cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
PERKEMBANGAN PT. PELINDO III SURABAYA TAHUN 1960-2008 Rahmadhani, Fitria
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara maritim dan mempunyai kepulauan terbesar di dunia.  Salah satu penunjangnya adalah pelabuhan. Pelabuhan-pelabuhan yang berada di Indonesia mengalami maju mundur karena pengelolaan pelabuhan itu sendiri. Pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dalam pengelolaannya ada sejak zaman pemerintah hindia Belanda. Pengelolaan pelabuhan-pelabuhan tersebut tidak lepas dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Rumusan masalah yang dibahas adalah (1)Bagaimana perkembangan PT. PELINDO III SURABAYA TAHUN 1960-2008? (2) Bagaimana kontribusi ekonomi dan sosial adanya PT. PELINDO III terhadap masyarakat Surabaya. Kemudian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis Perkembangan dari PT. PELINDO III yang berpusat di Surabaya dan kontribusinya terhadap masyarakat Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap heuristik dilakukan dengan mengumpulkan sumber yang menunjang penelitian baik berupa data sejaman maupun data sekunder yaitu buku, tahap selanjutnya adalah kritik intern dengan menilai relevan atau tidaknya sumber yang didapatkan, tahap ketiga adalah interpretasi dengan mencari hubungan antar fakta kemudian menganalisisnya dan tahap keempat adalah historiografi yaitu menyajikan hasil penelitian dalam bentuk tertulis. Berdasarkan hasil analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan, diperoleh hasil bahwa Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terus mengalami peningkatan dalam pengelolaannya sehingga dapat memajukan kegiatan pelayaran dan perdagangan. Perkembangan pengelolaan pelabuhan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terbagi menjadi Perusahaan Negara Pelabuhan, Badan Pengusahaan Pelabuhan, Perusahaan Umum Pelabuhan, dan Perusahaan Pelabuhan Indonesia yang mengelola empat pelabuhan pusat di Indonesia. PT. PELINDO III merupakan Badan Usaha Milik Negara yang saat ini statusnya mengelola Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebagai pusatnya. Pelabuhan Tanjung Perak memiliki arti penting bagi perekonomian di Surabaya, yaitu sebagai pintu gerbang perdagangan dan fasilitator distribusi barang baik ekspor-impor untuk Internasional ataupun lokal.Ramai arusnya perdagangan di Pelabuhan Tanjung Perak ini tidak lepas dari posisi Pelabuhan Tanjung Perak sebagai daerah Hinterland.Kontribusi adanya PT PELINDO III terhadap ekonomi dan sosial masyarakat Surabaya yaitu : a. Bidang Ekonomi : 1) Ekspor Impor; 2) Bongkar muat di UPTK; 3) Kegiatan Pelayaran. b. Bidang Sosial : 1) Pegawai PT. PELINDO III; 2)  Buruh pelabuhan; 3) Koperasi dan Pengusaha kecil; 4) Pedagang kaki lima..   Kata Kunci: Pengelolaan, Pelabuhan Tanjung Perak, PT. PELINDO III.
MODERNISASI SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN QOMARUDDIN SAMPURNAN BUNGAH GRESIK TAHUN 1947-2004 Djulfikri Abdullah, Puji
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik   merupakan sebuah modernisasi yang membahas tentang sebuah transisi dari pendidikan Non-Klasikal sampai dengan Pendidikan Klasikal. Pendidikan Non-Klasikal yaitu pendidikan pondok pesantren yang masih bersifat tradisional sedangkan pendidikan klasikal yaitu pendidikan formal mulai dari tingkat dasar hingga sampai perguruan tinggi. Pondok Pesantren Qomaruddin ini terletak di Dusun Sampurnan Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik. Kiai-Kiai di pondok pesantren Qomaruddin merupakan sosok peran sentral bagi kemajuan maupun perkembangan sarana-prasarana di Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik.           Rumusan Masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana latar belakang Modernisasi Sistem Pendidikan dilakukan diPondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik. (2) Bagaimana Modernisasi Sistem Pendidikan yang diterapkan diPondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik . (3)Bagaimana Peran Kiai dalam menyikapi modernisasi sistem pendidikan di Pondok Pesantren Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik. Penelitian ini juga menggunakan Metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.          Hasil Penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut, Modernisasi Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Qomaruddin sangatlah berkembang pesat karena jika di tinjau dari jenis tingkatan, Pondok Pesantren Qomaruddin memiliki pendidikan formal dari Tingkat Dasar hingga perguruan tinggi. Pondok Pesantren Qomaruddin didirikan oleh Kiai Qomaruddin pada tahun 1775 M. Pada awalnya nama pesantren ini adalah Pondok Pesantren Sampurnan, kemudian tahun 1967 menjadi Darul Fiqih dan tahun 70-an berganti nama lagi menjadi Pondok Pesantren Qomaruddin. Selain itu Sistem Kurikulum di Pondok Pesantren Qomaruddin sudah berafiliasi ke Deaprtemen Pendidikan maupun Departemen Agama. Pondok Pesantren Qomaruddin merupakan Pondok yang sudah berumur dua abad lebih dan sudah mempunyai perkembangan-perkembangan yang sudah mengalami perubahan yang hampir merata di segala segi baik Kurikulum, Infrastruktur, Pendidik, Metode dan lain sebagainya. Selain itu banyak Alumni santri Pondok Pesantren Qomaruddin yang sudah menjadi tokoh-tokoh penting di masyarakat sekitar baik dari bidang agama maupun di lembaga pemerintahan. Dan yang terpenting Kiai di Pondok Pesantren Qomaruddin bukan hanya berperan penting dalam mendidik santrinya didalam pondok saja, akan tetapi Kiai di Pondok Pesantren Qomaruddin jugan berkewajiban untuk mendidik masyarakat sekitar agar tidak tergerus arus-arus Modernisasi yang bersifat negatif bagi masyarakat.   Kata Kunci: Pondok Pesantren, Kiai Qomaruddin, Pendidikan Pesantren, Peran Kiai, Modernisasi                      Pondok Pesantren. 
KESENIAN JARANAN SENTHEREWE DI KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 1958 – 1986 INDRA JAYA, LUDVI
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian jaranan sentherewe merupakan sebuah kesenian yang lahir di Kabupaten Tulungagung tepatnya di Desa Kedungwaru Kecamatan Kedungwaru. Kesenian jaranan Sentherewe tumbuh dan berkembang sebagai hiburan masyarakat kala itu karena pada waktu jarang terdapat hiburan masyarakat, karena pada saat itu belum adanya hiburan seperti televisi dan radio, sementara hiburan kesenian lain seperti wayang, ketoprak jarang pentas karena mahalnya biaya nanggap. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana latar belakang sejarah kesenian Jaranan di Tulungagung ?, 2) Bagaimana perkembangan kesenian Jaranan Tulungagung ?, 3) Apakah peluang dan tantang yang dihadapi Kesenian Jaranan Sentherewe Tulungagung di era industri pariwisata? Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode heuristik, kritik dan intepretasi sumber, serta historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan Kesenian Jaranan Sentherewe Tulungagung yang tumbuh dan berkembang pada tahun 1956 hingga 1986. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setting penelitian dilakukan di Kabupaten Tulungagung. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kesenian Jaranan Sentherewe ini diciptakan oleh orang-orang atau personal-personal yang merupakan seniman yang menekuni pada bidangnya masing-masing, dinamakan Sentherewe karena bentuk gerakan dari kesenian ini begitu dinamis dan agresif ibarat seseorang yang terkena Senthe (sebangsa talas) dan Rewe (Rawe). Seniman - seniman tersebut juga beberapa diantaranya tergabung dalam lembaga kesenian yang dinaungi oleh partai politik besar pada waktu itu, dalam perjalanannya pada tahun 1970-an kesenian jaranan sentherewe mengalami dinamika karena peristiwa G30S/PKI. Pada tahun 1975 merupakan masa bangkitnya kembali kesenian jaranan sentherewe di Kabupaten Tulungagung, kesenian jaranan sentherewe bangkit karena didukung oleh ABRI maupun dari pemerintah. Pada tahun 1975-an Jaranan Sentherewe digunakan sebagai alat propaganda oleh pemerintah orde baru dan Partai Politik besar yaitu Partai Golkar, periode tahun 1980 - 1986 merupakan masa dimana jaranan sentherewe mengalami masa kejayaan di era perindustrian pariwisata, presiden Indonesia Soeharto mencanangkan industri pariwisata sebagai tambahan pemasukan devisa negara. Kata Kunci: Kesenian, Jaranan Sentherewe, Tulungagung.
PERKEMBANGAN MUSLIMAT NU CABANG LAMONGAN BIDANG EKONOMI DAN KOPERASI KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) TAHUN 1994-2015 Nur Hidayah, hikmah
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muslimat NU merupakan salah satu organisasi perempuan yang lahir karena adanya cita-cita R.A Kartini yang menginginkan kaum perempuan untuk dapat berkarya dan setara dengan kaum laki-laki. Dahulu sekolah-sekolah hanya menerima kaum laki-laki sebagai murid, tetapi sekarang kaum perempuan juga diperbolehkan untuk bersekolah bersama kaum laki-laki. Perkembangan tersebut terus berjalan hingga banyak pula organisasi-organisasi perempuan yang lahir, termasuk Muslimat NU. Muslimat NU sangat besar peranan dan perkembangannya, begitu juga dengan Muslimat NU Cabang Lamongan yang merupakan salah satu organisasi perempuan NU yang besar di Jawa Timur. Perkembangan Muslimat NU Cabang Lamongan sangat memperlihatkan peranannya pada tahun 1994 dengan bidang-bidang yang dilaksanakan, terutama bidang ekonomi dan Koperasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang terus berkembang dan meningkat. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini, antara lain : (1) mengenai Keagamaan dan perekonomian yang ada di Kabupaten Lamongan ; (2) Nahdlatul Ulama dan Muslimat NU Cabang Lamongan ; dan (3) Perkembangan Muslimat NU Cabang Lamongan Bidang Ekonomi dan Koperasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Tahun 1994-2015. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan empat tahap, yaitu : heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Muslimat NU Cabang Lamongan dari Tahun 1994-2015 selalu mengalami peningkatan dalam berbagai bidang yang dilaksanakan terutama bidang Ekonomi dan Koperasi Kelompok Usaha Bersama (KUBE), karena bidang ini dapat mencakup ke wilayah Anak Cabang dan Ranting hampir diseluruh Kabupaten Lamongan.   Kata Kunci: Agama dan Ekonomi, Muslimat NU Cabang Lamongan, Kelompok Usaha Bersama.
ARTI SIMBOLIS ARCA BUDDHA MAHA-AKSOBHYA (PRASASTI 1289) SEBAGAI MEDIA PENCEGAHAN PERPECAHAN KERAJAAN SINGHASARI Princa Rahmawati, Wella
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arca adalah patung yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media keagamaan, yaitu sarana dalam memuja Tuhan atau dewa-dewi. Arca berbeda dengan patung pada umumnya, yang merupakan hasil seni yang dimaksudkan sebagai sebuah keindahan. Sebagai simbol Tuhan arca dipuja selayaknya Tuhan. Kertanegara adalah raja Singhasari yang terakhir. Dalam masa pemerintahannya banyak kejadian penting terjadi. Kertanegara adalah raja yang taat beragama oleh karena itu Kertanegara menjalankan ritual Buddhis dan sebagai puncaknya Kertanegara ditahbiskan sebagai Buddha Maha-Aksobhya di pekuburan Wurare. Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis Kertanegara mengeluarkan prasasti 1289 yang berisi pembagian kerajaan Airlangga; (2) menganalisis Kertanegara ditahbiskan menjadi Buddha Maha-Akshobhya dan patungnya berprasasti 1289; (3) menganalisis Kertanegara merasa terancam dan khawatir terjadi perpecahan di tanah Jawa. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan sejarah (historical approach), yang meliputi empat tahapan proses yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kertanegara mengeluarkan prasasti 1289 yang berisi tentang pembagian kerajaan Airlangga sebagai keterangan bahwa Kertanegara ditahbiskan menjadi Buddha Maha-Aksobhya di pekuburan Wurare untuk menghilangkan hal buruk yaitu kutukan  Mpu Bharada yang terjadi saat pembelahan kerajaan. Adapun peristiwa kesejarahan  yang terdapat pada prasasti 1289 meliputi pembelahan kerajaan Airlangga dan pentahbisan Kertanegara sebagai Buddha Maha-Aksobhya. Adapun maksud dari prasasti ini sebagai suatu pandangan keagamaan Kertanegara yang memberikan dampak pada pemerintahannya.   Kata Kunci : Prasasti Wurare, Kertanegara, Buddha Aksobhya
DAMAR KURUNG PADA MASA PEMERINTAHAN BUPATI SAMBARI HALIM TAHUN 2010-2015 Dwi Meitasari, Ayudhea
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Damar Kurung merupakan kesenian tertua kota Gresik yang motifnya biasanya menceritakan tentang kehidupan dan kebudayaan masyarakat Gresik. Kesenian Damar Kurung ditengarai sudah berkembang sejak zaman Sunan Prapen (sekitar abad ke-16) dan diwariskan secara turun-menurun hingga mencapai pamornya di tahun 1990an sebagai kesenian Damar Kurung buatan Masmundari. Namun sepeninggal Masmundari, tidak ada lagi warga kota Gresik yang tertarik menjadi pengrajin kesenian Damar Kurung. Alasan umum masyarakat Gresik pada waktu itu tidak tertarik pada kerajinan ini disebabkan kesenian Damar Kurung hanya laku dan ada pada saat bulan Ramadhan saja, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai mata pencaharian tetap. Keberadaan kesenian Damar Kurung asal Gresik sebagai salah satu peninggalan dari seni budaya tradisional Jawa Timur kini mulai terlupakan. Penelitian ini membahas (1) Bagaimana perkembangan kesenian Damar Kurung pada masa pemerintahan Bupati Sambari Halim tahun 2010-2015; (2) Bagaimana upaya menghidupkan kembali kesenian Damar Kurung sebagai kesenian khas Gresik pada masa pemerintahan Bupati Sambari Halim tahun 2010-2015. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan sejarah (historical approach), yang meliputi empat tahapan proses yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa sepeninggal Masmundari pada tahun 2005, kesenian Damar Kurung mulai meredup dan tidak terdengar lagi gaungnya. Pada masa Masmundari masih hidup kesenian Damar Kurung sangat akrab dengan masyarakat di bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan kesenian Damar Kurung dijadikan sebagai penanda telah datang bulan Ramadhan sejak masa Sunan Prapen. Semakin menurunnya kesadaran masyarakat dalam pelestarian kesenian Damar Kurung, pada tahun 2011 mulai muncul kesadaran akan pentingnya melestarikan kesenian Damar Kurung yang merupakan kesenian khas masyarakat Gresik, dan terancam akan punah jika tidak ada tindak lanjut dari pemerintah beserta masyarakatnya. Kesadaran akan pentingnya melestarikan kesenian Damar Kurung ditandai dengan banyaknya kegiatan dalam rangka menghidupkan kembali kesenian Damar Kurung yang dilakukan oleh komunitas kebudayaan dan pemerintah kabupaten Gresik, mulai dari pembuatan papercraft dan souvenir berbentuk kesenian Damar Kurung, diselenggarakannya festival kesenian Damar Kurung, hingga pemasangan lampu PJU dan lampu taman berhiaskan kesenian Damar Kurung. Kata Kunci : Damar Kurung, Gresik, Sambari Halim
MALANG STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ PADA MASA KOLONIAL DI MALANG TAHUN 1901-1930 WAHYU TRI W, GALIH
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal abad ke-19, Kabupaten Malang merupakan sebuah kawasan pedalaman di Karesidenan Pasuruan. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Agraria tahun1870, Kabupaten Malang telah berubah menjadi kawasan sentra perkebunan. Dengan semakin meningkatnya lahan perkebunan di kawasan ini, banyak masyarakat yang berpindah ke Kabupaten Malang. Dengan semakin meningkatnya jumlah lahan perkebunan dan semakin meningkatnya pabrik gula di kawasan ini, maka pemerintah memberikan izin kepada pihak swasta yakni Malang Stoomtram Maatschappij (MSM) untuk membuka jalur trem. Fungsi utama dari trem di Kabupaten Malang adalah untuk mengangkut gula menuju stasiun kemudian diangkut dengan kereta api menuju Surabaya. Penelitian ini membahas (1) Bagaimana latar belakang Malang Stoomtram Maatschappij di Malang tahun 1901; (2) Bagaimana perkembangan Malang Stoomtram Maatschappij di Malang tahun 1901-1930; (3) Bagaimana peran Malang Stoomtram Maatschappij di Malang tahun 1901-1930. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan sejarah (historical approach), yang meliputi empat tahapan proses yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pada masa kolonial tahun 1897-1930 perusahaan Malang Stoomtram Maatschappij mengalami naik turunnya pendapatan dari hasil pengangkutan penumpang, yakni dari tahun 1901 sebesar 278.341 gulden menjadi 51.308 gulden pada tahun 1930. Dari hasil pengangkutan barang juga mengalami penurunan pendapatan, yakni dari tahun 1901 sebesar 736.557 gulden menjadi 283.835 gulden pada tahun 1930. Banyak faktor yang menyebabkan penurunan pendapatan MSM, yakni krisis gula pada tahun 1918 dan puncaknya pada tahun 1930 (krisis malaise).  MSM memiliki tiga fase dalam perkembangannya. Fase pertama adalah fase penjajakan transportasi massal di mana pelayanan dan pengoperasian trem masih belum optimal, dilihat dari pendapatan perusahaan yang tidak begitu besar. Fase kedua adalah fase efektif perusahaan di mana perusahaan sudah mengoptimalkan pelayanan pengoperasian trem dan masyarakat sudah mengenal trem dan pelayanannya, dilihat dari pendapatan pada periode ini terus meningkat dan puncaknya di tahun 1926. Fase ketiga adalah periode di mana MSM mengalami masalah krisis tahun 1930-an yang membuat perusahaan memiliki pendapatan terburuk akibat kriris malaise. MSM pada era kolonial di Malang mempunyai peran yang sangat penting bagi pihak kolonial maupun masyarakat Malang. Bagi pihak kolonial, MSM memiliki fungsi distribusi dalam mengangkut hasil perkebunan menuju stasiun Djagalan,yang nantinya akan diteruskan menuju Surabaya. Tidak hanya itu, fungsi lain dari MSM ialah memudahkan orang-orang Belanda yang berada di Surabaya untuk beristirahat di Malang sebagai tempat wisata. Peran MSM bagi masyarakat Malang juga sangat besar, diantaranya memudahkan masyarakat yang berada di Malang untuk melakukan perpindahan dari underdistrict menuju pusat kota Malang untuk bekerja.   Kata Kunci : MSM, Kereta Api, Malang
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 1 KANDANGAN KEDIRI PONILA SARI, LISA
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah praktik pengajaran sejarah disekolah, guru hanya membeberkan fakta-fakta dan model serta teknik pengajarannya tidak variatif. Umumnya kurang disadari bahwa sejarah itu memiliki sifat-sifat khas yang memerlukan keterampilan istimewa untuk mengajarkannya sehingga hasil belajar siswa menurun.  Tujuan Penelitian ini adalah. (1) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Kandangan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT); (2) Menerapkan metode Numbered Head Together (NHT) pada mata pelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA-3 SMAN 1 Kandangan Kediri yang terdiri dari 42 siswa pada semester genap. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes hasil belajar, lembar observasi, lembar penilaian psikomotorik, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data aktivitas guru dalam melaksanaan metode Numbered Head Together (NHT), analisis data aktivitas siswa terhadap metode Numbered Head Together (NHT) dan analisis data hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini adalah: (1) Pembelajaran sejarah di SMAN 1 Kandangan sudah tepat dan sesuai; (2) secara klasikal terdapat 94% guru menerapkan metode NHT dengan baik, terdapat 81% siswa mampu belajar dengan NHT, sehingga nilai afektif, kognitif dan psikomotorik diperoleh 90% siswa tuntas dari 42 siswa. Dengan demikian metode NHT dapat meningkatkan hasiil belajar siswa. Kata Kunci: Hasil Belajar, Numbered Heads Togethe, Pembelajaran Sejarah
PERAN ORMAS SEAZAS DALAM MEMBANGUN DINAMIKA INTERNAL PARTAI NASIONAL INDONESIA TAHUN 1946 - 1962 ANGGARA, DIMAS
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partai Nasional Indonesia merupakan salah satu partai politik yang mengawali pembangunan pondasi politik di Indonesia. Partai ini terbentuk pada tahun 1946, dengan semangat membawa kembali ideologi PNI yang berdiri pada tahun 1927 oleh Soekarno, Marhaenisme. Serikat Indonesia yang kemudian menjadi PNI disepakati pada tahun 1946 pada kongres di Kediri pada 28 Januari 1946. Pemilu tahun 1955, sebagai pemilu pertama di Indonesia menjadikan partai – partai politik yang ada di Indonesia semakin banyak meningkatkan kerja partai dalam rangka meraih pundi – pundi suara partai. Sebagai konsekuensi PNI sebagai salah satu partai peserta pemilu mendirikan ormas partai menjadi pilihan kebijakan partai. Pada 1947 hingga 1954 berdiri empat ormas PNI yang selanjutnya diakui sebagai ormas seazas, Pemuda Demokrat Indonesia, Persatuan Tani Indonesia, Kesatuan Buruh Kerakyatan Indonesia dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia. Dalam perkembangannya ke empat ormas seazas ini banyak mengisi dinamika internal partai hingga kehancuran PNI paska tahun 1965.                 Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Mengetahui kondisi politik Indonesia pada masa awal kemerdekaan hingga demokrasi terpimpin; 2) Mengetahui peran ormas seazas PNI dalam membangun dinamika internal PNI pada tahun 1947 – 1962; 3) Mengetahui dinamika internal PNI pada tahun 1947-1962. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode heuristik, kritik dan intepretasi sumber, serta historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan Peran Ormas Seazas dalam membangun Dinamika Internal Partai Nasional Indonesia pada tahun 1946-1962. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Setting penelitian dilakukan di Dewan Pimpinan Pusat PNI dan Ormas seazas PNI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi internal Partai Nasional Indonesia pada sepanjang tahun 1946 – 1962. 1) Kondisi politik Indonesia sepanjang tahun 1950 – 1959 menunjukkan bahwa pondasi politik yang terbangun melalui pemilu tahun 1955 menjadikan banyak partai semakin gencar dalam melakukan perbaikan kinerja organisasi. 2) Ormas seazas yang diakui oleh PNI yakni, PDI, PETANI, GMNI, KBKI. Organisasi – organisasi ini memiliki peran penting dalam perkembangan partai, karena setelah terbentuknya Front Nasional, Kesatuan Aksi Massa Marhaen, kerja – kerja partai dan ormas menjadi satu. Selain itu ormas dijadikan sumber regenerasi kader bagi faksi – faksi yang ada di tubuh PNI serta ormas juga dijadikan sebagai alat kontrol partai secara moral jika partai dianggap melenceng dari ideologi partai . 3) Keretakan didalam tubuh PNI menguat setelah perumusan indoktrinasi Marhaenisme, kekalahan telak pada pemilu daerah pada tahun 1957 dan juga sikap partai yang tidak mendukung peraturan presiden yang melarang pegawai negeri untuk menjadi anggota partai, setelah Kongres kesepuluh, Ali sebagai ketua dan Surachman sebagai sekjend melakukan pembersihan partai dari unsur – unsur konservatif secara utuh.   Kata kunci : Dinamika, Ormas, Partai Nasional Indonesia, faksi
PERKEMBANGAN PABRIK ROKOK CEMPAKA KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 1982-1995 Oktia Wardani, Ayu
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Pabrik Rokok Cempaka merupakan sebuah pabrik yang sudah lama dirintis sejak tahun 1982 di Daerah Kabupaten Tulungangung tepatnya di daerah Tanjungsari Kec.Boyolangu, Pabrik rokok Cempaka  ini sudah mengalami berbagai perkembangan baik dibidang Produksi maupun pemasaran, dan kehebatan lainnya Pabrik rokok cempaka ini juga mampu bersaing dengan pabrik-pabrik rokok lainnya di wilayah keresidenan Kediri. Pabrik ini di dirikan oleh H.Karmaniguno Atmojo, orang asli keturunan Jawa yang mampu mendirikan pabrik rokok  dan mampu bertahan hingga saat ini.          Pabrik Rokok Cempaka  di dirikan di Desa Tanjungsari Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Pembahasan skripsi ini dimulai  pada tahun 1982 sampai tahun 1995, sebab pada tahun 1982 awal merintis rokok cempaka dan berhenti pada tahun 1995, sebab pada tahun 1992 H.Karmaniguno Atmojo meninggal dunia, kemudian Pabrik Rokok Cempaka mengalami pergantian kepemimpinan yang di gantikan oleh puteranya. Pada tahun 1993 mengalami penurunan namun pada tahun 1995 mengalami peningkatan kembali dan mampu bertahan hingga  saat ini.            Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana sejarah berdirinya Pabrik Rokok Cempaka di Kabupaten Tulungagung. (2) Bagaimana perkembangan Pabrik Rokok Cempaka di Kabupaten Tulungagung pada tahun 1982-1995. (3) Bagaimana Konstribusi Pabrik Rokok Cempaka terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pada tahun 1982-1995.Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik,interprestasi, dan Historiografi.             Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut, Rokok Cempaka dirintis pada tahun 1982 dan mulai mengalami kemajuan yang pesat pada tahun 1985. Bahan baku yang  digunakan untuk produksi rokok cempaka,  berasal dari wilayah Kabupaten Tulungagung dan sekitar pulau jawa. Pabrik Rokok Cempaka juga berkonstribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar pabrik khusunya dan juga masyarakat di Kabupaten Tulungagung. Konstribusi Pabrik Rokok Cempaka misalnya, bertambahnya lapangan pekerjaan di wilayah Kabupaten Tulungagung, berkonstribusi terhadap perbaikan infrastruktur dan sarana prasaran di wilayah Kabupaten Tulungagung.             Kata Kunci: Pabrik Rokok Cempaka, Tulungagung.