cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 21 Documents clear
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN KAPASAN-KENJERAN KOTA SURABAYA PRATIWI, DIAH; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Surabaya mempunyai mobilitas yang tinggi dengan berbagai kegiatan maka dari itu Surabaya mempunyai permasalahan yang sama dengan kota besar yang lain yaitu kemacetan. Salah satu daerah yang padat mobilitas di Surabaya adalah ruas Jalan Kapasan-Kenjeran. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui faktor penyebab kemacetan di jalan Kapasan dan Kenjeran, 2) menganalisis kemacetan dengan pendekatan geografi.Penelitian ini berjenis penelitian survei. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional. Lokasi penelitian dilaksanakan di Ruas Jalan Kapasan-Kenjeran. Penentuan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data observasi di lapangan dengan survei total counting menggunakan alat hand counter dan survei kebisingan menggunakan Decibel10th berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. KEP-48 / MENLH / 11/1996Hasil dari penelitian menunjukan bahwa di Jalan Kenjeran memiliki kapasitas jalan normal 2359,8 smp/jam tetapi pada hari senin dan rabu yang merupakan hari kerja dan hari masuk sekolah smp jalan Kenjeran tertinggi mencapai 4495.39 smp/jam. Jalan Kapasan memiliki kapasitas normal 2010,2 smp jam. Pengguna jalan mayoritas bergerak dari arah Jembatan Suramadu atau dari arah Pulau Madura menuju Kota Surabaya atau Sidotopo. Ruas Jalan Kapasan mayoritas pengguna jalan bergerak dari arah Surabaya menuju Pulau Madura. Sedangkan Ruas Jalan Kenjeran ada keberagaman tujuan karena ruas jalan ini merupakan jalan penghubung menuju Tol Perak. Penyebab kemacetan di Ruas Jalan Kapasan dan Jalan Kenjeran adalah 1)Pengguna jalan yang menggunakan bahu jalan untuk parkir, 2)Bongkar muat yang dilakukan pedagang disekitar Ruas Jalan Kapasan-Kenjeran,3)Bertambahnya kendaraan pribadi setiap tahunnya membuat volume kendaraan tidak sesuai dengan kapasitas jalan. Kemacetan menyebabkan kebisingan di sekitar Jalan Kapasan dan Kenjeran berdasarkan rata-rata 4 hari adalah 75,41 dB dan 78,1 dBKata kunci: Kemacetan,analisis geografi, kebisingan
KAJIAN KEBERADAAN INDUSTRI BATU BATA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEKERJA DAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO LAKSAWANA MUZAKKI, YUNAN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri batu bata merupakan industri kerajinan rumah tangga yang menggunakan proses cukup sederhana, modal relatif rendah, dan bahan bakunya adalah tanah. Jumlah industri batu bata di Kecamatan Trowulan yang menggali tanah ada 197 unit dengan 267 pekerja lebih banyak dibandingkan dengan industri yang mendatangkan tanah ada 105 unit dengan 143 pekerja. Akitivitas industri dalam kondisi non fisik mengakibatkan penambahan pendapatan pekerja dan perubahan mata pencaharian sedangkan dalam kondisi fisik mengakibatkan hilangnya Top soil, karena kedalaman galiannya mencapai 1 - 2 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pekerja dan lingkungan yang diakibatkan industri batu bata di Kecamatan Trowulan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Trowulan dengan populasi 267 pekerja dan melibatkan 80 responden yang terdiri dari 10 responden pengusaha/pemilik industri batu bata dan 70 responden pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling stratified dengan mempertimbakan jumlah responden pekerja yang menggali tanah disetiap wilayah desa, dan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pekerja industri batu bata di Kecamatan Trowulan berada dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mojokerto (3.851.983,38). Pendapatan pekerja ditentukan dalam tiga sistem upah; Sistem mingguan terdapat 36 (51,4%) pekerja mendapatkan upah Rp. 200.000 ? Rp. 249.000 sebanyak 21 (58,3%). Sistem bulanan terdapat 10 (14,3%) pekerja mendapatkan upah Rp. 800.000 ? Rp. 849.000 sebanyak 5 (50%). Sistem borongan terdapat 24 (34,3%) pekerja mendapatkan upah Rp. 2.500.000 ? Rp. 2.900.000 sebanyak 10 (41%). Pekerja industri batu bata berkerja selama 11 ? 20 tahun sebanyak 38 (54,3%). Mayoritas pekerja berstatus sampingan sebanyak 52 (74,3%). Kondisi penurunan lapisan permukaan tanah/hilangnya top soil seluas 15.685 m2 dengan kedalaman rata-rata 1,25 meter.Kata kunci: Industri Batu Bata, Kondisi, Sosial Ekonomi, Lingkungan
KAJIAN KONDISI FISIK, KONDISI SOSIAL DAN KONDISI EKONOMI DI PERMUKIMAN KUMUH KAMPUNG 1001 MALAM, DUPAK, KREMBANGAN, KOTA SURABAYA HASNA FADILLA, SARAH; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPermukiman kumuh di perkotaan telah menimbulkan dampak pada peningkatan frekuensi bencana di perkotaan. Pemilihan tempat atau lokasi penelitian ini didasari oleh kondisi permukiman yang ada, dimana kondisi permukiman ini tergolong ilegal untuk ditempati. Kurangnya lahan dan banyaknya pendatang mengakibatkan permukiman tersebut menjadi semakin padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik, kondisi sosial dan kondisi ekonomi yang ada di permukiman Kampung 1001 Malam, faktor bertahan masyarakat tinggal di permukiman kumuh dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi permukiman kumuh di Kampung 1001 Malam.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan subyek penelitian dengan jumlah 171 Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dari instansi terkait. Data yang diperoleh diolah menggunakan pendekatan deskriptif dengan cara penskoran dan prosentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman kumuh di Kampung 1001 Malam yaitu kurang layak sebanyak 71%, permukiman dengan kategori tidak layak sebanyak 12% dan permukiman dengan kategori layak yaitu sebanyak 17%, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kondisi permukiman di kawasan tersebut kurang layak untuk ditempati. Hasil penelitian mengenai faktor-faktor bertahan masyarakat di permukiman kumuh Kampung 1001 Malam, mayoritas mereka memiliki pandangan bahwa tinggal di permukiman kumuh karena harga rumah relatif murah yaitu sebanyak 80%. Upaya dari pemerintah setempat baik kedinasan maupun instansi terkait mengenai penanganan di permukiman kumuh Kampung 1001 Malam, mereka mengakui bahwa belum mengetahui lokasi tersebut dan upaya dari penduduk setempat untuk tidak menutup diri dari lingkungan dan potensi jaringan yang mungkin dapat terbentuk, mempererat hubungan meskipun berasal dari daerah atau kelompok yang berbeda maupun memiliki persamaan.Kata Kunci : Permukiman, Permukiman Kumuh, Kondisi Fisik, Kondisi Sosial dan Kondisi Ekonomi
KEHILANGAN TANAH PENUTUP DI AREA TANGKAPAN HUJAN KAWASAN MATA AIR KARST GOA GREMENG KECAMATAN PONJONG, KABUPATEN GUNUNGKIDUL HARIYANTO, SETIYAWAN; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKawasan karst rentan terhadap pencemaran khususnya pencemaran air baah tanah. Air yang berada pada sungai bawah tanah di lindungi oleh lapisan tanah yang menumpang pada batuan kapur. Tanah yang berada di daerah karst memiliki solum yang tipis. Erosi merupakan faktor utama bagi hilangnya tanah yang berada di daerah karst, tentunya erosi harus diperhatikan lebih lanjut guna untuk melestarikan tanah yang berada di daerah karst. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar erosi dan sebaran erosi yang terjadi pada daerah tangkapan hujan mata air karst Goa Gremeng yang berada di kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Objek yang diteliti adalah tanah di area tanah di area tangkapan hujan Goa Gremeng. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi lapangan dan pengambilan sampel tanah pada box plot. Teknik analisis data menggunakan hitungan matematis rumus erosi pada QGis.Hasil penelitian menunjukan bahwa besar erosi pada kelerengan 8? adalah 3,6 Kg/ha/thn, kelerengan 18? adalah 54,4 Kg/Ha/thn, dan kelerengan 27? adalah 4,6 Kg/Ha/thn. Sebaran erosi banyak terjadi pada kelereng 18? dan paling kecil pada kelerengan 27? karena pada kelerengan 27? memiliki lapisan tanah yang tipis. Secara umum seluruh daerah tankapan hujan memiliki erosi sebesar 62,7 Kg/Ha/Thn. Menurut klasiikasi erosi Departemen Kehutanan (1986) besaran erosi tersebut masuk pada klasifikasi sangat ringan.Kata Kunci: Tanah, Erosi, Tangkapan Hujan.
ANALISIS PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI SWP V KABUPATEN LAMONGAN IRWANSAH, ADE; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenetapan Sentra Kawasan Agropolitan di Kabupaten Lamongan. Peraturan Daerah Kabupaten LamonganNomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tataruang Wilayah Kabupaten Lamongan Tahun 2011-2031 dalampengembangan kawasan Agropolitan berada di wilayah selatan. Kawasan pengembangan agropolitan terletak diKecamatan Ngimbang, Kecamatan Sambeng, Kecamatan Sukorame, Kecamatan Bluluk, Kecamatan Modo, danKecamatan Mantup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dan ketersediaan lahan dan menentukanarahan pengembangan komoditas unggulan dalam konsep pengembangan kawasan agropolitan.Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskripktif kuantitatif. Teknik pengumpulan data padapenelitian ini meliputi observasi, dan study literatur. Data yang terhimpun dianalisis dengan metode matching: (1)antara karakteristik lahan dengan syarat tumbuh tanaman komoditas unggulan; (2) analisis komoditas unggulan disetiap kecamatan menggunakan metode LQ ; (3) hierarki wilayah dengan metode skalogram.Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecamatan Ngimbang menjadi pusat agropolitan di Satuan WilayahPembangunan (SWP) V Kabupaten Lamongan karena memiliki jumlah infrastruktur yang paling tinggi. Evaluasikesesuaian lahan dan ketersediaan lahan menghasilkan arahan pengembangan wilayah 1) Kecamatan Mantup terdapatkomoditas unggulan tanaman kedelai seluas 5864.11 ha, 2) Kecamatan Modo terdapat komoditas unggulan tanamanpadi seluas 5755.5 ha, 3) Kecamatan Ngimbang terdapat komoditas jagung seluas 4888.14 ha, 4) Kecamatan Sambengkeempat terdapat komoditas unggulan jagung seluas 4888.14 ha dan 4730.17 ha, 5) Kecamatan Bluluk terdapatkomoditas unggulan tembakau seluas 3097.01 ha dan 6) Kecamatan Sukorame terdapat komoditas unggulan jagungseluas 1716.69 ha.Kata Kunci : Kesesuaian lahan, Kesesuaian wilayah, Agropolitan, Komoditas unggulan
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL SURABAYA-MOJOKERTO TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA BEBEKAN KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO FERDINI HADIYANTI, ANGGIA; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangunan infrastruktur Jalan Tol Surabaya-Mojokerto merupakan salah satu langkah penting yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan. Pembangunan ini mengakibatkan perubahan kondisi geografis Desa Bebekan Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Perubahan kondisi geografis ini akan mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar area pembangunan jalan tol yang lahannya tergusur. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Desa Bebekan Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei yang dilaksanakan di wilayah Desa Bebekan Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo dengan populasi sebanyak 269 kepala keluarga dan melibatkan 71 responden. Teknik pengambilan sampel tersebut menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan jumlah kepala keluarga yang tergusur karena pembangunan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto dan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan masyarakat Desa Bebekan mengalami perubahan sesudah adanya pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto. Masyarakat tidak lagi melakukan kegiatan gotong royong sebanyak 84,51% atau 60 responden, tidak lagi melakukan kegiatan kerja bakti sebanyak 85,92% atau 61 responden, dan tetap melakukan kegiatan silaturahmi sebanyak 57,75% atau 41 responden, serta tidak lagi melakukan kegiatan memenuhi undangan sebanyak 52,11% atau 37 responden. Sikap masyarakat terhadap pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto paling banyak ialah tanggapan positif yaitu sebesar 87,32% atau 62 responden yang setuju terhadap adanya pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto. Pendapatan masyarakat Desa Bebekan tidak mengalami perubahan akibat adanya pembangunan jalan tol Surabaya-Mojokerto sebanyak 100% atau 71 responden. Tingkat kesejahteraan masyarakat tidak mengalami perubahan sebanyak 90,14% atau 64 responden.Kata kunci: Infrastruktur, pembangunan jalan tol, dampak sosial ekonomi
ANALISIS PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) ALTERNATIF KECAMATAN WATES KABUPATEN KEDIRI REZA JONATAN, ONGY; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSampah di kehidupan manusia dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Kecamatan Wates sebagai pusat perekonomian masyarakat sehingga memicu pemerintah untuk membangun Tempat Pembuangan Akhir (terpadu) di Kecamatan Wates untuk menanggulangi sampah yang semakin banyak dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar Kecamatan Wates. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Kesesuaian lahan tempat pembuangan akhir terhadap lingkungan di Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. 2) Proyeksi TPA (tempat pembuangan akhir) untuk 5 tahun kedepan di Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. 3) Lokasi alternatif pembangunan TPA.Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian cross sectional dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan yaitu metode survey. Pengambilan sampel akan disesuaikan dengan Peta Satuan Lahan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis overlay dan proyeksi timbunan sampah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil overlay dan matriks kesesuaian TPA yang sudah ada tidak sesuai dan seharusnya tidak bileh dibangun TPA. 2) Perhitungan proyeksi Kebutuhan lahan di kecamatan Wates yang didapat sangat besar yaitu 445.469,27 m2 dan mengganggu keberadaan lahan produktif. 3) Kecamatan Wates tidak bisa dipakai untuk tempat pembuangan akhir karena 3 dari 5 kesuaian yang ada di matriks kesesuaian mengatakan tidak sesuai.Kata Kunci: sampah, pembuangan sampah, analisis sampah
DAMPAK LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI DESA KEJAGAN KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO BAGUS IBRAHIM, DIAN; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIndustri pengolahan sampah plastik ini menyebabkan pencemaran lingkungan, yaitu pencemaran air sungai desa Kejagan yang diakibatkan oleh pembuangan air limbah secara langsung ke badan air sungai dan kebisingan yang disebabkan oleh proses penggilingan. Tujuannya adalah mengetahui nilai DHL, suhu, BOD5, COD, TS, PH, minyak dan lemak pada badan air sungai yang menjadi tempat pembuangan limbah industri pengolahan sampah dan menganalisis pengaruh kualitas air sungai terhadap pertanian sawah.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dengan pengambilan sampel secara terpilih atau purposive sample yang terdiri dari 5 titik lokasi pengambilan sampel dan sungai Desa Kejagan merupakan populasi dari penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah diskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil uji laboratorium dengan baku mutu air limbah golongan IV Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran AirHasil penelitian ini menunjukan bahwa pada titik pengambilan 1 semua parameter sesuai baku mutu air limbah golongan IV Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, pada titik pengambilan 2 parameter BOD5melebihi baku mutu air limbah golongan IV Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air sebesar 15,13 mg/L dari baku mutu sebesar 12 mg/L, pada titik pengambilan 3 semua parameter sesuai baku mutu air limbah golongan IV Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.Pada titik pengambilan 4 semua parameter sesuai baku mutu air limbah golongan IV Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air sehinga tidak mempengaruhi kualitas air irigasi pertanian, pada titik pengambilan 5 semua parameter sesuai baku mutu air limbah golongan IV Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran AirKata Kunci : Limbah Industri, Sampah Plastik,Kualitas Air.
KAJIAN TENTANG OBJEK WISATA ORI GREEN DI DESA SENDANG KECAMATAN SENDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG KHUSNUL KHOTIMAH, INAZ; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakOri Green adalah salah satu obyek wisata buatan yang terletak di bagian utara Kabupaten Tulungagung. Ori Green dibuka untuk umum mulai bulan Juni 2018, bersamaan dengan obyek wisata buatan lain yaitu Cowindo. Setelah setengah tahun dibuka, Ori Green memiliki jumlah pengunjung yang jauh lebih banyak daripada Cowindo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik Ori Green yang meliputi atraksi wisata, aksesibilitas dan fasilitas. Atraksi wisata mencakup pemandangan alam, waterboom, kolam renang, taman edukasi, wahana permainan dan aquarium. Aksesibilitas mencakup kondisi jalan, jarak dari pusat kota, alat transportasi umum, biaya dan waktu, sedangakan fasilitas mencakup area parker, toilet dan kamar mandi, Ori Green Hall, angkutan wisata, ruang kesehatan, pendhopo, tempat makan, gazebo, pujasera, free wifi, pusat informasi, tempat sampah dan musholla.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survey. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara berupa kuesioner dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yaitu mengumpulkan dan mengolah data sampel secara acak dengan jumlah responden 99 orang. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kondisi atraksi wisata di Ori Green 58,02% responden menyatakan cukup baik. Tentang aksesibilitas di Ori Green 47,31% responden menyatakan cukup baik, dan fasilitas di Ori Green 57,74% responden menyatakan cukup baik. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan di Ori Green dengan memperbaiki infrastruktur jalan menuju Ori Green dan penyediaan alat transportasi umum.Kata Kunci : Atraksi wisata, aksesibilitas, fasilitas
KAJIAN KARAKTERISTIK DAN MOBILITAS PEKERJA PENGGUNA KERETA KOMUTER SURABAYA-LAMONGAN BACHTIAR MUSLICH, MOHAMAD; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMobilitas merupakan suatu gerakan berpindah-pindah. Sedangkan dalam konteks manusia, mobilitas adalah suatu pergerakan atau perpindahan yang terjadi untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Mobilitas didasari berbagai macam motivasi salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Kota Surabaya memiliki daya tarik besar bagi penduduk daerah sekitarnya untuk melakukan mobilitas menuju Kota Surabaya dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti terhadap dua puluh orang penumpang Kereta Komuter Surabaya-Lamongan, diketahui bahwa sebanyak enam belas penumpang atau sebesar 80% merupakan pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) mengkaji karakteristik pekerja pengguna Kereta Komuter Surabaya-Lamongan, dan (2) mengkaji mobilitas pekerja pengguna Kereta Komuter Surabaya-Lamongan.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pengguna Kereta Komuter Surabaya-Lamongan. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampel aksidental dengan jumlah sampel ditentukan sebanyak 100 yang dinilai mampu mewakili karakteristik seluruh populasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan pekerja paling banyak berstatus sebagai karyawan dengan karakteristik usia berada pada rentang usia produktif dengan dominasi usia 24-28 tahun. Tingkat pendidikan paling banyak jenjang SMA, penghasilan 2-4 juta setiap bulan dengan tanggungan keluarga sebanyak 2 orang. Lebih dari separuh pekerja merupakan pekerja penglaju yang melakukan migrasi secara sirkuler. Sebagian besar pekerja berasal dari Kecamatan Lamongan dan berangkat dari Stasiun Lamongan. Sedangkan tempat tujuan bekerja paling banyak menuju Kecamatan Bubutan dan turun di Stasiun Surabaya Pasar Turi.Kata kunci : mobilitas, pekerja, komuter

Page 2 of 3 | Total Record : 21