cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
PERTUKARAN SOSIAL PENERIMA BEASISWA PROGRAM PENDIDIKAN SISWA ASUH SEBAYA KABUPATEN BANYUWANGI MUHLISIN,
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam model pembiayaan pendidikan muncul berbagai program untuk menunjang tercapainya cita-cita sebuah dasar negara yakni yang berdasarakan pada pendidikan untuk semua orang. Hal inilah yang akan melahirkan berbagai model bagi negara untuk memberikan sistem pendidikan bagi setiap warga negaranya. Perilaku-perilaku ini juga memberikan dampak pada biaya pendidikan yang didapatkan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan teori pertukaran sosial dari George Caspar Homans. Homans memberikan gambaran jika perilaku sosial masyarakat dapat dilihat dari perilaku individu-individu. Perilaku individu-individu ini nantinya akan memberikan bentuk-bentuk pertukaran sosial yang akan memunculkan reward yang diberikan kepada seorang individu. Adapun pendekatan dari penelitian ini menggunakan pendekatan pertukaran sosial dari George C. Homans. Interpretasi mengenai makna dan pengelompokan proposisi dari perilaku-perilaku sosial seseorang tentang tindakan-tindakan yang dilakukan olehnya. Data dikumpulkan melalui wawancara, obserbasi serta mengumpulkan dokumen-dokumen yang mendukung penelitian. Kajian penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk pertukaran sosial dalam program pendidikan siswa asuh sebaya. Bentuk-bentuk pertukaran sosial dalam program pendidikan beasiswa siswa asuh sebaya terdapat bentuk dari pertukaran sosial terutama dalam hal perilaku-perilaku yang muncul dari individu untuk mendapatkan beasiswa siswa asuh sebaya. Bentuk-bentuk perilaku sosial ini terdapat pada proposisi-proposisi yang diberikan oleh individu melalui perilaku sosial yang ada. Dengan begitu perilaku-perilaku sosial ini akan memberikan dampak pada beasiswa yang didapatkan oleh individu tersebut.   Kata Kunci : Pertukaran Sosial, Perilaku, Beasiswa, Proposisi
PRAKTIK SOSIAL MEROKOK ANAK SMP DI KOTA SURABAYA SARI HIDAYATULLAH, DHIKA
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok bukan menjadi hal baru bagi remaja indonesia, namun cukup mengejutkan bila kita menemukan anak-anak yang masih duduk di bangku SMP telah menjadi seorang perokok. Fenomena ini sudah mulai banyak ditemukan di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Surabaya. Di dalam praktek sosial ini akan diketahui fenomena merokok yang terjadi pada pelajar SMP di kota Surabaya. Untuk memahami praktik sosial yang terjadi pada pelajar SMP, terlebih dahulu harus dilakukan identifikasi asal kelas sosial anak-anak pengguna rokok, memahami proses peniruan dan motif-motif yang mendasari, dan memahami pilihan ruang publik yang digunakan dalam melakukan perilaku merokok tersebut. Proses meniru lingkungan bukan sekedar interaksi sosial, tetapi dinilai sebagai praktik sosial yang melibatkan habitus, modal, ranah dan praktik sosial. Metode penelitian ini bersifat kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan dua cara yaitu pengamatan berpartisipasi dan wawancara mendalam. Data berikutnya adalah dengan menggunakan data sekunder yang digunakan sebagai pelengkap dalam sebuah penulisan hasil laporan yang di dapat.  Hasil penelitian yang ditemukan adalah perilaku merokok di kalangan remaja SMP di Kota Surabaya didorong oleh beberapa faktor diantaranya adalah mengikuti gaya hidup di lingkungan pergaulannya, sebagai pelampiasan atau pelarian dari berbagai masalah, imitasi atau meniru perilaku orang lain, serta wujud simpati dan empati terhadap teman sepergaulannya. Kata Kunci : Merokok, Pelajar SMP, Remaja, Habitus
FENOMENAMAHASISWA“NGOPI” DI ANGKRINGAN 99 ISKHAK, BENY
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Surabaya terutama didaerah dekat kampus, banyak tempat yang biasanya dijadikan tempat ngopinya para mahasiswa. Ngopi bagi kalangan mahasiswa adalah pekerjaan mangasyikan, ditengah tugas yang menumpuk dan perkuliahan yang padat, ngopi merupakan salah satu alternatif menghilangkan kepenatan tersebut. Di warung kopi mahasiswa banyak menceritakan beraneka ragam persoalaan, mulai dari kuliah, cewek, bisnis sampai organisasi. Tidak hanya itu, ngopi terkadang sebagai ajang untuk berdiskusi bagi kalangan aktivis. Metode penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam,serta mengumpulkan dokumen-dokumen, fokus kajian penelitian ini warung kopi dan mahasiswa (Fenomenologi mahasiswa ngopi di angkringan 99).Hasil penelitian ini menunjukkan motif because mahasiswa aktivis ngopi. Ngopi merupakan gaya hidup mahasiswa aktivis, sebelum memasuki dunia perkuliahan mereka sudah mengenal kopi dari lingkungan keluarganya. Mereka sering melihat anggota keluarganya (terutama ayah) yang sering meminum kopi, karena penasaran awalnya hanya mencoba setelah dirasa enak dan cocok mereka terus menerus melakukan kegiatan ngopi hingga menjadi gaya hidup mereka. Sedangkan motif yang melatar belakangi mahasiswa non-aktivis ngopi adalah dari ajakan teman. Kata Kunci : Warung Kopi,  Mahasiswa,  Angkringan 99
RELASI GENDER PEREMPUAN PEMANDU KARAOKE YANG SUDAH BERKELUARGA INDAH NAWANG S, SEPTI; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemandu karaoke adalah pekerjaan untuk menemani tamu di ruang karaoke.Selain itu, ia tidak jarang ikut minum (alkohol) bersama-sama. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat relasi gender yang terbangun pada keluarga pemandu karaoke. Penelitian ini menggunakan beberapa kajian konsep yakni terkait bentuk-bentuk relasi gender. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, participant observation, serta pengumpulan dokumen-dokumen pendukung. Analisis dalam penelitian ini menggunakan tiga proses yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, relasi gender yang terbangun antara pemandu karaoke dengan suami terjabarkan dalam bentuk-bentuk yang berbeda yaitu: trust antara kedua pihak suami dan istri, keterlibatan suami dalam pengambilan keputusan bekerja sebagai escort, serta toleransi dan komitmen antara kedua pihak. Di samping itu, muncul dua jenis relasi gender yang terbangun dalam keluarga pemandu karaoke, yakni: relasi patriarkis hirarkis, serta relasi mitra sejajar. Kata kunci : Relasi Gender, Escort, Pemandu Karaoke, Keluarga
KOMODIFIKASI TUBUH PEREMPUAN PEGAWAI BANK DWI RAHAYU, AMELIA; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, indutri budaya telah dikuasi oleh kapitalis. Komodifikasi merupakan salah satu cara kapitalis melancarkan tujuannya untuk mengubah nilai fungsi guna menjadi nilai tukar. Komodifikasi sebagai salah satu trategi penguasaan pemasaran. Saat ini perempuanlah yang banyak dijadikan sebagai komoditas atas kepentingan pribadi para kapitalis. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk komodifikasi tubuh perempuan pegawai bank BTN Gresik..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang objektif pegawai perempuan Bank BTN Gresik dan untuk mengungkap bentuk ? bentu komodifikasi tubuh perempuan pegawai Bank BTN Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekaran kualitatif, dengan jenis penelitian berupa deskripstif yaitu memberikan gambaran secara ilmiah temuan data yang ada dilapangan. Penelitian dilakukan di Bank BTN Kantor Cabang Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Analisi data menggunakan analisis interaktif.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa bentuk-bentuk komodifikasi pada tubuh pegawai perempuan ditunjukkan dari berbagai peraturan yang ada di Bank BTN, yang meliputi seragam atau pakaian yang digunakan, aksesoris yang boleh digunakan, bentuk make up, tingkah laku pegawai pada saat di kantor ( cara duduk, cara berdiri, berjalan, posisi tangan saat duduk dan berdiri, posisi kaki saat duduk dan berdiri), serta sikap pegawai terhadap nasabah. Kata kunci : Komodifikasi, Tubuh perempuan
KERJA PARUH WAKTU MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA (STUDI FENOMENOLOGI PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE OMAHKU “OJEK MAHASISWA KETINTANG UNESA”) AGUNG SETIAWAN, BAYU; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja paruh waktu merupakan sebuah jenis pekerjaan yang banyak dilakukan oleh mahasiswa, tidak terkecuali mahasiswa yang berasalkan dari golongan menengah keatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif sebab (because motive) dan motif tujuan (in order to-motive) mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang bekerja paruh waktu menjadi pengemudi di grub ojek online OMAHKU (ojek mahasiswa ketintang unesa) dan berasalkan dari kalangan menengah keatas. Sifat penelitian ini adalah bersifat kualitatif, dengan mengunakan pendekatan Fenomenologi Alfred Schutz. Teori yang dipakai dalam penelitian kali ini adalah mengunakan teori Fenomenologi dari Afred Schutz yang membahas tentang motif sebab (because motive) dan motif tujuan (in order to-motive). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa hal yang menjadi motif sebab dan motif tujuan mahasiswa yang berkerja paruh waktu menjadi pengemudi di grub ojek online OMAHKU, diantaranya yang menjadi motif sebab adalah kondisi objektif mahasiswa, tidak produktifnya waktu luang, daya tarik pekerjaan paruh waktu, daya tarik menjadi pengemudi ojek online, daya tarik ojek online OMAHKU, dukungan orang sekitar, dan yang menjadi motif tujuannya adalah pengembangan diri, produktif dibidang ekonomi. Kata Kunci : Fenomena, Kerja Paruh Waktu, Mahasiswa
MAKNA PENDIDIKAN ANAK BAGI PENERIMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) PRASASTI, RIYANG; HARIANTO, SUGENG
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial yang dibangun dalam rangka mempertahankan kesejahteraan masyarakat miskin serta memotong rantai kemiskinan untuk generasi yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi sosial ekonomi penerima PKH di Desa Ngepeh, memahami motif sebab (because motive), dan motif tujuan (in order to motive) orangtua terhadap pendidikan anak. Penelitian ini adalah bersifat kualitatif dengan mengunakan pendekatan Fenomenologi Alfred Schutz. Teori yang dipakai dalam penelitian kali ini adalah mengunakan teori Fenomenologi dari Afred Schutz yang membahas tentang motif sebab dan motif tujuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi dapat dilihat dari pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari, serta konsumsi. Selain itu penelitian ini menemukan motif sebab dan tujuan penerima PKH Desa Ngepeh Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun menyekolahkan anak-anaknya. Yang menjadi motif sebab antara lain: latar belakang pendidikan orangtua, religiusitas orangtua, pendidikan tidak terkait dengan pekerjaan, dan litersi orangtua. Sementara itu motif tujuan antara lain: mendapatkan pekerjaan dan pendapatan, literasi anak, religiusitas anak, dan mendapatkan bantuan PKH. Kata Kunci: kemiskinan, penanggulangan kemiskinan, motif sebab, motif tujuan
KONSTRUKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH BERBASIS ISLAM TENTANG RELASI GENDER DALAM PENDIDIKAN (STUDI PADA SISWA KELAS XI IPS MA HASYIMIYAH DI DESA TAJUNG WIDORO KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK) DEVI ORLITA SARI, INTAN; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketidaksetaraan gender masih diterapkan dalam proses pembelajaran di Madrasah melalui kebudayaan patriarki dan keagamaan baik di dalam kelas dan ekstraklikuler, sehingga secara tidak langsung siswa terpengaruh dengan menjadi bagian dari keyakinan orang-orang disekitar Madrasah.Penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakonstruksi sosial siswa sekolah berbasis Islam tentang relasi gender dalam pendidikan.Jurnal ini bertujuan untuk mengungkapkan konstruksi sosial siswa tentang relasi gender melalui proses pembelajaran di dalam kelas dan ekstrakulikuler. Masalah ini dibahas berdasarkan fakta yang ada dilapangan dengan metode penelitian deksriptif kualitatif dengan perspektif teoritik Peter L Berger.Hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa konstruksi mengenai perbedaan antara siswa laki-laki dan siswa perempuan muncul dari pembelajaran didalam kelas dan ekstrakulikuler. Siswa laki-laki diunggulkan ke arah kepemimpinan yang melindungi siswa perempuan. Sedangkan jabatan dari siswa perempuan0disini kearah yang terlindungi. Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Relasi Gender, Pendidikan Abstract Gender inequality still applied on process of learning in Madrasah?s through patriarchal and religious both in the class and also extracurricular, so indirectly students are affected being part of the faith of people around the Madrasahs.This research is to know how social construction of Islamic school-based student about gender relation in education.This journal aims to reveal students gender relation?s social constructions through in class and extracurricular learning processes. This problem discuss based the facts on the field with qualitative descriptive research method with theoretical perspective of Peter L Berger. Results of the research show the construction of differences between male and female students come up from learning in the classroom and extracurricular. Male students are seeded toward leadership that protects female students. While position of female students here towards toprotected. Keywords :Social Construction, Gender Relations, Education
KONFLIK WARGA DESA MEDALI DENGAN PT. BUMI NUSA MAKMUR TENTANG DAMPAK LIMBAH DI MOJOKERTO APRIANTO P P, ANGGI; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan pabrik pabrik baru merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan tingkat ekonomi masyarakat. Selain itu dengan adanya pabrik atau lokasi industri juga dapat menyerap tenaga kerja. Seolah dua mata pisau, pembangunan industri juga dapat membawa dampak buruk seperti alih fungsi lahan dan juga resiko pencemaran lingkungan. Hal serupa terjadi di desa Medali Kec. Puri, Kab. Mojokerto. Pembangunan sebuah pabrik pengolahan karet di desa tersebut telah membawa dampak buruk berupa pencemaran lingkungan yang merugikan warga sekitar. Dampak dari pencemaran lingkungan inilah yang menjadi awal mula mulainya konflik yang melibatkan warga dan PT. Bumi Nusa Makmur. Dengan terjadinya konflik tersebut, maka dilakukanlah penelitian untuk menemukan penyebab konflik, bagaimana konflik yang terjadi dan bentuk penyelesaian masalah dari konflik tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan model pendekatan kualitatif dengan perspektif teori konflik Dahrendorf .Dalam penelitian ini digambarkan bagaimana peranan wewenang dan otoritas dalam penyelesaian sebuah konflik, sejalan dengan apa yang dicetuskan oleh Dahrendorf. Dalam menghadapi konflik ini peranan pihak yang memiliki wewenang dan otoritas sangat memegang peranan penting untuk membawa masyarakat dari yang awalnya termasuk dalam kelompok semu menuju kepada kelompok kepentingan dan pada akhirnya mereka mencapai fase dimana kelompok kepentingan menjadi kelompok konflik. Wewenang yang dipegang oleh kepala desa sebagai penggerak warga menjadi kunci penting dalam konflik ini. Konflik yang berupa terjadinya demo warga, penyegelan, kericuhan dan pada akhirnya berujung pada membawa kasus ini ke meja hijau. Perjuangan warga desa Medali pun pada akhirnya menemui harapan ketika diterbitkannya surat keputusan Bupati yang menyatakan agar PT. Bumi Nusa Makmur menghentikan kegiatan pengolahan limbah yang dilakukan di pabrik mereka di desa Medali. Kata Kunci : konflik, pencemaran lingkungan, penyebab, dampak, penyelesaian.
KONSTRUKSI MASYARAKAT TENTANG TRADISI TURUN TANAH NINGTYAS KARTIKASARI, DWI; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitianinitentang konstruksi masyarakat tentang tradisi turun tanah di Desa Sumput Kecamatan Dritojerejo Kabupaten Gresik. Peneletian ini bertujuan mengidentifikasi proses pengetahuan internalisasi (identifikasi) masyarakat tentang tradisi turun tanah, mengidentifikasi proses ekternalisasi (adaptasi) masyarakat tentang tradisi turun tanah dan mengidentifikasi realitas tentang tradisi turun tanah. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori Peter L. Beger tentang realitas (kenyataan) danpengetahuan serta 3 proses konstruksi masyarakat yakni: internalisasi (identifikasi), Obyektifiksi (interaksi) dan ekternalisasi (adaptasi). Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan prespektif fenomenologi tentang kesadaran diri dan pengalaman dalam diri. Pengumpulan data menggunakan cara observasi dan wawancara mendalam. Analisi data menggunakan analasis diskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Turun Tanah yang di lakukan masyarakat Desa SumputKecamatanDriyorejoKabupaten Gresik memiliki katgeori pertama, tradisi turun tanah sebagai gaya hidup. Kedua, tradisi turun tanah merupakan hal yang musrik. Ketiga, tradisi turun tanahsebagai investasi masa depan. Keempat, tradisi turun tanah tentang ekonomi masyarakat. Kelima, tradisiturun tanah sebagai budaya keagamaan. Kata Kunci:Konstruksi sosial, Masyarakat dan Tradisi Turun Tanah.