibu Hamil.
Kejang Demam Kompleks pada Anak Laki-Laki Usia 4 Tahun : Laporan Kasus Reno Latif Hasyim; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam merupakan bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh lebih dari 38 derajat yang disebabkan karena adanya proses Ekstrakranium. pada anak berusia kurang. dari 6 tahun, tidak terdapat adanya bukti. infeksi sistem saraf pusat. maupun ganguan metabolik sistemik akut. Kejang, demam sederhana. sekitar 80% diantara seluruh. kejang. Diagnosis kejang. demam hanya,dapat.ditegakkan.dengan menyingkirkan hal-hal. lain yang dapat.menyebabkan kejang, di antaranya: infeksi susunan saraf pusat perubahan mendadak pada keseimbangan homeostasis air dan elektrolit dan adanya lesi struktural pada sistem saraf seperti epilepsi. Diperlukan anamnesa pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang menyeluruh untuk menegakkan diagnosis ini Pasien yang terdiagnosis mengalami kejang demam perlu ditatalaksana dengan segera untuk mencegah kerusakan neuron lebih lanjut Anak Laki-laki Usia 4 Tahun 3 Bulan. Dengan Kejang Demam Kompleks Anak usia 4 tahun 3 bulan datang dengan keluhan kejang. Kejang sejak 1 hari SMRS. Kejang terjadi >1 kali selama <15 menit dalam kurun waktu 24 jam. Pasien sebelumnya mengalami demam tinggi sejak sebelum kejang, demam tinggi secara tiba-tiba 2 hari yang lalu dan masih di rasakan sampai saat ini, suhu tubuh pasien mencapai 39., refleks,fisiologis.normal, rekfleks patologis,dan.rangsang meningeal. Hasil pemeriksaan laboratorium darah rutin dalam batas normal. Terapi,medikamentosa.yang dilakukan, yaitu O2 Nasal 1 lpm, Infus RL 15 tpm Inj. Cefotaxim 3x250mg, Inj. Santagesic 3x200 mg, Inj. Dexamethason 3x1/3 amp, Inj. Phenitoin 3x100 mg, PO Sanmol syr 3 x1 cth serta edukasi kepada keluarga. Simpulan: Tatalaksana kejang demam kompleks dilakukan secara menyeluruh mulai dari tatalaksana fase akut mencari dan Mengobati penyebab profilaksis terhadap berulangnya kejang demam dan edukasi kepada keluarga.
Laporan Kasus Meningoencephalitis pada Anak Ahmad Alrizaldi; Kautsar Prastudia Eko Binuko
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningoencephalitis adalah kondisi neurologis yang mengandung kedua gejala meningitis dan encephalitis – inflamasi pada bagian meningen (lapisan dari CNS) dan infalmasi dari jaringan otak sendiri. Demam, nyeri kepala, meningismus, perubahan status mental,defisit neurologis dan atau kejang adalah gejala meningoensefalitis. kami melaporkan presentasi klinis dan penatalaksanaan sebuah kasus anak dengan penyakit meningoencephalitis. Seorang anak laki-laki umur 4 tahun dengan keluhan utama penurunan kesadaran dan kejang dengan kaku kedua tangan maupun kaki. Keluhan tambahan berupa awalnya demam,batuk dan pilek terlebih dahulu bentuk nya seperti lendir di alami sudah 2 hari SMRS. Pasien lalu dirujuk ke RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan kejang sebanyak 2x dengan durasi ± 5 menit dengan disertai penurunan kesadaran, saat kejang terjadi, mata pasien melotot ke atas, kaku kedua tangan maupun kaki. Batuk (+), pilek (+), muntah (-), diare (-), trauma kepala (-) , kesadaran koma. Pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+), Penatalaksanaan Anak dengan meningorncephalitis menggunakan terapi antibiotic. Beberapa kelainan neurologis dapat terjadi pada pasien Meningoencephalitis.
Seorang Anak Laki-Laki 13 Tahun dengan Purpura Henoch Schonlein: Laporan Kasus Farid Santya Budi; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpura Henoch Schonlein (PHS) adalah vaskulitis pada pembuluh darah kecil yang diperantarai oleh kompleks imun IgA yang mengandung kompleks imun dan komponen komplemen. Manifestasi klinis melibatkan organ kulit, sendi, gastrointestinal, dan ginjal dengan rekurensi pada hampir 50% kasus. Diagnosis PHS ditegakkan berdasarkan gejala klinis. Laporan Kasus seorang anak laki-laki 13 tahun datang ke IGD dengan keluhan muncul ruam kemerahan di seluruh badan kecuali muka sejak 1 minggu yang lalu. Ruam merah awalnya dimulai dari kaki kanan dan kiri kemudian naik ke suluruh tubuh. Ruam merah terdapat di anggota gerak atas dan bawah, pantat, perut, punggung, dada, telinga. Keluhan pasien disertai dengan nyeri pada sendi-sendi, nyeri saat berjalan dan terdapat nyeri perut, selain itu pasien juga mengatakan terdapat sedikit gatal pada perut dan punggung. Pasien dulunya pernah mengalami hal serupa pada saat usia pasien 5 tahun, Pada pemeriksaan fisik abdomen terdapat nyeri tekan pada regio epigastrium. Pemeriksaan dermatologik tampak purpura pada tungkai, tangan, telinga, perut, punggung, dan pantat. Tatalaksana pasien diberikan obat steroid topikal dan sistemik. obat steroid topikal kombinasi berupa desoxymethason cr 10 dan momenthason cr 10 dioleskan 2x sehari. Obat sistemik berupa injeksi Methylprednisolon 1x125 mg IV. Keluarga diberikan edukasi mengenai perjalanan penyakit PHS, gejala dan komplikasi yang terjadi.
Seorang Wanita 40 Tahun dengan Pneumonia Komunitas Lobaris Bilateral, Bekas Tb Dd Tb Relaps dan Hipertensi Klaudia Vindy Puspitasari; Novita Eva Sawitri
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit saluran pernapasan masih menjadi suatu penyebab angka kematian di seluruh dunia.. Pneumonia adalah salah satu penyakit saluran pernapasan dan dapat didefinisikan sebagai infeksi paru yang melibatkan alveolar. Pneumonia adalah suatu infeksi pada parenkim paru yang dapat disebabkan oleh berbagai organisme dengan epidemiologi, patogenesis, presentasi, dan perjalanan klinis yang berbeda. Pneumonia dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasinya, status imun, dan jenis mikroorganisme. Batuk merupakan salah satu gejala dan dapat digambarkan sebagai batuk produktif. Gejala lain yang sering terlihat termasuk kelelahan, anoreksia, dan nyeri dada pleuritik. Dilaporkan seorang pasien perempuan usia 40 tahun datang ke Poliklinik Paru RSUP Surakarta dengan keluhan yaitu batuk berdahak, dahak yang dikeluarkan berwarna kuning. Batuk dirasakan memberat dan bertambah ketika malam hari saat hendak tidur dan berkurang di pagi hari. Pasien memiliki riwayat pengobatan TB pada tahun 2010 dan hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital TD 159/143 mmHg. Pemeriksaan radiologi didapatkan Terdapat konsolidasi di lobus inferior dextra dan sinistra. Pada pasien ini diberikan antibiotic azithromycin, N-Acetylcystein, metylprednisolone, meptin mini, cetirizine, dan zegavit.
Stroke Non Hemoragik: Laporan Kasus Farhan Firliansah Adiningrat; Karmila Novianti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Stroke dibagi menjadi dua, yaitu stroke hemoragik dan stroke non hemoragik. Sebagian besar disebabkan oleh stroke non hemoragik. Stroke non hemoragik dapat disebabkan oleh trombus dan emboli. Seorang perempuan berusia 75 tahun datang ke IGD RS PKU dengan keluhan penurunan kesadaran disertai pusing sejak 1 minggu yang lalu, frekuensi pusing sekali sehari dengan durasi kurang dari 1 jam, diperberat ketika aktifitas dan berkurang ketika waktu istirahat. Pasien terdapat riwayat hipertensi dan sering mengkonsumsi obat bodrex. Glasglow coma scale (GCS) pada pasien 10 (apatis), refleks fisilogi pada semua ekstremitas meningkat, refleks patologis positif, laterisaisi ke kanan, menigeal sign positf, kaku kuduk positif. Pemeriksaan laboratorium darah terdapat lekositosis, monisotosis. Pemeriksaan klinik terdapat peningkatan low density lipoprotein (LDL), gula sewaktu dan high sensitive (HS) troponin. Pada pemeriksaan rotgen thoraks menujukan bronkopenemunia, CT-Scan kepala didapatkan infark intra cerebri. Pasien di diagnosis stroke non hemoragik atau ischemic disease. Terapi yang diberikan yaitu furosemid, levofloxacin, paracetamol, ceftazidime, mecobalamin, citicoline, larutan elektrolit dan omeprazole.
Seorang Perempuan 61 Tahun dengan Efusi Pleura Masif Hemoragik Sinistra Imaz Zaniar Tristianti; Thomas Jaya Gumilang; K Krisbiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Efusi pleura adalah penumpukan cairan berlebih dalam kavitas pleura, dan dapat digolongkan menjadi transudat dan eksudat. Efusi transudat terjadi karena penyakit lain bukan primer paru seperti pada sirosis hati. Sedangkan efusi eksudat terjadi bila ada proses peradangan pada pleura seperti pada keganasan, Tuberkulosis (TB), dan parapneumonia. Efusi pleura hemoragik terjadi karena proses inflamasi. Studi Kasus : Seorang perempuan berusia 61 tahun mengeluhkan sesak. Sesak sejak 1 bulan yang lalu, sesak diperingan saat posisi pasien miring ke kiri, pasien juga mengeluhkan batuk tidak produktif dan nyeri dada sebelah kiri. Hasil pemeriksaan fisik yang abnormal didapatkan suara redup dan suara dasar vesikuler pada dada kiri menurun. Hasil foto thorax didapatkan efusi masif yang menutupi hemitoraks kiri. Hasil CT-Scan menunjukkan paru kiri collaps. Hasil sitologi menunjukkan adanya proses inflamasi kronis. Setelah dilakukan Water Sealed Drainage (WSD), diproduksi cairan berwarna merah pekat sebanyak 1600 cc. Pasien didiagnosis banding dengan efusi pleura karena keganasan, TB, dan parapneumonia. Kesimpulan: Diagnosis pasien yaitu efusi pleura masif hemoragik dengan penyebab keganasan. Diagnosis TB dan parapneumonia disingkirkan karena tidak ada trias TB dan cairan pleura tidak berwarna hijau kekuningan dan purulen.