cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
KONTRIBUSI WISATA RELIGI SUNAN GIRI TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT GRESIK TAHUN 2009-2015 ELMANINGTIAS, PUTERI
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Sunan Giri membangun Giri Kedaton sebagai pusat penyebaran agama Islam di Jawa, yang pengaruhnya bahkan sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa, bahkan pengaruhnya sampai ke Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Pengaruh Giri terus berkembang sampai menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton, yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi. Sunan Giri memerintah Giri Kedaton dari tahun 1487 - 1506 M, dan memiliki pengaruh yang kuat dari wali lainnya. Sunan Giri meninggal pada tahun 1428 saka atau 1506 M. Makamnya terletak di desa Giri, Kebonmas, Gresik. Sepeninggal Sunan Giri, banyak peziarah yang datang berkunjung ke makam Giri, bukan hanya dari kalangan santri, tapi juga dari berbagai lapisan masyarakat dan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat itu dimanfaatkan pula oleh masyarakat sekitar untuk mencari rezeki, dengan berjualan keperluan ziarah, oleh-oleh, dan lain sebagainya. Melihat adanya hal tersebut, maka pemerintah memberlakukan adanya pajak retribusi pada tahun 2009 yang betujuan agar pemasukan daerah Kabupaten Gresik menjadi berkembang. Pajak retribusi makam Sunan Giri  diperuntukkan sebagai sumber pemasukan ekonomi Kabupaten Gresik. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana kebijakan pengembangan wisata religi Sunan Giri tahun 2009-2015; dan (2) Bagaimana kontribusi wisata religi Sunan Giri terhadap kesejahteraan masyarakat Gresik tahun 2009-2015. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Historis (Sejarah), dengan metode penelitian sejarah yang menerapkan beberapa tahapan yaitu : (1) Heuristik, mencari dan mengumpulkan sumber. (2) Kritik terhadap sumber yang telah dikumpulkan dengan menyeleksi keasliannya.(3) Interpretasi sumber, dengan membandingkan dan menganalisa sumber sejarah menjadi fakta sejarah. (4) Historiografi, yaitu menyusun fakta sejarah secara kronologis sebagai laporan  akhir penelitian. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu (1) Otonomi daerah berdampak pada penataan areal wisata religi sunan giri (2) Pemerintah Kabupaten Gresik tahun 2009 memberlakukan pajak retribusi makam Sunan Giri untuk mendongkrak pendapatan ekonomi tiap daerah (3) Timbal balik adanya Pajak Retribusi makam Sunan Giri berupa bantuan renovasi fisik sekitar makam dan penataan tempat perbelanjaan oleh-oleh sehingga lebih tertata rapi.   Kata kunci : Wisata Religi Sunan Giri, Pajak Retribusi, Dampak
KABINET BURHANUDDIN HARAHAP TAHUN 1955-1956 MUDJIONO, ACHMAD
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan Kabinet kelima pada masa demokrasi parlementer di Indonesia. Kabinet ini terbentuk setelah jatuhnya Kabinet Ali I, sebagai gantinya Wakil Presiden Dr. Muh. Hatta menunjuk Mr. Burhanuddin Harahap (Masyumi) sebagai formatur kabinet. Kejadian ini baru pertama kali di Indonesia, formatur kabinet ditunjuk oleh Wakil Presiden sebagai akibat dari kepergian Soekarno naik Haji ke Mekkah. Kabinet ini mulai bekerja setelah dilantik tanggal 12 Agustus 1955 dengan dipimpin oleh Burhanuddin Harahap. Semasa pemerintahannya, Burhanuddin Harahap berusaha menstabilkan kondisi sosial, ekonomi, dan politik Indonesia pada saat itu. Meskipun demikian dalam perjalanannya kabinet ini juga mengalami hambatan-hambatan yang menyebabkan kabinet ini demissioner. Pembahasan ini menarik untuk diteliti mengingat kabinet ini tidak berumur panjang hanya sekitar kurang lebih 7 bulan saja, tetapi masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap berhasil mengadakan perbaikan dalam bidang sosial, ekonomi, serta politik dan dapat dikatakan kehidupan rakyat semasa kabinet cukup makmur. Burhanuddin juga berhasil menyelenggarakan pemilihan umum dan berhasil mengembalikan kewibawaan pemerintah terhadap Angkatan Darat dan masyarakat. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana proses terbentuknya Kabinet Burhanuddin Harahap?; 2) Bagaimana kondisi sosial, ekonomi, dan Politik pada masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap?. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode heuristik, kritik dan intepretasi sumber, serta historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan Kabinet Burhanuddin Harahap dari sisi kondisi sosial, ekonomi, dan politik pada tahun 1955 hingga 1956. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setting penelitian dilakukan di pusat pemerintahan Republik Indonesia. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kondisi sosial ekonomi masa pemerintahan kabinet Burhanuddin Harahap, diantaranya; 1) Kabinet Burhanuddin terbentuk setelah jatuhnya Kabinet Ali Sastroamidjoyo I yang tersandung peristiwa Angkatan Darat 27 Juni 1955. Kabinet Burhanuddin Harahap merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari beberapa partai; 2) Burhanuddin Harahap berhasil mengatasi masalah inflasi yaitu dengan jalan mengadakan penghematan keras dalam banyak pengeluaran, terutama pengeluaran rutin yang berlebihan, menyempurnakan penerimaan pajak dan memperbaiki cara-cara dan dasar pemungutan,terus berlangsungnya serta dipegang teguh peraturan yang telah berjalan mengenai pengawasan preventif oleh pihak Kementerian Keuangan. Selain itu Burhanuddin juga mengadakan perbaikan ekonomi, termasuk didalamnya menekan harga barang-barang, baik harga barang impor maupun harga beberapa macam barang-barang dalam negeri yang merupakan kebutuhan sehari-hari, serta berhasil mengatasi masalah korupsi dengan jalan menindak dan menjebloskan ke penjara bagi siapa saja yang melakukan tindakan korupsi tanpa pandang bulu. Burhanuddin juga berhasil mengembalikan citra pemerintah dimata angkatan darat dan masyarakat Kabinet Burhanuddin juga berhasil melaksanakan pemilihan umum yang pertama kali di Indonesia yang berjalan dengan aman, tertib dan demokratis. Akhirnya Kabinet demisioner pada tanggal 3 Maret 1956 setelah kehilangan prestige-nya ketika usahanya mengontrol Angkatan Udara gagal serta kegagalan menyelesaikan pembatalan perjanjian KMB dan hasil pemungutan suara itu diumumkan. Kata Kunci : Kondisi Sosial, Ekonomi dan Politik, Kabinet Burhanuddin Harahap, 1955-1956
YAYASAN PENDIDIKAN MA’ARIF NAHDLATUL ULAMA DI SEPANJANG SIDOARJO TAHUN 1990-2005 PUTRI, RAFIKA
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

YPM (Yayasan Pendidikan dan Sosial Maarif) adalah sebuah yayasan lokal berkedudukan di Kecamatan Taman (Sepanjang) Kabupaten Sidoarjo yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan yang bersifat Nasional yaitu Lembaga Pendidikan Maarif NU yang berkedudukan di Jakarta (Jl. Taman Amir Hamzah No. 5 Jakarta Pusat). Lembaga Pendidikan Maarif  adalah sebuah Lembaga Pendidikan yang merupakan perangkat Organisasi NU yang diserahi tugas mengurusi masalah-masalah pendidikan baik formal, non formal selain pesantren. YPM tidak berafiliasi ke mana-mana.Artinya YPM sebagai lembaga Pendidikan dan Sosial bukan milik partai dan tidak berafiliasi ke partai manapun.Orang-orang YPM bebas memilih partai tetapi tidak boleh membawa masuk politik partai ke dalam YPM. Berdirinya Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif Taman Sidoarjo yang disingkat dengan YPM bermula dari adanya surat tugas Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif ( Lembaga Pendidikan dibawah Organisasi Nahdlatul Ulama ) Cabang Sidoarjo. Yaitu K.Nur Yahya pada tanggal 10 September 1961 pada Bapak Munier Hasyim Latief dan sesepuh di sepanjang untuk mendirikan sebuah Madrasah atau Sekolah lanjutan di wilayah Kawedanan Taman. Karena saat itu belum ada Sekolah lanjutan di Kawedanan Taman dan Krian yang dinaungi oleh Ma’arif yang dapat bertahan sampai 3 tahun. Munier Hasyim Latief dan para sesepuh menerima tugas tesebut demi mencerdaskan anak bangsa, akan tetapi dengan memberikan syarat seperti semua Madrasah Ibtidaiyah di Wilayah Kawedanan Taman (meliputi Kecamatan Taman,Krian dan Waru) mendukung pendirian sekolah lanjutan tersebut dengan mengirimkan lulusannya. Kata Kunci: Yayasan pendidikan Ma’arif Hasyim Latif ,Sepanjang
BUDIDAYA TEMBAKAU RAKYAT DI PAMEKASAN TAHUN 2000-2008 Medina, Syahnas
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tembakau merupakan salah satu tanaman yang penting di Indonesia. Berbagai daerah di Indonesia membudidayakan tanaman potensial tersebut. Salah satu daerah yang mengembangkan tanaman tersebut adalah Kabupaten Pamekasan. Kabupaten Pamekasan sebagai pembudidaya tembakau terbesar di pulau Madura mengembangkan jenis tembakau rakyat yang dibutuhkan oleh pabrik rokok di Indonesia.                 Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah 1)Mengapa Kabupaten Pamekasan menjadi sentra pengembangan budidaya tembakau rakyat di Madura ? 2)Bagaimana  proses kegiatan budidaya tembakau rakyat di Pamekasan tahun 2000-2008 ? 3)Bagaimana kontribusi budidaya tembakau rakyat terhadap peningkatan ekonomi petani tembakau Pamekasan ?. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode sejarah. Langkah pertama adalah tahap heuristic, yaitu pengumpulan sumber yang berkaitan dengan perkebunan tembakau tahun 2000-2008. Tahap kedua adalah kritik, yaitu untuk menguji validitas dan kebenaran sumber-sumber yang telah diperoleh dalam upaya penulisan sejarah perkebunan tembakau di Pamekasan tahun 200-2008. Tahap ketiga adalah interpretasi, yaitu menghubungkan fakta-fakta yang ada sehingga memperoleh gambaran yang objektif. Tahap keempat adalah historiografi, yaitu tahap penulisan kembali fakta-fakta yang telah didapat dengan judul Budidaya Tembakau Rakyat Di Pamekasan Tahun 2000-2008.                 Berdasarkan hasil analisis terhadap fakta-fakta yang telah diperoleh, ditemukan hasil bahwa budidaya tembakau rakyat sangat cocok dikembangkan di Pamekasan dari pada daerah lain di Madura karena kesesuaian lahan yang lebih pas untuk tanaman tembakau. Hasil pertama yaitu tembakau di Pamekasan dikembangkan pada tiga lahan yang berbeda yaitu lahan gunung, lahan tegal, dan lahan sawah. Hasil kedua yaitu budidaya tembakau di Pamekasan sangat ditentukan oleh kondisi iklim yang dapat mempengaruhi kualitas dari tembakau. Hasil ketiga yaitu para petani di Pamekasan sampai saat ini memandang budidaya tembakau sebagai tanaman yang paling menjanjikan dan mampu meningkatkan taraf hidup ataupun pendapatan petani. Hal tersebut dikarenakan harga 1 pohon tembakau harganya Rp.10000. Tembakau juga memberikan kontribusi tidak hanya kepada petani namun juga kepada para pencari kerja yang menerima upah harian. Kata Kunci :Tembakau Rakyat, Budidaya, Petani
NASAKOM SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA TAHUN 1959-1965 WINATA, LINGGA
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika mengenai sebuah ideologi sering terjadi di Indonesia. Ideologi-ideologi itu muncul sejak zaman pergerakan dan bahkan terus berkembang pasca Indonesia merdeka. Penelitian mengenai dinamika yang terjadi antar ideologi sangat menarik karena akan menunjukkan betapa sengitnya rivalitas yang terjadi. Rivalitas yang biasanya sering terjadi yaitu antara aliran Nasionalis, Islamis dan Marxis seperti yang telah dijelaskan oleh Soekarno dalam artikelnya yang berjudul Nasionalis, Islamis, dan Marxis. Namun akhirnya Pancasila muncul sebagai ideologi terbuka yang menjadi pedoman dalam berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Penelitian mengenai Pancasila sering dilakukan dan tentunya menghasilkan pemahaman yang berbeda-beda. Perkembangan Pancasila juga menimbulkan dinamika yang menarik. Penelitian kali ini tidak terfokus pada kajian Pancasila melainkan pada konsep yang menyainginya pada masa demokrasi terpimpin yaitu Nasakom. Berawal dari latar belakang ini maka penulis ingin mengetahui lebih lanjut tentang Nasakom yang diterapkan pada demokrasi terpimpin. Maka ditentukan dua rumusan masalah antara lain (1) Bagaimana latar belakang munculnya Nasakom? (2) Bagaimana fungsi Nasakom pada tahun 1959-1965?. Teori yang digunakan sebagai unit analisa adalah terori ideologi negara yang disampaikan oleh Paul Riceour. Berdasarkan teori ini, ideologi memiliki 3 fungsi yaitu, fungsi distorsi, fungsi legitimasi dan fungsi integrasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Nasakom merupakan ideologi dan memiliki 3 fungsi. Fungsi yang pertama adalah Nasakom digunakan sebagai ideologi yang mengimbangi kekuatan politik yang ada dan menjaga posisi Sukarno agar tidak terjadi kudeta. Fungsi lainnya adalah sebagai ideologi yang mampu menjaga integritas bangsa dan menjaga persatuan bangsa. Diantara kedua fungsi ini terdapat tujuan yang tidak selaras, sehingga untuk menyelaraskannya perlu adanya fungsi legitimasi. Nasakom dilegitimasikan agar kekuasaan Sukarno terimplementasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apabila fungsi legitimasi berjalan dengan baik maka dua fungsi utama Nasakom juga akan berjalan dengan baik. Akan tetapi nasakom mengalami kegagalan karena fungsi legitimasi tidak berjalan dengan baik. Nasakom menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat, ditambah dengan peristiwa G30S yang diduga didalangi oleh golongan komunis yang menjadi tanda bahwa Nasakom mencapai puncak kegagalannya. Kata Kunci: Nasakom, Ideologi negara, Demokrasi terpimpin
KESENIAN MACANAN DI DESA KISIK KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIKTAHUN 1958-1995 BADRIL RIZAL, FAKRI
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Macanan merupakan pencak silat yang berkembang di wilayah utara Kabupaten Gresik. Kesenian Macanan berasal dari kata macanan yang berarti menyerupai tingkah laku seekor macan sedangkan gerakanya dinamai dengan mencaki macan yang berarti bertarung melawan macan. Kesenian Macanan menampilkan pertarungan manusia melawan macan yang memiliki makna bahwasanya seorang manusia dalam kehidupannya harus berpegang teguh dengan agama dan ilmu agar mampu melalui berbagai macam cobaan.Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu, 1) Bagaimana sejarah latar belakang lahirnya kesenian Macanan di Kabupaten Gresik. 2) Bagaimana karakteristik kesenian Macanan di Desa Kisik Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik tahun 1958-1995. 3) Apa makna simbolis yang terkandung dalam kesenian Macanan di Desa Kisik Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. 4) Bagaimana peran masyarakat dalam melestarikan Seni Macanan sebagai salah satu warisan budaya lokal.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah awal yaitu mengumpulkan sumber-sumber primer terkait tentang Kesenian Macanan di Desa Kisik Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik tahun 1958-1995, sumber primer didapat dari dokumentasi dan narasumber berupa hasil wawancara, Sedangkan sumber sekunder didapat dari buku-buku dan skripsi tentang pertunjukan kesenian tradisional yang ada di perpustakaan pusat Universitas Negeri Surabaya. Kritik sumber digunakan untuk memilah sumber primer maupun sekunder yang terkait dengan Kesenian Macanan di Desa Kisik Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik tahun 1958-1995. Proses interpretasi sumber digunakan untuk membandingkan sumber satu dengan sumber lain sehingga diperoleh fakta sejarah mengenai Kesenian Macanan di Desa Kisik Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik tahun 1958-1995. Tahap terakhir adalah historiografi yang menjadi hasil tulisan sebagai rekonstruksi semua fakta sejarah sesuai dengan tema penulisan sejarah.Hasil penelitian dapat dianalisis yaitu, 1) asal mula kesenian Macanan adalah pencak silat tradisional yang berkembang di wilayah Bungah, Pencak silat tersebut diajarkan kemasyarakat agar dapat melindungi diri dan bertahan dari penindasan penjajah Belanda supaya tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak Belanda para ahli silat kemudian membuat atraksi Macanan sebagai kamuflase serta menarik masyarakat agar masyarakat dapat melindungi dirinya serta untuk dapat berpartisipasi untuk melawan penjajah Belanda serta melindungi kemerdekaan Indonesia ketika Inggris dan Belanda yang melancarkan agresi militernya untuk menguasai Indonesia kembali. 2) Perkembangan kesenian Macanan di Desa Kisik Kecamatan Bungah pada tahun 1958 berdiri kelompok kesenian Macanan Bintang Sakti yang dipimpin oleh Bapak Kasripan. Tahun 1958 hingga tahun 1995 merupakan masa keemasan kesenian Macanan. Tahun 1990 hingga saat ini merupakan kemunduran kesenian Macanan, karena mulai tergerus oleh perkembangan zaman serta hiburan modern juga mulai menurunya minat para generasi muda untuk melestarikan Kesenian Macanan.Kata Kunci : Macanan, Perkembangan, Kisik
PENERAPAN POLITIK ETIS DI SURABAYA TAHUN 1911-1930 RANGGA GALIH, DHIMAS
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi yang sangat pesat akibat dari ramainya aktivitas pelabuhan dan industri di Surabaya merupakan faktor penting dari diperhatikannya Surabya pada masa politik etis, karena perkembangan Ekonomi tadi mampu menarik masyarakat dari golongan pribumi Cina Arab bahkan Eropa untuk mendekat dan menetap di Surabaya. Hal ini yang secara tidak langsung juga membuat pihak pemerintah Hindia-Belanda memperhatikan pula sektor pendidikan di Surabaya, karena Surabaya sudah menjadi salah satu kota penting layaknya Batavia sebagai pusat pemerintahan. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang juga semakin tinggi tiap tahunnya. Jadi dapat kita simpulkan faktor-faktor diatas adalah yang membuat pihak Kolonial Hindia-Belanda menjadikan Surabaya sebagai salah satu fokus utama penerapan daro Politik Etis di Hindia-BelandaMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah sejarah yang dipakai untuk menyusun fakta, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan tentang masa lampau. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam metode sejarah yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi Untuk memperoleh hasil maksimal dalam penelitian ini maka peneliti melakukan penelusuran sumber berupa staatsblad, serta kolonial Verslag tentang politik etis. Selain itu juga dibantu dengan buku-buku yang berkaitan dengan politik etis.Hasil penelitian menunjukan bahwa Di Surabaya penerpan sistem Irigasi pada masa politik etis ini ialah saluran irigasi terbagi menjadi beberapa kategori, antara saluran primer, sekunder, tersier dan kwarter. Untuk saluran tersier oleh desa atau beberapa desa yang berkepentingan, sedangkan saluran kwater dibuat oleh masing-masing pemilik sawah yang akan menggunakan saluran tersebut. Saluran primer adalah saluran pertama yang menghubungkan langsung dengan sungai atau sumber lain yang diambil airnya untuk pengairan. Dalam bidang pendidikan terdapat perkembangan seperti ELS yang mengalami peningkatan masa studi yang awalnya hanya 3 tahun menjadi 7 tahun. Selain itu dalam kurikulum ELS juga ditambah dan menekankan Bahasa Belanda, karena pelajaran akan pemahaman Bahasa Belanda dianggap sangat penting. Dan juga selain itu terdapat sekolah bersubsidi yang didirikan oleh perkumpulan missionaris gereja yaitu Broederschool Santo Yosef dan ELS Broederschool Santo Yosef. Pendidikan untuk etnis Cina pertama kali didirikan oleh perkumpulan Hok Tjiong Hak Kwan yang mendirikan sekolah bernama THHK (Tiong Hwa Hwee Kwan). Pada tahun 1909 pihak Kolonial mendirikan sekolah HCS untuk anak-anak Cina, dan kemudian pada tahun 1913 jumlah HCS bertambah setelah pihak Kolonial mendirikan da HCS lagi, pertama di Grisseescheweg (sekarang Jl. Gresik) jumlah siswa 200, dan yang kedua di Pasar Turi dengan jumlah siswa 209.Kata Kunci: Politik Etis , Kolonial, Surabaya
KONSOLIDASI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA CABANG SURABAYA DALAM PEMILU TAHUN 1982 ACHMAD V, FAHMI
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil pemilu tahun 1977 di Surabaya sendiri PDI menjadi partai ketiga setelah Golkar dan PPP dalam perolehan suara, dengan perolehan suara sebesar 138.587. Dari sinilah dapat di ambil permasalahan pokok tentang hasil suara PDI di Surabaya yang tidak stabil, kadang presentasenya naik dan kadang turun, dan perlu di ketahuai, juga karena adanya konflik internal partai PDI Surabaya yang tidak sepaham ideloginya dengan anggota lainnya. Oleh karena itu PDI Surabaya menjadi topik hangat yang dibicarakan media karena banyak konflik yang membuat tubuh partai yang ada di Surabaya pasang surut dalam pemilu tahun 1982Berdasarkan latar belakang peritiwa tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian tersebut sebagai berikut : 1) alasan konsolidas internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Surabaya dalam pemilihan umum tahun 1982, 2) proses konsolidasi internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dalam pemilihan umum di Surabaya pada pemilu tahun 1982, 3) hasil konsolidasi dari PDI Surabaya dalam pemilu tahun 1982Konsolidasi internal PDI Surabaya selama Pemilu 1982 lebih disibukan kepada persoalan pergesaran struktur DPC PDI Surabaya yang melibatkan Soepardi dengan Didiek Rahadi berujung terhadap dicaretakernya DPC PDI Surabaya. Soetam ditunjuk sebagai caretaker DPC PDI Surabaya sampai penyelenggaraan konfercab. Konfercab yang terselenggara 31 Januari menghasilkan Soetam Sebagai ketua DPC PDI, yang bertugas sampai Selesainya Pemilu 1982. Dalam pemilu 1982 DPC PDI Surabay Soetam menargetkan 7 kursi DPRD Tk II Surabaya, serta membuat strategi kampanye malam hari untuk mengakomodasi massa pendukung PDI serta mengutamakan kampanye dari kelurahan (kampanye dari bawah). Kampanye PDI sendiri berlangsung dengan sederhana dan diakhir dengan kampanye akbar PDI di Gelora Tambak Sari pada tanggal 26 April. Hasil perolehan suara PDI Surabaya pada Pemilu 1982 178.837, dengan perolehan kursi 6 di DPRD Tk II SurabayaKata Kunci : Konsolidasi, Pemilu 1982, PDI, Surabaya
KRITIK SOSIAL POLITIK LAGU-LAGU IWAN FALS PADA MASA ORDE BARU AJENG NERLY PRIMASANTI, MARISNA
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul ini diangkat karena sebagai sebuah persembahan untuk ayahanda tercinta yang sangat mencintai musik Indonesia. Perjalanan bermusik Iwan Fals yang menghasilkan berbagai macam tema lagu dalam karya bermusik inilah yang menarik untuk diteliti hal ini dikarenakan selama ini orang hanya melakukan interpretasi semata tanpa melihat sejarah dari lagu yang diteliti. Skripsi ini mengkaji tentang sejarah perjalanan karier Iwan Fals dan kritik sosial dan kritik politik yang Iwan lakukan.Untuk mengetahui beberapa permasalahan yang terdapat dalam penelitian tersebut, maka dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana perjalanan karier bermusik Iwan Fals. 2) Mengapa Iwan melakukan kritik melalui lagu. Metode penelitiannya menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 4 tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan yang terakhir adalah historiografi. Sedangkan metode pengumpulan data diperoleh dengan cara studi kepustakaan, studi lapangan dan kearsipan.Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan tentang perjalanan karier bermusik seorang Iwan Fals yang tidak mudah dan penuh cerita yang berliku mulai dari sabotase dari pemerintah sampai hanya dipenjara sehari serta semua lagu-lagunya yang disukai banyak orang karena liriknya yang mudah. Sedangkan semakin hari kritik Iwan semakin memudar tepatnya sejak kematian sang buah hati Galang Rambu Anarki pada tahun 1997. Setelah itu Iwan mulai menulis lirik tentang cinta saja. Lagu-lagu Iwan dahulupun masih bisa menginterpretasikan keadaan masyarakat Indonesia saat ini juga.Kata kunci: Iwan Fals , Kritik Sosial, lagu
LEMBAGA PENDIDIKAN PENERBANGAN ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA TAHUN 1945-1965 OCTAVIA P.D, ERMA
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul ini diangkat karena Lembaga Pendidikan Penerbangan AU merupakan sebuah akademi yang melahirkan banyak sekali kadet-kadet penerbang (AURI/TNI-AU). Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) sendiri adalah bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang mendapat tugas untuk menjaga keamanan wilayah di udara Negara Republik Indonesia, yang sekarang bernama Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU). Skripsi ini mengkaji tentang sejarah dan latar belakang pembentukan Akademi Angkatan Udara Republik Indonesia yang pertama kali di Indonesia.Untuk mengetahui beberapa permasalahan yang terdapat dalam penelitian tersebut, maka dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana latar belakang berdirinya Lembaga Pendidikan Penerbangan Angkatan Udara Yogyakarta. 2) Bagaimana perkembangan pendidikan Lembaga Pendidikan Penerbangan Angkatan Udara Yogyakarta tahun 1945-1965. Metode penelitiannya menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 4 tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan yang terakhir adalah historiografi. Sedangkan metode pengumpulan data diperoleh dengan cara studi kepustakaan, studi lapangan dan kearsipan.Hasil penelitian ini memberikan pengetahuan tentang Latar belakang berdirinya Lembaga Pendidikan Penerbangan Yogyakarta karena adanya kebutuhan pemerintah akan adanya calon-calon perwira Angkatan Udara yang handal serta mampu menjaga keamanan udara Republik Indonesia yang pada saat itu masih dalam masa pasca kemerdekaan. Sedangkan Perkembangan pendidikan Lembaga Pendidikan Penerbangan AU Yogyakarta berlangsung sangat cepat dikarenakan siswa-siswa masih memiliki semangat yang sangat tinggi serta kebutuhan pemerintah juga sangat mendesak. Lembaga Pendidikan Penerbangan AU kemudian berubah menjadi Akademi Angkatan Udara dipimpin oleh seorang Komandan Jenderal yang bertanggungjawab langsung kepada MEN/PANGAU. Setiap kadet berhak memperoleh pendidikan umum yang sama untuk setiap jurusan. Pada akhir pendidikan diadakan ujian perwira untuk menentukan kelulusan. Kadet yang telah lulus melewati masa ujian pendidikan kemudian diangkat menjadi Perwira Angkatan Udara dengan pangkat Letnan Udara II. Peran Akademi Angkatan Udara sangat berpengaruh besar terhadap pendidikan militer TNI Angkatan Udara.Kata kunci: Lembaga Pendidikan Penerbangan, AU dan Akademi Angkatan Udara