cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
LATERNE
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY PADA KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN SEDERHANA BAHASA JERMAN KELAS XI SMAN 11 SURABAYA ARDIYANTO, TRI
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Bahasa Jerman memiliki 2 sifat, yaitu reseptif dan produktif. Kemampuan reseptif terdapat pada ketrampilan menyimak dan membaca, sedangkan kemampuan produktif terdapat pada ketrampilan berbicara dan menulis. Kemampuan produktif pada ketrampilan menulis siswa kelas XI IPS 3 SMAN 11 Surabaya sering kali menjadi penghambat bagi siswa untuk berpikir secara kreatif dalam menuangkan ide untuk menulis. Oleh karena itu, diperlukan proses pembelajaran kreatif, inovatif dan kooperatif bagi untuk membantu pembelajaran menulis karangan sederhana dalam Bahasa Jerman. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode kooperatif Two Stay Two Stray. Metode inidapatmembantu siswa dalam menulis karangan sederhana. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimana proses penerapanmetode pembelajaran kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dalam ketrampilan menulis Bahasa Jerman siswa kelas XI SMAN 11 Surabaya ?” Tujuan penelitian adalah “Untuk mengetahui proses penerapan metode kooperatif Two Stay Two Stray. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data yang diperoleh dari siswa-siswi kelas XI SMAN 11 Surabaya. Hasil observasi penelitian menunjukkan bahwa siswa semakin aktif selama proses pembelajaran berlangsung dengan hasil akhir nilai 85,7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwametode Two Stay Two Stray dapat digunakan untuk pembelajaran bahasa Jerman. Kata Kunci : Ketrampilan Menulis, Karangan Sederhana, Metode Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray.
PENERAPAN MEDIA FOTO BERWARNA UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA JERMAN SISWA KELAS X MIPA 4 SMAN 1 GEDANGAN SERNA HIBUR, YOLINDA
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata kunci                            : Media Foto Berwarna, Kosakata Bahasa merupakan  alat  mengungkapkan makna yang diwujudkan melalui tata bahasa dan kosakata . Kosakata   merupakan   hal   dasar   dan   penunjang   untuk   dapat   terampil berbahasa  Jerman,seperti terampil  dalam  menyimak,  membaca,  menulis, dan berbicara. Namun  kenyataannya  dalam proses pembelajaran, penguasaan kosakata bahasa Jerman peserta didik  masih sangat rendah. Oleh karena itu diperlukan cara yang efektif  untuk memperkaya kosakata peserta didik. Salah satunya adalah dengan menerapkan media foto berwarna. Foto adalah gambar diam yang dihasilkan oleh  kamera yang  merekam suatu objek atau  kejadian atau keadaan pada suatu waktu tertentu. Media foto mempunyai fungsi dapat membangkitkan motivasi dan minat siswa serta mengembangkan kemampuan  berbahasa siswa khususnya dalam penguasaan kosakata Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan media foto berwarna dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa jerman siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Gedangan.” Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses penerapan media foto berwarna dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa jerman siswa kelas X MIPA 4 SMAN 1 Gedangan. Jenis penelitian ini berupa deskriptif  kualitatif . Penelitian dilaksanakan selama 5 kali tatap muka. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi dan angket. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa ketika menggunakan media foto berwarna. Angket digunakan untuk mengetahui respon siswa setelah  penerapan media foto berwarna dalam  pembelajaran  kosakata  bahasa  Jerman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media foto berwarna dapat  meningkatkan penguasaan kosakata peserta didik . Hal ini terbukti dengan meningkatnya  keaktifan peserta didik. Pada lembar observasi pertama ,hasil penilaian observasi  guru bahasa jerman menunjukkan presentase sebanyak 80 % ,lembar observasi kedua 90% dan lembar observasi ketiga sebanyak 95%.   Selain keberhasilan produk tersebut, respon siswa terhadap media foto berwarna untuk pembelajaran kosakata juga baik dan positif .  Kesimpulannya penelitian ini adalah   pembelajaran dengan menerapkan  Media Foto dapat  meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Jerman peserta didik kelas X MIPA 4 SMAN 1 Gedangan.
PENERAPAN TEKNIK SKEMA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA BAHASA JERMAN SISWA KELAS X ILMU BAHASA DAN BUDAYA SMA NEGERI 3 SIDOARJO M. GAMUNG, YOHANA
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci                          : Membaca Pemahaman, Teknik Skema Membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dipelajari. Namun membaca bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan karena pada kenyataannya banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami isi suatu bacaan. Faktor yang mendasar adalah kurangnya latihan dengan menggunakan bahan bacaan, pengajaran berpusat pada guru, kurang melibatkan siswa serta kurang mengaktifkan pengetahuan awal siswa dalam proses pengajaran. Oleh karena itu dibutuhkan teknik yang dapat memudahkan siswa memahami isi bacaan. Penerapan teknik Skema dalam penelitian merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi suatu wacana, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta membangkitkan keaktifan belajar siswa di kelas. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana proses penerapan teknik Skema dalam pembelajaran membaca pemahaman wacana bahasa Jerman siswa kelas X IBB ?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan teknik Skema dalam pembelajaran membaca pemahaman wacana bahasa Jerman siswa kelas X IBB. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang hasilnya ditunjang oleh data kuantitatif dan analisis data yang dilakukan bersifat deskriptif. Penelitian dilakukan sebanyak lima kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah tes membaca pemahaman wacana bahasa Jerman selama penerapan teknik Skema. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Sumber data dalam penelitian ini siswa Kelas X IBB yang berjumlah 16 orang. Data diperoleh dari hasil tes siswa selama penerapan teknik Skema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswakelas X IBB SMA telah tuntas dalam belajar khususnya pada tema “die Schule dengan materi pokok Schulaktivitäten in der Schule” dengan rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 89,687. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hasil yang lebih baik dari pembelajaran membaca pemahaman wacana bahasa jerman. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah penerapan Teknik Skema berperan penting dalam pembelajaran keterampilan membaca. Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa teknik Skema dapat menjadi  variasi teknik pembelajaran bahasa jerman khususnya pembelajaran membaca. 
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI BAHASA JERMAN DENGAN MEDIA VISUAL POSTER INFOGRAFIS PADA SISWA KELAS XI SMA N 1 TAMAN ADITAMA S, RAFLY
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan dasar  yang  terdapat  dalam bahasa  Jerman. Pada keterampilan menulis biasanya  siswa  mengalami banyak kendala seperti bingung untuk mengawali sebuah tulisan , selain itu informasi yang terdapat dalam tulisan siswa kurang sesuai apa yang diharapkan oleh Guru atau pendidik. Media sarana untuk menyampaikan informasi dari pengajar kepada siswa . media yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah media visual. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana hasil belajar keterampilan menulis bahasa Jerman melalui penggunaan media visual Poster  Infografis pada siswa kelas XI IBB  SMA N 1 Taman?”. Tujuan penelitian ini adalah menegetahui hasil belajar keterampilan menulis bahasa Jerman melalui penggunaan media visual Poster  Infografis pada siswa kelas XI IBB  SMA N 1 Taman Penelitian merupakan jenis penelitian kualitatif .Karena penelitian ini  menggambarkan atau mendeskripsikan hasil belajar siswa berupa tulisan. Pada tes pertama ,sebanyak 8 siswa mendapat nilai di bawah KKM (75) dan 12 siswa mendapat nilai diatas KKM (75). Rata rata kelas hasil tes siswa pada pertemuan pertama adalah 67,2. Pada tes kedua sebanyak 3 siswa nilainya berada di bawah KKM (75) dan 17 siswa mendapat nilai diatas KKM (75). Rata rata kelas hasil tes siswa pada pertemuan kedua adalah 83,1. Pada tes ketiga sebanyak 2 siswa nilainya berada di bawah KKM (75) dan 18 siswa mendapat nilai diatas KKM (75). Rata rata kelas hasil tes siswa pada pertemuan pertama adalah 84. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap pertemuan, hasil belajar siswa  mengalami peningkatan. Hasil belajar dengan menerapkan media visual poster Infografis pada siswa kelas XI IBB SMAN 1 Taman dalam keterampilan menulis karangan deskripsi bahasa Jerman yang awalnya tidak baik menjadi lebih baik. Media visual poster infografis sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Jerman. Karena dengan penerapan media ini, secara tidak langsung kemampuan visual siswa lebih aktif selain itu siswa lebih mudah mengingat materi yang mereka peroleh. Kata kunci: hasil belajar,keterampilan menulis, media visual poster infografis 
PENERAPAN  TEKNIK BERKIRIM SALAM DAN SOAL UNTUK KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN SISWA KELAS XI MIPA I SMAN 3 SIDOARJO MERSIANA SUJU P., MARIA
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Kunci   : Teknik Berkirim Salam dan Soal, Keterampilan Berbicara, siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 3 Sidoarjo.          Keterampilan berbicara adalah keterampilan yang terpenting dalam pembelajaran suatu bahasa. Untuk menguasai keterampilan berbicara ini guru membutuhkan teknik alternativ yaitu Teknik Berkirim Salam dan Soal. Teknik berkirim salam dan soal merupakan salah satu teknik dalam pembelajaran kooperatif. Dengan teknik ini siswa bisa melatih keterampilan berbicara mereka.          Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ Bagaimana penerapan Teknik Berkirim Salam dan Soal untuk Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Siswa Kelas XI MIPA I sman 3 Sidoarjo?.” Tujuan penelitian ini adalah “ Untuk mengetahui bagaimana penerapan teknik berkirim salam dan soal untuk keterampilan berbicara siswa kelas XI MIPA SMAN 3 Sidoarjo. Jenis Penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket terhadap hasil kerja siswa.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tidak takut berbicara dalam bahasa Jerman.Hasil observasi aktivitas siswa meningkat pada setiap pertemuan dengan presentas 65,6% pada pertemuan pertama, 46,9% pada pertemuan kedua,65,6% pada pertemuan ketiga dan 75% pada pertemuan keempat.. Sehingga dapat diketahui bahwa frekuensi aktivitas siswa yang muncul pada setiap pertemuan mengalami peningkatan. Pendapat para siswa tentang penerapan Teknik Berkirim Salam dan Soal juga positif dan menyenangkan, ditunjang dengan hasil tes berbicara memuaskan dan menunjang hasil angket.
PENERAPAN TEKNIK PEMBELAJARAN KOLABORATIF TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) DALAM  KETERAMPILAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA BAHASA JERMAN SISWA KELAS X MIA 2 SMAN 1 GEDANGAN NDIWUL, LUSIANA
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Dalam bahasa Jerman terdapat empat keterampilan yaitu menulis, menyimak, membaca, dan berbicara yang harus dikuasai. Keempat keterampilan tersebut memiliki kesulitan yang berbeda-beda, misalnya keterampilan menulis. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya latihan menulis, minimnya penguasaan kosakata, dan ketidaktahuan makna dari kosakata tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan menulis tersebut dapat dicapai melalui proses belajar dan latihan secara terus menerus. Proses belajar tersebut perlu didukung oleh suatu teknik agar peningkatan kemampuan siswa dalam menulis dapat tercapai. Oleh karena itu salah satu teknik pembelajaran yang digunakan untuk mengatasi hal tersebut adalah Teknik Pembelajaran Kolaboratif Team Accelerated Instruction (TAI). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penerapan teknik pembelajaran kolaboratif tipe TAI dalam keterampilan menulis kalimat sederhana bahasa Jerman siswa kelas XMIA 2 di SMAN 1 Gedangan?” Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah “untuk mendeskripsikan penerapan teknik pembelajaran kolaboratif tipe TAI dalam keterampilan menulis kalimat sederhana bahasa Jerman siswa kelas X SMAN 1 Gedangan”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan sebanyak lima kali tatap muka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah berupa tes. Hasil penelitian ini dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa yang didukung dengan meningkatnya rata-rata hasil tes siswa yaitu tes penempatan 64,16 dengan kategori baik dan tes fakta 78,07 dengan kategori baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pembelajaran kolaboratif Team Accelerated Instruction (TAI) dapat digunakan dalam keterampilan menulis bahasa Jerman. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari hasil tes siswa.
HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS SISWA SMA KELAS XI DENGAN MEDIA KIPAS KATA KAMALUDIN, DODI
LATERNE Vol 6, No 1 (2017): Laterne-VOL VI No 1-Januari 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa Jerman yang dianggap sulit oleh siswa. Dari hasil survey atau wawancara dengan guru bahasa Jerman di SMAN 1 Taman, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran menulis. Selain itu siswa sering mengalami kejenuhan saat proses pembelajaran menulis bahasa Jerman karena media tidak menarik. Berdasarkan hal tersebut media kipas kata sangat tepat digunakan untuk melatih keterampilan menulis karangan dengan tema die Familie pada kelas XI IPS 3 SMAN 1 Taman. Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana hasil belajar  siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Taman dengan media kipas kata untuk keterampilan menulis karangan deskripsi bahasa Jerman?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil belajar keterampilan menulis karangan deskripsi bahasa Jerman pada siswa kelas XI IPS 3 SMAN 1 Taman dengan menggunakan media kipas kata. Dalam keterampilan menulis diperlukan latihan terus-menerus. Menurut Solehan, dkk (2008:94) Kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang diperoleh secara otomatis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 34 orang siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Taman. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes esai. Pengambilan data ini dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Rata rata kelas hasil tes siswa pada pertemuan pertama adalah 67. Rata rata kelas hasil tes siswa pada pertemuan kedua adalah 78. Rata rata kelas hasil tes siswa pada pertemuan ketiga adalah 84. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap pertemuan, hasil belajar siswa  mengalami peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan menggunakan media kipas kata dalam keterampilan menulis karangan deskripsi bahasa Jerman pada siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Taman dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang awalnya buruk menjadi lebih baik. Hal itu ditunjukkan dari  rata-rata hasil belajar siswa  yang terus meningkat.   Kata Kunci: Keterampilan menulis, Media kipas kata
TEKNIK COOPERATIVE LEARNING STRUCTURES UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK SMA OKTAVIAN PUJI SETYORINI, SHINTIA
LATERNE Vol 6, No 2 (2017): Laterne-VOL VI No 2-Mei-Juni 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the middle semester examination results of the students XI MIA 5 in SMAN 8 Surabaya showed that some participants scored less than 75 . The students got the score because they find the difficulty to understand the instructions and text content. Therefore, the new learning technique is needed, which fit with the student’s character and the materials. Cooperative Learning Structures could solve these problem. In Cooperative Learning Structures, the students learn together, a student will be a tutor, while others will be a tutee. After the first task was finished, they changes the role for the second task. This research as conducted to find out the results study on the reading comprehension using Cooperative Learning Structures. This problem of research is “how is the learning results of reading comprehension in eleventh grade by using Cooperative Learning Structures?” . this research has purpose to know the result of the reading comprehension. It used qualitative – descriptive research, and the data were collected through test results and questionnaires. The result shows that Cooperative Learning Structures technique helps the students to understand the texts. At the first meeting, the students got an average value of 74, it means that the  KKM has not reached. But the second meeting, they reached 83,3 , it means better than the first time. The third meeting got the students 89. The fourth meeting they reached 86. In the questionnaire, the students explained that Cooperative Learning Structures made them more interesting to learn Germany. From the research and the student’s answer in questionnaire , application of the learning technique can be summarized, that Cooperative Learning Structures technique can be applied to improve reading comprehension of the students. Keywords: Cooperative Learning Structures, the learning results, reading comprehension.
PENYUSUNAN SOAL SUMATIF BAHASA JERMAN AL IMA, SELFI
LATERNE Vol 6, No 2 (2017): Laterne-VOL VI No 2-Mei-Juni 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Replacement of Education Unit Level Curriculum (KTSP) with Curriculum 2013 (K13) causes some differences, the most prominent by Basic Competence is different so that the model of formative and summative test / evaluation is different. This difference raises the topic of the problem of how to model the summative question correctly and appropriately for evaluation and in accordance with K13. To demonstrate a valid and reliable summative test using qualitative and quantitative methods. Qualitative method use when the preparation in arranging of the sumative test  from various sources such as UAN German in 2008-2014. Quantitative Method on validity and realibility of item test. To get the data can be tested matter in school to know the level of validity and reliability item. The results of the first stage of 40 items are 17 items of invalidity, including numbers 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 17, 19, 24, 39, and 40. So that the valid item is 23 items. Results of the second stage of the 23 questions is 1 item of invalidity, the number is 12. So that the remaining 22 Items are valid. The results of the first and second stages contain only 22 valid items, so that in the third stage only 22 items are tested. Results from the third stage is an invalidity item of 22 items. Because assessed three stages have given enough results to state the feasibility of the test, so a matter of worth use only amounted to 21 items. Keywords: test, summative, validity, reliability
HASIL MENULIS KARANGAN SEDERHANA PESERTA DIDIK KELAS X IPA 2 SMAN 1 DRIYOREJO DENGAN METODE CHAIN WRITING R. Calon, Dorotea
LATERNE Vol 6, No 2 (2017): Laterne-VOL VI No 2-Mei-Juni 2017
Publisher : LATERNE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the outcomes of learning the German language writing skills of students of class X IPA 2 SMAN 1 Driyorejo. This title has been selected on the basis problem in learning the German language which has a different structure of writing compared to other languages, such as the use of the article and change the verb that causes learning the German language into something that is not easy for learners, especially in writing skills are the skills most complex when compared with other language skills. Therefore Chain Writing method is used to facilitate students in learning the German language writing skills. The problem of this research is "How does learning outcomes writing skills of students of class X IPA 2 SMAN 1 Driyorejo with method Chain Writing". The purpose of this study was to describe the learning outcomes of students in grade X SMAN 1 IPA 2 Driyorejo in writing skills with Chain Writing method. The instrument of this study is a simple essay writing test and non-test observation sheet form. The research data obtained from the students learn writing skills during four meetings. The data obtained and analyzed by the assessment rubric writing skills and described with words such as excellent, good, fair, less, and others. The study of students showed an increase at every meeting. At the first meeting, without treatment methods, only 5 students who obtained the results of the predicate Very Good. At the beginning of the treatment methods at the confluence of two, there is one group that is predicated Very Good. In the treatment method at the confluence of three, there are two groups were predicated Very Good, and the treatment methods in four meetings, there are 4 groups predicated Very Good. At the end of the individual tests after learning method is applied, the study of students increased compared to the beginning of the meeting the test. At the end of the test, there are 16 learners predicated Very Good. From the learning outcome is obtained, it can be concluded that the method Chain Writing can facilitate learners in learning writing skills. Keywords : learning outcomes, writing essays, Chain Writing method

Page 8 of 18 | Total Record : 180