cover
Contact Name
Lppm Unan
Contact Email
lppm@unan.ac.id
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
tscbidan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada No. 07 Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032461     EISSN : 27748731     DOI : https://10.35720/tscbid.v8i01.423
Core Subject :
Kehamilan dan persalinan, termasuk pemeriksaan kehamilan, persalinan normal maupun berisiko. Kesehatan bayi dan neonatus, termasuk perawatan bayi baru lahir dan menyusui. Kesehatan ibu dan perempuan, termasuk kesehatan reproduksi dan kesehatan mental. Keluarga berencana dan kontrasepsi. Pelayanan kebidanan, keselamatan pasien, peningkatan mutu, dan continuity of care. Pendidikan dan profesi kebidanan, termasuk pengembangan kompetensi bidan. Intervensi nonfarmakologis dan komplementer, misalnya untuk mengurangi nyeri dan kecemasan. Teknologi dan inovasi kesehatan, termasuk digitalisasi pelayanan kebidanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan kebidanan dan kesehatan ibu-anak.
Arjuna Subject : -
Articles 53 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURUK CAHU KALIMANTAN TENGAH Meidayana Refisiliyani; OKKY MERBEN
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia Murung Raya menjadi salah satu kabupaten yang menyumbangkan kasus stunting dengan jumlah lebih tinggi daripada kabupaten lainnya. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Puruk Cahu Kalimantan Tengah.  Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan menggunakan uji penelitian terhadap 71 responden serta uji validitas dan realibilitas kuesioner atas dimensi pengetahuan ibu, dimensi pengetahuan keluarga dan kejadian stunting.  Hasil : Berdasarkan penelitian tentang pengetahuan gizi ibu dapat diketahui bahwa dari dari 39 responden pengetahuan gizi ibu kurang yang memiliki ukuran tubuh sangat pendek ada 4 responden (10,3%), ukuran tubuh pendek ada 27 responden (69,2%) dan yang memiliki ukuran tubuh normal ada 8 responden (20,5%). Sedangkan dari hasil penelitian pendapatan keluarga menunjukkan bahwa dari 40 responden pendapatan keluarga rendah yang memiliki ukuran tubuh sangat pendek ada 5 responden (12,5%) ukuran tubuh pendek ada 28 responden (70%) dan yang memiliki ukuran tubuh normal ada 7 responden (17,5%). Hasil uji statistic chi square diperoleh p value = 0,000. Hal ini berarti H0 diterima dan menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ibu dan pendapatan keluarga terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Puruk Cahu Kalimantan Tengah.  Kesimpulan : Perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan terkait untuk meningkatkan pengetahuan gizi ibu dan bantuan pemberian makanan tambahan dari pemerintah setempat kepada keluarga yang memiliki anak stunting diharapkan mampu menurukan angka kejadian stunting.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU PASCA SALIN DENGAN FOKUS INTERVENSI PEMBERIAN AROMATHERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA LASERASI PERINEUM Sri Untari; Siti Avitasari; Nurul Kodiyah
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Setelah kelahiran plasenta, dimulailah masa pascasalin (puerperium) yang akan berlangsung hingga organ-organ kandungan kembali ke kondisi semula sebelum kehamilan. Ketidaknyamanan pada masa nifas dapat terjadi diantaranya yaitu nyeri perineum dikarenakan ada luka jahitan. Teknik non-farmakologi dengan pemberian aromaterapi lavender dapat meredakan nyeri pada perineum. Tujuan penelitian adalah mampu melaksanakan Asuhan Kebidanan pada Ibu Pasca Salin dengan Fokus Intervensi Pemberian Aromatherapi Lavender terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Laserasi Perineum. Metode:  Desain penelitian yang diterapkan oleh peneliti adalah desain studi kasus. Tipe riset analisis kasus naratif ini mengimplementasikan metode observasi partisipatif. Subjek penelitian dalam kajian ini ialah mencakup seorang ibu dalam masa nifas. Hasil: Temuan kajian memperlihatkan nyeri perineum pada ibu nifas mengalami penurunan dengan sebelum intervensi yaitu dengan skala nyeri 7 menjadi skala nyeri 3. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender selama 5 hari berhasil mengurangi nyeri perineum ibu pasca salin..  
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKARAJA KABUPATEN BOGOR Amelia Nur Hidayanti; Nurmupida Abbas
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Latar Belakang : Stunting merupakan salah satu tantangan dan masalah gizi secara global yang sedang dihadapi oleh masyarakat di dunia. Ambitious World Health Assembly menargetkan penurunan 40% angka stunting di seluruh dunia pada tahun 2025.   Tujuan : penelitian diketahui faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting pada anak balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten Bogor. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain crosssectional. Populasi dalam penelitian ini balita stunting usia 24-59 bulan sebanyak 70 orang. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 70 responden dengan teknik total sampling. Lokasi penelitian adalah di Wilayah Puskesmas Sukaraja Kabupaten Bogor. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli 2024 dengan data primer menggunakan analisis data Chi-square.   Hasil : penelitian kejadian stunting (pendek) 40 (57,1%), jenis kelamin perempuan 39 (55,7%), umur 37-59 bulan 38 (54,3%), pola asuh makan kurang 41 (58,6%) dan tidak ASI Eksklusif 38 (54,3%). Ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian Stunting pada anak balita p-value (0,000 > 0.05). Ada hubungan umur dengan kejadian Stunting pada anak balita Fe p-value (0,005 > 0.05). Ada hubungan pola asuh makan dengan kejadian Stunting pada anak balita p-value (0,001 > 0.05). Ada hubungan pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian Stunting pada anak balita p-value (0,003 > 0.05). Saran diharapkan lebih aktif dalam memberikan sosialisasi atau penyuluhan kepada keluarga yang memiliki balita stunting, turut andil dalam melakukan pencegahan pada stunting. 
MIDWIFERY CARE WITH A FOCUS ON WARM GALANGAL WATER IMMERSION THERAPY INTERVENTIONS TO REDUCE LEG EDEMA IN PREGNANT WOMEN  IN THE THIRD TRIMESTER Nieken Luhputu Anggraini; Rizki Sahara; Nurya Kumalasari
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background; From the moment of conception all the way until the delivery of the baby, a woman goes through a gestational period that spans 40 weeks and is divided into three distinct trimesters. Discomforts like leg edema might be brought on by the physiological and physical changes that occur during pregnancy. To alleviate this swelling without resorting to medication, try soaking your feet in warm galangal water. There were 19,407 pregnant women in 2023, according to data from the Grobogan Regency Health Office. Around 476 of these women were in Trimester III, and 59 of them had leg edema. From January to April of 2024, 4,248 expectant mothers were recorded in Grobogan Regency. Among them, 87 were in Trimester III, and 13 of those ladies suffered from leg edema. The aim of this study is to be able to provide midwifery care with a focus on warm galangal water immersion therapy interventions to reduce leg edema in pregnant women in the third trimester. Method; This study used a descriptive research strategy based on a case study design and research on Varney's seven stages of care: assessment, data interpretation, potential diagnosis, anticipation, intervention, performance, and evaluation. Result; Pregnant women's feet experienced a marked improvement in their edema levels, going from grade 2 to zero before the intervention. The intervention of warm galangal water immersion in lowering leg edema has been successful, as indicated by this decrease. Conclusion; The case study concludes that the mother's leg edema was successfully alleviated after 5 days of bathing in warm galangal water.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TM III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WINONG KEMIRI KABUPATEN PURWOREJO Fetty Chandra Wulandari; Atik Styaningsih
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Selama TM III, kadar hemoglobin ibu akan turun, anemia terjadi saat hemoglobin <11 gr/dL. Anemia pada kehamilan mengurangi jumlah oksigen yang diikat dalam darah,menyebabkan otot uterus tidak berkontraksi dengan baik,menyebabkan perdarahan postpartum. Tujuan : untuk mengetahui hubungan antara umur, paritas, status gizi, status pendidikan, dan status pekerjaan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil TM III di Puskesmas Winong Kemiri. Metode : cross-sectional dimana variabel sebab dan akibat diukur atau dikumpulkan secara simultan. Penelitian ini dilakukan bulan Juli 2024 di Puskesmas Winong Kemiri, menggunakan metode Accidental Sampling dengan 20 responden. Hasil : penelitian diperoleh nilai p-value<0,05 yaitu umur dengan kadar hb 0,004, paritas dengan kadar hb 0,029, status gizi dengan kadar hb 0,019, status pendidikan dengan kadar hb 0,004, serta p-value>0,05 yaitu status pekerjaan dengan kadar hb 0,375. Kesimpulan : Ada hubungan kadar hemoglobin dengan umur,paritas,status gizi,dan status pendidikan, serta tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan status pekerjaan. Saran: Diharapkan bidan untuk memperhatikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hb ibu hamil sehingga dapat melakukan antisipasi dan penanganan lebih lanjut bila diperlukan. 
PENGARUH MOBILISASI DINI DANA SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSI UTERUS PADA IBU NIFAS Wella Anggraini
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kematian ibu yang disebabkan karena proses setelah melahirkan menjadi penyebab sebesar 60%,  jumlah tersebut, 50% terjadi pada 24 jam setelah melahirkan, yang disebabkan karena perdarahan dan infeksi (Prawihardjo, 2008). Involusi uterus yaitu suatu  proses kembalinya rahim dalam kondisi semula sebelum kehamilan. Berdasarkan penelitian oleh Anggraini dan Savitri (2021), terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi proses involusi uterus, antara lain mobilisasi dini, aktivitas fisik setelah melahirkan, status nutrisi, menyusui, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, serta pemberian ASI segera setelah persalinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh ibu nifas yang melakukan mobilisasi dini dan senam nifas terhadap proses involusi uterus. Metode:  Penelitian ini menggunakan metode quasieksperiment dengan menggunakan pretest posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan subjek ibu nifas normal. Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang yang terdiri dari 15 orang untuk kelompok intervensi dan 15 orang untuk kelompok kontrol. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Mann Whitney Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil, bahwa mobilisasi dini dan senam nifas berpengaruh terhadap involusi uterus yaitu p value = 0,008 < dari α = 0,05. Kesimpulan:  mobilisasi dini dan senam nifas memiliki pengaruh terhadap involusi uterus pada ibu nifas di Puseksmas Jakenan Pati. Berdasarkan penelitian ini peneliti memberikan saran pada ibu nifas untuk melakukan mobilisasi dini dan senam nifas untuk mempercepat proses involusi uterus
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL Yuwanti; Sinta Irmawati Dewi; Tri Purnanto Nurulistyawan
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kurang Energi Kronik (KEK) pada kehamilan dapat berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai faktor seperti umur, Pendidikan, pekerjaan , paritas dan jarak kehamilan diduga merupakan penyebab terjadinya KEK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor -faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisi data menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan antar variabel dependen (Status KEK) dengan variabel independent (umur, Pendidikan, pekerjaan, paritas dan jarak kehamilan). Sampel penelitian sebanyak 55 responden yang diambil dari seluruh populasi menggunakan. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (χ² = 26.117; p = 0.000), paritas (χ² = 23.214; p = 0.000), dan jarak kehamilan (χ² = 55.000; p = 0.000) dengan kejadian KEK. Sementara itu, pendidikan (χ² = 1.522; p = 0.467) dan pekerjaan (χ² = 0.510; p = 0.917) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Ibu dengan usia <20 tahun atau >35 tahun, paritas tinggi, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat lebih berisiko mengalami KEK. Kesimpulan: Faktor usia, paritas, dan jarak kehamilan merupakan faktor yang berhubungan dengan KEK. Intervensi gizi dan program kesehatan ibu perlu mempertimbangkan ketiga faktor ini untuk menurunkan prevalensi KEK 
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN FOKUS INTERVENSI KOMPRES EKSTRAK CALENDULA OFFICINALIS TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA EPISIOTOMI DI PUSKESMAS GROBOGAN Nurika Miftakhul Aini; Rizki Sahara; Dhiyan Nany Wigati
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, 48 ibu di Kabupaten Grobogan mengalami infeksi jalan lahir pada tahun 2022 setelah melahirkan. 5 orang pada bulan Januari dan Februari tahun 2023 di Kabupaten Grobogan mengalami infeksi pada jalan lahirnya. Dari total 129 kelahiran yang tercatat di Puskesmas Grobogan antara Januari hingga Maret 2023, 38 ibu memilih episiotomi. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan dengan fokus intervensi kompres ekstrak calendula officinalis terhadap penyembuhan luka episiotomi. Metodologi : Menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan studi penelitian pada Asuhan Tujuh Langkah Varney yang mencakup dari pengkajian, interpretasi data, diagnosa masalah potensial, antisipasi, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan diagnosa utama pada Ny. K adalah jahitan luka episiotomi derajat 2. Evaluasi pelaksanaan kompres ekstrak calendula officinalis menunjukkan Ny.K mengatakan tidak ada nyeri pada luka dan skala REEDA menjadi 0. Kesimpulan : Masalah nyeri teratasi dan penyembuhan luka baik dengan tindak lanjut pertahankan kenyamanan klien. 
PEMBERIAN PIJAT BAYI UNTUK PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI  DI KLINIK LUQI MEDIKA Ni Wayan Ari Sepiningsih; Laily Himawati
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Masa bayi merupakan golden periode atau masa keemasan berlangsung dari 0-12 bulan bayi membutuhkan asupan nutrisi yang cukup serta dibutuhkannya stimulasi yang mampu mendukung proses pertumbuhan dan perkembangannya. Stimulus yang diberikan berupa stimulus taktil yaitu pijat bayi yang dapat membantu meningkatkan berat badan. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan bayi dengan fokus intervensi pemberian pijat bayi untuk meningkatkan berat badan.  Metode : Rancangan penelitian yang gunakan adalah rancangan penelitian studi kasus. Jenis penelitian studi kasus deskriptif ini menggunakan metode observasi partisipatif. Subjek dalam penelitian ini adalah bayi yang berusia 2 bulan. Hasil : Hasil penelitian menunjukan diagnosa pada By.A dengan pijat bayi. Evaluasi pelaksanaan pijat bayi pada kasus By.A dengan pijat bayi dapat membantu meningkatan berat badan sebesar 850 gram. Kesimpulan : Terjadi kenaikan berat badan bayi setelah di berikan pijat bayi.
PERAWATAN PAYUDARA PASCA SALIN UNTUK KELANCARAN ASI  DI PUSKESMAS PURWODADI I Lala Febryanti Br Samosir; Sri Untari; Wiwin Hindriyawati
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan paling baik bagi bayi yang mengandung berbagai komponen penting dalam tubuh seperti leukosit, protein, dan zat kekebalan lainya yang cocok untuk bayi. ASI pula mendukung dalam pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal serta melindungi terhadap serangan penyakit. Salah satu cara untuk meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu nifas yaitu dengan cara dilakukan perawatan payudara. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan fokus intervensi perawatan payudara  untuk mengetahui pengaruh perawatan payudara terhadap produktivitas ASI pada ibu nifas.  Metode:  Rancangan penelitian yang peneliti gunakan adalah rancangan penelitian studi kasus. Jenis penelitian studi kasus deskriptif ini menggunakan metode observasi partisipatif. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu nifas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan diagnose pada Ny. D mengalami ketidaklancaran pengeluaran ASI dan ibu mengeluh bahwa bayi rewel. Evaluasi pelaksanaan perawatan payudara 2 kali sehari pada saat mandi pagi dan mandi sore hari. Ny. D dengan ketidaklancaran pengeluaran ASI terdapat peningkatan skala produksi ASI.   Kesimpulan: Adanya pengaruh perawatan payudara dengan peningkatan skala produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu nifas.