cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
REAKTUALISASI WAYANG POTEHI GUDO TAHUN 2001-2016 FIRMAN ARIF, ASWAN; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang potehi merupakan kebudayaan dari masyarakat Tionghoa di Indonesia. Salah satu wayang potehi yang masih bertahan berada di Gudo kabupaten Jombang. Wayang potehi di Gudo tidak menggantungkan diri pada pemerintah atau pihak lain, Mereka menggunakan biaya pribadi dan keuntungan dari hasil pentunjukan. Hal yang menarik untuk diteliti dari kesenian ini yaitu (1) Bagaimana perkembangan wayang potehi di Kecamatan Gudo mampu memotivasi masyarakat lokal melakukan reaktualisasi kebudayaan Tionghoa tahun 2001-2016?: (2) Bagaimana perkembangan wayang potehi setelah terjadinya reaktualisasi tahun 2001-2016? Adapun hasil dari penelitian ini yaitu adanya proses sentripetal dalam masyarakat Tionghoa dalam pembaruan wayang potehi. Sentripetal terjadi pada budaya Tionghoa yang dimasuki oleh budaya Jawa. Reaktualisasi wayang potehi tahun 2001 dilakukan sebagai wujud terbukanya peran budaya jawa untuk mengembangkan wayang potehi Gudo. Adanya wayang potehi yang dibuat orang Jawa, membuat terjadinya sentripetal budaya. Interaksi masyarakat Tionghoa dan Jawa, membuat masyarakat Jawa masuk ke dalam ingroup Tionghoa. Hasil reaktualisasi berdampak pada bentuk wayang potehi, penambahan alat musik, dan pementasan. Bentuk wayang potehi yang menyimpang dari pakem pada masa Orde Baru diperbarui sesuai dengan pakem yang didapat. Bentuk kepala wayang potehi lama yang berbentuk segita terbalik, diperbarui hingga berbentuk lebih menyerupai pakem. Pakem wayang potehi memiliki bentuk yang beraneka ragam sesuai dengan watak tokoh dan jabatan. Wayang potehi tokoh Sie djin kwie memiliki bentuk pakem dengan wajah yang berbentuk Oval, beralis kelapa ditarik keatas, hidung mancung, dan berwarna kulit putih. Bentuk wayang potehi mengacu pada bentuk kumpulan wayang potehi Pak Toni dengan bantuan pemain potehi yang bercampur Jawa. alat musik disesuaikan dengan contoh pakem, dengan tambahan alat musik Yan Qim yang tidak dimiliki sebelumnya. Kata Kunci: Reaktualisasi, Wayang Potehi, Gudo
PERKEMBANGAN SANGGAR TARI DELTA TRIVIKRAMA DI SIDOARJO TAHUN DWI AGUSTIN, DITA; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar tari Delta Trivikrama merupakan sanggar tari tertua di Sidoarjo. Sanggar tari ini didirikan pada tahun1979. Beberapa bulan di awal berdirinya, sanggar tari Delta Trivikrama dapat berkembang dengan pesat. Hal yangmenarik untuk diteliti dari sanggar tari ini yaitu (1) Mengapa didirikan sanggar tari Delta Trivikrama di Sidoarjo?; (2)Bagaimana perkembangan sanggar tari Delta Trivikrama di Sidoarjo tahun 1984-1995? Adapun hasil dari penelitian iniyaitu sanggar tari Delta Trivikrama di Sidoarjo awalnya merupakan kelompok tari yang didirikan dengan tujuan untukmenghidupkan aktivitas seni tari di Sidoarjo. Sanggar tari Delta Trivikrama diresmikan pada tanggal 10 Juni 1979 di JalanKombespol M. Doeryat 37 Sidoarjo. Pada periode tahun 1979-1984, sanggar tari Delta Trivikrama mengalamiperkembangan dalam aspek tempat latihan dan cabang, jumlah siswa, pementasan, karya tari, dan prestasi. Pada periodetahun 1985-1995, sanggar tari Delta Trivikrama mengalami perkembangan dalam aspek pementasan, dan prestasi . Selainitu, dalam periode ini terjadi penurunan dalam aspek jumlah siswa, dan karya tari yang diciptakan. Hal ini disebabkankarena munculnya modern dance yang mengakibatkan minat siswa terhadap seni tradisional menurun. Penurunan ini jugadisebabkan oleh rendahnya apresiasi orang tua siswa terhadap seni tari sehingga mengakibatkan menurunnya jumlahsiswa sanggar tari Delta Trivikrama.Kata Kunci: Sanggar tari, Delta Trivikrama, Sidoarjo
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN REMAP-NHT (READING-CONCEPT MAPNUMBERED HEADS TOGETHER) BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH KELAS XI IIS SMA-IT AL USWAH SURABAYA NUR AINI, SHEERLY; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh metode pembelajaran Remap-NHT(Reading-Concept Map-Numbered Heads Together) berbasis pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar sejarahpeserta didik kelas XI IIS SMA-IT Al Uswah Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode penelitian pre-experimental dengan oneshoot case study design. Sampel yang digunakan adalah kelas XI IIS 2 menggunakan teknik nonprobability samplingdengan jenis sampling purposive. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana diketahui nilai Sig. sebesar 0,000lebih kecil dibandingkan taraf sig. 0,05, sedangkan Thitung dengan nilai 6,495 lebih besar daripada Ttabel yakni 2,048dan nilai R Square sebesar 0,601. Dengan demikian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran Remap-NHT (Reading-Concept Map-Numbered Heads Together) berbasis pendekatan kontekstual terhadap hasil belajar sejarahpeserta didik kelas XI IIS SMA-IT Al Uswah Surabaya yang signifikan sebesar 60,1%.Kata Kunci: Metode Pembelajaran Remap-NHT, Pendekatan Kontekstual, Hasil Belajar, Sejarah
WISATA RELIGI MAKAM KANJENG SEPUH SIDAYU TAHUN 2000-2011 QOMARIYAH, KHOYUM; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makam Kanjeng Sepuh merupakan makam adipati Sidayu ke-8 yang berada di Desa Kauman, Kecamatan Sidayu,Kabupaten Gresik. Makam Kanjeng Sepuh sendiri banyak dikunjungi masyarakat sekitar berkat jasa-jasanya semasahidup. Wisata religi makam Kanjeng Sepuh berbeda dengan makam wali-wali pada umunya yang ramai pengunjung padahari jum?at legi. Makam Kanjeng Sepuh biasanya ramai pada hari jum?at pahing yang kemudian menjadi tradisi di sana.Hal yang menarik untuk diteliti dari makam Kanjeng Sepuh yaitu (1) Bagaimana makam Kanjeng Sepuh Sidayu menjadiwisata religi pada tahun 2000-2011?; (2) Bagaimana nilai tradisi jum?at pahing di makam Kanjeng Sepuh Sidayu tahun2000-2011?. Adapun hasil dari penelitian ini adalah makam Kanjeng Sepuh sejak dulu sudah dikunjungi masyarakatsekitar. Sejak munculnya Peraturan Daerah Kabupaten Gresik No 26 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan TataKerja Dinas-Dinas Daerah Kabupaten Gresik. Makam Kanjeng Sepuh mulai diperhatikan oleh pemerintah daerah yangkemudian menjadikan pertambahan jumlah pengunjung. Puncak keramaian makam Kanjeng Sepuh terjadi hanya padahari jum?at pahing. Kebiasaan mengunjungi makam ini memiliki nilai dan fungsi bagi kehidupan masyarakat sekitar.Terutama dalam bidang sosial, budaya, religi, dan ekonomi.Kata Kunci: Wisata religi, Kanjeng Sepuh, Sidayu
PERKEMBANGAN MUSIK DANGDUT KOPLO JAWA TIMUR TAHUN 2003 – 2017 DWI SUSANTI, FITRIA; , WISNU
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Jawa Timur menjadi basis munculnya musik dangdut koplo. Berkembangnya dangdut koplo dianggap merubah karakter serta image yang melekat pada dangdut. Dalam penelitian ini terdapat hal yang menarik dan dapat diteliti yaitu (1) Mengapa Dangdut Berkembang di Jawa Timur (2) Bagaimana Karakteristik Musik Dangdut Koplo Jawa Timur. (3) Bagaimana pengaruh perkembangan dangdut koplo pada dangdut secara umum di tingkat nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dangdut koplo di Jawa Timur berasal dari genre musik dangdut baru era tahun 1990an yang ditandai dengan perubahan irama dan ketukan kendangnya sehingga lebih enerjik dan dinamis. Dangdut koplo Jawa Timur berkembang sekitar tahun 1990-an dan mulai diperkenalkan secara nasional tahun 2003 oleh Inul Daratista yang merupakan penyanyi asal Pasuruan Jawa Timur. Karakter musik dangdut koplo Jawa Timur memiliki perbedaan dengan dangdut. Unsur-unsur yang membedakan diantaranya adalah penggunaan alat musik, irama, ketukan kendang, aransemen, busana, serta respon penonton yang berbeda saat pementasan. Pada tahun 2017 musik dangdut koplo mampu mengalahkan dangdut secara umum di tingkat nasional dengan kemunculan beberapa artis Jawa Timur salah satunya yaitu Via Vallen dan Tasya Rosmala serta genre dangdut koplo diperhitungkan di tingkat nasional. Kata Kunci: Dangdut, Dangdut Koplo, Jawa Timur.
PELESTARIAN KESENIAN LUDRUK: STUDI KASUS GRUP MARSUDI LARAS DI SURABAYA TAHUN 2003-2017 DWI SETYAWATI, REGITA; , ARTONO
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya merupakan kota yang memiliki sekumpulan para seniman lokal untuk mengekspresikan karya-karyanya sebagai potensi seni yang lebih menjunjung tinggi nilai budaya. Keunikan dari grup ludruk Marsudi Laras adalah dalam bentuk penyajian yang memodifikasi cerita kearah lebih kekinian dan menyesuaikan lelucon anak zaman sekarang. Dari fenomena tersebut mengalami permasalahan terkait dengan upaya pelestarian kesenian ludruk di tengah arus perkembangan budaya modern saat ini dan mulai mengalami kemunduran. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul ?Pelestarian Kesenian Ludruk: Studi Kasus Grup Marsudi Laras Di Surabaya Tahun 2003-2017. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Bagaimana perkembangan grup ludruk Marsudi Laras Di Surabaya Tahun 2003-2017 (2) Bagaimana upaya pelestarian yang dilakukan grup ludruk Marsudi Laras dalam mempertahankan kesenian ludruk untuk tetap eksis ditengah arus perkembangan budaya modern. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti, yaitu heuristik, kritik, interprestasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa, munculnya grup-grup ludruk di Surabaya memberikan semangat baru untuk mengupayakan melestarikan, mempertahankan dan mengembangkan seni pertunjukan ludruk agar diminati kembali oleh masyarakat khususnya, generasi muda. Grup ludruk Marsudi Laras salah satu grup yang juga mengupayakan keberadaan kesenian ludruk mampu bertahan di tengah arus perkembangan budaya modern saat ini, sehingga grup ludruk Marsudi Laras memberikan suatu inovasi terbaru bagi pertunjukan ludruk dalam menyajikan bentuk pertunjukan lebih terkonsep ke arah kekinian. Kata Kunci: Pelestarian, Ludruk Marsudi Laras, Surabaya
KESENIAN JARANAN SAMBOYO PUTRO DI DUSUN NGETREP DESA KURUNGREJO KECAMATAN PRAMBON KABUPATEN NGANJUK TAHUN 1996-2013 CHOIRUN NISAK, DEWI; , ARTONO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Grup kesenian jaranan Samboyo Putro adalah grup kesenian yang ada di Kabupaten Nganjuk sejak tahun 1996.Grup kesenian jaranan ini berusia kurang lebih 17 tahun dan tetap eksis di dunia seni pertunjukan dengan ciri khas yangdimilikinya. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Latar belakang berdirinya grup kesenian jaranan Samboyo Putrodi Dusun Ngetrep Desa Kurungrejo Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk pada tahun 1996, 2) Bagaimana eksistensigrup kesenian jaranan Samboyo Putro pada tahun 1996-2013. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa latar belakangberdirinya grup kesenian Samboyo Putro ini berawal dari pertemanan yang terjalin antara Bopo Sudiono dan BapakSukirman. Setelah kematian Bapak Sukirman tahun 1992, Bopo Sudiono meminta izin untuk melestarikan grup kesenianjaranan ini di Kabupaten Nganjuk dengan nama yang sama tahun 1996. Eksistensi grup kesenian jaranan Samboyo Putroberhasil dilakukan dengan strategi (1) penambahan sinden (2) pembaruan kostum (3) menjaga mutu alat jaranan (4)menjaga mutu seniman jaranan (5) menjaga pangsa pasar agar Samboyo Putro dapat terus diterima oleh masyarakatbanyak. Khususnya masyarakat Nganjuk yang mengenal grup kesenian jaranan ini dengan ciri khasnya.Kata kunci : Jaranan, Samboyo Putro, Eksistensi
JAWA POS SEBAGAI SURAT KABAR TERPERCAYA NASIONAL TAHUN 1986-2000 KUSUMA DEWI, NOVIE; , NASUTION
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga era reformasi, media massa yang masih diminati dan dicari oleh masyarakat ialah surat kabar. Alasanmengapa surat kabar masih eksis dan dipertahankan karena isi beritanya yang beragam dan lengkap sehingga tidak heranjika masyarakat masih menggemari surat kabar. Salah satu surat kabar yang berhasil berkembang dari lingkuppendistribusian daerah menjadi tingkat nasional ialah Jawa Pos. Oplah Jawa Pos yang terus naik memberikan dampakpositif dan merupakan peluang bagi Jawa Pos untuk mengekspansi daerah-daerah di Indonesia. Penelitian ini fokus padatahun 1986 ketika Jawa Pos mendapatkan Surat Izin Untuk Penerbitan Pers (SIUPP) hingga tahun 2000 ketika Jawa Posberhasil melalui krisis moneter. Penelitian ini merujuk pada rumusan masalah 1) Bagaimana perkembangan Jawa Posmenjadi surat kabar terpercaya Nasional tahun 1986-2000? dan 2) Bagaimana kontribusi harian Jawa Pos bagi Indonesia?.Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa tahun 1986-2000, Jawa Pos sudah menjadi surat kabar terpercaya Nasionaldibuktikan dengan kontribusi yang diberikan oleh Jawa Pos kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia. Perkembanganteknologi dan SDM juga menjadi faktor pendukung surat kabar Jawa Pos semakin dipercaya oleh masyarakat.Kata kunci: surat kabar, Jawa Pos
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMAN JOGOROTO JOMBANG , LINDRIASTUTI; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi adalah tanggapan secara langsung dari sesuatu atau proses mengetahui beberapa hal mengenai lima pancaindera manusia. Atau dengan kata lain diartikan sebagai sebagai penafsiran stimulus yang terdapat di dalam otak manusia.Dalam penelitian ini membahas persepsi guru terhadap kurikulum 2013.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan persepsi guru sejarah terhadap implementasi Kurikulum 2013, (2)Mendeskripsikan persepsi siswa terhadap implementasi Kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif.Sampel dalam penelitian ini adalah guru sejarah dan siswa kelas X IPS 2 dan XII IPS 2 SMA Negeri Jogoroto. Pengumpulandata dilakuka melalui wawancara dan angket. Tehnik analisis data dilakukan secara deskriptif interaktif.Hasil penelitian ini adalah (1) Guru telah bisa menjalankan kurikulum 2013. Guru dibekali dengan sosialisasi danpelatihan mengenai kurikulum 2013, dan guru telah menggunakan model pembelajaran dengan pendekatan ScientificApproach. Walaupun guru belum menguasai semua model pembelajaran pendekatan Scientific Approach. Evaluasipembelajaran yang digunakan oleh guu juga seperti yang telah tercantum dalam Kurikulum 2013. (2) Siswa melakukanpersiapan sebelum pembelajaran dan siswa mempu mengikuti pendekatan pembelajaran Scientific Approach yang diterapkanoleh guru. Media dan bahan ajar telah berbasis IT dimana peserta siswa hanya berpedoman pada buku sebagai bahan bacaan,melainkan siswa juga telah memanfaatkan internet untuk mencari materi tambahan yang belum tercantum dalam bahan ajaryang disediakan oleh sekolah.Kata kunci: Persepsi guru, persepsi siswa, kurikulum 2013
TRANSPORTASI KERETA API JOMBANG - BABAT TAHUN 1975 - 1981 BAGUS ROHMAN PRADIPTA, ADITYA; , SUMARNO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kereta api adalah salah satu transportasi darat yang mempunyai jalur khusus yang disebut rel. kereta api pertama kali ada di Indonesia pada tahun 1864 dengan jalur Semarang menuju Grobogan. Pada tahun selanjutnya banyak dibagun jalur kereta api di Jawa, Sumatra dan Kalimantan, hingga masuk ke Jombang dengan tujuan Jombang ? Babat. Pembangunan Jombang ? Babat di bangun oleh perusahaan Babat Djombang Stroomtram Maatchappij (BDSM) pada tahun 1907. Namun pada era 70-an Jurusan Jombang ? Babat mengalami penurunan jumlah penumpang hingga akhirnya jalur Jombang ? Babat ditutup.Berdasarkan dengan latar belakang tersebut, maka diperoleh beberapa rumusan masalah ini adalah : (1) Mengapa transportasi Kereta api Jombang ?Babat mengalami surut tahun 1975. (2) Mengapa jalur Kereta api Jombang ? Babat di tutup pada tahun 1981. Berdasarkan dengan rumusan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapa transportasi Kereta api Jombang ?Babat mengalami surut tahun 1975 dan mengetahui penyebab jalur kereta api di tutup pada tahun 1981. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut, Adanya transportasi baru berupa angkutan desa dan bus sangat berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan baik dari pendapatan penumpang dan barang sehingga pada tahun 1981 pihak pemerintah belanda dan perusahaan kereta Straatsspoorwegen resmi menutup jalur transportasi kereta api Jombang ? Babat pada tahun 1981. Karena kalah saing dengan angkutan bis dengan jarak dekat seperti angkutan desa semakin banyak bermunculan. Sehingga warga lebih memilih angkutan mobil dari pada transportasi kereta api.Kata Kunci : Jombang, Babat, jalur kereta api, penutupan jalur kereta api