cover
Contact Name
Wesli
Contact Email
wesli@unimal.ac.id
Phone
+62811671918
Journal Mail Official
teras.jurnal@unimal.ac.id
Editorial Address
Civil Engineering Department, Universitas Malikussaleh,Main Campus of Universitas Malikussaleh Jl. Medan-Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Reuleut, North Aceh District, Aceh, Indonesia Email: teras.jurnal@unimal.ac.id
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20880561     EISSN : 25021680     DOI : https://doi.org/10.29103/tj.v16i2.1360
Core Subject :
Focus and Scope Teras Jurnal - Jurnal Teknik Sipil is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach: Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Economy and Management Earthquake Engineering Environmental Engineering Renovation of Buildings Geotechnical Engineering Highway Engineering Hydraulic and Hydraulic Structures Road and Bridge Engineering Structural Engineering Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering Tunnel Engineering Urban Engineering and Economy Water Resources Engineering Urban Drainage
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Studi Material Tanah Longsor Akibat Gempa Lombok 2018 Muhammad Nurjati Hidayat
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.330

Abstract

Abstrak Pada umumnya, tanah longsor terjadi dengan skala yang kecil dan dampak yang dihasilkan tidak parah sebagaimana letusan gunung berapi, gempa atau tsunami. Namun, perhatian terhadap bencana ini seringkali diabaikan oleh masyarakat dan perencanaan pembangunan kota. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam meneliti tanah longor, salah satunya adalah mineral tanah. Dalam studi ini, sampel tanah diambil dari Lombok Utara akibat dari gempa Lombok 2018. Penelitian ini dilakukan dengan mengelompokkan tanah berdasarkan USCS dan AASTHO, kemudian dilanjutkan dengan analisis mineralogi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope). Berdasarkan klasifikasi USCS, tanah termasuk kategori pasir berlanau dan campuran lanau (SM); dan lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai sedang, lempung berkerikil, lempung berpasir, lempung berlanau, lempung kurus (lean clays). Pada klasifikasi AASHTOO, hasilnya adalah tanah berlanau (A-4); kerikil dan pasir yang berlanau atau berlempung (A-2-4); dan pasir halus (A-3). Berdasarkan hasil mineralogi menggunakan XRD dan SEM, material utama pada sampel tanah adalah Albite Calcian, Microline and Kuarsa. Kata kunci: longsor, mineralogi, XRD, SEM  Abstract Landslides generally occur on a small scale and the impact is not as severe as volcanic eruptions, earthquakes, or tsunamis. However, attention to these disasters is often ignored by the community and city development planning. In assessing the factors causing landslides there are many factors that need to be considered, one of which is soil minerals. The samples of soil in this study were taken from North Lombok as a result of the 2018 earthquake. This research is conducted by classifying the soil based on USCS and AASHTO, then proceed with mineralogical analysis using XRD (X-Ray Diffraction) and SEM (Scanning Electron Microscope). Based on USCS classification, the result of the analysis shows that soil samples have a classification of silty sand, and silt mixtures (SM); and inorganic clays or low to medium plasticity, gravelly clays, sandy clays, silty clays, lean clays (CL). For AASHTO classification, the result shows the sample belong to silty soil (A-4), silty or clayey gravel sand (A-2-4) and fine sand (A-3). Based on the results of mineralogical analysis using XRD and SEM, it is known that the dominant minerals making up the soil in the sample are Albite Calcian, Microline and Quartz Keywords: landslide, mineralogy, XRD, SEM
PENGARUH BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEKERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN PABRIK KERAMIK QUADRA TANGERANG Januari Yanto; Andi Tenrisukki Tenriajeng
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.334

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja pekerja proyek konstruksi PT. Satyaraya Keramindoindah pada proyek pembangunan pabrik keramik Quadra Tangerang yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM 25 Tangerang. Jumlah populasi pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut sebanyak 68 orang dan 58 orang yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel insidental. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dari kuesioner. Data sekunder sebagai data pendukung diperoleh dengan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode regresi linier berganda. Data diperoleh melalui program SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pekerja proyek berdasarkan nilai koefisien korelasi berganda sebesar 0,616 atau 61,6% dan sisa 38,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci: Kesehatan dan keselamatan kerja, kinerja pekerja proyek konstruksi  Abstract This study aims to determinate the effect of health and safety environment on the performance of construction project workers on PT. Satyaraya Keramindoindah in construction of the Quadra big slab factory located on Jalan Raya Serang KM 25 Tangerang. The total population of workers involved in the project was 68 people ang 58 people are were taken using incidental sampling technique. The data collection method used in this study is primary data obtained from the questionnaire. Secondary data as supporting data obtained by interview and documentation. Data analysis method uses multiple linier regression method. Data obtained through the SPSS version 21 program. The result of this study indicate that occupational health and safety environment has strong influence on the performance of project workers based on multiple correlation coefficient values of 0.616 or 61.6% and the remaining 38.4% is influenced by other factors not discussed in this study. Keywords: Health and safety environment, performance of project workers.
ANALISIS PERKIRAAN KEBUTUHAN DAN TARIF AIR BERSIH UNTUK PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA(PPS) LAMPULO KOTA BANDA ACEH putri phara intan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.338

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan Oktober-Desember 2019 di Pelabuhan Perikanan Lampulo, kecamatan Kuta Alam, kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, bertujuan untuk mengetahui tingkat kebutuhan air bersih, jumlah tarif air bersih dan strategi pelayanan air bersih, dibatasi pada 3 unit kegiatan yaitu unit penangkapan, perkantoran dan pabrik es, menggunakan metode studi kasus dan analisis deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian diketahui perkiraan kebutuhan air bersih pada unit penangkapan perhari/trip secara aktual sebesar 500-1.000 liter/trip untuk jenis kapal One Day Fishing 1-2 hari perjalanan, namun secara teoritis untuk jenis kapal ini membutuhkan 1.125 liter/trip dengan perhitungan konsumsi ABK 50 liter/orang/trip. Kebutuhan air bersih untuk semua jenis kapal dalam rangkaian aktifitas penangkapan ikan sebesar 117.900 liter/trip dalam kurun waktu sebulan aktifitas melaut dilakukan sebanyak 3 kali perjalanan dikarenakan untuk kapal>6 GT menempuh perjalanan 6-10 hari perjalanan. Saat ini untuk unit kegiatan perkantoran dan pabrik es adanya sumur bor yang dapat membantu aktifitas perhari, namun unit perkantoran di lingkungan PPS Lampulo membutuhkan air bersih sebesar 460 liter/hari dengan perhitungan konsumsi penggunaan air sebanyak 30 liter/orang/hari. Untuk unit kegiatan pabrik es membutuhkan air bersih dalam proses pembuatan Es Balok  sebesar 115.500 liter/hari. Dalam penelitian ini dapat diketahui tarif air bersih yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pelaku PPS Lampulo dengan harga Rp. 4.200/m3 namun harga tersebut memiliki kenaikan di tahun terakhir ini sesuai dengan kebijakan Peraturan Walikota Banda Aceh Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penyesuaian Kelompok Pelanggan dan Tarif Air Minum. Dengan adanya Analisis SWOT diperoleh strategi peningkatan pelayanan dan peningkatan sarana serta prasarana di Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo, sehingga akan menimbulkan mobilisasi nelayan yang melakukan aktivitas bongkar muat. Kata kunci: PPS Lampulo, Pelayanan, Kebutuhan Air Bersih, Tarif Air Bersih, Analisis SWOT.  Abstract This research was conducted in October- December 2019 at the Lampulo Fishery Port, Kuta Alam District, Banda Aceh City, Aceh Province, the aims to determine the level of clean water needs, the amount of clean water rates and clean water service strategies in Lampulo PP, limited to 3 activity units namely the fishing unit, offices and ice factories. This research uses the case study method and quantitative descriptive analysis. From the results of the study can be known estimated clean water needs in the capture unit per day / trip actually requires 500-1,000 liters / trip for the type of One Day Fishing ship 1-2 days trip. However, theoretically for this type of ship requires 1,125 liters / trip with the calculation of ABK consumption of 50 liters / person / trip. Clean water needs for all types of vessels in a series of fishing activities amounted to 117,900 liters / trip within a period of one month to sea activities carried out as many as 3 trips due to ships> 6 GT traveling 6-10 day trips. At present for the Office and Ice Factory activity units there are boreholes that can help with daily activities, however the Office Unit in the Lampulo PPS environment requires clean water of 460 liters / day with the calculation of consumption water usage of 30 liters / person / day. Whereas the Ice Factory activity unit requires clean water in the process of making Beams of Ice at 115,500 liters / day. In this research, it can be known that the Clean Water Tariff is adequate to meet the needs of Lampulo PPS actors at a price of Rp. 4,200 but the price has increased this past year in accordance with the policies of the Banda Aceh Mayor Regulation No. 15 of 2017 concerning Adjustment of Customers Groups and Drinking Water Rates. With the SWOT Analysis, it is obtained a strategy of service improvement and improvement of facilities and infrastructure at Lampulo Ocean Fisheries Port, so as it will lead to mobilization of fishermen who carry out loading and unloading activities. Keywords: Lampulo PPS, Services, Clean Water Needs, Clean Water Rates, SWOT Analysis.
PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP ASPEK TEKNIS PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BANDA ACEH Fitri Muliani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.339

Abstract

Abstrak Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis dan menyeluruh yang harus diimbangi oleh pemerintah serta masyarakat sebagai pelaku penghasil sampah. Secara umum penghasil sampah perkotaan terbesar adalah sektor rumah tangga selaku wadah yang menampung segala aktifitas dinamis masyarakat. Kota Banda Aceh yang dihuni 65.288 Kepala Keluarga (KK) menghasilkan sampah 76,4 m3 sampah rumah tangga pada setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga yag diukur dengan preferensi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif yang bertumpu pada pengumpulan data primer dan data sekunder. Rancangan penelitian menggunakan metode Stratified Proposional Random Sampling dan analisis Multidimensional Scaling untuk mendeskripsikan fenomena pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data preferensi terhadap keterlibatan masyarakat terbesar berada pada aspek pewadahan yaitu 56%. Selanjutnya diikuti oleh aspek pengangkutan yaitu 48%. Kemudian disusul oleh aspek pengumpulan 47% dan yang terakhir ditempati oleh pengelolaan sampah berbasis komunal 45% dan tempat pemprosesan akhir 42%. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Rumah Tangga, Preferensi, Analisis Multidimensional Scaling. Abstract Solid waste management is a systematic and comprehensive that must be carried out by the government and the community as the producers of waste. Generally, the household is the biggest producer of manucipal where the dynamic activities community done. Banda Aceh, which inhabited by 65,288 of the family (KK) produces 76.4 m3 of household waste every year. The objective is this research is to find out the community involvement in municipal solid waste management thoroughout measuring community preferences. Descriptive qualitative research relies on primary and secondary data collection. This study design used Stratified Proposional Random Sampling method and Multidimensional Scaling analysis to describe the phenomenon of household waste management in Banda Aceh. The results showed community involvement in the landfill technical management aspects is 56%, the transportation aspects is 48.3%, collection 47%, the communal solid waste management aspects is 45% and landfill management aspects is 42%. Keywords: Waste Management, Household, Preference, Analisis Multidimensional Scaling
ANALISA PERILAKU SAMBUNGAN BALOK-KOLOM SESUAI PBI 1971 TERHADAP BEBAN SIKLIK DELFIAN MASRURA
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.340

Abstract

Abstrak Kolom dan balok adalah komponen struktur utama yang berfungsi menyangga beban struktur lainnya untuk sebuah bangunan. Daerah pada sambungan (joint) balok-kolom harus didesain dengan akurat sehingga mampu menyebarkan energi yang diterima dengan baik pada saat terjadi gempa. Sebagai komponen struktur dengan peran dan fungsi tersebut, kolom dan balok menempati posisi penting dalam bangunan. Kemampuan joint balok kolom untuk berdeformasi terhadap beban siklik dapat memberikan struktur yang baik. Kegagalan joint balok-kolom berpengaruh langsung pada komponen struktur lain yang berhubungan dengannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan struktur bangunan pada elemen joint balok kolom dalam menahan beban siklik sesuai dengan peraturan PBI 1971. Benda uji yang dibuat adalah benda uji dengan panjang penyaluran tulangan tidak berkait sesuai PBI 1971, dengan mutu beton 23,02 MPa. Balok berukuran 120 x 30 x 40 cm dan kolom berukuran 30 x 30 x 200 cm menggunakan tulangan 8Ø14 mm dengan tegangan leleh (fy) 310,03 MPa dan tulangan sengkang Ø10-100 mm dengan tegangan leleh (fy) 374,59 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban siklik di ujung balok dengan pembebanan 2,5 ton; 5 ton; 7,5 ton dan monotonik yaitu beban hingga benda uji hancur. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah sambungan balok kolom yang berdasarkan PBI 1971 mampu menahan kapasitas beban siklik sampai dengan 7,47 tf untuk beban tekan dan 5,19 tf untuk beban tarik pada displacement 24 mm. Kata Kunci:  Sambungan Balok-Kolom, PBI 1971, Beban Siklik.  Abstract Columns and beams are the main structural components that serve to support the burden of other structures for a building. The beam-column areas must be designed accurately in order to be able to distribute the received energy properly when an earthquake occurs. Columns and beams occupy important positions in buildings as structural components with these roles and functions. The ability of column-beam joints to deform cyclic loads provides a good structure. The beam-column joint failure has a direct effect on other structural components associated with it. The purpose of this study was to study the ability of building structures on beam-column joint elements in holding cyclic loads in accordance with PBI 1971. The specimen was created with length of unbalanced reinforcement distribution in accordance with PBI 1971, with 23.02 MPa of concrete quality. Beams measuring 120 x 30 x 40 cm and columns measuring 30 x 30 x 200 cm using reinforcement 8Ø14 mm with melting stress (fy) 310.03 MPa and stirrup reinforcement Ø10-100 mm with melting stress (fy) 374.59 MPa. The test is carried out by giving cyclic load to the end of the beam with a load of 2.5 tf; 5.0 tf; 7.5 tf; and monotonic that is the load until the test object is destroyed. The results achieved in this study as the specimen is able to hold the maximum load 7.47 tf to pressure loads and 5.19 tf to strain loads in the displacement of 24 mm Keywords: Joint Beam-Column, PBI 1971, Cyclic Load.
ANALISIS INVESTASI KAWASAN HIJAU PERUMAHAN BERDASARKAN GREENSHIP NEIGHBORHOOD V.1.0 (STUDI KASUS ISTANA KALIWATES REGENCY) Anik Ratnaningsih; Willy Kriswardhana; Hurrin Ufiantara
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.344

Abstract

Abstrak Kawasan perumahan merupakan solusi untuk menciptakan pemukiman yang lebih tertata di wilayah kota dan sekitarnya, namun memiliki tantangan berupa penggunaan energi dan air yang besar, pengelolaan kawasan, dan penyediaan fasilitas untuk penghuninya. Kawasan hijau dapat menjadi solusi untuk menjadikan kawasan perumahan berkelanjutan yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan memberi kemudahan bagi penghuninya. Penilaian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penilaian kawasan hijau yang didasarkan pada perangkat penilaian Greenship Neighborhood V.1.0 oleh GBCI. Perencanaan pekerjaan peningkatan kawasan hijau dan penyusunan cash flow dilakukan setelah melakukan penilaian kawasan. Cash flow digunakan untuk melakukan analisis investasi yang menggunakan metode Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Payback Period (PBP), dan Profit Ability Index (PI). Hasil dari penelitian menunjukkan Net Present Value sebesar Rp12.917.114.905,- Internal Rate of Return sebesar 28,34%, dan Profit Ability Index menunjukkan angka 1,592. Pengembalian modal yang dibutuhkan untuk mencapai Break Even Point adalah sebesar Rp73.184.818.841,-  dengan penjualan minimum 68 unit rumah tipe 43/72, 74 unit rumah tipe 45/72, 19 unit rumah tipe 90/120, dan 5 unit ruko sedangkan Payback Period menunjukkan pengembalian dalam waktu 2 tahun. Kata kunci: kawasan hijau, analisis investasi, perumahan   Abstract A residential area is a solution for creating organized settlements in the city, but have problems of large amounts of energy and water usage, area management, and facilities provided for its inhabitants. Green areas can be a solution to make sustainable residential areas that are environmentally friendly, energy-efficient, and provide convenience for their inhabitants. The assessment used in this study is the Greenship Neighborhood V.1.0 assessment tool by GBCI.  Green area improvement and cash flow are created after conducting the green area assessment. Cash flow is used to conduct investment analysis using methods of the Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break-Even Point (BEP), Payback Period (PBP), and Profit Ability Index (PI). The results of the study showed that the Net Present Value of Rp12,917,114,905, - the Internal Rate of Return of 28.34%, and the Profit Ability Index showed an index number of 1.592. The return on the capital needed to achieve the Break-Even Point is Rp73,184,818,841, with a minimum sales of 68 housing units of type 43/72, 74 housing units of type 45/72, 19 housing units of type 90/120, and 5 units of shophouses while Payback Period shows returns within 2 years. Keywords: green area, investmen analysis, housing
Analisis Plastis Jembatan Box Girder Dengan Penampang Single Box Yuslinda Yuslinda
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.349

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku plastis penampang single box girder dengan model bilinier dan strain hardening. Hal-hal yang dipelajari adalah hubungan momen-kelengkungan, momen plastis, panjang daerah inelastis dan faktor bentuk (shape factor). Jembatan yang dianalisis mempunyai panjang bentang 40 meter dan lebar 10 meter. Perencanaan penampang jembatan dilakukan dengan menggunakan bantuan program SAP 2000 versi 15, dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan dalam RSNI T-03-2005. Beban yang diperhitungkan adalah beban mati dan beban hidup saja dan didasarkan pada RSNI T-02-2005. Analisis dengan model bilinier, momen plastis (Mp) didapatkan sebesar 160 kNm. Untuk analisis dengan model strain hardening, momen plastis (Mps) sebesar 214 kNm. Kenaikan momen plastis akibat diperhitungkan strain hardening penampang single box, yaitu sebesar 25,3%. Kenaikan daerah inelastis akibat diperhitungkan strain hardening menjadi sekitar 4 kali daerah inelastis bila strain hardening tidak diperhitungkan. Akhirnya, dalam tulisan ini diperbandingkan hubungan momen-kelengkungan penampang single box baik menggunakan model bilinier maupun menggunakan model dengan strain hardening. Kata kunci: Single box, perilaku plastis, strain hardening, momen plastis, hubungan momen-kelengkungan Abstract The purpose of this study was to analyze the plastic behavior of a single box girder cross section with a linear and strain hardening model. The things learned are the relationship of moment-curvature, plastic moment, length of inelastic region and form factor (shape factor). The bridge analyzed has a span length of 40 meters and a width of 10 meters. Bridge cross section planning is done using the help of the SAP 2000 program version 15, following the procedures set out in RSNI T-03-2005. Expenses calculated are dead load and live load only and are based on RSNI T-02-2005. Analysis with a linear model, the plastic moment (Mp) obtained for 160 kNm. For analysis with the strain hardening model, the plastic moment (Mps) is 214 kNm. The increase in plastic moment due to calculated single-section cross-section hardening strains is equal to 25.3%. The increase in inelastic area due to hardening strain is calculated to be around 4 times the inelastic area if the hardening strain is not taken into account. Finally, in this paper the single-box cross-section cross-section relationship is compared, both using a linear model or using a strain hardening model. Keywords: Single box, plastic behavior, strain hardening, plastic moment, relationship of moment-curvature
STUDI EKSPERIMEN PERILAKU DINAMIK JEMBATAN PCI GIRDER DENGAN MENGGUNAKAN AKSELEROMETER Maizuar Maizuar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.353

Abstract

Abstrak Jembatan merupakan salah satu sarana infrastruktur transportasi penghubung yang penting. Dalam masa layan kerusakan struktur sebuah jembatan dipengaruhi oleh bermacam faktor beban dan kondisi lingkungan. Struktur jembatan yang sudah menua (ageing bridge) dan kenaikan beban lalu lintas adalah subjek yang harus dimonitor pada pemeliharaan jembatan. Dalam rangka pengukuran kapasitas struktur perlu dilakukan pengawasan rutin dan evaluasi integritas konstruksi sipil dengan menggunakan metode tanpa merusak benda uji (Non Destructive Testing Techniques). Metode ini dapat memberikan informasi tentang respon struktur jembatan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data percepatan dengan menggunakan akselerometer yang akan diolah untuk mendapatkan respon struktur berupa frekuensi alami dan lendutan yang terjadi pada tengah bentang jembatan. Selanjutnya dengan menggunakan software Geopsy diperoleh frekuensi alami sebesar 4,3256 Hz. Sedangkan lendutan diperoleh dengan menggunakan software DADiSP sebesar 0,43 cm pada pembebanan truk 28 ton dan lendutan sebesar 0,5 cm pada beban lalu lintas normal. Kata kunci: Akselerometer, frekuensi alami, jembatan, lendutan, perilaku dinamik Abstract Bridges are crucial transport infrastructure. In practice, structural damage of a bridge accumulates over its life-span caused mainly by loadings and environmental condition. Ageing bridge structures subject to increasing demand from heavy traffic loading is subject in monitoring and maintenance of bridges. Structural capacity and integrity of bridges need to be routinely monitored and evaluated using non dectructive testing (NDT) techniques. The NDT method could provide information on structural respond of bridges. This study investigates structural respond of a bridge (e.g., natural frequency and displacement) using accelerometer sensor. The results of study show that the natural frequency obtained using Geopsy software is 4,3256 Hz. Using DADiSP software, the displacement of the bridge is obtained 0,43 cm under design truck load of 28 ton and displacement of 0,5 cm under normal traffic condition. Keywords: Accelerometer, natural frequency, bridge, displacement, dynamic behaviour
STRUT AND TIE MODEL STRUKTUR BALOK TINGGI BERLUBANG Kamila Shaomi Nazila; Yulita Arni Priastiwi; Sukamta Sukamta
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.362

Abstract

Abstrak Mendesain suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon dibutuhkan perencanaan yang ekonomis tanpa mengurangi kekuatan dan keindahan dari bangunan tersebut. Balok tinggi berlubang dengan material struktur beton digunakan untuk menghindari terjadinya sistem utilitas pada suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon. Balok tinggi berlubang ini ditinjau menggunakan metode Strut and Tie Model (STM). Untuk mengatasi permasalahan yang ada biasanya para perencana merancang daerah D (Disturbed Region) dengan menggunakan konsep pendetailan berdasarkan aliran gaya, sehingga metode strut and tie merupakan pendekatan yang sesuai untuk menganalisis struktur beton di daerah D. Program analisa struktur digunakan untuk melakukan analisis gaya dalam berupa momen dan geser pada struktur beton balok tinggi berlubang. Hasil analisis yang diperoleh pada struktur beton balok tinggi berlubang yaitu bahwa semakin dekat lubang balok dengan tumpuan maka nilai tulangan lentur akan lebih tinggi dan semakin bertambah pula tulangan gesernya. Kata kunci: Balok Tinggi Berlubang, Daerah D, Metode Strut and Tie  Abstract Designing a high rise building without using a ceilings requires an economical plan without reducing the strength and the art of the building. The deep beam with holes, which have the structure of concrete materials is need to be used to avoid the utility system in a high rise building without ceilings. This deep beam with holes is reviewed by the Strut and Tie Model (STM) method. To solve the existing problems, planners usually design the D region (Disturbed Region) use the concept of detail based on the flow of force. So the strut and tie method is an appropriate method to analyze the structure of concrete at D region (Disturbed Region). The program of analysis structure is used to analyze the internal forces, which are Moment and Shear, in the deep beams with holes' structure. The result of the analysis in the  deep beam concrete with holes is the more position of the hole is close to its pedestal, the value of the Flexural reinforcement will be more increase, and teh Shear reinforcement will be higher too. Keywords: Deep Beam Hollow, D Region, Strut and Tie Model
STUDI KUAT LENTUR BETON DENGAN BAHAN TAMBAH SERAT ABAKA Yudi Pranoto; Lina Halim; Anung Sudibyo
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.364

Abstract

Abstrak Serat abaka merupakan serat yang awet dan lentur yang diambil dari pohon pisang. Serat ini masih sangat jarang dimanfaatkan, sementara di Indonesia serat abaka bisa ditemukan di mana mana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh serat abaka terhadap kuat lentur beton. Penelitian ini diawali dengan studi literature, pengujian material (Agregat halus, agregat kasar, semen dan serat abaka), mix design beton, pembuatan benda uji, perawatan dan dilanjutkan dengan pengujian kuat lentur beton serta terakhir dilakukan analisis hasil pengujian. Dari hasil pengujian didapatkan kuat lentur maksmum terjadi pada kadar serat abaka sebesar 0,6% dengan kuat lentur 3,75 MPa, sedangkan kuat lentur terkecil terjadi pada kadar serat abaka 0% dengan kuat lentur 3,34 MPa. Kata kunci: serat abaka, kuat lentur, mix deisgn  Abstract Abaca fiber is a durable and flexible fiber taken from the banana tree. This fiber is still very rarely used, while in Indonesian abaca fiber can be found everywhere. The purpose of this study was to determine the extent of the influence of abaca fiber on the flexural strength of concrete. This research begins with literature studies, material testing (fine aggregate, coarse aggregate, cement, and abaca fiber), concrete mix design, manufacture of test objects, curing, and continues with concretes flexural strength testing and finally an analysis of the test results. From the test results, it founded that the maximum flexural strength occurred at the abaca fiber content of 0.6% with a bending strength of 3.75 MPa, and the smallest flexural strength occurred at 0% abaca fiber content with a flexural strength of 3.34 MPa. Keywords: Abaka fiber, flexural strength, mix design

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 2 (2026): Teras Jurnal (September 2026) Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol. 9 No. 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol. 6 No. 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol. 5 No. 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol. 5 No. 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol. 4 No. 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol. 4 No. 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol. 3 No. 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol. 3 No. 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol. 2 No. 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol. 1 No. 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue