cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
JARINGAN SOSIAL MAHASISWA MIGRAN JABODETABEK DI SURABAYA FAROKAH, NIA; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta menyebutkan ciri umum negara berkembang adalah adanya pertumbuhan kota di sebuah negara, namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang menunjang terpenuhinya kebutuhan lapangan kerja. Masalah ini menyebabkan munculnya migrasi penduduk ke tempat yang lebih baik. Namun tidak hanya masalah ekonomi, ketersediaan fasilitas pendidikan juga mendukung terjadinya migrasi ini. Para pelajar akan melakukan migrasi untuk memenuhi kebutuhan akan dunia pendidikan yang layak. Sebuah kota besar tidak menjamin tersedianya jenis pendidikan yang diinginkan oleh semua orang. Salah satu contohnya adalah adanya migrasi para pelajar dari Jabodetabek menuju Surabaya. Kedua daerah ini merupakan dua daerah yang keadaannya hampir sama, bahkan bisa dibilang Jabodetabek memiliki fasilitas yang lebih lengkap daripada Surabaya. Namun apakah yang mendorong para pelajar tersebut melakukan migrasi dari Jabodetabek ke Surabaya? Penelitian ini akan menggunakan tiga buah teori yang terdiri dari teori migrasi, teori jaringan sosial, dan teori fenomenologi untuk menganalisis permasalahan ini. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sehingga peneliti secara langsung mampu menggambarkan dengan tulisan bagaimana jaringan sosial yang dimiliki mahasiswa migran asal Jabodetabek kemudian mahasiswa migran tersebut memutuskan untuk melakukan migrasi ke Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, yang diharapkan dapat membantu peneliti dalam pengamatan, berpikir secara abstrak, serta dapat merasakan atau menghayati fenomena di lapangan penelitian. Dengan menggunakan pendekatan ini peneliti dapat menggali data secara mendalam dan kompleks. Subjek dalam penelitian berjumlah 10 orang dengan latar belakang migran dari Jabodetabek di Surabaya. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah dengan wawancara mendalam. Hasil wawancara kepada seluruh narasumber kemudian dianalisis dengan menggunakan tiga buah teori yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan pertama migrasi dilakukan karena adanya jaringan sosial mahasiswa. Kedua mahasiswa Jabodetabek melakukan ke daerah tujuan Surabaya dilandasi dengan pandangan secara fenomenologis. Ketiga lingkungan merupakan pembentuk dari jaringan sosial namun dari lingkungan pula jaringan sosial dapat terdistorsi oleh bentuk-bentuk alamiah daripada lingkungan sendiri, manusia memiliki kecenderungan berkelompok, berkomunitas, dan berkumpul merupakan kekuatan interaksi sosial. Kata Kunci: jaringan sosial, migran, Jabodetabek, Surabaya.
IDENTITAS REMAJA PUTRI PERKOTAAN TENTANG MAKNA SIMBOLIK HEDONISME OLIVIA, GEBBY; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fokus penelitian ini meneliti identitas remaja putri perkotaan tentang makna simbolik hedonisme. Dimana remaja putri perkotaan ingin sekali menunjukan identitasnya melalui simbol-simbol yang dikonsumsinya. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik Herbert Blummer, gaya hidup David Chanay, serta konsumsi Baudillard dengan pendekatan kualitatif metode fenomenologi. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan remaja putri perkotaan dalam interaksi dilingkungannya, mengetahui simbol-simbol yang dikonsumsi mereka, mendeskripsikan gaya hidup dalam sehari-harinya, serta pola konsumsi yang dilakukan oleh remaja putri perkotaan. Hasil dari penelitian ini yaitu remaja putri perkotaan memang dengan sengaja menggunakan simbol-simbol melalui apa yang dilihat dalam lingkungannya. Interaksi simbolik yang dilakukan remaja putri perkotaan dengan melakukan kegiatan konsumsi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan remaja putri perkotaan dengan memakai barang-barang mahal dan bermerk. Gaya hidup tinggi dan mewah yang diperlihatkan pada sekitarnya dan kegiatan konsumtif yang dilakukan, sehingga mereka menjadi remaja putri perkotaan yang hedon. hal yang dilakukan mereka agar dapat menunjukan identitas dirinya kepada lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Remaja Putri Perkotaan, Simbol, Konsumsi, Gaya Hidup, Identitas AbstractThe focus of this study examines the identity of urban teenagers about the symbolic meaning of hedonism. Where urban teenagers want to show their identity through the symbols they consume. This study uses the theory of symbolic interaction Herbert Blummer, David Chanays lifestyle, and Baudillards consumption with a qualitative approach to phenomenology methods. The purpose of this study is to describe urban female adolescents in their environment interactions, to know the symbols consumed, to describe their daily lifestyle, and the consumption patterns carried out by urban girls. The results of the study are urban teenage girls who deliberately use symbols through what is seen in their environment. Symbolic interactions carried out by urban female adolescents by carrying out consumption activities. Consumption activities carried out by urban girls using expensive and branded items. High and luxurious lifestyles are shown to the surroundings and consumptive activities are carried out, so that they become urban hedon girls. things they do to be able to show their identity to the surrounding environment. Keywords: Urban Young Women, Symbols, Consumption, Lifestyle, Identity
KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA BANDUNG TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) PASCA REHABILITASI APRILIA, ADELA; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA BANDUNG KECAMATAN DIWEK KABUPATEN JOMBANG TERHADAP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) PASCA REHABILITASI Adela Aprilia Program Studi S-1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya adelaaprilia@mhs.unesa.ac.id Abstrak Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering dikonstruksi negatif oleh masyarakat karena adanya anggapan yang salah tentang gangguan jiwa. Sejatinya Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) perlu untuk direhabilitasi agar bisa hidup normal. Namun meskipun telah direhabilitasi seperti di Desa Bandung Kecamatan Diwek terdapat konstruksi yang berbeda terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan konstruksi sosial Peter L. Berger. Analisis data dilakukan sesuai dengan teori konstruksi sosial Berger dimana konstruksi sosial dapat dipahami melalui tiga momentum yakni eksternalisasi, obyektivikasi, dan internalisasi. Subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara kepada perangkat desa setempat, dan masyarakat sekitar, dan teknik observasi. Hasil penelitian mengenai konstruksi masyarakat Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bandung Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Ada yang berpandangan positif dan ada yang berpandangan negatif. Adapun konstruksi lainnya yakni Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi karena faktor keturunan, faktor menganut ilmu hitam, dan faktor mengkonsumsi obat terlarang serta minuman keras. Kata Kunci: konstruksi masyarakat, Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pasca rehabilitasi. Abstract People with Mental Disorders (ODGJ) are often negatively constructed by the community because of the wrong perception of mental disorders. Indeed, people with mental disorders (ODGJ) need to be rehabilitated so they can live a normal life. But even though it has been rehabilitated as in Bandung Village, Diwek Subdistrict, there is a different construction for post-rehabilitation people with mental disorders (ODGJ). This research method is qualitative with phenomenology approach, Peter L. Bergers social construction approach which is externalization, objectification, and internalization. The subjects in this study used a purposive technique. Data was collected using interview techniques to local village officials, and surrounding communities, and observation techniques. The results of the study on the construction of the community of Bandung Village, Diwek Subdistrict, Jombang Regency after people with mental disorders (ODGJ) post rehabilitation showed that the people of Bandung Village, Diwek District, Jombang Regency had different views on post-rehabilitation people with mental disorders (ODGJ). Some have a positive outlook and some have a negative outlook. The other constructions are people with mental disorders (ODGJ) after rehabilitation due to heredity, black magic, and illegal drugs. Keywords: community construction, People with Post-Rehabilitation Mental Disorders (ODGJ).
GAYA HIDUP REMAJA SANTRI NONGKRONG DI KAFE DEVI ADIBAH, INNEKE; HARIANTO, SUGENG
Paradigma Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi objektif, motif, dan gaya hidup nongkrong remaja santri. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan prespektif teori gaya hidup David Channey. Penelitian dilakukan di kafe yang berada di kecamatan Paciran. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi partisipan dan In-dept Interview . Subjek penelitian adalah remaja santri yang mengadopsi budaya kota yaitu nongkrong di Kafe. Data dianalisis mengunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan gaya hidup santri dipengaruhi oleh uang saku dan status social ekonomi keluarga. Gaya hidup remaja santri nongkrong di kafe dihat melalui pola konsumsi, gaya berpakaian. Makanan dan minuman yang lumayan mahal cenderung dikonsumsi secara berlebihan ketika berada di kafe. Hal ini merupakan perilaku yang bersifat konsumtif. Selain itu gaya berpakaian yang mengikuti trend dilakukan oleh santri yang kerap nongkrong di kafe. Tujuan gaya hidup tersebut berkaitan dengan status, citra, dan pengakuan status social oleh kelompok lain. Kata Kunci:Gaya Hidup,Remaja Santri,Status Sosial
PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI PEREMPUAN TERHADAP INDEKS KDRT JUNILAVIA, WANSASMITA
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mencermati pengaruh status sosial ekonomi perempuan terhadap indeks KDRT pada komunitas KSPK didesa Keras. Lokasi penelitian berada di desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui, memahami dan menganalisa sejauh mana pengaruh status sosial ekonomi perempuan terhadap indeks KDRT. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanasi dengan subjek seluruh anggota komunitas KSPK desa Keras yang berjumlah 99 responden. Data dikumpulkan menggunakan wawancara dan penyebaran angket terhadap perempuan anggota KSPK dan setelah mendapatkan data tersebut akan diolah menggunakan uji regresi linier sederhana. Penelitian ini menggunakan konsep ketidakadilan gender Mansour Fakih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara status sosial ekonomi perempuan terhadap indeks KDRT dengan persamaan regresi sebesar Y = 99.299 + (-1.181). Hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,295 menunjukkan besarnya pengaruh status sosial ekonomi perempuan terhadap indeks KDRT sebesar 29%.
DRAMATURGI LESBIAN DI KALANGAN MAHASISWA FIRMANNINGTYAS, RARA
Paradigma Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lesbian merupakan sebuah fenomena yang dianggap menyimpang dan sering mendapatkan bentuk kekerasan baik secara verbal maupun non verbal di tengah kehidupan masyarakat. Lesbian dianggap sebagai hal yang tidak wajar karena melanggar nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik dan akting lesbian di panggung depan dan panggung belakang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif dengan prespektif teori dramaturgi Erving Goffman. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pelaku lesbian tertutup. Hasil dari penelitian ini di temukan beberapa karakteristik lesbian ada femme,butchy dan andro. Identifikasi akting panggung depan meliputi setting dan personal front, unsur yang tidak dapat dipisahkan dari personal front sendiri yaitu penampilan (appearance) dan gaya (manner) yang ditampilkan lesbian di lingkungan sosial kampus. Sedangkan identifikasi acting di panggung belakang meliputi kehidupan di tengah para pelaku lesbian, perilaku seks dan relasi kuasa yang terbentuk diantara hubungan para pelaku lesbian. Kata Kunci : Dramaturgi,Lesbian, Mahasiswa, Kualtitaf
PERAN REVIEW DALAM PENIPUAN FIRST TRAVEL AYU KURNIA ILLAHI, NOVITA; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus penipuan biro umroh First Travel merupakan satu kasus penipuan terbesar di Indonesia. Penipuan ini melibatkan skema-skema yang membentuk wacana yang tersusun dari beragam bentuk review atau ulasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan posisi beragam review dalam membentuk citra First Travel. Kemudian juga peran dan posisinya dalam penipuan. Penelitian ini berbasis internet dengan tiga unit analisis, meliputi akun perusahaan First Travel (youtube dan facebook), media massa online, dan blog. Analisis menggunakan kualitatif-deskriptif dengan perspektif arkeologi-genealogi Foucault. Hasil peneilitian ini adalah media massa, akun First Travel, dan blog memiliki bangunan wacananya masing-masing. Wacana tersebut sesekali saling menopang dan sesekali saling kontradiksi. Namun, blog sebagai wacana pinggiran juga berperan mereproduksi wacana dari akun perusahaan First Travel. Diskursus First Travel yang ditampilkan meliputi terpercaya dan berprestasi, terjangkau dan modern, dan bermasalah.
KONSTRUKSI SOSIAL ANIME JEPANG DI CLUB MOTOR ILHAM SEPTIAN, HANIFAL; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penelitian ini meneliti tentang internalisasi mengenai anime pada anggota ICOSU di Surabaya, tujuan studi ini adalah untuk melihat bentuk dan mengetahui hasil dari internalisasi dari anggota ICOSU mengenai anime. Teori serta analisis yang digunakan adalah Peter L Berger mengenai Konstruksi Sosial dan dipusatkan pada Internalisasinya. Terdapat 2 hal yaitu Obyektif terdiri dari pelembagaan dari institusi pendidikan dari teman sekolah dan masyarakat, kedua sebagai bentuk lembaga sekaligus pengingat, legitimasi berupa historis semasa kecil dari pelembagaan, dan Subyektif berupa Sosialisasi Primer yang mana keluarga berperan utama didalam pembentukkan tentang anime dan Sosialisasi Sekunder di komunitas yang mempunyai serta memperkuat bentuk pemaknaan pada anime di setiap anggotanya. Internalisasinya berupa karakter dari salah satu anime yang disuka disebut waifu, mengoleksi merchandise dari karakter yang disuka, dan itasha sebagai karakter yang disematkan di kendaraan merupakan representasi kesukaan terhadap salah satu karakter tersebut
MODAL SOSIAL DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT NURKHOLIS ZAED, MUBAROK; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji pemanfaatan modal sosial dalam membentuk kemandirian Kelompok Swadaya Masyarakat. kelompok tersebut merupakan dampingan dari lembaga swadaya masyarakat YAPSEM yang hanya bertempat di Lamongan. YAPSEM merupakan lembaga yang berjalan dibidang sosial dan ekonomi denga memberdayakan masyarakat miskin di Kota Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial, menganalisis peran modal sosial, dan mendeskripsikan strategi yang digunakan untuk membangun kemandirian Kelompok Swadaya Masyarakat. Penelitian ini diperoleh dengan metode wawancara empat informan dan data dianalisis secara kualitatif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwasannya Kelompok Swadaya Masyarakat berkembang dengan anggota yang sudah berpengalaman, luasnya jaringan sosial sebagai peran untuk menjembatani antara satu kelompok dengan kelompok lain, serta menjalankan norma atau aturan yang menjadi pedoman suatu kelompok. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat beragam bentuk jaringan sosial di masyarakat. Yaitu bonding,bridging dan lingking. Relasi ini digunakan sebagai penjembatan antar kelompok untuk menjalin kekompakan dan menjalin hubungan baik dengan lembaga. Kata kunci: modal sosial, pemberdayaan, KSM. Abstract This study examines the use of social capital in shaping the independence of self-help groups. the group was assisted by a non-governmental organization YAPSEM which was only located in Lamongan. YAPSEM is an institution that runs in the social and economic fields by empowering the poor in Lamongan City. This study aims to identify forms of social capital, analyze the role of social capital, and describe the strategies used to build the independence of Non-Governmental Organizations. This research was obtained by interviewing four informants and the data were analyzed qualitatively. The results of the study indicate that the Self-Help Group develops with experienced members, the extent of social networks as a role to bridge between one group and another group, as well as running the norms or rules that guide a group. In addition, the results of the study also showed that there were various forms of social networking in the community. Namely bonding, bridging and ringing. This relationship is used as a bridge between groups to establish cohesiveness and establish good relations with institutions. Keywords: social capital, empowerment,community self-help groups
VIRTUAL SEXUAL HARRASMENT PADA APLIKASI LINE PEOPLE NEARBY JAMEELA, MERYAM; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi telah mengeser ruang dalam melakukan Praktik pelecehan seksual. Tidak hanya dilakukan secara offline melainkan juga dilakukan secara online. Didukung dengan perkembangan media social menjadikan praktik pelecehan seksual mungkin untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan praktik-praktik pelecehan seksual pada fitur People NearbyLine. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode semiotika M.K Haliiday perspektif teori kekerasan simbolik Pierre Bourdiue. Subjek penelitian yaitu penguna Lline aktif yang sudah menjadi teman di Line. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya praktik pelecehan seksual pada fitur People NearbyLine diketahui melalui pembahasan percakapan online. Pelaku kekerasan simbolik berfokus pada anggota tubuh wanita yang dianggap sensitive sehingga memunculkan efek ketidaknyamanan. Terdapat juga tingkah laku yang bersifat merendahkan berdasarkan jenis kelamin. Cara yang dilakukan untuk memfokuskan pada anggota tubuh yang sensitive pada diri perempuan. Pengungkapan kekersan simbolik dapat dilakukan dengan media teks, gambar, emoticon, maupun symbol.