cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Bayi Laki-Laki Berusia 4 Bulan dengan Immune Thrombocytopenia Purpura (ITP) M. Rizki Aditya; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Immune thrombocytopenia purpura (ITP) merupakan suatu kelainan perdarahan yang disebabkan oleh penurunan jumlah trombosit (<100.000) akibat adanya reaksi autoantibodi. Berdasarkan data dari American Society of Hematology (ASH) 2019, insidensi ITP sekitar 2-5 per 100.000 dan 40% kasus diantaranya terjadi pada anak usia dibawah 10 tahun.persentase kejadian ITP akut yang berkembang menjadi kronik adalah 7-28%. Komplikasi perdarahan berat pada anak dilaporkan sebesar 20.2% dan intracranial hemmorage (ICH) sekitar 0,10-o,4%. Pada kasus ini kami melaporkan seorang bayi laki-laki berusia 4 bulan datang dengan keluhan kedua telapak kaki berwarna kebiruan dan kejang yang terjadi sejak 7 jam SMRS. Keluhan adanya telapak kaki berwarna biru timbul secara perlahan, semakin luas dan jelas warnanya. 2 hari sebelum adanya keluhan, pasien sempat mengalami demam dengan suhu tertinggi adalah 39,9oC. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya ptechie pada beberapa bagian tubuh dan adanya melena. Pada pemerikaan penunjang didapatkan adanya peningkatan leukosit (16,76 x103/uL), trombositopenia (24x103/uL). Terapi medikamentosa yang diberikan adalah Meropenem 3x250 mg, metilprednisolon 3x50 mg, IVIg 1x1/4, Vitamin K 1x2 mg, dan asam traneksamat 3x75 mg. Pada kasus ITP terapi dengan menggunakan IVIG dan kortikosteroid tetap menjadi pilihan utama dan Pada kebanyakan kasus akan terjadi remisi secara spontan pada tahun pertama.
Gangguan Skizoafektif Tipe Depresi : Laporan Kasus Dhiastika Nanda Sari; Meiningsih Kusumawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan skizoafektif adalah penyakit dengan gejala skizofrenia dan gangguan afektif yang sama-sama menonjol pada saat yang bersamaan,atau dalam beberapa hari yang satu sesudah yang lain, dalam 1 episode yang sama dan gejala tersebut harus berlangsung selama 1 bulan. Laporan kasus seorang wanita usia 24 tahun di bawa ke IGD RSJD Dr. Arif Zainuddin dengan keluhan ingin bunuh diri, pasien merasa dirinya tidak berguna dan ada suara bisikan yang menyuruh mengakhiri hidupnya. Pasien mengatakan malas melakukan kegiatan apapun karena merasa dirinya disispi kekuatan yang membuat badannya lemas, selain itu ada kekuatan yang menghalangi pasien untuk beraktivitas. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien ingin bunuh diri, badannya terasa lemas sehingga tidak dapat melakukan aktivitas apapun di rumah, mengurung diri di kamar dan sering menyalahkan diri sendiri. Pasien di diagnosis gangguan skizoafektif tipe depresi dimana gejala skizofrenia dan gangguan mood berupa depresif yang sangat menonjol pada waktu bersamaan. Pasien diterapi intervensi psikososial dan psikofarmaka. Psikofarmaka antipsikotik risperidone tablet 2X3m, chlorpomazine1X100mg dan antidepresan fluoxetine tab 1X20mg. Terapi psikososial berupa edukasi dan terapi suportif diberikan kepada pasien dan keluarga.
Laki-Laki 39 Tahun dengan Skizofrenia Tak Terinci : Laporan Kasus Mahadevi Cinantyan Wibowo; Adriesti Herdaetha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan kumpulan gangguan psikotik, dengan gangguan dasar kepribadian distorsi yang khas dalam proses pikir. Menurut Riskesda 2013 sampai 2018 dinyatakan bahwa prevalensi skizofrenia di Indonesia dinyatakan 1.7 per 1000 penduduk atau sekitar 400.000 orang. Kejadian skizofrenia pada pria lebih besar dari pada wanita. Penyebab dari skizofrenia belum pasti, namun paling sering dicetuskan karena faktor genetic dan lingkungan. Gejala klinis skizofrenia dibagi kedalam empat dominan antara lain gejala positif, negative, kognitif, dan mood. Skizofrenia dibagi menjadi Sembilan tipe. Salah satu tipe yang dibahas yaitu skizofrenia tak terinci. Skizofrenia tak terinci termasuk jenis skizofrenia yang memenuhi kriteria umum skizofrenia, namun tidak tidak memenuhi kriteria untuk didiagnosis skizofrenia paranoid, hebrefenik, atau katatonik. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca-skizofrenia. Pengobatan yang tepat dapat memperbaiki gejala dan disabilitas berkaitan dengan skizofrenia. Terapi pada skizofrenia harus komprehensif, multimodal dan secara empirik dititrasi menurut respon dan perkembangan individual pasien. kehandalan penerapan farmakologik, psikoterapeutik, rehabilitatif, psikososial dan intervensi keluarga serta dukungan masyarakat dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas penyakit, memperbaiki hasil pengobatan pasien dan meningkatkan kualitas hidup.
Laki-Laki Usia 68 Tahun dengan Hematuria Adi Nur Afif; Riza Mazidu Solihin
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hematuria merupakan gejala adanya sel darah merah atau darah di dalam urin. Berdasarkan klinis, hematuria sendiri dibagi menjadi hematuria makroskopis dan hematuria mikroskopis. Hematuria makroskopis merupakan keadaan urin yang bercampur dengan darah dan dapat dilihat dengan mata langsung. Hal ini terjadi apabila terdapat 1 liter urin yang tercampur dengan 1ml darah. Hematuria mikroskopis merupakan hematuri yang dapat diketahui secara tes kimiawi atau mikroskopis. Karsinoma buli yaitu suatu karsinoma dari jaringan pada buli-buli. Mayoritas karsinoma buli adalah karsinoma sel transisional (karsinoma berasal dari sel normal pada lapisan terdalam dari buli-buli). Tipe lainnya adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Pada kasus ini, laki-laki usia 68 tahun masuk RS mengeluhkan BAK keluar darah sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai nyeri saat BAK kadang sampai pingsan. Hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, rectal toucher dan hasil USG pasien didiagnosis Hematuria et causa Ca Buli. Penatalaksanaan menggunakan TURBT (Trans Urethral Resection of Bladder Tumor).
Seorang Laki-Laki Usia 58 Tahun dengan Tinea Kruris : Laporan Kasus Dedek Dani Feriyanto; Rully Setia Agus Dimawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinia kruris adalah penyakit dermatofitosis (penyakit pada jaringan tubuh yang mengandung zat tanduk) disebabkan infeksi golongan jamur dermatofita pada daerah kruris (sela paha, perineum, perianal, gluteus, pubis) dan dapat meluas ke daerah sekitarnya. Faktor penting yang berperan dalam penyebaran dermatofita ini adalah kondisi kebersihan lingkungan yang buruk, daerah pedesaan yang padat, dan kebiasaan menggunakan pakaian yang ketat atau lembab. Dilaporkan kasus tinea kruris pada seorang laki-laki berusia 58 tahun di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan gatal dikulit lipat paha. Ditemukan makula eritematosa berbatas jelas, ukuran numular hingga plakat, tepi polisiklik aktif, terdapat central healing. Pasien didiagnosis tinea kruris dan terapi yang diberikan pada pasien ini adalah Griseofulvin tab 250 mg 2x1 selama 5 hari, Loratadine 1x1, CTM 2x4 mg (jika gatal), Ketokonazole cream 2% tiap pagi dan malam. Pada penatalaksanaan yang adekuat dapat menurunkan prevalensi, angka kekambuhan tinea kruris itu sendiri.
Berat Lahir Bayi Lahir Sangat Rendah dengan Asfiksia Sedang Kautsar Prastudia Eko Binuko; Tio Ugantoro
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang usia gestasi. Masalah yang sering timbul pada BBLR adalah Asfiksia masalah pernapasan kanera paru-paru yang belum matur, masalah pada jantung, perdarahan otak, fungsi hati yang belum sempurna, anemia atau polisitemia, lemak yang sedikit sehingga kesulitan mempertahankan suhu tubuh normal, masalah peneernaan/toleransi minum serta risiko infeksi. Penyebab terbanyak terjadinya BBLR adalah kelahiran prematur. Faktor ibu adalah umur (<20 tahun atau >40 tahun), paritas, dan lain-lain. Faktor plasenta seperti penyakit vaskular, kehamilan ganda, dan lain-lain, serta faktor janin juga merupakan penyebab terjadinya BBLR. Pasien terdiagnosis BBLSR KB SMK dengan permasalahan di sistem pernapasannya oleh kanera infeksi seperti Hyaline Memrane Disease, Bronkhopneumonia dan Sepsis neonatorum. Continuos Positive Airway Pressure (CPAP) adalah merupakan suatu alat untuk mempertahankan tekanan positif pada saluran napas neonatus selama pernafasan spontan. CPAP merupakan suatu alat yang sederhana dan efektif untuk tatalaksana respiratory distress pada neonatus
Laki-Laki 5 Tahun 10 Bulan dengan Asma Bronkial Intermiten Eksaserbasi Akut Serangan Berat : Laporan Kasus Syafira Anggraini Khusna; Siti Ariffatus Saroh
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma bronkial merupakan inflamasi kronik pada saluran nafas (GINA, 2019). Eksaserbasi asma bronkial adalah episode perburukan dari gejala asma yang progresif. World Heaith Organization (WHO) menyebutkan prevalensi asma bronkial di dunia pada orang dewasa 3%-5% sedangkan pada anak 7%-10%. Prevalensi asma anak di Indonesia sekitar 2%-30%, terdiri atas !0% usia sekolah dasar dan 6,5% usia sekolah menengah pertama. Secara umum faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya asma bronkial terbagi atas faktor genetik dan lingkungan. Trias gejala klinis klasik asma bronkial terdiri dari sesak napas, mengi, dan batuk (malan dan dini hari). Eksaserbasi asma dapat disertai distress pernapasan. Pemeriksaan penunjang asma bronkial yaitu uji fungsi paru. Berdasarkan kekerapan gejala diklasifikasikan menjadi intermiten, persisten ringan, sedang, dan berat. Sedangkan berdasarkan berat derajat serangan asma bronkial diklasifikasikan menjadi serangan akut ringan, sedang, berat, dan keadaan mengancam jiwa. Tatalaksana asma bronkial anak bertujuan untuk menjamin tumbuh kembang anak yang optimal. Jika asma bronkial tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan kekambuhan yang mengganggu aktifitas dan kualitas hidup.
Anak Laki-Laki Usia 12 Tahun dengan Skabies Estu Puguh Prabancono; Eddy Tjiahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi kutu Sarcoptes scabiei varietas hominis. Pravelensi scabies pada tahun 2013 di indonesia sebesar 4,6%-12,95%. Penularan skabies mudah terjadi baik secara langsung (skin to skin) maupun tidak langsung. Tungau skabies dapat bertahan 2 – 6 jam pada suhu ruangan dan mampu penetrasi. Seorang anak laki-laki usia 12 tahun datang dengan keluhan gatal pada seluruh badan terutama pada sela-sela jari kedua tangan. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya lesi berupa papul eritem, berbatas tegas, multiple dan adanya ekskoriasi. Pasien didiagnosis dengan scabies in a children. Terapi farmakologis yang diberikan yaitu krim permethrin 5% malam hari dan Cetirizine satu kali 10mg tablet sehari. Pasien diedukasi untuk berhenti menggaruk bagian yang gatal, menjaga hygiene, rutin minum obat dan mengoleskan krim. Pencegahan dan pengobatan yang tepat pada penyakit skabies akan menurunkan angka kekambuhan yang timbul, hal ini dapat dihindari jika pasien patuh terhadap pengobatan dan melakukan pola hidup yang bersih dan sehat.
Pengaruh Katarak Senilis terhadap Aktivitas Sehari-Hari Maulidya Vetty Ameliany; Sahilah Ermawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak adalah penyakit yang ditandai dengan kekeruhan lensa pada mata sehingga mengganggu proses masuknya cahaya ke mata. Salah tatu jenis katarak yaitu katarak senilis, dengan kekeruhan mengenai mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. Keadaan ini merupakan salah satu penyebab kebutaan terbesar di dunia saat ini. Kami melaporkan 5 kasus katarak senilis yang terdiri dari 3 pasien berjenis kelamin perempuan dan 2 pasien berjenis kelamin laki laki. Faktor risiko yang berperan dalam serial kasus ini yaitu: terdapat 4 pasien yang berusia lebih dari 50 tahun, 4 pasien yang menderita hipertensi, 4 pasien dengan diabetes melitus, 3 pasien yang dahulu bekerja sebagai petani. Setelah terdiagnosis katarak dan 2 pasien sudah menggunakan kacamata sejak lama. semua pasien tidak bekerja karena keluhan mata buram yang mengganggu pasien dalam melakukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sehingga membutuhkan bantuan anggota keluarga lain. Semua pasien dalam serial kasus ini dilakukan tindakan pembedahan dengan operasi fakoemulsifikasi. Setelah melakukan operasi, pasien mengatakan matanya lebih baik daripada sebelumnya
Seorang Laki-Laki Usia 43 Tahun dengan Ulkus Pedis Wagner IV Et Causa DM Type 2 Muhammad Nafi&#039; RA; Yudi Eko Prasetyo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus pedis merupakan salah satu komplikasi tersering pada penderita diabetes melitus. Ulkus pedis dibagi menjadi beberapa klasifikasi menurut Wagner yaitu mulai dari derajat 0 (tidak ada ulkus namun berisiko) hingga derajat V (Gangren pada seluruh pedis). Anamnesis mengerucut pada faktor risiko dan riwayat penyakit pada pasien. Faktor risiko terjadinya ulkus pedis akibat adanya angiopati dan neuropati pada penderita diabetes melitus. Angiopati menyebabkan tidak terjadinya suplai vaskularisasi yang optimal pada bagian distal tubuh dalam hal ini adalah kaki (pedis) sehingga luka akan lebih mudah melebar dan terjadi infeksi, neuropati menyebabkan keluhan kesemutan, kebas (hipoasthesia) hingga anasthesia sehingga luka baru akan diketahui ketika sudah melebar, ditambah akan menyebabkan sulitnya regenerasi jaringan yang rusak. Studi terbaru menunjukan angka kejadian ulkus pedis pada penderita diabetes melitus sebesar 15% dari keseluruhan penderita diabetes melitus. Penatalaksanaan ulkus pedis berupa mengobati penyakit yang mendasari yaitu dengan mengontrol gula darah dengan obat antidiabetes, kontrol luka, debridemen hingga dilakukan amputasi. pada laporan kasus ini akan membahas Seorang laki-laki usia 43 tahun dengan ulkus pedis wagner IV et causa dm type 2 yang dilakukan amputasi transcruris atas indikasi klinis dan radiologis.