cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2019)" : 25 Documents clear
KEBERADAAN INDUSTRI PT. KEONG NUSANTARA ABADI (WONG COCO) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MOJOAYU KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI FRANATU SAKTI WIDODO, DEDY; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri PT. Keong Nusantara Abadi (Wong Coco) berada di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Keberadaan industri tersebut menjadi salah satu faktor perubahan kondisi masyarakat terutama kondisi sosial dan ekonomi. Perubahan kondisi sosial yang muncul antara lain yaitu perubahan sikap, hubungan sosial dan kontribusi industri terhadap perkembangan desa. Perubahan ekonomi yang terjadi yaitu perub?ahan pendapatan dan pengeluaran masyarakat desa selama satu bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik industri, perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dengan keberadaan industri pengolahan lidah buaya.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Responden dalam penelitian ini antara lain yaitu kepala bidang pertanian, kepala Human Resource Department (HRD), PT. Keong Nusantara Abadi (Wong Coco) dan 100 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Desa Mojoayu dengan menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik industri pengolahan lidah buaya dilihat dari alasan pemilihan lokasi dan kerjasama dengan masyarakat. Sikap masyarakat mengalami perubahan dengan jumlah 50 KK atau 50%, hubungan sosial masyarakat mengalami perubahan dengan jumlah 69 KK atau 69%, kontribusi industri pengolahan lidah buaya terhadap perkembangan desa dalam kategori kurang aktif dinyatakan dengan jumlah 56 KK atau 56 %. Pendapatan dan pengeluaran masyarakat mengalami perubahan relatif kecil dinyatakan dengan jumlah pendapatan 45% atau 45 KK dan pengeluaran 46% atau 46 KK. Keberadaan industri pengolahan lidah buaya menjadi salah satu faktor yang memberikan perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.Kata Kunci: Industri, kondisi sosial, kondisi ekonomi, lidah buaya
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WORD SQUARE DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DINAMIKA DAN MASALAH KEPENDUDUKAN KELAS XI IPS SMAN 4 BANGKALAN MADURA NDAKULARAK, MELVI; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi guru geografi kelas XI IPS SMA Negeri 4 Bangkalan adalah masih rendahnya hasil belajar dan semangat belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Hasil ulangan harian siswa diperoleh persentase nilai rata-rata ketuntasan XI IPS 1 sebesar 50% dan XI IPS 2 sebesar 49%. Media pembelajaran yang kurang menarik perhatian dan rasa ingin tahu siswa tentang materi dinamika dan masalah kependudukan yang ada pada pelajaran geografi. Permasalahan tersebut membuat peneliti ingin mengembangkan sebuah media pembelajaran word square.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Kelayakan media Word Square sebagai media pembelajaran. 2) Aktivitas siswa selama penerapan media pembelajaran Word Square. 3) Respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran Word Square. 4) Hasil belajar siswa setelah penerapan media pembelajaran Word Square. 5) Tingkat efektifitas pembelajaran siswa kelas XI IPS SMA Negeri 4 Bangkalan Madura setelah perlakuan media pembelajaran Word Square pada materi dinamika dan masalah kependudukan. Pengembangan media pembelajaram Word Square menggunakan desain R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, Evaluate). Teknik pengumpulan data meliputi lembar validasi media, lembar observasi aktivitas siswa, angket respon siswa, dan tes hasil belajar siswa. Data validasi, observasi, dan angket akan dianalisis menggunakan ketentuan skala Likert, hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji independent sample t-test.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Validasi media dari ahli media dan materi memperoleh persentase nilai kelayakan media 82% dan kelayakan materi 84%, termasuk kriteria sangat layak. 2) Aktivitas siswa menunjukkan perubahan yang baik selama penerapan media pembelajaran Word Square dengan persentase nilai rata-rata 71,87%. 3) Respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran Word Square memperoleh persentase nilai rata-rata sebesar 84,55%, termasuk kriteria sangat baik. 4) Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata post-test79,18 dan kelas kontrol 73,50. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh perbedaan nilai rata-rata sebesar 5,068 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001, maka p < ? ; 0,001 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 5) Tingkat efektifitas pembelajaran siswa kelas XI IPS SMA Negeri 4 Bangkalan Madura setelah perlakuan media pembelajaran Word Square pada materi dinamika dan masalah kependudukan hasil pembelajaran termasuk kategori efektif dengan kenaikan 69,74%.Kata Kunci : Media Pembelajaran, ADDIE, Word Square, Aktivitas siswa, Respon siswa, Hasil Belajar dan efektifitas hasil belajar siswa.
LAJU EROSI DESA BANARAN KECAMATAN PULUNG KABUPATEN PONOROGO LUWIH, AMBAR; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakErosi adalah proses perpindahan atau pengangkutan tanah dari suatu tempat ke tempat lain yangdapat menimbulkan kerugian bagi manusia dan kerusakan pada lingkungan. Salah satu penyebabnyaadalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak yang dapat ditimbulkan akibat erosi ini,selain itu penggunaan lahan yang diolah tanpa memperhatikan kaidah-kaidah konservasi juga menjadipenyebab yang tak kalah penting. Prediksi laju erosi pada wilayah ini diharapkan dapat menjadi sumberinformasi bagi pemerintah pada umumnya dan memberikan informasi tentang besarnya indeks bahayaerosi pada beberapa penggunaan lahan, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan. Tujuan penelitianini yaitu mengetahui besarnya laju erosi di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di DesaBanaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dan analisis tanah dilaksanakan di LaboratoriumUniversitas Trunojoyo Madura. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, pengolahan SIG dansurvei langsung dilapangan. Data yang digunakan yaitu erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dankemiringan lereng serta pengolahan tanaman dan tindakan konservasi. Kemudian hasil analisis tersebutdiolah dengan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE).Hasil penelitian menunjukan prediksi erosi yang terjadi di Desa Banaran berada pada skala ringansampai sangat berat. Erosi ringan terjadi pada lahan dengan penggunaan lahan sawah, semak belukar dantegalan atau ladang, dimana erosi yang terjadi nilainya 15-60 ton/ha/tahun. Erosi sangat berat terjadi padapenggunaan lahan pemukiman dengan nilai lebih besar yaitu 480 ton/ha/tahun, ini terjadi karena tidakadanya pengolahan tanaman dan tindakan konservasi. Perlunya pengetahuan mengenai besarnya laju erosidi daerah ini yaitu untuk mengurangi dampak buruk erosi yang dapat terjadi dikemudian hari denganmulai melakukan pencegahan-pencegahan sejak dini.Kata Kunci : Laju Erosi. Desa Banaran, USLE
DINAMIKA TUTUPAN DAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH TANGKAPAN MATA AIR KARST GOA GREMENG KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL APRILIANA, TRIAS; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki luas daerah karst sekitar 20% dari total luas wilayah Indonesia yaitu sekitar 15,4 juta ha.Salah satu contoh kawasan karst yang terkenal di Indonesia adalah Karst Gunung Sewu yang terdapat di selatan pulauJawa. Kawasan karst gunungsewu termasuk daerah karst yang memiliki resiko kerentanan tinggi, karena akibat daripenggunaan lahan oleh masyarakat yang tidak sesuai sebagaimana mestinya. Salah satu daerah karst yang memilikikerentanan tinggi yaitu di daerah tagkapan mata air karst Goa Gremeng Kecamatan Ponjong KabupatenGunungkidul.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi kerentanan di daerah penelitian ditinjau dari tutupan danpenggunaan lahannya yang diukur dari segi vegetasi yaitu densitas vegetasi dan Normalized Difference VegetationIndex (NDVI).Jenis penelitian yaitu penelitian geografi kuantitatif dengan aspek yang diteliti adalah aspek fisik berupatutupan dan penggunaan lahan. Populasi tutupan dan penggunaan lahan area tangkapan mata air karst Goa GremengKecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul. Sampel pada penelitian ini plot pengukuran tutupan dan penggunaanlahan sebayak 10 plot sampling diukur seluas 30mx30m atau memiliki luas sebesar 900m2. Teknik mengumpulkansampel yaitu dengan menggunakan tekniksampel purosif.Hasil penelitian menunjukkan nilai NDVI yang terdapat di area tangkapan mata air karst Goa GremengKecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul pada saat musim penghujan menunjukkan nilai maksimum sebesar 0,8467dan nilai minimum sebesar 0,6188. Sedangkan pada saat musim kemarau nilai NDVI yang terdapat di area tangkapanmata air karst Goa Gremeng menunjukkan nilai maksimum sebesar 0,675 dan nilai minimum sebesar 0,28.Kata Kunci : Tutupan Lahan, Penggunaan Lahan, Densitas Vegetasi, NDVI.
HUBUNGAN CURAH HUJAN DAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP GENANGAN BANJIR DI KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO EFFENDY, ZAENURIYAH; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Sidoarjo merupakan daerah muara Sub Daerah Aliran Sungai Pucang sebuah hilir daerah Daerah Aliran Sungai Brantas dengan memiliki luas 6256 Ha. Wilayah ini sering terjadi banjir pada saat musim penghujan tiba pada bulan oktober ? april. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Sidoarjo merupakan wilayah yang sering menimbulkan genangan banjir. Kecamatan ini merupakan salah satu daerah yang berpotensi tinggi terhadap genangan banjir di Kabupaten Sidoarjo. Dampak banjir di Kecamatan Sidoarjo yang tercatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, paling parah terjadi pada tahun 2011 di Desa Blurukidul dengan banjir setinggi 50 cm yang menggenangi permukiman sehingga mengakibatkan aktivitas warga terganggu dan tahun 2016 banjir setinggi 50 cm di permukiman Kelurahan Sidokare yang merupakan banjir terparah di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan curah hujan dan penggunaan lahan terhadap genangan banjir di Kecamatan Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi antara variabel curah hujan dan penggunaan lahan terhadap genangan banjir. Penelitian ini terdapat dua persamaan korelasi yang terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari curah hujan (X1), lahan terbangun (X2), sedangkan variabel terikat yaitu genangan banjir meliputi, kedalaman genangan banjir dan luas genangan banjir (Y). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel penggunaan lahan di Kecamatan Sidoarjo memiliki hubungan signifikan terhadap kedalaman dan luas genangan banjir. Pada variabel curah hujan tidak memiliki hubungan terhadap kedalaman genangan banjir maupun luas genangan banjir yang terjadi di Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Kontribusi hubungan variabel curah hujan dan lahan terbangun terhadap kedalaman genangan banjir sebesar 63,8% dan sisanya sebesar dijelaskan diluar variabel. Kontribusi pengaruh variabel curah hujan dan lahan terbangun terhadap luas genangan banjir sebesar 40,2% dan sisanya dijelaskan diluar variabel penelitian ini. Kata Kunci: curah hujan, penggunaan lahan, genangan banjir
PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN SUMBERREJO TERKAIT KENYAMANAN TINGGAL DAN PENCEMARAN AKIBAT TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH BENOWO KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA DAYU SUWENDAR, RHARA; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak TPA Benowo menjadi barometer pengolahan sampah nasional dan dinilai merupakan tempat pengolahan sampah terbaik oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Benowo sangat membantu mengurangi permasalahan sampah di Kota Surabaya namun di sisi lain, tempat pembuangan akhir Benowo memiliki dampak negatif terkait pencemaran udara dan pencemaran air yang terjadi di area sekitar tempat pembuangan sampah Benowo. Lokasi tempat pembuangan akhir Benowo yang berada dekat dengan pemukiman warga tentu akan mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar, hal penting yang perlu diperhatikan adalah pendapat atau persepsi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan lingkungan TPA Benowo terkait dengan kenyamanan tinggal mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terkait kenyamanan tinggal dan pencemaran air dan udara akibat adanya tempat pembuangan akhir sampah Benowo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner yang disebarkan kepada 97 responden masyarakat Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya yang potensial. Kemudian dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh berupa analisis kuantitatif dan diukur dengan menggunakan skala berupa skala Likert untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing variabel. Selain menggunakan data primer berupa kuesioner dalam penelitian ini juga menggunakan data sekunder yakni observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya merasa masih cukup nyaman tinggal di sekitar area tempat pembuangan akhir sampah Benowo Kecamatan Pakal Kota Surabaya. (2) Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya menyadari adanya pencemaran air dan udara oleh TPA Benowo namun masih bisa mentoleransi hal tersebut. Kata kunci: pembuangan akhir, kenyamanan tinggal, pencemaran
KAJIAN TENTANG EKSISTENSI PETANI BUAH NAGA DIKECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI PRASTYA BUDI ANANTA, VICHI; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Genteng merupakan wilayah penghasil buah naga di Kabupaten Banyuwangi. Petani diKecamatan Genteng dari tahun 2013-2018 mengalami peningkatan, sedangkan untuk strategi pemasaran petanimasih rendah sehingga menyebabkan harga buah naga rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik dan strategi pemasaran petani buah naga di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi supaya tetapeksis pada saat panen raya buah naga..Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan GentengKabupaten Banyuwangi dan subjek penelitian ini adalah petani buah naga di Kecamatan Genteng. Sampel petani buahnaga yang didapat di Kecamatan Genteng berjumlah 80 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan carawawancara dengan pedoman kuesioner kepada petani buah naga dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakanberupa kesimpulan dengan analisa deskriptif dan persentase (%).Hasil penelitian ini adalah petani buah naga dari tingkat pendidikan menempuh di tingkat SD sebanyak 30orang atau 37,5%. Pekerjaan petani buah naga seluruhnya adalah pekerjaan sampingan. Pengalaman bertani petani buahnaga paling banyak 4 ? 5 tahun sebanyak 69 orang atau 86,25%. Modal yang didapat seluruhnya milik sendiri. Strategipemasaran petani buah naga di Kecamatan Genteng melalui agen atau tidak langsung diambil oleh pedagang dankonsumen. Jangkauan pemasaran buah naga Kecamatan Genteng paling banyak di luar Kabupaten satu Provinsi.Promosi petani menggunakan media SMS. Peran pemerintah dengan petani di Kecamatan Genteng seluruhnyamengikuti pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah. Petani buah naga seluruhnya menjawab pembayaran lunas dalammenentukan harga jual buah naga.Kata Kunci : Eksistensi, Petani Buah Naga, Pemasaran, Pekerjaan Sampingan
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET 3D PADA MATERI INTRUSI MAGMA MATA KULIAH GEOLOGI UMUM JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SHOHIHAH, HIDAYATUS; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran geografi hendaknya didukung dengan media pembelajaran yang mmapu memberikan gambbaran materi secara langsung. Seorang pengajar geografi harus mempu memberikan gambaran atau situasi nyata representatif dan realistik atas materi georafi yang diajarkan. Tujuan dari menggunakan media sebagai sumber belajar maupun alat bantu dalam proses komunikasi, diharapkan kegiatan pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media maket 3D intrusi magma pada materi vulkanisme mata kuliah geologi umum Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dengan menggunakan model Borg and Gall, yang terdiri dari 10 tahapan, mulai dari Pendahuluan (Analisis Kebutuhan), Pengumpulan Data, Pengembangan Produk (Pembuatan media maket tiga dimensi (3D), Validasi ahli (validasi ahli media dan materi), Revisi produk, Uji Coba Skala Kecil, Revisi Produk, Tahap Diseminasi dan Implementasi Hasil Akhir Media Maket Tiga Dimensi (3D) pada materi intrusi magma. Tingkat kelayakan media didasarkan atas penilaian dari ahli media pembelajaran dan materi menggunakan lembar validasi ahli serta uji skala kecil terhadap mahasiswa menggunakan angket terdiri dari skala likert 5 kategori yang diadopsi dari ridwan. Hasil penelitian menyatakan bahwa media maket 3D mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media pembelajaran dengan rerata nilai 4,42 dan dari ahli materi mendapat 4,00. Berdasarkan skala Likert keduanya termasuk dalam kategori ?sangat baik?. Mahasiswa memberikan respon ?sangat baik? terhadap media maket 3D pada materi intrusi magma dengan rerata sebesar 84,66%.Kata kunci: Media Pembelajaran, Maket 3D Intrusi Magma, Vulkanisme
KONTRIBUSI USAHATANI TEMBAKAU (NICOTIANAE TABACUM) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (PETANI TEMBAKAU) DI DESA KETANDAN KECAMATAN LENGKONG KABUPATEN NGANJUK ARIFATUS SADIYAH, BINTI; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Ketandan Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk adalah wilayah yang mempunyai luas baku lahanpaling tinggi dilihat dari data luas panen dan produksi perkebunan tahun 2015. Memiliki topografi 55,0 mdpl, berjenistanah regosol dan curah hujan sebesar 1876,0 mm, sangat mendukung masyarakat dalam membudidayakan pertaniantembakau. Ada 2 jenis tembakau yang dapat ditanam, yakni kasturi dan jinten, dalam pengelolaannya petani tembakautergabung dalam kelompok usahatani yang bekerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BPPK).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar persentase (%) pendapatan dari usahatani tembakauterhadap usahatani lainnya dan kontribusi usahatani tembakau terhadap total pendapatan rumah tangga petani tembakaudi Desa Ketandan Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk.Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan kepada petanitembakau untuk memperoleh jawaban yang dibutuhkan peneliti dalam mengelola data tentang pendapatan dan usahatani yang dikelola. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi semua petani tembakau yangtergabung dalam 5 kelompok usahatani, yakni berjumlah 294 petani. Sampel diambil sebanyak 75 petani tembakau,sedangkan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakananalisis data deskriptif dan kuantitaf dengan tabel frekuensi tunggal.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan dari usahatani tembakau per hektar memiliki rata-ratapendapatan sebesar Rp. 3.453.333,00 perbulan. Kontribusi pendapatan dari hasil mengelola usahatani tembakauterhadap total pendapatan rumah tangga adalah sebesar 22,87%. Hasil tersebut berarti bahwa 22,87% total pendapatanrumah tangga diperoleh dari usahatani tembakau. Pendapatan yang diperoleh dari usahatani tembakau sangatmenguntungkan dibandingkan dengan tanaman pertanian non tembakau, sehingga sebagaian besar masyarakatmemenuhi kebutuhan hidupnya dari usahatani tembakau.Kata kunci : Usahatani tembakau, Pendapatan rumah tangga petani tembakau, Kontribusi usahatani tembakau
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI INDUSTRI GERABAH DI DESA RENDENG KECAMATAN MALO KABUPATEN BOJONEGORO WAHYU PRABOWO, SASMITO; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, adalah satu-satunya sentra industri gerabah di Kabupaten Bojonegoro yang masih tetap eksis sampai sekarang meskipun mengalami berbagai gempuran zaman, serta persaingan dengan industri gerabah dari kota atau kabupaten lain yang sama-sama memilki kualitas yang bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi industri gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, strategi eksis pengrajin industri gerabah serta kondisi lingkungan fisik bahan baku tanah liat di bantaran sungai Bengawan Solo dan pegunungan kapur lahan milik perhutani.Jenis penelitian ini adalah survei. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, populasi dari penelitian ini adalah seluruh pengrajin industri gerabah yaitu 117 pengrajin gerabah. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 50% dari total pengrajin yaitu sebanyak 59 responden. Teknik pengambilan sampel dengan mengunakan Proportional random sampling, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket/kuisioner dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan prosentase sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor eksistensi industri gerabah adalah : a) bahan baku masih tergolong mudah didapatkan sebanyak 71,1% responden, b) modal sebagian besar berasal dari modal pribadi pengrajin sebanyak 71,1% responden, c) tenaga kerja kebanyakan berasal dari dalam desa sendiri sebanyak 81,3% responden, d) pemasaran dengan cara menjual barang melalui perantara atau pesanan sebanyak 61% responden, e) pendapatan pengrajin rata-rata sebesar Rp. 600.000 ? 1.500.000 sebanyak 59,9% responden. Strategi eksis yang dipakai oleh pengrajin yaitu dengan memaksimalkan jaringan pemasaran yang sudah ada dan membuat inovasi baru gerabah sebanyak 69,4% responden, kondisi lingkungan fisik bahan baku tanah liat di bantaran sungai Bengawan Solo dan lahan milik perhutani mengalami erosi dan longsor sehingga menghilangkan dua lapisan tanah yaitu lapisan tanah atas (topsoil) dan lapisan tanah bawah (subsoil) yang akan berpengaruh pada kesuburan tanah. Akan tetapi masyarakat tetap memiliki upaya menjaga kondisi lingkungan fisik agar tetap terjaga salah satunya dengan mempertahankan tradisi mengambil tanah liat secukupnya dengan tetap mengunakan cara tradisional dan melakukan penanaman pohon.Kata Kunci : eksistensi industri, strategi eksis, kondisi lingkungan fisik

Page 1 of 3 | Total Record : 25