cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
PERMASALAHAN TENAGA KERJA INDONESIA KE ARAB SAUDI TAHUN 1975-1986 LAILIA AGUSTIN, PUTRI; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia terjadi karena adanya permintaan tenaga kerja yang tinggi dari Arab Saudi,kurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia, dan besarnya gaji yang dijanjikan di Arab Saudi. Pengiriman itu ternyatamenimbulkan masalah setelah Tenaga Kerja Indonesia berada di negera tujuan yaitu Arab Saudi. Adanya masalah tersebutdikarenakan prosedur pengiriman awal Tenaga Kerja Indonesia yang tidak benar. Terjadi kesalahan ketika Tenaga KerjaIndonesia berada dalam tempat penampungan yang dikenal dengan istilah PPTKI (Perusahaan Penyalur Tenaga KerjaIndonesia). Rumusan masalah pada penelitian ini antara lain, 1. Apa latar belakang Tenaga Kerja Indonesia bekerja diArab Saudi tahun 1975? 1986?. 2. Mengapa banyak Tenaga Kerja Indonesia ke Arab Saudi tahun 1975-1986 yangbermasalah?. 3. Bagaimana upaya pemerintah menangani masalah pengiriman Tenaga Kerja Indonesia di Indonesia dandi Arab Saudi Tahun 1975?1986?. Hasil penelitian berupa adanya faktor penyebab Tenaga Kerja Indonesia bermasalahdi Arab Saudi tahun 1975-1986 yaitu tingkat pendidikan Tenaga Kerja Indonesia rendah, keterampilan kerja Tenaga KerjaIndonesia rendah, kemampuan bahasa asing seperti bahasa Arab atau bahasa Inggris yang rendah. Upaya pemerintahdalam menangani masalah pengiriman TKI ke Arab Saudi Tahun 1975-1986 di Indonesia adalah dengan memperberatsyarat keberangkatan Tenaga Kerja Indonesia ke Arab Saudi, penutupan kantor PPTKI (Perusahaan Penyalur TenagaKerja Indonesia) yang bermasalah, perbaikan keterampilan kerja Tenaga Kerja Indoensia. Sedangkan langkah yangdilakukan pemerintah Indonesia di Arab Saudi adalah dengan mendirikan kantor Liaison Office di Jeddah dan pendataanulang keberadaan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi. Ternyata pengiriman Tenaga Kerja Indonesia ke Arab Saudiantara tahun 1975-1986 sebenarnya sudah mampu memperbaiki kehidupan dari segi materi, namun belum mampumeningkatkan profesi pekerjaan yang dimiliki.Kata Kunci: TKI (Tenaga Kerja Indonesia), Arab Saudi
RADIO KHUSUS INFORMASI PERTANIAN (RKIP) WONOCOLO TAHUN 1969-2009 MALIK HADI PRAJA, NUR; SUPRIJONO, AGUS
Avatara Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu teknologi komunikasi dan informasi adalah radio. Pada masa Orde Baru pertanian menjadi prioritaspembangunan dalam repelita untuk mencapai swasembada beras. Pada masa repelita pertama pembangunan pertanian diJawaTimur dirasa cukup berat karena kondisi pertanian yang masih tradisional, minimnya jumlah penyuluh pertanianserta luasnya wilayah pertanian yang ada. Media yang tepat, murah dan cepat untuk melakukan penyuluhan adalah radiohingga lahirlah RKIP Wonocolo.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana perkembangan program siaran RKIP Wonocolo padatahun 1970-2009? (2) Mengapa terjadi perubahan program siaran RKIP Wonocolo pada tahun 1998? Tujuan dalampenelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan perkembangan program siaran RKIP Wonocolo pada pada tahun 1970-2009 (2) Untuk menganalisa faktor penyebab terjadinya perubahan program siaran RKIP Wonocolo pada tahun 1998.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasidan historiografi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RKIP Wonocolo lahir sebagai wujud upaya Dinas Pertanian Rakyat JawaTimur pada masa repelita pertama pada masa Gubernur R.P. Mohammad Noer (1967-1976) dengan mendirikan pusatinformasi Pertanian (PIP) dalam rangka mensukseskan swasembada beras di wilayah Jawa Timur. Pada masa Orde Baru,program siaran RKIP memiliki segmentasi utama petani dengan katagori program siaran pertanian, hiburan, berita danpenerangan, serta religi dengan dominasi siaran pertanian. Siaran Pertanian pada masa Orde Baru diarahkan untukpenyuluhan pertanian di pedesaan agar petani mampu mendapatkan informasi mengenai teknologi pertanian yang lebihmoderen dalam rangka peningkatan produksi pertanian. Siaran hiburan disajikan untuk memenuhi selera pendengardipedesaan yang menyukai hiburan yang bernuansa kebudayaan Jawa. Siaran berita dan penerangan terdiri dari wartaberita RRI pusat dan daerah, hal ini sebagai akibat dari regulasi pemerintah Orde Baru yang melarang siaran politik danmewajibkan radio siaran untuk relai warta berita pemerintah melalui RRI.Pada era Reformasi, program siaran terdiri dari katagori pertanian, hiburan, religi dan informasi dengan dominasisiaran hiburan. Diantara pesenebabnya adalah perubahan jangkauan pemancar RKIP Wonocolo di era Reformasi hanyasejauh wilayah Surabaya dan sekitarnya sesuai ketentuan radio komunitas yang membatasi daya pemancar tidak bolehbesar-besar. Kebutuhan informasi di wilayah Surabaya tidak didominasi sektorpertanian, namun lebih kepada sektorindutri, perdagangan dan jasa. Semenjak dikeluarnya keputusan Menpen No 134 tahun 1998 serta dilikuidasinyaDepartemen Penerangan pada tahun 1999, RKIP Wonocolo tidak lagi melakukan relai Warta berita RRI.Kata kunci: Program Siaran, Radio Pertanian, Wonocolo
MINAT TERHADAP PROFESI GURU PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA PUTRI ARIADIKA, JUNNYTA; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mengenai profesi guru dan hal-hal yang mempengaruhi tingkat minat mahasiswa untuk menjadi guru jurusan Pendidikan Sejarah cukup menarik untuk diteliti karena dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan alasan-alasan yang berbeda dari mahasiswa untuk menjadi guru. Oleh karena itu, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah seberapa besar minat mahasiswa untuk menjadi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat menjadi guru pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan nilai Kartu Hasil Studi (KHS) mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif dengan menggunakan tabel dan presentase. Hasil penelitian data angket menunjukkan bahwa minat terhadap profesi guru pada mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya berada dalam kategori berminat dengan presentase 38,14%, sedangkan hasil penelitian data dari rekapitulasi nilai mata kuliah kependidikan berada dalam kategori baik dengan presentase 75,25%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya berminat untuk menjadi guru, karena memang dari awal mereka sudah menyukai profesi guru, sehingga mahasiswa juga memiliki persepsi yang baik terhadap profesi guru, yang kemudian mereka menunjukkan sikap apabila menjadi guru nantinya, setelah itu mereka dapat menguasai mata kuliah kependidikan yang sudah ditempuhnya. Kata Kunci: Minat, Profesi Guru
EKONOMI KREATIF SEPATU BORDIR DI SIDOARJO TAHUN 1995-2018 YUSVIANA ALFI, AINI; , NASUTION
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidoarjo adalah kota dengan berbagai industri kecil yang berkembang. Banyak dari industri tersebut bersumberdari kreativitas masyarakatnya. Saat ini Sidoarjo tengah mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayahnya, haltersebut dapat diketahui dengan adanya pengukuhan ?Sidoarjo Kreatif? serta didukung dengan banyaknya industri kreatifyang ada di sana. Salah satu produk ekonomi kreatif yang masih bertahan sampai saat ini di Sidoarjo adalah sepatu bordir,yang ada di tengah-tengah kampung batik Jetis. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yangberjudul ?Ekonomi Kreatif Sepatu Bordir di Sidoarjo Tahun 1995-2018?.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Mengapa muncul usaha sepatu bordir di Jetis Sidoarjo(2) Bagaimana kebijakan pemerintah Sidoarjo untuk mengembangkan usaha kreatif di Sidoarjo (3) mengapa usaha sepatubordir di Jetis Sidoarjo berpengaruh. Terkait dengan metode penelitian yang digunakan oleh peneliti terdapat langkahlangkahmetode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik, interprestasi dan historiografi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Sidoarjo merupakan kota dengan potensi industri kecil kreatif yang cukupbesar. Salah satu potensinya adalah adanya ekonomi kreatif sepatu bordir di Jetis Sidoarjo yang berdiri sejak tahun 1995hingga sampai saat ini masih berpoduksi. Beberapa masalah yang dihadapi oleh pengusaha kreatif adalah modal, tenagakerja, bahan baku, serta peran pemerintah. Adanya usaha kreatif memberikan dampak bagi kehidupan perekonomianmasyarakat sekitar.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif, Sepatu Bordir, Sidoarjo.
BUDIDAYA UDANG DI TUBAN PADA MASA DRS. DJOEWAHIRI MARTOPRAWIRO 1985 – 1991 YUSUF, MUHAMMAD; , WISNU
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya udang di wilayah Indonesia telah menjadi hal yang menarik untuk mendapatkan perhatian. Sejak masakerajaan Majapahit, penduduk di pantai utara Jawa yang sekarang masuk dari wilayah Tuban telah melakukan kegiatanpenambakkan. Dalam hal budidaya udang windu mulai dikembangkan secara intensif pada tahun 1980-an, denganmenerapkan teknologi semi intensif dan intensif, Budidaya udang secara intensif yang sangat krusial bagi masyarakatTuban dan sebagai penyumbang devisa negara aktivitas ekspor keluar negeri dan merupakan komoditas yang sangatdiminati. Hal ini juga merupakan juga keputusan presiden No. 39 Tahun 1980. Walaupun surat keputusan presiden No.39 jatuh pada Tahun 1980. Namun hal ini benar ? benar dilaksanakan pada masa Drs. Djoewahiri yang membuat parainvestor china datang untuk pengembangan budidaya udang secara intensif.Rumusan Masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimana budidaya udang sebelum masa Drs. DjoewahiriMartoprawiro ? (2) Bagaimana perkembangan budidaya udang masa Drs. Djoewahiri Martoprawiro serta profile Drs.Djoewahiri Martoprawiro. Tujuan Penelitian ini yaitu Untuk menjelaskan perkembangan budidaya udang sebelum danpada masa Drs. Djoewahiri Martoprawiro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah,dengan beberapa tahap, yaitu : Tahap pertama adalah heuristic, tahap kedua adalah kritik, tahap ketiga adalah interprestasi,tahap keempat adalah hostoriografi. Bedasarkan hasil penelitian. Keberhasilan para petambak itu menjadi daya tarik dankemudian banyak yang berusaha di bidang budidaya tambak udang. Produksi budidaya udang di Kabupaten Tubanberkembang pesat mulai tahun 1984 dan mulai ada para petambak lokal yang bergerak di dunia budidaya udang secaraintensif. Udang menjadi primadona baru dalam industri budidaya tambak karena udang harganya mahal dan waktu panenyang tidak terlalu lama. Banyak petambak baru muncul atau petambakyang beralih profesi dari petambak garam atau ikanke petambak udang.Kata Kunci: Budidaya Udang, Tuban.
SENIMAN WARANGGANA TAYUB DI DUSUN NGRAJEK DESA SAMBIREJO KECAMATAN TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK TAHUN 1980-2012 DILIANA SAGITA PUTRI, VICKY; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni tari tayub merupakan kesenian yang pertunjukannya melibatkan penari dan penonton terutama laki-laki. Dikesenian tari tayub yang paling menonjol dari para senimannya adalah penari sekaligus merangkap menjadi penyanyi atau disebut juga sebagai waranggana. Waranggana merupakan sebutan yang diberikan untuk penari dan penyanyi perempuan dalam pertunjukan tayub di daerah Kabupaten Nganjuk. Rumusan Masalah penelitian ini yaitu 1.Bagaimana kehidupan sosial budaya, ekonomi waranggana di Dusun Ngrajek, Desa Sambirejo, Kec Tanjunganom Kabupaten Nganjuk pada tahun 1980-2012 ? 2.Mengapa peminat untuk menjadi waranggana pada tahun 2012 di Ngrajek, Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk mulai menurun? Tujuan Penelitian ini yaitu untuk menjelaskan kehidupan sosial-budaya ekonomi waranggana dan menurunnya minat untuk menjadi waranggana pada tahun 2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, dengan beberapa tahap, yaitu : Tahap pertama adalah heuristik, tahap kedua adalah kritik, tahap ketiga adalah interprestasi, tahap keempat adalah hostoriografi. Bedasarkan hasil penelitiannya tahun 1980 sangat memprihatinkan, waranggana pada waktu itu dipandang negatif oleh masyarakat. Alasan masyarakat memandang negatif waranggana pada waktu itu adalah terjadinya adegan-adegan yang tidak sesuai dengan pakem tayub yang hanya menari bersama antara pengibing dan waranggana. Meskipun pada tahun 1987, waranggana sudah mendapat bimbingan dari pemerintah namun pandangan negatif mengenai waranggana masih belum hilang seakan sudah tertanam di masyarakat bahwa waranggana itu buruk. Kehidupan ekonomi waranggana setiap tahun meningkat dan hilangnya minat untuk menjadi waranggana karena ada beberapa faktor yang membuat masyarakat Dusun Ngrajek enggan menjadi waranggana yaitu adanya kontak budaya lain, sistem pendidikan yang maju, dan orientasi masa depan, tingkat kereligiusan yag mulai meningkat.Kata Kunci: Waranggana, Tayub
DAMPAK KEPARIWISATAAN DI DESA REJOSARI MOJOKERTO TAHUN 1998 – 2016 OKTAVIA PRATAMA, ANJAS; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata sangat diandalkan dan diprioritaskan dalam sektor ekonomi suatu daerah. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia No.9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan, hal ini merupakan langkah keseriusan pemerintah untuk lebih memajukan industri pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah Pariwisata pastilah memberikan dampak positif maupun negatif bagi masyarakat sekitar, hal itu juga dirasakan oleh masyarakat Desa Rejosari Mojokerto dikarenakan di desa tersebut mempunyai potensi pariwisata yang sangat potensial baik dari segi potensi alam maupun budaya.Berdasar latar belakang tersebut dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut : (1) Bagaimana perkembangan kepariwisataan di Desa Rejosari tahun 1998 - 2016?; (2) Bagaimana strategi pengelolaan kepariwisataan Desa Rejosari?; (3) Bagaimana dampak perkembangan kepariwisataan Desa Rejosari terhadap kehidupan sosial budaya ekonomi masyarakat Desa Rejosari?. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yakni, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.Hasil penilitian adalah bahwa setelah adanya krisis moneter di Indonesia, masyarakat Desa Rejosari mulai menggali potensi desa mereka di bidang pariwisata hingga pada tahun 2016 Desa Rejosari ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Wisata Desa Pinggiran oleh Kemendes. Untuk pengembangan kepariwisataan di daerahnya Pemerintah Desa Rejosari membuat strategi untuk lebih memenuhi kebutuhan wisatawan sehingga terus mengembangkan pelayanan yang ada dan memenuhi standar komponen pariwisata atau dikenal dengan ?4A? yakni: a) Attraction, b) Amenities, c) Acces, d) Ancillary service.Banyak dampak yang dirasakan oleh masyarakat Desa Rejosari dari adanya pengembangan potensi wisata di Desa Rejosari, baik itu dampak positif ataupun dampak negatif. Dampak positif yang dirasakan yaitu munculnya lapangan kerja baru, meningkatnya kesejahteraan masyarakat, akses jalan menjadi lebih mudah, pola pikir masyarakat lebih maju. Sedangkan dampak negatifnya adalah gaya hidup kebarat-baratan wisatawan yang ditiru oleh masyarakat, dan hilangnya mitos mitos suatu daerah serta hilangnya kesakralan suatu kesenian budaya dan berubah menjadi ajang komersil.Kata Kunci : Pariwisata, Potensi Wisata, Ekonomi, Sosial Budaya
TARI COKRONEGORO DALAM PERSPEKTIF HISTORIS KABUPATEN SIDOARJO MIRZA PRATAMA, DANI; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Cokronegoro merupakan sebuah karya tari yang diciptakan oleh seniman Munali Patah pada tahun 1975. Ide penciptaan tari Cokronegoro berawal dari keinginan Bupati Sidoarjo saat itu yaitu Kol. Soewandi. Kol. Soewandi ingin agar Kabupaten Sidoarjo memiliki tarian yang mencerminkan watak Sidoarjo dan bernuansa kepahlawanan. Nama Tari ini diambil untuk menghormati R.T.P Tjokronegoro I sebagai Bupati pertama Kabupaten Sidoarjo. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul ?Tari Cokronegoro Dalam Perspektif Historis Sidoarjo?.Berdasar latar belakang tersebut dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana ciri khas yang terdapat pada Tari Cokronegoro (2) Bagaimana makna yang terkandung dalam Tari Cokronegoro. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah yakni: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Sumber penelitian berasal dari wawancara dengan keluarga, teman, serta murid Munali Patah, dari buku yang ditulis oleh Henri Nurcahyo, dkk berjudul Munali Patah Pahlawan Seni dari Sidoarjo, dari jurnal yang ditulis oleh Yahya Edo Wicaksono berjudul Semiotika Tari Cokronegoro Sebagai Tari Khas Sidoarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Cokronegoro memiliki ciri khas dan makna. Ciri khas tersebut terdapat pada gerakan tari dan kostum. Beberapa gerakan pada tari Cokronegoro dan kostum tari merupakan hasil refleksi atau meditasi Munali Patah selama sembilan hari. Makna yang terkandung dalam tari Cokronegoro muncul dalam filosofi tata busana, tata rias, properti yang digunakan hingga dalam setiap gerakan tari Cokronegoro. Makna dalam tari Cokronegoro dapat dipahami melalui gerak tari, pada gerak pendahuluan, isi, dan penutup. Problematika yang dihadapi tari Cokronegoro adalah minimnya perhatian serta promosi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Adanya perhatian serta promosi pada tari Cokronegoro akan berdampak pada lebih dikenalnya tarian ini di masyarakat Sidoarjo.Kata Kunci: Tari Cokronegoro, Perspektif Historis, Sidoarjo
PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974 AGUSTINA, VINATA; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur?an dan juga sholat berjama?ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma?hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhur
PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974 AGUSTINA, VINATA; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur?an dan juga sholat berjama?ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma?hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhur