cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
VA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 425 Documents
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN STILASI RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA DI SMP NEGERI 3 NGADIROJO, PACITAN DIEA CHOIRUM ANISSA, YUANDA; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna merupakan sebuah pengembangan bahan ajar yang menciptakan kemandirian pada siswa untuk belajar mengenai ragam hias flora dan fauna khususnya ragam hias khas Pacitan. Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna diperuntukkan bagi siswa kelas VII dengan materi yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diterapkan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana konsep pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?, 2) Bagaimana proses dan prosedur pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan? dan 3) Bagaimana hasil ujicoba pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan skala Likert yang diubah menjadi persentase untuk menarik kesimpulan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Uji coba modul dilakukan sebanyak 3 tahap yaitu uji coba individu yang terdiri dari 3 siswa, uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 siswa dan uji coba kelompok besar 20 siswa. Hasil penelitian menghasilkan modul dengan ukuran A5 dengan jenis huruf Arial dan memiliki warna dominan biru dan jingga dengan gambar ragam hias pendukung. Hasil uji coba modul yang dilakukan yaitu 1) Uji coba individu menunjukkan persentase yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik, 2) Uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase yaitu 90,53% dengan kategori sangat baik dan 3) Uji coba kelompok besar menunjukkan persentase yaitu 90,73% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba keseluruhan menyatakan bahwa modul memiliki kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Stilasi Ragam Hias Flora dan Fauna.
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN STILASI RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA DI SMP NEGERI 3 NGADIROJO, PACITAN DIEA CHOIRUM ANISSA, YUANDA; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna merupakan sebuah pengembangan bahan ajar yang menciptakan kemandirian pada siswa untuk belajar mengenai ragam hias flora dan fauna khususnya ragam hias khas Pacitan. Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna diperuntukkan bagi siswa kelas VII dengan materi yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diterapkan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana konsep pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?, 2) Bagaimana proses dan prosedur pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan? dan 3) Bagaimana hasil ujicoba pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan skala Likert yang diubah menjadi persentase untuk menarik kesimpulan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Uji coba modul dilakukan sebanyak 3 tahap yaitu uji coba individu yang terdiri dari 3 siswa, uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 siswa dan uji coba kelompok besar 20 siswa. Hasil penelitian menghasilkan modul dengan ukuran A5 dengan jenis huruf Arial dan memiliki warna dominan biru dan jingga dengan gambar ragam hias pendukung. Hasil uji coba modul yang dilakukan yaitu 1) Uji coba individu menunjukkan persentase yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik, 2) Uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase yaitu 90,53% dengan kategori sangat baik dan 3) Uji coba kelompok besar menunjukkan persentase yaitu 90,73% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba keseluruhan menyatakan bahwa modul memiliki kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Stilasi Ragam Hias Flora dan Fauna.
PENGEMBANGAN MODUL CETAK PEMBELAJARAN STILASI RAGAM HIAS FLORA DAN FAUNA DI SMP NEGERI 3 NGADIROJO, PACITAN DIEA CHOIRUM ANISSA, YUANDA; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna merupakan sebuah pengembangan bahan ajar yang menciptakan kemandirian pada siswa untuk belajar mengenai ragam hias flora dan fauna khususnya ragam hias khas Pacitan. Modul pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna diperuntukkan bagi siswa kelas VII dengan materi yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diterapkan di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut 1) Bagaimana konsep pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?, 2) Bagaimana proses dan prosedur pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan? dan 3) Bagaimana hasil ujicoba pengembangan modul cetak pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan?. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan skala Likert yang diubah menjadi persentase untuk menarik kesimpulan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Pacitan. Uji coba modul dilakukan sebanyak 3 tahap yaitu uji coba individu yang terdiri dari 3 siswa, uji coba kelompok kecil terdiri dari 10 siswa dan uji coba kelompok besar 20 siswa. Hasil penelitian menghasilkan modul dengan ukuran A5 dengan jenis huruf Arial dan memiliki warna dominan biru dan jingga dengan gambar ragam hias pendukung. Hasil uji coba modul yang dilakukan yaitu 1) Uji coba individu menunjukkan persentase yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik, 2) Uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase yaitu 90,53% dengan kategori sangat baik dan 3) Uji coba kelompok besar menunjukkan persentase yaitu 90,73% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba keseluruhan menyatakan bahwa modul memiliki kategori sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran stilasi ragam hias flora dan fauna.Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Stilasi Ragam Hias Flora dan Fauna.
PENGEMBANGAN BATIK NGERONG SEBAGAI IDENTITAS KABUPATEN NGANJUK FAHRUDINSYAH, M.REZA; RATYANINGRUM, FERA
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik Ngrong berasal dari Kabupaten Nganjuk. Motif batik Ngrong ini diciptakan pada bulan Maret 2015 oleh seorang guru Seni Budaya yang bernama Agus Sugianto S. Pd. Batik Ngrong hanya menggunakan satu warna yaitu biru tosca dan kurang dikenal masyarakat. Hal tersebut juga dipengaruhi adanya keterbatasan dari segi promosinya. Batik Ngrong mengangkat bentuk angin sebagai motif dan digambarkan menyerupai bentuk awan. Pengambilan bentuk angin ini didasari oleh identitas kota Nganjuk yang mempunyai julukan sebagai kota angin. Metode awal pengembangan yaitu dengan survey lokasi yang terletak di Reza Art Bengkel Seni yang berada di Jl. P.B Sudirman, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Proses pengembangan dimulai dengan mengidentifikasi potensi dan masalah dan dilanjutkan dengan pengumpulan data, pembuatan desain pengembangan batik Ngrong, validasi desain, revisi desain, validasi ulang, kemudian pembuatan produk dari desain yang sudah dipilih. Produk pengembangan yang diwujudkan meliputi 5 karya yaitu: baju seragam guru, busana wanita, baju pria, kain panjang/jarit, dan kostum carnival. Pengembangan batik Ngrong diciptakan untuk menambah value added yang ada pada Kabupaten Nganjuk dan diharapkan mampu berkembang dan menjadi salah satu icon yang mampu mendorong Kabupaten Nganjuk menjadi lebih dikenal.Kata Kunci: Pengembangan, Batik Ngerong, Nganjuk.
AKSARA JAWA SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI BATIK REZA LUKMANSYAH, DIMAS; RATYANINGRUM, FERA
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya batik ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan Perupa pada penggunaan Aksara Jawa. Seiring berkembangnya jaman setelah adanya huruf Abjad, Aksara Jawa mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Terinspirasi oleh salah satu karya seni dari Bengkulu yaitu batik Besurek, yang motif utamanya adalah kaligrafi, Perupa ingin mengangkat Aksara Jawa sebagai sumber ide penciptaan karya batik. Selain aksara, Jawa juga memiliki kalimat-kalimat pitutur (nasehat) antara lain ?Urip Iku Urup?, ?Nerima Ing Pandum?, ?Ing Ngarsa Sung Tulada?, ?Ing Madya Mangun Karsa?, dan ?Tut Wuri Handayani?. Perupa menggabungkan keduanya dalam sebuah karya batik, yaitu dengan menciptakan motif batik berupa Aksara Jawa yang berisi kalimat-kalimat pitutur tersebut. Aksara tersebut digambarkan secara stilasi dan tetap mempertahankan karakternya. Pembuatan karya batik melalui tahapan penciptaan mulai dari penggalian ide penciptaan, penentuan tema, penentuan alat dan bahan, pembuatan desain, penorehan lilin, pewarnaan, pelepasan lilin/pelorodan, hingga finishing. Karya yang dihasilkan berupa 3 lembar kain batik berupa kain panjang masing-masing dengan judul ?Urip Iku Urup?, ?Nerima Ing Pandum?, ?Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani?, dan sebuah hiasan dinding dengan judul ?Nusantara?.Kata Kunci : Aksara Jawa, ide penciptaan, batik
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MENGGAMBAR PERSPEKTIF DUA TITIK MATA SISWA KELAS X JURUSAN DESAIN INTERIOR DAN TEKNIK FURNITUR SMK NEGERI 12 SURABAYA CITRA RAMADHANI, CADENSI; ROIS ABIDIN, MUHAMAD
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambar perspektif adalah salah satu teknik menggambar yang digunakan untuk mengilustrasikan dua dimensi melalui bidang datar dengan hasil seperti tampak tiga dimensi. Gambar perspektif merupakan salah satu pelajaran yang memiliki peran penting di jurusan desain interior dan teknik perspektif SMK Negeri 12 Surabaya. Karena untuk merancang sebuah ruangan juga di perlukan keahlian gambar perspektif. Namun langkah-langkah teknik menggambar perspektif belum begitu dijelaskan secara khusus sehingga muncul permasalahan peserta didik mengerjakan dengan hasil yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif untuk mengatasi permasalahan peserta didik dalam proses pembelajaran yaitu menghasilkan desain alat peraga yang memiliki fungsi untuk menggambar perspektif dua titik mata. Desain dibuat melalui proses yang cukup panjang mulai dari pengumpulan data, sketsa, desain di komputer, produksi dan pengemasan. Alat peraga yang sudah jadi divalidasikan ke validator ahli media dan praktisi lalu di uji cobakan ke peserta didik. Hasil uji coba dinyatakan berhasil digunakan peserta didik dengan perbandingan rata-rata hasil pretest 73,5 dan hasil setelah uji coba 87,16.Kata Kunci: Alat Peraga, Gambar Perspektif
SENI ETSA LOGAM KARYA ROCKA RADIPA SETYAWAN, DIDIK; CHRYSANTI ANGGE, INDAH
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman modern, seni kriya logam telah berkembang pesat dan memiliki nilai jual tinggi. Karya seni yang memiliki nilai jual tinggi tentunya memiliki konsep menarik dan melalui proses serta teknik berkarya yang baik dan benar, sehingga didapatkan karya seni bernilai jual tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menjelaskan riwayat singkat Rocka Radipa sebagai seniman pengembang etsa logam, menjelaskan karya-karya yang dihasilkannya, serta mendeskripsikan proses pembuatan etsa logam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Rocka Radipa, sebagai seniman pengembang etsa logam. Objek dari penelitian ini tentunya adalah karya-karya Rocka Radipa yang dikerjakan pada tahun 2011-2013, serta proses pembuatan karyanya. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karya-karya etsa logam yang dihasilkan Rocka Radipa meskipun memiliki konsep unik dan sangat berfilosofi, tetapi pada kenyataannya ide yang muncul berasal dari aktivitas sekitar dan pengalaman beliau sendiri. Proses pembuatan etsa logam selalu diawali dengan penemuan ide dari lingkungan sekitar, kemudian dikonsep secara matang dari awal sampai akhir mengenai ide tersebut dalam imajinasi dan dituangkan kedalam sketsa yang digambar di atas kuningan. Setelah diedit dan disempurnakan gambarnya, maka selanjutnya dilakukan proses etching selama 7 sampai 10 jam yang dilakukan berulang-ulang. Kemudian karya tersebut dinetralkan menggunakan jeruk nipis atau belimbing wuluh, setelah itu dikeringkan. Setelah kering, gambar tersebut dipoles dengan mesin poles kemudian dicat dengan cat mobil. Tahapan selanjutnya melakukan proses pengelupasan cat yang dilakukan sebanyak 2 kali. Tahap terakhir adalah melakukan proses finishing dengan cara coating.Kata kunci: Etsa Logam, Rocka Radipa, Relief
KAIN KAOS DAN SEMEN PUTIH SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI LUKIS SISWA KELAS X IPA 1 DI SMA NEGERI 1 PATIANROWO, NGANJUK CHASANAH, MAFRUDATUL; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya perkembangannIPTEK dibidang pendidikan, menyebabkannadanya perubahan kurikulum, metode pembelajaran,nsarana dan prasarana pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang pendidikan. Untuk mengikuti adanya perkembangan ini maka dalam pembelajaran seni budaya perlu adanya penggunaan media-media baru yang lebih inovatif dalam berkarya seni rupa, salah satunya yaitu dengan menggunakan media dari bahan kain kaos dan semen putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui dan mendeskripsikan persiapan pembelajaran seni lukis dengan media bahan kain kaos dan semen putih pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Patianrowo, Nganjuk, 2) Mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran seni lukis dengan menggunakan media kain kaos dan semen putih pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Patianrowo, Nganjuk, 3) Mengetahui dan mendeskripsikan hasil karya seni lukis siswa dengan menggunakan media kain kaos dan semen putih pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Patianrowo, Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah SMA Negeri 1 Patianrowo dan guru pengajar seni budaya kelas X IPA 1, melakukan tes keterampilan yaitu dengan memberikan dua tugas berkarya seni rupa 2D (melukis) dengan menggunakan media kai kaos dan semen putih, dokumentasi dan foto yang diambil pada saat proses penelitian berlangsung. Analisis data dilakukan dengan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Kata Kunci: Kain Kaos dan Semen Putih, Media Berkarya, Seni Lukis
KAIN KAOS DAN SEMEN PUTIH SEBAGAI MEDIA BERKARYA SENI LUKIS SISWA KELAS X IPA 1 DI SMA NEGERI 1 PATIANROWO, NGANJUK CHASANAH, MAFRUDATUL; MUTMAINAH, SITI
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya perkembangannIPTEK dibidang pendidikan, menyebabkannadanya perubahan kurikulum, metode pembelajaran,nsarana dan prasarana pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang pendidikan. Untuk mengikuti adanya perkembangan ini maka dalam pembelajaran seni budaya perlu adanya penggunaan media-media baru yang lebih inovatif dalam berkarya seni rupa, salah satunya yaitu dengan menggunakan media dari bahan kain kaos dan semen putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui dan mendeskripsikan persiapan pembelajaran seni lukis dengan media bahan kain kaos dan semen putih pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Patianrowo, Nganjuk, 2) Mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran seni lukis dengan menggunakan media kain kaos dan semen putih pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Patianrowo, Nganjuk, 3) Mengetahui dan mendeskripsikan hasil karya seni lukis siswa dengan menggunakan media kain kaos dan semen putih pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Patianrowo, Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah SMA Negeri 1 Patianrowo dan guru pengajar seni budaya kelas X IPA 1, melakukan tes keterampilan yaitu dengan memberikan dua tugas berkarya seni rupa 2D (melukis) dengan menggunakan media kai kaos dan semen putih, dokumentasi dan foto yang diambil pada saat proses penelitian berlangsung. Analisis data dilakukan dengan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Kata Kunci: Kain Kaos dan Semen Putih, Media Berkarya, Seni Lukis
SOSOK CHAIRIL ALWAN: PROSES KREATIF DAN TEKNIK MELUKISNYA DENGAN MEDIA POLITUR AIR SYAIFUL RAMADHAN, AHMAD; , WINARNO
Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chairil Alwan menggunakan politur air yang berfokus dengan konsep perjuangan melawan hawa nafsu dan mengangkat tema religi dengan tujuan untuk memperkenalkan media lukis baru serta memberikan pemahaman seni terhadap masyarakat. Sejak awal berkarya, Chairil Alwan masih menggunakan cat acrylic. Pada tahun 2015 media politur air ditemukannya pada saat melakukan dekorasi rumahnya dengan melukis dinding dan pondasinya menggunakan politur air. Melihat hasil yang sangat luar biasa, dengan spontan Chairil Alwan menyiapkan kanvas dan langsung menggoreskan politur air tersebut. Banyak sekali hal yang belum terungkap terkait sosok Chairil Alwan, proses kreatif serta teknik dalam berkarya dengan menggunakan politur air. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk deskriptif kualitatif. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengungkap lebih dalam lagi mengenai sosok Charil Alwan di dunia seni lukis, proses kreatif dalam berkarya, serta teknik melukisnya dengan menggunakan politur air. Dalam berkarya, media yang biasa digunakan yaitu kanvas, politur air merk Wood?Eco dan Woodstain serta kuas pada umumnya. Dari karya yang dihasilkan dengan menggunakan politur air dapat disimpulkan bahwa seluruh lukisannya menggunakan teknik aquarel wet on dry yaitu menumpuk politur yang sudah kering dengan politur yang lebih gelap sehingga karya yang dihasilkan cenderung berwarna coklat karena pengaruh dari penggunaan politur air dengan goresan yang khas menyerupai serat. Pegangan hidup, refrensi, serta pola pikir perupa sangat berpengaruh terhadap kreatifitasnya sehingga menjadi sebuah ciri khas dari setiap perupa. Dengan mengeksplorasi serta mencari bentuk?bentuk estetik yang menyatu pada penggunaan politur dalam media lukis ini menjadi hal yang sangat luar biasa. Menurut Chairil Alwan, mengangkat konsep perjuangan melawan hawa nafsu dalam berkarya seni tidak akan pernah berakhir dan terus akan memunculkan ide?ide baru dalam berkarya.Kata Kunci : Chairil Alwan, proses kreatif, politur air, teknik melukis