cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
SATZFEHLERANALYSE DER SCHÜLER KLASSE XI IBB IN SMA NEGERI 3 SIDOARJO AYU PURNAMA, KAMELIA
LATERNE Vol 5, No 3 (2016): Laterne-VOL V No 3-Agustus 2016
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

               Das Erlenen der deutschen Sprache kann nicht von einigen der Sprachkenntnisse, die im Unterricht vermittelt werden sollten, von denen der eine Schreibfertigkeit. Schreiben ist Einwicklungprozess. Um zu schreiben braucht man Erfahrung, Zeit, Gelegenheit, und Übungen (Tarigan, 1983 : 8). Schreibfertigkeit kommen nicht automatisch, sondern durch viele regelmäβige übungen und Praxis. Nach der Beobachtung meines Lehrpraktikums machen viele Schüler noch Fehler in der Erstellung eines Satz es. Um die Fehler morphologisch und syntaksisch zu minimalisieren, bearbeitet untersuchung alle Fehler, die häufig beim Sätze schreiben auf fauchen die Ursache des Fehlers.                J.D. Parera ( 1997 : 145 ) auch besprochen, die schritte der Fehleranalyse sind, die Datensammlung, Fehler identifizierung, Fehler klassifizierung, Fehler Beschreibung.                Basierend auf der Untersuchung kann man folgendes zusammenfassen, die morphologische Fehler sind. Die Umsetzung vom dem Artikel, possessivpronomen, akkusativ, präposition, konjunktionen, und die syntaksische Fehler sind die verbpositionen. Die andere Ergebnisse dieser Untersuchung sind die Ursache der Fehler. Sind sie Interlinguale Faktor oder Interferenz von Muttersprache und Intralinguale Faktor oder Entwicklungsfehler. Das Schlüsselwort : FehlerAnalyse, Schreibfertigkeit, Grammatik, Fehler Ursache.
DIE ANWENDUNG DER GROUP INVESTIGATION IM LESEVERSTEHEN VON SPRACHKLASSE XI SMA NEGERI 1 KRIAN FITRIA RIMADHANI, FEFRI
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap manusia terutama bagi seorang pelajar. Membaca pemahaman adalah proses membaca untuk mencari ide pokok dan gagasan dalam suatu teks bacaan. Membaca pemahaman dalam bahasa jerman cukup sulit dilakukan oleh siswa. Hal ini dilalami siswa kelas XI Bahasa SMAN 1 Krian. Meskipun siswa kelas XI Bahasa SMAN 1 Krian mempunyai kemampuan bahasa jerman yang cukup baik. Namun siswa kelas XI Bahasa SMAN 1 Krian kurang dapat memahami maksud dan ide pokok dalam suatu bacaan. Membaca pemahaman pada siswa akan lebih mudah dilakukan ketika ada sebuah metode yang cocok dan dapat menunjang pembelajaran siswa. Salah satunya dengan membuat siswa terlibat aktif  dalam proses belajar misalnya dengan belajar berkelompok yaitu dengan menggunakan metode Grup Investigation. Metode juga ini sangat sesuai bila diterapkan pada siswa dengan kemampuan yang cukup baik dalam pembelajaran bahasa jerman karena metode ini membuat siswa aktif dalam belajar dengan guru bantuan sebagai fasilitator.  Sesuai dengan hal tersebut, pada penelitian ini sudah diteliti bagaimana proses pembelajaran metode Group Investigation diterapkan pada keterampilan membaca pemahaman siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Krian. Data utama penelitian ini diambil dari hasil observasi, angket dan hasil belajar siswa sebagai data pendukung. Data yang diperoleh tersebut kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan. Dari hasil observasi, siswa mengikuti proses pembelajaran dengan metode Group Investigasi dengan cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan skor hasil dari observasi yang cukup baik. Kemudian dari hasil angket banyak siswa menuturkan, bahwa dengan menggunakan metode ini siswa dapat lebih memahami bacaan dan juga lebih aktif dalam pembelajaran. Dari hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa metode Group Investigation dapat diterapkan pada keterampilan membaca pemahaman pada kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Krian. Kata kunci : Membaca Pemahaman, Metode Group Investigation
PENGEMBANGAN MODUL BAHASA JERMAN TEMA KEHIDUPAN SEHARI – HARI UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER 2 SEBAGAI BAHAN AJAR TAMBAHAN UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA BRATASARI, LAILY
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai pengembangan bahan ajar dengan judul “Pengembangan Modul Bahasa Jerman Tema Kehidupan Sehari – hari Untuk SMA Kelas XI Semester 2 Sebagai Bahan Ajar Tambahan Untuk Keterampilan Membaca” ini dilatarbelakangi mata pelajaran bahasa Jerman termasuk dalam kelompok pilihan peminatan, baik peminatan kelompok mata pelajaran, maupun peminatan mata pelajaran (lintas minat). Sehingga, kapasitas peserta didik dalam belajar bahasa Jerman sangatlah terbatas. Selain itu, masih sedikit bahan ajar untuk mata pelajaran bahasa jerman yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu kurikulum 2013. Hal tersebut dibuktikan melalui perolehan data angket kebutuhan siswa dengan presentase 100% peserta didik tidak memiliki buku bahasa jerman. Dengan adanya permasalahan tersebut perlu adanya suatu fasilitas berupa bahan ajar yang bisa digunakan peserta didik untuk belajar bahasa Jerman secara mandiri, sehingga kapanpun dan dimanapun peserta didik dapat mempelajari bahasa jerman. Fasilitas yang dapat dikembangkan agar peserta didik dapat belajar bahasa Jerman secara mandiri yaitu Modul Bahasa Jerman yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu kurikulum 2013. Modul bahasa jerman dalam penelitian ini dikembangkan sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca. Keterampilan membaca dipilih karena melalui perolehan data angket kebutuhan siswa diketahui bahwa 85% siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks bahasa jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan modul bahasa jerman tema kehidupan sehari – hari untuk SMA kelas XI semester 2 sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan modul bahasa jerman dengan tema kehidupan sehari – hari untuk SMA kelas XI semester 2 sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Acuan model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4-D Thiagarajan, terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Namun, sesuai dengan kebutuhan penelitian, maka penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan (develop). Pengembangan modul diuraiakan pada tahap – tahap sebagai berikut. 1) Setelah melakukan analisis kebutuhan, menyusun, dan merancang modul (draf 1) dilakukan proses validasi modul berdasarkan validitas isi dan validitas konstruk oleh 4 validator, kemudian diperoleh penilaian untuk mengukur kelayakan modul dengan presentase 85% dengan kategori sangat layak. (2 ) hasil validasi, komentar, dan saran perbaikan dari para validator dijadikan acuan untuk menyempurnakan modul (draf 2). (3) Selanjutnya, modul (draf 2) diujicobakan kepada 13 siswa kelas XI SMAN 6 Surabaya, sehingga mendapatkan tanggapan dari siswa untuk mengukur keefektifan modul dengan presentase 90% yang tergolong pada kriteria sangat efektif. Hasil data tanggapan siswa digunakan untuk menyempurnakan modul (draf 3) dan sebagai bahan untuk penulisan laporan akhir. Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Bahasa Jerman, Keterampilan Membaca.
PENERAPAN MEDIA PERMAINAN BUCHSTABENDIKTAT DALAM KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI SMAN 13 SURABAYA TAY, VINSENSIUS
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses belajar dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman siswa kelas XI SMAN 13 Surabaya dengan menggunakan media permainan Buchstabendiktat. Judul ini dipilih atas dasar masalah yang dihadapi siswa dalam berbicara bahasa Jerman. Media permainan Buchstabendiktat adalah media pembelajaran kosakata melalui permainan yang dapat diterapkan kedalam empat keterampilan berbahasa. Rumusan masalah penelitian ini adalah “Bagaimana proses penerapan media permainan Buchstabendiktat dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman di kelas XI SMAN 13 Surabaya?”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses penerapan media permainan Buchstabendiktat dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman di kelas XI SMAN 13 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan (Observasi) aktivitas belajar siswa. Penelitian dilakukan sejak tanggal 04 Agustus 2016 sampai 12 Agustus 2016 di SMAN 13 Surabaya selama 4 kali pertemuan dan diikuti oleh 38 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa media permainan Buchstabendiktat efektif diterapkan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman. Hasil penerapan media permainan Buchstabendiktat adalah : Siswa menjadi berani dan antusias untuk berbicara. Antusias siswa untuk berbicara dipengaruhi juga karena bertambahnya perbendaharaan kosakata yang dikuasai siswa melalui permainan Buchstabendiktat ini. Melalui permainan ini siswa menjadi lebih bersemangat dalam proses belajar di kelas khususnya dalam keterampilan berbicara bahasa Jerman. Dengan demikian, permainan ini menjadikan proses belajar mengajar bahasa Jerman menjadi tidak monoton dan membosankan.
PENGGUNAAN MEDIA PETAK UMPET KOSAKATA DALAM PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN SISWA KELAS X BAHASA MAN BANGKALAN USMAN, ANNISA
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kosakata merupakan salah satu unsur penting dalam mempelajari bahasa asing. Seorang pembelajar bahasa asing dapat memperoleh kemahiran berkomunikasi apabila menguasai kosakata. Salah satu cara yang dapat membantu siswa dalam penguasaan kosakata bahasa jerman adalah dengan menambahkan media pembelajaran. Dengan menggunakan media maka proses belajar mengajar menjadi menyenangkan dan siswa akan antusias dalam belajar bahasa jerman sehingga siswa akan cepat menghafal kosakata bahasa jerman.. Dari pernyataan di atas maka judul penelitiannya adalah penggunaan media Petak Umpet Kosa Kata dalam penguasaan kosakata bahasa jerman siswa kelas X Bahasa MAN Bangkalan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana penggunaan media Petak Umpet Kosa Kata dalam penguasaan kosakata bahasa jerman siswa kelas X Bahasa MAN Bangkalan? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media Petak Umpet Kosakata dalam penguasaan kosakata bahasa jerman siswa kelas X Bahasa MAN Bangkalan. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Bahasa MAN Bangkalan. Data dalam penelitian ini adalah data dari penggunaan Media Petak Umpet Kosakata terhadap penguasaan kosakata bahasa jerman siswa kelas X Bahasa MAN Bangkalan, yang berupa lembar observasi penggunaan media petak umpet kosakata yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian selama empat kali. Hasil observasi menggunakan media petak umpet kosakata menunjukkan 93,75% siswa dapat menghafal kosakata yang diajarkan sehingga dapat dikatakan bahwa media petak umpet kosakata memberi pengaruh positif dalam menguasai kosakata bahasa jerman yakni siswa lebih aktif dan cepat menghafal kosakata bahasa jerman serta siswa antusias dalam belajar bahasa jerman. Kata kunci : media, petak umpet kosakata, kosakata
ANALISIS BUKU AJAR “MENSCHEN” SEBAGAI LATIHAN TAMBAHAN PEMBELAJARAN MENULIS BAHASA JERMAN UNTUK SMA KELAS X SEMESTER 1 NUR KURNIYAH, ARUM
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku ajar adalah salah satu sarana yang menunjang proses pembelajaran bahasa jerman dikelas. Buku ajar yang dipilih harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan, agar menunjang keberhasilan peserta didik dalam proses belajar mengajar yang lebih baik. Oleh karena itu, menganalisis buku ajar  sangat dibutuhkan untuk mengetahui kualitas buku ajar yang digunakan. Sehingga judul penelitian ini adalah Analisis buku ajar “MENSCHEN” sebagai latihan tambahan pembelajaran menulis bahasa jerman untuk SMA kelas X. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “ Apakah latihan keterampilan menulis dalam buku “MENSCHEN” sesuai dengan jenis – jenis latihan menulis Bern Kast dan materi Kurikulum 2013 SMA kelas X? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian latihan keterampilan menulis pada buku “MENSCHEN” dengan materi kurikulum 2013 SMA X Semester 1. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode dokumentasi. Sumber data diperoleh dari buku Menschen yang ditulis oleh Heuber dan website yang memuat penilaian soal – soal untuk keterampilan menulis bahasa jerman. Data penelitian adalah data yang diperoleh dikonfirmasikan dengan teori – teori berdasarkan dengan kesesuaian dan standart penilaian. Kurikulum 2013 dijadikan sebagai acuan untuk membuat indikator – indikator dalam membuat kriteria penilaian. Hasil penelitian  menunjukkan  bahwa terdapat 8 latihan dalam buku Menschen, yakni latihan L1Ü9, T Ü3, T Ü5, LN Ü2, L2 Ü5, L2 Ü12B, T Ü2 dan LN Ü2 telah sesuai dengan materi dan indikator keterampilan menulis kurikulum 2013. Namun hanya latihan L1 Ü3, L1 Ü9, T Ü3, T Ü5, LN Ü2, L2 Ü12B, dan T Ü2 yang tergolong dalam tingkatan jenis dan kategori latihan menulis menurut Bern Kast. Latihan tersebut tergolong ke dalam 6 latihan termasuk tingkat jenis Kreatives und freies Schreiben dan 1 latihan tingkat jenis strukturiende Übungen: Gesteuerte Textproduktion, dan 1 latihan tingkat jenis Struktriende Übungen. Kata kunci :  buku ajar, keterampilan menulis, kurikulum 2013
ANALISIS LATIHAN BUKU AJAR DEUTSCH IST EINFACH 2A UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER 1 RETNO PALUPI, CICIN
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sebuah proses pembelajaran Bahasa Jerman diperlukan buku ajar, karena menurut Bacon (Tarigan, 1986:11) buku teks atau buku ajar adalah buku yang dirancang untuk digunakan di kelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau para ahli dalam bidang itu dan diperlengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang sesuai dan serasi. Buku ajar Deutsch ist einfach 2A dibuat  dengan tujuan untuk membantu siswa melatih keterampilan membaca dan menulis Bahasa Jerman. Namun sebelum menjadikan buku ini sebagai bahan latihan tambahan, perlu dilakukan analisis agar dapat diketahui apakah buku ini sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Jerman untuk kelas XI semester gasal yang mempelajari tema kehidupan keluarga (die Familie). Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Bagaimanakah analisis konten pada latihan buku ajar Deutsch ist Einfach 2A?. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode teori pengelompokkan jenis-jenis keterampilan membaca  yang dirumuskan oleh Doye dan jenis-jenis keterampilan menulis yang dirumuskan oleh Bern Kast. Sumber data diperoleh dari buku ajar Deutsch ist Einfach 2A milik Kasim. Penelitian ini juga menggunakan teori kurikulum 2013.                    Analisis data pada penelitian ini untuk keterampilan membaca menghasilkan: 1) 1 latihan Bild und Schriftliche Äußerungen dazu, 2) 1 latihan Schriftlicher Text und Tabelle dazu, 3) 3 latihan Einleitender Satz oder Satzteil mit mehreren Erganzungen dazu, 4) 2 latihan Einleitender Satz oder Satzteil mit mehreren Erganzungen zur Auswahl, 5) 4 latihan Schriftlicher Text, 6) 1 latihan Schriftlicher Text und Bilder, 7) 1 latihan Schriftlicher Text und Schriftliche Äußerungen, dan 8) 1 latihan Fragen und Antworten. Untuk keterampilan menulis, analisis data menghasilkan: 1) 1 latihan Vorbereitende Übungen : Worter in Ideenetze, 2) 3 latihan Aufbauende Übungen : Worter werden S?tze, werden Texte, 3) 3 latihan Rechtschreibung und Zeichensetzung, 4) 1 latihan Personalbeschreibung, 5) 3 latihan Texterg?nzungen dan 6) 1 latihan Strukturiende Übungen. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebanyak 14 latihan membaca dan menulis pada buku ajar Deutsch ist Einfach 2A sesuai dengan materi pembelajaran die Familie yang ada di Kurikulum 2013.   Kata Kunci : buku ajar, keterampilan membaca, keterampilan menulis
ANALISIS KESALAHAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 2 SIDOARJO ALIFANI FITRIANTO, MOCH.
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jerman merupakan salah satu bahasa asing yang tentunya memiliki aturan atau pedoman yang harus ditaati oleh siswa. Dalam menguasai bahasa Jerman setidaknya siswa harus menguasai keempat keterampilan dasar yang saling berkaitan  yaitu berbicara, membaca, menulis dan mendengar. Berdasar hasil observasi yang dilakukan, keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan yang cukup sulit untuk dikuasai oleh siswa. Hal ini  bisa dilihat dari seringnya terjadi kesalahan-keslahan yang dilakukan oleh siswa dalam membuat sebuah kalimat. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk menganalisis kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa dalam menulis sebuah karangan sederhana. Melalui penelitian ini dapat dilihat kesalahan apa saja yang dilakukan oleh siswa dalam membuat sebuah tulisan karangan sederhana (deskripsi), yang merupakan sebuah karangan yang  hanya menggunakan kalimat dan bahasa yang sangat sederhana sehingga karangannya pendek. Kesalahan yang bisa didapat dari data hasil penelitian ini yaitu kesalahan Ortografi, kesalahan Morfologi dan kesalahan Sintaksis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dari penelitian diperoleh dari karangan siswa kelas XI IPS 2 SMAN 2 Sidoarjo dengan menggunakan  instrumen tes dengan materi pelajaran tentang keluarga (die Familie). Dari hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan kesalahan yang sering terjadi diantaranya  pada kesalahan Ortografi terdapat  kesalahan penulisan Tanda Umlaut seperti pada kata erzählt dan Brüder , penulisan huruf kapital pada kata benda dan juga penulisan tanda baca yang masih belum sesuai dengan aturan bahasa Jerman yang berlaku, kemudian  pada bidang Morfologi terdapat kesalahan pada pendeklinasian artikel  kata benda seperti pada artikel der dan juga pengkonjugasian kata kerja seperti pata kata haben, dan pada kesalahan sintaksis terdapat kesalahan tata letak kata kerja seperti kalimat yang memiliki dua kata kerja yang diletakkan secara berurutan contohnya pada kata sind dan ist yang diletakkan secara berurutan. Kata kunci : analisis, karangan sederhana
MENULIS PARAGRAF DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK WORD FLOW SARI, NURMALA
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis dalam bahasa asing merupakan keterampilan yang paling sulit dalam pembelajaran. Siswa di SMA Negeri 1 Krian seringkali memiliki kesulitan menemukan ide untuk menulis, terutama dalam menulis karangan deskripsi. Oleh karena itu, pengajar sebagai salah satu komponen sentral dalam proses belajar mengajar harus kreatif dan inovatif. Untuk membantu siswa, maka salah satu teknik pembelajaran yang dapat diterapkan yaitu teknik pembelajaran word flow. Teknik pembelajaran ini diterapkan, karena menuntut semua siswa dalam kelompok untuk menuliskan idenya secara bergiliran. Kemudian kumpulan ide-ide dikembangkan untuk membuat sebuah karangan deskripsi, sehingga teknik pembelajaran ini dapat membantu siswa mengatasi kesulitannya.Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penerapan teknik pembelajaran word flow dalam menulis paragraf siswa kelas XII SMA NEGRI 1 Krian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas XII Bahasa SMA Negeri 1 Krian dengan jumlah 22 siswi. Data penelitian ini diperoleh melalui hasil analisis lembar observasi, tes sebagai pendukung dan angket yang diterapkan selama empat kali pertemuan.                   Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembelajaran word flowtelah diterapkan dengan baik dan sesuai dengan prosedur. Hasil observasi menunjukkan bahwa dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan  perolehan skor  hasil pengamatan lembar observasi. Dalam pertemuan pertama hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa siswa mendapatjumlah skor 62. Dengan prosentase 86,1%. Pertemuan kedua hasil observasi aktivitas siswa menunjukkan bahwa skor yang didapatialah63 dengan prosentase 87,5%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dari pertemuan pertama. Adapun hasil observasi pertemuan ketiga ialah siswa mendapatkan skor sebanyak 68 dengan prosentase 94,4%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pesat dari pertemuan sebelumnya dikarenakan siswa sudah mulai terbiasa dengan teknik word flow. Hasil observasi pertemuan keempat didapat bahwa siswa skor sebanyak 71. Hasil prosentase maksimum pada pertemuan keempat ialah sebanyak 98,61%. Maka dapat disimpulkan bahwa teknik pembelajaran word flowdapat digunakan sebagai alternatif dalam bahasaJerman, terutama dalam pembelajaran menulis. Kata Kunci:Teknik Pembelajaran word flow, Keterampilan Menulis. 
PENERAPAN MEDIA GAMBAR  DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA KELAS XI SMA NEGERI 3 LAMONGAN YANTI PEWALI, YUNITA
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci : Media  Gambar, Pembelajaran Kosakata                 Dalam proses pembelajaran Bahasa Jerman, siswa sering merasa takut untuk melakukan kesalahan. Hal ini membuat siswa masih kesulitan dalam pembelajaran kosakata dan mengemukakan pendapat dalam Bahasa Jerman, sehingga rendahnya perbendaharaan  kosakata Bahasa jerman siswa. Oleh karena itu, pengajaran Bahasa asing khususnya Bahasa Jerman akan lebih bermakna bila menggunakan suatu strategi pembelajaran yang efektif. Salah satu strategi pembelajaran untuk pembelajaran kosakata bahasa Jerman adalah Media Gambar. Penerapan Media Gambar dapat melibatkan seluruh siswa untuk berpartisipasi. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk menambah kosakata dalam bahasa jerman dengan  bekerja sama dalam grup. Rumusan masalah penelitian ini adalah, ”Bagaimana proses penerapan  media Gambar dalam pembelajaran kosakata siswa kelas XI SMAN 3 Lamongan?”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media Gambar dalam pembelajaran kosa kata Bahasa Jerman kelas XI SMAN 3 Lamongan.                 Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan (observasi), dokumentasi dan tes untuk menunjang penerapan Media Gambar. Penelitian dilakukan sejak tanggal 09-18 Mei 2016 sebanyak empat kali tatap muka dan diikuti oleh 30 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media gambar efektif diterapkan dalam pembelajaran kosakata bahasaJerman. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan penerapan media gambar yang ditunjukkan dengan meningkatnya hasil tes pembelajaran kosakata Bahasa Jerman. Selain itu besarnya perhatian dari siswa SMAN 3 Lamongan dengan penerapan media Gambar.

Page 7 of 18 | Total Record : 180