cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
TINGKAT KERENTANAN BANGUNAN TERHADAP BANJIR DI SEKITAR JALAN IMAM BONJOL RT. 1 DAN RT. 2 KELURAHAN DALPENANG KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN SAMPANG FIRDAUSI, NOURMA
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nourma Firdausi Mahasiswa Pendidikan Geografi 2011, feeforfirda@gmail.com Dr. Nugroho Hari Purnomo, SP, M.Si Dosen Pembimbing Mahasiswa   ABSTRAK Sungai merupakan salah satu sumber daya yang bermanfaat masyarakat terkadang menimbulkan bencana bagi masyarakat seperti banjir. Sungai Kemuning di Kelurahan Dalpenang adalah salah satu sungai yang menyebabkan banjir ketika musim hujan tiba selain itu, Sungai Kemuing mengalami penangkalan dan penyempitan, dengan adanya hal tersebut bisa menyebabkan banjir meskipun hujannya tidak deras. Berdasarkan fenomena tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti tingkat kerentanan bangunan terhadap banjir di sekitar JL. Imam Bonjol RT 1 dan RT 2 Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan bangunan terhadap banjir di sekitar jalan Imam Bonjol RT 1 dan RT 2 Kelurahan Dalpenang Kecamatan Sampang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara mendalam dengan korban yang terkena dampak banjir dan intensitas genangan. Teknik analisa data dengan deskripsi mengenai karakteristik kerentanan bangunan dengan cara skoring dengan proses tabulasi kemudian di klasifikasikan dalam 3 kelas yaitu kerentanan rendah, kerentanan sedang, dan kerentanan tinggi. Hasil penelitian dengan 60 responden berasal dari RT 1 dan RT 2 menyatakan bahwa 34 bangunan termasuk dalam karakteristik nyaman dan 5  bangunan yang termasuk dalam karakteristik tidak nyaman dan untuk hasil kerentanannya 6 bangunan berkategori rendah dan 38 bangunan berkategori tinggi. Kata Kunci: Banjir Sungai Dalpenang, karakteristik kerentanan bangunan, tingkat kerentanan bangunan terhadap banjir.   ABSTRACT River is one of the resources that may be beneficial for people but sometimes casused disaster such as floods. Kemuning River in the Dalpenang Village is one of the rivers that caused flood in the rainy season In addition, containment and narrowing at river Kemuing could cause flood even though the rain was not heavy. Based on this phenomenon, the researchers were interested in studying the vulnerability of buildings to flood around the Imam Bonjol RT 1 and RT 2 Dalpenang Village,  subDistrict of Sampang. This research aimed to determine the level of buildings vulnerability to flood around the Imam Bonjol RT 1 and RT 2 Dalpenang Village,  subDistrict of Sampang. The method used in this research was survey. Data were primary and secondary data. Primary data was obtained by means of in-depth interviews with victims affected by floods and inundation intensity. Data were analyzed by discribing the characteristics of building vulnerability by means of scoring using the tabulation process and then classified in three classes, namely the low, moderate and high vulnerability. The results based on 60 respondents showed that 34 buildings were classified as comfortable,  and 5 others were uncomfortable. While category of 6 buildings vulnerability were low and other 38 buildings were high.  Keywords: flood of  Dalpenang River, the characteristics of the building vulnerability, the vulnerability of buildings to flood.
PEMETAAN INDUSTRI BATU BATA MERAH DI KAWASAN CAGAR BUDAYA TROWULAN KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO WAHYU SEJATI, PUJO
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                 Industri batu bata merah di Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto merupakan industri kecil terbanyak yang sangat berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi bagi masyarakat Kecamatan Trowulan namun masalah yang kemudian muncul bahwa Kecamatan Trowulan juga merupakan bagian dari Kawasan Cagar Budaya Trowulan yang dilindungi dan menyimpan banyak peninggalan bersejarah Kerajaan Majapahit yang sudah ataupun belum dilakukan penggalian. Berkaitan dengan proses penggalian tanah liat sebagai bahan baku utama pembuatan batu bata merah, aktivitas tersebut dikhawatirkan berpotensi merusak atau menghilangkan kelestarian Kawasan Cagar Budaya Trowulan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui persebaran lokasi industri batu bata merah di Kawasan Cagar Budaya Trowulan Kecamatan Trowulan 2) mengevaluasi kesesuaian keberadaan industri batu bata merah di Kecamatan Trowulan dengan RTRW Kabupaten Mojokerto 3) mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan industri batu bata merah terhadap kelestarian Kawasan Cagar Budaya Trowulan dan ekonomi masyarakat trowulan.                 Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif - evaluatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu lokasi industri batu bata merah yang tersebar di Kecamatan Trowulan. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara dengan menggunakan alat GPS dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis tetangga terdekat, overlay peta dan kemudian hasilnya dideskripsikan secara kuantitatif.                 Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) industri batu bata merah tersebar di 11 desa dari 16 desa yang ada di Kecamatan Trowulan dan dari semua lokasi industri batu bata merah yang ada, 92 % berada di lahan persawahan dengan pola persebarannya clustered atau menggerombol. Desa Temon, Desa Watesumpak, Desa Jatipasar, Desa Trowulan dan Desa Bejijong merupakan desa dengan tingkat kerawanan terhadap kelestarian kawasan cagar budaya tinggi karena selain terdapat industri batu bata merah di wilayah desa - desa tersebut juga terdapat lokasi persebaran situs cagar budaya 2) Keberadaan industri batu bata merah di Kecamatan Trowulan tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Mojokerto tahun 2012 - 2032 karena lokasi industri batu bata merah tersebut berada pada peruntukan kawasan strategis cagar budaya 3) Dampak keberadaan industri batu bata merah mengancam kelestarian Situs Cagar Budaya Trowulan, sedangkan dampaknya terhadap ekonomi masyarakat yaitu memberikan pemasukan pendapatan kepada masyarakat Kecamatan Trowulan yang menggantungkan hidupnya dari usaha membuat batu bata merah. Kata kunci: Cagar Budaya, penggalian, persebaran, kelestarian, RTRW.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSEPTOR KB DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI NON EFEKTIF DI KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA YUSAK ARYA KRISTANTO, REYZAH
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam bidang kependudukan adalah jumlah penduduk yang sangat besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 1,5% setiap tahun. Pemerintah melakukan berbagai cara untuk bisa mengendalikan jumlah penduduk, salah satunya adalah dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Kecamatan Kenjeran adalah salah satu kecamatan di Kota Surabaya yang memiliki angka kelahiran tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengguna atau akseptor KB memilih Metode Kontrasepsi Non Efektif di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Survey dengan pendekatan Cross Sectional Study. Jumlah populasi adalah seluruh akseptor KB aktif sebanyak 15.362 orang dengan jumlah sampel sebanyak 99 orang yang diambil berdasarkan rumus Slovin. Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling. Teknik pengambilan data berupa data primer dan data sekunder serta analisis yang digunakan adalah uji Chi Square dengan (α = 0,05), dan Deskripsi Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan (p = 0,038) dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Non Efektif. Variabel tingkat pendapatan (p = 0,159) dan jumlah anak (p = 0,266) tidak memiliki hubungan dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Non Efektif. Variabel yang paling berpengaruh dalam pemilihan Metode Kontrasepsi Non Efektif ini adalah variabel tingkat pendidikan dengan nilai (p = 0,038). Berdasarkan analisis Deskriptif Kuantitaif diketahui bahwa sebagian besar masyarakat di Kecamatan Kenjeran (63,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Keluarga Berencana terutama dalam hal Metode Kontrasepsi. Kata Kunci: Keluarga Berencana, Akseptor KB, Metode Kontrasepsi Non Efektif. 
TINGKAT KERENTANAN PEMUKIMAN TERHADAP POTENSI BAHAYA KEBAKARAN DI WILAYAH PADAT PENDUDUK DI KELURAHAN PENELEH KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA AZIZ H, ABDUL
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abdul Aziz Herlambang Mahasiswa Pendidikan Geografi 2011, azizherlambang13@gmail.com Dr. Nugroho Hari Purnomo, SP, M.Si Dosen Pembimbing Mahasiswa   ABSTRAK Api merupakan salah satu elemen di dunia yang dapat membantu kehidupan manusia. Aktifitas manusia seperti memasak membutuhkan nyala api untuk membantu aktifitas ini. Api memiliki dua sifat yaitu dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Sifat api yang dapat dikendalikan akan membantu dalam kehidupan manusia sedangkan sifat api yang tidak dapat dikendalikan akan menyebabkan bencana kebakaran. Kebakaran merupakan sifat nyala api di dalam ruangan yang tidak dapat dikendalikan dengan baik dan dapat menimbulkan kerusakan, jatuhnya korban jiwa, dan kerugian materiil bagi korban. Kebakaran merupakan salah satu bencana yang tidak dapat diprediksi kapan terjadinya dan dimana terjadinya, hanya saja wilayah yang rentan terhadap bahaya kebakaran adalah pemukiman yang padat. Variabel dalam penelitian ini antara lain kepadatan bangunan rumah mukim, pola bangunan rumah mukim, jenis atap bangunan, jenis dinding, kelistrikan, aksesbilitas dan sumber air, seperti halnya di wilayah Jagalan yang di jadikan lokasi penelitian. Wilayah Jagalan yang terletak di Kelurahan Peneleh merupakan salah satu wilayah yang padat. Berdasarkan hasil pengamatan di sketsa google earth dan survey, wilayah Jagalan nantinya akan di bagi dalam 5 blok pemukiman dan untuk pemilihan sampel akan menggunakan metode grid. Hasil penelitian ini memaparkan hasil blok 1 dengan nilai 27 kategori tinggi, blok nilainya 26 kategori tinggi, blok 3 nilainya 27 kategori tinggi, blok 4 nilainya 26 kategori tinggi, dan blok 5 dengan nilai paling rendah yaitu 24 termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci: Pemukiman Padat, Bahaya Kebakaran, Kerentanan Terhadap Kebakaran ABSTRACT               Fire is one of the elements in the world that can help human life. The human activities such as cooking need flame to assist these activities. Here, Fire can be controlled and be uncontrolled. The nature of fire that can be controlled will assist in human life while the nature of the fire that can not be controlled will cause a catastrophic fire. Fire is can be caused by flame in the room that can not be controlled properly and may cause damage, casualties and material damage to the victim. Fire is one disaster that can not be predicted when and where it happened, like a dense settlement. In this research, the variable used among other things were habitation density of  house building, habitation patterns of  house building, type of the building roof, the type of walls, electricity, accessibility and water resources in the region like Jagalan area as setting of research. Jagalan region located in the Peneleh Village is a crowded area. Based on observations in sketches of google earth and surveys, Jagalan region will be divided into 5 blocks of settlements and for the selection of the sample will use the grid method. The results showed that the results of block 1 was  27 , categorized as high, block 2 was 26, categorized as high, and block 3 was 27, categorized as high, block 4 was, categorized as high, and block was 5 as the lowest result, categorized as medium. Keywords: Dense settlement, Fire Hazard, Vulnerability Against Fire
KAJIAN TENTANG AIR ASIN PADA AIRTANAH DANGKAL DI KECAMATAN KENJERAN KOTA SURABAYA MARTADINATA RAMADHAN, MOCHAMMAD
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Air merupakan sumber daya alam yang paling dasar dan komponen penting bagi kehidupan. Air digunakan untuk berbagai macam keperluan hidup seperti untuk pertanian, industri dan kebutuhan rumah tangga. Air merupakan sumber daya penting dalam penyediaan air di seluruh dunia. Meningkatnya kebutuhan air bersih, pengambilan air tanah dangkal juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hasil yang ditimbulkan dari pemanfaatan air tanah yang berlebihan adalah adanya pencemaran air tanah yang dijumpai di daerah yang berbatasan dengan pantai dalam bentuk intrusi air asin ke dalam air tanah dangkal. Kebanyakan besar penduduknya mengeluhkan kondisi air sumurnya terasa payau sampai asin,  dan keruh ketika musim kemarau tiba. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian dilakukan dengan tujuan untuk melakukan “Kajian Tentang Air Asin Pada Airtanah Dangkal di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei dengan objek penelitian sumber air tanah dangkal Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi, observasi, dan pengukuran. Teknik analisis data dengan menggunakan metode deksriptif kuantitatif dan metode komperasi. Penelitian ini menunjukkan persebaran air asin terdapat di wilayah yang lebih dekat dengan garis pantai dan semakin menjauh semakin kecil intrusi yang masuk ke tanah air dangkal di wilayah penelitian. Hasl Penelitian pada sifat kimia air tanah ini yang mendominasi komposisi anionnya tidak ada yg dominan, bahwa menunjukkan adanya percampuran. Pada tipe ini jika ditinjau dari hasil analisis perbandingan konsentrasi (klorida-bikarbonat) menurut Ravelle, air tanahnya banyak terpengaruh oleh anion HCO3. Hal ini dikarenakan hasil dari analisis Ravelle menunjukkan hasil 0,92 (<1). Hasil tersebut mendekati angka 1 yang artinya asinnya air tanah di wilayah penelitian diduga tidak didominasi dari intrusi air laut karena hasil ploting sampel air tanah dangkal pada diagram piper menunjukan dominan kandungan unsure kimia Na yang tidak di ikuti oleh kandungan ion Cl . Kata kunci: Hidrokimia, Air Tanah Dangkal, Intrusi, Perssebaran Air Asin
PERAN INDUSTRI TAMBAK UDANG DALAM MEMBERIKAN LAHAN PEKERJAAN DAN PENDAPATAN BAGI MASYARAKAT SEKITAR DI KECAMATAN GALIS PAMEKASAN ROZIQI, AFIF
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Galis merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pamekasan.Daerah ini memiliki lahan yang luas dan iklim yang cocok untuk budidaya udang sehingga memungkinkan masyarakat sekitar ikut terlibat dan otomatis menyediakan lapangan pekerjaan.Peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai peran industri tambak udang dalam memberikan pekerjaan dan pendapatan bagi masyarakat sekitar di Kecamatan Galis Pamekasan.Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang peran industri tambak udang terhadap masyarakat sekitarnya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah desa–desa yang ada di wilayah Kecamatan Galis.Daerah yang dimaksud adalah Desa Polagan dan Desa Lembung karena hanya dua desa tersebut yang memiliki lahan tambak udang.Sub sampel terdiri dari 17 orang pemilik tambak, dengan jumlah responden sebanyak 68 pekerja. Lokasi sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan mengelompokkan terlebih dahulu subjek penelitian menjadi 4 kelompok.Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik insidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tambak udang dapat memberikan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan kepada penduduk sekitarnya sebesar 13,99% dari jumlah seluruh penduduk usia produktif di Kecamatan Galis dengan pendapatan rata–rata pekerja sebesar Rp.2.000.000 dan rata–rata mampu berkontribusi terhadap pendapatan keluarga sebesar 75% dari total pendapatan keluarga. Hasil tersebut diharapkansaling menguntungkan dan memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Masyarakat sekitar mengalami peningkatan pendapatan dan mendapat lahan pekerjaan dari adanya tambak udang, dan pihak tambak juga merasa terbantu dengan menggunakan tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya. Kata kunci: Peran Tambak Udang, Penyerapan Tenaga Kerja, Pendapatan.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MONOPOLI PADA MATERI POKOK PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA DAN DUNIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 4 SIDOARJO TAHUN AJARAN 2016/2017 SETIAWAN, ANDY
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terhadap guru geografi SMA Negeri 4 Sidoarjo, dapat diketahui bahwa proses pembelajaran yang dilakukan terhadap siswa kelas XI IPS beberapa tahun sebelumnya selalu menggunakan metode yang sama setiap tahunnya sehingga membuat para siswa merasa bosan, dan dari hasil wawancara yang juga dilakukan pada siswa kelas XI diketahui bahwa siswa menginginkan proses pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pengembangan media pembelajaran, menilai aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran, serta  pengaruh media terhadap hasil belajar siswa.                 Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R & D (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu menganalisis, mendesain, mengembangkan, melaksanakan, dan menilai. Subjek dalam penelitian adalah menggunakan siswa 2 kelas yang berbeda, yakni XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi media dan perangkat pembelajaran, observasi guru dan aktifitas siswa, serta tes. Data penelitian yang dibutuhkan dianalisis dengan menggunakan teknik antara lain melalui perhitungan yang menggunakan Skala Likert pada data validasi dan observasi serta menggunakan program SPSS dalam menganalisis hasil belajar siswa.                 Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengembangan media monopoli dan perangkat pembelajarannya mendapat penilaian sebesar 81,82% dan 80,77% oleh dosen ahli media serta ahli pembelajaran sehingga masuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan nilai hasil belajar siswa, dibuktikan jika pengaruh penggunaan media monopoli dapat meningkatkan hasil belajar siswa lebih baik yakni sebesar 40,09% dibandingkan dengan metode yang lama pada kelas XI IPS 4 hanya mampu meningkatkan nilai sebesar 31,02%. Peningkatan nilai hasil belajar siswa masih bisa terus ditingkatkan jika aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajarannya dapat berjalan dan mendapatkan nilai maksimal, karena hasil nilai aktivitas guru dan siswa hanya berada pada rentang 61% - 80%. Kata kunci : Pengembangan media, Media monopoli, Aktifitas siswa, Hasil belajar.
PENGARUH TINGKAT SOSIAL EKONOMI PERILAKU 3M PLUS DAN ABATISASI DAN KONDISI SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN PACET KABUPATEN MOJOKERTO SA IIDA, FAJRI
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) tahun 2015 Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menyatakan bahwa Kabupaten Mojokerto tergolong sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 337 kasus dan 14 kematian. Kecamatan Pacet adalah satu dari 18 Kecamatan di Kabupaten Mojokerto yang tergolong daerah KLB DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) pengaruh tingkat sosial ekonomi, 2) pengaruh perilaku 3M PLUS, 3) pengaruh perilaku abatisasi, 4) pengaruh kondisi sanitasi lingkungan dan 5) faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah penelitian metode survey dengan rancangan case control yaitu setiap subjek kasus (+) DBD dicarikan subjek kontrolnya (-) DBD dengan variabel matching yaitu umur. Lokasi dalam penelitian ini adalah Kecamatan Pacet di Kabupaten Mojokerto. Pengambilan sampel responden dilakukan secara proporsional sampling dari data bulan Desember tahun 2015 hingga Mei tahun 2016 sejumlah 46 kasus. Analisis data menggunakan program SPSS versi 16.0. Uji yang digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh menggunakan uji chi square dan OR (Odd Ratio), sedangkan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil analisis dengan menggunakan uji chi square terdapat pengaruh yang signifikan antara kondisi sanitasi lingkungan X² = 7,362 dengan (p = 0,007 < a = 0,05 dan OR = 3,52). Variabel yang tidak berpengaruh yaitu tingkat sosial ekonomi dengan indikator : tingkat pendidikan p = 0,738, dan tingkat pendapatan p = 0,095, serta perilaku 3M PLUS p = 0,399, dan perilaku abatisasi p = 0,829. Hasil menggunakan uji regresi logistik berganda secara keseluruhan variabel penelitian, diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah kondisi sanitasi lingkungan (p = 0,004 < a = 0,05), dan secara keseluruhan indikator variabel penelitian yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian DBD di Kecamatan Pacet adalah tingkat pendapatan p = 0,024, perilaku menguras Tempat Penampungan Air (TPA) p = 0,002, perilaku menutup rapat TPA p = 0,021, perilaku menggantung pakaian p = 0,047, dan pencahayaan p = 0,005. Indikator variabel penelitian yang paling berpengaruh adalah menguras TPA p = 0,002. Kata Kunci : Kondisi Sanitasi Lingkungan, Menguras TPA, Kejadian Demam Berdarah Dengue, Variabel Matching. 
ANALISIS NERACA AIR DENGAN METODE THORNTHWAITE MATHER UNTUK SUPLAI AIR DI WADUK GONDANG KECAMATAN SUGIO KECAMATAN LAMONGAN ZUBED AULIA, MUHAMMAD
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Waduk Gondang merupakan waduk terbesar di Kabupaten Lamongan yang terletak di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan. Waduk Gondang merupakan tempat penampungan air yang dibangun untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat Lamongan ketika musim kemarau, tetapi jumlah air yang tertampung selalu habis sebelum musim kemarau berakhir. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengevaluasi ketersediaan air yang dapat ditampung Waduk Gondang di Desa Gondanglor Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan dengan menggunakan Metode Thornthwaite Mather. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif kuantitatif. Objek penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi ketersediaan air yaitu curah hujan, evapotranspirasi potensial, dan sifat fisik tanah yang terdapat di wilayah penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi pengukuran di lapangan, uji labolatorium, dan dokumentasi. Data yang terhimpun selanjutnya dianalisis dengan perhitungan neraca air Metode Thornthwaite Mather. Hasil penelitian mengenai neraca air yang berkaitan dengan ketersediaan air menggunakan Metode Thornthwaite Mather diperoleh nilai ketersediaan air selama setahun mencapai 39483,02 juta liter dengan rata-rata per bulan 3290,3 juta liter. Ketimpangan suplai air terjadi pada bulan-bulan tertentu, pada bulan Desember–April ketersediaan air mengalami surplus, tetapi pada bulan Mei–September kondisi ketersediaan air mengalami defisit. Hasil perhitungan kebutuhan air domestik memperlihatkan bahwa, kebutuhan air untuk sehari-hari masyarakat daerah tangkapan air hujan dapat tercukupi dengan baik. Fakta tersebut diketahui dari 47.230 jiwa yang tinggal di daerah penelitian memerlukan 2193,62 juta liter/tahunnya. Kebutuhan air tersebut bila diambil dari Run Off saja, maka Run Off masih menyisakan 12950,42 juta liter air.  Kata kunci : Waduk Gondang, Neraca Air, Ketersediaan Air Abstract Gondang Reservoir is the biggest reservoir in Lamongan Regency located at Gondanglor Village, District of Sugio, Lamongan Regency. Gondang Reservoir is a place to collects water that built to meet water needs of Lamongan public along dry season. But amount of water collected constantly run out before dry season is ending. This research aimed to evaluate water availability can be collected by Gondang Reservoir at Gondanglor Village, District of Sugio, Lamongan Regency by using Thornthwaite Mather method. Type of research used was descriptive quantitative research. Research objects used to evaluate water availability were rainfall, potential evapotranspiration, and physic properties of soil existed in research area. Data collecting method in this research including field measurement, laboratory test, and documentation. Further, data were collected analyzed using calculation of water balance by Thornthwaite Mather method. Result of the research about water balance related with water availability by using Thornthwaite Mather method obtained score of water availability yearly achieved 39,483.02 million liters with average per month 3,290.3 million liters. There are imbalance supply on certain months. Along December – April water supply is surplus, but along May – September water supply is deficit. The calculation of domestic water needs shows that the water need for public daily life at water catchment area is properly sufficient. That fact known from 47,230 people live in research area needs water 2,193.62 million liter/year. That water needs if only taken from Run off, then Run off still remains 12,950.42 million liters of water. Keywords: Gondang Reservoir, Water Balance, Water Availability.   
PERKEMBANGAN WILAYAH KECAMATAN TULANGAN KAITANNYA DENGAN AKTIFNYA KEMBALI STASIUN TULANGAN PUTRA CANDRA PRATAMA, GALANG
Swara Bhumi Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kecamatan Tulangan merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.Kecamatan ini menjadi salah satu penghubung antara Kabupaten Sidoarjo dengan Kabupaten Mojokerto. Stasiun Tulangan merupakan stasiun yang baru diaktifkan kembali di tahun 2014 dengan aktifnya kembali stasuin ini akan memacu perkembangan wilayah di sekitar Kecamatan Tulangan hal ini sebagai dampak dari diaktifkannya jalur trans Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan wilayah di Kecamatan Tulangan. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif lokasi penelitian di Kecamatan Tulangan obyek penelitian terdiri dari 22 desa di Kecamatan Tulangan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, serta dokumentasi.Analisis yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif dengan metode Cluster analysis serta Scalling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan wilayah di Kecamatan Tulangan masih tergolong rendah namun tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan wilayah Kecamatan Tulangan. Mengetahui persebaran perkembangan wilayah maka dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan kebijakan terkait dengan perkembangan wilayah sehingga akan terjadi kemerataan dalam tata ruang di masa mendatang.