cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Inovasi Pendidikan Fisika
  • inovasi-pendidikan-fisika
  • Website
ISSN : 23024496     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Inovasi Fisika Indonesia(IFI) merupakan jurnal peer-reviewed, ISSN: 2302-4313, yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Jurnal ini tersedia gratis untuk seluruh pembaca dan mencakup perkembangan dan penelitian dalam bidang fisika. Jurnal ini diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Fisika Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
Arjuna Subject : -
Articles 413 Documents
PENGEMBANGAN KIT SEDERHANA STIRLING ENGINE PADA MATERI TERMODINAMIKA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SMA RELIGIA, RACY
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KIT stirling engine merupakan alat yang digunakan dalam percobaan sebagai media pembelajaran yang dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap materi termodinamika yang dikenal abstrak. Pada penelitian ini bertujuan mengembangkan KIT stirling engine yang layak sebagai media pembelajaran fisika pada materi termodinamika, hasil belajar yang diperoleh siswa setelah memperoleh pembelajaran, keterlaksanaan serta respon dari siswa terhadap pembelajaran dengan KIT. Model penelitian menggunakan ADDIE, yang memiliki tahapan analisis (Analysis), desain (design), pengembangan (develop), dan evaluasi (evaluate). Hasil dari penelitian menghasilkan kelayakan KIT stirling engine berdasar validasi alat diperoleh presentase 86,25% dan dari hasil uji coba alat yang menunjukkan hasil kesimpulan yang sama dengan teorinya, jadi alat dapat dikatakan telah layak digunakan. Dari hasil belajar siswa, presentase ketuntasan nilai kognitif siswa sebesar 83,3% dan untuk nilai keterampilan siswa memperoleh presentase sebesar 79,6%, dapat dinyatakan bahwa KIT stirling engine sangat efektif dan praktis sebagai media pembelajaran fisika pada materi termodinamika. Untuk presentase keterlaksanaan proses pembelajaran diperoleh sebesar 93,4% dan dapat dinyatakan pembelajaran dengan KIT stirling engine sebagai media pembelajaran terlaksana sangat baik. Respon siswa terhadap KIT sebagai media pembelajaran fisika diperoleh presentase sebesar 97,4% yang dapat dinyatakan bahwa respon siswa sangat baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah KIT stirling engine layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika pada materi termodinamika dengan memenuhi aspek validitas, hasil belajar siswa, keterlaksanaan pembelajaran, dan respon siswa. Kata Kunci: KIT stirling engine, media pembelajaran, kelayakan   Abstract Stirling engine KIT is a tool used in experiments as a learning media that can facilitate student’s understanding on the abstract thermodynamics. In this research aims to develop a proper stirling engine KIT as a media of physics learning on thermodynamic subject, students learning outcomes, implementation and student’s response to stirling engine KIT after learning. The research model uses ADDIE, which has analysis stages (Analysis), the design stages (Design), the development stages (Development), the implement stages (Implement), and the evaluation stages (Evaluate). The results of research shows stirling engine kit has feasibility with percentage 86,25% based on KIT validation and the test results of stirling engine KIT has the same conclusion with theory. It means that stirling engine KIT feasible to use for learning. From the student’s learning outcome, the percentage of student’s completeness cognitive value is 83,3% and for the student’s skill value is 79,6%, it can be stated that stirling engine KIT is effective and practical as physics learning media on the thermodynamics subject. The percentage of students learning process implementation is 93.4% and it can be stated that the using of stirling engine KIT as physics learning media is well-implemented. The using of stirling engine KIT as physics learning media has good response from student with percentage 97,4%. The conclusion of the stirling engine KIT research is feasible to use as physics learning media on thermodynamic subject by fulfilling validity aspects, student learning outcomes, learning implementation, and student response. Keywords: KIT stirling engine, learning media, feasibility
PENERAPAN PENILAIAN KINERJA DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIH KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS DI SMAN 1 MAOSPATI PERMATA SARI, SHINTA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penerapan penilaian kinerja dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk melatih keterampilan proses sains siswa pada materi fluida statis di SMAN 1 Maospati. Jenis penelitian ini adalah pre eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pretest posttest design. Sampel penelitian pada penelitian ini adalah kelas X MIA 5, X MIA 6, dan X MIA 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode validasi, observasi, tes, dan angket. Hasil keterampilan proses sains siswa dianalisis dengan n-gain dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1)  keterlaksanaan penilaian kinerja dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing pada kategori baik dengan rata-rata 3,40; 2) keterampilan proses sains siswa mengalami peningkatan yakni kelas X MIA 5 dengan nilai <g> sebesar 0,61, kelas X MIA 6 dengan nilai <g> sebesar 0,45, dan kelas X MIA 7 dengan nilai <g> sebesar 0,57. Peningkatan keterampilan proses sains pada ketiga kelas termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan analisis uji t berpasangan diketahui bahwa terjadi peningkatan keterampilan proses sains yang signifikan pada ketiga kelas, dan 3) respon siswa terhadap penilaian kinerja dalam model inkuiri terbimbing rata-rata sebesar 81,76% dengan kategori baik. Kata kunci: penilaian kinerja, inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, respon siswa   Abstract This study aims to describe the results of applying performance appraisals in guided inquiry learning models to train students science process skills on static fluid materials at SMAN 1 Maospati. This type of research is pre experiment with one-group pretest posttest design. The sample of research in this research is class X MIA 5, X MIA 6, and X MIA 7. Technique of collecting data used is method of validation, observation, test, and questionnaire. Results of students science process skills were analyzed with n-gain and paired t-tests. The results showed that; 1) the implementation of performance appraisal in the guided inquiry learning model in the good category with an average of 3.40; 2) students science process skills have an increase of class X MIA 5 with a value of <g> of 0.61, class X MIA 6 with a value of <g> of 0.45, and class X MIA 7 with a value <g> of 0, 57. Improvement of science process skills in all three classes included in medium category. Based on t-pair t test analysis, it is known that there is a significant improvement of science process skill in all three classes, and 3) students response to performance appraisal in guided inquiry model with average of 81,76% with good category. Keywords: performance assessment, guided inquiry, science process skills, student responses
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK PADA MATERI GETARAN HARMONIS SEDERHANA UMAROH, ZAZILATUL
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik, dan respons peserta didik terhadap pembelajaran inkuiri terbimbing di SMA Negeri 1 Cerme. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimen dengan desain penelitian one-group pre test-post test design. Sasaran penelitian yakni pembelajaran inkuiri terbimbing di kelas X MIA 5 sebagai kelas eksperimen, X MIA 6 sebagai kelas replikasi 1, dan X MIA 7 sebagai kelas replikasi 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing terlaksana dengan rata-rata 3,58 termasuk dalam kategori sangat baik. Peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada aspek pengetahuan dianalisis dengan n-gain dan uji-t berpasangan. Hasil analisis yang didapat menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan yakni kelas X MIA 5 dengan nilai <g> sebesar 0,71, kelas X MIA 6 dengan nilai <g> sebesar 0,72, dan kelas X MIA 7 dengan nilai <g> sebesar 0,73 dengan kategori tinggi. Berdasarkan analisis uji-t berpasangan diketahui bahwa terjadi peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan pada kelas eksperimen dan kelas replikasi. Respons peserta didik terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing memperoleh persentase sebesar 78% hingga 79% dengan kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik di kelas X SMA Negeri 1 Cerme pada materi getaran harmonis sederhana. Kata Kunci: Getaran harmonis sederhana, inkuiri terbimbing, keterampilan berpikir kritis,   Abstract This research aims to describe the results of the implementation of guided inquiry learning, improving critical thinking skills of learners, and the response of learners in SMA Negeri 1 Cerme. The type of research is the pre experiment with one- pre test-post test design. The research objectives namely that is guided inquiry learning in X MIA 5 as experiment class, X MIA 6 as replication class 1, and X MIA 7 as replication class 2. Methods of data collection in this research are the method of observation, tests, and questionnaires. The results showed that the implementation of inquiry learning was guided at the preliminary stage, core activities, closing and time management were accomplished with an average of 3.58 included in very good category. The improvement of students critical thinking skills on the knowledge aspect is analyzed by n-gain and paired t-test. The result of the analysis obtained showed that the students critical thinking had an increase of class X MIA 5 with a value of <g> of 0.71, class X MIA 6 with a value of <g> of 0.72, and class X MIA 7 with a value <g> of 0.73 with high categories. Based on paired t-test analysis it is known that there is a significant improvement of critical thinking skill in the experimental class and replication class. Student response to guided inquiry learning model gets a percentage of 78% to 79% with good category. Thus, it can be concluded that the implementation of guided inquiry learning model can improve the students critical thinking skills in class X SMA Negeri 1 Cerme on simple harmonic vibration materials. Keywords: Simple harmonic vibration, guided inquiry, critical thinking skill
PENERAPAN STRATEGI PERFORMANCE ASSESSMENT-DRIVEN INSTRUCTION UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMAN 1 BAURENO NOR INDAH SARI, DEWI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan proses sains merupakan hal penting yang harus dilatihkan dan dinilai dalam pembelajaran. Hasil observasi di SMAN 1 Baureno menunjukkan bahwa siswa kurang menguasai keterampilan proses sains. Penilaian yang dilakukan dalam pembelajaran hanya terbatas pada kompetensi pengetahuan. Untuk itu, dilakukan penelitian terkait penerapan strategi performance assessment-driven instruction (PA-DI) guna mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dan hasil keterampilan proses sains siswa pada materi optik geometri. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain quasi experimental jenis desain the non-equivalent control grup design, menggunakan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen dan eksperimen 1 yang diamati dari aktivitas guru dan aktivitas siswa untuk dua kali pertemuan menyatakan terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan uji t satu pihak, keterampilan proses sains kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Terdapat rata-rata perbedaan keterampilan proses sains sebelum dan sesudah penerapan strategi PA-DI yang diperoleh dari uji t berpasangan. Ditemukan bahwa keterampilan proses sains terendah adalah menganalisis data. Secara keseluruhan keterampilan proses sains dapat dilatihkan dengan strategi PA-DI dengan hasil meningkat.   Kata kunci: strategi performance assessment-driven instruction,  keterampilan proses sains, optik geometri   Abstract Science process skill is the important thing that must be taught and assessed in learning. Based on observation in SMAN 1 Baureno that students are lack implementing science process skill in learning. The assessment only on knowledge term. Therefore,  This research was conducted related to implementing PA-DI strategy that purpose to describe process of learning and result of students science process skill in optics geometry. This research used experimental methode whole the design is quasi experimental and used the non equivalent controll design by using 2 experimental classes and 1 controlled class. Learning process in experimental class and experimental class 1 were successfully done. Based on one side t test, science process skill of experimental class is better than controlled class. There is difference before and after implemented performance assessment-driven instruction strategy by using pair t test. The lowest science process skill is data analysis. In can be imferred that science process skill is can be taught using PA-DI strategy.   Key word: performance assessment-driven instruction strategy,  science process skill, optics geometry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK PAIR SHARE) DENGAN TEKNIK INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA DINAMIK DI MAN MOJOSARI FATIMAH ALFIYANTI, ILFI
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan, mendiskripsikan hasil belajar, dan mengetahui respon siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan teknik index card match pada materi fluida dinamik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pre eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini meliputi kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, dan XI MIPA 3. Sebelum diberi perlakuan berupa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan teknik index card match siswa terlebih dahulu diberi soal pretest dan setelah diberi perlakuan siswa diberi soal posttest. data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji-t berpasangan, analisis n-gain dan analisis varians. Berdasarkan uji t berpasangan didapatkan thitung kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2 dan XI MIPA 3  berturut-turut 22,16; 23,10; 20,02 dengan ttabel sebesar 1,68. Karena nilai thitung > ttabel, maka hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada taraf signifikansi 5 % setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan teknik index card match. Berdasarkan perhitungan analisis n-gain didapatkan peningkatan pada ketiga kelas tidak berbeda dalam kategori sedang. Keterlaksanaan pembelajaran pada ketiga kelas mendapatkan kategori sangat baik dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dengan teknik index card match berkategori sangat baik di ketiga kelas. Kata kunci : Pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share), teknik index card match, hasil belajar, fluida dinamik, respon siswa      Abstract This research aims to describe the implementation, the learning outcomes, and students response after the application of cooperative learning model type TPS with the index card match technique on fluid dynamic material. The type of research used is pre experiment with one-group pretest-posttest design. The research subjects consisted of three classes which are XI MIPA 1 class, XI MIPA 2 class, and XI MIPA 3 class. Before being given treatment in the form of application of cooperative learning model type TPS with index card match technique the students are given a pretest questions and after being treated the students are given a posttest. The collected data were analyzed using paired t-test, n-gain analysis and variance analysis. Based on paired t test, it is found that tcount class XI MIPA 1, XI MIPA 2 and XI MIPA 3 are respectively 22,1; 23,10; 20,02 with ttable = 1,68. Because the value of tcount> ttable, then student learning outcomes have increased at 5% significance level after applied model of cooperative learning type TPS with index card match technique. Based on the calculation of n-gain analysis, the improvement in the three classes is not different in the medium category. Implementation of learning in the three classes get very good category and student responses to the application of cooperative learning model type  TPS with index card match technique is very good category in all three classes. Keywords: Cooperative learning type TPS (Think Pair Share), index card match technique, learning outcomes, fluid dynamic ,student responses
PENERAPAN BUKU SISWA BERBASIS INKUIRI PICTORIAL RIDDLE PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN SELF REGULATED THINKING LUTFIATI, ENDANG
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self regulated thinking merupakan keterampilan untuk membentuk motivasi dan pengaturan diri dalam mencapai tujuan peserta didik. Keterampilan self regulated thinking dapat dilatihkan melalui pictorial riddle yang disampaikan dalam buku siswa yang menekankan keterampilan berfikir. Pictorial riddle merupakan teknik inkuiri berupa gambar, peragaan maupun situasi yang sesungguhnya yang dapat mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi dan memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah. Keterampilan self regulated thinking dibelajarkan dengan model inkuiri. Penelitian ini untuk mendiskripsikan keterampilan self regulated thinking setelah diterapkan buku siswa berbasis pictorial riddle. Desain pre experimental bentuk one group pretest posttest design diterapkan pada sampel yang terdiri dari tiga kelas. Keterampilan self regulated thinking yang dilatihkan antara lain menyadari pemikirannya sendiri, membuat rencana yang efektif, menyadari dan menggunakan informasi yang dianggap berguna, peka terhadap umpan balik dan mengevaluasi keefektifan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disimpulkan bahwa keterampilan self regulated thinking dapat dilatihkan dengan rata-rata baik dan terjadi peningkatan skor rata-rata keterampilan self regulated thinking kelas eksperimen, replikasi 1 dan replikasi 2 masing-masing 53.64, 53.86 dan 60.40 yang termasuk dalam kategori cukup baik.   Kata kunci: pictorial riddle, self regulated thinking, dan momentum impuls   Abstract Self regulated thinking the motivation and skills to establish self regulation in achieving the objectives of learners. Self-regulated thinking skills can be trained through pictorial riddle presented in the book that emphasizes student thinking skills. Pictorial riddle an inquiry techniques such as drawing, modeling and real situations that can develop students motivation and interest in the discussion and give students the opportunity to solve the problem. Self regulated thinking skills be taught by the inquiry model. This study is to describe the skills of self regulated thinking once implemented pictorial riddle book based students. Pre-experimental design form one group pretest posttest design applied to a sample consisting of three classes. Self-regulated thinking skills are practiced among others realize his own ideas, create an effective plan, realize and use information that is considered useful, sensitive to feedback and evaluate the effectiveness of the action. The results showed that concluded that the skills of self regulated thinking can be practiced with a good average and an increase in the average score of the skills of self-regulated thinking experimental class, Replication 1 and Replication 2 respectively 53.64, 53.86 and 60.40 are included in the category of pretty good   Key words: inquiry pictorial riddle, self-regulated thinking and impulse momentum
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GETARAN HARMONIK SEDERHANA DI SMA NEGERI 1 TAMBAKBOYO TUBAN ROOSHARDINI, MARGARETNA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri 1 Tambakboyo Tuban bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran guided discovery, hasil belajar siswa dan respon siswa terhadap proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental design dengan desain one group pretest posttest yang menggunakan satu kelas. Subjek penelitian ada satu kelas, yaitu X MIPA 1. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian diperoleh skor keterlaksanaan pembelajaran 91,07% dengan kategori sangat baik. Hasil analisis gain skor dinormalisasi diperoleh peningkatan hasil belajar sebesar 0,72 pada kelas X MIPA 1 dengan kategori tinggi. Pada kelas X MIPA 1 tersebut juga menunjukkan respon yang positif terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran guided discovery dengan persentase respon sebesar 80,1% dengan kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran guided discovery pada materi getaran harmonik sederhana dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Tambakboyo Tuban. Kata Kunci: guided discovery, hasil belajar, getaran harmonik sederhana.   Abstract Research that has been done in SMA Negeri 1 Tambakboyo Tuban aims to describe the implementation of learning with guided discovery learning model, student learning outcomes and student responses to the learning process. This type of research is pre-experimental design with one group pretest posttest design using one class. Research subjects there is one class, namely X MIPA 1. Data collection methods used are methods of observation, tests, and questionnaires. The result of this research is 91.07% learning achievement score with very good category. The result of normalized gain gain analysis resulted in an increase of learning result of 0.72 in class X MIPA 1 with high category. In class X MIPA 1 also showed a positive response to learning using guided discovery learning model with a percentage of response of 80.1% with good category. So it can be concluded that the application of guided discovery learning model on simple harmonic vibration material can improve student learning outcomes in SMA Negeri 1 Tambakboyo Tuban. Keywords: guided discovery, learning outcomes, simple harmonic vibration.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA POSTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL ELISANDRA, FITRIA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran, mendeskripsikan peningkatan hasil belajar serta mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi ketika diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dengan media poster pada materi pemanasan global. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan desain penelitian one grup pretest posttest design. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa rata-rata keterlaksanaan  penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dengan media poster di kelas XI MIA 5 sebesar 87% dengan kategori sangat baik, di kelas XI MIA 6 sebesar 89% dengan kategori sangat baik dan di kelas XI MIA 2 sebesar 90 % dengan kategori sangat baik. Selain itu, diperoleh hasil uji-t signifikasi yaitu thitung di kelas XI MIA 5  sebesar 18,24; di kelas XI MIA 6 sebesar 19,07; di kelas XI MIA 2 sebesar 17,94 dengan ttabel 0,334. Selanjutnya diperoleh juga  analisis n-gain ternormalisiasi di kelas XI MIA 5 sebesar 0,57 dengan kriteria sedang, di kelas XI MIA 6 sebesar 0,58 dengan kriteria sedang dan di kelas XI MIA 2 sebesar 0,53 dengan kriteria sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterlaksanaan pembelajaran sangat baik, hasil belajar siswa pada ketiga kelas meningkat secara signifikan dengan kriteria sedang. Kendala yang dihadapi adalah jadwal pelajaran fisika setelah jam istirahat, siswa belum pernah mendapatkan pembelajaran dengan model tersebut, dan waktu diskusi yang lebih lama dari alokasi waktu yang direncanakan.   Kunci kata  : Two Stay Two Stray, Media poster, Hasil Belajar Siswa, Pemanasan  Global.   Abstract   This research aims to describe the implementation of learning, to describe the increase of learning outcomes, and to describe the constraints within applying Two Stay Two Stray type of Cooperative Learning model with poster media on global warming topic. The type of this research is pre-experimental design with one group pretest-posttest design. Based on the result, it is found that the average implementation of Two Stay Two Stray type of cooperative learning model with poster media in class XI MIA 5 attains 87% which means very good, in class XI MIA 6 attains 89% which means very good, and in class XI MIA 2 attains 90% which means very good. In addition, the result of t-test significance is 18.24 in class XI MIA 5; 19.07 in class XI MIA 6; 17,94 in class XI MIA 2  with ttable 0,334. Furthermore, normalized gain in each class attains 0.57 for XI MIA 5, 0.58 for class XI MIA 6, and 0.53 for class XI MIA 2. These normalized gain score are categorized as medium. The conclusion of this research are the implementation of the learning process is excellent, student learning outcomes in the three classes increased significantly which is categorized as medium.The constraints in this researchwere the physics lesson schedule are after the break time, the student has never been taught with the learning model, and the discussion time is longer than the time allocation.   Keywords :      Two Stay Two Stray, Poster Media, Students Learning Outcomes, Global  Warming
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA POKOK BAHASAN MOMENTUM DAN IMPULS DI MAN MOJOSARI MOJOKERTO FITRIYAH, AINUN
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI, mendeskripsikan aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experimental design dengan rancangan one group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIA 1, X MIA 2 dan X MIA 4 semester genap di MAN Mojosari. Variabel penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu pembelajaran dengan model kooperatif tipe TAI, variabel terikat yaitu keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas belajar siswa terhadap pembelajaran, dan hasil belajar. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode validasi, observasi, dan tes. Teknik analisis data adalah dengan menggunakan analisis gain ternormalisasi untuk mengetahui kriteria peningkatan hasil belajar dan uji t berpasangan untuk mengetahui signifikansi peningkatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI secara keseluruhan dapat terlaksana dengan kategori sangat baik; (2) Aktivitas siswa mengalami peningkatan selama pembelajaran; (3) hasil belajar siswa meningkat secara signifikan dan skor gain ternormalisasi mencapai kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Teams Assisted Individualization) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.   Kunci kata  : Kooperatif tipe TAI, aktivitas belajar, hasil belajar     Abstract   This research aim to describe the implementation of learning model of cooperative learning type TAI, describe the activities of students in the learning activities, and improvement of student learning outcomes after the implementation of cooperative learning model type TAI.The type of this research is pre-experimental design with one group pre-test post-test design.The subjects of this study were students class X MIA 1, X MIA 2, and X MIA 4 even semester at MAN Mojosari. The variables of this study include the independent variable that is learning with TAI type cooperative model, the dependent variable is the learning implementation, student learning activities, and student learning outcome. Data collection method that used is validation method, observation, and tests. Student learning outcome analyzed with n-gain score and paired t-test. The results showed that: (1) the implementation of learning by applying cooperative learning model TAI type as a whole can be done with very good category; (2) Student activity improves during learning; (3) student learning outcomes increased significantly and the percentage of normalized gain scores reached the moderate category. It can be concluded that the application of cooperative learning model type TAI (Teams Assisted Individualization) can improve student activity and learning outcomes.   Keywords : Cooperative type TAI, learning activity, student learning outcome
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELAS DENGAN TIPE BEACH BALL UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI SISWA KELAS XI MATERI KALOR  SMAN 1 DRIYOREJO GRESIK FEBY TRISNA, KARTIKA
Inovasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2017): Vol. 6 No. 3 Tahun 2017
Publisher : Inovasi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa siswa kelas XI IPA mengalami miskonsepsi materi fisika pokok bahasan kalor, misalnya siswa mengalami miskonsepsi tentang fenomena melepas kalor dan perubahan wujud zat. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui keterlaksanaan proses pembelajaran dan mendeskripsikan penurunan miskonsepsi siswa pada materi kalor dengan model diskusi kelas tipe beach ball. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pre-exsperimen design, dengan subjek penelitian siswa kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, semester genap tahun ajaran 2016/2017. Data dikumpulkan melalui pemberian soal pre-test dan post-tes dengan menggunakan Three-Tier Diagnostic Test. Dari hasil penelitian didapatkan keterlaksanaan model pembelajaran diskusi kelas tipe beach ball untuk penurunan tingkat miskonsepsi siswa pada kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, terlaksana dalam kategori sangat baik. Rata-rata penurunan tingkat miskonsepsi siswa pada kelas XI IPA 1 sebesar 19,85 %, XI IPA 2 sebesar 23,03 %, XI IPA 3 sebesar 20,58 %. Kata Kunci: Model pembelajaran diskusi kelas tipe beach ball, Miskonsepsi, Three-Tier Diagnostic Test , Kalor.   Abstract The preliminary study showed that the students in second grade of highschool had such misconception on the heat subject in physics. For instance, students had misconception about the phenomenon of heat loose and the substance changes. Thus, this research aimed to know the learning process and describe the decreasing in misconception through the application of discussion model with beach-ball type. The kind of research is descriptive quantitative with pre-experimental design approach. The subject of this research are the second grade of senior high school students. Data had been collected through pretest and posttest included three-tier diagnostic test. The result shows that the learning process of the three class had been conducted very well. Then, the level of misconception decrease of these students attain 19.85% for XI IPA1, 23.03% for XI IPA 2, and 20.58% for XI IPA3. Keywords: Discussion type beach-ball, misconception, three-tier diagnostic test, heat

Page 10 of 42 | Total Record : 413