cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
EFEKTIVITAS MEDIA REISEN-DISC UNTUK KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN KELAS XII SMAN 1 TAMAN SIDOARJO HARUM MUSTIKA, DEVI
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan wawancara dengan guru SMAN 1 Taman Sidoarjo, siswa mengalami kesulitan belajar dalam keterampilan menulis bahasa Jerman, antara lain peserta didik tidak tepat dalam menempatkan posisi kata kerja pada kalimat. Oleh karena itu diperlukan media untuk membantu peserta didik dalam keterampilan menulis bahasa Jerman. Media yang disajikan disini adalah media Reisen-Disc, yaitu media pembelajaran bahasa Jerman bertemakan Reisen. Media ini memiliki dua sisi yaitu sisi depan dan sisi belakang, terdapat gambar dan kalimat Perfekt untuk memudahkan peserta didik menulis karangan bahasa Jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah efektifkah media Reisen-Disc untuk keterampilan menulis bahasa Jerman kelas XII SMAN 1 Taman Sidoarjo, sedangkan tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan efektivitas media Reisen-Disc dalam pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman SMAN 1 Taman Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis uji coba. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII IBB SMAN 1 Taman Sidoarjo. Data penelitian berupa jawaban yang diperoleh dari lembar angket yang telah diisi peserta didik. Ada 6 aspek yang digunakan dalam angket efektivitas media Reisen-Disc untuk keterampilan menulis bahasa Jerman dan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 dari 6 aspek pada angket tersebut adalah 1) motivasi, 2) minat, 3) perhatian, 4) intelegensi, dan 5) kesehatan jasmani didapatkan hasil jawaban yang positif. Sebaliknya pada salah satu aspek yaitu bakat didapatkan hasil jawaban yang negatif, karena sesuai teori yang ada terbukti bahwa bakat setiap orang berbeda-beda. Sehingga disimpulkan bahwa pada umumnya media Reisen-Disc efektif digunakan untuk pembelajaran keterampilan menulis bahasa Jerman dan dapat digunakan sebagai salah satu inovasi media pembelajaran untuk keterampilan menulis bahasa Jerman kelas XII SMA.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO BERBASIS APLIKASI POWTOON BELA FEBRIANA, MEIKE
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil keterampilan berbicara bahasa jerman peserta didik SMK Negeri 1 Tuban dianggap rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penggunaan media dalam pembelajaran bahkan tidak pernah menggunakan media pembelajaran. Pembelajaran hanya menggunakan buku sebagai sumber pembelajaran sehingga terkesan membosankan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan suatu media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran sangat penting karena dapat mempertinggi proses belajar siswa, sehingga dapat mempertinggi hasil belajar siswa. Untuk membuat media yang bervariatif, aplikasi powtoon menawarkan sebagai aplikasi pembuat video yang memiliki fitur animasi sangat menarik. Dengan demikian, media pembelajaran video berbasis aplikasi powtoon merupakan alat bantu proses pembelajaran untuk mempresentasikan atau menyampaikan materi yang berbentuk video yang lebih variatif, unik, dan menyenangkan yang dibuat menggunakan aplikasi powtoon. Sehingga rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah hasil belajar keterampilan berbicara siswa kelas XII TKJ 2 dengan media video berbasis aplikasi powtoon. Hasil belajar yang dimaksud diperoleh melalui tes dialog dengan tema Lebensmittel einkaufen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dari penelitian ini yaitu hasil belajar siswa kelas XII TKJ 2 SMK Negeri 1 Tuban sebelum dan sesudah siswa belajar menggunakan media pembelajaran video berbasis Aplikasi Powtoon. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama peserta didik diberikan tes dialog setelah menerima materi tanpa menerapkan media pembelajaran video berbasis aplikasi powtoon. Pertemuan kedua pembelajaran dilakukan dengan memberi materi dengan menggunakan aplikasi powtoon. Pada pertemuan ketiga dilakukan tes dialog kedua setelah menerima materi dengan menggunakan media pembelajaran video berbasi aplikasi powtoon. Nilai rata-rata kelas hasil belajar peserta didik pada tes 1 adalah 67,71 dan nilai rata-rata kelas pada tes 2 adalah 85,4. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar keterampilan berbicara peserta didik mengalami peningkatan setelah diberikan pembelajaran dengan menggunaan media pembelajaran video berbasis aplikasi powtoon. Kata Kunci: Hasil belajar, keterampilan berbicara, Powtoon
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN KELAS XII BAHASA SMAN 1 KRIAN NILAM PRAWATI, DESY
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbicara merupakan kemampuan seseorang untuk menyampaikan informasi secara lisan. Namun tidak semua orang mampu menyampaikan informasi secara lisan dengan baik. Dengan demikian perlu adanya model pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam keterampilan berbicara. Salah satunya adalah model pembelajaran Make A Match. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya keunggulan dari model pembelajaran Make A Match yaitu memudahkan siswa dalam berinteraksi dengan temannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran Make A Match efektif dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman kelas XII Bahasa di SMAN 1 Krian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas model pembelajaran Make A Match pada keterampilan berbicara bahasa Jerman kelas XII Bahasa SMAN 1 Krian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-29 November 2019, sebanyak dua kali dan diikuti oleh 35 siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian uji coba. Sumber data dalam penelitian ini adalah peseta didik kelas XII Bahasa SMAN 1 Krian. Sedangkan data yang digunakan pada panelitian ini didapat dari lembar observasi yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Lembar observasi yang diperoleh siswa rata-rata 88,75% termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil observasi setelah menggunakan model pembelajaran Make A Match dalam pembelajaran keterampilan berbicara terdapat adannya perubahan dari aktivitas belajar siswa, sehinngga siswa lebih aktif dan percaya diri dalam pembelajaran keterampilan berbicara. Kata Kunci: belajar efektif, Make A Match, keterampilan berbicara
ANALISIS BUTIR SOAL SUMATIF BAHASA JERMAN KELAS X SEMESTER 1 SMAN 1 MOJOSARI JANNATUL FIRDAUS, OKTAVIA
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tes sumatif bahasa Jerman bertujuan untuk mengukur penguasaan peserta didik terhadap materi pembelajaran bahasa Jerman selama satu semester. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengukur kesesuaian materi dengan tujuan pembelajaran selama satu semester, sehingga perlu adanya analisis butir soal sumatif. Dalam menganalisis butir soal diperlukan validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan distraktor. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kelayakan soal sumatif bahasa Jerman kelas X semester 1 di SMAN 1 Mojosari dilihat dari butir soalnya. Uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan ditraktor menggunakan Microsoft Excel. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis penelitian uji coba. Sumber data yang digunakan yaitu lembar jawaban siswa soal tes sumatif yang berjumlah 34. Sumber data yang digunakan yaitu kisi-kisi dan soal tes sumatif bahasa Jerman kelas X semester 1 yang berjumlah 40 soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 20 soal tersebut dinyatakan valid dan 20 soal lainnya dinyatakan tidak valid. Sehingga 50% soal tes sumatif bahasa Jerman kelas X semester1 SMAN 1 Mojosari dinyatakan valid. Sedangkan soal tes sumatif ini dikatakan mempunyai koefisien reliabilitas rendah karena memiliki nilai 0,256. Butir soal memiliki daya pembeda sangat buruk berjumlah 6, buruk 24, cukup 9, dan baik berjumlah 1. Berdasarkan perhitungan indeks kesukran butir soal yang tergolong mudah berjumlah 27, sedang 11, dan sukar berjumlah 2. Dari analisis distraktor banyak opsi jawaban yang dapat berfungsi dengan baik. Sehingga hasil analisis butir soal sumatif bahasa Jerman kelas X semester 1 berjumlah 18 soal yang layak dan 22 soal yang tidak layak. Kata kunci : Analisis butir soal sumatif, validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, distraktor.
UJI KELAYAKAN SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GASAL BAHASA JERMAN KELAS XI BAHASA SMAN 1 PURI MOJOKERTO NOVIA SAPUTRI, RIZKY
LATERNE Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian akhir semester Bahasa Jerman merupakan alat ukur terhadap peserta didik. Pengukuran perlu dilakukan untuk mengetahui keberhasilan suatu program pengajaran selama satu semester. Alat ukur atau tes yang baik memiliki validitas dan reliabilitas yang tinggi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan soal yang ditinjau dari validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan indeks daya beda. Soal tes yang diteliti dalam penelitian ini yaitu soal penilaian akhir semester gasal Bahasa Jerman kelas XI Bahasa SMAN 1 Puri Mojokerto tahun ajaran 2019/2020. Uji kelayakan soal dalam penelitian ini menggunakan Microsoft Excel 2016. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu soal penilaian akhir semester gasal Bahasa Jerman Kelas XI Bahasa SMAN 1 Puri Mojokerto yang berjumlah 50 soal pilihan ganda. Data penelitian yang digunakan yaitu lembar jawaban siswa yang berjumlah 26. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 25 soal dinyatakan layak dan 25 soal dinyatakan tidak layak. Sehingga kelayakan soal penilaian akhir semester gasal Bahasa Jerman kelas XI Bahasa SMAN 1 Puri Mojokerto sebesar 50%.
ANALISIS SOAL ULANGAN HARIAN SEMESTER GASAL KELAS XII BAHASA SMA SANTA MARIA SURABAYA TAHUN AJARAN 2018/2019 NOVIASARI, CITRA
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa jerman di SMA Santa Maria Surabaya diajarkan sebagai bahasa asing pilihan selain bahasa inggris. Sebagai mata pelajaran peminatan yang wajib dipelajari oleh jurusan bahasa, bahasa jerman dianggap lebih sulit dari bahasa lain oleh peserta didik. Oleh karena itu perlu diketahui seperti apakah keberminatan peserta didik terhadap pembelajaran bahasa jerman dengan melihat melalui kesesuaian tes ulangan harian semester gasal kelas XII bahasa SMA Santa Maria tahun pelajaran 2018/2019 dengan syarat-syarat tes uraian. Karena melalui kesesuaian soal ulangan harian semester gasal XII Bahasa SMA Santa Maria Surabaya dengan syarat-syarat tes uraian yang berpengaruh terhadap keberminatan dan motivasi peserta didik untuk mengikuti pembelajaran bahasa jerman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun data penelitian ini adalah tes ulangan harian semester gasal kelas XII bahasa dari sekolah tersebut. Hasilnya, secara keseluruhan tes telah sesuai dengan rambu-rambu penulisan tes oleh Hopkins, namun secara teoretik dari aspek materi, konstruksi dan bahasanya terdapat 4 syarat yang tidak terpenuhi dari total 50 syarat. Kata kunci : analisis, tes, syarat penulisan tes
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 1 MOJOSARI NADIYA, ELVA
LATERNE Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Keterampilan berbicara merupakan keterampilan bahasa yang cukup sulit dalam bahasa Jerman. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penerapan keterampilan berbicara dalam pembelajaran. Seperti halnya yang terjadi di SMAN 1 Mojosari. Oleh karena itu, di SMAN 1 membutuhkan model pembelajaran yang berbeda, seperti ?Kartu Arisan?. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe kartu arisan adalah salah satu pembelajaran kooperatif atau berkelompok, dimana peserta didik bekerjasama dalam kelompok untuk mendiskusikan kesesuaian jawaban. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ?Bagaimana hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Mojosari dalam pembelajaran keterampilan berbicara dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana hasil belajar peserta didik kelas XI SMAN 1 Mojosari dalam pembelajaran keterampilan berbicara dengan model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Adapun data penelitian ini yaitu berupa angket dan tes sebagai pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar untuk keterampilan berbicara bahasa jerman peserta didik kelas XI dengan Model Pembelajaran Tipe Kartu Arisan mengalami peningkatan. Pada pertemuan pertama rata-rata nilai peserta didik 74. Pertemuan kedua nilai rata-rata peserta didik 81. Pada pertemuan ketiga rata-rata nilai peserta didik 85. Melalui hasil angket lebih dari 50% menunjukkan respon positif dari peserta didik pada seluruh aspek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan dapat digunakan untuk keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kartu Arisan, Keterampilan BerbicaraAUSZUGSprechfertigkeit sind Kompetenzen, W?rtern zu äu?ern. Sprechfertigkeit hat auch andere Bedeutung, um die Ideen auszudr?cken. Sprechen ist eine der Sprachfertigkeit, das es schwierig auf Deutsch ist. Die Ursache des Problem in SMAN 1 Mojosari ist die Benutzung der Sprechfertigkeit noch knapp. Es braucht mehrere Zeit f?r den Sch?lern Sprechen zu ?ben. Deshalb braucht in SMAN 1 Mojosari noch variante Lernmodell, wie ?Kartu Arisan? zu benutzen. Lernmodell Kartu Arisan ist ein Lernmodell von Kooperativ. Im Praxis sollen den Sch?lern Gruppenarbeit. Das Problem dieser Untersuchung ist, Wie ist die Lernergebnisse der Sprechfertigkeit der Schülern Klasse XI mit ?Kartu Arisan? Lernmodell. Das Ziel dieser Untersuchung ist es, die Lernergebnisse der Sprechfertigkeit der Schüler Klasse XI mit Lernmodell ?Kartu Arisan? zu wissen. Die Methode der Untersuchung ist qualitativ. Die Daten dieser Untersuchung werden durch die Ergebnisse der Fragebogenanalyse und der Test bekommen. Die Ergebnisse zeigen, dass die Lernergebnisse der Sprecfertigkeit der Schüler der Klasse XI mit Lernmodell Kartu Arisan zugenommen hat. Die Daten bekommen aus die Noten den Sch?lern im ersten Treffen 74. Im zweiten Treffen bekommen den Sch?lern die Noten 81. Im dritten Treffen bekommen den Sch?lern die Noten 85. Durch die Fragebogenergebnisse zeigen mehr als 50% positive Antworten von Sch?lern in allen Aspekten. Das bedeutet, dass die Lernmodell Kartu Arisan verwendet werden kann, um die Lernergebnisse von der Schülern Klasse XI. Schlüsselwörte: Lernmodell Kartu Arisan, Sprechfertigkeiten
ANALISIS LATIHAN KETERAMPILAN MENULIS DALAM BUKU DEUTSCH DER ZWEITE KONTAKT SEMESTER 1 TEMA FAMILIE SEBAGAI LATIHAN TAMBAHAN HANIFAH,
LATERNE Vol 5, No 1 (2016): Laterne-VOL V No 1-Februari 2016
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menulis merupakan kemampuan yang menuntut sejumlah pengetahuan dan keterampilan serta pekerjaan yang memerlukan latihan terus-menerus. Buku Deutsch der zweite Kontakt dibuat berdasarkan kurikulum 2013 dengan tujuan agar siswa dapat memahami, mengembangkan kreativitas, baik secara individu maupun kelompok dan dapat mengaplikasikan dengan mudah melalui wacana dan latihan-latihan dalam setiap babnya. Dalam hal ini, peneliti memfokuskan pada latihan-latihan keterampilan Menulis yang terdapat dalam buku Deutsch der zweite Kontakt agar dapat dijadikan sebagai latihan menulis. Oleh sebab itu sebelum menggunakan soal-soal latihan dalam buku ini, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui apakah latihan-latihan yang ada sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Jerman kelas XI semester I dengan tema Kehidupan Keluarga dan apakah sesuai dengan jenis latihan menulis Bern Kast. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif Deskriptif dan menganalisis data dengan teknik analisis dokumen berdasarkan kurikulum 2013 dan teori pengelompokkan jenis-jenis latihan keterampilan menulis Bern Kast. Dari hasil analisis diperoleh 8 latihan (L1Ü6, L1Ü16, L1Ü17, L2Ü10, L2Ü11, L2Ü13, L2Ü16, L2P) sesuai kurikulum 2013. Dan tidak semua latihan yang sesuai dengan kompetensi keterampilan menulis kurikulum 2013 tergolong ke dalam jenis latihan Bern Kast, hanya latihan  L1Ü6, L1Ü17, L2Ü11, L2Ü13, L2P yang tergolong kedalam jenis dan kategori latihan menulis Bern Kast. Yaitu : 3 latihan termasuk  jenis latihan Kreatives und freies Schreiben pada sub kategori Schreibanst?βe dan begriffliches Denken, dan 2 latihan termasuk ke dalam jenis latihan Komminikatives, auf reale Kommunikationnen bezogenes Schreiben pada sub kategori Briefe schreiben mit Hilfe von Vorgaben dan Zwischen Banalit?t und Fiksionalit?t.   Kata kunci : Latihan Menulis, Kurikulum 2013, Deutsch der zweite Kontakt
VIDEO “NEU IN BERLIN-DIE ERSTE BEGEGNUNG” SEBAGAI MATERI AJAR TAMBAHAN UNTUK PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA JERMAN SISWA SMA BELA RIMBA, BADAI
LATERNE Vol 5, No 1 (2016): Laterne-VOL V No 1-Februari 2016
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Listening is one of language skill which is learnt in the tenth grade of senior high school. In proccess, it is need to use an effective media to reach the purpose of learning. Audio visual like video is being one alternatif  media. Video entitled ,neu in berlin die erste begegnung form www.lingorilla is being the choice. Problems of the study  for this research is : 1. Can the “Neu in Berlin-Die erste Begegnung” be used as additional material in part listening of german subject for the tenth grade senior high school in the first semester?  The purpose of this research is to describe the analyze of “Neu in Berlin-Die erste Begegnung”  video as additional material in part listening of german subject for the tenth grade senior high school in the first semester. This research use qualitative method with documentation technique.                 The analysis shown that the video is suitable with 6 criterias to choosing audio visual learning material. (1). The relevancy between material and students competence.The dialogue in the video is suitable with thqe participants which is consist of prasen, personal pronomen, frageworter and wortschatz.(2). Suitablility of basic competence.In video there are some dialogues which is suitable withbasic competence for the participants. The dialogues are about the way to understand and to ask a fact, feel and attitude, and order n offer something which has connection with identity.(3). It's packed in interesting story.The story in the video is played by germany and it's same with daily activities in german, so the students can understand how the german having communication everyday. It can be an example to introduce itself using germany.(4). The truth of material. This video comes from lingorilla sitewhich can be accessed from all the world so the truth can be responsible. (5). The màximal duration is 20 minute. The video's duration is 2:35, it's clear, brief and not too long. (6). It is suitable with the theme. This video tells about how to introduce itself, it includes in personal identity. Based on the result, it can be concluded. That “ Neu in Berlin-Die erste Begegnung” video can be used as additional materials in listening part for german subject in the first semester students in tenth grade of Senior High School.   Keywords : Video, Additional Material, Listening session
PENGEMBANGAN MEDIA PUZZLE GAMBAR SERI UNTUK KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA BAHASA JERMAN SISWA KELAS XII SMA ROSATI, MUFIKA
LATERNE Vol 5, No 1 (2016): Laterne-VOL V No 1-Februari 2016
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In German classes, students need a learning medium, especially in writing. Puzzle picture story is a medium thatcan be used in German learning. Based on NEEDS questionnaire, which were provided in the XII SMAN 13 Surabaya class, there are 55.17% students who have difficulty in writing. And there are 62.07% of students who are interested in learning media. Also a learning medium is needed. The media can help the students to help the writting skills. This study has the formulation of the problem: "What is the development process of the puzzle picture story for the skill of writing simple essay the student class XII SMA ?. The aim of this study is describing the development process of learning medium "Puzzle Picture Story" for the skill of writing simple essay in German classes Class XII SMA. This study have 6 steps, based on the theories of Sadiman Arif. The steps are (1) identifying the needs of students; (2) Formulation of targets; (3) formulation of the material; (4) formulation of success measurement tools; (5) the formulation of media texts; (6) validation. The results of this study are: (1) Validate media experts assessed to 90.63% with the evaluation criteria "very strong". (2) and the validation from the materien expert shows that 88.63% of the evaluation criteria "very strong". In concluded, it can be written that the media puzzle developed picture story feasible for simple essay writing German university class to use XII. Keywords : media, puzzle picture story, writing skills.

Page 2 of 18 | Total Record : 180