cover
Contact Name
Lppm Unan
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
tscbidan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032461     EISSN : 27748731     DOI : https://10.35720/tscbid.v8i01.423
Core Subject :
Kehamilan dan persalinan, termasuk pemeriksaan kehamilan, persalinan normal maupun berisiko. Kesehatan bayi dan neonatus, termasuk perawatan bayi baru lahir dan menyusui. Kesehatan ibu dan perempuan, termasuk kesehatan reproduksi dan kesehatan mental. Keluarga berencana dan kontrasepsi. Pelayanan kebidanan, keselamatan pasien, peningkatan mutu, dan continuity of care. Pendidikan dan profesi kebidanan, termasuk pengembangan kompetensi bidan. Intervensi nonfarmakologis dan komplementer, misalnya untuk mengurangi nyeri dan kecemasan. Teknologi dan inovasi kesehatan, termasuk digitalisasi pelayanan kebidanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kebidanan dan kesehatan ibu-anak.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
HUBUNGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA TERHADAP GANGGUAN PENGELUARAN ASI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA DI RSI SUNAN KUDUS Solikatul Muamalah; Indah Risnawati; Atun Wigati
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Ibu yang melahirkan melalui proses sectio cesarea mengalami hambatan dalam menyusui yang disebabkan karena nyeri post operasi yang mengganggu kenyamanan ibu dapat menghambat kerja saraf glandula pituitari posterior yang menghasilkan hormon oksitosin yang berperan dalam proses laktasi. Data Kemenkes RI tahun 2024 menyebutkan cakupan bayi mendapat ASI eksklusif sebanyak 66,06% di tahun 2023 dan 69,08% di tahun 2024. Cakupan pemberian ASI eksklusif di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2024 sebanyak 80,27%, angka ini sudah memenuhi target Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan 80%. Sedangkan cakupan pemberian ASI Eksklusif di Kabupaten Kudus jauh dibawah angka rata-rata provinsi, yakni 44,7%. Terlebih lagi besarnya jumlah angkatan kerja tenaga kerja wanita yang bekerja 63% Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tindakan sectio caesarea terhadap gangguan pengeluaran ASI pada ibu post sectio caesarea di RSI Sunan Kudus. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperimental dan menggunakan retrospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalh ibu bersalin di RSI Sunan Kudus pada Bulan Juni 2025 sebanyak 40 orang. Penentuan sampel dengan total sampling. Pegumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan tindakan Sectio Caesarea terhadap gangguan pengeluaran ASI pada ibu post Sectio Caesarea di RSI Sunan Kudus karena nilai p 0,003 < 0,05. Kesimpulan: ada hubungan tindakan Sectio Caesarea terhadap gangguan pengeluaran ASI pada ibu post Sectio Caesarea di RSI Sunan Kudus  
ANALISIS FAKTOR RISIKO POSTPARTUM BLUES PADA IBU NIFAS: LITERATURE REVIEW Fitriana Rakhimah; Nilatul Izah; Sa’adah Handayani
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 11 No. 01 (2026): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Postpartum blues adalah gangguan suasana hati ringan pada minggu-minggu awal setelah persalinan yang dapat berlanjut menjadi depresi postpartum. Faktor risikonya beragam dan hasil penelitian belum selalu konsisten. Tujuan: Merangkum dan menganalisis faktor risiko postpartum blues pada ibu nifas berdasarkan penelitian tahun 2018-2025. Metode: Literature review naratif terhadap 29 artikel (7 internasional dan 22 Indonesia) yang dipublikasikan 2018-2025, ditelusuri melalui mesin pencari web dan portal jurnal terbuka. Data diekstraksi ke dalam tabel dan disintesis secara tematik. Hasil: Faktor yang paling konsisten dilaporkan adalah dukungan suami dan keluarga. Usia ibu, pendidikan, jenis persalinan, perencanaan kehamilan, serta komplikasi dan prematuritas juga dilaporkan berhubungan, sedangkan temuan tentang paritas tidak konsisten. Riwayat gangguan psikiatri, trauma masa kecil, dan stres selama kehamilan dilaporkan pada kohort internasional. Kesimpulan: Dukungan suami dan keluarga merupakan faktor yang paling sering dilaporkan berhubungan dengan postpartum blues, sehingga skrining dini dan edukasi yang melibatkan suami dan keluarga perlu diperkuat.Skrining dan edukasi masa nifas perlu mempertimbangkan faktor psikososial, obstetri, dan karakteristik ibu secara terpadu.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KEK DENGAN PERILAKU PANTANG MAKANAN PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS PENAWANGAN 1 Wahyu Dewi Hapsari; Sri Martini
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 11 No. 01 (2026): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:  Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu hamil dapat menyebabkan cadangan energi dalam tubuh berkurang sehingga timbul gangguan kesehatan, baik pada ibu maupun janin yang dikandung. Menurut Data WHO tahun 2024 angka bayi lahir dengan berat badan rendah secara global masih berada di kisaran 14,7% (data laporan 2023-2024), yang menunjukkan bahwa asupan energi ibu selama hamil belum optimal. Dengan adanya kejadian tersebut Pemerintah telah mengupayakan menurunkan angka prevalensi ibu hamil KEK dengan pelayaan antenatal care (ANC) rutin dan pemberian makanan tambahan (PMT) minimal selama 90 hari, namun rendahnya pengetahuan terkait pentingnya asupan gizi yang adekuat untuk ibu hamil serta masih adanya perilaku pantangan makan tertentu bagi ibu hamil. Diketahui jumlah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pantang makanan pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Penawangan 1. Metode:  Penelitian menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional pada 44 responden yang diambil secara total sampling dari populasi Ibu hamil trimester 1 di wilayah Puskesmas Penawangan I. Hasil:  Mayoritas 43 responden (97,7%) responden berumur reproduktif, 19 responden (43,2%) berpendidikan lulusan Sekolah Menengah Atas, 35 responden (79,5%) bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga. Hasil analisis univariat mayoritas 21 responden (47,7%) berpengetahuan cukup, 25 responden (56,8%) berperilaku tidak pantang makanan, sedangkan dalam analisis bivariat nilai fisher’s exact test p= 0,001. Kesimpulan:  Ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pantang makanan pada Ibu hamil di wilayah Puskesmas Penawangan 1.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PIJAT OXITOSIN DAN THERAPY MOXA TERHADAP LAMA KALA 1 PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA Via Natallia; Nor Asiyah; Irawati I
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persalinan dimulai kontraksi uterus dan diakhiri lahirnya plasenta. Lamanya persalinan beresiko menyebabkan kegawatdaruratan ibu dan janin. Kala 1 persalinan merupakan tahap awal yang menentukan kelancaran proses persalinan. Lamanya fase ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk efektivitas kontraksi rahim. Pijat oksitosin dan terapi moxa adalah metode nonfarmakologis yang dipercaya dapat mempercepat proses persalinan dengan merangsang pelepasan hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas perbandingan efektivitas pijat oxitosin dan therapy moxa terhadap lama kala 1 pada ibu bersalin Primigravida di RS Mardi Rahayu Kudus. Metode: Jenis penelitian Quasy Experimen dengan desain Post-test Only Control Group Desain. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RS Mardi Rahayu Kudus dengan jumlah ibu hamil Trimester III bulan Maret-Juni 2025 sebanyak 42 orang. Teknik sampling dengan Total Sampling, sehingga besar sampel penelitian ini sebanyak 42 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok sehingga setiap kelompok 21 orang. Metode pengumpulan data menggunakan checklist. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Rata-rata lama kala I fase aktif pada kelompok pijat oksitosin adalah 400,95 menit (SD = 109,586), sedangkan pada kelompok terapi moksibusi sebesar 376,67 menit (SD = 124,553). Uji statistik Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi terhadap lama kala I fase aktif (p = 0,157 > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh pemberian pijat oksitosin dan terapi moksibusi terhadap lama kala I fase aktif pada ibu bersalin primigravida.  
STUDI KORELASI : KESEHATAN MENTAL REMAJA DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA Yunita Dwiyanti; Pintam Ayu Yastirin; Anggita Septyani Permatasari
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Data survei rumah tangga berskala nasional yang dilakukan oleh Indonesia Nasional Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja (34,9%) atau setara dengan 15,5 juta memiliki masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi Kesehatan mental remaja adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua tercermin dari sikap dan interaksi orang tua dengan anak dalam kehidupan sehari – hari. Sikap maupun interaksi orang tua tercermin dalam kehidupan sehari–hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap kesehatan mental remaja di SMP Negeri 1 Wirosari. Metode : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian dilakukan menggunakan teknik random sampling sejumlah 247 responden. Hasil : hasil sampel 247 remaja mengalami gangguan kesehatan mental sebanyak (37.2%) dan remaja tidak mengalami gangguan kesehatan mental sebanyak (63,9%). Sebagian besar pola asuh orang tua  menerapkan tipe pola asuh demokratis yaitu sebanyak 134 (53,2%),  Kesimpulan : berdasarkan dari penelitian terdapat ada hubungan pola asuh orang tua terhadap kesehatan mental remaja di SMP Negeri 1 Wirosari.