cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Atrial Fibrilasi pada Hipertiroid: Diagnosis dan Penatalaksanaan Aviola Syania Putri; Anna Budiarti
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atrial Fibrilasi(AF) didefinisikan sebagai aritmia jantung yang memiliki karakteristik RR interval yang ireguler, serta tidak terdapat gelombang P yang jelas pada gambaran EKG. Atrial Fibrilasi sering diasosiasikan dengan kejadian hipertiroid. Hal ini dikarenakan Atrial Fibrilasi terjadi pada lebih dari 15% pasien hipertiroid. Tujuan dari case report ini adalah untuk menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan dari Atrial Fibrilasi pada Hipertiroid. Atrial Fibrilasi ditandai dengan dada berdebar, sesak nafas saat aktivitas, pusing, gejala adanya iskemia, serta penyebab lain dari AF misalnya hipertiroid. Pasien perempuan berusia 43th datang ke Poli Jantung RSUD Dr.Harjono Ponorogo dengan keluhan dada sesak sejak satu minggu yang lalu, sesak muncul kadang-kadang, meningkat pada saat aktivitas, keluhan membaik saat istirahat, kedua tangan pasien tidak dapat diam, berat badan menurunnamun nafsu makan normal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi yang ireguler, eksofthalmus(+/+) serta adanya pembesaran tiroid (-/+). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan FT4 5,67(H) dan TSH <0,005(H) yang meningkat, hasil EKG menunjukkan adanya Atrial Fibrilasi serta pada Echocardiografi didapatkan adanya cardiomyopathy, Valvular Heart Disease. Terapi utama Atrial Fibrilasi pada Hipertiroid adalah dengan memperbaiki kondisi hipertiroidnya setelah tegak penyebab Atrial Fibrilasinya adalah hipertiroid.
Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Wanita Usia 59 Tahun : Laporan Kasus Dzati Ihda Haerani; Andreas Sentot Suropati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Komplikasi akibat penyakit DM dapat berupa hiperglikemia yang menyebabkan ketoasidosis diabetik (KAD), hipoglikemia, dan gangguan pada pembuluh darah, baik makrovaskular yang umumnya mengenai organ jantung, otak, dan pembuluh darah, maupun mikrovaskular yang dapat terjadi pada mata dan ginjal, serta gangguan pada sistem saraf atau neuropati. Bila dalam jangka yang lama akan menyebabkan defisiensi insulin pada penderita DM. Defisiensi insulin yang terjadi pada KAD menyebabkan hiperglikemia, dan selanjutnya memicu kehilangan cairan dan elektrolit (natrium, kalium, dan klorida) melalui urin, dan akibatnya terjadi kehilangan cairan ekstraseluler. Oleh karena adanya kehilangan volume yang cukup besar melalui urin akibat hiperglikemia, penderita KAD pada umumnya mengalami dehidrasi yang sangat berat. Kami melaporkan seorang perempuan berusia 59 tahun dengan keluhan lemas dan sesak, sering minum, sering kencing, banyak makan tetapi berat badan tidak bertambah. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar gula darah sewaktu 540 mg/dL. Terapi yang diberikan merupakan terapi suportif dan simptomatis. Pada hari ke 13, pasien telah boleh pulang karena kondisinya membaik.
Tumor Laring Suspek Ganas pada Perokok Aktif : Laporan Kasus Jihan Anisa Biljannah; Ikhya&#039; Izatus Zahro; Serafika Permoni Putri Manyakori
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker laring merupakan salah satu keganasan dalam saluran aerodigestive atas yang berupa massa abnormal dalam jaringan dan struktur laring dengan pertumbuhan berlebihan. Konsumsi alcohol berlebihan serta perokok merupakan factor penyebab tersering kejadian tumor laring. Penegakan diagnosis dapat dilakukan dengan menggali sign dan symptom melalui anamnesia, pemeriksaan laringoskopi indirect, serta biopsi disarankan. Umumnya pasien akan datang dengan keluhan sesak nafas, suara parau, nyeri, batuk dan hemoptosis. Seorang pria berusia 50 tahun datang ke poli THT dengan keluhan sesak nafas yang semakin memberat sejak satu tahun terakhir. Sesak nafas menetap dan disertai nafas berbunyi dan batuk berdarah sejak setahun yang lalu dan mengeluhkan suara serak sejak 3 bulan terakhir. Pasien memiliki riwayat merokok sejak berusia 15 tahun dan berhenti setahun terakhir sejak gejala muncul. Pada hasil CT-scan thorax didapatkan masa pada area subglotis. Diagnosis sementara yang ditegakkan adalah tumor laring suspek ganas. Biopsi dan CT-scan kepala dengan kontras direkomendasikan untuk mengetahui diagnosis lebih pasti.
Laki-Laki 45 Tahun dengan Kusta Multibasiler dengan Reaksi Reversal dan Kecacatan Tingkat 2 Angesti Atiqah Ranasatri; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang bersifat intraseluler obligat. Bakteri menyerang saraf perifer sebagai afinitas pertama, lalu kulit dan mukosa traktus respiratorius bagian atas, kemudian dapat ke organ lain kecuali susunan saraf pusat. Reaksi reversal merupakan reaksi hipersensitivitas tipe lambat ditandai dengan lesi yang telah ada menjadi memerah dan bengkak. Pasien laki-laki usia 45 tahun, datang ke Rumah Sakit Dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan bercak kemerahan terasa nyeri yang timbul hampir di seluruh tubuh sejak 2 hari SMRS. Awalnya, pada 6 bulan yang lalu timbul bercak-bercak bulat berwarna kemerahan di wajah yang terasa menebal. Pada regio fasialis, auricularis dextra et sinistra, thorak, abdomen, ekstremitas superior dextra et sinistra, ekstremitas inferior dextra et sinistra terdapat makula-patch, papul-plak eritematosa multiple, berbentuk ireguler, berukuran lentikuler-plakat, berbatas tidak tegas, tersebar universal. Pasien dalam kasus ini diberikan terapi kortikosteroid methyl prednisolone 32 mg/hari serta Multi Drug Therapy-Multibacilllary (MDT-MB) selama 12-18 bulan.
Pneumonia pada Perempuan Usia 56 Tahun: Laporan Kasus Anida Septi Ramelina; Riana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah penyakit infeksi akut saluran pernafasan bawah yang mengenai jaringan (paru-paru) tepatnya di alveoli yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, maupun mikroorganisme lainnya. Biasanya tanda dan gejala pneumonia yaitu berupa demam, batuk yang terkadang bisa batuk dahak dan kadang disertai dengan darah, sesak nafas, dan selain itu bisa berupa nyeri dada. Faktor resiko pneumonia ini sendiri yaitu merokok, kekebalan tubuh yang menurun, riwayat penyakit kronis, riwayat penyakit paru, usia lanjut dan juga alkoholisme. Etiologi pneumonia ini sendiri dibagi menjadi beberapa penyebab yaitu bakteri tipial dan bakteri atipikal, virus, dan juga jamur. Dalam menegakkan diagnosis pada kasus ini berdasarkan anamnesis, gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan juga pemeriksaan radiologi. Biasanya pada hasil pemeriksaan laboratorium pada pneumonia yang disebabkan oleh bakteri ditandai dengan meningkatnya leukosit dan juga neutrofil. Terapi yang diberikan pada kasus ini yaitu terapi empiris antibiotik. Lama pemberian obat antibiotik (IV atau Oral) minimal 5 hari dan tidak demam dalam 48-72 jam.
Seorang Laki-Laki Usia 68 Tahun dengan Nyeri Lengan Kanan Atas Nico Andrian; F Farha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur adalah hilangnya kontinuinitas tulang yang disebabkan oleh trauma dan non trauma. Mungkin berupa retakan atau pecahnya korteks; namun lebih sering berupa patahan komplit. Sebagian besar patah tulang disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan (overloading), bisa disebabkan oleh cidera langsung (direct injury) maupun cidera tidak langsung (indirect injury). Fraktur humerus relatif umum, mewakili sekitar 1% hingga 5% dari semua fraktur. Insiden tahunan berkisar antara 13 hingga 20 per 100.000 orang dan telah ditemukan lebih tinggi dengan usia. Fraktur humerus dapat diklasifikasi menjadi proksimal, shaft, dan distal. Gejala klasik fraktur adalah adanya riwayat trauma, rasa nyeri dan bengkak di bagian tulang yang patah, deformitas, nyeri tekan, krepitasi, gangguan fungsi muskuloskeletal akibat nyeri, putusnya kontinuitas atau keutuhan tulang, dan gangguan neurovaskuler. Pemeriksaan penunjang radiografi polos cukup untuk mengkonfirmasi diagnosis dan rencana tatalaksana untuk fraktur humerus. Anteroposterior (AP) dan radiografi lateral diperlukan untuk memvisualisasikan dan membuat penilaian lengkap dari fraktur. Tambahan radiografi bahu dan siku sangat dianjurkan dalam kasus di mana ada dugaan cedera pada ini sendi (nyeri di sekitar bahu atau siku). Terapi fraktur secara umum memerlukan prinsip “empat R”, yaitu : rekognisi, reduksi atau reposisi, retaining atau imobilisasi, dan rehabilitasi. Berikut beberapa metode dan alat yang digunakan pada terapi konservatif: Hanging cast, Coaptation splint, Thoracobranchial immobilization (velpeau dressing), dan Shoulder spica cast.
Laki-Laki Usia 69 Tahun dengan Keluhan Sulit BAK Putri Sella Damayanti; Riza Mazidu
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperplasia prostat jinak adalah penyakit di mana sel-sel stroma prostat dan sel-sel epitel berkembang biak. 70% pria di atas usia 60 memiliki hipertrofi prostat jinak. Untuk pria di atas 80 tahun, angka itu meningkat menjadi 90 persen. Dalam kasus ini, seorang pria 69 tahun melaporkan keluhan utama disuria (BAC) satu minggu setelah menerima SMRS. Pasien mengaku awalnya mengalami kesulitan buang air kecil dengan aliran urin yang lemah, yang kembali normal setelah penghentian. Pasien juga sering ke toilet pada malam hari saat ingin tidur karena hanya menangis dan merasa tidak puas saat ingin buang air kecil. Pemeriksaan fisik didapatkan meningen, nadi 80x/menit, respirasi 16x/menit, tekanan darah 140/80 mmHg, dan suhu 36°C. Pemeriksaan umum dalam batas normal. Tampak rektal dengan tonus sfingter ani tinggi, mukosa rektum halus, tidak ada massa, ampul rektum utuh, prostat membesar, kadang batas superior teraba, kekerasan kenyal, Permukaan halus. Halus, tidak ada nodul, tidak ada nyeri tekan, tidak ada darah, tidak ada nyeri tekan. Ada kotoran di sendok. Urologi USG menunjukkan prostat supernumerary (volume 60ml). Reseksi prostat transuretra
Seorang Laki-Laki 66 Tahun dengan Osteoarthritis: Laporan Kasus Shofiyana Meistika; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) yaitu gangguan muskuloskeletal yang paling sering ditemukan di kalangan masyarakat pada usia lanjut, bersifat kronis dengan etiologi yang berbeda-beda, namun mengakibatkan kelainan morfologis dan klinis yang sama, yaitu terdapat perubahan patologis pada struktur sendi. Laporan Kasus seorang laki-laki 66 tahun datang ke IGD dengan keluhan utama bengkak dan nyeri pada kaki kanan sejak 2 minggu yang lalu. Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk. Nyeri terasa meningkat ketika beraktivitas terutama mengangkat beban berat dan berkurang ketika istirahat. Pasien juga terkadang merasakan kaku pada lututnya dan sulit digerakkan kurang lebih sekitar 15 menit terutama pagi hari setelah bangun tidur. Pada pemeriksaan status lokalis regio genu dextra et sinistra oedem (+/-), nyeri (+/-), hangat (+/-) krepitasi (-/-), ROM terbatas, dan skala nyeri VAS 6. Pemeriksaan radiologi tampak osteoarthritis genu bilateral grade III. Pasien diberikan terapi non farmakologi tirah baring, modifikasi gaya hidup, menghindari aktivitas yang membebani lutut, terapi fisik meliputi latihan perbaikan gerak sendi, penguatan otot, dan alat bantu gerak sendi yang dikonsultasikan kepada rehabilitas medik, serta diberikan terapi farmakologi dengan cefixime inj 2 x 1, metamizole inj 2 x 1, dan pantoprazole inj 1x1.
Seorang Pria dengan Bronkiektasis dan Riwayat Tuberkulosis
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkiektasis adalah penyakit dengan pelebaran pada bronkus proksimal dengan ukuran diameter >2 mm yang disebabkan karena melemahnya atau rusaknya komponen otot dan elastisitas dinding bronkus. Seorang pria dengan riwayat penyakit tuberkulosis sebelumnya diduga mengidap penyakit bronkiektasis. Diagnosis tersebut ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Mortalitas pasien bronkiektasis sangat tergantung pada penyebab terjadinya penyakit. Salah satu pemeriksaan yang menunjang dan merupakan gold standar untuk menegakkan diagnosis bronkiektasis adalah High Resolution Comuted Tomography (HRCT). Secara keseluruhan, tujuan terapi adalah mengurangi gejala, meningkatkan kualitas hidup dan mencegah eksaserbasi. Perbaikan bersihan saluran napas adalah penatalaksanaan yang utama pada bronkiektasis, karena dapat memotong lingkaran setan inflamasi dan infeksi. Bersihan saluran napas dapat dilakukan dengan obat inhalasi (misalnya salin hipertonik 7%) dipadukan dengan fisioterapi dada, seperti alat oscillatory positive expiratory pressure (PEP), high-frequency chest wall oscillation (HFCWO), autogenic drainage, bernapas aktif dengan batuk yang efektif, atau perkusi dada manual. Mukolitik digunakan untuk mengurangi kekentalan sputum. Kasus ini cukup langka namun bisa terjadi pada siapapun baik pria maupun wanita, juga pada anak-anak hingga dewasa.
Herniotomy dan Hernioplasty pada Hernia Inguinalis Lateralis Reponibel Sinistra : Laporan Kasus Dyah Mustikaturrokhmah; Saut Idoan Sijabat
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hernia inguinalis merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemukan sekitar 75% merupakan hernia inguinalis, 50% merupakan hernia inguinalis lateralis dan lebih banyak terjadi pada usia lanjut. Dilaporkan kasus seorang pasien 65 tahun dengan benjolan pada lipat paha kiri selama 4 tahun. Benjolan muncul saat mengangkat beban dan batuk, benjolan hilang saat pasien tidur dan benjolan semakin membesar. Pada pemeriksaan teraba benjolan dengan diameter 2 cm, berbatas tegas, konsistensi kenyal padat, bising usus (+), dapat masuk kembali ke dalam rongga abdomen. Tindakan Herniotomy dan Hernioplasty merupakan terapi operatif pada hernia.

Page 10 of 54 | Total Record : 532