cover
Contact Name
Pungky Febi Arifianto
Contact Email
pungkyarifianto.dkv@upnjatim.ac.id
Phone
+6285777093943
Journal Mail Official
ardvis@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Gedung Giri Yasa Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ardvis : Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
ISSN : -     EISSN : 3164161X     DOI : 10.33005/ardvis
Core Subject :
Ardvis : Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual contains articles in the field of study or creation of art and design artistic which include: history of art and design, illustration, typography, photography, environmental graphics, promotions, design methodologies, graphic methods, animation, web design, interactive games and multimedia, marketing communications, communications and media, audiovisual, videography, packaging design, branding, social campaigns, creative industries, visual culture, film, sociology of art and design, management of art and design, anthropology of art and design, art criticism.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Analisis Semiotika Komunikasi Visual pada Iklan Layanan Masyarakat tentang Tolak Politik Uang Karya TVRI Nasional Muhammad Iqbal Ardiansyah; Miftahul A di Sumianto
ARDVIS Vol. 2 No. 1 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam Iklan Layanan Masyarakat (ILM) “Tolak Politik Uang” yang diproduksi oleh TVRI Nasional. Fokus penelitian terletak pada pesan sosial mengenai penolakan praktik politik uang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif dalam iklan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan analisis 5W+1H untuk mengidentifikasi strategi komunikasi serta analisis framing model Robert N. Entman untuk melihat bagaimana realitas sosial dikonstruksi dalam media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ILM ini memanfaatkan elemen visual seperti ilustrasi, warna, tipografi, dan komposisi, serta elemen verbal berupa narasi dan teks untuk membangun pesan yang persuasif. Iklan ini berhasil merepresentasikan praktik politik uang sebagai masalah sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat serta membangun kesadaran moral untuk menolaknya. Penyampaian pesan masih cenderung menitikberatkan pada peran individu, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan kompleksitas faktor yang memengaruhi praktik tersebut.
Perancangan Desain Karakter Film Pendek Animasi 2D Homecoming Sebagai Metafora Visual Perjalanan Perantau Natasya Aisa Simanjuntak; Widyasari; Masnuna
ARDVIS Vol. 2 No. 1 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena merantau dan homecoming merupakan pengalaman kompleks yang dialami perantau, mencakup proses pencarian identitas diri, kemampuan adaptasi, serta keterikatan dengan tempat asal yang memunculkan rasa rindu dan dorongan untuk kembali. Penelitian ini bertujuan merancang desain karakter pada film pendek animasi 2D berjudul “Homecoming” sebagai metafora visual perjalanan perantau dengan memanfaatkan fenomena natal homing pada penyu belimbing. Penelitian ini menggunakan pendekatan practice-based research yang terdiri dari empat tahapan: persiapan, mengimajinasi, pengembangan imajinasi, dan pengerjaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi literatur, studi eksisting, serta validasi desain melalui kuesioner. Hasil perancangan menghasilkan lima karakter yaitu penyu belimbing, penyu hijau, ikan badut, hiu, dan manusia. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter penyu antropomorfik mampu merepresentasikan pengalaman merantau dan makna kepulangan melalui metafora visual dalam media animasi. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan desain karakter animasi sebagai media penyampaian isu sosial dan psikologis.
Kujang Dan Rusa Totol Sebagai Ide Perancangan Maskot O2SN Di Kabupaten Bogor Tahun 2026 Rajif Al Dossary; Ipung Kurniawan Yunianto
ARDVIS Vol. 2 No. 1 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan pengetahuan remaja SMA di Kabupaten Bogor terhadap ajang O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan identitas visual berupa maskot O2SN Kabupaten Bogor dengan mengangkat ikon budaya lokal, yaitu Kujang dan Rusa Totol, sebagai referensi visual utama. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan design thinking yang meliputi tahapan empati, definisi, ideasi, prototipe, dan pengujian. Dalam proses perancangan karakter digunakan metode Manga Matrix untuk mengembangkan aspek bentuk, kostum, dan kepribadian maskot secara sistematis. Strategi promosi didukung dengan penerapan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) melalui media sosial Instagram dan merchandise sebagai media promosi pendukung. Visual maskot dirancang dengan pendekatan ilustratif yang modern, warna dinamis, serta elemen tipografi dan supergrafis yang konsisten untuk membangun identitas visual yang kuat. Media promosi Instagram dan merchandise dirancang untuk meningkatkan brand awareness, keterlibatan audiens, serta memperluas penyebaran informasi mengenai O2SN. Perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan minat remaja SMA di Kabupaten Bogor untuk berpartisipasi dalam O2SN sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui representasi visual yang komunikatif, kreatif, dan relevan dengan karakter Generasi Z.
Motif lereng lawu dan gurda sebagai ide perancangan ulang identitas visual batik wahyu sari girilayu Nailal Hidayah; Monica Revias Purwa Kusuma
ARDVIS Vol. 2 No. 1 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri batik yang semakin kompetitif menuntut UMKM memiliki identitas visual yang kuat dan relevan dengan target pasar. Batik Wahyu Sari Girilayu menghadapi permasalahan pada identitas visual yang dinilai kurang memiliki keterbacaan, konsistensi visual, dan relevansi terhadap target pasar khususnya generasi muda. Penelitian perancangan ini bertujuan merancang ulang identitas visual Batik Wahyu Sari melalui pendekatan transformasi morfologi desain pada motif Lereng Lawu dan Gurda sebagai dasar pengembangan sistem identitas visual modern. Kontribusi perancangan terletak pada pengolahan unsur budaya lokal ke dalam identitas visual yang lebih adaptif tanpa menghilangkan nilai historis motif Gurda. Metode perancangan mengacu pada Designing Brand Identity oleh Alina Wheeler melalui tahapan conducting research, clarifying strategy, designing identity, creating touchpoints, dan managing assets. Proses perancangan dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, analisis SWOT, eksplorasi bentuk, serta pengembangan sistem identitas visual yang mencakup logo, warna, tipografi, supergrafik, dan penerapannya pada berbagai media pendukung (touchpoint). Hasil perancangan menunjukkan bahwa identitas visual baru mampu merepresentasikan karakter Batik Wahyu Sari sebagai merek yang eksklusif, berbudaya, modern, dan profesional. Selain itu, identitas visual yang dihasilkan dinilai memiliki relevansi dengan karakter merek, mudah dikenali, serta memiliki potensi daya ingat yang baik, sekaligus memperkuat daya saing dan mendukung pelestarian batik Girilayu.
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Poster Film “Na Willa” Jessica Amelia Maharani; Rarasati; Pungky Febi Arifianto
ARDVIS Vol. 2 No. 2 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ardvis.v2i2.91

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda-tanda visual pada poster film Na Willa (2026) karya sutradara Ryan Adriandhy yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo. Film ini mengisahkan kehidupan dan petualangan seorang gadis kecil berusia enam tahun yang tinggal di sebuah gang di pinggiran Kota Surabaya pada dekade 1960-an. Pendekatan yang digunakan adalah semiotika dua tataran Roland Barthes, meliputi analisis denotasi, konotasi, dan mitos. Setiap elemen visual pada poster, mulai dari sosok anak Perempuan, toples kaleng berwarna merah berisi kerupuk, radio tua bergaya retro, hingga seikat pisang dan bunga-bunga kuning, dikaji secara mendalam kaitannya dengan narasi film dan konteks sosial-budaya Indonesia era 1960-an. Hasil analisis menunjukkan bahwa poster film Na Willa secara visual berhasil merepresentasikan dunia seorang anak kampung yang imajinatif, penuh semangat, dan hidup dalam kesederhanaan yang hangat. Mitos yang terkandung dalam poster ini berkaitan dengan kenangan kolektif tentang kehidupan kampung Surabaya tempo dulu, keajaiban sudut pandang anak-anak, serta nostalgia budaya Indonesia pra-modernisasi. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi visual dan representasi budaya lokal dalam industri film Indonesia.
Analisis Objektifikasi Perempuan dan Pelanggaran Etika Pariwara Dalam Campaign Media Sosial Feels Coffee Semarang Rahma Dwi Aulia; Akhmad Rizky Affandi; Pungky Febi Arifianto
ARDVIS Vol. 2 No. 2 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ardvis.v2i2.92

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi pemasaran dalam industri bisnis modern. Brand tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian informasi produk, tetapi juga menciptakan strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian publik secara cepat melalui viral marketing. Namun, dalam prakteknya, banyak strategi pemasaran digital yang mengabaikan etika komunikasi demi memperoleh engagement tinggi di media sosial. Salah satu kasus yang menjadi sorotan publik adalah campaign Instagram Feels Coffee dengan slogan “Ngenal Total Barista” yang disingkat menjadi istilah vulgar “ngentot”. Meskipun pihak brand mengklaim istilah tersebut merupakan singkatan dari “ngenal total”, penggunaan diksi tersebut tetap menimbulkan konotasi seksual yang kuat di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran Etika Pariwara Indonesia (EPI) pada campaign Feels Coffee serta mengkaji representasi perempuan dalam konten promosi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campaign tersebut mengandung unsur eksploitasi seksual, objektifikasi perempuan, penggunaan diksi vulgar, serta komodifikasi identitas religius perempuan demi kepentingan viral marketing. Konten tersebut dinilai melanggar prinsip Etika Pariwara Indonesia terkait norma kesopanan, penghormatan terhadap martabat manusia, dan larangan eksploitasi seksual dalam iklan. Penelitian ini menegaskan pentingnya etika komunikasi digital dalam industri kreatif dan pemasaran media sosial agar strategi promosi tidak menormalisasi pelecehan seksual maupun merendahkan kelompok tertentu.
Analisis Dugaan Kasus Plagiarisme Desain Maskot KPU Mamuju Dengan Vektor Burung Tukan Di Internet Shofi Fakhriza Hukaimah; Rivaldy Wijaya; Pungky Febi Arifianto
ARDVIS Vol. 2 No. 1 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya transformasi digital telah mengubah paradigma komunikasi manusia, khususnya dalam cara memproduksi dan mendistribusikan konten visual. Namun, juga memperbesar potensi terjadinya plagiarisme dalam praktek desain komunikasi visual. Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik adalah dugaan kemiripan visual pada desain maskot "Si Maju", pemenang sayembara desain maskot Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju Tahun 2024, dengan ilustrasi vektor burung toucan yang beredar di internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemiripan visual antara kedua objek tersebut melalui pendekatan analisis komparatif visual. Kajian mengenai kemiripan visual selama ini lebih banyak berfokus pada logo dan identitas merek, sedangkan penelitian yang secara khusus mengkaji dugaan plagiarisme pada desain maskot melalui analisis komparatif visual masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis komparatif terhadap unsur bentuk, proporsi, warna, pose, dan gaya ilustrasi. Data diperoleh melalui dokumentasi visual, studi literatur, serta observasi terhadap elemen-elemen desain. Hasil penelitian menunjukkan adanya kemiripan visual yang dominan pada aspek bentuk kepala, proporsi tubuh, bentuk paruh, pose karakter, pola warna, dan gaya ilustrasi. Penambahan atribut lokal pada desain maskot tidak mengubah struktur visual utama karakter sehingga kemiripan pada elemen-elemen visual utama tetap terlihat. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa penerapan analisis komparatif visual sebagai salah satu pendekatan untuk mengevaluasi orisinalitas karya desain maskot serta memperkaya kajian mengenai etika profesi dalam bidang desain komunikasi visual.
Analisis Kemiripan Visual Iklan Pop Ice Candy Series x JKT48 terhadap Music Video O.O NMIXX Wiwit Suryaning Wulan; Deamarilis Sonia Pramono; Pungky Febi Arifianto
ARDVIS Vol. 2 No. 2 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ardvis.v2i2.99

Abstract

Media audiovisual menjadi salah satu media komunikasi yang berkembang pesat di era digital karena mampu menyampaikan pesan melalui perpaduan unsur visual, audio, dan narasi secara menarik. Dalam industri kreatif, tuntutan untuk terus menghasilkan konten yang inovatif dan relevan sering kali memunculkan dugaan plagiarisme akibat adanya kemiripan antar karya audiovisual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dugaan kemiripan unsur visual pada iklan Pop Ice Candy Series X JKT48 “Playlist Aku Tiap Hari” terhadap music video “O.O” milik NMIXX yang ramai diperbincangkan oleh penggemar NMIXX di media sosial. Metode penelitian dilakukan melalui analisis visual terhadap beberapa adegan yang dianggap memiliki kemiripan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan pada konsep visual, alur cerita, pemilihan latar, penggunaan transisi adegan, serta penggambaran aktivitas para tokoh dalam kedua karya audiovisual tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa kemiripan visual dalam media audiovisual dapat memunculkan berbagai interpretasi di tengah masyarakat, mulai dari inspirasi visual hingga tuduhan plagiarisme.
Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Poster Film Legenda Kelam Malin Kundang Aditya Rahman Yani; Rajwa Amany Thalawah Uqbah; Aulia Maudy Dwi Lestari
ARDVIS Vol. 2 No. 2 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ardvis.v2i2.112

Abstract

Legenda Malin Kundang merupakan cerita rakyat Indonesia yang sangat dikenal masyarakat dan lekat dengan budaya serta moral mengenai kedurhakaan kepada orang tua. Kisah tersebut kemudian diangkat dalam film Legenda Kelam Malin Kundang oleh Joko Anwar dengan pendekatan yang lebih modern dan mengikuti perkembangan perfilman masa kini. Penelitian ini berfokus pada analisis simbol-simbol visual dalam poster film Legenda Kelam Malin Kundang menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna di balik poster film Legenda Kelam Malin Kundang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis pada poster film tersebut. Elemen visual seperti ekspresi pada tokoh dan latar suasana dianalisis untuk mendeskripsikan makna denotatif, konotatif dan mitos yang berkaitan dengan karakter tokoh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa poster film Legenda Kelam Malin Kundang relevan dianalisis menggunakan metode semiotika Roland Barthes.
Membaca Makna Visual poster Film Tenung dengan Semiotika Roland Barthes Naila Asilah Fadya; Ica Erlinda Leta Sumarsono; Ninik Tri Ambarwati
ARDVIS Vol. 2 No. 2 (2026): Ardvis: Jurnal Artistik Riset Desain Komunikasi Visual
Publisher : oleh Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ardvis.v2i2.128

Abstract

Poster film adalah media promosi yang di dalamnya terdapat elemen-elemen visual seperti tanda, mitos dan ideologi. Makna terkandung dalam tanda-tanda yang disusun bertujuan untuk membuat audiens memahami makna atau pesan mengenai gambaran dari isi film. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna elemen visual dan objek pada poster film “Tenung” menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis dan memahami makna yang disampaikan melalui tiga tingkat makna yakni denotasi dan konotasi, serta tahap mitos yang mengandung ideologi tersembunyi didalam tanda-tanda. metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa secara denotasi, elemen visual seperti pencahayaan yang kontras, palet warna yang gelap, dan simbol-simbol okultisme pada poster menciptakan efek horor yang menegangkan. Sedangkan secara konotasi, makna sosial budaya dan relasi antar objek membangun atmosfer mistis, bahaya, dan misteri. Pada tahap mitos, poster film “Tenung” mempresentasikan mitos lokal dari masyarakat Indonesia mengenai kucing hitam yang membawa petaka di dekat mayat dan dampak buruk dari ilmu hitam.