cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS MAN BABAT LAMONGAN ROSA, ILIYA
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN TERHADAP DAERAH ASAL, MOTIVASI PENGUNJUNG DAN FASILITAS PENUNJANG OBJEK WISATA RELIGI MAKAM KH. ABDURRAHMAN WAHID DI KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG MULYANI, SRI
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang memiliki potensi untuk maju dan berkembang dalam sektor pariwisata. Pada tahun 2011, pariwisata di Indonesia menempati urutan ke lima dalam hal penerimaan devisa setelah komoditi minyak dan gas bumi, batu bara, minyak kelapa sawit, serta karet olahan. Di Jawa, terdapat tour wisata Religi Wali Songo yang merupakan sembilan tokoh bersejarah yang turut andil dalam persebaran Islam. KH. Abdurrahman Wahid adalah mantan presiden Indonesia yang berasal dari Jombang. Beliau wafat pada tahun 2009 dan para penyelenggara tour wisata religi Wali Songo menambahkan Makam KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur sebagai paket tour wisata religi Wali Songo. Hal ini menjadikan makam Gus Dur selalu ramai dikunjungi peziarah. Jumlah wisatawannya selalu lebih tinggi daripada objek wisata lainnya di Jombang meskipun objek wisata makam Gus Dur tergolong baru. Jumlah wisatawan yang datang ke makam Gus Dur tercatat mulai tahun 2011 hingga 2015 selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sampel penelitian ini sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus populasi tidak terbatas. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan Persentase yang dilengkapi dengan penjelasan secara kualitatif, dan teknik analisis skoring untuk menganalisis variabel fasilitas penunjang. Hasil penelitian menunjukkan pengunjung makam Gus Dur sebanyak 44,8% berasal dari luar Kabupaten Jombang dalam Provinsi Jawa Timur. Motivasi pengunjung sebanyak 67,7% adalah untuk melakukan ziarah, namun dalam kegiatan berziarah 73,3% pengunjung menyelipkan doa khusus untuk dirinya sendiri atau harapannya agar terkabul. Pengunjung memanjatkan doa kepada Tuhan dan meyakini bahwa berdoa di tempat Gus Dur, doa mereka lebih mustajabah dan akan terkabul. Pengunjung yang berziarah ke makam Gus Dur yaitu 20% berharap mendapatkan barokah setelah melakukan ziarah. Barokah menurut responden adalah mendapatkan kebaikan berupa lahir ataupun batin. Pengunjung makam Gus Dur tetap menyebutkan bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk mendoakan Gus Dur atau berziarah meskipun kedatangannya dengan menyelipkan doa khusus dan berharap barokah. Kondisi fasilitas penunjang di kawasan objek wisata religi makam Gus Dur sebagian besar dalam kondisi sangat baik dan memadai sehingga memenuhi kebutuhan pengunjung Kata kunci : Daerah Asal, Motivasi, Fasilitas Pengunjang            
PENGARUH STATUS SOSIAL, EKONOMI TERHADAP PARTISIPASI PASANGAN USIA SUBUR DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN SUKOMANUNGGAL KOTA SURABAYA ALFIATUS JARROH, FARI
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pencapaian program KB di Kecamatan Sukomanunggal masih kurang optimal bila dilihat dari jumlah pasangan usia subur dalam 3 tahun terakhir yang jumlahnya terus meningkat yang tidak diimbangi dengan naiknya jumlah akseptor KB yang seharusnya juga terus meningkat. Berdasarkan data dari BPS prevalensi semakin menurun setiap tahunnya, dan di tahun 2014 pravalensinya paling kecil, jika dibandingkan dengan Kecamatan - Kecamatan lain di Kota Surabaya yaitu sebesar 72%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh status sosial terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program KB di Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya, pengaruh status ekonomi terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program KB di Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya, dan pengaruh status sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program KB di Kecamatan Sukomanunggal Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah survey dengan analisis Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang berstatus menikah sebesar 12.696 jiwa. Sampel dalam penelitian ini sebesar 100 responden yang ditentukan dengan Purposive Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara yang berpedoman kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan program SPSS versi 21 dan teknik analisis data menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian dengan uji chi square menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan nilai (p = 0,023), tingkat pengetahuan dengan nilai (p = 0,000) dan tingkat pendapatan dengan nilai (p = 0,002) terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program KB di Kecamatan Sukomanunggal. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara jumlah anak dengan nilai (p = 0,219) dan status pekerjaan dengan nilai (p = 0,102) terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program KB di Kecamatan Sukomanunggal. Hasil analisis dengan uji regresi logistik berganda faktor yang paling berpengaruh terhadap partisipasi pasangan usia subur dalam program KB adalah tingkat pengetahuan dengan nilai (p = 0,006). Kata Kunci : keluarga berencana, status sosial, status ekonomi Abstract The achievement of family planning programs in the Sukomanunggal sub District was still less than optimal referring to the number of spouses with fertility age in the last 3 years, that  increased but  the number family planning acceptors did not increase as it should be. Based on data from Central Bureau of Statistics, the prevalence has declined each year, and in 2014 the prevalence was very small, if compared with other sub-district in the city of Surabaya, that was 72%. The purpose of this study was to analyze the influence of social status on the participation of spouses with fertility age in family planning programs in Sukomanunggal sub District, Surabaya, to analyze the effect of economic status on the participation of spouses with  fertility age in family planning programs in Sukomanunggal sub District, and to analyze the influence of socioeconomic status as the most influential of participation of  spouses with fertility age in family planning programs in Sukomanunggal sub District Surabaya. The design of this research was a survey with analysis of Cross Sectional Study. The populations in this study were 12.696 spouses with fertile age who were married. The sample of 100 respondents was determined by purposive sampling. Data were collected by interviews in the form of questionnaire and documentation. Data analysis technique used SPSS version 21 with chi-square test and Multiple Logistic Regression Test. The result showed that there was a significant relationship between level of education and the value (p = 0.023), the level of knowledge with values ??(p = 0.000) and the level of income with the value (p = 0.002) on the participation of spouses with fertile age in the family planning programs in Sukomanunggal Subdistrict. There was no significant relationship between the number of children with values ??(p = 0.219) and employment status with the value (p = 0.102) on the participation of spouses with fertile age in family planning programs in the Sukomanunggal Subdistrict. The results of the analysis with logistic regression test remained with Multiple factor had a significant influence on the participation of spouses with fertile age in the family planning programs is the level of knowledge with values (p = 0.006). Keywords : family planning programs, social status, economic status
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI POKOK PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMAN 4 SIDOARJO TAHUN AJARAN 2016/2017 HENDRA KUSUMA, KUSWANTO
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di SMAN 4 Sidoarjo dapat diketahui bahwa pembelajaran di sekolah masih menggunakan pakem geografi peminatan ilmu - ilmu sosial untuk SMA/MA kelas X masih terdapat kekurangan diantaranya: kurangnya contoh  -  contoh yang mendukung penjelasan tentang materi tersebut, dalam buku ajar gambar  -  gambar yang menunjang pembelajaran dirasa kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana kelayakan modul berbasis kontekstual pada pembelajaran geografi khususnya materi pengetahuan dasar geografi. 2) Respon siswa terhadap modul berbasis kontekstual 3) Perbedaan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4D  (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol dilakukan dengan memberikan pre test kepada seluruh kelas X IPS. Teknik pengumpulan data menggunakan angket validasi dan angket siswa serta menggunakan tes. Pengembangan dilakukan dengan uji validasi oleh ahli media/materi, bahasa, serta perangkat pembelajaran. Respon siswa dianalisis dengan menggunakan lembar angket respon siswa terhadap modul kontekstual. Hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji  t. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: 1) Modul berbasis kontekstual yang telah dikembangkan mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media / materi berdasarkan kelayakan isi sebesar 84,37%, kelayakan penyajian seebesar 87,5%, kelayakan kegrafisan sebesar 80,5%, sementara menurut ahli bahasa mendapatkan nilai persentase sebesar 75%. 2) Respon siswa terhadap modul kontekstual menunjukkan nilai sangat baik dengan persentase sebesar 93,57%. 3) Hasil belajar melalui uji t dengan uji independen sample t  test menunjukkan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol bahwa modul berbasis kontekstual layak dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar dengan rata - rata kelas eksperimen 86,25%, sedangkan kelas  kontrol 79,68%.   Kata kunci: Pengembangan bahan ajar, Modul Berbasis Kontekstual, Hasil Belajar.   Abstract The observation result conducted at SMAN 4 Sidoarjoshowed that teaching learning processstill used  geography based on proclivity of social science fortenth grade class whichhad some weakness, such as;the supporting examples for materials were lessand the book to convey material was lack of pictures. This researchaimed to know: 1)  How properness of  contextual based module on teaching geography, especiallybasic geography material. 2) The students  responses. 3) The difference of students’ achievement  in experimental  class and controlled clas. This research wasresearch developmentusing 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The subjects of this reseach were X IPS 2 as experimental class and X IPS 3 as controll class  where a pretest was conducted to the entire class X IPS. Thedata were collected using validating questionnaires and students questionnaire andtests. The development was done using validity test by expert of meida /material, language and teaching learning setStudents’ responses were analyzed usingquestionnaire sheet to contextual modules. The students’ achivment was analysed using t test. The research found that: 1) the developed contextual based modulewas 84,37 % for the properness of  content87,5 % for properness of  presentationand 80,5 % for properness of  graphicalaccording to the material expert. while, it was 75 % according to language expert. 2) Students’ responses about contextual based module were very good about 93,57%. 3) Students’ learning achievementtested using t  test and Independent Sample t test showed that there weresignificant differences between an experimental class and controllclass. therefore,  It can be concluded thatcontextual based module is proper and effective for improving students’ learning achievement with mean of 82,85 % in experimental class while 59,37% in control class.   Keywords: Development Teaching Material, contextual based module were, Students Achievement.
PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS LITERASI GEOGRAFI PADA KD 3.7 MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAM DI KELAS X IIS SMA NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO WINANDA SARI, SEPTI
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan indeks nasional, tingkat minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001, sedangkan rata - rata indeks tingkat minat baca di negara - negara maju berkisar antara 0,45 hingga 0,62. Hasil survei  UNESCO pada 2011, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001% (El Fikri, 2015:1). Menindaklanjuti permasalahan tersebut, diterbitkanlah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) di sekolah diantaranya pembiasaan mengembangkan potensi diri peserta didik secara utuh. Program ini terdiri dari tiga tahapan yakni, penumbuhan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan, dan yang meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan LKS siswa  yang layak, mendeskripsikan respon siswa terhadap LKS berbasis literasi geografi dan mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan LKS berbasis literasi geografi. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (R&D) mengacu pada model ADDIE. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan lembar kegiatan siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas X IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IIS 2 sebagai kelas kontrol di SMA Negeri 1 Taman. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi RPP, lembar validasi bahan ajar dan materi, tes hasil belajar (pre test, post test), angket respon siswa, serta lembar kegiatan siswa berbasis literasi geografi.  Hasil penelitian menunjukkan LKS berbasis literasi geografi sangat layak dijadikan sebagai bahan ajar geografi pada materi Menganalisis Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam. Penilaian ahli bahan ajar di lihat dari segi kelayakan kegrafikan sebesar 96%, segi kelayakan tampilan sebesar 90%, segi kelayakan bahasa sebesar 90%. Penilaian ahli materi dari segi kelayakan isi sebesar 85,71%. Respon siswa kelas eksperimen setelah diberikan pembelajaran dengan menggunakan LKS Berbasis Literasi Geografi sebagian besar memberikan respon yang baik dengan penilaian dalam segi tampilan sebesar 96,57%, segi materi sebesar 95,92%, segi penggunaan bahasa sebesar 94,29%, serta aspek manfaat LKS  sebesar 89,52%. Hasil belajar antara kelas eksperimen memiliki rata - rata nilai pre test dan post test sebesar 54,06 dan 88,06. Hasil belajar kelas kontrol  memiliki rata - rata nilai pre test dan post test sebesar 62,65 dan 80,71. Hasil nilai pre test dan post test terdapat perbedaan hasil belajar sebesar 34 di kelas eksperimen dan kelas kontrol 18,06. Kata Kunci : Kelayakan, Respon, Hasil Belajar, LKS  Berbasis Literasi Geografi   Abstract Based on national index, reading interest level of Indonesia people is around 0,001, whereas average of reading interest level in developed countries is around 0,45 to 0,62.UNESCO Survey result also shows that reading interest of indonesia people is equal to 0,001% (El Fikri, 2015). Ministry of Education and Cultures published policy number 23 in the year of 2015 about the emergence of good character at schools, such as elaboration of self potential completely. This program consisted of three phases, they are; to grow reading interest, to increase literacy capability through book improvement, and to escalate literacy capability in all lessons. This reasearch aimed to expand proper student worksheet, to describe students’ response and to know the difference of learning result using geographical literacy. This research used Research and Development (R&D) refering to ADDIE model. The type of this research was student worksheet development. The subject of this research were student of X IIS 1 class as an experimental class and  students of X IIS 2 class as a control class. The researcher used some intruments, such as lesson plan validation sheet, teaching material validation sheet, pre test and post test sheet, questionnaire, and geographical literacy student worksheet. The result of this research showed that Geography literacy worksheet was very eligible in using as geography teaching material especially in Analysis of Natural Disaster Mitigation and Adaptation material. The assement result  teaching material expertise showed that result of  student worksheet graph eligibility value was 96%, display eligibility value was 90%, and language eligibility value was 90%. The result of assement by subject expertise showed that eligibility of worksheet content was 85,71%. Student response in class X IIS 1 as experimental class after study showed that all of student had a good response and had  display criteria  value  of 96,57%, worksheet present value was 95,92%, language criteria value  was 94,92%, and worksheet beneficial criteria value for the student 89,52%. Experimental class pre test and post test average value was 54,06 and 88,06. Control class had pre test and post test average value was 62,65 and 80,71. From the result above, it shows that there are differences between pre test and post test value of experimental class and control class 34 in experimental class, and 18,06 in control class. Keywords: Eligibility, Responses, Learning Outcome, Geography Literacy Student Worksheet
ANALISIS TINGKAT KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA KENONGOREJO KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN NGAWI PRATIWI, ROSIANA
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kenongorejo salah satu desa yang ada di Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi yang mempunyai topografi perbukitan dan merupakan desa yang terletak di zona pegunungan kapur Kendeng. Topografi yang berbukit dan tanan kapur menyebabkan lahan sawah hanya 12% dari luas wilayah desa. Sempitnya lahan sawah mengakibatkan hasil produksi atau hasil panen padi tidak bisa maksimal dan waktu panen padi di Desa Kenongorejo hanya 1x saja. Keadaan tersebut tentu akan sangat mempengaruhi kemandirian pangan dan ketahanan pangan dearah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemandirian pangan Desa Kenongorejo dan mengetahui ketahanan pangan rumah tangga petani Desa Kenongorejo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1912 petani dengan jumlah sampel sebesar 95 responden. Metode pengumpulan data  menggunakan metode wawancara dengan kuisioner, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini di Desa Kenongorejo Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Penggunaan sumber datanya adalah data primer yang terdiri dari luas lahan, hasil panen, penghasilan, pengeluaran, pendapatan, konsumsi dan ketersediaan. Data sekundernya yaitu data Monografi Desa Kenongorejo dan Kecamatan Bringin, Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah Kabupaten Ngawi. Berdasarkan hasil analisis Desa Kenongorejo merupakan wilayah dengan swasembada on trend, dimana hasil panen dengan jumlah 6.797 kw beras tidak dapat memenuhi jumlah konsumsi penduduk secara keseluruhan yaitu sebesar 7.365 kw. Ketidakmampuan jumlah panen untuk memenuhi seluruh konsumsi penduduk desa disebabkan lahan sawah di Desa Kenongorejo terbatas dan sawah hanya mendapatkan pengairan dari air hujan saja. Pemenuhan kekurangan konsumsi, penduduk harus membeli beras dari wilayah lain. Kondisi kemandirian pangan di Desa Kenongorejo dapat diatasi apabila penduduk dapat menggunakan bahan pangan lain selain beras. Ketahanan pangan rumah tangga petani dalam penelitian ini ditentukan oleh konsumsi energi dan ketersediaan energi. Konsumsi energi responden masih di bawah standar sedangkan untuk ketersediaan energi sudah bisa memenuhi standar ketersediaan energi. Keadaan tersebut mengakibatkan ketahanan rumah tangga petani di Desa Kenongorejo rata - rata masih dalam katagori rentan pangan. Rumah tangga rentan pangan di Desa Kenongorejo disebabkan kurangnya kesadaran penduduk mengenai konsumsi pangan sehari - hari tanpa memperhatikan kecukupan gizi dari makanan yang dimakan. Kata kunci : Kemandirian pangan, ketahanan pangan, konsumsi.
EKSISTENSI INDUSTRI BATU BATA DI KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO ARIYANTI, DEVITA
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kutorejo adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Kutorejo adalah sentra industri batu bata di Mojokerto ke dua setelah Kecamatan Trowulan, wilayah ini memproduksi batu bata sejak jaman dahulu kala, bahan baku yang digunakan untuk membuat batu bata adalah tanah liat dari lahan pertanian. Lahan pertanian yang digunakan untuk membuat batu bata sudah mulai habis sehingga industri batu bata di Kecamatan Kutorejo semakin lama semakin sedikit.  Pengrajin batu bata masih ada yang tetap bertahan,dapat diketahui pada tahun 2015 masih ada 411 pengrajin industri batu bata di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Kebutuhan untuk membuat batu bata semakin mahal, bahan baku mulai membeli dari wilayah lain, tenaga kerja yang dihasilkan harus mengambil dari wilayah lain serta pemasaran batu bata di pasarkan ke wilayah lain, dengan semakin meningkatnya kebutuhan untuk modal batu bata yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pendapatan membuat batu bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi industri batu bata di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto, cara bertahan di industri batu bata serta pola persebaran industri batu bata di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi sebesar 411 pengrajin batu bata. Jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 80 responden.Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan proporsional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi industri batu bata di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto diperoleh dari bahan baku sebesar 62%, modal 75%, tenaga kerja sebesar 75%, pemasaran sebesar 75% dan pendapatan sebesar Rp.1.000.000 - Rp. 3.754.999 dalam 1 kali produksi sekitar 1,5 bulan, cara mempertahankan Industri batu bata dengan cara membeli bahan baku dari wilayah lain, meminjam modal kepada bank dan di daerah sekitar, tenaga kerja mencari di luar wilayah, pemasarannya di luar kecamatan. Pola persebaran industri batu bata adalah memiliki pola persebaran mengelompok dengan ketentuan nilai T = 0 yaitu Desa Karangdiyeng sebesar T = 0,21, Desa Kepuhpandak sebesar T = 0,28, Desa Singowangi sebesar T = 0,21, sedangkan Desa Wonodadi sebesar T = 0,06, sehingga dapat diketahui bahwa Kecamatan Kutorejo memiliki pola persebaran mengelompok. Pola persebaran tersebut dapat dijadikan pengrajin batu bata untuk dapat memberi informasi tentang bahan baku, tenaga kerja serta pemasaran yang dapat meningkatkan industri batu bata. Kata Kunci : Eksistensi, Industri, Pola Persebaran
PERAN INDUSTRI TAMBAK UDANG DALAM MEMBERIKAN PEKERJAAN DAN PENDAPATAN BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASANABSTRAK KECAMATAN GALIS MERUPAKAN SALAH SATU KECAMATAN DI KABUPATEN PAMEKASAN. DAERAH INI MEMILIKI LAHAN YANG LUAS DAN IKLIM YANG COCOK UNTUK BUDIDAYA UDANG SEHINGGA MEMUNGKINKAN MASYARAKAT SEKITAR IKUT TERLIBAT DAN OTOMATIS MENYEDIAKAN LAPANGAN PEKERJAAN. PENELITI TERTARIK UNTUK MENGADAKAN PENELITIAN MENGENAI PERAN INDUSTRI TAMBAK UDANG DALAM MEMBERIKAN PEKERJAAN DAN PENDA ROZIQI, AFIF
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Galis merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Daerah ini memiliki lahan yang luas dan iklim yang cocok untuk budidaya udang sehingga memungkinkan masyarakat sekitar ikut terlibat dan otomatis menyediakan lapangan pekerjaan. Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai peran industri tambak udang dalam memberikan pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat sekitar di Kecamatan Galis Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang peran industri tambak udang terhadap masyarakat sekitarnya. Subjek penelitian ini adalah desa–desa yang ada di wilayah Kecamatan Galis. Daerah yang dimaksud adalah Desa Polagan dan Desa Lembung karena hanya dua desa tersebut yang memiliki lahan tambak udang. Sampel terdiri dari 68 responden dengan sub sampel 17 orang pemilik tambak. Lokasi sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan mengelompokkan terlebih dahulu subjek penelitian menjadi 4 kelompok. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik insidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tambak udang dapat memberikan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan kepada penduduk sekitarnya sebesar 13,99% dari jumlah seluruh penduduk usia produktif di Kecamatan Galis dengan pendapatan rata–rata pekerja sebesar Rp.2.000.000 dan rata–rata mampu berkontribusi terhadap pendapatan keluarga sebesar 75% dari total pendapatan keluarga. Hasil tersebut diharapkan saling menguntungkan dan memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Masyarakat sekitar mengalami peningkatan pendapatan dan mendapat lahan pekerjaan dari adanya tambak udang, dan pihak tambak juga merasa terbantu dengan menggunakan tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya. Kata kunci : Tambak Udang, Penyerapan Tenaga Kerja, Pendapatan.
PERAN INDUSTRI TAMBAK UDANG DALAM MEMBERIKAN PEKERJAAN DAN PENDAPATAN BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN ROZIQI, AFIF
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Galis merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Daerah ini memiliki lahan yang luas dan iklim yang cocok untuk budidaya udang sehingga memungkinkan masyarakat sekitar ikut terlibat dan otomatis menyediakan lapangan pekerjaan. Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai peran industri tambak udang dalam memberikan pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat sekitar di Kecamatan Galis Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang peran industri tambak udang terhadap masyarakat sekitarnya. Subjek penelitian ini adalah desa desa yang ada di wilayah Kecamatan Galis. Daerah yang dimaksud adalah Desa Polagan dan Desa Lembung karena hanya dua desa tersebut yang memiliki lahan tambak udang. Sampel terdiri dari 68 responden dengan sub sampel 17 orang pemilik tambak. Lokasi sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan mengelompokkan terlebih dahulu subjek penelitian menjadi 4 kelompok. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik insidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tambak udang dapat memberikan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan kepada penduduk sekitarnya sebesar 13,99 persen dari jumlah seluruh penduduk usia produktif di Kecamatan Galis dengan pendapatan rata rata pekerja sebesar Rp.2.000.000 dan rata rata mampu berkontribusi terhadap pendapatan keluarga sebesar 75 persen dari total pendapatan keluarga. Hasil tersebut diharapkansaling menguntungkan dan memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Masyarakat sekitar mengalami peningkatan pendapatan dan mendapat lahan pekerjaan dari adanya tambak udang, dan pihak tambak juga merasa terbantu dengan menggunakan tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya. Kata kunci Tambak Udang, Penyerapan Tenaga Kerja, Pendapatan. Galis districts is one of the districtsin Pamekasan regency. This area has a vast land and suitable climate for shrimp cultivation so as to allow the local community involved and automatically provide jobs. Researchers interested in conducting research on the role of shrimp farming industry in providing employment and income for the local population in the district Galis Pamekasan regency. This study aims to gather information about the role of industrial shrimp farms on the surrounding community. This research subject is the villages in districts of Galis. The area in question are Polagan village and Lembung village, because there are only two villages have land shrimp ponds. The sample consisted of 68 respondents with a sub sample of 17 owners of the farm. Sample locations determined by purposive sampling by grouping the first subjects into four groups. The sample collection technique using incidental sampling technique. The results showed that the shrimp farming industry can provide employment and income to the surrounding population at 13,99 percent of the total population of productive age in the district Galis with an average income of workers amounting to Rp. 2.000.000 and the average able to contribute to revenue family of 75 percent of total family income. The results are expected to mutually beneficial and provide benefits for the two parties. Surrounding communities increased revenue and get the land the job of their shrimp farms, and the pond also find it helpful to use labor from surrounding communities. Keywords The role of shrimp farms, employment, income.
KAJIAN PERMUKIMAN KUMUH DI KAWASAN PESISIR DESA JATIREJO KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN KRISNAJAYANTI, FITRI
Swara Bhumi Vol 4, No 02 (2016): Volume 4 edisi yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan yang terjadi di kawasan pesisir Desa Jatirejo Kecamatan Lekok secara tidak langsung memberi pengaruh pada pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut. Pertumbuhan jumlah penduduk ini berpengaruh pada peningkatan kebutuhan permukiman sebagai tempat tinggal, sehingga hal tersebut tidak terlepas dari kebutuhan akan ketersediaan lahan.Pemilihan tempat/lokasi ini didasarkan pada kondisi permukiman yang ada, dimana kondisi permukiman di kawasan ini masih tergolong kurang layak dan terkesan kumuh.Penelitian ini bertujuan untuk 1)mengetahui kualitas permukiman kumuh di kawasan pesisir Desa Jatirejo,2)mengetahui faktor-faktor penyebab permukiman kumuh di kawasan pesisir Desa Jatirejo, 3)mengkaji perkembangan permukiman kumuh di kawasan pesisir Desa Jatirejo selama kurun waktu 2004 -2014.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga Desa Jatirejo dengan jumlah 2371 jiwa.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 92 responden.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi dari instansi yang terkait. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dengan cara penskoran, persentase, dan analisis SIG menggunakan Arc GIS 10.2.Hasilpenelitian kualitas permukiman kumuh di kawasan pesisir Desa Jatirejo menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan permukiman yang kualitasnya kurang layak yaitu sebanyak (68,47%). Kekumuhan permukiman di Desa Jatirejo disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor kependudukan dimana dari tahun 2004 -2014 kepadatan penduduk meningkat, pengetahuan masyarakat masih kurang, perilaku masyarakat masih kurang, tingkat pendidikan penduduk sebagian besar tamatan SD, pekerjaan penduduk mayoritas sebagai nelayan, pendapatan penduduk masih rendah yaitu kurang dari rata-rata, beban tanggungan keluarga lebih dari 4 orang dalam satu keluarga.Hasil kajian dari perkembangan permukiman kumuh di Desa Jatirejo pada tahun (2004 -2014) mengalami peningkatan 38,97% dari luas tahun 2004. Proses yang terjadi didalam perkembangan permukiman kumuh, diamati berdasarkan lamanya proses itu berlangsung yaitu proses pemadatan dan proses penuaan. Dalam kurun waktu 10 tahun terjadi peningkatan jumlah bangunan rumah sebanyak 944 unit atau 66,15%. Proses pemadatan permukiman kumuh masuk dalam tipe the spatial infilling process accretion yaitu terjadi diluar daerah permukiman atau di lahan-lahan terbuka yang masih ada dan mempunyai kejelasan kepemilikannya. Permukiman yang mengalami proses penuaan sebanyak 17 unit rumah atau 18,48%. Kerusakan mayoritas terjadi pada atap rumah, dinding rumah dan lantai rumah. Kata Kunci: Permukiman, Kualitas Permukiman, Permukiman Kumuh, Penyebab Kumuh, Perkembangan Permukiman Kumuh.