cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI HOME INDUSTRY KERAJINAN ROTAN DI DESA PUTATLOR KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK APRILLIA PRATIWI, EKA; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakHome industry kerajinan rotan di Desa Putatlor Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik beberapa tahun terakhirmengalami penurunan. Jumlah home industry pada tahun 2016 yaitu 67, namun pada tahun 2018 berjumlah 45.Berkurangnya home industry dikarenakan harga bahan baku yang mengalami kenaikan, minimnya jumlah tenaga kerja,kesulitan sumber modal, dan pemasaran yang belum menerapkan strategi khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahuidan menganalisis 1) Karakteristik tenaga kerja pada home industry kerajinan rotan di Desa Putatlor KecamatanMenganti Kabupaten Gresik 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi home industry kerajinan rotan di DesaPutatlor Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik 3) Tinjauan lokasi home industry kerajinan rotan di Desa PutatlorKecamatan Menganti Kabupaten Gresik apabila dikaji dengan menggunakan konsep teori lokasi industri Weber.Jenis penelitian merupakan penelitian survey. Responden dalam penelitian ini yaitu 45 pemilik home industry dan150 tenaga kerja. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisisdeskriptif kuantitatif dengan presentase dan analisis segitiga lokasi Weber.Hasil penelitian karakteristik tenaga kerja dari dalam Kecamatan Menganti. Umur tenaga kerja 29-40 tahundengan jenis kelamin perempuan. Lama tahun kerja 11-20 tahun. Status pekerjaan yaitu pekerjaan tetap. Produktivitas30-300 biji/minggu. Pendapatan Rp.0-60.000/minggu pada keterampilan anyaman dan kelabang, serta keterampilanbakalan Rp.201.000-340.000/minggu. Pengalaman kerja secara otodidak. Faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensiyaitu bahan baku 77.14%, tenaga kerja 71.11%, modal 66.30%, pemasaran 62.22%, dan lokasi 100%. Tinjauan lokasiindustri diperoleh 6 model home industry dengan indeks material >1, sehingga berorientasi pada bahan baku.Kata Kunci : Home industry, kerajinan rotan, eksistensi, indeks material
ANALISIS KEPADATAN LALU LINTAS BUNDARAN SATELIT SEBELUM DAN SESUDAH PEMBANGUNAN OVERPASS MAYJEN SUNGKONO KOTA SURABAYA AYU ZENDY ANGGITA, SINKA; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSurabaya memiliki tingkat kemacetan yang cukup tinggi, hal ini seiring laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat. Salah satu jalan yang rawan kemacetan di kota Surabaya adalah ruas jalan Mayjen Sungkono-M. Hr. Mohammad, tepatnya di Bundaran Satelit. Upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan dengan pembangunan overpass Mayjen Sungkono, hal ini diharapkan dapat merubah kepadatan ruas jalan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar satuan mobil penumpang, derajat kejenuhan, serta analisis geografis sebelum dan sesudah pembangunan overpass Mayjen Sungkono.Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengukuran, dokumentasi, dan wawancara. Data utama berupa volume lalu lintas, waktu kemacetan, panjang antrian kemacetan, dan kapasitas jaringan jalan. Data sekunder yakni data monografi, peta administrasi dan tata guna lahan kota Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Satuan mobil penumpang yang melintas di Bundaran Satelit sebelum pembangunan overpass memiliki rata-rata 2.561 smp/jam, sedangkan sesudah pembangunan overpass mengalami penurunan menjadi rata-rata 1.921 smp/jam. 2) Tingkat derajat kejenuhan di jalan Bundaran Satelit, jalan M. Hr. Mohammad, dan jalan KH. A. W. Saimin sebelum dan sesudah pembangunan overpass termasuk dalam tipe F yaitu mengalami arus terhambat, kecepatan rendah, volume melebihi kapasitas, banyak berhenti. 3) Analisis geografis meliputi keruangan yaitu menurunnya jumlah satuan mobil penumpang dan tingkat derajat kejenuhan termasuk tipe F, kompleks wilayah yaitu pola kemacetan yang memanjang ke arah barat, dan kelingkungan yaitu banyaknya kadar polutan dan sisa-sisa bahan pembangunan overpass yang belum dibersihkan.Kata kunci: kemacetan, pembangunan overpass, satuan mobil penumpang.
DAMPAK PERTAMBANGAN PASIR BATU TERHADAP PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA KUNJOROWESI KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO AYU IRMA SAVITRI, DIYAH; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Mojokerto sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi bahan galian pasir batu, hal ini menyebabkan terdapatnya pertambangan. Kebutuhan pasir batu di masyarakat sangat tinggi untuk melangsungkan proses pembangunan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pertambangan pasir batu terhadap perubahan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Kunjorowesi.Jenis penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Kunjorowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Teknik pengambilan sampel adalah teknik simple random sampling atau pengambilan acak sederhana. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi dari sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif persentase menggunakan skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori dampak pertambangan pasir batu terhadap perubahan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi terbagi menjadi 3 yaitu tinggi, sedang dan rendah. Pertambangan pasir batu terhadap perubahan lingkungan dan kondisi sosial ekonomi merupakan kategori berdampak ?sedang?. Penilaian sikap terhadap perubahan lingkungan terdapat sejumlah 66 responden atau 66% menyatakan berdampak ?sedang? dan 34 responden atau 34% menyatakan berdampak ?tinggi?. Penilaian sikap terhadap perubahan kondisi sosial ekonomi terdapat sejumlah 60 responden atau 60% berpendapat berdampak ?sedang? dan 40 responden atau 40% menyatakan berdampak ?tinggi?.Kata Kunci: pertambangan pasir batu, lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi.
ANALISIS PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG OBJEK WISATA PANTAI KARANGGONGSO DAN PANTAI PRIGI DI KECAMATAN WATULIMO KABUPATEN TRENGGALEK FITRI, DIANA; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPantai Karanggongso dan Pantai Prigi terletak di sisi selatan Pulau Jawa dan berhadapan langsung denganSamudra Hindia. Pantai tersebut berada di Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Perbedaan jumlah pengunjungPantai Karanggongso dan Pantai Prigi tahun 2012 sampai 2016 sangat signifikan. Jumlah pengunjung PantaiKaranggangso naik setiap tahunnya, sedangkan pantai Prigi setiap tahunnya menurun. Tujuan penelitian ini adalahuntuk membandingkan 1) Daya tarik wisata 2) Fasilitas penunjang 3) Keramahan pedagang 4) Promosi 5) InteraksiPantai Karanggongso dan Pantai Prigi dengan objek wisata di sekitarnya.Jenis penelitian ini adalah survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampelmenggunakan teknik accidental sampling. Peneliti mengambil sampel wisatawan sebanyak 120 responden di PantaiKaranggongso dan 30 responden di Pantai Prigi. Sedangkan responden pengelola berjumlah satu responden. Data yangdiperoleh dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi . Teknik analisis data menggunakan teknikskoring menggunakan Skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pantai Karanggongso lebih menarik daripada Pantai Prigi, dengan skorPantai Karanggongso berada di kelas pertama sedangkan Pantai Prigi di kelas kedua, sehingga mengakibatkan jumlahpengunjung di Pantai Karanggongso lebih tinggi. 2) Fasilitas penunjang di Pantai Karanggongso lebih baik daripadaPantai Prigi, dengan skor Pantai Karanggongso berada di kelas pertama sedangkan Pantai Prigi di kelas kedua, sehinggamengakibatkan jumlah pengunjung di Pantai Karanggongso lebih tinggi 3) Keramahan pedagang di PantaiKaranggongso dan Pantai Prigi mempunyai skor sama, sehingga tidak berpengaruh terhadap jumlah wisatawan 4)Promosi yang dilakukan Pantai Karanggongso dan Pantai Prigi mempunyai skor sama, sehingga tidak berpengaruhterhadap jumlah wisatawan 5) Interaksi antar obyek wisata disekitarnya, Pantai Karanggongso mempunyai nilai yanglebih tinggi daripada Pantai PrigiKata Kunci : Jumlah wisatawan, Pantai, Trenggalek
POTENSI WILAYAH YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN INVESTASI DI KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO (STUDI MULTIKASUS POTENSI WILAYAH YANG MEMPENGARUHI KEGIATAN INVERTASI) IMAS ASOKAWATI, PUTRI; KURNIAWATI, AIDA
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPotensi wilayah mengandung arti kemampuan wilayah yang memungkinkan untuk dikembangkan.Investasi adalahkomitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperolehsejumlah keuntungan dimasa datang. Dana yang diinvestasikan pada sektor rill seperti tanah, emas, mesin ataubangunan maupun aset finansial. Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro merupakan kawasan agropolitan dan sentrapengembangan perekonomian berbasis agropolitan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pendukungkegiatan investasi dan mengetahui pengaruh nilai kegiatan investasi di wilayah Kecamatan Kapas KabupatenBojonegoro.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi multikasus.Subjek penelitianadalah pelaku investor agrowisata di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro.Teknik pengumpulan datamenggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara.Analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikankesimpulan, sedangkan untuk keabsahan datamenggunakan triangulasi.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pendukung kegiatan investasi adalah potensi lahan, potensi air, potensipertanian, potensi pariwisata, dan potensi sumber daya manusia. Investor lebih tertarik dan memilih potensi lahan danwisata untuk mendirikan agrowisata. Nilai kegiatan investasi yang berpengaruh adalah 1) Nilai politik berupa bentukpolitik parokial, yakni politik sederhana dan tradisional dengan ciri yang sangat kecil untuk dapat dipahami secarastruktural. 2) Nilai ekonomi berupa pokok?pokok hubungan unsur satu dengan yang lainnya. 3) Nilai sosial berupabentuk masyarakat intelektual yang bertradisi positif berupaya mengambil nilai pengetahuan dalam konsep strategisuntuk kelangsungan hidup dalam lingkup pekerja dan berwarga negara sosial. 4) Nilai budaya berupa bentuk budayakeadatan dan perilaku yang bersangkutan dalam nilai-nilai kebiasaan pengetahuan Jawa yang merupakan keterbiasaanbermasyarakat dalam melakukan sesuatu secara sosial.Kata Kunci :Potensi Wilayah, Agrowisata, Nilai Investasi, Kegiatan Investasi
PENGARUH PEMBUANGAN LUMPUR LAPINDO DI SUNGAI PORONG TERHADAP PENCEMARAN AIR TAMBAK KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO AYU OULYSCYA, FERLYN; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Sidoarjo merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam bidang produksi perikanan terutama ikan budidaya di tambak, sesuai dengan ikon kota Sidoarjo yaitu udang dan bandeng. Wilayah Sidoarjo yang memiliki potensi besar adalah wilayah di Kecamatan Jabon yang memiliki wilayah paling luas dimanfaatkan sebagai lahan tambak serta letaknya yang berbatasan langsung dengan Selat Madura. Penelitian ini bertujuan 1) kandungan kimia air sungai porong menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2004. 2) kualitas air sungai porong terhadap kesesuaian baku mutu air tambak di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo yang beberapa tahun belakangan mengalami penurunan produksi terutama sejak pembuangan lumpur lapindo melalui sungai porong yang kemudian airnya bercampur dengan air laut dan digunakan sebagai media budidaya ikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kualitas air sungai porong lalu dibandingakan dengan Peraturan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Pedoman Umum Budidaya Udang Tambak. Hasil penelitian menunjukkan sembilan titik sampel air yang terdiri dari dua belas parameter yang kemudian disesuaikan dengan parameter syarat hidup ikan yang terdiri dari kelas sesuai dan tidak sesuai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tambak di beberapa desa yang mendapat pengaruh dari sungai porong mengalami penurunan kualitas air tambak namun masih termasuk dalam kelas sesuai, hasil penelitian lainnya menunjukkan adanya faktor lain yang juga menghambat kualitas air sungai porong yaitu adanya limbah lumpur lapindo sehingga kualitas air tambak yang mendekati pembuangan lumpur lapindo termasuk dalam kelas tidak sesuai. Kata kunci : kualitas air, budidaya air tambak
ANALISIS KEMACETAN DI RUAS JALAN RAYA ALOHA SIDOARJO BAIDHOWI, AHMAD; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Sidoarjo menjadi kabupaten dengan jumlah kendaraan terbanyak nomor tiga di Jawa Timur setelah Kota Surabaya dan Kabupaten Malang. Pertumbuhan kendaraan roda dua di Sidoarjo mencapai 5,7% per tahunnya. Petumbuhan kendaraan yang tinggi menyebabkan terjadinya masalah transportasi, yakni kemacetan lalu-lintas sebagaimana yang terjadi di ruas Jalan Raya Aloha Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kapasitas jalan di ruas Jalan Raya Aloha, jumlah SMP di ruas Jalan Raya Aloha, dan kajian geografis kemacetan di Jalan Raya Aloha. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Metode pengambilan data menggunakan metode survei. Penelitian dibagi menjadi 5 titik di sepanjang ruas Jalan Raya Aloha. Teknik analisis kemacetan ini akan dianalisis berdasarkan Manual Kapasitan Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan kajian geografis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kendaraan yang melebihi batas maksimal kapasitas jalan terjadi di dua titik, yaitu titik satu dan titik lima hal ini dikarenakan kedua titik ini merupakan jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dengan Kota Surabaya. Kajian Geografis menunjukkan jika kemacetan di Jalan Raya Aloha terjadi karena jalan tidak lagi mampu menampung volume kendaraan. Kemacetan juga menyebabkan terjadinya kebisingan yang selalu melebihi batas dari kebisingan di kawasan pemukiman (55 dB) serta kawasan perkantoran dan perdagangan (65 dB). Kata kunci: kemacetan lalu-lintas, kapasitas jalan, SMP, kajian geografis.
DAMPAK BERDIRINYA PERUSAHAAN KELAPA SAWIT (PT. SAWIT ARUM MADANI) TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PEKERJA DI KECAMATAN SUTOJAYAN KABUPATEN BLITAR RINJANI PUTRI, NOVIA
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kelapa sawit merupakan tanaman komoditas perkebunan yang cukup penting di Indonesia. Prospek pengembangan budidaya kelapa sawit sudah mulai menyebar di berbagai provinsi di seluruh Indonesia, salah satunya yaitu Provinsi Jawa Timur. PT. Sawit Arum Madani sebagai satu-satunya perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, tentu memiliki dampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pekerja di sekitar lokasi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi sosial yang meliputi kesehatan dan bantuan serta kondisi ekonomi yang meliputi mata pencaharian dan pendapatan masyarakat pekerja sebelum dan sesudah PT. Sawit Arum Madani berdiri di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah PT. Sawit Arum Madani tepatnya terletak di Desa Kembangarum Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat pekerja yang bekerja di PT. Sawit Arum Madani dengan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah dengan berdirinya PT. Sawit Arum Madani memberikan dampak positif bagi masyarakat pekerja di sekitar pabrik yaitu kondisi kesehatan masyarakat pekerja tidak ada keluhan karena penanganan limbah yang tepat dengan dibuatkan kolam-kolam penyaringan meskipun pada awal musim penghujan bau dari limbah muncul di permukaan. Perusahaan memberikan jaminan kesehatan khusus terhadap pekerja yang berstatus bulanan. Mata pencaharian dan pendapatan masyarakat sekitar pabrik sebelum bekerja di perusahaan sangat beragam dan bervariasi namun kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, setelah bekerja di PT. Sawit Arum Madani mereka mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang layak dan mampu menstabilkan ekonomi. Kata kunci : Perusahaan, Kelapa Sawit, Kondisi Sosial Ekonomi, Masyarakat Pekerja
ANALISIS POTENSI KEPULAUAN KANGEAN MENUJU KABUPATEN KEPULAUAN RABIATUL HASANAH, ST
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKepulauan Kangean merupakan bagian dari Wilayah administratif Kabupaten Sumenep yang sejak tahun 90ansudah mempersiapkan diri untuk menjadi Kabupaten dan hingga saat ini masih berproses untuk melakukan pemekaranWilayah sebagai salah satu syarat fisik pembentukan daerah otonom baru berdasarkan Undang-Undang No.32 Tahun2004. Letaknya yang terdiri dari pulau-pulau kecil mengakibatkan ada banyak sekali pengambilan kebijakan yangmengalami ketimpangan antara daratan dan Kepulauan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi WilayahKepulauan Kangean apakah layak untuk dimekarkan dan menjadi Kabupaten Kepulauan.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Kepulauan Kangean danunit analisisnya meliputi potensi Fisiografis, Sosial, Ekonomi, Politik dan Budaya. Teknik pengumpulan data padapenelitian ini adalah dengan wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan Triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan potensi yang dimiliki dan berdasarkan syarat-syarat pembentukanDaerah Otonom baru sesuai UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah bahwasanya Kepulauan Kangean sudahmemenuhi syarat untuk menjadi Kabupaten hanya saja perlu melakukan pemekaran untuk bisa memenuhi batas minimaluntuk menjadi Kabupaten.Kata Kunci : Potensi Wilayah, Kepulauan Kangean, Kabupaten Kepulauan.
ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA DI KABUPATEN BANYUWANGI SELATAN UNTUK MENJADI PUSAT PERTUMBUHAN KEPARIWISATAAN ARDIANSYAH, ALEN; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengembangan di sektor pariwisata merupakan hal yang penting dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan populer pada semua elemen masyarakat. Pengembangan objek wisata di Kabupaten Banyuwangi selatan belum optimal karena letak objek wisata yang berjauhan dengan pusat pemerintahan dan terbatasnya anggaran operasional. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui objek wisata yang dapat direkomendasikan sebagai pusat pertumbuhan kepariwisataan sehingga bisa memberikan efek pertumbuhan bagi objek wisata yang berada disekitarnya.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Taman Nasional Alas Purwo, Ekowisata Bedul, Pantai Grajagan, Pulau Merah, Penangkaran Penyu Sukomade Kabupaten Banyuwangi selatan. Subjek penelitian ini adalah wisatawan, pedagang, ketua pengelola objek wisata, sedangkan objek penelitian ini adalah sumberdaya manusia, kondisi alam, sikap masyarakat, daya tarik wisata, sarana prasarana, jarak antar objek wisata, aksesibilitas. Peneliti mengambil sampel sebanyak 185 responden wisatawan. Sempel pedagang diambil keseluruhan karena kurang dari 25 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pengukuran lapangan, dokumentasi. Teknik analisis data dengan teknik skoring.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pulau Merah mendapat skor tertinggi dengan skor 25,5, Taman Nasional Alas Purwo dengan skor 22,5, Pantai Grajagan dengan skor 20, Penangkaran Penyu Sukomade dengan skor 20, Ekowisata Bedul dengan skor 17. Sehingga, Pulau Merah menjadi pusat pertumbuhan kepariwisataan di Banyuwangi selatan. Adanya konsep leading industry, polarization, dan spread effect diharapkan dapat memberikan efek pertumbuhan kepariw isataan pada objek-objek wisata di Kabupaten Banyuwangi selatan.Kata Kunci : Pengembangan, Wisata, Pusat Pertumbuhan.