cover
Contact Name
Indra Rio Saputro
Contact Email
indra.rio@unsoed.ac.id
Phone
+6282187028772
Journal Mail Official
fitrodarwis@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus Lemonade Desa Daruba Kec. Morotai Selatan Kab. Pulau Morotai, Maluku Utara
Location
Kab. pulau morotai,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Teknik Silitek
ISSN : 28085825     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.51135/bn7cvw06
Core Subject :
Jurnal Teknik SILITEK adalah jurnal teknik dan rekayasa yang merupakan wadah publikasi artikel ilmiah dalam rangka menyebarluaskan hasil riset dan kajian analisis yang berkaitan dengan keteknikan. Jurnal Teknik SILITEK diterbitkan 4 kali dalam setahun yakni di bulan Januari, April, Juni dan bulan Oktober. Cakupan dari ruang lingkup Jurnal Teknik SILITEK meliputi : 1. Teknik Sipil 2. Teknik Informatika 3. Teknik Lingkungan 4. Teknik Industri 5. Ilmu Teknik lainnya, serta 6. Sains lainnya
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 03 (2025)" : 64 Documents clear
EVALUASI KONDISI PERKERASAN RUAS JALAN BANJARNEGARA-PURWOKERTO BERDASARKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) Via Azizul Saputri Khalifah; Indra Rio Saputro; Iola Abi Gail; Erik Wahyu Palguna
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/0agpvw71

Abstract

Ruas jalan Banjarnegara – Purwokerto merupakan salah satu jalur utama penghubung antardaerah di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan sektor ekonomi regional. Transportasi secara umum memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian. Keberadaan transportasi memberikan stimulasi terhadap sistem produksi dan invertasi melalui peningkatan aksesbilitas serta kelancaran distribui barang dan jasa. Untuk menunjang hal tersebut, dibutuhkan infrastruktur yang memadai, salah satunya adalah jalan sebagai prasarana vital. Keperluan ketersediaan infrastruktur merupakan prasarat untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga untuk mendukung laju perekonomian dibutuhkan prasarana guna mendukung aksesbilitas maupun perpindahaan barang dan jasa. Jalan merupakan aspek penting pada prasarana yang berperan besar dalam berbagai sektor bidang.  Sehingga perlu menjaga peforma kondisi jalan agar tetap fungsional untuk berbagai jenis kendaraan. Kerusakan jalan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air karena sistem drainase yang tidak baik, roda kendaraan yang berat menginjak permukaan jalan dan penanganan pemeliharaan dilakukan pada waktu kurang tepat. Persentase perbandingan kerusakan pada ruas Ruas Jl. Banjarnegara – Purwokerto sebagian besar berupa patching, raveling dan aligator cracking dengan hasil masing - masing 58,74%, 21,62% dan 6,23 % dari total kerusakan yang terjadi. Dan hasil perhitungan Pavement Condition Index (PCI) menghasilkan nilai 47,1 dengan kondisi fair sehingga dibutuhkan masa pemeleiharaan jalan setiap 1 - 5 tahun.
EVALUASI KONDISI DAN EFEKTIFITAS RAMBU LALU LINTAS DAN MARKA JALAN RUAS FLORES BARU-ANOA Hanum Putri Kamelianti; Marsya Fadlillah Kurnia Dewi; Joisce Oktavia Manullang; Dwi Wahyu Hidayat
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/02fv9h45

Abstract

Rambu lalu lintas dan marka jalan berfungsi sebagai elemen krusial dalam mendukung tertibnya arus kendaraan serta menjamin keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi terkini dan tingkat efektivitas rambu serta marka jalan pada ruas Flores Baru-Anoa di Kabupaten Tegal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan guna memeriksa kelayakan fisik rambu dan marka, serta penyebaran angket kepada pengendara untuk mengetahui sejauh mana keberadaan fasilitas tersebut berpengaruh terhadap perilaku berkendara. Adapun hasil dari survei dan penelitian, ditemukan bahwa beberapa rambu dan marka telah mengalami kerusakan, seperti pudar, terhalang vegetasi, atau peletakan yang kurang tepat. Secara spesifik, rambu pada sepanjang ruas jalan hanya terdapat pada beberapa titik STA saja yaitu pada STA 0+100, STA 0+400 – STA 0+500, STA 0+500 – STA 0+600, dan STA 1+300 – STA 1+350. Dan markapun hanya terletak pada STA 0+850, STA 1+150, dan STA 1+250 selain itu tidak terdapat marka sepanjang ruas jalan. Temuan lain menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu dan marka, terutama ketika kondisi visualnya sudah tidak sesuai standar.. dengan adanya permasalahan tersebut akan mengurangi tingkat kedisiplinan para pengguna jalan dan meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
TARIKAN PERGERAKAN DAMPAK PENGGUNA JALUR PENDESTRIAN DISEKITAR  KAWASAN SMAN 2 KOTA PAREPARE Muh. Ilham Akbar; Sulfanita; Hendro Widarto
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/3m9d2f33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarikan pergerakan dampak pengguna jalur pejalan kaki di sekitar kawasan SMAN 2 Kota Parepare. Jalur pejalan kaki yang menghubungkan sekolah dengan berbagai fasilitas di sekitarnya memiliki peran penting dalam mobilitas harian siswa dan masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menghitung jumlah pejalan kaki, serta faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan di jalur pejalan kaki tersebut, seperti jarak, waktu tempuh, dan fasilitas yang tersedia. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan pencatatan arus pejalan kaki pada jam sibuk, serta wawancara dengan pengguna jalan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa bangkitan dan tarikan pergerakan pada kawasan SMAN 2 Kota Parepare adalah ???? = −196,041 + 1,295????. Karena nilai R2 sebesar 0,918 atau dapat dikatakan mendekati 1. Faktor yang mempengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada kawasan SMAN 2 Parepare adalah Akses ke Transportasi Umum dan Lingkungan yang Aman dan Nyaman merupakan faktor tarikan yang paling signifikan. Untuk faktor bangkitan faktor kemudahan pengangkutan di Sekitar menjadi faktor bangkitan utama, diikuti oleh sistem isyarat rambu. Keberadaan kegiatan ekonomi, seperti toko dan restoran, dapat meningkatkan jumlah pejalan kaki yang men  
ANALISIS INDEKS KELAYAKAN BERJALAN DAN POTENSI BAHAYA FASILITAS PEJALAN KAKI JALAN AIP KS TUBUN KABUPATEN TEGAL Rui Hanan Syafriyanto; Finata Dwi Putri; Bimo Noviaji Erhatmono; Dwi Wahyu Hidayat
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/hd95kx59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kelayakan berjalan serta potensi bahaya pada fasilitas pejalan kaki di Jalan AIP KS Tubun, Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), yang mencakup identifikasi potensi bahaya dan penilaian tingkat risiko berdasarkan kemungkinan serta dampaknya. Data dikumpulkan melalui survey lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak segmen jalur pejalan kaki memiliki infrastruktur yang kurang memadai, seperti trotoar yang terhalang pedagang dan kendaraan, penyebrangan tanpa marka, serta tidak tersedianya fasilitas ramah disabilitas. Berdasarkan hasil dari analisis, sebagian besar parameter menunjukkan nilai dalam rentang kurang memadai, baik dari pengamatan langsung maupun persepsi pengguna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan fasilitas pejalan kaki demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
KOMBINASI LIMBAH BETON DAN SUPERPLASTICIZER DALAM OPTIMALISASI SIFAT MEKANIS BETON MUTU TINGGI Ardita Febriana; Rahmawati; Hamsyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/ytcwfd69

Abstract

Superplasticizer Besmitell merupakan bahan yang dapat meningkatkan mutu beton dengan pengurangan pemakaian air sehingga faktor air semen menjadi lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh subtitusi limbah beton terhadap kuat tekan dan tarik belah beton akibat variasi dari penambahan superplasticizer besmittell. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa eksperimen kuat tekan dan kuat tarik belah beton terhadap beton normal variasi subtitusi limbah beton yaitu, 25%, 50%, dan 75%, maka didapatkan hasil eksperimen kuat tekan beton untuk umur 28 hari pada beton normal dengan rata-rata 22,640 Mpa mengalami kenaikan pada variasi 25% dengan rata-rata 18,110 Mpa, dan mengalami penurunan pada variasi 25%, dengan rata-rata 4,53Mpa,. Untuk variasi 50% limbah beton dengan rata rata 16,22 MPa. Serta untuk variasi 75 % limbah beton dengan rata rata 15,470 MPa .Sedangkan kuat tekan beton normal sebesar 25,38 MPa, BLB0 sebesar 21,89 MPa, BLB400 sebesar 25,10 MPa, dan BLB600 sebesar 20,76 MPa. Sedangkan kuat tarik belah beton normal sebesar 10,44 MPa, BLB0 sebesar 10 MPa, BLB400 sebesar 5,11 MPa dan BLB600 sebesar 4,22 MPa7,778 Mpa, 7,111 Mpa, 6,556 Mpa dan 5,889 Mpa. Menunjukkan bahwa subtitusi agregat kasar dengan menggunakan limbah beton pada penggunaan superplasticizer 400 ml lebih optimal digunakan dibandingkan penggunaan superplasticizer 600 ml dalam meningkatkan kualitas beton dengan tambahan 25% limbah beton.  
STUDI POTENSI LIKUIFAKSI DENGAN PENDEKATAN ​CYCLIC RESISTANCE RATIO DAN CYCLIC STRESS RATIO DI SEMPADAN DANAU TOBA Boysa Banjarnahor; Tika Ermita Wulandari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/yg7abb84

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik tertinggi di dunia karena berada pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kondisi ini menimbulkan potensi bencana gempa bumi yang dapat memicu fenomena likuifaksi, yaitu hilangnya kekuatan geser tanah jenuh akibat peningkatan tekanan air pori. Kawasan sempadan Danau Toba di Sumatera Utara, yang terbentuk dari aktivitas tekto-vulkanik supervolcano, termasuk wilayah rawan likuifaksi karena berada di zona seismik aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi di sekitar Danau Toba dengan menggunakan data Standard Penetration Test (SPT) pada beberapa kedalaman tanah, serta variasi skenario gempa 6, 7, dan 7,5 skala Richter. Analisis dilakukan dengan menghitung parameter-parameter penting seperti tegangan vertikal total (σv), tekanan air pori (μ), tegangan efektif (σ’v), Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Ratio (CRR), serta faktor keamanan (FS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan tanah pada kedalaman 6,45 m memiliki FS < 1 untuk semua skenario gempa, sehingga berpotensi mengalami likuifaksi. Lapisan pada kedalaman 8,45 m mendekati kondisi kritis pada gempa 7,5 SR dengan FS ≈ 1,02. Sebaliknya, lapisan tanah dangkal (2,45–4,45 m) dan lapisan dalam (≥12,45 m) relatif aman dengan FS > 1,5. Rekomendasi perbaikan meliputi metode preloading, PVD, vibro-compaction, atau grouting pada lapisan rentan, serta penggunaan pondasi dalam untuk meningkatkan stabilitas struktur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan teknis pembangunan di kawasan sempadan Danau Toba.
PERBANDINGAN DEFLEKSI MAKSIMUM BALOK KANTILEVER DENGAN BEBAN TERPUSAT MENGGUNAKAN METODE ANALITIK, ELEMEN HINGGA, DAN SAP2000 Anju Faber Mario Sidabutar; Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/kxj9ke54

Abstract

Balok kantilever merupakan elemen struktural yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan dan infrastruktur, terutama pada bagian yang mengalami beban berlebih di ujung bebasnya. Salah satu aspek penting dalam analisis struktur ini adalah defleksi maksimum yang terjadi akibat pembebanan. Ketelitian dalam menghitung defleksi sangat penting karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan struktur. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil perhitungan defleksi maksimum balok kantilever dengan beban terpusat menggunakan tiga pendekatan berbeda, yaitu metode analitik, metode elemen hingga berbasis matriks kekakuan, dan simulasi numerik menggunakan perangkat lunak SAP2000. Model balok yang digunakan memiliki panjang, beban, dan sifat material yang sama pada ketiga metode. Pada pendekatan elemen hingga, pemodelan dilakukan dengan 20 elemen untuk memperoleh hasil yang mendekati kondisi kontinu. Hasil dari ketiga metode dibandingkan guna mengevaluasi tingkat akurasi dan efisiensi masing-masing pendekatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa defleksi maksimum yang diperoleh dari metode analitik sebesar 20,00 mm, metode matriks kekakuan sebesar 17,20 mm, dan SAP2000 sebesar 16,78 mm. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh tingkat diskretisasi pada pemodelan elemen hingga dan pendekatan numerik dalam perangkat lunak. Semakin tinggi jumlah elemen yang digunakan, hasil yang diperoleh semakin mendekati metode analitik. Disparitas yang relatif kecil antara hasil metode elemen hingga dan SAP2000 menunjukkan keandalan pemodelan numerik dalam analisis struktur. Kesimpulannya, seluruh metode memberikan hasil yang konsisten dengan tingkat perbedaan yang dapat diterima dalam praktik rekayasa. Metode elemen hingga dan SAP2000 terbukti efektif sebagai alternatif analitik dalam kasus struktur yang lebih kompleks.
PEMANFAATAN AIR HUJAN PADA KANTOR OPERASI TAMBANG DAN HD, SSE, SHOVEL, WORKSHOP BANKO BARAT Hanifah Rahmiati; Firdaus; Ely Mulyati
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/twt8vh28

Abstract

Penelitian ini membahas perencanaan sistem pemanfaatan air hujan sebagai sumber air bersih non-konsumtif pada Kantor Operasi Tambang dan HD, SSE, Shovel, Workshop Banko Barat PT XYZ Kebutuhan air bersih harian dihitung berdasarkan jumlah pengguna gedung sebanyak 392 orang, mengacu pada SNI 03-7065-2005, yaitu sebesar 23,52 m³/hari. Potensi ketersediaan air hujan dianalisis menggunakan data curah hujan maksimum harian 10 tahun terakhir dengan metode distribusi Log Pearson Tipe III, diperoleh curah hujan periode ulang 2 tahun sebesar 494,632 mm. Dengan luas atap tangkapan 4.617,04 m² dan koefisien limpasan 0,8, volume ketersediaan air hujan mencapai 10.786,74 m³/tahun, melebihi kebutuhan tahunan sebesar 8.561,28 m³, sehingga terdapat surplus. Sistem penampungan direncanakan dalam dua alternatif, yaitu tangki atas berbahan Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) berkapasitas 40 m³ dan bak bawah beton bertulang berkapasitas 23,52 m³. Distribusi air menggunakan pompa sentrifugal vertical multistage Grundfos CR 10-3 berkapasitas 10 m³/jam dengan head total maksimum 23 m, dilengkapi unit filtrasi HYDRO STF-12 untuk peningkatan kualitas air. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya menunjukkan kebutuhan biaya Rp437.855.000,00 untuk alternatif FRP dan Rp286.538.000,00 untuk alternatif beton bertulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemanfaatan air hujan pada gedung MSF Banko Barat mampu memenuhi kebutuhan air bersih saniter secara berkelanjutan dan mendukung penghematan penggunaan sumber daya air di lingkungan tambang.
IDENTIFIKASI SALURAN DRAINASE DI UNIVERSITAS MEDAN AREA JALAN. KOLAM-HAJI AGUS SALIM Yosvit Roysandow Marpaung; Hermansyah Hermansyah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/yd010w89

Abstract

Secara   umum,   drainase didefinisikan  sebagai  serangkaian  bangunan  air  yang  berfungsi  untuk  mengurangi  dan membuang  kelebihan  air  dari  suatu  kawasan  atau  lahan,  sehingga  lahan  dapat  difungsikan secara optimal. Suatu kawasan yang tertata dengan baik haruslah juga diikuti dengan penataan sistem drainase yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan sehingga tidak menimbulkan genangan air yang dapat menganggu aktivitas masyarakat dan bahkan dapat menimbulkan kerugian sosial ekonomi terutama yang menyangkut aspek-aspek kesehatan lingkungan permukiman. Kampus UMA merupakan Kawasan Pendidikan yang asri lingkungannya, salah satu permasalahan yang ada ketika intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut yaitu terjadinya genangan dan banjir dibeberapa ruas jalan sehingga perlu ditemukan penyebab dan Solusi dari permasalahan tersebut. Penelitian ini berlokasi di Kawasan Universitas Medan Area yang terletak di Kecamatan Medan Estate, Medan. Pada penelitian ini merupakan identifikasi mengenai kondisi permasalahan saluran drainase di Kawasan Universitas Medan Area jalan.kolam dan jalan,H.Agus Salim. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan Teknik deskriptif. Maka  disimpulkan bahwa dari hasil perhitungan saluran drainase tersebut penampangnya harus disesuaikan dengan standar karena ketika cuaca hujan lcukup tinggi saluran drainase tidak dapat menampung debit air hujan sehingga meluap kejalan mengakibatkan genangan air yang banyak dijalan tersebut, jadi perlu adanya pemiliharaan terhadap saluran drainasenya
ANALISIS KINERJA JALAN PERKOTAAN PADA ARUS LALU LINTAS EKSTERNAL DAN INTERNAL (STUDI KASUS: KOTA PAREPARE) Misbahuddin; Mustakim; Muh. Ilham
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/d6znry20

Abstract

Kota Parepare memiliki posisi strategis di jalur Trans Sulawesi sebagai simpul transportasi yang menghubungkan arus lalu lintas antarwilayah. Letaknya yang berbatasan dengan Kabupaten Barru, Pinrang, dan Sidrap menjadikannya pusat pergerakan kendaraan baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik arus lalu lintas serta mengevaluasi tingkat pelayanan jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Data menunjukkan perjalanan pribadi mendominasi pergerakan. Pada perbatasan Barru, arus internal didominasi perjalanan Makassar–Sidrap, sedangkan arus eksternal Sidrap–Makassar. Di perbatasan Pinrang, pergerakan internal terbanyak Pinrang–Parepare, sementara arus eksternal Makassar–Pinrang. Pada perbatasan Sidrap, arus internal berasal dari Sidrap–Makassar, sedangkan arus eksternal Barru–Wajo. Analisis kinerja jalan pada jam puncak (Minggu, 16.00–17.00 WITA) menunjukkan variasi tingkat pelayanan. Perbatasan Barru mencatat volume 479,7 SMP/jam (internal) dan 465,7 SMP/jam (eksternal) dengan derajat kejenuhan 0,32–0,33 serta tingkat pelayanan B. Perbatasan Pinrang mencatat volume 248 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,20 dan tingkat pelayanan A. Sedangkan perbatasan Sidrap mencatat volume 335,9–403,1 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,26–0,32 dan tingkat pelayanan B. Secara keseluruhan, kondisi jalan di perbatasan Parepare masih berada pada tingkat pelayanan A–B, yang menandakan arus lalu lintas relatif lancar.