cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
KAJIAN KARAKTERISTIK DAN MOBILITAS PEKERJA PENGGUNA KERETA KOMUTER SURABAYA-LAMONGAN BACHTIAR MUSLICH, MOHAMAD; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMobilitas merupakan suatu gerakan berpindah-pindah. Sedangkan dalam konteks manusia, mobilitas adalah suatu pergerakan atau perpindahan yang terjadi untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Mobilitas didasari berbagai macam motivasi salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Kota Surabaya memiliki daya tarik besar bagi penduduk daerah sekitarnya untuk melakukan mobilitas menuju Kota Surabaya dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi. Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti terhadap dua puluh orang penumpang Kereta Komuter Surabaya-Lamongan, diketahui bahwa sebanyak enam belas penumpang atau sebesar 80% merupakan pekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) mengkaji karakteristik pekerja pengguna Kereta Komuter Surabaya-Lamongan, dan (2) mengkaji mobilitas pekerja pengguna Kereta Komuter Surabaya-Lamongan.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pengguna Kereta Komuter Surabaya-Lamongan. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampel aksidental dengan jumlah sampel ditentukan sebanyak 100 yang dinilai mampu mewakili karakteristik seluruh populasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan pekerja paling banyak berstatus sebagai karyawan dengan karakteristik usia berada pada rentang usia produktif dengan dominasi usia 24-28 tahun. Tingkat pendidikan paling banyak jenjang SMA, penghasilan 2-4 juta setiap bulan dengan tanggungan keluarga sebanyak 2 orang. Lebih dari separuh pekerja merupakan pekerja penglaju yang melakukan migrasi secara sirkuler. Sebagian besar pekerja berasal dari Kecamatan Lamongan dan berangkat dari Stasiun Lamongan. Sedangkan tempat tujuan bekerja paling banyak menuju Kecamatan Bubutan dan turun di Stasiun Surabaya Pasar Turi.Kata kunci : mobilitas, pekerja, komuter
PENILAIAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN ASET PERMUKIMAN AKIBAT BENCANA TANAH LONGSOR DENGAN METODE DALA (DAMAGE AND LOSS ASSESSMENT) DESA BANARAN KECAMATAN PULUNG KABUPATEN PONOROGO KHRIS AYUNANI, NICKYTA; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBencana alam merupakan peristiwa yang dapat terjadi setiap saat dimana saja dan kapan saja, yang menimbulkan kerugian material dan nonmaterial. Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umumnya terjadi di wilayah pegunungan, terutama di musim hujan. Bencana longsor pada tanggal 1 April hingga 9 April 2017 melumpuhkan kegiatan keseharian penduduk di Dusun Tangkil Desa Banaran. Longsor tersebut berdampak terhadap kondisi permukiman terutama rumah-rumah yang terletak di sekitar pusat longsoran. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui nilai kerusakan dan kerugian pada aset permukiman masyarakat akibat kerusakan longsor Desa Banaran.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan penelitian survei. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Metode yang digunakan adalah metode DaLA (Damage and Loss Assessment) merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui nilai kerusakan dan nilai kehilangan. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 rumah tertimbun¸ delapan rumah rusak/tidak dapat ditempati. Sektor permukiman mengalami kerusakan rata-rata Rp 138.718.750,- per KK dan total kerusakan sebesar Rp 5.548.750.000,-. Nilai kehilangan hingga delapan bulan kemudian yaitu Desember 2017 rata-rata adalah Rp 28.500.000,- per KK dan total kehilangan Rp 1.140.000.000,-. Nilai kehilangan lebih kecil dibanding nilai kerusakan karena kondisi permukiman sudah pulih sehingga pendapatan penduduk yang relatif sama dengan sebelum longsor.Kata kunci : Bencana Longsor, Aset Permukiman, Damage and Loss Assessment.
KAJIAN EKSISTENSI INDUSTRI KECIL MEJA DAN KURSI KARET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN DI DESA KEDUNGBONDO KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO , CHUMAIRO; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Bojonegoro mempunyai beragam industri. Industri meja dan kursi karet dari limbah ban bekas merupakan salah satu contoh industri kecil yang terletak di Kecamatan Balen, tepatnya di Desa Kedungbondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik industri, eksistensi industri, dan keadaan sosial ekonomi pengrajin industri kecil meja dan kursi karet di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Responden dalam penelitian ini adalah delapan pengusaha dan 67 pengrajin industri kecil meja dan kursi karet. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Desa Kedungbondo memiliki jenis industri kecil berteknologi sederhana, berdiri sejak 20-22 tahun silam dengan tenaga kerja 11 orang dan pendapatan kurang dari Rp. 200.000.000. 2) Eksistensi industri dipengaruhi oleh bahan baku, modal, tenaga kerja dan luas area pemasaran. 3) Pembagian pekerjaan ditentukan sesuai kemampuan dan keahlian para pengrajin industri, pengalaman pengrajin rata-rata 15-19 tahun dan dijadikan sebagai pekerjaan utama. Upah yang didapat pengrajin selama satu minggu lebih dari Rp. 500.000. Kata Kunci: Industri, Eksistensi Industri, Kondisi Sosial Ekonomi
ADAPTASI MASYARAKAT TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN AKIBAT KEBERADAAN INDUSTRI PENGOLAHAN UDANG DI DESA REJOSARI KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN FATMA WATI, LENI; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa industri pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, dengan tangan menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya kepada pemakai akhir. Industri yang berdampak kepada lingkungan fisik yaitu udara dan air yang mengeluarkan bau menyengat sehingga masyarakat sekitar dan pengendara yang melewati area pabrik tersebut terganggu. Kenyamanan merupakan faktor penting dari lingkungan tempat tinggal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi air, kualitas udara dan adaptasi masyarakat terhadap kondisi air dan udara di Desa Rejosari Kecamatan Deket. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey. Lokasi penelitian di Desa Rejosari Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif presentase, data yang diperoleh diprosentase bertujuan agar lebih mudah dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji laboratorium Biological Oxygen Demand (BOD) kondisi air berkisar antara 18,34-39,52 mg/L sehingga berada jauh di atas ambang baku mutu air golongan IV yaitu sebesar 12 mg/L. pH menunjukkan hasil 7,2 sampai 8,8 dengan demikian berdasarkan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001, masih berada pada batas ambang baku mutu golongan IV. Upaya adaptasi masyarakat mengatakan mereka terganggu karena bau busuk. Masyarakat tetap melakukan aktifitas seperti biasa tanpa menggunakan masker dan juga tidak melakukan upaya untuk menghilangkan bau busuk yang ada. Demo yang dilakukan masyarakat adalah sebagian dari upaya adaptasi agar bau busuk hilang. Kata Kunci: Adaptasi Masyarakat, Lingkungan, Industri Pengolahan Udang
DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA KAYANGAN API TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA SENDANGHARJO KECAMATAN NGASEM KABUPATEN BOJONEGORO RATNASARI NOR INDAH SARI, DESI; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pariwisata merupakan salah satu hal yang penting bagi suatu negara atau daerah. Pariwisata menjadi tempat wisata untuk mendapatkan suatu pemasukan bagi masyarakat setempat, Diantara beberapa pariwisata di Bojonegoro Kayangan Api adalah pariwisata yang jumlah pengunjungnya selalu mengalami peningkatan di setiap tahunnya, sehingga penulis tertarik untuk meneliti ada tidaknya dampak dari adanya pariwisata Kayangan Api di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui dampak dari pengembangan pariwisata Kayangan Api terhadap hubungan sosial masyarakat, perubahan pekerjaan, pendapatan dan pengeluaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Cara pengambilan sampel yaitu sistem purposive dengan sampel 100. Populasi penelitian ini masyarakat Desa Sendangharjo dengan jumlah 1260 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan persentase, mean dan skala likert. Hasil penelitian dari Kayangan Api termasuk secara sosial berdampak dalam kategori baik, Perubahan pekerjaan berdampak positif karena sebelum pengembangan masyarakat banyak bekerja di luar pekerjaan yang berhubungan dengan pariwisata setelah adanya pengembangan masyarakat banyak yang bekerja berhubungan dengan pariwisata, secara ekonomi pendapatan masyarakat meningkat berdampak positif karena setelah adanya pengembangan dikarenakan banyak masyarakat yang memiliki pekerjaan sampingan untuk memperoleh pendapatan tambahan dan pengeluaran masyarakat berdampak negatif karena ketika di rata-rata dari sebelum dan sesudah pengembangan mengalami kenaikan pengeluaran. Kata kunci : Pengembangan pariwisata, dampak sosial, dampak ekonomi
ANALISIS PERBEDAAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR LARANGAN, PASAR PORONG, DAN PASAR KRIAN KABUPATEN SIDOARJO QIPTIYAH, MARIYATUL; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakData dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo diketahui bahwa pedagang kakilima di Pasar Larangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian memiliki komposisi pedagang terbanyak dibandingkan denganpasar-pasar yang lainnya. Pedagang kaki lima sebagai bagian dari usaha sektor informal memiliki potensi untukmenciptakan dan memperluas lapangan kerja terutama bagi tenaga kerja yang kurang memiliki kemampuan dan keahlianyang memadai. Sektor informal pedagang kaki lima merupakan realita perekonomian kota yang mempunyai peranpenting. Keberadaan pedagang kaki lima di perkotaan sering menimbulkan permasalahan, baik sebagai penyebabkekumuhan, kemacetan lalu lintas. Upaya penataan pedagang kaki lima perlu dilakukan untuk mengurangi dampaknegatif dan sekaligus meningkatkan kontribusi positifnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaankarakteristik sosial, karakteristik ekonomi, dan karakteristik sosial ekonomi pedagang kaki lima di pasar Larangan, pasarPorong, dan pasar Krian Kabupaten SidoarjoJenis penelitian ini adalah survey. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pedagang kaki lima yang ada di PasarLarangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian Kabupaten Sidoarjo yaitu berjumlah 1336 pedagang kaki lima. Teknikpengambilan sampel pada penelitian ini adalah Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancaradengan panduan kuesioner. Teknik analisis data dengan Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji ANOVA Satu Arah.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan karakteristik sosial, karakteristik ekonomi dankarakteristik sosial ekonomi di pasar Larangan, pasar Porong, dan Pasar Krian Kabupaten Sidoarjo. Setiap aspek-aspeksosial ekonomi pedagang kaki lima, perbedaan rata-rata juga ditemukan diantara ketiga lokasi penelitian yang di pasarLarangan, pasar Porong, dan pasar Krian Kabupaten Sidoarjo. Hasil analisa data diperoleh bahwa kelompok yangmemiliki rata-rata tingkat karakteristik sosial ekonomi yang paling tinggi adalah para pedagang kaki lima di pasar Krian,kemudian diikuti oleh para pedagang kaki lima di pasar Porong, dan para pedagang kaki lima di pasar Larangan memilikitingkat karakteristik sosial ekonomi yang paling rendah dari yang lainnya.Kata Kunci : Karakteristik sosial, Karakteristik ekonomi, Pedagang Kaki Lima
PENGEMBANGAN MAKET 3D SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN LIKUIFAKSI PADA MATERI MITIGASI BENCANA ALAM KELAS XI IPS SMAN 3 KOTA MOJOKERTO LAILI PRIHATININGSIH, NUR; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengembangkan maket 3D sebagai media pembelajaran pada materi mitigasi bencana alam kelas XI IPS SMAN 3 Kota Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengembangkan media pembelajaran yang layak 2) Mengetahui respon peserta didik terhadap pengembangan maket 3D likuifaksi dan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Desain yakni Nonequivalent Control Grup Desain. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes dan dokumentasi. Instrumen yang dikembangkan antara lain lembar validasi media, lembar validasi materi pembelajaran, lembar angket respon peserta didik, lembar pretest dan posttest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Validasi media mendapatkan persentase 81,25% dengan kriteria ?sangat layak?, sedangkan validasi materi mendapat presentase sebesar 92,5% dengan kriteria ?sangat layak?. 2) Penggunaan maket 3D likuifaksi juga mendapat repon peserta didik ?sangat layak? dengan presentase sebesar 98%. 3) Terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dapat dianalisis melalui Uji Independent Sample T-Test untuk kelas eksperimen yakni XI IPS 2 memperoleh nilai posttest rata-rata sebesar 78, sedangkan kelas kontrol yakni XI IPS 1 hanya memperoleh rata-rata nilai sebesar 67,8.Kata Kunci : Efektivitas Pembelajaran, Maket 3D Likuifaksi, Pengembangan Media.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DROP OUT AKSEPTOR KB DI PUSKESMAS DUKUN, KECAMATAN DUKUN, KABUPATEN GRESIK OKTAVIA, STIVONI; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKData Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik tahun 2018 menunjukkan bahwa Puskesmas Dukun di Kecamatan Dukunmerupakan penyumbang angka kejadian drop out akseptor KB tertinggi di Kabupaten Gresik yaitu sebesar 23,94%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur ibu, paritas, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, pendidikanibu, pendapatan keluarga, efek samping kontrasepsi, dukungan pasangan, sosial budaya terhadap kejadian drop outakseptor KB di Puskesmas Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi analitik dengan rancangan penelitian case control. Subyek kasusyaitu semua ibu akseptor KB drop out sejumlah 91 responden yang kemudian dicarikan kontrol yaitu semua ibu yangmenjadi akseptor KB aktif sejumlah 91 responden dengan matching jarak rumah responden dari Puskesmas Dukun.Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisisdata menggunakan chi square.Hasil uji chi square menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian drop outakseptor KB di Puskesmas Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik adalah variabel umur ibu (p=0,000) denganodd ratio = 3,6. Variabel paritas ibu (p=0,000) dengan odd ratio = 6,4. Variabel pendidikan ibu (p=0,000) dengan oddratio = 3,2. Variabel efek samping kontrasepsi (p=0,010) dengan odd ratio = 0,4. Variabel sosial budaya (p=0,000)dengan odd ratio = 4,2.Kata kunci : Akseptor, Drop out, Keluarga Berencana.
STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI PADI DALAM MEMANFAATKAN AIR LIMBAH TAPIOKA UNTUK IRIGASI SAWAH DI DESA POHIJO KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI KHOIROTUL MAZIDA, ISTANADA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masyarakat di desa Pohijo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati beradaptasi dengan cara menggunakan air yang tercemar limbah tapioka untuk digunakan sebagai pengairan sawah. Asal pengairan tanaman padi pada musim kemarau menggunakan air sumur dan air limbah tapioka, sedangkan pada musim penghujan menggunakan air hujan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis 1) Aset penghidupan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah dengan sub fokus modal manusia, modal sosial, modal alamiah, modal finansial dan modal fisik. 2) Strategi penghidupan yang dilakukan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari 1) Data primer yaitu hasil wawancara oleh informan. 2) Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait yang telah dikumpulkan dan telah terdokumentasikan oleh intansi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada informan. Perolehan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling yaitu perolehan sampel dengan cara informan dipilih berdasarkan rekomendasi dari orang ke orang yang tepat untuk dipilih sebagai sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data model Miles and Huberman dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi konsolidasi (consolidation strategy) yaitu petani yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan atau mempunyai pekerjaan sampingan non pertanian namun dikelola oleh dirinya sendiri. Kelompok petani yang termasuk dalam strategi ini mampu memenuhi kebutuhan tersier maupun sekunder. 2) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi akumulasi (accumulation strategy) yaitu petani yang memiliki pekerjaan sampingan atau memiliki pekerjaan selain non pertanian yang sudah mempunyai pegawai yaitu seperti berdagang. Kelompok petani yang masuk dalam strategi ini tidak hanya mengandalkan pendapatan hanya dari satu pekerjaan saja akan tetapi dari beberapa pekerjaan. Kata Kunci: strategi penghidupan, limbah tapioka, petani padi
STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI PADI DALAM MEMANFAATKAN AIR LIMBAH TAPIOKA UNTUK IRIGASI SAWAH DI DESA POHIJO KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI KHOIROTUL MAZIDA, ISTANADA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masyarakat di desa Pohijo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati beradaptasi dengan cara menggunakan air yang tercemar limbah tapioka untuk digunakan sebagai pengairan sawah. Asal pengairan tanaman padi pada musim kemarau menggunakan air sumur dan air limbah tapioka, sedangkan pada musim penghujan menggunakan air hujan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis 1) Aset penghidupan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah dengan sub fokus modal manusia, modal sosial, modal alamiah, modal finansial dan modal fisik. 2) Strategi penghidupan yang dilakukan petani padi dalam memanfaatkan air limbah tapioka untuk irigasi sawah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari 1) Data primer yaitu hasil wawancara oleh informan. 2) Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang terkait yang telah dikumpulkan dan telah terdokumentasikan oleh intansi tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam kepada informan. Perolehan informan dengan menggunakan teknik snowball sampling yaitu perolehan sampel dengan cara informan dipilih berdasarkan rekomendasi dari orang ke orang yang tepat untuk dipilih sebagai sampel. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data model Miles and Huberman dengan proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi konsolidasi (consolidation strategy) yaitu petani yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan atau mempunyai pekerjaan sampingan non pertanian namun dikelola oleh dirinya sendiri. Kelompok petani yang termasuk dalam strategi ini mampu memenuhi kebutuhan tersier maupun sekunder. 2) Kelompok petani padi yang termasuk dalam strategi akumulasi (accumulation strategy) yaitu petani yang memiliki pekerjaan sampingan atau memiliki pekerjaan selain non pertanian yang sudah mempunyai pegawai yaitu seperti berdagang. Kelompok petani yang masuk dalam strategi ini tidak hanya mengandalkan pendapatan hanya dari satu pekerjaan saja akan tetapi dari beberapa pekerjaan. Kata Kunci: strategi penghidupan, limbah tapioka, petani padi