cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
PERANCANGAN PROMOSI WARKOP KETAN SURABAYA IZDIHAR ARRI HANIN, RAFI; ARYANTO, HENDRO
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkumpul bersama sahabat kini menjadi trend dan hobby anak-anak muda, oleh karena itu mulai banyak muncul tempat seperti coffee shop yang ingin memfasilitasi keinginan anak muda tersebut. Warkop Ketan adalah satu diantaranya, namun banyaknya pesaing membuat Warkop Ketan kesulitan mendapatkan pelanggan. Oleh karena itu penulis merancang suatu strategi promosi agar Warkop Ketan dapat dikenal oleh masyarakat. Membuat suatu acara live music dirasa tepat untuk Warkop Ketan, konsep ini dibuat karena terinspirasi oleh C.B.G.B New York City Amerika Serikat, dan BB?s Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan Observasi sebagai tekhnik pengumpulan data, adapun sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder dari hasil pengumpulan data. Data tersebut akan dianalisa dengan metode SWOT untuk mengetahui apa saja keunggulan, kelemahan, kesempatan, dan tantangan dalam melakukan kegiatan promosi. Banyaknya coffee shop, dan mulai tumbuhnya trend musik indie dan band lokal, membuat penulis ingin menggabungkan 2 hal tersebut menjadi suatu konsep untuk berpromosi, para pemusik lokal yang membutuhkan media berupa panggung untuk menunjukan bakat mereka, oleh karena itu penulis menrancang sebuah desain panggung untuk diadakannya live music di Warkop Ketan, selain menyediakan media untuk para pemusik lokal / indie, hal itu juga termasuk strategi promosi Warkop Ketan. Kata Kunci: Promosi Warkop Ketan, Live Music, Perancangan
PERANCANGAN KOMIK TENTANG MENGGAMBAR ILUSTRASI WAHYU LESTARI, DIMAR
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul Perancangan Komik Tentang Menggambar Ilustrasi dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk memberikan beberapa trik dalam menggambar ilustrasi kepada penempuh materi menggambar ilustrasi yang membutuhkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu penempuh materi menggambar ilustrasi yang mengalami kesulitan dalam tahap mencari ide. Fokus penelitian ini adalah pada tahap perancangan komik tentang menggambar ilustrasi. Tahapan dalam perancangan ini meliputi pengumpulan data, analisis data, penyusunan konsep hingga visualisasi komik. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis 5W+1H (what, who, why, when, where, dan how). Tahap penyusunan konsep menggunakan dua strategi, yaitu strategi kreatif dan strategi visual. Tahap visualisasi komik meliputi pembuatan story board hingga penambahan teks. Perancangan komik tentang menggambar ilustrasi ini menerapkan teknik tradisional hingga tahap pengeblokan. Setelah tahap pengeblokan, komik discan dan memasuki tahap penambahan teks secara digital. Produk perancangan komik ini berupa buku komik berukuran A5 dengan gaya penggambaran Manga ber-genre slice of life atau kehidupan sehari-hari dan berjumlah 24 halaman. Kata Kunci: Komik, Ilustrasi, kehidupan sehari-hari
SERBUK KAYU: RUANG ALTERNATIF SENI RUPA KONTEMPORER DI SURABAYA ONE ABDILLAH, MOH
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji ruang aternatif komunitas Serbuk Kayu yang meliputi (1) latar belakang didirikanya ruang alternatif komunitas Serbuk Kayu, (2) bentuk kegiatan yang dilakukan di ruang alternative Komunitas Serbuk Kayu, (3) bagaiman eksistensi ruang alternatif Serbuk Kayu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah Anggota Serbuk Kayu serta beberapa pelaku seni yang menjadi pemerhati ruang alternatif komunitas Serbuk Kayu. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa: (1)Latar belakang Ruang alternatif yang diinisiasi oleh Serbuk Kayu adalah ruang yang muncul akibat akumulasi, kendala perihal kegiatan ruang, dan salah satu bentuk militansi komunitas serbuk kayu untuk memenuhi visi dan misinya.(2) Kagiatan yang dibuat oleh komunitas Serbu Kayu di ruang alternatif yang dimiliki meliputi; pameran, diskusi, dan residensi. Ruang alternatif komunitas Serbuk Kayu (3) Eksistensi Ruang alternatif Serbuk Kayu tidak pernah menetap di satu tempat dalam rentang waktu yang lama, hal ini dikarenakan ruang yang digunakan oleh Serbuk Kayu adalah ruangan yang di dapat dari menyewa sehingga panjang waktu ruang di suatu tempat akan menyesuaikan panjang waktu sewa tempat tersebut. Karena alasan itu pula ruang alternatif Serbuk Kayu sering berpindah dan berganti nama, namun masih berpegang pada visi dan misi yang sama. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Dari ketiga jenis kegiatan yang dibuat oleh Serbuk Kayu, Serbuk Kayu malakukan kegiatan seninya dalam upaya untuk mendistribusikan seni sebagai ilmu pengetahuan, dan pelaku seni di atau bahkan masyarakat umum mampu memiliki pemahaman yang lebih menggenai seni rupa, dan pola-pola kerja yang terjadi. Meskipun tidak selalu berada di satu tempat dalam waktu lama namun semangat militansi komunitas Serbuk Kayu menjadi sebuah pengerak tetap berjalannya ruang.Kata kunci : Ruang Alternatif, komunitas seni rupa, Serbuk Kayu, Seni Rupa Kontemporer
PENERAPAN PEMBELAJARAN MENGGAMBAR POSTER DENGAN MEDIA KAYU PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 19 SURABAYA FARIZ MAHARIZKY, MUHAMMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi pembelajaran seni budaya dengan materi poster menggunakan media bahan kertas di SMP Negeri 19 Surabaya. Sesuai Kurikulum 2013 dengan kompetensi dasar sekolah menengah pertama kelas VIII tertulis ?Membuat poster dengan berbagai bahan dan teknik?, oleh karena itu peneliti ingin memperkenalkan berbagai bahan lainnya selain kertas. Peneliti mencoba mengembangkan pembelajaran dengan membuat media alternatif yakni membuat poster dengan menggunakan media bahan kayu,agar siswa mempunyai pengalaman yang berbeda ketika proses kegiatan berlangsung dan memberikan kesempatan peserta didik untuk bereksperimen. Teknik menggambar poster dengan media bahan kayu diharapkan mampu mengedukasi siswa di SMP Negeri 19 Surabaya terutama di Kelas VIII dapat menghasilkan karya seni yang menarik. Penggunaan bahan kayu bertujuan untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran baru menggambar poster diatas bahan kayu. Berdasarkan hasil observasi dan pengelolaan data selama pelaksanaan penelitian, menggambar poster ini menghasilkan karya yang berbeda dari bahan kertas dengan menggunakan teknik dan proses sesuai dengan bahan yang digunakan, menggambar poster dengan media bahan kayu dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran poster dengan media kayu pada siswa kelas VIII E di SMP Negeri 19 Surabaya dapat memberikan pengalaman proses menggambar poster dengan bahan kayu,menghasilkan karya poster dengan bahan kayu dan kesempatan peserta didik untuk bereksperimen dalam menggambar poster. Kata kunci: Pembelajaran, Poster, Media Kayu
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN DIMENSI KOPI SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENGENALAN PRODUK KOPI TRAWAS AULIA FIRDAUS, RIZKY; ROIS ABIDIN, MUHAMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi adalah sebuah tanaman buah yang bisa dimanfaatkan untuk dinikmati menjadi hidangan minuman. Kopi juga memiliki daya tarik sendiri bagi penikmatnya karena kopi menyuguhkan pengalaman rasa yang berbeda dari setiap daerah dimana kopi itu berasal atau ditanam. Kekayaan alam di Indonesia membuat kopi sangat mudah ditanaman dan menghasilkan kualitas panen yang bagus. Indonesia menempati peringkat ke-4 dalam menghasilkan kopi di seluruh dunia, kualitas yang baik dan citarasa yang bagus membuat kopi Indonesia diterima di pasar Internasioanal. Dengan kemajuan pasar kopi Indonesia yang sangat pesat, maka daerah penghasil kopi di Indonesia berlomba menghasilkan kulaitas panen yang bagus dan menjadikan produk kopi tersebut layak dipasarkan. Melalui media kemasan yang baik serta diikuti promosi yang efisien. Daerah Jawa Timur memiliki beberapa wilayah penghasil kopi seperti Malang, Bondowoso, Banyuwangi, Jember dan yang sedang berkembang saat ini adalah Trawas. Trawas memiliki kelemahan dalam segi produk, kurangnya pengelaman untuk mempromosikan produk dari cara pengemasan dan promosi membuat Kopi Trawas kesulitan menarik konsumen penikmat kopi Jawa Timur. Melalui perancangan kembali kemasan produk dari kopi Trawas yang dimiliki Dimensi Kopi diharapkan akan menjadi media bagi mereka untuk bisa memasarkan produknya dengan baik kepada masyarakat, wisatawan, dan penikmat kopi di Jawa Timur.Kata Kunci: Kopi, Kuliner, Trawas
KISAH CINTA RARA ANTENG DAN JAKA SEGER SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK SAIFUL UMAR, AHMAD; ARIEF, MUCHLIS
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan ini dilatar belakangi dari kepedulian terhadap cerita rakyat yang semakin dilupakan, akibat adanya kemajuan teknologi yang makin modern, keadaan inilah yang membuat cerita rakyat semakin tenggelam karena dianggap kuno, diawali dari cerita rakyat penulis mengambil legenda yang berasal dari gunung Bromo yaitu kisah Rara Anteng dan Jaka Seger, kisah tersebut akan divisualkan dalam bentuk patung dan relief dengan menggunakan bahan dasar tanah liat stoneware. Penciptaan karya keramik ini menggunakan metode penciptaan yang diadaptasi dari teori kreativitas oleh Graham Wallas, dengan melalui tahapan persiapan, tahap pengeraman, tahap munculnya ilhan dan pengujian. Terpilihnya sketsa dan bahan pada tahap munculnya ilham dan dilanjutkan proses pembentukan karya seperti pembentukan badan karya, pengeringan, pembakaran biskuit dan pembakaran gelasir. Karya yang telah diciptakan berjumlah sembilan karya keramik terdiri dari satu relief yang menceritakan kisah sebelum Suku Tengger berada di Gunung Bromo dan delapan judul karya berbentuk patung manusia dan binatang yang menceritakan kisah awal pertemuan Rara Anteng dan Jaka Seger sampai pengorbanan yang dilakukan Raden Kusuma. Karya ini digelasir transparan melalui proses pembakaran, sampai dengan suhu 10700 C.Kata Kunci : penciptaan, keramik, Legenda Rara Anteng dan Jaka Seger
PERANCANGAN DESAIN KEMASAN PARFUM KLINIK SEPATOE SURABAYA MIFTACHUL MUNIR, ACHMAD; SURYA PATRIA, ASIDIGISIANTI
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah kemasan parfum dari Klinik Sepatoe Surabaya. Klinik Sepatoe adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pencucian sepatu. Metode pengumpulan data pada perancangan ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Selesai melakukan pengumpulan data, data dianalisis dengan metode analisis SWOT, USP dan Positioning. Setelah selesai pengumpulan data tersebut menentukan desain dan ide perancangan. Proses perancangan di mulai dari pembuatan Logo sampai kemasan primer dan sekunder lalu melalui tahap thumbnail, tight tissue, hingga final design. Setelah semua selesai lalu ditampilkan beberapa media seperti, poster, x- banner, pouch bag dan sosial media. Melalui perancangan ini, Parfum sepatu merek TOF (the old friend) memiliki cirikhas dan keunikan tersendiri. Sehingga, parfum TOF (the old friend) memiliki citra yang bagus untuk sebuah produk parfum yang akan dipasarkan. Kata kunci: Klinik Sepatoe, Surabaya, Desain Kemasan, Parfum
CERITA REYOG PONOROGO VERSI BANTARANGIN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA KRIYA LOGAM DARUN NAFIATI, YULIA; CHRYSANTI ANGGE, INDAH
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertunjukan Reyog Ponorogo adalah sebuah penampilan sendratari dan diiringi bunyi musik tradisional yaitu gamelan. Cerita Reyog Ponorogo tersimpan dalam pertunjukan Reyog namun belum banyak yang mengerti dengan alur cerita yang disampaikan, sedangkan untuk melestarikan budaya diperlukan untuk mengenalkan cerita budaya tersebut dengan baik. Cerita Reyog Ponorogo sudah ada semenjak abad XII, dan diharapkan eksistensinya akan hidup sepanjang zaman. Maka dari itu Perupa memiliki motivasi untuk mengenalkan cerita Reyog Ponorogo melalui media yaitu karya kriya. Konsep ide tersebut semakin kuat karena seni kriya memiliki hubungan yang erat dengan budaya di sekitar masyarakat. Tahapan yang ditempuh perupa dalam proses perwujudan karya meliputi pematangan konsep, pembuatan desain, validasi desain, proses perwujudan karya, dan finishing karya. Desain awal yang disiapkan berjumlah 16 buah kemudian dipilih empat buah desain untuk dieksekusi menjadi karya. Perupa membuat empat karya logam dengan judul ?Kerajaan Bantarangin?, ?Pertarungan?, ?Kekalahan?, dan ?Kesenian Reyog Ponorogo?. Bahan yang digunakan adalah plat logam tembaga berukuran 36x60cm dengan ketebalan 0,55mm. Perwujudan karya logam menggunakan teknik pembentukan yang terdiri dari beberapa teknik ukir logam (rancapan, wudulan endak-endakan) dan teknik finishing. Teknik finishing sendiri dibagi menjadi empat tahap yaitu pencucian, pewarnaan dengan oksidasi kimia Na2S, pelapisan dan perakitan. Kata Kunci: Reyog Ponorogo, kriya logam, Bantarangin
EKOSISTEM SAVANA BEKOL TAMAN NASIONAL BALURAN SITUBONDO SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KRIYA BATIK KHOLIDIAH MARSYAH, ROFIQOH; RATYANINGRUM, FERA
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Baluran merupakan tempat konservasi alam dan wisata di Kabupaten Situbondo yang dikenal dengan pesona keindahan alam eksotik Africa van Java karena merupakan satu-satunya Taman Nasional yang memiliki savana terluas di Pulau Jawa. Keberadaan satwa dan tumbuhan endemik seperti rusa, kijang, banteng, kerbau, merak, ayam hutan, kera ekor panjang dan pohon akasia menjadi ciri khas kawasan konservasi Taman Nasional Baluran. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Taman Nasional Baluran berpotensi besar untuk dapat dikenal dan dieksplor ke luar kabupaten Situbondo. Selain dikenal dengan parawisatanya, Situbondo juga memiliki kerajinan batik yang terus berkembang sampai sekarang dan belum ada inovasi baru dari motif batik Situbondo yang mayoritas berupa motif laut. Padahal masih banyak potensi wisata di Kabupaten Situbondo yang dapat dijadikan inspirasi motif batik khas Situbondo, di antaranya Taman Nasional Baluran.Tahapan yang ditempuh dalam proses perwujudan karya meliputi penemuan konsep dan gagasan, observasi, pembuatan desain, uji kelayakan desain, proses perwujudan karya, dan finishing karya. Bahan yang digunakan adalah kain katun primisima dengan pewarna remasol menggunakan teknik colet. Perwujudan karya batik melalui proses pemilihan bahan, pembuatan desain, pemindahan desain pada kain, pencantingan, pewarnaan, penguncian warna, dan pelepasan lilin. Desain awal yang disiapkan berjumlah 18 buah, kemudian dipilih 6 desain untuk diwujudkan menjadi karya dengan judul Bhungana ate? (Busana laki-laki dewasa), Ga?ga?? Perkasa (Busana lai-laki remaja), Odi? Bhunga (Busana perempuan remaja), Baluran Asre? (Busana perempuan dewasa), Kadha?stohan (Hiasan dinding), dan Pangesto Bhume? (Kain Panjang). Kata Kunci: Savana Bekol, taman nasional Baluran, batik, Situbondo
TAMBAK GARAM SUMBER PENGHIDUPAN SEBAGAI TEMA PENCIPTAAN SENI LUKIS SALAM, ABDUS; , WINARNO
Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tambak garam merupakan kolam dangkal buatan yang dirancang untuk menghasilkan garam dari air laut atau air asin lainnya. Pembuatan garam merupakan sumber penghasilan penting bagi pemerintah maupun penduduk Madura. Beberapa ribu orang menggantungkan nafkah sepenuhnya pada garam, sementara lebih dari 200.000 warga mendapatkan penghasilan musiman dari garam. Mayoritas penduduk Madura khususnya di desa Bunder Pamekasan menggantungkan nafkah sepenuhnya pada garam sebagai sumber penghidupan bagi mereka serta keluarganya. Keindahan panorama tambak garam di desa Bunder Pademawu Pamekasan tampil eksotis dengan ciri khas hamparan dan tumpukan garam. Serta buruh tani yang tengah beraktivitas demi menafkahi dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Melihat hal tersebut penulis merasa tertarik, hingga akhirnya penulis terinspirasi. Fokus penciptaan penulis adalah menciptakan karya seni lukis yang bersumber dari tema tambak garam sumber penghidupan masyarakat di desa Bunder Pademawu Pamekasan. Metode penciptaan dimulai dari ide penciptaan, penentuan tema, gaya, media, teknik, hingga eksekusi karya. Hasilnya berupa lima buah karya seni lukis yang terinspirasi dari tambak garam sumber penghidupan sebagai tema penciptaan seni lukis yang masing masing berjudul 1) Sesuap Garam 2) Garam Jantung Kehidupan 3) Sebutir Garam Sejuta Nafkah 4) Panen Telah tiba 5) Mengais Rejeki. Kata Kunci: Seni lukis, tambak garam, Penghidupan.