cover
Contact Name
Luhur Moekti Prayogo
Contact Email
supportgrmediagroup@gmail.com
Phone
+6285232835685
Journal Mail Official
supportgrmediagroup@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Mutiara Pandanaran Blok E12A, Kel. Mangunharjo, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 31249744     DOI : https://doi.org/10.67710/learningstrategies
Core Subject :
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran is a scholarly journal published by GRM Academic Press, an academic publisher managed by PT Global Research Media Group. The journal focuses on publishing scholarly works in the fields of education, learning strategies, instructional innovation, curriculum development, educational technology, assessment, and pedagogical practice. The journal serves as an academic platform for lecturers, researchers, teachers, practitioners, and education stakeholders to disseminate research findings, theoretical studies, innovations, methods, and learning models that contribute to the improvement of educational quality. Through a multidisciplinary approach, the journal integrates educational theory, classroom practice, technology, social sciences, humanities, and field-based educational experiences to support meaningful and sustainable learning development. Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran is published three times a year and is committed to upholding the quality, integrity, and academic credibility of its publications through a structured editorial process and rigorous peer review.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Analisis Penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Canva terhadap Peningkatan Hasil Belajar IPAS Siswa Nofita Ayu Indahsari; Sita Isna Malyuna; Fera Dwidarti
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.39

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran di sekolah, termasuk pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang sekolah dasar. IPAS merupakan mata pelajaran yang menggabungkan konsep sains dan sosial yang bersifat kontekstual, sehingga membutuhkan media pembelajaran yang mampu menjembatani konsep abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Namun, pada kenyataannya, proses pembelajaran IPAS di banyak sekolah dasar masih didominasi oleh metode konvensional, seperti ceramah dan penggunaan buku cetak sebagai satu-satunya sumber belajar. Kondisi ini menyebabkan siswa cenderung pasif, kurang termotivasi, dan kesulitan memahami materi yang bersifat abstrak, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Rendahnya hasil belajar tersebut juga dipengaruhi oleh minimnya variasi media pembelajaran yang digunakan guru. Padahal, di era digital saat ini, siswa sekolah dasar tumbuh sebagai generasi yang akrab dengan teknologi, sehingga pembelajaran berbasis digital dinilai lebih relevan dan mampu menarik minat belajar mereka. Salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah pengembangan e-modul interaktif berbasis aplikasi Canva. Canva dipilih karena menyediakan fitur yang mudah digunakan, mendukung integrasi gambar, video, animasi, dan latihan soal interaktif dalam satu tampilan yang menarik, sehingga siswa tidak hanya menjadi pembaca pasif, melainkan dapat berinteraksi langsung dengan materi. Penggunaan e-modul interaktif berbasis Canva diharapkan mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, dan pemahaman konsep siswa terhadap materi IPAS, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai analisis penggunaan e-modul interaktif berbasis Canva terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar, dengan teknik pengumpulan data berupa tes hasil belajar, observasi, angket, dan dokumentasi.
Analisis Pemanfaatan Media Pembelajaran E-Book Interaktif Berbasis Multimedia pada Pembelajaran IPAS di SDN Tuwiri Wetan 2 Eno Vema Dwi Fitria; Sita Isna Malyuna; Fera Dwidarti
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.41

Abstract

Kajian ini berfokus pada penggunaan e-book interaktif bermuatan multimedia sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPAS di SDN Tuwiri Wetan 2. Di era digital, integrasi teknologi ke dalam kegiatan belajar menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai karakter siswa. E-book interaktif yang dimaksud memadukan teks, gambar, video, animasi, serta kuis sehingga memudahkan siswa memahami materi secara lebih mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru maupun siswa. Adapun analisis data mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa e-book interaktif ini berperan sebagai alat bantu dalam pembelajaran IPAS. Penggunaannya membantu guru menyajikan materi lebih beragam sekaligus mendorong partisipasi aktif murid. Kehadiran video, gambar, dan kuis di dalam e-book terbukti mampu meningkatkan daya tarik murid serta memperkuat pemahaman mereka. Baik guru maupun murid merespons positif karena media ini mampu membangkitkan minat belajar dan menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis. Faktor pendukung meliputi ketersediaan perangkat, kemampuan teknologi guru, dan dukungan pihak sekolah. Sementara itu, keterbatasan akses internet serta kurang meratanya perangkat digital menjadi kendala utama. Dengan demikian, e-book interaktif berbasis multimedia memiliki potensi untuk mendukung pembelajaran IPAS yang lebih efektif di tingkat sekolah dasar.
Kevalidan Media Pop-Up Book Berbasis Kearifan Lokal pada Pembelajaran IPAS Materi Keragaman Budaya Kelas IV SD Bintang Cahya Anugrah Perdana; Ina Agustin
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.42

Abstract

Rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi keragaman budaya dan kearifan lokal pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) seringkali dipicu oleh minimnya media yang variatif. Masalah ini secara nyata ditemukan pada peserta didik kelas IV di UPT SD Negeri Gedongombo 1, Kabupaten Tuban, di mana proses pembelajaran masih didominasi oleh media konvensional dan metode ceramah sehingga siswa kurang terlibat secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kevalidan media pembelajaran inovatif berupa Pop-Up Book berbasis kearifan lokal pada materi keragaman budaya. Penelitian ini mengaplikasikan metode Research and Development (R&D) yang melalui enam tahapan utama: analisis kebutuhan, perancangan produk, pengembangan, validasi ahli, revisi, dan penyempurnaan produk. Pengumpulan data melibatkan instrumen angket skala Likert yang dinilai oleh tiga pakar, yakni ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase serta deskriptif kualitatif berdasarkan masukan tertulis dari para validator. Hasil validasi membuktikan bahwa produk ini sangat layak, dengan perolehan skor 92% dari ahli materi (sangat valid), 86% dari ahli media (sangat valid), dan 80% dari ahli bahasa (valid). Rata-rata keseluruhan skor validasi mencapai 86%, yang masuk dalam kategori sangat valid. Temuan ini menegaskan bahwa media Pop-Up Book berbasis kearifan lokal telah memenuhi standar kelayakan dari aspek isi, desain media, dan kebahasaan. Dengan demikian, media ini terbukti sangat layak dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran IPAS kelas IV yang lebih interaktif, sekaligus memperkuat pemahaman, apresiasi, dan kesadaran peserta didik dalam melestarikan budaya daerah.
Validitas Media Ulang HAKI (Ular Tangga Hak dan Kewajiban) pada Materi Hak dan Kewajiban Siswa Kelas V Sekolah Dasar Irsada Gos Salim; Iis Daniati Fatimah; Ina Agustin
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.43

Abstract

This study aims to develop a learning medium called ULANG HAKI (Snake and Ladder of Rights and Obligations) for teaching the topic of rights and obligations to fifth-grade elementary school students. The research employed the Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The development process began with identifying students’ learning needs and classroom problems, followed by designing and producing the learning medium, validating the product through expert judgment, and evaluating its feasibility. The research subjects included one material expert, one media expert, and one language expert who assessed the quality and appropriateness of the developed product. Data were collected through classroom observations, teacher interviews, and expert validation questionnaires. The collected data were analyzed using descriptive quantitative techniques by calculating percentage scores to determine the validity level of the learning medium. The validation results showed that the ULANG HAKI learning medium achieved a score of 88% from the material expert, 100% from the media expert, and 96% from the language expert. These findings indicate that the developed medium falls into the highly valid category and is suitable for implementation in Civic Education (PPKn) learning. Furthermore, the medium offers curriculum-aligned content, attractive visual design, clear instructions, and language that is appropriate for elementary school students. As an interactive game-based learning medium, ULANG HAKI has the potential to increase students’ learning motivation, classroom participation, critical thinking, and understanding of the concepts of rights and obligations, thereby creating a more engaging and meaningful learning experience.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media E-Komik Berbasis Aplikasi Canva pada Materi Perkalian Kelas IV Sekolah Dasar Faisyura Bias Diwangkara; Agus Wardhono; Ina Agustin
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.44

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pembelajaran matematika pada materi perkalian di kelas IV sekolah dasar yang masih didominasi metode ceramah, penggunaan media pembelajaran yang terbatas, serta rendahnya pemahaman peserta didik terhadap konsep perkalian. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik cenderung menghafal tanpa memahami makna perkalian secara utuh, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik, konkret, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media e-komik berbasis aplikasi Canva pada materi perkalian kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di UPT SD Negeri Sidomukti 2 dengan subjek penelitian satu guru kelas IV dan peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika pada materi perkalian masih menghadapi beberapa kendala, yaitu pembelajaran berpusat pada guru, media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada buku paket dan papan tulis, serta peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep perkalian secara bermakna. Selain itu, guru membutuhkan media pembelajaran yang menarik, mudah digunakan, dan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, media e-komik berbasis aplikasi Canva dinilai relevan untuk dikembangkan karena dapat menyajikan materi perkalian secara lebih konkret, kontekstual, dan menarik sesuai dengan kebutuhan guru dan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar Abdurrasyid; Syamzaimar
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam menangkal radikalisme di kalangan mahasiswa Institut Sains Al-Qur’an Syekh Ibrahim Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu. Radikalisme menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan karena dapat memengaruhi pola pikir generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri, terutama melalui penyebaran narasi intoleran, eksklusif, dan provokatif di lingkungan sosial maupun media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, dokumen pendidikan, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan Pendidikan Kewarganegaraan, radikalisme, nilai Pancasila, literasi digital, dan budaya inklusif. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun ketahanan ideologis mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berperan strategis sebagai instrumen penguatan karakter, penanaman nilai Pancasila, pembentukan sikap toleran, serta pengembangan nalar kritis dalam menghadapi propaganda radikal. Strategi pembelajaran yang dialogis, partisipatif, berbasis diskusi kritis, literasi kebangsaan, dan literasi digital dinilai penting untuk memperkuat daya tangkal mahasiswa terhadap paham radikal. Selain itu, budaya kampus yang demokratis dan inklusif menjadi faktor pendukung dalam membangun lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana preventif dalam membentuk mahasiswa yang moderat, nasionalis, demokratis, dan berkomitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Studi Pendahuluan Kesulitan Membaca Permulaan pada Murid Kelas I Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Karangkembang Tasya Imala’ul Aliyah Almuniroh; Wendri Wiratsiwi; Fera Dwidarti
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.47

Abstract

Kemampuan membaca permulaan ialah keterampilan dasar yang perlu dikuasai murid kelas I sekolah dasar karena menjadi landasan utama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan berbagai mata pelajaran lainnya. Namun, masih ditemukan murid yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan sehingga dapat menghambat proses belajar. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan membaca permulaan serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada murid kelas I di SDN Karangkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid masih mengalami kesulitan pada aspek pengenalan huruf, pelafalan bunyi (fonem), penggabungan huruf menjadi suku kata, serta kelancaran membaca. Selain itu, murid masih mengalami kesulitan membedakan bentuk huruf yang mirip, membaca dengan cara mengeja, serta membaca secara lambat dan terbata-bata. Faktor penyebab kesulitan membaca permulaan meliputi faktor internal berupa rendahnya motivasi belajar, minat membaca, kemampuan kognitif, dan rasa percaya diri murid, serta faktor eksternal berupa kurangnya pendampingan orang tua, minimnya latihan membaca di rumah, dan pendekatan pembelajaran yang kurang variatif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran membaca permulaan yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan belajar murid sehingga kemampuan membaca permulaan dapat berkembang secara optimal.
Validitas Media E-Flash Card Berbasis Gamifikasi dalam Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Ikhwannudin; Sita Isna Malyuna; Wendri Wiratsiwi
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas media E-Flash Card berbasis gamifikasi dalam pembelajaran membaca permulaan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis (analyze), desain (design), dan pengembangan (development). Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa menggunakan skala Likert. Data dianalisis menggunakan rumus persentase untuk menentukan tingkat validitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media E-Flash Card berbasis gamifikasi memperoleh persentase validasi ahli media sebesar 82%, validasi ahli bahasa sebesar 72%, dan validasi ahli materi sebesar 72%. Berdasarkan hasil tersebut diperoleh rata-rata persentase validitas sebesar 75,33% dengan kategori valid. Hasil validasi menunjukkan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi aspek kelayakan tampilan, kualitas materi, penggunaan bahasa, interaktivitas, serta kesesuaian dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Dengan demikian, media E-Flash Card berbasis gamifikasi dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran membaca permulaan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan.
Analisis Penggunaan Media Mobil Garis Bilangan dalam Pembelajaran Penjumlahan dan Pengurangan Siswa Kelas I Sekolah Dasar Wahyu Kurniawan Jaswadi; Sita Isna Maliuna; Ina Agustin
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.56

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kesulitan siswa kelas I sekolah dasar dalam memahami konsep penjumlahan dan pengurangan yang bersifat abstrak, sehingga diperlukan penggunaan media pembelajaran yang konkret dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media mobil garis bilangan dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan siswa kelas I sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN Sidomukti 2 dengan subjek penelitian sebanyak 22 siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki serta guru kelas sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media mobil garis bilangan mampu membantu siswa dalam memvisualisasikan konsep penjumlahan sebagai gerakan maju dan pengurangan sebagai gerakan mundur, sehingga mempermudah pemahaman konsep secara konkret. Selain itu, penggunaan media ini juga meningkatkan keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Namun demikian, penggunaan media ini memerlukan pengelolaan kelas yang baik dan bimbingan dari guru agar dapat digunakan secara optimal oleh seluruh siswa. Media mobil garis bilangan dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar.
A Morphological Analysis of Derivational and Inflectional Morphemes in the ‘Life Today’ English Textbook for Grade 12 Students Siti Nurul Hasanah; Tenia Ramalia; Nirna Nirmala
Learning Strategies: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Learning Strategies
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/learningstrategies.v1i2.62

Abstract

This study aimed to analyze the types of bound morphemes, the processes and frequency of derivational and inflectional morphemes in the “Life Today” English textbook used by Grade 12 students in Indonesia to provide insights into morphological content presentation in EFL instructional materials. Morphological awareness is crucial for English as a Foreign Language learners’ vocabulary development and reading comprehension. Despite extensive research on morphological analysis in authentic texts, limited attention has been given to examining morphological content in educational materials. Understanding how morphemes are presented in textbooks is essential for optimizing English language instruction, particularly in Indonesia where English proficiency remains challenging. This research employed a descriptive qualitative design with document analysis to examine 22 reading texts across four units of the “Life Today” textbook. Using Fromkin, Rodman, and Hymas’s theoretical framework, the research systematically identified, categorized, and analyzed derivational and inflectional morphemes through a four-stage data collection process and Miles and Huberman’s three-stage data analytical framework. The analysis identified 1,409 morphological processes, with inflectional morphemes (1,096 words) significantly outnumbering derivational morphemes (313 words). All types morphological categories were present, including ten derivational processes and eight inflectional processes. The most frequent morpheme was plural (521 words) followed by past tense (259 words) and progressive (231 words). The predominance of inflectional morphemes validates theoretical predictions about their fundamental grammatical functions in English discourse. These findings provide evidence for morphological content optimization in EFL materials and support the integration of systematic morphological categories to enhance Indonesian students’ vocabulary development and communicative competence.

Page 2 of 2 | Total Record : 20