cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
PENDIDIKAN KARAKTER ALA KH. MASYHUR DI PONPES AL ROSYID DANDER BOJONEGORO TAHUN 1959-1974 AGUSTINA, VINATA; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Artinya sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia adalah lembaga pondok pesantren yang memiliki peranan penting dalam usaha memberikan pendidikan agama. Komunitas pesantren merupakan suatu keluarga besar di bawah asuhan seorang kiai atau ulama, yang dibantu oleh beberapa kiai dan ustad.Penelitian ini menitik beratkan pada pondok pesantren yang berada di wilayah Ngumplakdalem Dander Kabupaten Bojonegoro. Al Rosyid merupakan sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Kendal Ngumplakdalem Dander Bojonegoro. Untuk menghindari pembahasan yang terlalu luas maka penulis mengambil rentang waktu antara tahun 1959-1974 di bawah kepemimpinan KH. Masyhur. Di pondok ini diajarkan ilmu-ilmu agama yang representatif dan kompeten secara kognitif, tetapi juga ranah efektif dan menyiapkan anak didiknya mempunyai kepribadian yang baik dengan kebutuhan masyarakat.Berdasarkan latar belakang di atas, maka memunculkan rumusan masalah (1) Bagaimana pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur yang diterapkan di Pondok Pesantren Al Rosyid? (2) Bagaiman relevansi pendidikan karakter saat ini dengan pendidikan karakter yang di terapkan oleh KH. Masyhur?. Penelitian ini menggunkaan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap (1) heuristik, (2) kritik, (3) interprestasi, dan (4) historiografi.Hasil penelitian ini menjelaskan tentang pendidikan karakter santri di Pondok Pesantren Al Rosyid desa Ngumplakdalem Dander Bojonegoro telah menerapkan proses pendidikan karakter yang dilakukan KH. Masyhur melalui berbagai macam kegiatan. KH. Masyhur mengajarkan karakter pada santri yang diterapkan dari mata tertidur sampai gelapnya malam yaitu dari jam 4.30 sampai dengan 21.30 WIB, dimana KH. Masyhur memberikan pengajaran kitab-kitab klasik, membaca AL Qur?an dan juga sholat berjama?ah. Pola pendidikan karakter ala KH. Masyhur diantaranya menerapkan pengajaran Ma?hadiyah, dengan menggunakan sistem wetonan atau badongan. Secara nasional pembentukan atau pendidikan karakter yang paling mendukung nilai Pancasila adalah pendidikan pondok pesantren, salah satunya Pondok pesantren Al Rosyid. Pendidikan pondok pesantren ini selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, dan syariat Islam, juga mewujudkan karakter Islami dan karakter pendidikan nasional untuk membentuk kepribadian yang berahklak baik dan berguna bagi bangsa.Relevansinya pendidikan karakter ala KH. Masyhur dengan adanya pengawasan yang diawasi langsung oleh kyai/ustad selama 24 jam. Aktivitas yang dilakukan oleh para santri atau murid di pondok pesantren diterapkan dengan pembelajaran-pembelajaran nilai kehidupan dalam cara berperilaku sopan, baik, tanggung jawab, disiplin dan juga akhlak yang baik.Kata kunci : pendidikan karakter, pondok pesantren, KH. Masyhur
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
STRATEGI POLITIK ARYA WIRARAJA DALAM PEMERINTAHAN KERAJAAN LAMAJANG TIGANG JURU TAHUN 1295 – 1316 MASEHI AGUSTRI AYU, WULAN; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Historiografi kerajaan Lamajang Tigang Juru utamanya pada masa pemerintahan Arya Wiraraja yang sangat terbatas. Padahal sosok tokoh Arya Wiraraja sangatlah penting dalam berbagai kejadian besar yang terjadi diakhir abad ke-12 Masehi. Kerajaan Lamajang Tigang Juru sendiri menjadi bahan kajian yang sangat menarik karena kerajaan ini merupakan kerajaan dengan tipikal ibukota yang mirip dengan ibukota kerajaan Majapahit. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Arya Wiraraja mendapatkan tanah yang dijanjikan di kawasan Lamajang Tigang Juru sebagai hasil dari membantu Raden Wijaya dalam meruntuhkan kekuasaan Raja Jayakatwang dengan memanfaatkan kedatangan Pasukan Tar Tar. Pergolakan politik yang terjadi dalam waktu yang berdekatan memicu ketidakstabilan hubungan antarkerajaan. Berdasarkan pengetahuannya tentang situasi politik pada waktu itu, Arya Wiraraja mengembangkan pembangunan di wilayah Kerajaan Lamajang Tigang Juru dengan mengutamakan pertahanan militer di kawasan ibukota kerajaan. Selain pertahanan militer, Arya Wiraraja juga sudah mengembangkan desa ? desa tepian sungai yang dapat langsung terhubung dengan pelabuhan ? pelabuhan yang termasuk dalam kawasan Lamajang Tigang Juru. Kemudahan akses ini menjadikan Kerajaan Lamajang Tigang Juru semakin banyak dikunjungi, utamanya dengan keberadaan Gunung Semeru sebagai tujuan ziarah. Kata Kunci : Lamajang Tigang Juru, Majapahit, Arya Wiraraja, Raden Wijaya
PENGARUH METODE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 4 SIDOARJO JAKA PRATAMA, ARWINDA; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah di dalam proses pembelajaran sejarah yang diterapkan disekolah masih belum memfasilitasi peserta didik untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah lemahnya proses pembelajaran dikelas masih menggunakan metode konvensional (ceramah). Jenis penelitian yang di lakukan oleh peneliti dalam penelitian ini merupakan penelitian True Experimental Design, subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS 1 menjadi kelas eksperimen dan peserta didik kelas XI IPS 3 menjadi kelas kontrol. Hasil penelitian dengan lembar observasi metode Group Investigation di kelas eksperimen dapat melaksanakan metode Group Investigation dengan sangat baik hasil prosentase rata-rata 92,33%. Hasil penelitian dengan angket kemampuan berpikir kritis dapat dikatakan sangat kuat dengan rata-rata 84,2%. Hasil penelitian dengan metode tes uji statistik yang digunakan adalah hasil postest dengan rata-rata kelas eksperimen adalah 80,66 dan kelas kontrol adalah 74,33. Hasil penelitian dengan dengan uji statistik SPSS 25, untuk kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan dilihat pada nilai R Square sebesar 0,848. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh metode Group Investigation terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah sebesar 84,8% sedangkan 15,2% kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak di teliti. Hasil penelitian dengan uji n-gain dapat diketahui pengaruh penerapan metode Group Investigation dalam bentuk persen (%). Dapat diketahui bahwa rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menunjukan presentase nilai sebesar 59.4410% dibulatkan menjadi 59% pada kelas eksperimen, dan 44.8511% dibulatkan menjadi 45% pada kelas kontrol.Kata Kunci: Metode Pembelajaran Group Investigation, Kemampuan Berpikir Kritis, dan Pembelajaran Sejarah.
MEDIA SKENARIO SEJARAH UNTUK MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN SEJARAH YANG MENYENANGKAN NUJUM AL WAHDANIYAH, NURUN; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak dahulu hingga sekarang, sejarah memang menjadi salah satu kajian ilmu yang diajarkan di sekolah-sekolah maupun universitas-universitas di dunia. Di Indonesia, pembelajaran sejarah sudah mulai diajarkan sejak SD. Tentu bukan tanpa sebuah alasan mengapa pembelajaran sejarah diberikan utamanya di sekolah-sekolah. Melihat bahwa sejarah adalah sebuah peristiwa kompleks yang terjadi secara kontinuitas, menjadikan kita tahu bahwa menjadi penting belajar sejarah terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Seiring dengan perkembangan zaman, sejarah juga semakin menunjukkan eksistensi dan urgensinya di Indonesia. Terlebih ketika Pemerintah RI saat ini mencanangkan 9 agenda utama untuk Indonesia yang diberi nama Nawa Cita. Dalam Nawa Cita tersebut, satu dari sembilan poinnya adalah terdapat keinginan Jokowi melakukan revolusi mental dengan kebijakan penataan kurikulum pendidikan nasional yang memproporsionalkan pengajaran sejarah. Namun nampaknya, apa yang ada di lapangan justru berbeda dari apa yang seharusnya terjadi.Banyak sekali kekurangan-kekurangan yang masih harus dibenahi dalam pembelajaran sejarah. Mulai dari strategi pedagogis yang digunakan hingga kurikulum sejarah itu sendiri. Pembelajaran sejarah menjadi sebuah pembelajaran yang membosankan, monoton, hanya berkutat pada hal-hal yang sifatnya faktual. Sehingga, menyebabkan siswa mengagnggap pembelajaran sejarah tidak menyenangkan.Melihat realita tersebut, tentu kita semua akan berpikir bahwa mengembalikan pembelajaran sejarah pada semestinya adalah hal yang sangat perlu dilakukan. Jika pembelajaran sejarah tersebut terus-terusan diajarkan secara deskriptif, hanya berkutat pada tokoh dan kapan terjadinya suatu peristiwa, maka lambat laun akan muncul pertanyaan dibenak siswa ?mengapa saya harus belajar sejarah??. Berangkat dari situ, diciptakan lah media pembelajaran sejarah baru yang diberi nama ?Skenario Sejarah?. Media pembelajaran ini memanfaatkan keberulangan pola sejarah yang ada untuk melihat peristiwa sejarah yang lain, yang dikemas menggunakan teoeri Kontekstual Piaget. Tujuannya, untuk menciptakan pembelajaran sejarah yang menyenangkan menurut teori pembelajaran menyenangkan milik Indrawati dan Wawan. Subjek penelitiannya adalah siswa XI IPA 1 MA Islamiyah Ujungpangkah Gresik, dengan pengambilan datanya melalui kuisioner dan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah serangkaian proses penelitian dilakukan, mulai dari pengenalan Media Skenario Sejarah hingga praktiknya, pembelajaran sejarah di kelas XI IPA 1 MA Islamiyah Ujungpangkah Gresik yang semula tidak menyenangkan menjadi menyenangkan. Yang mana, indikatornya adalah adanya situasi belajar yang rileks, menarik, keterlibatan penuh siswa terhadap pembelajaran, serta perhatian siswa sepenuhnya tercurah pada pembelajaran.Kata Kunci: Media Skenario Sejarah, sejarah, pembelajaran yang menyenangkan.
TRANSFORMASI SISTEM PENDIDIKAN SALAFIYAH MENJADI SISTEM KHALAFIYAH DI PONDOK PESANTREN AN-NUR BULULAWANG MALANG TAHUN 1968-1973 RAVANA PUTRI, RISKA; , SUMARNO
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pemerintah pasca kemerdekaan atas penerapan pendidikan nasional mengharuskan pondok pesantren beradaptasi dengan sistem modern agar dapat bertahan menghadapi tantangan zaman. Transformasi sistem pendidikan tradisional menjadi modern dialami salah satunya oleh lembaga pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang. Perubahan sistem pendidikan tersebut ditandai dengan berdirinya Madrasah Tsanawiyah Agama Islam An-Nur pada tahun 1968. Kehadiran Madrasah Tsanawiyah An-Nur menjadi Madrasah Tsanawiyah pertama kali di Kabupaten Malang. Tentunya hal ini memberi corak keunikan sebagai dismilaritas pondok pesantren di wilayah Kabupaten Malang karena pada waktu itu hanya pondok pesantren An-Nur yang mempunyai sekolah umum.Berkaitan dengan pemaparan di atas peneliti mengangkat rumusan masalah sebagai berikut: pertama, Mengapa Pondok Pesantren An-Nur sebagai pesantren Salafiyah berubah menjadi Khalafiyah?, kedua, Bagaimana penerapan sistem khalafiyah di lembaga pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Bululawang?, dan ketiga, Bagaimana perkembangan setelah dilakukannya perubahan sistem pendidikan di Pondok Pesantren An-Nur Bululawang?. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penelusuran pustaka dan wawancara. Adapun tahapan yang dilaksanakan ketika penelitian sejarah yaitu: 1. Heuristik (mengumpulkan sumber) sumber utama berupa wawancara dan dokumen arsip pondok pesantren, sumber pendukung berupa buku, jurnal dan penelitian terdahulu, 2. Kritik (menguji sumber), 3. Interpretasi (penafsiran fakta-fakta sejarah secara kronologi) dalam tahap ini peneliti melakukan analisis dan sintesa terhadap sumber yang telah didapat pada tahap sebelumnya untuk mendapatkan gambaran fakta sejarah, 4. Historiografi (penulisan).Melalui penelitian ini dapat diketahui Pondok Pesantren An-Nur Bululawang mengalami perubahan dan perkembangan yang cukup signifikan. Perubahan terjadi pada sistem pendidikan dari sistem Salaf (Tradisional) yang menerapkan metode sorogan dan bandongan, kemudian lambat laun berubah menggunakan sistem Khalaf (Modern) yang menerapkan sistem madrasah. Pondok Pesantren An-Nur memutuskan mulai menerapkan sistem madrasah didasari oleh keinginan pengasuh untuk mengembangkan pondok pesantren dengan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan. Penerapan sistem madrasah pada Pondok Pesantren An-Nur Bululawang yaitu menggunakan dua jenis model madrasah diantaranya ialah madrasah diniyah dan madrasah non diniyah. Awal pendirian lembaga pendidikan formal madrasah non diniyah terjadi pada tahun 1968 ditandai oleh berdirinya sekolah umum dibawah Departemen Agama. Pendirian sekolah umum terus berlanjut hingga tahun 1973 Pondok Pesantren An-Nur berhasil membangun empat lembaga pendidikan formal yang berdampak pada perkembangan pondok pesantren diantaranya meliputi kelengkapan fasilitas para santri, eksistensi pondok pesantren, kenaikan jumlah santri, hingga penghargaan yang diberikan oleh pemerintah sebagai sekolah percontohan dalam megelola sekolah agama di Kabupaten Malang.Kata Kunci: Transformasi, Salafiyah, Khalafiyah, Pondok Pesantren, An-Nur Bululawang
PENGARUH INDUSTRIALISASI TERHADAP PERSOALAN PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN DI KOTAMADYA SURABAYA TAHUN 1989-1994 LESTARI, LENNY; SATRIYA HERMAWAN, EKO
Avatara Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan industri merupakan salah satu tumpuan ekonomi bagi Surabaya. Di masa Orde Baru, pemerintah mengupayakan kemudahan bagi para investor untuk mengembangkan sektor industri, salah satunya di Surabaya. Industri di Surabaya semakin berkembang pada tahun 1989 hingga 1994 dengan meningkatnya jumlah industri dan tenaga kerja. Kondisi ini mempengaruhi arus urbanisasi dan meningkatnya jumlah penduduk Surabaya. Peningkatan jumlah penduduk diikuti dengan peningkatan jumlah tempat tinggal yang dibutuhkan. Permasalahan yang muncul ialah semakin banyak pemukiman liar, dan kumuh. Pemerintah Kotamadya Dati II Surabaya berusaha mengatasi masalah akibat industrialisasi tersebut dengan memenuhi kebutuhan perumahan dan pemukiman yang sebagian besar ditujukan bagi masyarakat menengah ke bawah.Rumusan masalah yang digunakan ialah (1) Bagaimana kondisi perindustrian Surabaya di tahun 1989-1994?; (2) Bagaimana kondisi tersebut mempengaruhi kebijakan sektor perumahan dan pemukiman yang diambil Pemeritah Kotamadya Dati II Surabaya tahun 1989-1994?; dan (3) Bagaimana implementasi kebijakan di sektor perumahan dan pemukiman di Surabaya tahun 1989-1994? Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Berdasarkan analisis terhadap sumber yang telah didapat, terdapat 2 usaha Pemerintah Kotamadya Surabaya untuk mengatasi permasalahan perumahan dan pemukiman. Yang pertama, Kampung Improvement Program (KIP) dengan merelokasi para pemukim liar ke rumah susun sewa yang dibangun pemerintah. Yang kedua dengan membangun Rumah Sederhana (RS), dan Rumah Sangat Sederhana (RSS). Pembangunan RS dan RSS ini dilakukan oleh PT. YKP, Perum Perumnas, dan para pengembang swasta. Dengan mengembangkan kawasan pinggiran Surabaya yang masih jarang penduduk, dan berpotensi untuk dilakukan pembangunan perumahan.Kata Kunci : Pengaruh, Industrialisasi, Perumahan, Surabaya
PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH TAHUN 1960-1976 DI KABUPATEN LAMONGAN WAHYUNINGSIH, EFA; , WISNU
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dapat diterima oleh masyarakat dengan mudah karena Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern yang memiliki tujuan ingin mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah Lamongan lahir sekitar tahun 1926 yang kemudian baru eksis sekitar tahun 1950?an. Perdebatan masalah furu?iyah menyebabkan terbelahnya umat di desa-desa terutama pada tempat beribadah sekitar tahun 1960. Masa kepemimpinan R.H Moeljadi (1967-1976) yang merupakan mantan tokoh masyumi serta mantan Sekjen Gerakan Pemuda Ansor (Pemuda NU) membawa pengaruh besar terhadap Muhammadiyah Lamongan. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu: (1) Apa yang melatar belakangi Muhammadiyah keluar dari desa dan mendirikan masjidnya sendiri pada tahun 1960, (2) Bagaimana perkembangan organisasi Muhamadiyah di kabupaten Lamongan tahun 1960-1976, (3) Bagaimana pengaruh perkembangan organisasi Muhammadiyah terhadap masyarakat Lamongan. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian sejarah, yang memiliki beberapa tahapan yaitu : Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi, dan Historiografi. Manfaat penelitian dalam penelitian ini adalah untuk menambah kajian historis terutama tentang sosial keagamaan yang ada di Indonesia. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pada awal berdirinya organisasi Muhammadiyah tidak ada reaksi dari pihak lain karena sebagian besar dari perintis dan pemerkasa organisasi tersebut berlatar belakang dari kalangan NU. Muhammadiyah mengalami perkembangan yang cukup pesat pada saat Masyumi bubar tahun 1960. Konflik yang dipicu oleh sentiment lama ?masalah furu?iyah? menyebabkan terbelahnya umat di desadesa dalam hal tempat beribadah terutama di wilayah Sukodadi dan Pucuk. Pada periode kepemimpinan R.H. Moeljadi Muhammadiyah Lamongan memisahkan diri dari naungan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Bojonegoro. Serta mampu mengatasi konflik terkait masalah furu?iyah dengan bijaksana sehingga masa kritis tersebut terlewati dalam kurun waktu sekitar 2 tahun. Berdirinya organisasi Muhammadiyah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat Lamongan. Pemikiran Muhammadiyah yang terbuka mengubah masyarakat Lamongan dari masyarakat yang cendurung mengarah ke kegiatan bid?ah, khufarat, dan tahayul menjadi masyarakat muslim yang taat dan paham agama berdasaran Al-Qur?an dan Hadist. Serta mensejahterakan masyarakat dengan berdirinya berbagai amal usaha dalam berbagai bidang baik agama, sosial, maupun pendidikan. Kata Kunci: Muhammadiyah, Lamongan, Perkembangan, Pengaruh.
PERKEMBANGAN MUHAMMADIYAH TAHUN 1960-1976 DI KABUPATEN LAMONGAN WAHYUNINGSIH, EFA; , WISNU
Avatara Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah dapat diterima oleh masyarakat dengan mudah karena Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern yang memiliki tujuan ingin mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah Lamongan lahir sekitar tahun 1926 yang kemudian baru eksis sekitar tahun 1950?an. Perdebatan masalah furu?iyah menyebabkan terbelahnya umat di desa-desa terutama pada tempat beribadah sekitar tahun 1960. Masa kepemimpinan R.H Moeljadi (1967-1976) yang merupakan mantan tokoh masyumi serta mantan Sekjen Gerakan Pemuda Ansor (Pemuda NU) membawa pengaruh besar terhadap Muhammadiyah Lamongan. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini yaitu: (1) Apa yang melatar belakangi Muhammadiyah keluar dari desa dan mendirikan masjidnya sendiri pada tahun 1960, (2) Bagaimana perkembangan organisasi Muhamadiyah di kabupaten Lamongan tahun 1960-1976, (3) Bagaimana pengaruh perkembangan organisasi Muhammadiyah terhadap masyarakat Lamongan. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian sejarah, yang memiliki beberapa tahapan yaitu : Heuristik, Kritik Sumber, Interprestasi, dan Historiografi. Manfaat penelitian dalam penelitian ini adalah untuk menambah kajian historis terutama tentang sosial keagamaan yang ada di Indonesia. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pada awal berdirinya organisasi Muhammadiyah tidak ada reaksi dari pihak lain karena sebagian besar dari perintis dan pemerkasa organisasi tersebut berlatar belakang dari kalangan NU. Muhammadiyah mengalami perkembangan yang cukup pesat pada saat Masyumi bubar tahun 1960. Konflik yang dipicu oleh sentiment lama ?masalah furu?iyah? menyebabkan terbelahnya umat di desadesa dalam hal tempat beribadah terutama di wilayah Sukodadi dan Pucuk. Pada periode kepemimpinan R.H. Moeljadi Muhammadiyah Lamongan memisahkan diri dari naungan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Bojonegoro. Serta mampu mengatasi konflik terkait masalah furu?iyah dengan bijaksana sehingga masa kritis tersebut terlewati dalam kurun waktu sekitar 2 tahun. Berdirinya organisasi Muhammadiyah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat Lamongan. Pemikiran Muhammadiyah yang terbuka mengubah masyarakat Lamongan dari masyarakat yang cendurung mengarah ke kegiatan bid?ah, khufarat, dan tahayul menjadi masyarakat muslim yang taat dan paham agama berdasaran Al-Qur?an dan Hadist. Serta mensejahterakan masyarakat dengan berdirinya berbagai amal usaha dalam berbagai bidang baik agama, sosial, maupun pendidikan. Kata Kunci: Muhammadiyah, Lamongan, Perkembangan, Pengaruh.