cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
PENGEMBANGAN SOAL-SOAL PENGETAHUAN UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA PADA MATERI FLUIDA SMA EKANANDA KIRANA, INTAN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan proses yang melibatkan operasi-operasi mental dengan  empat jenis keterampilan, yaitu: pemecahan masalah, pengambilan keputusan, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Kenyataan lapangan menunjukkan bahwa belum pernah ada soal yang dikembangkan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, dimana soal-soal tersebut memuat fenomena fisika secara nyata dan membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam penyelesaiannya. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui kualitas soal-soal untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (2) mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang diukur menggunakan soal yang telah dikembangkan, dan (3) mengetahui respon siswa setelah digunakannya soal-soal pengetahuan yang dikembangkan. Metode penelitian ini adalah pengembangan dengan menerapkan model ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate). Data untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan data untuk mengetahui respon siswa terhadap soal yang dikembangkan dengan menggunakan metode angket. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengolah data yang diperoleh. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah soal-soal pengetahuan fluida SMA dengan profil 40% C4, 35% C5, dan 25% C6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal yang dikembangkan memiliki validitas teoritik yang sangat baik, daya beda rata-rata baik, dan taraf kesukaran rata-rata sedang. Siswa SMA Negeri 5 Surabaya rata-rata dapat memperoleh nilai 57,69 pada soal C4, 70,71 pada soal C5, dan 51,26 pada soal C6. Siswa tertarik mengerjakan soal karena soal yang dikembangkan lebih logis dan inovatif.   Kata kunci : soal fisika, fluida, berpikir tingkat tinggi   Abstract The abilty of higher order thinking is a process that involves mental operations with four types of skills in the process of higher order thinking, problem solving, decision making, critical anf creative thinking. Fact in the school indicate  had never develop problems for measure student’s high order thinking abilities, which load real physics phenomenon and lacked for high order thinking abilities to solve problems. The purpose of this study is to (1) know the quality problems to measure higher order thinking abilities of students, (2) know the profile of high level thinking skill of students generated by the question of who has develop, and (3) knowing the student response in high school after he used the knowledge question were develop. The method of this research is development by appliying a model of ADDIE (analysis, design, develop, implement, evaluate). The higher oreder thinking abilities of students data was collected by using test method and the response of students against the problem developed was collected by using form method. Quantitative analysis must be done for data process. Fluid problems which 40% C4, 35% C5, and 25% C6 is the product in this research. Result in this research were problems developed have very good theoritic validity, average daya beda good, and medium average difficulty. SMA Negeri 5 Surabaya’s student get average value 57,69 C4, 70,71 C5, and 51,26 C6.Students excited to solve the problems because the logic and innovative problems.   Keywords : a matter of physics, higher order thinking skill
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY DENGAN BANTUAN SOFTWARE PHET PADA MATERI FLUIDA STATIS DI KELAS X SMAN 1 WRINGINANOM SETYO KUSWATININGSIH, RAHAYU
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran, hasil belajar siswa serta respons siswa setelah diterapkan model pembelajaran guided discovery dengan bantuan software PhET. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan paradigma sederhana. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA di SMAN 1 Wringinanom yang berjumlah empat kelas. Sampel penelitian diperoleh dari uji normalitas dan homogenitas pada populasi penelitian, dan didapatkan bahwa semua populasi penelitian terdistribusi normal dan homogen. Sampel penelitian diambil secara acak dengan cara undian, didapatkan kelas X MIA 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran guided discovery dengan bantuan software PhET terlaksana dengan baik. Hasil belajar siswa pada kompetensi pengetahuan 25 siswa tuntas dan 9 siswa tidak tuntas, pada kompetensi keterampilan dan sikap semua siswa tuntas. Kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran guided discovery dengan bantuan software PhET mendapat respons baik dari siswa.   Kata Kunci: guided discovery, bantuan software PhET, hasil belajar.   Abstract This research aims to describe adherence learning model, student learning outcomes and response of the students following guided discovery learning model using PhET software. Type of research is descriptive quantitative with simple paradigm. Population of the research is  all students of X MIA in SMAN 1 Wringinanom consisting 4 classes. Sample of the research obtained from normality and homogenous tests from population of the research, and got that all population normally distributed and homogeneous. Sample of the research taken at random by means of a raffle, and X MIA 2 is sample of the research. The results showed that the application guided discovery learning model using PhET software carried out are well. Student learning outcomes in knowledge competence has been completed 25 students and uncompleted 9 students, in skill dan attitude competence all students had been completed. Learning activity that uses guided discovery using PhET Software obtains good response from the students.   Keywords: guided discovery, using PhET Software, learning outcomes.
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA PEMUAIAN PANJANG SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SUB POKOK BAHASAN SUHU DAN PEMUAIAN DWI KARTIKARINI, FEVY
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan alat peraga pemuaian panjang yang dikembangkan baik secara teoritis maupun secara empiris, hasil belajar, dan respons siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran yang menggunakan alat peraga pemuaian panjang. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian pengembangan dan model penelitian pengembangan yang dipilih adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kelayakan alat peraga pemuaian panjang yang divalidasi oleh tiga validator adalah 81,25%. Nilai tersebut menunjukkan kelayakan alat peraga secara teoritis. Alat peraga yang telah divalidasi  diujicobakan di tiga kelas yang dipilih secara acak, hasil ujicoba yang diperoleh merupakan nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan. Alat peraga dianggap layak secara empiris jika mampu meningkatkan nilai pengetahuan siswa. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari ketiga kelas, diketahui bahwa kelas X MIA 1, X MIA 2, dan X MIA 7 mengalami peningkatan masing-masing 0,41; 0,36; dan 0,40. Ketiga kelas menunjukkan peningkatan pada kategori sedang. Hasil belajar terintegrasi diperoleh dengan mengakumulasikan nilai posttest pengetahuan, nilai sikap, dan nilai keterampilan dengan bobot masing-masing adalah 5, 3, dan 2. Nilai rata-rata hasil belajar terintegrasi untuk kelas X MIA 1, X MIA 2, dan X MIA 7 berturut-turut sebesar 74, 73, dan 73. Respons siswa terhadap pembelajaran yang menerapkan alat peraga pemuaian panjang menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan alat peraga mendapat respons positif dari masing-masing kelas. Respons rata-rata kelas X MIA 1 adalah 85,50%, kelas X MIA 2 adalah 84,12%, dan kelas X MIA 7 adalah 90,75%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa alat peraga pemuaian panjang layak sebagai media pembelajaran fisika.   Kata Kunci: Alat Peraga, Pemuaian Panjang , Kelayakan   Abstract The purpose of this research is to determine eligibility of thermal expansion apparatus theoretically and empirically, study results after learning activities that uses thermal expansion apparatus, and students response to learning that uses thermal expansion apparatus. The kind of research is research development and the model is ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The result showed that the eligibility of thermal expansion apparatus been validated by three validator is 81,25%. This value represents eligibility props theoretically. Props that have been validated implemented on three class that chosen at random, the result is knowledge value, attitude value, and skills value. Props considered to be worth empirically if able to improve the students knowledge. Based on the results of pretest and posttest, show that X1, X2, and X7 increased 0,41; 0,36; and 0,40. Integrated study results obtained by posttest value, attitude value, and skill value. The average integrated value of X1, X2, and X7 is of 74, 73, and 73. The student response to learning that apply thermal expansion apparatus shows that learning by applying thermal expansion apparatus get positive response from each class. The response percentage of X1 is 85,50%, X2 is 84,12%, and X7 is 90,75 %. Can be concluded that thermal expansion apparatus is worth as learning physics media.   Key word: Props, Thermal Expansion, Eligibility
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DI SMAN 3 TUBAN PADA MATERI KALOR SILVIA HARI RAMADHON, CICIK
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model learning cycle 7E, mendeskripsikan hasil belajar siswa, mendeskripsikan aktivitas siswa, dan mendeskripsikan respon siswa setelah diterapkan model pembelajaran learning cycle 7E. Desain yang digunakan yaitu pre experimental design dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 3 kelas, yaitu X MIA 1 sebagai kelas implementasi, X MIA 2 sebagai kelas replikasi 1, dan X MIA 4 sebagai kelas replikasi 2, diambil untuk mengetahui konsistensi peningkatan hasil belajar siswa. Data yang dikumpulkan melalui observasi, pemberian pre-test sebelum diberikan perlakuan dan pemberian post-test setelah diberikan perlakuan yaitu pembelajaran dengan model learning cycle 7E. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t-berpasangan, uji gain ternormalisasi, analisis varians, dan analisis keterlaksanaan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model learning cycle 7E berlangsung sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai persentase keterlaksanaan pembelajaran di kelas implementasi, replikasi 1, dan replikasi 2 berturut-turut dari pertemuan 1 ke pertemuan 2 yaitu 82.5%, 81.8%, dan 79.2% menjadi 93.5%, 87.0%, dan 84.1%. Berdasarkan uji gain ternormalisasi diperoleh kategori peningkatan hasil belajar siswa di kelas X MIA 1, X MIA2, dan X MIA 4 berturut-turut adalah 0.73, 0.70, dan 0.72 yang tergolong pada kategori tinggi. Peningkatan hasil belajar siswa konsisten di ketiga kelas penelitian. Aktivitas siswa ketika pembelajaran berlangsung berada dalam kategori baik dengan persentase rata-rata kelas implementasi, replikasi 1, dan replikasi 2 berturut-turut sebesar 77.62%, 78.35%, dan 78.62%. Respon rata-rata siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan pada 3 kelas sampel berturut-turut berkisar antara 84.44%, 84.19%, dan 83.21%. Respon siswa berada dalam kriteria sangat baik. Kata kunci : Learning Cycle 7E, hasil belajar, kalor   Abstract This research was conducted with the aim to describe feasibility learning by using a learning cycle 7E model, students learning outcome, students activity, and the students response after the implementation learning cycle 7E model. This research uses pre-experimental design  with uses research design is One-group pretest-posttest design. The samples used are 3 classes. They are  X-MIA 1 as the implementation class, X-MIA 2 as replication class 1 and X-MIA 4 as replication class 2, were taken to determine the consistency of students increased students learning outcome. The data collected  with observation, pre-test before treatment and post-test after treatment. The treatment is implementations learning cycle 7E models. The data collected is analysis uses test of normality, homogeneity, t in pair, normalized gain, varians analysis, and feasibility analysis. The results of this research can be concluded that the enforceability of the learning cycle 7E model is going very well. This is indicated by a percentage value of feasibility implementation, replication 1 and 2 respectively  from 1st meeting to the 2nd meeting are 82.5, 81.85% and 79.2%, become 93.5%, 87.0%, and 84.1%. Based on normalized gain test result that category increased students learning outcome in X MIA 1, X MIA 2, and X MIA 4  are respectively 0.73, 0.70 and 0.72 belong to the high category. The increases students learning outcomes is consistent in the three class of research. The students activities when learning is belong to the high category with the average percentage of students activity implementation, replication 1 and 2 respectively are 77.62%, 78.35%, and 78.62%. The average response of students to the learning model used in class 3 consecutive samples ranged from 84.44%, 84.19.2%, and 83.21%. Student responses are in very good criteria. Keywords : Learning cycle 7E, students learning outcome, the matter of heat
PENERAPAN SOFTWARE TRACKER VIDEO ANALYZER PADA PRAKTIKUM KINEMATIKA GERAK FITRIYANTO, INDRA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di SMA Negeri 2 Lamongan, diketahui bahwa alat praktikum yang dimiliki sudah sangat lengkap. Namun, penerapan teknologi pada alat praktikum masih sangat kurang.  Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan software tracker pada praktikum kinematika gerak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan software tracker untuk diterapkan pada praktikum kinematika gerak, kemudian untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan proses dan respon siswa setelah melakukan pembelajaran menggunakan software tracker. Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-experimental one group pre-test post-test design. Sampel yang digunakan adalah kelas XI MIA 5 yang ditentukan oleh guru pendamping. Berdasarkan hasil analisis soal keterampilan proses sains dengan menggunakan uji n-gain, didapatkan peningkatan keterampilan proses sains sebesar 0,53 yang termasuk ke dalam kategori gain sedang. Sedangkan untuk respon siswa didapatkan respon yang sangat memuaskan dengan presentase 100%. Untuk mengetahui kelayakan software tracker, dilakukan validasi oleh dua dosen ahli dari Jurusan Fisika dan satu Guru Fisika SMA. Berdasarkan hasil validasi kelayakan software tracker, diperoleh bahwa software tracker layak digunakan untuk praktikum kinematika gerak khususnya pada praktikum gerak parabola dengan persentase 91,67% dan termasuk ke dalam kriteria sangat baik.   Kata Kunci: software, tracker, kinematika. Abstract Based on the observation that researchers do in SMA Negeri 2 Lamongan, is known that the instrument owned is very complete. But, the application of technology on the instrument very weak. Therefore, researchers try to apply tracker software on kinematics motion practicum. The purpose of this research is to describe the feasibility of tracker software to be applied in kinematics motion practicum, and then to describe the process of skills improvement and student response after learning to use the tracker software. The design study is pre-experimental one group pre-test post-test design. The sample used is the XI MIA 5 class which is determined by the teacher assistant. Based on the results of the science process skill problem by using n-gain test, it brings the science process skills improvement amounted to 0,53 which belong to the category of the medium gain. As for the student response, obtained response with a very satisfying percentage 100%. To find out the feasibility of tracker software, conducted validation by two experts from the Department of physics professor and a High School physics teacher. Based on the results of the validation of the feasibility of tracker software, retrieved that tracker software worth used for kinematic motion practical work, especially in parabolic motion with a percentage of 91,67% and included in the very good criteria.   Keywords: software, tracker, kinematic
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MELATIHKAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI LISTRIK DINAMIS DI SMA NEGERI 1 SUMBERREJO NURFADHILAH, FINDI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan di SMA Negeri 1 Sumberrejo dengan tujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran inkuiri dan menganalisis kemampuan literasi sains siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan model Pembelajaran Inkuiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan bentuk one-group pre-test post-test design yakni menggunakan 1 kelas eksperimen dan 2 kelas replikasi. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri pada ketiga kelas memperoleh skor rata-rata dengan kategori sangat sesuai dengan sintaks. Kualitas keterlaksanaan kelas X-1, X-2, dan X-3 berturut turut adalah 91.30%, 91.07% dan 89.51% sehingga dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran inkuiri termasuk dalam kategori sangat baik; (2) kemampuan literasi sains siswa diperoleh dari skor N-gain. Diperoleh rata-rata  N-gain pada kelas eksperimen (X-2) dan kelas replikasi (X-1 dan X-3) berturut-turut sebesar 0.628, 0.397 dan 0.521 dengan kategori sedang. Dari ketiga skor rata-rata gain diperoleh nilai thitung pada kelas X-2, X-1, dan X-3 berturut-turut sebesar  13.87, 10.70 dan 9.81. Sedangkan pada setiap indikator soal, didapatkan bahwa terjadi peningkatan jumlah siswa yang menguasi soal literasi dilihat dari nilai pretest dan posttest yang diperoleh. Selain itu, kemampuan literasi sains siswa setiap levelnya juga meningkat dengan kategori sedang dan kategori tinggi. Dengan demikian maka penerapan model pembelajaran Inkuiri pada materi Listrik Dinamis dapat melatihkan kemampuan literasi sains pada diri siswa.   Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri, kemampuan literasi sains siswa, dan listrik dinamis.   Abstract This research has been conducted in SMA Negeri 1 Sumberrejo with the aim to describe implementation of inquiry learning and analyzing the students scientific literacy skills after learning with inquiry learning model. This type of research is pre-experimental design with the shape of a one-group pre-test post-test design which uses an experimental class and 2 replication class. Data were collected through tests, observations and questionnaires. The results showed that: (1) implementation of inquiry learning model in the third class received an average score in the category is in accordance with the syntax. Quality implementation of class X-1, X-2 and X-3 respectively was 91.30%, 91.07% and 89.51%, so it can be concluded that the inquiry learning model is  excellent category; (2) the ability of scientific literacy of students obtained a N-gain score. Obtained an average N-gain the experimental class (X-2) and the class replication class (X-1 and X-3), respectively for 0.628, 0.397 and 0.521 with the medium category. The third score of the average gain is obtained tcount on class X-2, X-1 and X-3, respectively for 13.87, 10.70 and 9.81. While every indicator matter, it was found that an increasing number of students mastering literacy problems seen from the pretest and posttest obtained. In addition, the ability of scientific literacy of students each level also increases with the medium category and high categoriesThus, the implementation of inquiry learning model in Dynamic Electrical material can trained scientific literacy skills in students.   Keywords: Inquiry learning model, student’s scientific literacy level, and dynamic electricity.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN MEDIA PLANETARY ORBIT SIMULATOR ALIF WIJAYANTO, TOMY
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran berorientasi Guided Inquiry berdasarkan tingkat kevaliditasan, kepraktisan, dan keefektivitasan dengan menggunakan media Planetary Orbit Simulator. Ditinjau dari hasil validasi yang telah dilakukan oleh para ahli terhadap perangkat yang telah dikembangkan, dan uji coba terbatas terhadap keterlaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa, dan respon siswa. Jenis penelitian ini digolongkan dalam penelitian pengembangan dengan menggunakan model penelitian ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Analisis penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berorientasi Guided Inquiry yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran fisika ditinjau dari validasi dari para pakar, keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas siswa, respon siswa, dan hasil belajar siswa. Kelayakan perangkat pembelajaran meliputi silabus 84.38% dengan kategori baik, RPP 83.33% dengan kategori baik, buku Siswa 81.06% dengan kategori baik, LKPD 81.37% dengan kategori baik, dan lembar penilaian 84.62% dengan kategori baik. Pada uji coba terbatas keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan persentase sebesar 84.38 % sesuai dengan RPP, hasil belajar siswa menunjukkan persentase kelulusan sebesar 86.84 %, dan respon siswa menunujukkan persentase sebesar  90.00 % tertarik dengan perangkat pembelajaran dan metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, Guided Inquiry, Planetary Orbit Simulator.   Abstract The purpose of the research is describing the expedience of guided inquiry learning equipment using planetary orbit simulator media. The development of equipment is considered from  master lecturer’s validation and the limited test of the learning, students outcome, and students responses. the research is included of ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The analysis of the research use quantitative description. The result of the research, showing the development of guided inquiry  learning equipment is reasonable for physics learning observed from master of validation in  learning, student activity, student response and student outcome. The expedience of learning equipment contents syllabus 84.38% in good category, RPP 83.33% in good category, student book 81.06% in good category, LKPD 81.37% in good category, and assessment sheet 84.62% in good category. In the limited test the result of the learning shows 84.38% as well as RPP, student outcome shows 86.84% in graduation, and student response shows 90.00% interest of learning equipment using and the way of teacher’s teaching. Keywords: Learning Equipment, Guided Inquiry, Planetary Orbit Simulator.
PENERAPAN PEMBERIAN TUGAS TERSTRUKTUR DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA YATUL CHUSNA, CHIL
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa setelah diterapkan pemberian tugas terstruktur dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pre-experiment dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test design. Sasaran dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X-MIA 1, X-MIA 3, dan X-MIA 4. Hasil pre-test dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas, didapatkan hasil bahwa semua kelas terdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh analisis keterlaksanaan pembelajaran dan analisis hasil belajar siswa. Analisis keterlaksanaan pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga  tergolong pada kategori baik. Analisis hasil hasil belajar siswa yang meliputi tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa diperoleh rata-rata nilai hasil belajar kelas X-MIA 1, X-MIA 3, dan X-MIA 4 berturut-turut sebesar 83, 88, dan 87, sehingga hasil belajar ketiga kelas tersebut dinyatakan tuntas. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan setelah diterapkan pemberian tugas terstruktur dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dianalisis menggunakan n-gain. Adapun kriteria peningkatan hasil belajar pada siswa kelas X-MIA 1 mengalami peningkatan dengan kriteria sedang, siswa X-MIA 3 dan X-MIA 4 mengalami peningkatan dengan kriteria tinggi.   Kata Kunci: Pemberian Tugas Terstruktur, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil Belajar.   Abstract This research aims to describe learning materialization and learning outcomes of the students following the provision of structure task in STAD type of cooperative learning model. This reaserch uses pre-experiment with one group pre-test post-test design. The targets in this research are students at class X-MIA 1, X-MIA 3, and X-MIA 4. Result of pre-test then was analyzed by using normality and homogenous tests. Based on the tests, results indicate that all classes are normal and homogenous distributed. Based on the research result, obtained the learning materialization analysis and students learning outcomes analysis. The analysis of materialization for the first, second, and third meeting are belonging to the good category. Based on analysis of learning outcomes consisting three aspects that is knowledge, skill, and attitude obtains mean value in class X-MIA 1, X-MIA 3, and X-MIA 4 are 83, 88, and 87, so it can be declared complete. The students learning outcomes also increased after followed the provision of structure task in STAD type of cooperative learning model then analized by n-gain. The criteria for improvement among others, X-MIA 1 with sufficient criteria, X-MIA 3 and X-MIA 4 with high criteria.   Keywords: Provision of Structure Task, STAD Type, Cooperative Learning Model, Learning Outcomes
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM SUSUNAN PEGAS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI ELASTISITAS FATMAWATI, CHOIRUL
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarangnya dilakukan praktikum mengenai susunan pegas pada materi elastisitas dan belum adanya alat praktikum yang terintegrasikan dalam satu alat pada topik ini menjadikan alat praktikum susunan pegas perlu untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat praktikum susunan pegas yang layak dalam pembelajaran fisika pada materi elastisitas. Metode penelitian menggunakan model ADDIE yang telah dikembangkan oleh Reiser dan Molenda. Tahapan yang dilakukan dimulai dari tahap analisis (Analysis), tahap perencanaan (Design), tahap pengembangan (Develop), tahap implementasi (Implement), dan tahap evaluasi (Evaluate). Hasil penelitian memperoleh validitas alat dengan kategori sangat valid yang berdasar pada persentase rata-rata validasi konstruk oleh para ahli sebesar 88% dan taraf ketelitian alat praktikum secara umum >98%. Selain itu, alat praktikum susunan pegas yang dikembangkan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran berdasar pada hasil persentase keterlaksanaan pembelajaran dan respons peserta didik yang  secara umum mencapai >81% dengan kategori sangat kuat. Hasil penilaian kognitif meningkat secara signifikan dilihat dari pre-test dan post-test, sehingga alat praktikum susunan pegas yang dikembangkan dapat dikatakan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika pada materi elastisitas. Nilai rata-rata hasil belajar terintegrasi dari kelas uji coba sebesar 73, 74, dan 79 dengan kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa alat praktikum layak digunakan dalam pembelajaran fisika pada materi elastisitas karena memenuhi dari segi valid, praktis, dan efektif.   Kata Kunci: kelayakan alat praktikum, media pembelajaran, susunan pegas.   Abstract It’s rarely to do a lab work about structure spring and there’s not instrument lab work yet about this subject which integrated in one apparatus renders this instrument lab work need to be developed.  This research aims to develop instrument lab work of the structure spring, which are properable in learning physics on elasticity subject. Using methods of ADDIE model which had been developed by Reiser and Mollenda. The phases which are executed starting from the analysis (Analysis), the planning stages (Design), developmental stages (Develop), the implementation stages (Implement) and the evaluation stages (Evaluate).  The results of this study getting instrument validity which has perfectly valid category based on the percentage of the average construct validation, by authorities amount of 88% and the level of accuracy instrument in general is >98%. Furthermore, this instrument lab work of the structure spring which developed impracticable for using as a learning media, based on the outcome of the percentage of the implementative learning and the response students reach >81% which strong category. The cognitive score from the results of pre-test and post-test increased significantly so that instrument lab work of the structure spring which developed can be explained effective to use as a learning physics media on the matter elasticity. The average study results integrated from treatment class acquire score are 73, 74 and 79 with good category. The conclusions from this study is the instrument lab work of the structure spring proper to use as media in learning physics on matter elasticity subject because it fill in terms of valid, practical and effective.   Keywords: feasibility instrument lab work, learning media, the structure spring.
PENERAPAN MODEL GUDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI KALOR DI SMA KHADIJAH SURABAYA ULFA YUNIANTI, ADNIN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2016): Vol. 5 No. 3 Tahun 2016
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa, dan respon siswa terhadap penerapan model guided discovery pada pembelajaran Fisika materi kalor. Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimental dengan desain pre-test and post-test group. Penelitian ini dilakukan di SMA Khadijah Surabaya pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Subyek penelitian adalah dua kelas, yaitu kelas X MIA 3 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 36 siswa dan kelas X MIA 4 sebagai kelas replikasi yang berjumlah 34 siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes, dan angket. Data pre-test dan post-test dianalisis dengan analisis uji-t peningkatan untuk mengetahui signifikansi peningkatan keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) persentase rata-rata keterlaksanaan proses pembelajaran dengan model guided discovery pada kelas eksperimen dan kelas replikasi berturut turut sebesar 84,72% dan 86,49% dengan kategori sangat baik. (2) Hipotesis yang diajukan, H0 yaitu peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa tidak signifikan dan H1 yaitu peningkatan keterampilan siswa signifikan. Berdasarkan analisis uji-t peningkatan, diperoleh bahwa thitung ≥ttabel, untuk thitung kelas eksperimen dan kelas replikasi berturut-turut sebesar 27,18 dan 40,51 dengan ttabel sebesar 1,689 dan 1,692 maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan taraf kesalahan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa pada kedua kelas mengalami peningkatan yang signifikan. (3) Persentase rata-rata respon siswa setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan model guided discovery pada kelas eksperimen dan kelas replikasi berturut-turut memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,69% dan 79,37%  dengan kategori baik. Kata Kunci: Model Guided Discovery, Keterampilan berpikir kritis, kalor, dan respon siswa. Abstract The purpose of this research are to describe learning implementation, increase the student’s critical thinking skills, and student’s responses to the application of guided discovery in material learning of physics that is heat. The type of this research pre-experimental with pre-test and post-test group design. This research was conducted in SMA Khadijah Surabaya in the second semester of the 2015/2016 academic year. The subjects were two classes, X MIA 3 as the experimental class there are 36 students and XMIA 4 as a replication class there are 34 students. The data of this research was collected through observation, testing, and questionnaires. Pre-test and post-test data were analyzed by t-test analysis to determine the significance of the increase in critical thinking skills improvement. The results showed that, (1) the average percentage of implementation to the learning process with guided discovery model of the experimental class and replication class consecutive by 84.72% and 86.49% with a very good category. (2) The hypothesis, H0 namely to increase the critical thinking skills of students is not significant and H1 is a significant increase of student’s skills. Based on the t-test analysis improvement, obtained that tcount ≥ttable, to tcount experimental class and replication class, respectively for 27, 18 and 40, 51 with ttable 1,689 and 1,692 then H0 unacceptable and H1 accepted with 5% error level. It shows that the critical thinking skills of students in both classes have increased significantly. (3) The average percentage of student response after implementing the learning activities with guided discovery model in experimental class and replication class successively obtained average 78.69% and 79.37% with good category. Keywords: Guided Discovery, critical thinking skills, heat, and student response.

Page 8 of 42 | Total Record : 413